SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
hari terakhir di Beijing dan kembali ke Indonesia


__ADS_3

Setelah seharian beraktivitas, akhirnya Ranti beristirahat, untuk membuat tubuhnya segar, Ranti selalu minum 2 tetes sehari, pagi dan malam sebelum dia tidur.


Ditempat lain, tepatnya di kompleks para tukang gerobak mereka masih berdiskusi soal usaha apa yang pantas dan paling bisa mereka lakukan,


Ding tian memilih berusaha membuka toko listrik, Ding Fan bermodal pernah bekerja di toko bangunan, maka dia mencoba membuka toko bangunan dan menjadi kontraktor kecil


Xiao Lang, membuka usaha toko kelontong , Xiao Tian membuka usaha kedai pangsit dan makanan cepat saji


Yuan Zhao, dia ingin buka toko handphone dan komputer, berbekal dia pernah sekolah komputer dan juga dia Bisa servis handphone dan laptop juga komputer.


Mereka juga berencana membeli rumah di kompleks yang sama, juga mobil, mereka sudah berhitung semuanya rata-rata uang mereka akan di habiskan sekitar 1,5 milyar.


Sisanya buat mereka tabung, dan mereka juga sudah bertekad tidak akan hidup royal, mereka ingin membuktikan kepada Ranti bahwa mereka pantas menjadi teman Ranti.


Mereka juga mengajak Yun Li untuk membeli Rumah di kompleks yang sama, kebetulan ada promosi, rumah 2 lantai dengan 7 juta Yuan, dengan luas tanah sekitar 500 meter, dan ini termasuk rumah menengah.


Pagi sudah datang, Ranti bergegas mandi dan berganti pakaian, dia menelpon keenam kakaknya bahwa dia hari pulang, dan jam 6 sore waktu Beijing dia berangkat.


Selesai ngobrol dengan keenam kakaknya, Ranti membereskan semua Barang - barang yang akan dia bawa pulang, semua yang berat-berat termasuk beragam cemilan khas Beijing sudah di masukkan ke Cincin Ruang, hingga tersisa satu koper kecil dan Ransel, Ranti rencananya tidak akan kembali lagi ke hotel, jadi pagi ini dia langsung check out.


Tepat jam 7.30 pagi Yun Li sudah sampai, dan ikut sarapan dengan Ranti, kemudian mereka berangkat ke kompleks Ruko yang akan para tukang gerobak beli.


Ketika sampai di sana mereka semua sudah berkumpul di kantor penjualan, termasuk Tan Kian yang juga ingin membeli 1 unit untuk di jadikan toko perhiasan.


Mereka semua membeli 2 unit, mereka memilih hook karena sampingnya bisa di buka, hingga mereka berjualan terasa lebih luas.


Ternyata tidak sia-sia Ranti membelinya ruko di kompleks ini, deretan Ruko milik Yun Li sudah penuh apalagi menghadap jalan besar, dan parkiran termasuk luas.


Selesai menemani mereka semua, Ranti pun pamitan, dia berjanji akan kembali untuk melihat perkembangan mereka.


Yun Li mengantar Ranti ke tempat perjudian batu, karena Ranti ingin memotong 10 batu yang ia simpan untuk di bawa pulang ke Indonesia dan akan di jadikan Perhiasan.


Sampai disana, Ranti menuju ketempat yang berbeda agar tidak di kenali dan meminta ruangan khusus, walau dengan harga mahal.


Ranti menunggu pemotongan batunya hingga 3 jam, setelah selesai dia menghubungi bibi Helen, Lily dan Celine, bahwa dia akan kerumah mereka.


Setiba di rumah bibinya, Ranti memberikan batu giok berkualitas tinggi kepada bibinya, betapa kagetnya mereka melihat 10 batu yang terbilang sangat mahal.


" Bibi, kak Lily ini bisa kalian buat perhiasan dan di jual, agar toko kalian bisa maju lagi dan ini ATM berisi 5 milyar Yuan, untuk menambah modal Kalian, tenang saja aku tidak akan miskin seumur hidupku, kata Ranti


" Ranti jika berlian satu kotak saja yang di jual, kami bisa mendapatkan minimal 700 atau 800 milyar Yuan, dan di Beijing kami akan masuk daftar orang terkaya, bibi Helen.


" Kalian bisa beli apartemen, Ruko, Rumah dan di sewakan, itu lebih aman dan tidak terlalu merepotkan, di samping itu toko perhiasan bisa di kembangkan dengan mencari beberapa pengrajin untuk membuat nya, atau kalau sudah bosan disini, kalian pindah saja ke Indonesia, toh kak Lily masih warga Indonesia, kata Ranti panjang lebar.


Jika ingin kesini kalian tinggal datang, sekalian mengecek semua properti yang ada disini, lanjut Ranti.


" Kamu benar juga, Kami akan lihat suasana dulu, jika semua sudah terungkap, bibi juga ingin tinggal disana, ingin habiskan masa tua Disana, soal Celine dia bisa memilih mau jadi warga Indonesia atau China itu terserah padanya, kata Bibi Helen

__ADS_1


" Kami janji abis Imlek kami akan kesana, bibi juga masih menyimpan sertifikat rumah atas nama suami bibi di daerah Jakarta Selatan, dan Syukurlah, tanah itu tidak di ketahui oleh keluarga almarhum suami bibi, kata bibi Helen.


" Itu sangat bagus Bibi, dan Kak Lily bisa buka toko perhiasan disana dan ambil barang-barang bisa dari sini, tiga bulan sekali bisa kesana dan membeli barang-barang, serta masukkan ke Cincin ruang yang aku berikan bibi bisa bawa barang yang cukup banyak dari sana, kata Ranti


Seperti batu Giok, bibi bisa beli yang baru di potong dan bawa ke Indonesia, baru di buat perhiasan, tapi jangan banyak- banyak pasti pemerintah akan menyelidiki nya, kata Ranti.


Baiklah Bibi sudah saatnya aku ke Bandara,3 jam lagi pesawat ku akan terbang, lanjut kata Ranti


" Baiklah, kami akan mengantarkan kami ke bandara, kata Lily


" Bibi Ranti, jangan lupakan Celine ya, katanya


" Kamu ini ada-ada saja, bagaimana bibi akan lupa dengan kamu, kalau kamu kangen tinggal telpon, kalau kamu ingin datang ke Indonesia kamu tinggal bilang.


" Terimalah bibi Ranti, pasti aku akan datang, namun aku harus belajar giat bahasa Indonesia, hehehehe kata Celine sambil tertawa


" Itu harus, biar kamu disana di anggap orang Indonesia, hahahaha, Ranti ikut tertawa juga


Mereka akhirnya berangkat ke Bandara, tapi tak disangka, ternyata Yin Li sudah menghubungi saudara - saudara barunya agar ikut mengantar Ranti ke bandara.


Saat Ranti keluar dari rumah bibinya, ia kaget melihat 5 mobil baru yang datang, mereka semua keluar dari mobil dan menyapa, salam dari kami Nona, kami akan mengantarkan anda ke Bandara.


" Terimakasih semuanya, jangan lupa, tolong jaga bibiku, kakakku dan keponakan ku, jangan sampai kalian mengabaikannya, dan juga jaga Yun Li dengan baik untukku, apa kalian mau mendengar saya, kata Ranti


" Kami pasti akan menjaga Nyonya besar Helen dan Nona muda Lily juga nona kecil Lin Mei, serta Yun Li dan Yun Wei, saya sebagai kakak pertama akan menjaga kelima adik saya, jawab Xiao Lang.


" Kami mendengarkan saran dana dan nasehat Nona Muda, mari kita berangkat, ucap Xiao Lang.


Dengan beriringan 7 mobil keluar dari kediaman Bibi Helen menuju Bandara, dan tak kurang dari 40 menit mereka semua Tiba di Bandara,


Mereka mengantarkan Ranti hingga ruang tunggu pesawat walau harus bayar izin mereka duduk di kedai dan minum kopi sambil menunggu panggilan untuk naik pesawat, tepat jam 5.30 sore, akhirnya Ranti mendengar bahwa penumpang sudah harus naik ke pesawat.


Ranti berpelukan dengan bibi dan kakaknya Lily juga Celine dan menyalami mereka yang lain, diam-diam Ranti memasukkan ATM berisi 1 milyar Yuan ke jaket Celine.


Mereka kemudian berpisah, keenam orang berubah hidupnya dari tukang gerobak di lokasi perjudian batu, dengan pendapatan sehari-hari paling banyak 500 Yuan, kini mereka menjadi milyarder baru, apalagi Yun Li yang memiliki harta paling banyak di antara mereka berenam, 10 milyar Yuan.


Kini Ranti sudah berada di pesawat yang sebentar lagi akan berangkat


* Tuan silahkan anda check in hari ini*


" Oke Rose CHECK IN"


* Selamat Tuan anda mendapatkan, satu set alat untuk menempa segala jenis peralatan dan juga perhiasan serta senjata.


" Terimakasih Rose”


" Rose tolong tukarkan 3 triliun Yuan ke dalam Dolar Amerika dan masukkan ke dalam rekening dolar saya.

__ADS_1


* Baik Tuan, tunggu setengah jam tuan*


" Terimakasih Rose "


" Pesawat Chinese airline tujuan Denpasar Bali Indonesia, segera di berangkatkan" pengumuman dari pesawat.


Akhirnya aku bisa pulang ke Indonesia, batin Ranti


Aku pulang dengan penuh kebahagiaan, mendapatkan saudara dan juga uang yang sangat banyak, jika uangku terekspose, bisa geger Se Indonesia, bahkan sedunia.


Untung saja Bank Global Intercontinental, menutup rapat semua nasabahnya, agar tidak terekspose.


* Tuan sudah selesai di tukar uang dan total penukaran 3 Triliun Yuan China ke Dollar US adalah 445.136.850.000, dan saat ini uang dalam bentuk mata uang Yuan sebesar ¥ 430.000.000.000.


" Terimakasih Rose, kamu yang terhebat"


* Terimakasih Tuan, senang Rose memilih anda Tuan*


Uangku sudah tak terhitung jumlahnya, kini aku harus fokus ke sekolah dan menjalankan semua rencanaku, membantu setiap orang yang terpinggirkan dengan menyediakan tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan, serta bantuan Modal.


Jika di butuhkan aku akan menyumbang untuk negara ini, agar negara ini bisa lebih maju dan bisa disegani di seluruh dunia.


* Sungguh mulia pemikiran anda Tuan, untuk saat ini saja pajak anda pribadi adalah yang terbesar, untuk pajak penghasilan perorangan, anda tunggu saja ada momen dimana anda akan di panggil oleh negara, kata Rose.


" Jika dipanggil aku pasti datang, jika diminta membantu, sebagai warganegara, aku pasti akan membantu negara saya.


* Anda memang hebat Tuan*


" Semua berkat kamu Rose, jika bukan kamu yang menolong saya, mungkin aku tetap Ranti yang miskin dan hanya hidup bermodal beasiswa saja, terimakasih Rose, aku ingat darimana aku asalnya."


* Sungguh luar biasa prinsip anda Tuan, Rose akan menemani Tuan di puncak kejayaan Tuan, ucapnya.


" Rose apakah keenam kakakku dan dua adikku, bahagia dengan apa yang ku berikan kepada mereka? tanya Ranti


* Keenam kakak anda adalah orang yang sederhana, tuan memberikan harta kepada mereka, pasti mereka bahagia, apalagi sikap Tuan kepada mereka yang selalu rendah hati, jadi mereka sangat bahagia dan bangga kepada Tuan, kata Rose


" Aku bersyukur kalau mereka bahagia, aku hanya ingin mereka dan keturunan nya hidup tanpa masalah keuangan, Rose tahu sendiri dunia ini semua di ukur dengan harta, balas Ranti


* Benar Tuan, itulah yang membuat mereka bahagia, tuan jangan kuatir seluruh keturunan mereka adalah orang-orang yang memiliki prinsip hidup sederhana, makanya Rose ingin memberikan mereka semua hadiah tahun Baru.


" Terimakasih Rose "


* Sama-sama Tuan*


Selesai berbicara dengan Rose, perasaan Ranti menjadi tenang, dia membuka album foto dan melihat keenam kakaknya serta 2 adiknya


" Semoga keluarga kita bisa bahagia selalu, batin Ranti yang tiba-tiba merasa sangat rindu kepada saudara- saudaranya.

__ADS_1


Masih panjang perjalanan Ranti, akhirnya Ranti tertidur pulas, seolah-olah dia berada di kamar.


__ADS_2