
Food court Mall Galaxy, tengah berisik dengan teriakan 6 orang gadis yang tidak menggunakan atasan, dan memperlihatkan bagian dada yang masih terbungkus bra, banyak yang menyiarkan secara langsung.
Pihak Mall Galaxy langsung mengerahkan security untuk mengamankan para gadis itu yang sudah membuat kegaduhan.
Saat security hendak mengamankan mereka Ranti, menambah hukuman mereka, Mind Ruler menyuruh gadis-gadis itu naik ke atas meja sambil berjoget lebih erotis.
Mercy yang melihat para gadis itu hanya mengelus dada, " ternyata orang gila", batin Mercy
Gadis - gadis itu makin tambah berjoget-joget, Ranti menyuruh Mind Ruler agar merek membuka bra dan berjoget, sekejap mereka berjoget dengan bertelanjang dada, security sudah kewalahan, hingga menambah personil mereka, 5 menit kemudian Ranti menarik kontrolnya.
Sekejap mereka tersadar dan langsung menutup bagian dada dan wajah mereka yang sudah merah menahan malu.
Security membawa mereka, dan tak lama pihak kepolisian datang atas laporan pihak Mall Galaxy, dengan delik pornografi dan pornoaksi, serta mengganggu ketertiban umum.
Jagad Maya langsung geger dengan aksi mereka, Ranti bahkan ikut menguploadnya dan tak bisa hapus.
Keenam gadis itu meraung-raung menangis karena di gelandang ke kantor Polisi, ternyata mereka adalah anak-anak dari beberapa orang terkaya di Surabaya dan 2 orang di antaranya adalah anak dari pejabat pemerintahan.
Bahkan salah satu stasiun TV swasta terkenal menayangkan berita tentang kejadian di Mall Galaxy.
" Dek ternyata mereka orang gila, ucap Mercy
" Makanya tadi aku larang kakak meladeni mereka,
Friska dan Rindu, juga heran kenapa tiba-tiba 6 orang gadis itu, bisa berkelamin seperti orang yang tidak sadar.
Tak mau perduli dengan kejadian itu, mereka berempat kembali ke rumah mereka, Koenigsegg Regera 3 unit dan Lamborghini SIAN Roadster membelah jalanan Surabaya yang sedang ramai.
" Gila bener tu mobil, bagus bener", tanggapan pengguna jalan, saat berada di lampu merah.
Mikhael terpana melihat keempat mobil itu, dia berpikir di Surabaya tak mungkin ada yang memiliki mobil - mob itu.
Dia yang berada berdampingan dengan Ranti di lampu merah, tak bisa melihat dengan jelas, siapa pengemudi mobil Lamborghini SIAN Roadster itu.
Ranti, mengirim pesan kepada Kakak-kakaknya, agar duluan saja, dia mau ke tempat lain ada keperluan.
Saat Lampu hijau, Ranti langsung tancap gas, meninggalkan Mikhael yang masih terpaku menatap punggung Lamborghini SIAN Roadster itu.
Ranti menuju ke Kantor RPS GROUP COMPANY, sebelumnya dia sudah mengabarkan ke Rendi bahwa dia akan datang.
Tepat jam 7 malam, Ranti tiba di kantor dan di sambut oleh security dengan ramah.
Ranti datang berkunjung karena ada hal penting yang ingin di bicarakan, terkait merger beberapa Bank, dan mau memeriksa perkembangan dari pendirian Bank khusus Petani, Peternak dan Nelayan.
Para petinggi Perusahaan RPS GROUP COMPANY, yang mulai berdatangan, karena di panggil mendadak, hanya pasrah saja, apalagi yang tidak mengenal Ranti
Sambil menunggu para petinggi lainnya datang, Rendi, Sabrina dan Santina terlibat obrolan ringan, menurut Rendi ada beberapa perusahaan penyewaan pesawat Jet Pribadi ingin mengajukan kerjasama dalam penyewaan dan maintenance.
Ranti menolaknya, karena dia sudah percayakan ke Tim dari Perusahaan yang lain, itupun hanya pengecekan dan perawatan, serta menyediakan Pilot dan pramugari.
Setelah sua lengkap, Rendi mengarahkan ke ruang meeting internal, namun ada seorang petinggi perusahaan yang baru bergabung, tidak mengenal Ranti sama sekali, memotong pembicaraan Rendi.
" Maaf Tuan Rendi, kita saat ini mau rapat internal, kenapa gadis kecil ini, di ajak ke ruangan rapat, suruh tunggu diuar saja,biar tidak menggangu, ucapnya.
Seorang petinggi menyikut seorang petinggi yang mempertanyakan kehadiran Ranti, agar dia jangan banyak bicara, tapi tidak di gubrisnya.
" Tuan Rendi, kalau begitu saya pulang saja, kalian tunggu saja bos besarnya datang, ucap Ranti dan langsung balik kanan bergegas meninggalkan mereka semuanya.
Rendi, Sabrina dan Santina, kebingungan, namun mereka mendapatkan pesan, bahwa Ranti menunggu di ruangannya.
Mereka bertiga langsung berangkat menuju ke ruangan Ranti, disana mereka membuka komputer yang menampilkan para petinggi di ruang rapat itu sedang menunggu bos nya yang di usir oleh salah satu dari mereka.
Mereka berempat berbincang soal Pendirian Bank Petani, Peternak dan Nelayan, hingga Ranti membicarakan tentang merger Bank di Jakarta.
Rendi mengatakan, bahwa Pak Jusuf selalu memberinya laporan perkembangan merger itu, dan saat peresmian Rendi di minta hadir sebagai Pemimpin kedua tertinggi dari RPS GROUP COMPANY.
Keasikan mereka berdiskusi, hingga notifikasi berbunyi di handphone Rendi, para petinggi itu menanyakan, jam berapa bos besar datang.
Dengan cepat Rendi menjawab, Bos besar sudah datang dari tadi, tapi salah satu dari kalian menyuruhnya tunggu di luar ruang rapat, dan saat ini kami sudah selesai berdiskusi, balas Rendi, lewat pesan WA.
Ruang rapat Gempar, mereka menyalahkan si petinggi yang menyuruh Ranti menunggu di luar ruang rapat
Mereka keluar dari ruang rapat dan menuju ke ruangan Rendi, tapi kosong, mereka melihat ruangan yang satu lagi dan mengetuknya, kemudian di buka oleh Sabrina.
" Maafkan saya bos, saya tidak mengenal anda, ucap petinggi itu dengan gemetar ketakutan.
__ADS_1
" Duduklah dan minumlah dulu, ucap Ranti
" Maafkan kami juga Nona Muda, kami benar-benar tidak mengenal Anda, ucap salah satu petinggi perusahaan.
" Tidak apa-apa, kalian juga baru bergabung jadi aku tak menyimpannya dalam hati, ucap Ranti
" Terimalah Nona Muda, ucap mereka
" Siapa kamu yang tadi mengusir saya, dan apa jabatan kamu, fan sudah berapa lama kamu disini, tanya Ranti
" Saya Boni, wakilnya Nona Sabrina, dan baru masuk awal Januari Nona Muda, maafkan saya, ucap Boni
" Kamu pemecah rekor disini, dengan berani mengusir Pemilik Perusahaan, hebat betul kamu, jika kamu berani mengusir saya, berati kamu berani mengusir Rendi dan hang lainnya, ucap Ranti agak melunak
" Maafkan saya Nona Muda, lain kali saya tidak mengusir anda lagi, ucapnya
" Hahahaha, kamu itu, bagaimana kedepannya kamu berani mengusir saya, sedangkan malam ini kamu sudah tau perusahaan ini milikku, lucu kamu Boni, ucap Ranti yang tidak mempersoalkan kesalahan Boni.
" Ya sudah, sekarang kamu bekerja baik-baik, dan bantu Sabrina dengan kemampuan yang kamu miliki, jangan sampe aku dengar kamu malas bekerja, apa kamu mengerti, ucap Ranti
" Mengerti Nona, jawabnya singkat
" Angkat kepalamu, aku tidak suka punya karyawan bermental kerupuk, tegas Ranti
" Tadi kamu dengan gagahnya mengusir saya, sekarang kamu gemetaran, ledek Ranti
" Tadi hanya bingung saja Nona Muda, ucapnya yang makin membuat Ranti jadi geregetan.
" Lain kali sebelum bertindak, lihat dulu baik-baik situasinya, kalau belum tau, bertanyalah ke atasanmu, untung yang kamu usir itu saya, coba saudara ku yang kamu usir, di pastikan saat itu juga Rendi akan memecat mu, jadi ingat baik-baik pesanku, ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya akan mengingatnya, ujarnya dengan tulus
Tapi kamu tetap dihukum, dan hukumannya, kamu harus mentraktir semua yang hadir malam ini, saat kamu gajian, gimana ? tanya Ranti
" Baiklah Nona Muda, asal saya tidak Pecat, ucapnya makin tak karuan
" Hahahaha, tenang saja, kali ini aku tidak mempersoalkan nya, ya sudah mari kita pulang sudah jam 09.00 malam, ujar Ranti dan langsung berdiri dari kursinya.
Ketika mereka berada di lobby, mereka melihat seorang wanita yang sedang menunggu dengan motor matik dan sedang ngobrol dengan security.
" Oh maaf Nona Muda, dia istrinya pak Boni, datang menjemput suaminya
" Kenapa tak di izinkan menunggu di lobby atau minimal di teras kantor, kasihan di luar Pak, ucap Ranti
" Maaf Nona, saya yang menolak duduk lobby, ucap istri Boni
" Apa tiap hari kamu jemput suami kamu.
" Ia Nona, saya masih kuliah, jadi pagi saya antar dan saat suami pulang kantor aku jemput, soalnya kendaraan hanya ada 1 Nona Muda, istrinya Boni
Saat Ranti sedang berbicara dengan istrinya Boni, Boni mendekati istrinya
" Maaf Nona Muda, ini istri saya, Juniarti, ucap Boni
" Pulanglah kasihan istrimu sudah menjemput kamu, ucap Ranti
" Rendi, besok kamu ambil mobil Toyota Rush, 2 unit untuk operasional, wakil Sabrina dan Santina, dan untuk jajaran direksi, ambil Innova varian tertinggi dan warna Hitam semuanya.
" Boni kamu bisa bawa mobil atau tidak, tanya Ranti
" Bisa Nona Muda, nah besok tugasmu dari saya urus semua mobil itu dan datang ke dealer Grace kamu ketemu dengan Nona Aluna, Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, saya akan kerjakan, ucap Boni
" Kasihan istrimu, kamu repotkan antar jemput kamu, rawat baik- baik mobil inventaris kantor, Perintah Ranti
" Terimakasih Nona Muda, ucap Boni
" Sekarang pulanglah, tidak usah menunggu kami,ucap Ranti.
Kini tinggal Ranti, Rendi, Sabrina dan Santina.
" Nona Muda apa tidak berlebihan, mengeluarkan uang untuk mobil inventaris, tanya Rendi
" Biar mereka semangat, tenang saja tidak usah kuatir soal uang, ucap Ranti
__ADS_1
" Baik kalau begitu, ucap Rendi
" Sabrina, bagaimana kinerja Boni, selama ini, tanya Ranti
" Orangnya rajin dan tekun,saya suka kepribadiannya, ucap Sabrina
" Asal kamu senang saja, ucap Ranti
" Orangnya jujur dan memang suka bercanda, jadi kita bekerja agak terhibur juga dengan adanya Boni.
" Baguslah, saya suka orang rajin, tekun dan jujur, lihatlah Rendi dari awal bekerja denganku, tak pernah mengecewakan, jadi lihatlah dia sekarang, ucap Ranti
" Nona Muda terlalu memuji saya, jadi gak enak Nona Muda, ucap Rendi
" Sekarang saya tanya kamu, apakah pantas seorang pemalas dan pembohong berada di tingkatan kamu sekarang, coba kamu jawab, ujar Ranti
" Tidak ada Nona Muda, ucap Rendi
" Kamu ingat awal kita bertemu dan apa yang ku janjikan sama kamu asal kamu Rajin, tekun dan jujur serta tidak sombong juga serakah, tanya Ranti
' Saya ingat Nona Muda, ucap Rendi
" Makanya jangan pernah kecewakan saya, kamu adalah orang pertama yang menjadi pengikut ku, dan lihatlah hidup kamu sekarang, bukan aku mengungkit apa yang sudah ku berikan, ucap Ranti.
" Saya sangat mengerti, dan sangat bersyukur, perlahan-lahan tugas-tugas saya mulai ringan tidak seperti awal-awal, ucap Rendi
" Berarti saya tidak mengecewakan kamu, tanya Ranti
" Tidak sama sekali, omongan Nona Muda, satu persatu sudah mulai terlaksana, makanya saya bangga dengan Nona Muda, dan percaya setiap Omongan Nona Muda, ucap Rendi
" Tolong anggaplah Sabrina dan Santina adalah saudaramu, mereka hanya berdua saja di Surabaya, jadi hargai mereka berdua, hanya itu pesanku, ucap Ranti
" Pasti Nona Muda, ucap Rendi
" Ayo pulang, besok aku juga mau sekolah, ucap Ranti
" Pak security, ini buat beli kopi, bagi dengan yang lain ya, ucap Ranti sambil memberikan uang 500 ribuan.
' Terimakasih Nona Muda, ujar Security itu
" Sama-sama, titip kantor ya Pak, ucap Ranti dengan ramah.
Saat ini Ranti telah berada di jalanan, dan menuju Markas Penguntit waktu di Mall Galaxy.
Hanya butuh waktu 30 menit dia sudah berada sekitar 100 meter dari bangunan yang di jadikan markas para Penguntit. anggota geng White Tiger.
Ranti segera menembakkan ratusan jarum dan membakar Markas Geng white Tiger, api biru dan merah mulai membakar gedung itu.
Para anggota White Tiger, langsung berlarian keluar gedung, Formasi Array Pelindung di aktifkan agar tidak api yang membakar bangunan di sekitarnya.
Api yang menyala dengan sangat besar membuat Tim Pemadam Kebakaran, kerepotan, tapi mereka heran api tidak menjalar ke bangun yang lain, listrik terlebih dahulu sudah di padamkan Ranti dengan menggunakan Drone.
Ranti mendatangi kerumunan orang yang menyaksikan kebakaran yang menurut beberapa orang terjadi kejanggalan, api yang besar tapi tidak menjalar kemana-mana.
Keheranan juga dirasakan oleh oleh Tim Pemadam Kebakaran, karena di beberapa titik kebakaran terlihat api berwarna putih dan juga warna Hitam, ketika di semprot Air, apinya justru membesar.
Kembali lagi Surabaya di hebohkan dengan fenomena kebakaran tunggal, tidak ada korban jiwa, juga korban sampingan dari dampak kebakaran besar di gedung itu.
Kurang lebih 2 jam kebakaran terjadi, dan api masih berkobar, Tim Pemadam Kebakaran akhirnya pasrah, sudah lebih 10 mobil di kerahkan, tapi api tetap menyala.
Lebih aneh lagi panasnya api tidak terasa di jalan, kobaran api tidak kemana-mana, api menyala dengan sangat besar, tapi tetap tenang.
Ranti yang kasihan dengan Tim Pemadam Kebakaran yang sudah kecapean, akhirnya dia menembakkan lagi ratusan jarum Es, dan tidak berapa lama api mulai padam, di mulai dari lantai atas dan perlahan-lahan turun hingga ke lantai dasar.
Setelah api padam, Ranti menggunakan elemen tanah dan menghancurkan gedung itu, puing-puing bangunan itu tidak menimbulkan debu seperti saat merobohkan gedung pada umumnya.
Di tempat, lain pemimpin White Tiger, sementara mengamuk, bagaimana tidak gedung perkantoran miliknya kini hancur tak bersisa, dan sudah rata dengan tanah. Warga yang mengabadikan momen tersebut dengan Video siaran langsung, lumayan mendapatkan respon dari warga net.
Ranti menarik Formasi Array Pelindung, setelah melihat PLN yang sudah datang.
Ranti Segera keluar dari kerumunan dan menuju ke kompleks pertokoan seberang jalan, untuk mengambil mobilnya dan meluncur pulang..
" Hebat juga kekuatan Tahap Berlian, dan kekuatan Formasi Array dalam menahan kobaran api.
Ranti tiba dirumah sudah hampir jam 3 Pagi, tidak ada yang mendengar ketika dia masuk rumah.
__ADS_1
Segera dia masuk ruang dimensi, dan mandi di sungai surgawi, kemudian baru dia istirahat.