SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Momen indah bersama keluarga dan tiba di Jakarta


__ADS_3

Setelah 6 jam di udara, kedua pesawat mewah itu akhirnya transit di Turki, sesuai kesepakatan mereka akan berada Turki sekitar 16 jam, alasannya karena ingin jalan-jalan, Ranti juga ingin jalan-jalan.


Aisyah sangat senang bisa mampir di Turki, dia memohon kepada Ranti agar mau ke Hagia Sophia, tentunya Ranti akan mengabulkannya, apalagi Salma sangat ingin kesana juga.


Para orangtua hanya berjalan-jalan di sekitar hotel saja, kebetulan dekat Mall Cevahir, mereka duduk santai sambil menunggu anak-anak kembali.


Velove dan Vexia di temani Yati, juga Salma dan Mora serta Armando, dan pastinya Ranti dan juga Aisyah.


Mereka berjalan beriringan, kebahagiaan mereka lebih bertambah karena celotehan Ketty yang sangat menghibur, kami kecilnya seolah tidak capek berjalan beriringan dengan para bibi dan pamannya.


" Aunty Salma nanti Ketty foto bareng aunty ya", ucap Ketty.


" Ia dong, biar ada kenang-kenangan aunty dan Keponakannya disini", jawab Salma yang kemudian menggenggam tangan Ketty dan menuntunnya.


" Terimakasih Aunty Ketty yang sangat cantik", balas Ketty.


" Apa Ketty hanya mau foto bareng aunty Salma saja, sama uncle Armando mau gak? ucap Armando.


" Pasti mau dong, apalagi Uncle Ketty kan Ganteng sejagat raya", ujar Ketty memuji Armando.


Hahahaha hahahaha.


" Manis sekali mulut Keponakan kita ini", ucap Friska.


" Pokoknya hari ini Ketty mau jadi orang serakah berfoto, karena seluruh Uncle dan Aunty harus foto bareng Ketty, juga kak Velove dan Vexia serta kak Mora, termasuk kakak Yati, tidak ada yang boleh menolak", ucap Ketty.


" Kamu itu ya, nanti bibi pencet hidungmu", ucap Mercy.


" Tidak apa-apa, biar hidung Ketty tambah mancung hahahaha", jawab Ketty sekenanya.


" Ya sudah sini uncle Darel Gendong, biar Ketty gak terlalu capek", ucap Darel dan langsung menggendong Ketty.


" Maaf aunty Sonia, Uncle Darel sekarang lagi menggendong diriku yang cantik ini, jangan cemburu ya ", ucap Ketty menggoda Sonia.


Hahahaha hahahaha


Ucapan Ketty sontak membuat mereka ketawa ngakak.


Dewi saja sampai bingung melihat tingkah Putrinya, bagaimana Ketty gak cerewet, dia di besarkan dengan suasana rumah yang hanya dia saja yang kecil, di tambah lagi, semua orang dirumah sangat menyayanginya, apalagi Salma dan Armando, mereka berdua tak pernah lelah bermain dengan Ketty, saat berada dirumah.


Kehidupan Ketty juga besar di Kantor, sejak Dewi mengurus kafe, hingga menjadi CEO Pakuwon Group, Ketty selalu berada di kantor bersama Dewi.


Dewi sama sekali tidak mau menggunakan jasa pengasuh, dan syukurlah Ketty tumbuh menjadi anak yang tidak menyusahkan Dewi, seolah paham ibunya sibuk, jadi dia juga bermain dan nonton atau tidur, dan sejak bisa membaca, Ketty lebih sering membaca cerita, atau belajar.


Para karyawan juga sangat senang melihat tingkah Ketty yang terlihat dewasa, kadang dia berkeliling kantor, kayak bos lagi mengontrol karyawannya.


Pertanyaannya, apakah Ketty tersiksa dengan hidup seperti itu ?, jawabannya tidak, Ketty sangat bahagia bisa dekat dengan bundanya, makanya dia tidak mau mengganggu Dewi yang sedang bekerja.


" Bagaimana sayang, apakah dirimu sudah senang bisa berfoto bersama dengan kami semuanya ? tanya Ranti.


" Sangat bahagia, dan hari ini Ketty adalah orang yang paling bahagia sedunia, memiliki Aunty dan Uncle yang semuanya sangat menyayangi Ketty Angelina Djatmiko", jawabnya.


" Terimakasih buat Uncle dan Aunty semuanya, serta kakak sekalian", lanjut Ketty dengan sopan.


" Sama-sama sayang, Ketty harus bahagia, kami semua akan lakukan apa saja untuk membuat Ketty bahagia", ucap Vanya.


" Terimakasih Aunty Vanya, Ketty tahu itu, tapi Ketty tidak mau menjadi orang Sombong, dengan seperti ini saja, Ketty sudah sangat bahagia", jawab Ketty sambil memeluk Vanya.


" Apapun boleh Ketty lakukan, asal jangan meremehkan orang atau merasa diri lebih hebat dari orang lain, ingat selalu dasar hidup keluarga kita", ucap Vanya.


" Ketty selalu ingat, apalagi nanti Ketty akan jadi sepupu tertua, jadi Ketty harus bisa menjadi contoh yang baik buat adik-adik nanti", jawab Ketty.


" Ia sayang, tapi jangan terlalu merasa terbebani, bawa santai saja", ucap Mercy.


Puas berkeliling Hagia Sophia, lalu mereka pergi menuju ke Mall Cevahir, mereka akan makan malam di sana.


" Besok kita transit di Bangkok selama 4 jam", ucap Adriansyah Setiawan.


" Kami ikut saja Ayah", jawab Rindu.


" Biar kalian puas liburannya", ucap Monicha Herdiani.


Tepat Jam 4 pagi waktu Istambul, kedua pesawat itu mengudara dengan tujuan Bangkok, Thailand.


Diatas pesawat mereka sibuk dengan handphone mereka masing-masing, berbeda dengan Ranti, dia lebih tertarik membaca laporan dari Aplikasi Mata Dewa, sambil pura-pura menonton YouTube.


Aplikasi Mata Dewa melaporkan keadaan Brenda yang baru saja secara tak sengaja bertemu dengan ayahnya Junior Mateos.


Terlihat jika Brenda Mateos langsung menghindar laki-laki itu, dan mengajak pengasuh Junior Mateos itu keluar dari warung Bakso, namun laki-laki itu menarik Brenda dengan sedikit memaksa.


" Kamu sekarang tinggal dimana? tanya laki-laki itu.


" Untuk apa kamu menanyakan aku tinggal dimana", jawab Brenda.


" Jujur saja aku rindu sama kamu", bisik laki-laki itu.


" Maaf, saya bukan Brenda yang dulu lagi, sudah cukup aku percaya dengan omongan kamu, sekarang mendingan kamu jangan ganggu saya lagi", ucap Brenda.

__ADS_1


" Memangnya kamu gak rindu dengan saya, nanti ku belikan handphone terbaru dan baju baru", mau gak? tanya laki-laki itu.


" Maaf ya, aku sudah punya handphone terbaru dan bajuku sangat banyak, bahkan kebutuhan hidup anak saya juga tidak kekurangan, jadi saya tidak butuh uang dari kamu", jawab Brenda.


" Oh ya, apa kamu akhirnya jual diri, agar bisa beli barang-barang bagus dan membeli keperluan anak kamu yang gak jelas itu", ucap Laki-laki itu.


" Hahahaha, jual diri, maaf ya, sampai hari ini saja tubuhku hanya di jamah oleh kamu, tapi gak masalah jika kamu beranggapan aku wanita murahan, aku sadar akan kebodohanku, tapi ingat baik-baik, suatu saat kamu akan menyesal tidak mengakui anakmu sendiri,


Dan kamu pikir aku sekarang aku jual diri untuk hidup, maaf ya, bukan mau pamer, hartaku jika di bandingkan harta milikmu, beda langit dan bumi,


Apa kamu bisa belikan saya 2 Handphone seperti ini? gaji pengasuh anakku saja sama besar dengan gaji pokok kamu, apalagi saya yang menggajinya, mobil kamu saja hanya Avanza itupun belum selesai kredit, dan di bantu istrimu, hahahaha


" Mendingan kamu menjauh saja, ngapain kamu dekat-dekat dengan wanita murahan seperti saya", ucap Brenda dan segera beranjak.


Namun laki-laki itu menarik tangan Brenda dengan sangat kuat, untung Brenda tidak terjatuh.


" Maaf Pak, tolong kasar dengan majikan saya, kalau anda masih kasar, jangan salahkan saya menelpon kakaknya majikan saya", ucap Inggrid pengasuh Junior.


" Hei kamu siapa ? berani melarang saya", hardik laki-laki itu.


" Saya Inggrid pengasuh Putranya Nona Brenda, sekarang juga saya laporkan tindakan anda ke kakaknya Nona Brenda", tegas Inggrid.


" Baguslah kalau kamu mau melaporkannya, biar sekalian saya ceritakan siapa Brenda yang kamu akui sebagai majikan kamu, cih majikan",ucap Laki-laki itu.


" Ayo Inggrid kita pulang, nanti putraku ketularan sifat orang ini", ucap Brenda dan kali ini dia lebih siaga agar tidak di tarik lagi.


Laki-laki berusaha menyusul Brenda dan Inggrid, saat dia sampai di luar, dia melihat Brenda naik mobil Mercedes Benz GLE Class, berwarna Merah.


Dengan enteng Brenda menjalankan mobilnya dan mendekati laki-laki itu.


" Apa kamu bisa beli mobil seperti ini? ucap Brenda meremehkan laki-laki bejad itu.


" Dasar wanita murahan", ucap laki-laki itu.


" Hahahaha, kalau aku murahan, lalu kenapa kamu mengejar saya, biar menurut kamu murahan tapi masih ada harganya, lantas kamu laki-laki terhormat begitu? ada waktunya bagi kamu untuk mendapatkan karma", ucap Brenda dan langsung pergi.


Kepergian Brenda menimbulkan tanda tanya besar di kepala laki-laki itu.


" Dek, barusan kakak cek saldo, dan terdapat transferan dari Nona Muda Ranti, dengan pesan agar buat rekening deposito", ucap Inggrid kepada Brenda.


" Sama aku juga dapat transfer uang dari kakakku, jumlahnya triliunan, sekitar 5,573 triliun. Besok saya mau ke bank untuk buat Deposito di bank Mandiri", Ujar Brenda.


" Kalau kakak dapat 334 Milyar lebih, jadi adik tidak usah lagi gaji kakak, anggap saja uang dari Nona Muda Ranti, sebagai gaji kakak seumur hidup, menemani kamu menjadi kakakmu dan bibinya Junior Mateos", ucap Inggrid.


" Mana bisa begitu, pokoknya kakak harus terima, tiap bulan tetap saya berikan kakak biaya hidup 20 juta", ucap Brenda.


" Rose, buatkan SIM mobil dan Motor buat Inggrid", ucap Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, hancurkan karir laki-laki itu",perintah Ranti.


" Baik Tuan", Balas Aplikasi Mata Dewa.


Akhirnya pesawat Gulfstream G 750 dsn Bombardir Global 7500 mendarat di Bangkok.


Setelah melalui proses transit, mereka semua keluar dari Bandara dan menyewa mobil untuk jalan-jalan.


Mereka pergi ke beberapa tempat, intinya mereka sangat senang bisa liburan di 4 negara.


Puas mereka berkeliling kota Bangkok, kemudian mereka kembali Bandara.


Jam 10 malam mereka berangkat, tapi kali ini kedua pesawat itu terbang dengan tujuan berbeda, Ranti ikut pesawat bersama orangtuanya, itu karena dia akan mengantar Aisyah kembali ke Merak.


" Aisyah, apa kamu senang dengan liburan ini", ucap Adriansyah.


" Sangat senang dan bahagia, Aisyah selama tak pernah menikmati liburan seperti ini", jawab Aisyah.


" Pokoknya setiap mau liburan kamu ngomong saja dengan kakak-Kakakmu, katakan saja kamu ingin kemana", sahut Monicha Herdiani.


" Ia Bunda",jawab Aisyah.


" Jangan sungkan-sungkan lagi sama ayah dan bunda, ayah mau tanya, sekarang apa masih ada keinginan Aisyah yang lain", tanya Adriansyah.


" Hanya ingin di peluk ayah dan bunda saja", jawab Aisyah.


" Ya sudah sini bunda peluk", ucap Monicha Herdiani.


Aisyah dengan senang hati mendekat ke Monicha Herdiani, dan mendapatkan pelukan yang hangat, begitu juga dua mendapatkan pelukan hangat dari Adriansyah.


" Terimakasih ayah, terimakasih bunda", ujar Aisyah.


" Aisyah, minum susunya dan istirahat sebentar", perintah Ranti.


" Ia kak", sahut Aisyah.


" Sudah sana minum susunya dan istirahat, lumayan bisa 2 jam kamu istirahat", ucap Monicha.


Aisyah tidak membantah perintah Ranti dan langsung menghabiskan susu yang di buat oleh Ranti.

__ADS_1


" Sini kakak temani kamu istirahat", ucap Ranti.


" Terimakasih kak", sahut Aisyah.


Mereka masuk kamar dan berbaring, Aisyah memeluk Ranti dengan perasaan bahagia.


" Dasar manja, sudah 17 belas tahun masih saja kayak umur Salma", ucap Ranti sambil mengusap kepala Aisyah.


" hehehehe, Aisyah bahagia bisa diangkat menjadi adiknya kakak, Aisyah janji tidak akan mengecewakan kakak, kelak saat jadi pengacara, Aisyah akan bantu orang-orang miskin yang tersandung kasus hukum, juga akan membantu di perusahaan kakak", ucap Aisyah.


" Kakak bahagia mendengarnya, jangan meminta bayaran kepada mereka, bantu mereka dengan ikhlas, lagian hartamu sudah sangat banyak", ucap Ranti.


" ia, apalagi kakak kemarin menambahkan uangku, dan sekarang uangku menjadi ratusan Triliun, entah bagaimana cara menghabiskannya, apalagi uang bulanan dari kakak saja sudah sangat banyak", ucap Aisyah.


" Nikmati saja, sekarang tidurlah, cup cup ", ucap Ranti sambil mencium jidat Aisyah.


" Tuhan tolong limpahkanlah kesehatan dan jauhkan kakakku Ranti dari segala mara bahaya", doa Aisyah dalam hatinya.


Setelah istirahat sekitar 2 jam, mereka berdua terbangun, selesai mencuci muka dan sikat gigi, mereka keluar ruangan dan minum teh hangat.


Suasana kabin pesawat terlihat sunyi, Ranti dan Aisyah menikmati cemilan yang di berikan pramugari.


" Terimakasih dan ini bonus untuk kalian, Tolong bagikan Amplop ini kesemua crew, ucap Ranti sambil memberikan amplop berisi cek senilai masing-masing 5 milyar Rupiah, sedangkan untuk pilot pesawat mendapatkan 7,5 Milyar.


" Terimakasih Nona Muda, tapi uang dari Nona Muda selama perjalanan masih banyak", jawab pramugari itu.


" Simpan saja dan gunakan dengan bijak, agar masa tua kamu, bisa hidup dengan kecukupan, kalian jangan pindah kemana-mana, tetaplah layani kami", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kami akan selalu melayani anda hingga sudah masanya kami harus berhenti", ucap Pramugari itu.


" Bagus, saya senang mendengarnya", ucap Ranti.


" Kak, Aisyah boleh gak suatu saat jika punya kasus yang jauh, apa Aisyah boleh pinjam pesawat kakak", ucap Aisyah.


" Hahahaha, bisa sayang, jangan kuatir, kapan saja kamu butuh, ngomong saja sama kakak, atau apa Aisyah ingin punya pesawat Jet Pribadi? tanya Ranti.


" Nanti saja kalau itu, sekarang Aisyah hanya mau fokus ke sekolah dan kuliah nanti, jika memang sudah butuh, nanti Aisyah beli, kan uang dari kakak sudah sangat banyak", ucap Aisyah.


" Ya sudah, asal ada kebutuhan mendesak, ngomong saja, dan kalau kamu ada waktu, sering-seringlah datang kunjungi ayah dan bunda di Jakarta", ucap Ranti.


" Ia kak, tiap hari Sabtu jika ayah dan bunda tidak sibuk, pasti Aisyah akan kesana, tapi nanti di temani kak Nayla dan Anjeli, atau kak Delia", ucap Aisyah.


Tak terasa, pesawat 15 menit lagi akan mendarat, di Bandara mereka sudah di tunggu oleh Rezita, Regina, Sasha dan Maureen, Serta supir kantor IDB Pusat, yang merupakan keponakan Lukman.


Rezita yang sibuk sebagai salah satu Direktur, tetap meluangkan waktunya untuk menjemput Ranti, apalagi dia sudah lama tidak bertemu dengan orang yang paling dia hormati.


Dengan menggunakan masker, mereka semua turun dari pesawat, dan hanya menenteng koper kecil dan ransel, para petugas Bandara tidak tahu jika dalam Cincin Ruang Penyimpanan mereka berisi banyak barang.


" Selamat datang kembali ke Tanah Air, Tuan dan Nyonya besar serta Nona Muda.


Mereka yang menjemput juga membungkuk dan memberikan hormat kepada Ranti dan keluarganya.


" Terimakasih kak Rezita, apa kabar kakak", jawab Ranti.


" Kabar kakak baik, hanya rindu dengan Nona Muda saja, ijinkan kakak memelukmu", ucap Rezita.


" Peluklah, Ranti juga kangen dengan kakak", jawab Ranti.


" Apa kak Sasha dan kak Maureen tidak kangen denganku", ucap Ranti.


" Kami semua sangat kangen, tapi kak Rezita sudah duluan memeluk Nona Muda, jadi kami harus antri", jawab Sasha.


" Oh berarti hanya Ranti yang kalian rindukan, paman dan bibi kalian abaikan", ucap Adriansyah.


" Paman jangan ngambek dong, kami juga merindukan paman dan Bibi", jawab Maureen.


" Paman hanya bercanda sayang, nanti besok suruh ibumu ke rumah Paman, katakan bahwa kami sudah kembali", Perintah Adriansyah.


" Baik Paman", jawab Maureen dengan sopan.


Di antara mereka, hanya Regina yang paling kaku, walau dia sangat ingin memeluk Ranti tapi dia hanya menahan dirinya, baginya Ranti adalah sosok penyelamat hidupnya, kekayaan yang dia miliki sekarang adalah pemberian Ranti, hingga dia bisa membahagiakan ayahnya meskipun hanya ayah sambung.


Regina kini sudah memiliki rumah yang bagus, mobil yang juga bagus, serta motor bagus, ayahnya juga memiliki mobil bagus, Regina sudah melarang ayahnya bekerja, dan kini ayahnya lebih giat di lingkungan mereka.


Keseharian Regina dirumahnya di temani seorang sepasang suami istri pelayan, yang khusus melayani keperluan ayahnya.


Sekarang Regina benar-benar sangat bahagia dan kembali menjadi gadis manja sama ayahnya.


Kembali ke suasana Bandara.


" Velove, Vexia apa kalian ingin membeli sesuatu? tanya Suratmi.


" Hanya mau belikan Roti boy untuk pengasuh kami dan seluruh pelayan di rumah Paman dan Bibi", jawab Velove.


" Bibi dan paman tunggu di mobil saja, biar Ranti dan Aisyah yang menemani Velove dan Vexia membeli roti boy", ucap Ranti.


" Kak Ranti, terimakasih sudah memberikan ayah dan bunda buat kami, kini Velove dan Vexia tidak lagi menjadi sendirian, sekarang kami punya keluarga yang sangat banyak dan juga sangat baik serta sangat menyayangi Velove dan adik Vexia", ucap Velove sambil menggenggam tangan Ranti.

__ADS_1


" Ia, makanya jangan kecewakan kakak dan juga ayah dan bunda kalian, kakak ingin kalian menjadi anak yang baik dan dengar-dengaran sama orangtua", ucap Ranti menasehati.


" Itu pasti kak, apalagi ayah dan bunda sangat memanjakan kami, kakak juga sangat menyayangi kami", ucap mereka berdua.


__ADS_2