
Semuanya sudah diatur olehnya, manajemen dan tata kelola didatangkan dari perusahaannya, hingga akhirnya kami bisa Mandiri, bahkan anak Panti Asuhan, sudah di berikan tabungan masa depan setelah mereka keluar dari Panti Asuhan ini,
Fasilitas yang lainnya adalah setiap kamar di berikan AC, ada tukang masak khusus, tukang cuci dan gosok baju, tukang taman, dan terpenting adalah pengasuh, terakhir kami berikan supermarket dan klinik, untuk klinik warga RT disini gratis 100 % , tapi jika mereka mau bayar itu terserah, dokter tiap pagi dan Sore selalu ada Kecuali tanggal merah", tutup cerita Bu Farida.
" Ranti sangat tidak suka di remehkan, bukan dia sombong, dia akan lebih baik mundur dari pada ribut dengan orang yang meremehkannya, seperti tadi, jika ada yang tidak percaya dengan omongannya maka dia tidak memaksa, jadi dia batalkan menanggung pembangunan masjid Kalian, ujar Bu Farida.
" Apakah Panti yang lain juga seperti ini", tanya pak lurah.
" Kurang lebih sama, bedanya hanya gedung saja, seperti saat ini dia sedang membangun sekolah di 2 panti berbeda yaitu Agape dan Al Azhar, di Al Azhar dia juga membangun mushalla serta membantu pembangunan masjid disana, karena warga disana kompak meminta bantuan dan semua percaya, cobalah psk lurah kesana lihat betapa cepatnya mereka membangun masjid mereka", lanjut Bu Farida.
" Pak Ketua masjid jadi apa langkah kita selanjutnya, bukan berarti tidak ada orang lain yang bisa membantu kita tapi ini semua gara-gara sifat angkuh Pak Rizal", Ujar Pak Lurah.
" Maaf Pak Lurah, jika memang dia mau bantu, kenapa harus di berikan bertahap, bahkan dia hanya menitipkan ke Widodo, yang hanya Security dan kita harus menganggap Widodo perwakilan Nona itu, memangnya dia siapa, apa dia sanggup menandingi kekayaan keluarga saya yang di Jakarta", ujar Pria yang bernama Rizal itu.
" Tapi saat kita kirim proposal, dia belum membalasnya sampai sekarang, ucap Widodo tiba-tiba.
" Karena dia sibuk dengan pekerjaannya, tidak seperti Nona Muda kamu itu", sombong Rizal.
" Oh baiklah, dan untuk pak ketua masjid, hari ini saya mengundurkan diri dari kepanitiaan pembangunan masjid, karena saya wajib pindah ke rumah saya yang cukup jauh dari sini, apalagi saya hanya Security, tidak Pantas bergabung dengan pak Rizal yang mantan anggota dewan 1 periode", ujar Widodo menyindir.
" Baiklah, terimakasih sudah membantu kami selama ini", ujar Ketua Masjid.
" Baiklah mari kita kembali kerumah masing-masing", ujar pak lurah.
Saat mereka akan Kembali, semua sudah sudah masuk mobil dan langsung Pergi, tinggal mobil Widodo, saat Rizal mau naik, langsung di tegur oleh Widodo.
" Maaf Pak ini mobil Security, silahkan naik Taksi atau telpon supir bapak saja, kan dirumah bapak mobilnya banyak, ujar Widodo dan langsung pergi meninggalkan Rizal sendirian.
" Sialan, dasar security rendahan", teriak Rizal.
" Kamu boleh mantan anggota dewan tapi ingat kamu sekarang bukan siapa-siapa alias pengangguran, kalau kamu kaya dan lebih tinggi derajatnya dari saya, kenapa tidak tinggal di perumahan elit, beli mobil minimal 2 biji, sekarang kamu hanya tunggu gaji dari bini jadi gak bisa bawa mobil, selamat jalan kaki", ejek Widodo.
Bu Farida hanya melihat kejadian itu dari teras Panti Asuhan tanpa ada upaya untuk membantu Rizal.
kembali ke posisi Ranti.
" Aplikasi Mata Dewa, bagaimana pergerakan orang-orang dari Restu, apa mereka sudah bergerak atau belum?" tanya Ranti.
" belum, mereka sudah bersiap di tempat mereka masing-masing", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" terimakasih", balas Ranti.
Ranti terus melakukan mobilnya mengikuti keempat Kakaknya yang mengarah ke Mall Pakuwon, mereka ingin mencicipi makanan yang lagi viral di Jakarta dan buka cabang di Surabaya.
Sementara di tempat berbeda, Salma masih asik melihat-lihat Patung Es yang di buat Ranti.
Ratusan orang berusaha masuk ke kadalam lokasi itu tapi ada halangan, mereka mengetuk seperti ada tembok transparan.
Tapi saat Salma, Armando dan Vanya serta Mora yang mencoba masuk ternyata bisa, saat mereka memasukkan tangan untuk mencobanya, tapi mereka tidak meneruskan masuk.
Mereka teringat pesan Ranti agar jangan masuk ke dalam lokasi itu, karena pasti ada bahaya, Ranti hanya mengatakan demikian, dan mereka mentaati saran dari Ranti.
Sedangkan kelima bersaudara itu memasuki area parkir Mall Pakuwon, mereka ingin parkir di area VVIP, tapi di larang oleh Security, dengan alasan Ranti dan saudara - saudaranya bukanlah Petinggi dari Mall Pakuwon.
Karena tidak mau berdebat, akhirnya mereka mengalah dan menuju ke parkiran VIP, lagi-lagi di larang alasan juga sama, kalau mau parkir VIP Silahkan ke lantai basemen, karena gak mau ribut akhirnya mereka putuskan untuk parkir di tempat biasa saja.
Sontak para pengunjung Mall yang masih di parkiran terkejut, 5 mobil mewah parkir di parkiran biasa karena di tolak Security dengan alasan bukan Pemilik dan petinggi dari Mall Pakuwon itu.
Saat sampai di restoran yang di cari ternyata sudah banyak sekali orang yang mengantri, mereka berlima ikut antri.
" Maaf Nona, kamu menabung berapa bulan uang jajan untuk beli makanan disini?" tanya sepasang kekasih kepada Mercy.
" Oh berapa harganya sampai kamu berkata demikian?' tanya Mercy
" Kami tau menu termurah disini 250 ribu, untuk 3 menu saja, ujar si wanita sombong.
" Saya pikir harganya 250 triliun, hanya 250 ribu masih mampu saya beli tanpa menunggu harus menabung," kalau kamu sudah berapa kali makan makanan ini?" tanya Balik Mercy.
' Kami sudah 3 kali makan disini", ujar laki-laki Sombong itu.
" Wah ternyata saya beruntung Bertemu dengan sepasang anak orang kaya", sarkas Mercy.
" Karena kami sudah tau kami orang kaya, jadi mendingan kamu tabung uangmu nanti belum abis bukan sudah habis, ucap sepasang kekasih yang sombong itu.
" Ia benar juga, tapi sudah tanggungjawab jadi sekali-kali makan makanan mahal tidak apa-apa", ujar Mercy
" Kamu kerja apa, tanya si perempuan itu.
" Aku masih kuliah", kalau kalian kerja dimana?" tanya Mercy.
" Kami kuliah di Australia, jawab mereka.
" Ya wajarlah kalian orang kaya, jangankan kuliah, sekedar liburan saja pasti bisa, balas Mercy.
Ranti yang berada di depan Mercy hampir-hampir tidak bisa menahan ketawanya.
__ADS_1
Akhirnya setelah berdiri hampir 1 jam akhirnya tibalah giliran mereka, saat giliran Mercy, dia mengikuti Ranti mengambil menu yang paling mahal Yaitu 750 ribu, belum tambahan lainnya.
Saat di kasir, Mercy dengan santai mengeluarkan Kartu Black Card Centurion, ya selain Salma dan Armando, semua kakaknya Ranti sudah menggunakan kartu Black Card Centurion dari American Express.
Betapa terkejutnya kasir itu, karena secara berurutan dia menerima Kartu Black Card Centurion, lebih parah lagi adalah sepasang kekasih yang sombong, mereka memang anak orang kaya, tapi paling banter Pakai Black Card dari BCA.
" Hei maaf, saya bayar pakai kartu ini, kalau kalian pakai kartu seperti ini juga pastinya", sindir Mercy.
Kedua orang itu tidak menanggapi omongan Mercy karena malu, muka merah sudah kayak kepiting rebus.
Mercy langsung beranjak dan duduk bareng saudara - saudaranya, kasir itu memperhatikan meja tempat Ranti bersaudara duduk dan menikmati makanan mereka.
" Gila tu cewek - cewek dan cowok itu, mereka adalah kumpulan para Sultan", batin kasir itu.
karena antrian masih panjang, mereka pun makan tidak nyaman karena seolah-olah lagi ditunggui.
Pulang dari Mall Pakuwon, hari sudah sore, mereka semua mandi dan menunggu waktu makan malam, Salma dan Armando serta Vanya juga sudah pulang.
Di lokasi Patung Es terjadi ledakan, Patung Es yang viral itu meledak, dan semua Es yang ada di lokasi itu juga mencair dengan waktu yang sangat cepat dan lahan tersebut berganti Tanaman, banyak mata uang melihat betapa cepatnya tanaman dan tumbuhan menjadi besar.
Dan tepat jam 7 malam lokasi itu sudah bisa masuki oleh siapapun, Pohon dan bunga-bunga tertata dengan rapi, warga sangat terkejut dengan fenomena itu.
Ranti dan saudara - saudaranya menonton breaking news, mereka melihat di TV di siarkan rekaman camera handphone yang menayangkan bagaimana cepatnya sebuah Pohon tumbuh.
Puas menikmati makan malam bersama, mereka lanjut menonton TV.
Kini mereka semua sudah berada di kamar masing-masing.
Tepat jam 12 malam Ranti terbang menuju Mega Proyek Kota Terpadu, dengan Mata Semesta dia melihat begitu banyak kendaraan yang memasuki lokasi Proyek itu.
Ranti membiarkan mereka masuk, setelah mobil - min itu berhenti, semua preman turun, sebuah Mitsubishi Pajero Sport di jadikan mobil komando.
saat mereka sedang briefing, Ranti mengurung mereka dengan Pelindung Semesta, kemudian Ranti mulai bertindak.
Elemen kayu di gunakan untuk menarik mobil - mobil preman itu keluar dari badan jalan dan langsung masuk ke lumpur yang sudah menunggu untuk di tenggelamkan.
Para preman hanya bisa melihat saja, namun tidak sedikit yang berusaha untuk menyelamatkan mobil - mobil itu, tapi sayang mereka tidak bisa keluar.
Para Preman yang melihat mobil - mobil mereka tenggelam, membuat mental mereka ciut, kemudian Ranti mendekati mereka semua dan menonaktifkan Mode Stealth tapi kaca helmnya tidak dibuka.
Seketika para preman terkejut melihat ada seseorang yang terbang diatas kepala mereka.
" Siapa kamu? apakah kamu manusia atau hantu", teriak mereka.
" Menurut kalian? jawab Ranti singkat
" Jawab pertanyaan saya, kenapa kalian mau merusak proyek ini ?" tanya Ranti
" Itu bukan urusan kamu ! pergi dari sini ", usir mereka.
" Baiklah saya Pergi dan kalian tunggu saja hingga besok siang disini ujar Ranti", balas Ranti.
" Kamu pikir kami akan menunggu kamu, selesai tugas, kami akan kembali ke markas ", lanjut mereka.
" Silahkan saja merusak kalau kalian bisa, aku berikan 1 Triliun perorang jika kalian bisa keluar dari sini, jika bukan aku yang mengeluarkan kalian", jawab Ranti.
" Ya sudah aku pergi dulu selamat menikmati malam yang indah, ada bagusnya kalau disertai cuaca dingin, ujar Ranti yang langsung mengaktifkan elemen Air dan angin, hingga tercipta angin sepoi-sepoi yang lumayan dingin.
Ranti pergi dari proyek dan menuju ke tempat para petinggi preman dan Restu.
Mereka terlihat sedang asik berdiskusi, angan - angan tinggi mereka yang ingin berbagi proyek, mereka tak menyadari jika saat ini malaikat maut sedang menuju ke tempat mereka.
Tak menunggu lama, Ranti tiba disana, dan langsung membuat pelindung semesta dan membuat kekacauan dengan menampar mereka semua.
Sontak mereka terkejut, hingga tak bisa bersuara.
" Kenapa kalian begitu jahat ingin menghancurkan Proyek Kota Terpadu, kalian silahkan pilih masuk penjara atau mati mengenaskan", ujar Ranti dengan tegas.
" Kalau berani jangan bersembunyi", ujar mereka sambil bersiap dengan pistol.
Ranti menyentuh pistol mereka dengan elemen api dan seketika pistol di tangan mereka mulai meleleh, Ranti menonaktifkan Mode Stealth.
" Halo Restu, katanya kamu menyuruh orang untuk mencari tahu siapa pemilik Proyek Kota Terpadu ini, nah sekarang saya sudah di depan kamu", ujar Ranti.
Betapa terkejutnya dia ketika Ranti menyapanya, namun dia tidak tahu kalau Ranti yang berbicara dengannya.
" hahahaha jadi kamu pemilik Proyek Kota Terpadu ini, aku sangat beruntung, karena tidak perlu capek mencarimu", ujar Restu, sambil memanggil para pengawalnya
" Oh, kamu merasa beruntung, hingga bisa membunuh saya disini, hahahaha teriaklah, siapa tahu mereka mendengar nya",ujar Ranti.
Kelima pemimpin kelompok preman kompak menikam Ranti, tapi sayangnya pisau mereka tidak mampu menggores Armor milik Ranti.
" Kalian ingin masuk Penjara atau mati mengenaskan?" tanya Ranti.
" Kamu Restu sudah keterlaluan, beruntung adikmu tidak menjebloskan kamu ke penjara karena kamu telah meracuni dia, juga hampir membunuh Putri nya, sejak awal saya ingin membunuhmu, tapi aku masih mengampuni kamu karena biar bagaimanapun kamu Kakaknya Om Pribadi, tapi sekarang yang kamu ganggu ada proyek saya dan sekarang juga kamu sudah bukan lagi saudara Om Pribadi", Ujar Ranti.
__ADS_1
" Hahahaha, siapa juga ingin memiliki adik yang tidak berguna, bahkan sudah memegang proyek besar saja, tapi tidak bisa menyaingi harta saya", ujarnya dengan sombong.
" Hahahaha, harta kamu hanya 500 milyar, sedangkan om Pribadi hartanya sudah 15 Triliun, belum yang lain, Tiara saja memiliki harta triliunan, mereka hidup sederhana bukan mereka tidak lebih hebat dari kamu', Ujar Ranti.
" Hahahaha, omong kosong dari dari mana itu?" ujar Restu.
" Kamu tau tidak, berapa proyek yang di pegang oleh Pribadi, dan berapa nilai semua proyek itu, lebih dari 700 triliun, hitung saja jika dia hanya ambil 3 % dari anggaran itu, berapa keuntungan dia, ujar Ranti.
Restu terdiam, gara-gara Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island yang fantastis membuat Restu kembali menyinggung Pak Pribadi.
" Aku kasih tau kamu Perusahaan kamu saja, 75 % sahamnya adalah milik saya, dan putramu melakukan penggelapan uang kantor, tapi tunggu sebentar lagi 2 bulan lagi putramu akan masuk Penjara", ujar Ranti.
" Pemilik saham itu atas nama Rose, apakah kamu Rose, hahahaha", ketawa Restu.
" Jadi kamu mengakui bahwa kami hanya punya saham 25 % saja di perusahaan kebanggaan kamu, nanti saya kabarkan ke Om Pribadi, pasti dia sangat senang", ujar Ranti.
" karena kalian tidak membuat pilihan maka saya yang buat pilihan untuk kamu", ujar Ranti dan langsung mengeluarkan pedangnya.
Keenan orang itu terkejut melihat Dua bilah pedang keluar dari pergelangan tangan Ranti.
" Apa permintaan kalian terakhir ? tanya Ranti.
" Ampuni kami, kami hanya di bayar untuk merusak Proyek Kota Terpadu", ujar para pemimpin Preman.
" Ampuni seperti apa?" tanya Ranti.
" Lepaskanlah kami dan kami akan mengabdi kepadamu", ujar mereka.
" Saya tidak butuh Pembantu seperti kalian", ujar Ranti dan langsung menebas tangan mereka berlima.
Restu terdiam berkeringat dingin, dia berusaha tenang dan diam- diam menulis pesan kepada pengawalnya, tapi sayang handphone nya meledak.
" Kalian berlima, kalian di bayar berapa oleh Restu", tanya Ranti.
" Kami di janjikan 20 milyar dan sudah di bayar 10 milyar per Tim, Serta kami juga di janjikan 10% dari setiap penjualan lahan ini", jawab mereka.
" Baguslah, itu harga yang pantas buat kalian", jawab Ranti.
" Kamu Restu, pilih mayat kamu di bawa pulang ke keluarga mu atau tidak", tanya Ranti.
Restu tak berani menjawabnya, namun akhirnya dia menjawab.
" Tolong ampuni saya, saya berjanji tidak akan mengganggu proyek ini lagi dan juga Keluarga Pribadi", ujar Restu.
" Kamu sudah saya ampuni sekali jadi tidak ada pengampunan untukmu", ujar Ranti dan langsung memotong tangan Restu.
Ranti memungut tangan mereka berenam dan meletakkannya di hadapan mereka dan membakarnya hingga menjadi abu, keenam orang bergetar ketakutan melihat tangan mereka yang sudah jadi abu.
" Tolong lepaskan kami, kami akan kembalikan seluruh uang dari Restu dan tidak akan pernah mengganggu proyek ini lagi", ujar kelima Pemimpin Preman.
Karena Ranti sudah bosan dia langsung mengeksekusi mereka dengan tanpa ampun, dan dalam sekejap kelima pemimpin itu menjadi abu.
" Katakan apa permintaan kami terakhir?" Tanya Ranti.
" Tidak ada, hanya kalau boleh mayat ku di berikan kepada keluargaku itu saja", pasrah Restu.
" Hahahaha, baiklah saya kabulkan ucap Ranti dan langsung menikam Restu dan tewas seketika.
Ranti membungkus Restu dan menyimpannya dalam Cincin Semesta.
Ranti kembali ke proyek dan menghapus ingatan para preman itu tentang kejadian di proyek, setelah itu dia memerintahkan untuk kembali kerumah masing-masing.
Ranti juga terbang menuju kediaman Restu dan meletakkan jenasahnya di ruang tamu, setelah itu dia kembali kerumahnya.
" Aplikasi mata Dewa ambil hartanya Restu 400 milyar saja", perintah Ranti.
" Rose, Transfer semua uang kelima Pemimpin Preman ke Istrinya dan tambahkan masing-masing 10 milyar, ambil dari harta restu yang disita", Perintah Ranti.
* Baik Tuan", ujar Rose singkat".
Setibanya Ranti dirumahnya dia langsung membersihkan diri dan istirahat.
Pagi-pagi dia di bangunkan oleh pelukan hangat dari Armando dan Salma, mereka berdua sudah membawa handuk, minta di mandikan.
" Ada apa sayang, pagi- pagi sudah memeluk kakak", ujar Ranti yang membalas pelukan kedua adiknya.
" Kami mau di mandiin kakak",ujar Salma.
" Oh ya sudah ayo sayang, hari ini kakak yang antar kalian ke sekolah gimana mau gak?" tanya Ranti.
" Hore kami ke sekolah di antar kak Ranti yang Cantik dan baik hati sedunia", ujar Salma.
Di kamar mandi mereka bertiga, tertawa girang, setelah kedua adiknya sudah selesai mandi, baru Ranti yang mandi.
Kelas 12 sudah tidak wajib ke Sekolah, namun kelas Ranti hari ini semua harus hadir karena mereka akan membahas soal keberangkatan ke Singapura hari Jumat sore, Ranti sudah menghubungi Orangtuanya, bahwa dia akan menggunakan pesawat nya.
__ADS_1
Selesai sarapan, Ranti mengantar Salma dan Armando kesekolah dengan menggunakan mobil Mercedes GLE 53.