
Tepat jam 3 Sore Ranti baru selesai dari kantor Pak Pribadi, dan saat keluar dari kantor, Ranti di sapa oleh Atmini yang datang menjemput Atmono yang tidak membawa kendaraan, Atmono sendiri lebih banyak berada di pulau, tugas Besar yang dia emban membuat dia sangat bersemangat, teman-teman kampus nya sangat iri dengannya, secara Atmono dengan cepatnya mendapatkan posisi wakil kepala Proyek, apalagi teman seangkatannya yang suka menghinanya.
Atmono membawa 4 orang sahabatnya yang sangat dia percaya dan tugaskan sebagai pengawas, dengan gaji 20 juta per bulan membuat keempat kawan Atmono begitu semangat, belum fasilitas yang mereka dapatkan.
Kantor darurat dengan terbuat dari kontainer bekas dan 1 bangunan dari kayu cukup membuat Atmono dan Tim nya merasa sangat nyaman.
Ranti kini sudah berada di jalan pulang dan tiba-tiba aplikasi Mata Dewa memberikan laporan agar bersiap karena nanti malam akan ada penyusup ke kantor yayasan untuk mencuri data di Sekolah Bintang Timur, dan orang-orang yang akan menyusup itu adalah suruhan Ferdiansyah Setiawan.
" Baiklah dan terimakasih laporannya, tolong retas handphone Ferdiansyah dan ambil rekaman suaranya, agar bisa kita jadikan bukti dan para penyusup itu akan ku jadikan saksi" ucap Ranti.
" Baik Tuan, seluruh data keterlibatan dia dalam kasus pembunuhan berencana terhadap kedua orangtua Tuan, semuanya sudah tersimpan di dalam laptop, termasuk rekaman CCTV di rumah orangtua tuan, dan dirumahnya Ferdiansyah serta di sejumlah Restoran dan hotel", balas Aplikasi Mata Dewa.
" Bagus, terimakasih , tolong pantau dan tandai para penyusup itu, serta dimana Markas mereka , dan berapa sebenarnya Anggita mereka", Perintah Ranti.
' Yang mendapatkan tugas menyusup 6 orang, besok pagi ada 5 orang Yanga akan datang ke kantor Bintang Timur, sedangkan anggota yang disiapkan berjumlah 100 orang, mereka akan bergerak jika pihak sekolah tidak memberikannya data Ranti, jika mereka gagal, maka lebih dari 1000 orang akan datang menghancurkan sekolah Bintang Timur.
Ranti menghabiskan waktu berkeliling kota dan nongkrong di sebuah restoran yang sepi pengunjung, padahal bagi Ranti makanan di restoran ini sangatlah enak, tapi setelah Ranti telusuri, ada restoran lain yang melakukan persaingan tidak sehat.
" Pemilik Restoran ini mantan karyawan di restoran yang menjelek-jelekan restoran ini, si mantan bos tidak senang dengan mantan karyawannya yang merintis usaha yang sama", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Kalau begitu namanya bukan persaingan, tapi asas ketidaksukaan melihat orang lain sukses, apalagi orang itu bekas bawahan kita", balas Ranti.
" Pemilik Restoran ini, tahu siapa dalang yang menjelekkan usahanya, tapi dia enggan membalasnya, sudah begitu pemilik restoran juga kurang biaya untuk promosi", ucap Aplikasi Mata Dewa.
" Sebarkan ke medsos menu restoran ini, siapa tahu bisa berkembang", ucap Ranti.
" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.
Dalam waktu 10 menit aplikasi Mata Dewa sudah membuat promosi ke seluruh media sosial, dan ada yang berkomentar bahwa pernah menikmati salah satu menu di restoran itu dan rasanya sangat enak, murah, meriah dan kenyang, serta tempatnya juga bagus.
Selesai makan Ranti pergi dari restoran itu, dia berharap agar bantuan kecilnya bisa berdampak positif bagi restoran itu.
Ranti dengan kekuatan mind Ruler menghapus memori dari mantan bos pemilik restoran itu, agar dia tidak mengingat lagi mantan karyawannya yang membuka usaha dan pastinya berhenti menjelekkan usaha mantan karyawannya.
Ranti mengendarai mobilnya dan pulang ke rumah. Begitu tiba dirumahnya ternyata dirumahnya ada beberapa orang tamu di teras rumahnya
Ternyata tamunya adalah keluarga Gilang, ayah ibunya dan Embun kakaknya.
" Selamat Sore Om dan Tante juga kak Embun, tumben datang kerumah saya", sapa Ranti
" Maaf atas kedatangan kami yang tak memberitahukan Nona Ranti terlebih dahulu, kedatangan kami hanya ingin meminta tolong kepada Nona Ranti", ucap pak Gading ayahnya Gilang.
" pertolongan seperti apa, tapi mari masuk kita bicara di dalam saja", ajak Ranti dengan sopan.
" Maaf Nona Ranti, ini menyangkut perusahaan kami, saya kebingungan ketika tiba-tiba para pemegang saham menarik Sahamnya di perusahaan kami, nilainya juga lumayan besar, 40% saham, jika mereka menariknya bisa di pastikan proyek dari Nona Ranti akan ada hambatan, tapi pasti akan kami selesaikan, kedatangan saya hanya ingin meminta tambahan waktu dari target yang tertulis dalam kontrak kerja sama", ucap Ayahnya Gilang dengan jujur.
" Berapa lama waktu yang om minta, jujur saja saya senang dengan tindakan Om, yang berani datang membicarakan masalah ini secara langsung, jadi katakan berapa waktu yang om butuhkan untuk menyelesaikan kapal pesanan saya? tanya Ranti.
" kalau Nona mengijinkan, untuk pesanan tahap awal yang 6 unit, saya minta tambahan waktu 1 tahun dan saya akan kirim kapalnya dalam 3x pengiriman, sedangkan untuk pesanan tahap 2 yang 8 unit saya minta 6 bulan, pesanan yang tidak ada masalah, karena pasti keuangan perusahaan sudah stabil", ucap psk Gading.
" Buatkan surat permohonan resmi nanti saya tandatangani, terima kasih om sudah memberitahukan dari awal, ini langkah yang baik, dan niat om yang baik, artinya di kemudian hari kita tak perlu berselisih karena om tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, jadi silahkan buat surat permohonan penambahan waktu, agar anak buah saya tidak menganggap saya pemimpin yang tidak konsisten, bicarakan juga dengan Rendi secara baik-baik, pasti dia mengerti", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, saya akan Segera membuatnya, mohon maaf atas kejadian ini, tapi saya berusaha menambal kekurangan modal yang ada di perusahaan saya", ucap Pak Gading.
" Begini saja, bagaimana kalau saya pinjamkan modal kerja kepada perusahaan Om, dan saya ingin menambah pesanan kapal, hingga total semuanya menjadi 20 unit", ucap Ranti.
" Saya justru ingin memperbesar galangan saya, agar produksi kapalnya bisa sekali jalan 4 unit, tapi saya malu berhutang", ucap pak Gilang, yang memang jarang berhutang.
" Hahahaha, Gilang adalah teman saya, jadi jangan sungkan, saya pinjamkan modal kerja 4,5 triliun bunga per tahun 10% Flat dan waktu pengembalian maximal 25 tahun, bagiamana ?
" Waduh kok bunganya seperti itu, itu sama saja membuat perusahaan Nona rugi', ucap Pak Gading.
" Ini khusus buat Om, kalau yang lain pasti aku manfaatkan situasinya dan bisa saja saya mengambil alih perusahaan Om, terimalah bantuan Saya, kasihan Gilang nanti yang bercita-cita meneruskan perusahaan Om, saya lihat dia sangat serius belajar perkapalan, dia bilang kepada saya ingin menjadikan perusahaan ayahnya terkenal di dunia internasional", ucap Ranti.
" Ya memang dari Kecil dia sudah bercita - cita ingin membuat kapal, makanya dia sudah bersiap-siap untuk kuliah di teknik perkapalan ITS Surabaya, agar bisa langsung praktek di perusahaan katanya", ucap Pak Gading.
" Jadi bagaimana, apa om setuju dengan tawaran saya, 4,5 triliun sudah cukup menutup saham 40% yang sudah di tarik oleh Pemegang Saham, saya yakin mereka pasti ada yang memerintahkannya, secara sangat mustahil Pemegang saham akan menarik Sahamnya di saat perusahaan kita sedang baik-baik saja, dan bahkan memiliki proyek yang sangat banyak", ucap Ranti.
" Baiklah Nona Ranti, saya menerima tawaran anda, ini sebuah keberuntungan bagi kami sekeluarga, uang dari anda akan saya gunakan dengan baik, lalu masalah penambahan waktu bagaimana Nona? tanya Pak Gading.
" Tidak masalah, lagian kapal itu akan saya gunakan untuk transportasi Antar Treasure Island dan Gresik, tapi tidak masalah, soalnya pelabuhan saya disana nanti selesai 1 tahun lagi, nanti saat sudah beroperasi harap perusahaan Om sudah mengirim kapalnya seberapa unit yang selesai.
Sedangkan Kapal yang lain, khususnya kapal Ternak bisa 2 tahun lagi karena peternakan saya di Lampung baru mulai pembangunannya, untuk kargo itu yang tolong di percepat", ucap Ranti.
__ADS_1
" Saya janjikan seluruh proyek Anda akan selesai dalam tempo 6 tahun", ucap pak Gading.
" Oke, saya berharap juga demikian, karena seluruh usaha saya akan sangat membutuhkan kapal-kapal itu", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, besok semua surat akan saya antar ke kantor RPS Group Company ", ucap Pak Gading.
" Baiklah, atur dengan Rendi saja, nanti saya hubungi dia soal pertemuan kita Sore ini", sambung Ranti.
" Jadi keasyikan ngobrol dari tadi, saya lupa kalau ada Tante dan kak Embun, maafkan saya, ucap Ranti.
" Tidak apa-apa Nona, kami mengerti apa yang di bicarakan, sangat tidak sopan kami mengganggu pembicaraan kalian", ucap mamanya Gilang.
" Baiklah, dan ayo nikmati brownies nya, ini buatan koki saya, jadi asli produk rumahan", ucap Ranti.
" Oh kak Embun kira, Ranti beli dari Toko", ucap Embun.
" Kami jarang beli kue untuk dirumah, karena koki kami dan para pelayan selalu membuat cemilan dan juga makanan-makanan seperti ini, alasannya biar lebih sehat dan bersih menurut mereka", ucap Ranti membanggakan para pekerjanya.
" Hebat sekali pemikiran pelayan Nona dirumah ini, mereka sangat memperhatikan kesehatan dan kebersihan untuk majikannya", ucap mamanya Gilang.
" Ya mereka menganggap kami keluarga mereka, begitu juga sebaliknya, makanya mereka bekerja dengan sepenuh hati, jujur Tante saya tidak pernah memaksa mereka untuk membuat makanan - makanan seperti ini, tapi ini murni kemauan mereka, syaratnya saya harus belanja bahannya, dan ternyata buatan mereka tidak kalah dengan yang di toko kue", ucap Ranti.
" Ia ini enak, walau kelihatannya sederhana, tapi rasanya sangat enak, jujur Tante sangat senang makan brownies, ini sesuai selera Tante ", puji namanya Gilang yang sudah makan 4 potong.
" Ya sudah, nanti pulang Tante dan Kak Embun boleh bawah 2 yang batu matang", ucap Ranti lalu memanggil Bu Likha.
" Bu Likha, tolong masukkan 2 buah brownies dalam kotak, saya ingin berikan kepada Tante dan kak Embun yang cantik ini, biar gak penasaran dengan brownies buatan koki kita", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, jawab Bu Likha.
" Waduh harusnya kami yang datang bawah hadiah, tapi terbalik jadi kami yang dapat hadiah", ucap Mamanya Gilang.
" Hehehehe santai saja Tante, kita bertetangga, apalagi Gilang teman saya, kak Embun juga teman saya, kalau urusan bisnis itu berbeda dengan hubungan kita bertetangga, biar om gading dan Gilang saja yang berurusan dengan bisnis, kita makan brownies saja", ujar Ranti mencairkan suasana.
Pak Gading tersenyum bahagia, apalagi jika dia mengingat awal kenal dengan Ranti, ternyata di balik ketegasan Ranti tersimpan sisi yang humoris dan enak jika diajak berbicara.
" Mam, lihat tu, kuenya sudah habis ", ujar Pak Gading.
" Tenang saja Tante, nanti kalau koki buat lagi, pasti saya minta mereka buatkan untuk Tante dan kak Embun", ucap Ranti.
' Terimakasih Nona Ranti", ucap istrinya pak Gading.
Saat mereka lagi ngobrol, tiba-tiba Gilang datang dengan hanya bercelana pendek dan sendal jepit.
" selamat Sore Ranti, sapa Gilang.
" Sore juga ayo masuk", balas Ranti.
" Maaf saya hanya ingin memberitahukan kepada ayah dan ibu, kalau di rumah ada Tamu", ucap Gilang.
" Oh gitu, ucap Ranti.
" Maaf Nona Ranti kami ada tamu di rumah, terimakasih atas bantuannya dan juga browniesnya", ucap pak Gading.
" Astaga Bunda, datang bertamu di rumah Ranti, pulang-pulang merampok brownies", canda Gilang.
" Hehehe enak soalnya, jadi kamu minta sendiri saja ya sama Nona Ranti, yang ini buat bunda dan kakakmu", ucap ibunya Gilang.
" Ranti, apa browniesnya masih ada", tanya Gilang tanpa sungkan.
" Masih, ucap Ranti dan meminta Bu Likha membawakan 1 brownies lagi.
" Terimakasih Ranti, Ucap Gilang.
" Sama-sama, ucap Ranti
Di jalan pulang kerumah mereka, Gilang memberitahukan bahwa tamu mereka itu adalah salah satu pemegang saham yang sudah menarik Sahamnya.
Ranti sendiri setelah keluarga Gilang pulang, dia menuju ke kamar Salma yang ternyata baru selesai Mandi.
" Kakak sudah pulang, tadi ada tamu yang mencari kakak", ucap Salma.
" Ia sayang, mereka sudah pulang", jawab Ranti.
__ADS_1
" Oh, kalau begitu boleh gak kakak temani Salma nonton TV sambil menunggu kak Armando yang ke rumah Sinyo", ucap Salma.
" Ya sudah kakak mandi dulu ya, abis itu kita nonton TV sambil makan brownies, bagaimana? ucap Ranti
" Ia kak, sudah lama juga gak makan brownies, besok aku bawakan Untuk Mora", ucap Salma.
Ranti beranjak ke kamarnya dan langsung Mandi, dia ingin menghabiskan waktu Sore dengan adiknya.
Baru saja duduk, Ranti mendapat notifikasi dari Aplikasi Mata Dewa, bahwa Armando sedang bertarung di kontrakan Sinyo.
" Salma ayo kita ke kontrakan Sinyo, kakakmu Armando sementara di keroyok teman-teman kakaknya Sinyo", ucap Ranti sambil beranjak.
" Akan kupastikan mereka pulang dengan cacat, ucap Salma dengan wajah yang sudah merah".
Ranti pamitan ke Bu Likha dan langsung bergegas ke kontrakan Sinyo dengan kecepatan tinggi.
Selang 30 menit kemudian Ranti dan Salma tiba, terlihat Armando masih bertarung, tubuhnya terkena pukulan karena melindungi Sinyo yang sudah terkapar, Para pelayannya juga sudah terkapar, sedangkan Paman pengasuh Sinyo sedang kekampung karena ada acara ponakannya nikah.
Ternyata ketidak hadiran paman pengasuh di manfaatkan kakaknya yang sudah mengintai dimana Sinyo tinggal.
Salma segera turun dari mobil dan berlari kencang dan langsung menerjang orang yang akan memukul Armando.
" Ku patahkan kaki dan tangan kalian, teriak Salma yang sedih melihat kakaknya yang terkena pukulan.
" Hahahaha, hanya kamu gadis kecil, ayo kalau berani", tantang Kakaknya Sinyo.
" Salma, bantu kakak mu, biar kakak yang beri mereka pelajaran", Ucap Ranti.
" Hahahaha, aku pikir siapa ternyata Nona Besar yang datang, serang kawan-kawan", teriak kakaknya Sinyo.
Ranti segera menampar kawan-kawan kakaknya Sinyo hingga tersungkur dengan gigi depan yang tanggal.
" Apa hanya segini kekuatan kawanmu, ucap Ranti dan langsung menampar kakaknya Sinyo dan tersungkur.
" Akan ku laporkan kamu ke ayahku, awas kamu, teriak kakaknya Sinyo.
" Silahkan saja, besok pagi kamu tidak akan pernah lagi melihat ayah dan ibumu", ucap Ranti.
" Tunggu saja pembalasan ku, aku tidak akan puas sebelum Sinyo mati", teriak kakak nya Sinyo.
" Jahat sekali kamu jadi orang, dan ingatlah sebelum itu terjadi maka kamu duluan yang pergi dari dunia ini, lihatlah Besok pagi, apa kamu masih di rumahmu atau tidak, ancam Ranti.
" Baiklah, kita buktikan saja, dan saya pastikan kamu akan jadi budak saya, ucap kakaknya Sinyo yang seolah lupa kalau dia baru saja di tampar Ranti.
" Baiklah, silahkan asal kamu mampu, ucap Ranti, dan langsung menampar sekali lagi, dan lagi-lagi kakaknya Sinyo tersungkur.
" Salma, patahkan tangan orang yang memukul Armando, perintah Ranti.
Dengan segera Salma beranjak dan langsung menghampiri teman- teman kakaknya Sinyo dan dengan cepat Salma mematahkan tangan mereka satu persatu.
terdengar teriakan-teriakan kesakitan dari mereka.
" Pergi kalian dari sini, dan kamu kakaknya Sinyo, bersenang- senanglah dengan orangtuamu, sebelum kamu Pergi jauh, tapi tenang saja kamu tidak akan ku bunuh hanya ku jauhkan dari mantan adikmu, minimal 15 tahun lagi baru kamu kembali melihat dunia ini", ucap Ranti.
Sepeninggal kakaknya Sinyo, Ranti membantu memulihkan Sinyo yang terlihat sangat lemah, badannya memar-memar, untung saja Armando cepat datang kalau tidak bisa-bisa Sinyo akan patah Tulang.
Setelah memberikan Sinyo dan para pelayan air surgawi, terlihat mereka sudah pulih.
Sementara di kediaman orangtuanya Sinyo, sedang pusing karena karena masalah mereka dan Sinyo, hingga mereka di keluarkan dari proyek Kota Terpadu dan Treasure Island, walau masih boleh melakukan kerjasama dengan perusahaan lain, tapi keuntungannya pasti berkurang.
Reno tiba dirumah dan langsung melaporkan bahwa dia di pukul oleh temannya Sinyo.
" Kenapa kamu bisa bertemu dengan temannya Sinyo? tanya ayahnya.
" Reno tadi datang ke kontrakan Sinyo, Reno ingin kasih Sinyo pelajaran karena gara-gara dia perusahan kita di putus kontrak oleh RPS Group Company.
" Lain kali datang bawa orang yang biasa bertarung, Ucap ayahnya Sinyo.
" Baik Ayah, besok saya akan ajak kawan- kawan kampus", ucap Reno.
" Ambil ATM ini dan bayar mereka", ucap ayahnya.
Di posisi Ranti sendiri sudah memerintahkan Drone agar mengikuti kakaknya Sinyo, dan hancurkan mobilnya saat tiba dirumahnya.
__ADS_1