
Keluarga Jaya terkejut mendengar 2 anggota keluarga mereka tewas dan langsung menjadi abu, setelah mendengar berita dari kantor Polisi, keluarga kaya bergegas kembali ke kantor Polisi.
Sementara Tiara dan Pak Pribadi sudah berada di ruang VIP untuk perawatan. hingga 2 jam kemudian akhirnya kedua orang itu sadar.
" Tiara, panggil Robin".
" Ya, aku sudah baik - baik saja, jangan sedih lagi", ucap Tiara yang masih di peluk Robin.
" Kenapa gak kasih kabar kalo Om di bawa kekantor Polisi", ujar Robin.
" Aku gak mau ganggu kuliahmu", Ucap Tiara dengan pelan.
" Sudah nanti lagi kalau mau nanya - nanya", Ujar Ranti ke Robin.
' Ia, terimakasih ya sudah bawa Tiara dan Om ke rumah sakit", ujar Robin.
" Tiara teman terbaikku, juga calon kakak iparku, aku juga gak mau kakakku yang ganteng menjadi sedih, jadi tak perlu berterimakasih, apalagi Om Pribadi adalah orang kepercayaan ku", ujar Ranti.
" Nanti saya obati besok saat tiba di rumah, biar nanti tidak masalah di kemudian hari", Ujar Ranti.
Polisi yang sibuk mencari Pak Pribadi dan Tiara, akhirnya ketemu di rumah sakit, Polisi langsung melakukan beberapa pertanyaan dan intinya Psk Pribadi akan menuntut kedua pelaku itu.
" Maaf Pak, kasus ini tidak bisa di kejutkan karena kedua pelaku sudah meninggal di tahanan, kedatangan kemari hanya sekedar kelengkapan dokumen saja.
" Apa penyebab kematian mereka? tanya ibunya Tiara.
" Mereka meninggal hangus terbakar hingga menjadi abu, sama seperti kejadian tadi siang",. jawab Petugas Polisi itu.
Hari ini Mapolres Surabaya sungguh tertimpa masalah, 3 orang tewas di kantor, 10 anggota kepolisian menerima suap, terjadinya penikaman di halaman Mapolres dengan 2 orang korban.
Dengan sangat terpaksa, Kapolrestabes Surabaya di copot dari dari jabatannya.
Serangkaian kejadian yang terjadi di Mapolres menjadi perbincangan hangat, apalagi kematian 3 orang dengan cara aneh.
Setelah hampir jam 10 malam akhirnya Ranti pamit pulang kerumahnya, sebelum tiba dirumahnya Ranti mampir ke sebuah angkringan untuk mengisi perutnya.
Ranti mengambil beberapa menu dan menikmatinya dengan minuman teh hangat, di angkringan tersebut banyak juga orang yang membahas peristiwa di Mapolres Surabaya, hal itu membuat Ranti tersenyum.
Sejam berada di angkringan Ranti pun mendatangi Kasir dan membayar makanannya, saat hendak beranjak dari angkringan, ada yang menabraknya dengan sangat keras.
" Hei kalau jalan lihat-lihat", ujar orang yang menabraknya.
" Oh maaf kalau begitu", ujar Ranti yang tidak mau ribut.
" Apa kamu pikir dengan minta maaf baju dan celana saya bisa bersih, ujar orang itu.
" Baiklah sekarang saya tanya kamu, posisi saya belum bergerak melangkah tiba-tiba kamu lari dan menabrak saya, harusnya kamu yang minta maaf bukan saya", emosi Ranti.
" Jadi kamu menyalahkan saya, apa kamu berani ?" ujar orang itu.
" Baiklah, aku malas meladeni orang seperti kamu, sekarang katakan berapa yang harus ku berikan kepadamu sebagai sumbangan untuk kamu beli baju baru", singgung Ranti.
" Sumbangan ! apa kamu sedang menghina saya ? kesal orang itu.
" Kan aku tidak salah, tapi kamu meminta saya ganti rugi atas pakaian kamu yang kotor, kalau saya ganti rugi berarti saya mengakui salah, dan itu mustahil saya lakukan, tapi kalau saya menyumbang, anggaplah kasih ke orang yang tidak mampu", ujar Ranti.
" Kalau kamu punya uang silahkan berikan 15 juta, setelah itu masalah ini selesai", ujar orang itu.
" Baiklah, mana nomor rekening kamu biar saya Transfer sekarang, agar kamu bisa bayar makanan kamu malam ini", ejek Ranti.
" Sialan orang ini, tau saja dia aku tidak punya uang", batin orang itu.
" Sudah saya transfer, lain kali cari kerja dengan benar, jangan menipu orang dengan cara seperti ini, itu sudah ku berikan 50 juta buat kamu, lain kali aku ketemu kamu seperti ini, tak akan ku ampuni", ujar Ranti dan langsung bergegas Pergi.
" Gila tu cewek, tau juga dia, kalau aku penipu", gumam orang itu.
Ranti terus mengendarai mobilnya dengan santai, hingga akhirnya dia tiba di rumahnya, terlihat sudah sepi, itu Berarti semua saudaranya sudah beristirahat.
Tiba dikamar, Ranti masuk ruang dimensi dan seperti biasa dia berendam, selesai berendam, kemudi dia melihat seluruh tanaman yang dia miliki, semuanya sangat terurus, para pekerjanya memang telaten.
Dia masuk ke gudang tanaman herbal, Ternyata isinya sudah sangat banyak, padahal beberapa tanaman herbal dijadikan bahan rahasia pada produk makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil, serta ada juga sebagai bahan tambahan pada produk sabun.
__ADS_1
* Tuan, tanaman herbal anda sudah bertambah banyak jenisnya, ada baiknya sekarang tuan memproduksi makanan sehat untuk lansia, juga saat ini, Pabrik pakan ternak anda sudah mau mulai produksi, jadi sebaiknya, anda menambahkan pada bahan untuk produk makanan hewan juga, agar semua ternak anda tidak mudah terserang penyakit dan menghasilkan daging yang sangat baik", saran Rose.
" Baiklah, tapi apakah berpengaruh dalam hal kecepatan bertambah besar, hingga cepat juga di panen", tanya Ranti.
* Tidak terlalu cepat Tuan, hanya bertambah 3 bulan dari usia normal ternak itu sendiri, tapi itu sudah cukup menambah keuntungan untuk peternakan sapi, kambing dan domba", ujar Rose.
" Benar saran mu, jika tiap tahun aku panen sapi 3000 ekor, kambing 1500 ekor dan domba 1000 ekor saja, sudah berapa banyak penghematan biaya produksi, belum lagi akan menambah kualitas daging dan jauh dari kata penyakit", ujar Ranti.
* Benar sekali Tuan, Tapi tuan harus segera memperbaiki kualitas rumput segar dan air minum seluruh ternak yang ada, dengan begitu seluruh ternak tuan 100 % terhindar dari penyakit, campurkan setiap 1000 liter air dengan 1 tetes air surgawi dan 1 tetes serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh khusus untuk ternak, Tuan sudah mampu membuatnya, tapi ingat produk itu tidak untuk di jual, tuan boleh gunakan hanya untuk produksi tuan sendiri", ujar Rose.
" Baik Rose, tolong bangun Pabrik pengolahan semua itu di Zona 2, dengan 10 orang pekerja, apakah bisa tanya Ranti.
* Tidak perlu 10 orang, cukup 3 orang saja, karena semuanya akan di kerjakan oleh alat-alat, dan nantinya akan di kemas dalam bentuk sachet, yang berisi air surgawi dan serum, jadi para pekerja di peternakan akan mudah untuk mengerjakan nya", ujar Rose.
" Baiklah, tolong di atur, agar secepatnya bisa di konsumsi oleh ternak saya, sedangkan untuk rumput, saya harus bagaimana Rose?" tanya Ranti.
* Datanglah ke peternakan dan atur lagi struktur tanah disana, Tuan bisa membolak-balik tanah disana, dengan pengaturan hukum waktu yang tuan miliki, artinya setelah tanah di bolak balik, tuan bisa menabur benih rumput yang lebih berkualitas, rumput itu akan bertumbuh lagi setiap 24 jam, tanpa disadari oleh pekerja, dan waktu yang tepat adalah Selasa Minggu depan", ujar Rose.
" Kenapa harus Selasa Minggu depa?" tanya Ranti.
* Selasa Minggu depan adalah waktu perubahan struktur tanah per 1000, banyak manusia tidak menyadarinya, Tuan sudah punya memiliki kemampuan mengatur hukum Ruang dan Waktu, jadi sudah harusnya tuan juga Mengerti akan hal ini, ingat baik-baik seluruh produk yang tuan hasilkan itu, memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia", ujar Rose.
" Baiklah, hari Selasa malam saya akan melaksanakan nya, kira-kira berapa lama proses nya?" tanya Ranti.
* Hanya 3 tahun, jadi tuan bisa mengatur waktu 1 jam menjadi 1 tahun, agar saat pagi hari seluruh ternak di Cirebon bisa makan dengan normal, sedangkan untuk di wilayah di Garut, Rose akan membantu Tuan mengerjakannya", ujar Rose.
" Terimakasih Rose, kamu sangat baik sekali", puji Ranti.
* Terimakasih Pujiannya, Rose menaruh harapan besar pada Tuan, agar semesta ini menjadi lebih baik, percayalah, dalam waktu 5 tahun lagi peternakan Tuan akan mampu membantu masyarakat lebih banyak lagi, ingat di Sulawesi Tengah harus Tuan Bangun secepatnya", ujar Rose.
" Rose, disana masih hutan belantara, bagaimana dengan pepohonan disana", tanya Ranti.
* Tenanglah, Rose sudah mengatur waktu disana dengan 1 bulan menjadi 10 tahun, artinya kualitas kayu disana akan menjadi lebih bagus, dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi, Tuan bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk mengolahnya, agar pemerintah disana akan lebih memperhatikan perusahaan Tuan, itu namanya take and give", ujar Rose.
" Baiklah, lalu sekarang soal makanan tambahan untuk para lansia, apakah kita harus menambah pabrik atau bagaimana?" tanya Ranti.
* Lahan di Pabrik Tuan masih cukup untuk di bangun 1 pabrik lagi, dan untuk mesin, Rose sudah sediakan mesin yang lebih canggih, lebih canggih dari mesin yang dipakai untuk produksi yang ada saat ini", ujar Rose.
* Bisa, tapi masih lama, jangan kuatir mesin yang ada sekarang sudah Rose modifikasi kualitasnya, jadi mesin itu hanya merek saja milik dari perusahaan pembuat, tapi kualitasnya sudah merek Quantum, sebagai merek sah dari sistem", ujar Rose.
" Pantas saja selama ini mesin-mesin itu hanya mengalami kerusakan kecil-kecil saja", ujar Ranti.
* Kerusakan itu sengaja di ciptakan oleh Rose, agar tidak menimbulkan keanehan bagi pekerja tuan sendiri", lanjut Rose.
" Terimakasih Rose", ujar Ranti.
* Sama-sama Tuan", ujar Rose".
Keesokan paginya, mereka tetap bangun pagi dan sarapan, Ranti hari ini juga tetap mengantarkan Salma dan Armando ke sekolah, hari ini dia mau berkunjung ke SMP.
" Dek, kamu mau berkunjung ke SMP ? tanya Mercy
" Ia kak, ada apa ?" tanya Ranti.
" Hanya mau titip sesuatu ke mantan wali kelas kakak, dia anaknya 4, tapi sudah di ceraikan suaminya yang memilih selingkuhannya, jadi kasihan juga dia urus anak 4 tanpa bantuan mantan suaminya", ujar Mercy.
" Oh kakak mau titip apa?" tanya Ranti.
" Kami bertiga mengumpulkan uang, totalnya ada 1,5 milyar, biar dia bisa beli rumah dan juga kendaraan, kasihan juga tiap hari mereka naik Taksi online, keempat anaknya sekolah di Bintang Timur juga, adik kelas kamu 2 orang dan yang SMP 1 SD 1 orang dan mau masuk SMP tahun ini", ujar Mercy.
" Oh ya sudah nanti aku berikan kepadanya, tapi siapa nama guru itu?" tanya Ranti.
" Namanya Bu Rahma Ayu, biasanya ngajar matematika, dia guru yang pintar dan baik hati", ujar Mercy.
" Ya sudah, aku mengerti, aku berangkat sekarang nanti terlambat", ujar Ranti dan langsung beranjak ke teras.
Salma dan Armando juga bergegas mengikuti Ranti kedepan rumah dan masuk mobil.
" Kakak ada kerjaan di sekolah lagi ya ? tanya Armando.
" Ia sayang, tapi hari ini kakak mau cek sekolah SMP, nanti kalian di jemput Pak Jumono", ujar Ranti.
__ADS_1
" Ia kak, tapi nanti aku dan Mora mau ke toko buku, mau beli buku gambar dan peralatan untuk Ujian praktek besok", ujar Salma.
" Oke, berarti ajak Yati dan Armando ", ujar Ranti.
" Terimakasih kak ", ujar Salma.
Tak lama kemudian mereka tiba di sekolah, kompleks SD, Ranti mengantar Salma dan Armando ke kelas masing-masing, banyak guru tak berani mendahului Ranti saat dia lewat.
Tiba di kelas Armando, Ranti berpapasan dengan ibu-ibu yang mengantar anaknya, ternyata itu adalah mamanya Sinyo.
Ranti hanya santai saja, dan mendengar bahwa nanti Sinyo akan di jemput jam 6 Sore, Sinyo hanya nurut saja, Sinyo menang tidak pernah membantah apapun ucapan orangtuanya.
Ranti hanya geleng-geleng kepala melihat orangtua yang begitu tega membiarkan anaknya disekolah.
Dengan langkah santai Ranti keluar dari kelas Armando dan kembali ke mobilnya untuk berpindah ke SMP.
Tiba di Kompleks SMP, ternyata banyak yang belum mengenalnya, termasuk Security, mereka memang sudah mendengar nama pemilik sekolahnya adalah Ranti tapi banyak yang belum melihat wajahnya.
Ranti memarkir mobilnya dan mendekati Pos Security, dia menanyakan Ruangan Guru di sebelah mana.
" Maaf Nona, ada keperluan apa ? tanya Security itu.
" Saya ingin bertemu dengan ibu guru Matematika Rahma", tanya Ranti.
" Kebetulan, hari ini terakhir Bu Rahma mengajar, Ucap Pak Security.
" Oh apa ada masalah Pak? tanya Ranti.
" Kalau itu kami Security tidak tahu, yang kami dengar hanya itu saja", ujar pak Security.
" Terimakasih Pak, tapi saya masih bisa bertemu dengan Bu Rahma", tanya Ranti.
" Silahkan, mungkin Bu Rahma sudah tidak mengajar, jadi pasti ada di kantor, silahkan kesana saja", ujar Pak Security sambil menunjuk dimana ruangan Guru berada.
Ranti tiba di ruang guru dan langsung menanyakan siapa yang bernama Bu Rahma.
" Saya Bu Rahma, ada apa ya cari saya?" tanya Bu Rahma.
" Boleh saya berbicara dengan ibu di kantin?" tanya Ranti.
" Oh boleh, kebetulan saya sudah tidak mengajar, kalau begitu mari kita bicara di kantin saja", ujar Bu Rahma.
Sepeninggalan Bu Rahma dan Ranti, ruangan guru berubah menjadi sarang gosip, mereka mencela Bu Rahma karena di ceraikan suaminya, mereka menuduh kalau yang salah Bu Rahma.
Apalagi, ada rumor berkata bahwa Bu Rahma ketahuan selingkuh, padahal mereka tidak tahu masalah yang sebenarnya.
" Maaf, mengganggu waktu ibu, saya hanya ingin mengantar titipan dari kakak saya, Mercy, Friska dan Rindu, Ujar Ranti sembari memberikan amplop yang berisi 2 lembar Cek, totalnya 3 milyar.
" Oh kamu adiknya Mereka bertiga?" tanya Bu Rahma.
" Ia, saya dulu SMP di Budi Luhur, dan pas SMA, saya pindah ke bintang timur",ujar Ranti.
" Oh gitu, lalu bagaimana keadaan mereka ? tanya Bu Rahma.
" Baik-baik saja, kami semua sudah lulus, tapi masih ada 2 adik kami yang masih di SD, mau naik kelas 5 dan kelas 6", ujar Ranti.
" Baguslah, tapi ibu mulai besok sudah tidak mengajar lagi, Ibu sudah di berhentikan dan hari ini ibu hanya datang mengambil surat pemberhentian dan gaji terakhir, setelah semua anak-anak naik kelas ibu akan pulang ke kampung di Malang", ujar Bu Rahma.
" Memangnya ada masalah apa, hingga ibu di berhentikan ?" tanya Ranti.
" Mantan suami saya datang melaporkan bahwa saya katanya melakukan perselingkuhan dan perzinahan, padahal saya sendiri tidak melakukan apa-apa, justru suami saya yang berselingkuh, hingga selingkuhan nya hamil, tapi Pihak Sekolah tidak menerima alasan itu, ya karena selingkuhan mantan suami saya itu memiliki saudara di Yayasan jadi saya tidak bisa membela diri", ujar Bu Rahma.
" Oh begitu, terus suami ibu bekerja apa dan siapa namanya ?" tanya Ranti.
" Dia bekerja supervisor di SPBU Eleven Max, SPBU terbesar di Surabaya, namanya Abidin Sulaiman", ujar Bu Rahma.
" Sudah berapa lama ibu mengajar di sekolah ini", tanya Ranti.
" Sudah 17 tahun, saya mengajar disini sejak lulus kuliah, tapi beberapa kali daftar PNS tidak diterima ya sudah, ibu mantapkan mengabdi disini, apalagi gajinya juga setara", ujar Bu Rahma.
" Terus nanti di kampung mau kerja apa?" tanya Ranti.
__ADS_1
" Mumpung Sekolah Bintang Timur di malang dekat Rumah orang tua ibu, jadi rencananya mau buka warung saja, masih lumayan anak- anak ibu hanya bayar 50% disana, itu menurut Yayasan", ujar Bu Rahma.