
Kembali ke Ranti..
Saat ini mereka telah tiba di rumah si kembar.
" Besar sekali rumah kalian, ucap Gayatri, Renata dan Renita
" Lumayanlah Bu, ucap mereka singkat.
" Bagaimana tadi rasanya naik Ferrari LaFerrari, tanya Renata.
" Kamu menyetirnya kencang sekali, ucap Gayatri
" Namanya mobil sport, ya harus kencang dong, ucap Renita.
Ranti yang sedang berada di ruangan bersama kedua orang tua Vanya dan kelima kakaknya dan kedua bocah itu, mereka bertanya soal Tristan.
Kedua orang tua Vanya dan paman serta bibinya langsung diam.
" Ada apa Paman, kenapa kalian semua diam, tanya Ranti
" Begini, kakak kalian sangat menyukai Tristan, hingga dia ribut dengan mas nya, namanya Bram, Bram menceritakan keburukan Tristan, yang pelit dan perhitungan, makanya Tristan hampir tidak punya kawan di kampung, Bram satu-satunya teman Tristan, jadi tau siapa Tristan, soal sopan santun, Tristan memang sopan dan santun kepada siapapun, Tapi kalau uang dia langsung mengucapkan kata-kata yang kasar, itu yang di takutkan oleh Bram.
" Kami tidak minta uang dari menantu, tapi selama setahun mereka menikah baru 3 bulan ini, mereka mengirim uang buat kami, setelah kami ternyata sudah 3 bulan Vanya bekerja, padahal tetangga yang bekerja disana juga bilang gaji Tristan 20 juta, secara dia ternyata pengawas dan perusahaan itu milik pamannya dari sebelah ayahnya yang orang Sumatra.
Kami lebih curiga lagi, lebaran tahun lalu, Vanya menggunakan baju yang lebaran tahun sebelumnya, hingga mukena yang harganya paling 50 atau 60 ribuan, Vanya tidak punya, akhirnya shalat Ied pakai mukena Ibunya yang dibelikan Bram.
Kami tidak mau campur rumah tangga Vanya, selama tidak ada KDRT, dan kami yakin Tristan bukan tipe seperti itu.
Lebaran tahun lalu, seluruh keluarganya memakai pakaian baru, bahkan rumah mereka sampai di cat baru dan mereka menggelar open house.
Vanya di biarkan di rumah kami tidak ada yang datang mencarinya, mertua Vanya memang terkenal pelit, bukan paman menjelekkan orang, tapi memang kenyataannya seperti itu.
Hingga, adiknya Tristan meninggal, hampir tidak ada yang datang melayat, tahlilan hanya ada pengurus masjid dan keluarga mereka saja.
" Saya ingin mengambil Kakak saya dari Tristan, apapun caranya, sudah waktunya kakak kami hidup bahagia, dia mengeluh, menyesal dan dan rasa bersalah ke mas nya Bram, Ucap Ranti
" Seumur Vanya bersama kami, hanya itulah mereka berdua ribut, hingga Bram pergi ke Papua, bahkan 3 bulan lalu, calon istrinya Bram sudah menyusulnya, ucap Gunadi
" Paman dan bibi jangan kuatir, kami Adiknya, kami tau benar sifat kak Vanya, ucap Ranti
" Tapi kami mohon jangan ambil Vanya dari kami, ucap ibunya Vanya
" jelas tidak mungkin kami merusak kebahagiaan kak Vanya bersama kalian, dia memang bilang, paman dan bibi tidak berikan dia kemewahan, tapi justru dia bangga dan sangat bahagia bisa dapat kasih sayang dari paman dan bibi serta Bram, ucap Ranti
" Anak itu memang tidak pernah minta apa-apa, selalu dia bilang, cukup jangan buang dia saja itu sudah sangat berharga buat hidupnya, kata ibunya.
" Sifatnya memang begitu, ketabahan dan kerendahan hati dialah yang buat kami mampu bertahan, jadi sekarang sudah saatnya dia menikmati hidup, ucap Ranti.
" Paman dan bibi tenang saja, kak Vanya tetap anak kalian, hanya bedanya sekarang dia juga punya kami, daripada kita memperebutkan kak Vanya, Kenapa tidak kita sama-sama buat dia bahagia, bagiamana menurut Paman ? tanya Ranti
" Luar biasa kamu nak, sebagai Pamannya Vanya, saya salut dengan solusi kamu, dengan kami dia bahagia dengan kalian juga dia bahagia, tidak ada yang rugi dan tidak ada yang tersakiti, benar gak nak Ranti, ucap Supomo
" Paman sangat benar, untuk apa kita ribut kalau kita masih berbagi, lanjut Ranti
" Terimakasih Nak, ibu bahagia mendengarnya, ucap ibunya Vanya
" Sama-sama Bu, percayalah, berdosa saya mengambil kak Vanya dari ibu, dan betapa bodohnya saya mengabaikan kasih sayang dari seorang ibu seperti anda, beda cerita jika kak Vanya kalian perbudak atau jadikan dia Pembantu.
Tapi kak Vanya bilang dia di rawat seperti putri, walau tidak berpakaiannya seperti Putri, tapi kasih sayang ibu, sungguh sangat besar, itulah omongan kak Vanya ke Saya tadi malam, ucap Ranti
" Biarpun ibu memanjakan dia, tapi syukurlah dia tidak jadi anak yang besar kepala, kadang mas nya suka uring-uringan kalau dia lagi kumat, kalian bayangkan saja sudah sebesar itu, maunya tidur dengan masnya, sampe mas nya tunggu dia terlelap baru pindah ke ruang tamu, ucap Gunadi
" Kamu sudah melarangnya, dia bilang berarti kami sudah tidak menyayangi nya dan korban nya si Bram, ucap ibunya menimpali.
" Maaf Bu aku juga sudah sebesar ini, kalau kumat, korbannya kak Mercy atau kak Darel, gak bisa tidur aku kalau gak kelon salah satu dari mereka, hehehehe, ucap Ranti
" pantas saja kamu sangat sayang dengan Vanya, ucap Gunadi.
__ADS_1
" Bukan hanya saya, mereka juga, sewaktu kami di panti asuhan Charity, kak Vanya memperlakukan kamu seperti itu, saya hanya mau bilang, tak ada yang boleh menyakiti semua kakakku dan adikku, akan ku kerahkan seluruh orangku menghabisi siapa saja yang berani melakukannya.
Sebaliknya, siapapun yang menyayangi semua saudaraku, 1 triliun pun aku berikan secara cuma-cuma sebagai balasannya, ucap Ranti.
" Pak Supir, tolong antarkan kedua paman dan bibi ke Magelang, malam ini juga, Perintah Ranti
" Baik Nona Muda, kami akan mengantarkannya, jawab kedua supir itu.
" Ku tugaskan kalian, setiap mereka ingin ke Jogja atau solo, kalian wajib menjemputnya, dan mengantarkan mereka kemana yang mereka mau, ini perintah dsn tidak boleh di bantah, apa kalian mengerti, tegas Ranti
" Kami mengerti, jawab mereka serentak
" Setiap mengantar dan menjemput mereka, silahkan laporkan ke kakak saya, aku tidak memerintah dengan gratis, semua ada hitungannya, agar kalian semangat, tapi tolong layani mereka seperti kalian melayani kami, ucap Ranti
" Paman dan bibi, saya harap, setiap kalian mau ke Jogja atau mau ke solo, segera hubungi pak supir.
" Pak Mul, tolong segera cari kontraktor, dan cek rumah paman Gunadi dan paman Supomo, tolong di bangun baru, bukan Renovasi, dan kualitasnya harus Bagus, Perintah Ranti
" Baik Nona, besok langsung bapak Panggil teman bapak yang dulu bangun rumah Nona Renata dan Renita, ucap pak Mul
" Bagus, semoga dia mau, dan anggaran diluar perabot, 2,5 milyar, itu anggaran sementara, dalam Minggu ini harus sudah ada draft-nya, dan lebaran tahun ini harus sudah selesai, perintah Ranti
" Baik Nona Muda, ucap pak Mul.
Paman berdua, maaf saya mengambil keputusan sendiri, tapi menurut Vanya, rumah kalian sudah sangat Tua, jadi maaf untuk sementara kalian pulang dan berkemaslah, ucap Ranti.
" Biarlah kami disana, kami bisa numpang di rumah saudara kami yang lain, kebetulan ada rumah ponakan paman yang kosong dan lumayan bersih dan ada 4 kamar, ucap Gunadi.
' Baiklah, asal Paman berdua nyaman saja, ucap Ranti
" Kami sudah terbiasa di kampung, jadi pasti kami nyaman.
" Apa paman Gunadi bisa bawa mobil, tanya Ranti
" Bisa, paman punya SIM, Bahkan bawa truk saja bisa, hehehehe
" Halo Grace, tolong besok pagi siapkan 2 unit mobil, Toyota Corolla Cross, besok kedua paman saya akan ke Dealer yang di Jogjakarta.
" Bisa, kebetulan ready stok, harganya 536 juta per unit, nanti saya suruh managernya yang mengatur, datanglah pagi agar sebelum makan siang sudah selesai semua suratnya, ucap Grace
" Oke, saya transfer sekarang juga, Ucap Ranti.
" Malam ini paman berdua terserah mau nginap disini atau di rumah mas Prasetyo, besok pagi nanti pak supir akan mengantarkan kalian ke dealer Grace, ucap Ranti.
" waduh nak, berarti kami pulang bawa mobil ya, ucap Gunadi
" Ya itu buat kalian berdua, nikmatilah masa tua kalian, dengan senang dan tenang, jangan di ingat lagi perlakuan mereka yang di Batu Malang.
" Sebelum saya, ini buat Paman Gunadi, Paman Supomo sudah ku berikan, termasuk mas Prasetyo dan Setyani, ambillah berikan 15 milyar buat Mas Bram dan 35 milyar buat hari tua Paman dan bibi.
" Jangan pikirkan soal kak Vanya, dia sudah ada bagiannya sendiri di keluarga kami, karena itu haknya sebagai kakak, ucap Ranti
" Baik terimalah nak, kami tak tau harus bilang apa, hanya Doa paman dan bibi yang bisa kami berikan, ucap Gunadi
" Dan ini khusus buat Bibi, 1 Set Perhiasan, modelnya sama dengan istrinya Paman Supomo dan Bu guru Gayatri.
" Terimakasih Nak, ibu pasti akan memakai nya, ucap mamanya Vanya.
" Mas Prasetyo, tolong belikan handphone untuk yang bagus buat mereka, semoga ini cukup untuk 4 buah handphone, ucap Ranti sambil memberikan cek senilai 150 juta.
Karena sudah malam, saya harus pulang ke Surabaya, karena Besok harus sekolah, ucap Ranti
" Kakak kembar Jumat malam Minggu depan ke Surabaya, kita kumpul semua dirumah, kak Darel dan kak Vanya juga hadir, kalian berdua wajib hadir, kita akan buat foto keluarga, ucap Ranti
" Baiklah, kami pasti datang, tapi jemput ya, Ucap si kembar
" Nanti setelah kak Darel dan kak Vanya, batu mampir disini.
__ADS_1
Selesai pembicaraan singkat, Ranti dan saudara yang lain berangkat menuju bandara, di antar si kembar dan supir, sementara keluarga pak Gunadi dan Supomo, masih di rumah si kembar.
" Mas Supomo, apa kita tidak bermimpi, dapat uang yang begitu besar, ucap mamanya Vanya
" Ketulusan hati mu, merawat dan membesarkan Vanya dengan lembut, hingga yang di atas memberikan berkah Nya, lewat adiknya Vanya, bersyukurlah, ucap Supomo
" Terimakasih Mas, yang juga sudah mendukung Elok, waktu mengambil Vanya di panti asuhan, karena aku ingin punya anak perempuan mas, sedih memang waktu rahim ku diangkat, tapi sejak ada Vanya elok tak sedih lagi, ucap mamanya Vanya.
" Adik ipar, lihatlah apa yang kamu tabur, kamu sudah menuainya, bahkan kami kecipratan, bahkan kedua anak kami juga kebagian rejeki, ucap ibunya Prasetyo.
" Mas Gun, seberapa kaya adiknya Vanya itu, tanya elok istrinya
" Kalau itu mas tidak tahu, nanti tanyakan saja sama putri kita, ada apa memangnya, tanya Gunadi
" Tidak ada, hanya saja dia mengeluarkan cek milyaran, kayak mau beli permen, ucap Elok.
" Baiklah, tadi Vanya hanya bilang, Perusahaan dia ada dimana-mana, hingga di luar negeri, asal kamu tau, saat ini Vanya memegang uang 27 triliun, yang berikan adiknya, dan tolong jangan sampai keluarga Tristan mengetahui hal ini, ucap Gunadi, nanti pas adiknya libur, mereka akan menjenguk Bram, ucap Gunadi.
" Berapa.. 27 triliun, astaga mas, sudah jadi Sultan anak kita, ucap Elok.
" Kamu itu, ucap Gunadi sambil merangkul istrinya.
" Adik Gun, jangan sampai semua warga di kampung kita, baik di Magelang dan apalagi di batu Malang, jangan sampai ada yang tau masalah uang Vanya, ucap Supomo
" Ia mas, buat apa di umbar, nanti malah bikin kita repot, ucap Gunadi.
" Paman Kecil, apa sebaiknya adik Bram di suruh kembali ke Jawa dan segera nikahkan, kasihan dia umurnya sudah harus menikah, ucap Prasetyo
" Dia bilang memang mau menikah si kampung, tapi dia ingin tinggal di Papua, ucap Gunadi.
Kembali ke Jakarta.
" Mas Tristan, saya tidak menyangka kamu seperti ini, ucap Vanya memegang pipinya yang di tampar Tristan, ucap Vanya.
" Makanya jadi istri itu harus nurut dengan suami, ucap Tristan
Vanya langsung diam, dia harus kabur, tapi harus bawa dokumen rumah dan mobil.
Vanya sudah diam tak bersuara lagi dan berbaring, dia membuka aplikasi M Banking dan memblokir ATM yang berisi uang sisa Pembeli rumah dan mobil.
Keesokan paginya, Vanya berlaku seperti biasa, tapi semua pakaian yang masih di jemuran, bahkan pakaian yang kotor pun sudah dimasukkan kantong plastik dan di simpan dalam Cincin Ruang nya.
Baju yang belum di seterika juga sudah masuk dalam Cincin Ruang
Tinggal baju dalam lemari, Tas dan sepatu, serta alat make up, belum di masukkan.
"Dek maafkan mas, yang sudah menampar mu, ucap Tristan.
Vanya hanya menggeleng kepala, kemudian ke dapur dan membuatkan kopi dan sarapan.
" Ini pelayanan saya terakhir untukmu mas", batin Vanya
" Dek sekitar jam 10 mas akan jemput kamu dan kita cari perabotan untuk di rumah, ucap Tristan.
" Ia mas, jawab Vanya sambil mencium tangan Tristan.
Setelah mobil Tristan Pergi, segera Vanya membereskan baju di dalam lemari, dokumen, sepatu, make up dan tasnya.
Vanya hanya menyisakan baju yang akan di pakai untuk Pergi, selesai membereskan barang, Vanya mandi, baju tidur dan handuk langsung di masukkan ke dalam Cincin.
Merasa sudah rapi, Vanya keluar dari kontrakan, tiba di jalan besar, dia naik ojek online, menuju hotel yang sudah di booking, dia rencananya nanti sore baru ke apartemen Darel.
Tiba di hotel, dia mengeluarkan kartu pemberian Ranti dan membayar biaya menginap.
Vanya memesan makanan dan minuman, dia juga memesan Handphone baru dan kartu perdana yang baru.
Vanya sudah membuat keputusan yang tepat.
__ADS_1