
Ranti keluar dari kamarnya dan menemui Seluruh temannya, dan juga hadir Helen, Lily dan Celine, mereka makan malam bersama, Ranti menikmati menu buatan Helen dengan penuh sukacita.
" Xiao Lang, Acun, ajak seluruh saudara laki-laki kalian dan kunjungi desa itu, semuanya sudah saya atur, bantu mereka mewujudkan amanah dari leluhur mereka, mereka menunggu kalian, dan hanya kalian yang diijinkan untuk membangun disana, tim saya sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah negara ini, jangan kecewakan saya, apalagi mereka telah menyiapkan anggaran yang besar, dan menjadi anggaran pembangunan terbesar di China, bisa di pastikan perusahaan kalian akan terkenal", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, kami akan mengerjakan tugas ini dengan baik dan menggunakan bahan yang berkualitas", ucap mereka.
" Baiklah, saya akan minta bantuan dari paman saya agar membantu kalian mendesain bangunan, dia termasuk arsitek terbaik di Asia, dan dia yang mendesain 2 proyek besar milikku", ucap Ranti.
" Kalau begitu kita sepakati hari Sabtu Minggu ini Keta berkunjung ke desa itu, jadi kami harap agar hari Kamis paman Nona Muda sudah tiba di sini agar hari Jumat kita lakukan rapat sederhana, Bagaimana menurut nona Muda? tanya Xiao Lang.
" Baik, saya akan hubungi Paman Saya sekarang juga", Ucap Ranti dan langsung menghubungi Bastian Pradipta.
" Halo Paman, Ranti ada Proyek besar di China, tolong Paman datang ke China hari Kamis, soal visa dan lainnya biar teman Ranti yang akan membantu Paman bagaimana? tanya Ranti.
" Tidak Perlu, paspor paman masih aktif 3 tahun lagi, dan soal visa bisa paman urus sendiri, tenang saja, paman akan datang, hanya mohon di Jemput di bandara saja", jawab Bastian.
" Baiklah, ini proyek di Atas lahan seluas 150 ribu hektare, jadi paman akan lebih leluasa mengeluarkan ide-ide brilian Paman", ucap Ranti menyemangati.
" Hahahaha, terimakasih ponakanku sayang, Paman akan lakukan yang terbaik agar kamu tidak malu di hadapan teman-teman kamu disana", ucap Bastian.
" Ranti percaya dengan kemampuan Paman, ya sudah kalian begitu Ranti lanjutkan pembicaraan dengan teman-teman disini", ucap Ranti dan menutup telponnya.
" Paman saya bisa datang dan mohon kalian menjemputnya, dia adik Ibuku, jadi tolong berikan yang terbaik buat dia, tapi jangan sungkan mengucapkan ide kalian atau mengkoreksi ide paman saya, sekiranya melenceng dari keinginan warga desa setempat, tenang saja, paman saya mahir berbahasa Mandarin dan juga menulis, jadi kalian tidak akan ada kendala dalam berkomunikasi", ucap Ranti.
" Syukurlah kalau begitu Nona Muda, kami percaya dengan pilihan Nona Muda, kami siap bekerjasama agar desainnya sesuai dengan keinginan warga desa itu", ucap Xiao Lang.
" Besok Pagi saya akan ke Amerika Serikat, menyusul keluarga saya disana, ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, kami akan lakukan yang terbaik untuk proyek ini", ucap Xiao Lang.
" Itu harus kalian lakukan dan buktikan bahwa kalian mampu melakukannya", ucap Ranti.
" Nak, besok bibi tidak bisa mengantarkan kamu ke Bandara, ada acara di sekolah Celine", ucap Helen.
" Tidak apa-apa Bibi, Ranti sangat mengerti itu, Ucap Ranti.
" Bibi, nanti kalau sudah mau berangkat kasih kabar Celine ya", ucap Celine.
" Ia sayang, nanti bibi kirim pesan kepadamu, lagian bibi nanti di antar oleh paman-pamanmu dan Bibi", ucap Ranti.
" Baiklah", ucap Celine.
" Ini hadiah untukmu", ucap Ranti sambil memberikan kotak berisi perhiasan.
" Bibi, kakak ini juga buat kalian, bukalah jika sudah sampai di rumah.
" Dan ini juga buat kalian semua para saudara wanita, dan ini untuk para laki-laki", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda ", ucap mereka semua.
" Sama-sama, dan ini titip buat Pak Thomas, Keluarga Paman Tan Kian dan juga keluarga Paman Hong Yuan.
Tak terasa pagi pun telah datang, Ranti sudah duduk di restoran hotel bersama dengan Yun Li yang baru tiba dari mengantar Yun Wei kesekolah, juga bersama Yang Mei dan Tang Shan.
" Kak Tang Mei, ada apa, kenapa wajahmu murung", tanya Ranti.
" Gak apa-apa dek, kakak nanti kangen dengan adik yang datang hanya setahun sekali", ucap Tang Mei.
" hahahaha, tenang saja, kedepannya saya bisa datang kapan saja disini walau hanya sehari atau 2 hari", ucap Ranti.
" Ya sudah kalau begitu", ucap Tang Mei.
" Nona Muda ayo sudah waktunya kita berangkat, ucap Xiao Lang.
" Baiklah, nanti kalian langsung pulang saja, tidak perlu tunggu pesawat lepas landas, saya naik pesawat umum, jadi kalian tidak bisa masuk ke ruang tunggu", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda", ucap Mereka.
Tepat jam 9 pagi waktu Beijing, mereka berangkat menuju bandara ibukota Beijing.
" Rose apa tidak masalah saya terbang di atas laut Atlantik, karena pesawat tidak ada yang melewatinya, ucap Ranti.
" Tidak masalah Tuan, jika tuan terbang menuju Eropa terlebih dahulu maka akan lebih jauh, begitu juga jika tuan terbang menuju Afrika terlebih dahulu, jika Tuan terbang langsung dari Beijing dan Tarik garis lurus maka jaraknya sekitar 11 ribu km kurang lebihnya, dengan kecepatan terbang tuan yang sekarang maka waktu yang di perlukan hanya 5,5 jam sampai 6 jam saja", ucap Rose.
" Baiklah kalau begitu", jawab Ranti pasrah.
" Sabarlah Tuan, jika nanti Tuan sudah menguasai kitab dewa Cahaya, maka kecepatan terbang akan meningkat 100% artinya, kecepatan terbang maksimum tuan mencapai 4000 km per jam dan bisa terbang non-stop selama 18 jam, dan bayangkan saja saat Tuan masuk ke Tahap Supreme, maka kecepatan terbang Tuan paling maksimal 6000 km per jam, artinya tuan dari Surabaya ke Beijing hanya butuh waktu 2 jam bolak-balik.
Dan jika Tuan hendak ke Amerika Serikat, tuan hanya butuh waktu 6 jam bolak-balik, jika sudah di Tahap Supreme, tapi saat ini tuan sudah mengalahkan kecepatan pesawat komersial dan pesawat jet tempur yang rata-rata 1200 sampai 1500 km per jamnya, itu saja sudah di katakan sangat cepat", ucap Rose.
" Baiklah, saya siap menyelesaikan tantangan dari Sistem", ucap Ranti.
__ADS_1
" Semangat Tuan", ucap Rose.
Ranti turun dari mobil dan di antar oleh Yun Li dan Yang Mei, setelah mengucapkan kata-kata perpisahan, Yun Li dan Tang Mei kembali ke mobil dan langsung pulang bersama Xiao Lang dan Acun bersaudara.
Ranti memindai Bandara itu untuk mencari tempat sepi, kemudian langsung mengaktifkan Armor Ultimate Transparan dan berjalan menuju ke tempat sepi dan langsung mengaktifkan Mode Stealth kemudian terbang dengan kecepatan tinggi.
Di perkirakan Ranti akan terbang kurang lebih 6 jam nonstop, Ranti terbang mengangkasa hingga batas tertinggi yaitu 20 ribu kaki.
Ranti merasakan terjadinya perubahan suhu yang sangat ekstrim, di luar Armor nya, Ranti mengaktifkan elemen api agar suhu dingin tidak mencapai ke tubuhnya, dan sayapnya tidak kaku.
Ranti melihat begitu banyak pesawat komersil di udara, entah kemana saja tujuannya.
Sementara itu, di Amerika Serikat, keluarga sedang jalan-jalan setelah siang hari mengantar Rindu ke universitas MIT.
Anak-anak sangat bahagia saat jalan-jalan, padahal saat ini di Amerika sudah malam.
Ranti terus memacu kecepatan terbangnya hingga maksimal, dan hebatnya, Armor Ultimatenya masih aman dan tidak ada getaran yang terasa, helm kaca pelindung tidak ada masalah juga, sirkulasi udara tetap stabil, sayap Ranti juga normal.
* Tenang saja Tuan, elemen api dan angin tuan sangat membantu anda", ucap Rose.
Di Indonesia sendiri Tim Rose, Zoey dan Joey sedang berada di Palu untuk membeli lahan 10 hektar di Kota Palu.
* Tuan, lahan di Kota Palu sudah sah menjadi milik anda, tinggal anda tangan saja", ucap Rose.
" Terimakasih Rose", jawab Ranti.
* Sama-sama Tuan, berliburlah dengan tenang, serahkan semuanya kepada karyawan anda, bahagiakan keluarga anda", ucap Rose.
" Terimakasih sekali lagi", ucap Ranti, sambil terus memacu kecepatan.
Kini sudah 3 jam Ranti Ranti terbang, dia menelan Pill Energi Booster dan meminum air Surgawi, seketika Energinya kembali stabil, kemudian Ranti menyetel musik agar dia tidak bosan dan sambil matanya fokus ke depan.
Tiba-tiba awan menjadi gelap, Ranti kaget melihatnya.
" Rose ada apa ini, kenapa tiba-tiba awan menjadi gelap? tanya Ranti.
* Tidak masalah Tuan, lanjutkan saja penerbangan anda, gunakan mata semesta agar saat menembus awan gelap itu Tuan masih bisa melihat dengan jarak pandang uang jauh", ucap Rose.
Ranti terus memacu kecepatan terbangnya dan berusaha menembus awan gelap itu, adrenalin Ranti terpacu untuk menantangnya.
Akhirnya Ranti keluar dari awan gelap itu dan dia melihat terang lagi.
Dan akhirnya setelah terbang 6 jam 15 menit Ranti tiba di New York tepat jam 5 pagi waktu setempat.
Ranti segera mendarat dan mencari restoran, Ranti menemukan restoran coppelia, dan memesan sandwich serta kentang goreng.
Sejam Ranti beristirahat kemudian dia terbang lagi menuju Massachusetts, Ranti hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk tiba di sana, Ranti sengaja mendarat di Bandara, tepatnya di toilet, dan menghubungi keluarganya kalau dia sudah tiba dan sudah memesan Taksi.
Keluarganya sangat bahagia mendengar kalau Ranti sudah berada di Bandara Jenderal Edward Lawrence Logan Massachusetts.
Dengan menggunakan Taksi akhirnya Ranti di Mansion miliknya dan sudah di tungguin oleh seluruh keluarganya.
" Yeay.. kakakku tidak pernah membohongiku", teriak Salma sambil mendekati Ranti.
" Hati-hati sayang nanti kamu jatuh", ucap Ranti.
" Kakak sudah sampai sekarang, jadi jangan sedih lagi", ucap Ranti Sabil memeluk Salma.
" Kakak, ucap Aisyah.
" Kenapa kamu nangis, kan kakak sudah datang, harusnya besok kakak tiba, tapi pekerjaan sudah selesai jadi kakak langsung berangkat dari sana", ucap Ranti sambil merangkul Aisyah.
" Dady, mommy, bibi, paman Lukman", sapa Ranti memeluk semua orangtua yang ada di Mansion.
" Halo kakak semuanya",sapa Ranti.
" Akhirnya kamu sampai juga, lihat si Aisyah baru tersenyum bahagia saat kamu tiba", ucap Vanya.
" Aunty, aunty Aisyah selalu murung, katanya kangen aunty", ucap Ketty Angelina.
" Aisyah, senyum dong", ucap Ranti.
" kak Aisyah sekarang sudah percayakan, kalau kak Ranti tidak akan pernah melupakan janjinya", ucap Salma.
" Hehehehe, mungkin kakak belum terbiasa", ucap Aisyah.
" Kak Darel, Kakak Ipar gimana kabar kalian? tanya Ranti.
" Sama seperti yang Adik lihat, kami semua sehat, apalagi kak Vanya dan kak Dewi selalu masak yang enak-enak", ucap Darel.
" Syukurlah, kalau semuanya sehat", ucap Ranti.
__ADS_1
" Loh, kenapa adik gantengnya kakak mukanya cemberut", ucap Ranti ke Armando.
" Kasihan Sinyo, dia di paksa orangtuanya mengakui sebagai dalang akan hilangnya Reno kakaknya", Ucap Armando.
" Lalu dimana dia dan pengasuhnya sekarang? tanya Ranti.
" Di kantor Polisi, kata pelayannya", jawab Armando.
" Rose kirim Ryu dan Ryi untuk membebaskan Sinyo", perintah Ranti.
* Baik Tuan", jawab Rose.
" Terimakasih Rose", ucap Ranti.
" Orang kakak akan membantu Sinyo, sekarang Armando tenang saja ya", ucap Ranti, sambil menghubungi Kapolda Jawa Timur.
" Halo Pak Kapolda, tolong selidiki kasus anak hilang, teman adikku dituduh sebagai dalang atas menghilangnya kakaknya, dan yang menuduhnya adalah Orangtua kandungnya", ucap Ranti sambil menceritakannya siapa Sinyo dan statusnya saat ini.
" Baik Nona Muda, kirim saja pengacara agar mempermudah proses penangguhan penahanan dan saya juga akan membantu menyelidiki kasus ini", ucap Kapolda.
" Baiklah Pak Kapolda", ucap Ranti dan mematikan Handphonenya.
" Terimakasih kak", ucap Armando.
" Ya sudah sekarang senyum dong, dan sini biar kakak memelukmu", ucap Ranti.
Armando berdiri dan mendekat serta memeluk Ranti.
" Ayo kita makan, karena kita harus kembali ke kampus Rindu", ucap Vanya.
" Oh ya, lalu bagaimana perkembangan pendaftaran kak Rindu? tanya Ranti.
" Baik-baik saja, hari ini tinggal mengembalikan dokumennya, semua sudah diatur oleh orang dari perusahaan milikmu", ucap Rindu.
" Baguslah, berarti tidak ada kesulitan lagi", ucap Ranti.
" Tidak ada, dan nanti kembali kesini lagi awal Januari selepas libur tahun Baru, untuk mengikuti para college 6 bulan", jawab Rindu.
Mereka menikmati makanannya, Ranti sendiri sambil menyuapi Salma.
Selesai makan mereka semua bersiap menuju ke universitas MIT, walaupun sedikit capek, Ranti tetap ikut mengantar Rindu.
Terlihat mobil dan orang dari perusahaan Ranti sudah tiba di universitas.
" Selamat siang Nona Muda, sapa mereka.
" Apa semua urusan kampus kakakku sudah kalian bereskan? tanya Ranti memastikan.
" Sudah Nona Muda, hari ini tinggal mengembalikan berkas dan melakukan pembayaran itu saja", jawab orang dari perusahaan Ranti.
" Baguslah, ayo temani kami ke bagian administrasi dan setelah itu silahkan kalian kembali ke Kantor", Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab kedua orang itu dan menunjuk arah ke bagian administrasi.
" Ini uang kompensasinya buat kalian, ucap Ranti dan memberikan uang masing-masing 2500 dolar.
Sejam mengurus semua urusan Rindu, akhirnya selesai dan mereka lanjutkan dengan jalan-jalan berkeliling kampus.
Ranti melihat berbagai mobil mewah di parkiran, kampus, Ranti berpikir akan membelikan mobil baru buat Rindu dan Wulandari.
Puas berkeliling kampus, Ranti dan rombongan melanjutkan jalan-jalan, tujuan mereka adalah stellwagen bank, yaitu tempat untuk menonton ikan paus dan juga lumba-lumba, tempat menjadi salah satu tempat menonton ikan paus terbaik di dunia.
Keharmonisan terlihat di keluarga Suratmi dan Lukman, Velove dan Vexia tak pernah lepas dari genggaman ayah dan ibu angkat mereka, begitu juga Suratmi dan Lukman terlihat sangat bahagia, mereka sangat menyayangi Velove dan Vexia, begitu juga sebaliknya.
Walau masih kecil tapi mereka sangat mengerti bagaimana kasih sayang yang di berikan Lukman dan Suratmi, mereka di sekolahkan di tempat terbaik, bahkan Suratmi merawat sendiri keduanya, walau ada pelayan khusus buat Velove dan Vexia, tapi itu hanya sekedar membantu Suratmi saja, Monicha Herdiani sangat mengerti dengan Suratmi hingga terkadang Monicha Herdiani ikut membantu Suratmi Dalam mendidik Velove dan Vexia.
Velove sangat manja dengan Lukman sedangkan Vexia, dia lebih manja dengan Suratmi, Adriansyah dan Monicha hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keluarga itu, apalagi uang milik Suratmi dan Lukman yang sangat banyak, jadi mereka tak pernah menolak apa saja permintaan kedua putri mereka.
Berbeda dengan Ranti, dia tempelin terus oleh Salma dan Aisyah, hingga Mora mau tidak mau ikutan juga.
Sedangkan Armando bersama Rindu, Monika Hadinata dan Rio tidak bisa berbuat apa-apa, jadi hanya membiarkan saja, apalagi mereka melihat Rindu sangat bahagia.
Kalau Ketty sangat lincah berjalan berdampingan dengan Dewi dan Vanya.
Mereka tidak mau mengganggu kebahagiaan Ranti bersama Aisyah dan Salma.
Bagi mereka, Ranti telah menemukan pelengkap kebahagiaannya, Mercy dan Friska sangat bahagia melihat Ranti tersenyum, walau dia sangat sibuk tapi tak pernah mengabaikan Salma dan Armando.
Si kembar Renata dan Renita menemani Nindya ibu mereka berdua.
Selesai jalan-jalan, mereka kembali ke Mansion.
__ADS_1