
" Oke Rose Status"
Nama : Ranti Putri Setiawan
Umur. : 18 tahun
Tahap. : Berlian
Level. : 9 M ( P/ 1 Kualidrium. PS)
Job. :
Skil. : Menu
Fisik dan Mental
Kesehatan : 100 % Perfect
Ketahanan : 100 % Perfect
kecepatan : 100 % Perfect
Ketepatan : 100 % Perfect
Kecerdasan: 100 % Perfect
Kekayaan. :
Aktif Rekening sistem
Rp. 2.000.000.000.000.000 Mandiri**
Rp. 600.000.000.000.000 BRI*
Rp. 600.000.000.000.000 BNI*
$. 1.000.000.000.000
¥. 135.415.000.000.000.
* BRI dan BNI adalah Hasil dari Seluruh pendapatan usahanya.
** Penggabungan seluruh uang dari Sistem
Bank Global Mandiri Indonesia
Tekan 🔽 untuk melihat saldo
Toko. : All item
Poin
Sistem. : 0
Pemahaman : 0
Pengabdian. : 6 milyar
inventori. :
* 60 pil surgawi
* 15 pil semesta
* 4 Kupon cashback 300%
*. 3 x Permintaan Darurat
* 30 Kotak Tingkat Berlian
* 15 kotak Tingkat legenda
* 10 kotak tingkat Kuno
* Buku Resep Dewa Obat
Aset
PT. RPS GROUP COMPANY
* 3 Gedung Perkantoran, hotel dan Apartemen
* Perkantoran dan Mall Cempaka
* Tri Link Finance Indonesia
* Indonesian Development Bank
* RPS Southeast Asia Development Bank (Singapura)
* Bank Petani, Peternakan, Perkebunan dan Nelayan (BP3M)
* ARSA Group Company
* RPS Development Building Property Indonesia
* Mall Galaxy 1,2,3 Surabaya
* Pakuwon Group
* RPS Multidana Finance
* RPS Food Excellent
* RPS Global Farm
* RPS Body Clean
* Yayasan Bintang Timur
* RPS Global School
- Tanah seluas 10 hektar Malang
- lahan 5 hektar kota Surabaya
- Sawah 80 hektar di Banyuwangi
- lahan 25 Ribu hektar pinggir kota Surabaya
- Lahan 10 hektare Di Semarang
__ADS_1
- lahan 10 hektar di Jogjakarta
* Kendaraan
- Gulfstream G 700
- Bombardir Global 7500
- Helikopter Air Bus Super Puma H225
- Buggati Chiron
- Buggati Chiron Super Sport 300+
- Rolls-Royce Cullinan Klassen
- Lamborghini Sian
- Mercedes GLE 53
Alat penunjang ( Cincin Semesta)
* 1 unit Laptop Quantum+++++
* Flashdisk 10 TB Quantum+++++
* Handphone, Quantum+++++
* 1 buah Kacamata, Quantum+++++
* 1 buah Tablet Quantum+++++
* 1 buah Jam Tangan Quantum+++++
* 1 set Jarum akupuntur mata dewa
* 1 Set Armor Ultimate ++++
* 20 Drone Quantum+++++
* Tungku Tingkat Kuno++++
* Belati
* Motor Nmax
* Mercedes GLE 53
Misi. :
* Misi khusus: -
- Proyek Kota Terpadu non Hadiah
* Misi Dadakan: -
* Misi tersembunyi: -
" terimakasih Rose"
* Sudah Tugas saya*.
Rose saat ini sedang memilah seluruh perusahaan Ranti, yang akan di kelompoknya berdasarkan bidang usaha, dan akan di jadikan 1 group.
Ranti sendiri ketika melihat dalam inventori, terdapat ratusan dokumen kepemilikan perusahaan.
" Rose tolong Carikan orang-orang yang Mampu mengelola setiap perusahaan saya, Tim saya belum sanggup melakukan itu semua", mohon Ranti.
* Baik Tuan aja. tetapi hanya bersifat sementara, yakni hingga seluruh saudara tuan Selesai sekolah, juga beberapa teman anda yang potensial", ucap Rose.
* Tuan Darel, sudah bisa memegang perusahaan, agar Nona Vanya tidak keteteran", Saran Rose.
" Baiklah,Saya akan bicarakan dengan Kak Darel", ucap Ranti
Akhirnya Ranti memutuskan untuk istirahat, nanti setelah dari Manado, maka bisa fokus pada penataan Perusahaan, agar lebih baik dan terkontrol.
Waktu berganti Pagi, semua penghuni telah bangun, Salma dan Armando sudah bersiap ke Sekolah, Minggu depan mereka akan ujian Kenaikan kelas.
" Princess, Daddy and mommy, mau langsung pulang ke Jakarta, sama-sama dengan Bibimu yang akan tinggal di Jaka bersama Daddy dan Mommy", ucap Adriansyah.
" Ia Daddy, Berarti mampir Jogja antar kakak Kembar, baru lanjut ke Jakarta atau bagaimana? tanya Ranti.
" Dek kami naik Helikopter, kan kemarin kami datang naik helikopter, kami bareng keluarga Pak Supomo dan Pak Gunadi. ucap Renata.
" Oh Oke, aku juga ada pekerja di Manado, tapi pulang besok malam, aku sudah janji tidak akan lebih dari 2 malam di luar kota", ucap Ranti.
' Kamu atur saja bagiamana baiknya, yang penting jangan Sampai kedua adikmu terabaikan", sahut Monicha.
' Ia mommy, aku juga gak bisa jauh dari semua Saudara ku, ucap Ranti.
" Ia sayang, tapi kami juga kalau ada waktu pulang ke rumah di Jakarta", ucap Monicha.
" Ia Mommy, kalau semua sudah beres pasti Princes akan selalu pulang, lalu bagaimana perkembangan Velove dan Vexia? tanya Ranti.
" Mereka semakin pintar, namun semakin manja sama bundanya Ratmi, mereka sangat rajin belajar, bantu bundanya beberes di rumah mereka, kadang Ratmi seharian hanya duduk santai, jadi gak sia-sia Ratmi memanjakan mereka, asal libur Sabtu kalau gak Jogja, pasti main seharian di Mall, tapi ternyata gak beli apa-apa hanya main saja, dan juga makan- makan", ucap Monicha
" Itu berarti mereka sudah bisa membedakan mana hari libur, dan mana hari sekolah, Salma dan Armando juga sama, kalau agak bosan di rumah, paling ke Mall Galaxy nongkrong di restoran Seafood dan makan menu favoritnya selesai itu pulang", ujar Ranti.
" Ya sudah, hati-hati dalam bekerja, dan ingat keluarga adalah yang terutama", ucap Monicha.
" Terimakasih mommy, Princes antar Armando dan Salma kesekolah", ucap Ranti.
" Ayo, jangan lupa kotak makanannya, kita berangkat", ujar Ranti.
Setelah mencium tangan semua keluarganya, Salma dan Armando berangkat Sekolah.
" Kak, kasihan Sinyo, badannya luka bekas di pukul Ayahnya hanya karena bertanya soal bayaran sekolah", ucap Armando.
" Lalu, kamu ingin kakak berbuat apa ? tanya Ranti.
" Pinjamkan dia rumah, agar dia dan pengasuhnya bisa tinggal tanpa ada penyiksaan dari orangtuanya, sinyo bilang orangtuanya ingin dia segera pergi dari rumahnya, tapi pengasuhnya memohon agar nanti saat lulus SMA saja, tapi belakangan ternyata Sinyo makin disiksa, tolong dia ya kak, pengasuhnya kemarin telpon Armando, jika mereka ada uang pasti mereka siap menyekolahkan Sinyo hingga kuliah", ucap Armando.
" Baiklah, nanti kakak suruh orang untuk mencarikan mereka rumah dan kendaraan", ucap Ranti.
Sampai di sekolah, sebelum turun dari mobil, Ranti ijin mau ke Manado 2 hari, dan Salma pun setuju.
" Ia kak, kan hanya 1 malam disana, nanti pulang bawakan abon ikan tongkol dan sambal ikan roa", ucap Salma.
" Kalo Salma memang suka, biar nanti kapan-kapan kakak minta Maura Adelaide untuk membuatnya lagi dan kirim ke rumah", ucap Ranti.
" Ia kak, Armando juga suka, sambung Armando.
__ADS_1
" Baiklah, nanti disana kakak suruh Maura buat yang banyak", ucap Ranti.
Ranti kemudian mengantar kedua adiknya hingga masuk kelas, tapi saat di kelas Armando, Ranti melihat wajah tegar Sinyo, dia berusaha tampil seperti tidak ada masalah yang menimpanya.
Ranti memindai seluruh badan Sinyo, dan ternyata di punggung Sinyo terdapat bekas luka dan beberapa luka baru yang sudah mengering, tak sengaja air matanya menetes melihat penderitaan Sinyo.
Setelah keadaan Sinyo, Ranti pergi meninggalkan sekolah dan pulang ke rumahnya, tapi dia pergi ke arah perumahan Griya Indah, disana masih terdapat begitu banyak rumah dan lahan kosong, apalagi rumah menengah, dan didepan kompleks terdapat deretan Ruko, dan belum ada warung makan biasa yang ada hanya warung Padang, padahal di area itu sangatlah ramai.
Akhirnya meminta Tim Rose agar membeli Ruko yang di Hook kemudian belikan 1 unit Rumah + perabotan dan mobil serta motor.
Kemudian Ranti melanjutkan perjalanan menuju rumahnya, sampai di rumah dia melihat kedua orangtuanya dan bibi serta kakak kembarnya, begitu juga Darel dan Vanya sudah bersiap berangkat ke Bandara.
Setelah mereka semua berangkat, Mercys dan Friska juga berangkat ke kampus, Dewi juga sudah di atas mobilnya bersama Ketty dan mobil itu perlahan meninggalkan rumah.
" Kak Rindu, sekarang rumah sepi, tinggal kita berdua yang pengangguran", ucap Ranti.
" Hahahaha, pengangguran sukses dan Kaisar dari orang-orang terkaya dunia, ujar Rindu sambil tertawa.
" Tapi kita aku gak punya pekerjaan, lihat saja, kita berdua masih dirumah", lanjut Ranti.
" Kamu itu, ya sudah ayo kita masuk dan habiskan kentang goreng dan nugget goreng kamu itu, kakak juga mau ke DAMKAR Supermarket, nanti siang kakak yang jemput Salma dan Armando, kami mau ke Tunjungan Plaza, katanya Armando ingin makan Pizza di tempat Kak Elshinta", ucap Rindu.
" Ya sudah aku mau bersiap ke bandara dan berangkat ke Manado, besok malam sudah di rumah", sahut Ranti.
" Baguslah, sabar saja dek, lambat Laun, Salma dan Armando pasti mengerti dengan kesibukkan kamu", ucap Rindu.
" Ia kak, aku juga gak masalah dengan keinginan mereka yang tak mau aku lama-lama di luar kota", ucap Ranti.
" Intinya sabar dan kakak yakin kamu pasti bisa", ucap Rindu sambil menyuapkan nugget ke mulut Ranti.
Selesai menghabiskan kentang dan nugget goreng, Ranti menuju ke kamarnya, dua hanya membawa 1 stelan baju formal saja.
Setelah Rindu Pergi, Ranti juga pergi dan saat dapat tempat yang sepi, Ranti Segera memasukkan mobilnya ke cincin semesta dan langsung terbang, dia juga ingin mencoba kecepatannya yang baru saja naik.
* Tuan Rumahnya dan Ruko sudah di beli, Ruko 2 gandeng, sedangkan rumah dapat yang Hook, dan hari ini juga, akan merenovasi bagian tanah sisa untuk dapur, serta lahan samping buat gudang untuk jualan di Ruko", ucap Rose.
" Apakah bisa selesai dalam 2 Minggu, begitu juga Ruko, segera renovasi dan siapkan seluruh perabotannya serta dapur nya" perintah Ranti.
* Bisa Tuan, berikan keahlian masak buat pengasuh Sinyo dan Sinyo sendiri juga berikan keahlian masak dan bisnis manajemen, agar dia bisa membantu Pengasuhnya", ucap Rose.
" Baiklah, tolong Rose atur, tapi tetap serum Pengikat Jiwa wajib disertakan", ucap Ranti.
* Pasti Tuan, singkat Rose.
" Tukarkan 300 poin Pengabdian untuk Kebaikan, dan buatkan 3 ATM", perintah Ranti.
" Baik Tuan", jawab Rose.
Ranti kini telah berada di ketinggian 15 ribu kaki atau 4,5 km dari permukaan tanah, Ranti merasakan sensasi berbeda, dan sesekali dia terbang rendah untuk melihat pemandangan.
Sementara di sekolah, Armando dan Sinyo hanya mengobrol karena guru- guru sedang rapat untuk mempersiapkan ujian naik kelas.
" Sinyo, jadi nanti kamu gak lanjut sekolah, karena selesai ujian naik kelas kamu harus keluar dari rumah kamu? tanya Armando.
" Ia itu keputusan mereka, mereka sudah tidak mau menyekolahkan aku, dan menyuruh aku keluar dari rumah, alasannya kakakku sudah gak betah lihat aku dirumah, jadi aku pasrah saja, yang penting aku sudah bisa baca dan menulis, apa saja akan ku lakukan asal bisa lanjut sekolah", jawab Sinyo.
" Lalu bagaimana dengan pengasuh kamu? tanya Armando.
" Bibi pengasuh dan Paman juga sudah memutuskan akan membantu merawatku, mereka akan berhenti bekerja dirumah orangtuaku, tapi aku bersumpah tidak akan pernah lagi kembali ke rumah itu setelah aku keluar dari itu nanti, lagian nama saya sudah di hapus dalam daftar keluarga, dan di pindahkan ke daftar keluarga pengasuhku", jawab Sinyo.
" Jahat sekali orang tua kamu", ucap Armando.
" Dari aku Kecil seingatku, aku tak pernah tahu namanya kasih sayang dari orangtua, jadi wajar kelak aku tidak akan pernah mengakui mereka sebagai orangtuaku.
" Armando, tolong bantu saya, cukup bantu biaya sekolah ku hingga lulus SMA, nanti hitung saja, saat aku bisa bekerja, aku akan membayarnya secara angsuran, aku minta tolong", Ucap Sinyo.
" Santai saja, kamu akan bersekolah di sini hingga selesai SMA, kamu tenang saja, aku bantu kamu membuat orangtuamu menyesal telah membuangmu", jawab Armando.
" Terimakasih Armando, saya berjanji akan mengembalikan semuanya di saat aku bisa bekerja", balas Sinyo.
" Terserah kamu saja, yang penting saat kamu keluar dari rumah, kamu kasih tau aku, biar supirku datang menjemput kamu.
Sedangkan di rumah Sinyo, sang kakaknya lagi marah-marah dengan ibunya.
" Kenapa kalian lama sekali mengusir Sinyo", amuk kakak Sinyo pada ayahnya.
" Sabar, selesai dia ujian naik kelas, dia segera keluar dari rumah ini", ujar ayah Sinyo.
" Maaf Tuan dan nyonya, saya dan Suami saya, ingin membawa Sinyo bersama kami, jika tuan dan nyonya sudah tidak menginginkan nya, biar Sinyo jadi anak kami saja, toh dari kecil dia tidak memiliki keluarga kalian, makanan saja dia makan dengan kami pelayan, tidurnya di bangunan tempat kami, yang lebih heran lagi, tuan muda Sinyo masuk dalam daftar keluarga saya, selesai terima raport, kami akan pergi dari sini, Agar tuan muda Reno bisa bahagia, dan pasti keluarga ini akan sangat bahagia, terimakasih sudah memberikan Tuan Sinyo kepada kami", ucap Bibi pengasuh Sinyo.
" Baiklah, anak tak berguna itu ku berikan kepada kalian, dan ingat kalian yang mengundurkan diri, jadi aku tak memberikan kalian pesangon", tegas ayahnya Sinyo.
" Tenang saja Tuan besar, saya dan istri tidak akan meminta pesangon sepeserpun, jadi tak perlu bersuara kencang seperti itu, saya menghargai Almarhum orangtuamu, tapi setelah saya dan isteri keluar membawa Tuan Sinyo dari neraka ini, jangan sekali-kali kamu mengusik kami, dan saya katakan padamu Tuan besar akan ada hari dimana kamu kalian bertiga akan jadi pengemis, pegang kata-kata saya", ucap Paman pengasuh Sinyo.
Sepasang suami istri pengasuh itu, sengaja di suruh almarhum kakek Sinyo untuk bekerja dan merawat Sinyo, setelah tahu perlakuan tidak adil anak dan menantunya terhadap cucunya.
" Kamu supir rendahan mau mengancam saya, dan jika bukan karena Ayahku kalian tidak mungkin bekerja di rumah saya", hina ayahnya Sinyo.
" Terimakasih Tuan besar yang terhormat, saya tidak mengancam, tapi setelah kami keluar dari sini, Berarti saya sudah bukan babu kalian, itu berarti kalian tidak bisa berbicara sembarangan kepada saya dan isteri, setelah kami keluar dari sini, kalian bukan siapa- siapa yang harus kami hormati, tapi tenang saja, kami tidak akan mengganggu kalian, Tuan Sinyo akan bahagia bersama kami, walaupun kami hidup susah", ucap sopir itu.
" Baiklah, kami juga tidak akan pernah mengganggu mengusik kalian, hidup matinya Sinyo sudah bukan urusan kami, ini surat pernyataan resmi kami, dan sudah berkekuatan Hukum bahwa Sinyo bukan anak kami dan tidak berhak atas apapun di keluarga kami", ucap ayahnya Sinyo.
" Saya akan menyimpannya, dan ini tulisan tangan tuan Sinyo, bacalah jika dia sudah pergi, itupun kalau kalian tidak jijik memegang kertas ini, dia sudah melakukan cap darahnya di atas lembar tulisannya, memang dia masih kecil tapi pikirannya cepat dewasa karena penyiksaan kalian, kami ingin laporkan kalian ke Polisi tapi Tuan Sinyo melarang kami, dia hanya bertahan dengan penyiksaan kalian itu karena dia ingin sekolah saja, tapi ternyata Tuan Muda Reno tidak menginjak adiknya sekolah tinggi, dan memaksaku kalian untuk mengusir nya, saya hanya ingin bertanya kepada kalian, " Apa kesalahan tuan Sinyo kepada kalian"? itu saja, jangan di jawab ke pada kami, ucap sopir itu dan keluar dari rumah keluarga Orangtua Sinyo.
Isi surat Sinyo.
" Teruntuk Ayah dan ibu, aku tak meminta di lahirkan ke dunia ini, apalagi menjadi anak kalian,
" Aku tak pernah meminta apapun kepada kalian hingga 2x, sekali aku meminta, 2 tamparan dan makian kalian lontarkan padaku, jadi lebih baik aku diam saja.
" Aku juga tidak berharap warisan dari kalian, hehehehe boro-boro warisan namaku saja sudah kalian hapus dari kartu Keluarga, tapi tidak masalah buatku,
" Aku bersumpah, setelah saya keluar dari rumah ini, maka saya tidak akan pernah kembali, atau bahkan menganggap dan mengakui kalian sebagai sebagai keluarga saya,
" Saya tidak akan membalas kejahatan kalian kepada saya, baiklah Tuhan dan orang lain yang membalasnya,
" Terimakasih sudah mengijinkan saya hidup di rumah ini, terimakasih sudah memberi saya makanan dan pakaian, tapi semuanya akan saya tinggalkan, saya tidak akan membawa baju satupun yang kalian berikan kepadaku, hahahaha mau bawa baju bekas pakai Reno.
" Tidak ada harta yang kalian berikan kepada saya, tidak ada keikhlasan kalian kepada saya, jadi di masa depan saya juga tidak akan membalas kalian apa-apa, toh kalian orang kaya, jadi tidak mungkin minta bantuan saya.
" Akhir kata, selamat berbahagia karena kepergian saya, buat Reno selamat bersenang-senang, kamu tidak ada saingan dalam harta warisan Keluarga ini.
Dari bukan siapa-siapa : Sinyo
Amplop berisi surat dari Sinyo, tidak di baca oleh kedua orangtuanya, mereka hanya melempar nya ke tong sampah.
Sementara di bangunan tempat para pelayan terjadi perbincangan.
" Pak Asmar, kami juga ikut dengan kalian, kita kumpulkan uang dan buka Warung makan saja, agar tuan muda Sinyo bisa lanjut sekolah", ucap seorang Pelayan.
" Soal biaya sekolah Tuan Muda Sinyo, kalian tidak usah kuatir, temannya tuan muda Sinyo adalah pemilik sekolah Bintang Timur, jadi dia menjamin bahwa tuan kita akan tetap bersekolah dengan baik, kita hanya perlu memberikan tuan Sinyo kebahagiaan", ucap Bu Asmar.
__ADS_1
" Kami berdua akan ikut bapak dan ibu bersama Tuan Muda Sinyo, mohon bawa kami Bu ", ucap kedua pelayan itu.