SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Rencana yang Indah


__ADS_3

Halo bos Rendi apa kamu lagi sibuk hari ini, kata Ranti menahan emosi


Halo juga Nona maaf lagi nyetir jadi terlambat angkat telepon anda, maafkan saya Nona, jawab Rendi terbata-bata


Apa kamu sudah jalankan apa yang ku perintahkan dalam merekrut karyawan..


Sudah Nona, semua karyawan sesuai dengan kriteria anda dan secara khusus memiliki akhlak yang baik.


Bagus, apa kamu sering ke restoran kenangan rasa ? tanya Ranti


Hanya beberapa kali bersama karyawan kita Nona, Jawab Rendi


Mulai hari ini semua pertemuan dan acara perusahaan di laksanakan di kafe milik kakak saya, dan apakah ada karyawan yang bernama Darma di perusahaan kita. tanya Ranti


Baik nona ke depannya semua acara ataupun pertemuan dengan klien akan di laksanakan di kafe kakak anda. Dan Darma adalah Manajer Perencanaan Kredit Makro, yang khusus bagi mereka yang mengajukan kredit minimal 10 milyar. Ada apa Nona ?.... Nona Ranti apa anda masih disana


Pecat dia sekarang juga.... !!! waktumu 5 menit dari sekarang. jawab Ranti sambil berteriak hingga orang-orang di parkiran terkejut. Taniapun kaget hingga jantungnya berdetak kencang ketakutan.


Tania ayo kita pergi, tapi aku mau kirim pesan dulu ke Joanna agar pindah tempat lain.


Baru saja pesan terkirim, Joanna sudah turun dari mobilnya


Maafkan aku Ranti, Bara terkena macet, jadi dari tadi aku menunggunya disini. Ya sudah kita tunggu di dalam saja, ajak Joanna


Tidak, aku dan temanku sudah diusir oleh Manajer tempat ini, katanya ada tamu VIP jadi ruangan yang kamu pesan sudah di berikan ke tamu VIP itu.


Sementara di dalam ruangan Darma yang lagi bersenang-senang, menerima telpon dari Rendi, " Halo kak Rendi, ada apa tumben menelpon Darma, untuk acara besok Sabtu dengan para ketua kelompok Tani sudah di pesan di Restoran Kenangan Rasa, tinggal bayar DP besok saja, katanya.


Sudah selesai kamu ngomongnya Darma!!! teriak Rendi di telpon


Ada apa kak, kenapa berteriak seperti itu kepadaku, tanya Darma


Apa yang sudah kamu lakukan hari ini, apa kamu mengganggu orang lagi hahh!!! bentak Rendi


Aku lagi sama Nancy dan teman-temannya mana mungkin aku ganggu orang, jawab Darma


Baiklah kalau begitu, " mulai besok kamu tidak usah lagi ke kantor selamanya". Hari ini kamu sudah mengganggu orang yang tak pantas kamu ganggu apalagi menghinanya, telpon langsung di tutup.


Halo Nona, Maafkan saya, sebenarnya Darma adalah sepupu istri saya, istri saya sebenarnya tidak mau Darma ikut bersama saya, tapi saya kasihan dengan dia. maafkan kecerobohan saya.


Kamu urus sampai tuntas, jika sudah baru lapor saya. Jawab Ranti ketus, telpon dimatikan sepihak


Mas, sudah adek bilang Darma itu sifatnya ngelunjak, tapi mas tidak mau dengar, sekarang mas dengar sendiri, nada bicara Non Ranti, apa selama ini dia pernah membentakmu mas... kata istri Rendi


Ia dek, mas ceroboh, maafkan mas lain kali mas akan hati-hati, balas Rendi menyesal


Sudah sini, biar Ade yang nyetir, pikiran mas lagi kacau, adek masih bisa bisa kok, lagian anakmu di perutku gak rewel hehehehe, istri Rendi mencoba menghibur Rendi.


Makasih dek, jawab Rendi ayo kita pulang.


Maafkan aku Ranti, gara-gara aku telat masuk hingga kamu di hina seperti ini, kamu tunggu sebentar saya juga mau telpon pamanku Pemilik restoran ini.


Setelah telpon diangkat, " Halo paman, tolong pecat Manajer di restoran kenangan rasa Pusat, sekarang. kata Joanna


Ada apa Joanna, kenapa tiba-tiba kamu telpon dan minta paman memecat Manajer Edison, tanya paman Joanna kebingungan


Tadi Joanna sudah pesan tempat VIP disini untuk menjamu kawanku, dan sudah deposit 50% sesuai aturan, teman saya duluan sampai dan berselisih dengan orang, lantas si orang sombong itu meminta Edison untuk mengusir mereka, mereka sudah katakan kalau sudah pesan tempat tapi tetap Edison mengusir mereka bahkan tidak boleh makan di kursi umum. Joanna memberikan penjelasan.


Sekarang kamu dimana Joanna, tanya pamannya


Di parkiran restoran bersama temanku yang barusan di usir, padahal kantor dia setiap Minggu bisa 3x mengadakan pertemuan dengan klien mereka di restoran ini, sekarang dia sudah perintahkan anak buahnya untuk tidak membawa klien ke restoran Paman. kata Joanna


Ya sudah kalau paman tidak mau memecatnya, tolong kembalikan uang deposit Joanna VIP no 1, bye.. bye Joanna langsung menutup telepon

__ADS_1


Suasana hening, tiba-tiba bara datang..


Sementara di ruang VIP no 01, Darma kebingungan, bahwa besok dia sudah tidak boleh kekantor, sedangkan mobil barusan dia kredit belum genap sebulan, itupun DP nya di bantu Rendi, jika dia dipecat berarti gaji 50 juta juga gak bakal dia nikmati kedepannya. Akhh gampang itu nanti ku bicarakan dengan bibi saja. sekarang nikmati saja dulu fasilitas dari Edison.


Ada apa Joanna, kenapa kamu masih di luar, tak enak sama Nona Ranti dan temannya. Kata Bara yang belum mengenal Tania


Tania memandang Bara dengan intens, hingga Ranti berkata Joanna kita pindah ke restoran kakakku saja atau kita ke mall Galaxy, bagaimana, tawar Ranti


Mall Galaxy saja lebih dekat dan disana ada restoran seafood punya kawan ku dan Bara, keluarga Kertajaya.


Oke mari kita kesana, ucap Ranti


Mereka memasuki mobil, dan berangkat ke Mall Galaxy, Ranti bertanya gimana apa kamu yakin itu kakakmu, tanya Ranti ke Tania yang diam daritadi


Ia, tapi kenapa dia melupakan aku adiknya, kata Tania sedih


Sabar nanti kamu tanya nanti di restoran oke, mungkin karena Bara hanya melihat kamu sebentar, hibur Ranti ke Tania


Di mobil Joanna yang di kemudikan Bara juga terasa aneh, " sayang kenapa kamu diam, Joanna buka suara


Sayang gadis yang bersama Ranti itu siapa, apa dia saudaranya, ujar Bara


Joanna yang posesif ditanya seperti itu berusaha menahan diri dan berusaha menjawab, Katanya dia hanya teman Ranti, kenapa cantik ya... mulai posesif Joanna


Mulai lagi kamu sayang... Mood Bara gak enak


Kamu ingat gak aku pernah cerita kalau aku punya sepupu perempuan tapi sudah lama tak pernah bertemu, tanya Bara mengingatkan Joanna


Ingatlah, tapi apakah teman Ranti itu mirip dengan sepupumu atau bagaimana sampe kamu bertanya seperti itu. jawab Joanna


Ia tadi saat aku melihatnya dia sangat mirip dengan sepupuku. kata Bara


Kali aku gak bakal marah, nanti aku kasih kamu waktu untuk bertanya ke gadis itu, jika dia sepupumu silahkan kamu ngobrol, tapi jika bukan melihatnya saja kami gak boleh apalagi dia sangat cantik, kata Joanna cemberut


Ia sayang, di mataku kamu paling cantik, lihat saja sudah berapa tahun kita pacaran Dari SMP, SMA hingga lulus kuliah apa aku pernah mengkhianati kamu, kata Bara


Hahahaha secantik apapun gadis lain merayuku, Saya Bara Sumitro tak akan meninggalkanmu. Karena kalau aku mau, apakah aku akan ada disisimu hingga hari ini, tegas Bara


Ia aku tau, justru kesetiaan kamu itu yang membuat aku sangat mencintaimu, walau orangtuaku tidak menerima kamu, aku juga tidak akan pernah meninggalkan kamu, kata Joanna tulus.


Akhirnya mereka tiba di mall Galaxy, langsung menuju restoran seafood, sambil menunggu Joanna dan Bara, Ranti langsung memesan minuman Tania juga.


Ranti nanti selesai makan, kamu mau gak temani aku belanja dan juga aku mau ganti handphone dan laptop, tanya Tania.


Oke aku juga mau beli handphone untuk pelayan ku dirumah.


Dari pintu restoran terlihat Joanna dan Bara memasuki Restoran, setelah mereka duduk dan memesan makanan, Tania di tegur seorang pelayan di restoran.


Hai kak Tania apa kabar, apa nenekmu sudah sembuh, salam buat nenek kamu ya, bilang Dini belum bisa main kerumah soalnya baru 2 Minggu ini dapat kerja.


Ia Din, nanti aku sampaikan, nomormu masih sama kan, tanya Tania, ternyata Dini teman sekolah di SMU tapi karena tidak ada biaya jadi Dini tidak lanjut.


Masih sama hanya handphone ku lagi di pakai adik untuk sekolah, nanti gajian aku beli walau bekas.


Selesai mereka memesan, Dini langsung membawa catatan pesanan ke Manajer Dapur.


Ranti bertanya, Apa dia teman kamu Tania ?


Ia dia teman baikku dari SMP, dia dan ibunya di tinggalkan ayahnya sejak dia masuk SMA. Ayahnya kawin lagi dengan bosnya di kantor. kata Tania


Kasian juga, kata Ranti


Mereka sempat buka usaha warung nasi tapi karena ibunya jatuh di dapur, kakinya kena minyak goreng panas, jadi walaupun tidak cacat tapi mamanya belum mau jualan lagi, karena masih takut katanya, jadi ya Dini yang bekerja sekarang, padahal dia sangat pintar di SMA.

__ADS_1


apakah kamu mau membantunya, tanya Ranti


Hahahaha itu pasti, tapi agak susah orangnya, dia tidak mau berhutang Budi katanya... nenek ajak tinggal di rumah kami saja dia gak mau padahal bayar kontrakan mahal, tapi mau gimana lagi orangnya memang kayak gitu. kata Tania


Serahkan sama aku saja oke, kata Ranti


Maaf Joanna, kenalkan ini temanku Tania Hermawan, dan Tania ini Joanna teman dan pemuda itu namanya Bara Sumitro Pacar Joanna, ucap Ranti memperkenalkan Tania


Bara mendengar kata Tania Hermawan, langsung terbatuk-batuk, " sayang kamu kenapa, tanya Joanna yang kuatir".


Aku gak apa-apa, ucap Bara


Maaf Ranti, boleh saya bertanya sama Tania, kata Bara


Silahkan tapi apa Joanna tidak cemburu, goda Ranti ke Joanna


Untuk saat ini tidak, kata Joanna pura-pura


Maaf Tania tolong jangan salah sangka, saya hanya ingin bertanya, kata Bara, boleh aku tau nama ibumu dan ayahmu.


Boleh, ayahku Arya Hermawan dan ibuku Haryati Sudiro Hermawan, apa kamu mengenal mereka Tania bertanya seolah-olah dia lupa dengan Bara.


Nama ibuku Chairunissa Hermawan, Ayahku Panji Sumitro almarhum


Ranti dan Joanna mendengar nama ibunya Bara dan Ayahnya Tania yang menggunakan nama Hermawan terkejut.


Mohon maaf Tania jika aku tidak sopan, aku memiliki paman dan bibi namanya sama dengan orangtuamu, Bahkan nama sepupuku juga sama denganmu, semua orang memanggilnya Nia tapi aku sendiri memanggilnya Ani. maafkan jika aku salah orang. Kata Bara.


Apalagi yang kamu ingat tentang sepupu mu atau ciri-cirinya, tanya Tania.


Sepupuku punya tahi lalat di dada kirinya dan aku punya di dagu, dulu aku kadang di panggil artis Rano Karno hehehehe.


Tania berdiri dan memeluk Bara, aku Tania, Anie kecil yang selalu kakak gendong ke TK, Anie tidak lupa sama kakak dan Bibi, nenek sudah semakin tua, tolong kalian pulang ke rumah kasihan nenek terus mencari kalian Bahkan sampai ke Jakarta, ketika nenek mendengar kalian di usir dari keluarga Sumitro.


Bara membalas memeluk Tania, kami tinggal di perkampungan sedangkan aku lupa alamat rumah lama, kata ibu rumahnya sepi. ibuku juga malu pulang rumah karena membantah omongan nenek. Kata Bara


Sudah sekarang ajak bibi pulang Rumah, Rumah utama sudah di jual dan Ranti yang membelinya, kami tinggal di rumah belakang dulu tempat orang tua mu tinggal, semua barang kalian masih nenek simpan di gudang. kata Tania


Ranti terimakasih sudah pertemukan aku dengan kakakku satu-satunya. Sama-sama Tania, inilah takdir. jawab Ranti


Kak Joanna maafkan aku dan terimakasih sudah menyayangi kakak ku.


Ia sama-sama Tania, aku juga lega, apapun yang aku perbuat kakakmu tidak pernah memarahi aku, karena bagi dia memarahi aku sama saja memarahi adik perempuan nya. Makanya aku sangat menyayanginya bahkan hingga kelewatan jadilah aku posesif gini.. abis kakakmu terlalu baik sama orang, takutnya para cewek-cewek merebutnya dari aku hehehehe, ujar Joanna


Sekarang ada aku, nanti aku juga bantu kakak Joanna biar dia tidak menyakiti kakak, kata Tania semangat


Dini kembali dan membawa semua pesanan mereka, dan kembali ke posisinya. Namun Ranti meminta Tania agar Dini duduk makan bersama mereka, Dini menolak karena masih jam kerja.


Ranti berbicara ke Manajer, Joanna juga menemui temannya agar membiarkan Dini menemani mereka makan.


Suasana makan mereka terlihat sangat senang, Tania jadi lahap menikmati makanannya hal itu di karenakan dia bertemu orang yang paling di rindukan dan ada kawan baiknya yang ikut menemani.


Selesai mereka makan, Dini langsung menata meja dan membersihkan dan duduk kembali dengan mereka.


Ranti membuka suara, nama kamu Dini kan, apa kamu ingin lanjut kuliah, tanya Ranti to the point.


Sangat ingin tapi itu dulu, hidup itu harus realistis, jika sanggup mental dan materi hanya pemalas yang tidak mau sekolah, kalau saya punya semangat, tapi Tania juga tau siapa saya, tapi saya tidak menyesal dan iri sama teman-teman yang bisa kuliah, aku menjalani hidup sesuai kemampuan saya itu saja, yang penting ibu dan adik saya bisa makan dan punya tempat untuk tinggal, aku sudah sangat bersyukur. kata Dini sadar dirinya


Asal kamu mau dan semangat kamu masih ada, kami bisa kuliah dan sambil bekerja, syaratnya adalah kejujuran dan kesetiaan, itu saja kata Ranti


Di restoran ini gaji lumayan Besar tapi memang di khususkan untuk Full Time. kata Dini


Kalau kami mau, kamu bisa bekerja di tempat kakak ku mulai bulan Januari, karena ada satu karyawannya mau aku tarik ke perusahaan saya, dia juga kerja paruh waktu di tempat kakakku, tapi dia sudah semester 7. kalau kami juga sudah semester 7 maka kamu bisa ambil paruh waktu di perusahaan ku.tawar Ranti

__ADS_1


Tania sangat kagum mendengar ucapan Ranti.


Rencana Ranti dan Tania adalah Ranti memberikan Pekerjaan sedangkan Tania membayar Uang kuliah Dini. Rencana yang tidak menyinggung Dini..


__ADS_2