
setelah Ranti pergi ... kini tinggallah ibu Gendhis dan Ellis... mereka serasa tidak percaya akan apa yang terjadi hari ini... dalam sekejap penyakit yang sudah bersarang dan menyiksa lebih dari 3 tahun kini telah sembuh....
Sementara Ranti dan Mercy yang berada di taksi, hanya duduk diam menikmati jalanan... 30 menit kemudian sampai di kompleks perumahan megah... setelah diperbolehkan masuk oleh security , maka taksi kembali berjalan dan berhenti pas dirumah no 9... terlihat seorang pria dewasa yang berdiri tegak menyambut mereka...
^ Dengan Nona Ranti.... ^
" ia saya Ranti Putri Setiawan ^
sebelum tiba Ranti sudah mengirim pesan agar jangan sampai siapapun tahu kalau rumah ini milik saya kedepannya... intinya pesan ke pak Mario seperti itu...
^oh ia mari masuk Nona Ranti, bos sudah berpesan bahwa kapan saja Nona bisa pindah kesini, semua fasilitas sudah lengkap ... ^
Ranti menatap kearah Mercy ... dan berkata... " kak Mercy coba kakak berkeliling... dan lihat apa masih ada yang kurang... atau ada yang kak Mercy ingin rubah... kalimat Ranti ke Mercy untuk mengalihkan perhatian Mercy...
{ Baiklah bontot, kakak coba berkeliling ... }
Setelah Mercy mulai berkeliling, maka Ranti dan pak Mario berbicara soal Pembelian dan tentunya soal pembayaran...
" Ranti mulai bicara lebih serius... pak Mario pada dasarnya harga dan bonus yang di berikan saya suka, model rumah juga bagus walaupun saya tidak pandai menilai detail nya... tapi saya mau dengar jika kakak saya suka dengan rumah ini maka hari ini saya DP 50 % dari harga yang telah kita sepakati... dan besok pulang sekolah saya lunasi 50 % dan kita tanda tangan kontrak selanjutnya semua pengurusan dokumen rumah ini pihak manajemen yang mengurusnya, benar seperti ya pak Mario...
^ ya benar seperti itu.. semua biaya pengurusan dokumen menjadi tanggungjawab perusahaan kami dan nona Ranti tinggal tanda tangan, dan soal hari ini mau bayar DP 50% tidak masalah... begitu juga pelunasan besok juga tidak masalah... tapi saya sarankan jika hari kakak Nona suka dengan rumah ini, tidak apa-apa Besok di bayar sekalian... saya percaya dengan Nona Ranti... ^
" oh terimakasih kepercayaan pak Mario kepada saya... jika memang kakak saya senang maka saya pasti senang, jawab Ranti antusias..."
^ maaf Nona walau kelihatan umur anda masih muda tapi cara berpikir Anda cukup dewasa... saya salut... pak Mario sambil mengacungkan 2 jempol dan tersenyum ^...
ya pasti tersenyum jika Ranti jadi beli bisa di hitung komisinya dan juga poin wajib staf marketing untuk bisa menjual rumah....
sekitar 20 menit Mercy memanggil Ranti....
{ Bontot... rumah sangat besar dan Tamannya juga luas serta apalagi taman belakang bisa buat berkebun... aku suka... jika benar diijinkan tinggal disini kakak pilih kamar sebelah dengan kamu ya bontot... }
Ia kakakku sayang... balas Ranti...
" Pak Mario besok saya ambil surat yang dititipkan bos sama pak Mario... nanti saya telpon kalau saya sudah pulang sekolah... terimakasih ya..."
^ Baik Nona Ranti, nanti saya sampaikan ke bos soal kedatangan Nona hari... dan sebagai bukti bolehkah saya foto bersama Nona... dengan ragu-ragu pak Mario meminta Ranti untuk selfie... ^
" oh Boleh Pak.. sambil meminta Mercy untuk bantu memotret"
__ADS_1
1.. 2 ... 3... cekrek.... cekrek...
Setelah selesai selfie Ranti memesan taksi dan mereka diantar sampai gerbang di pos security... dan sambil ngobrol basa-basi... akhirnya taksi pun sampai di depan mereka...
" oke pak Mario saya pulang dulu sampai jumpa besok dan nanti saya kabari jamnya..
^ Baik Nona Ranti ..hati-hati di jalan... ^
sementara Ranti dan Mercy masih di taksi... ternyata di panti asuhan sudah heboh mengenai Ranti akan di keluarkan secara tidak hormat... berita itu sengaja di beritahukan oleh Bu Farida dan Bu Yanti...
Suster Diana yang mendengarnya hanya diam saja... tunggu Ranti sampai di panti asuhan baru bicara soal berita ini... Suster Diana tak peduli soal Ranti mau keluar dari Panti, tapi yang buat Suster Diana geram ada soal beredar berita bahwa Ranti di keluarkan dengan tidak hormat... memang mereka sudah terlalu serakah dan nafsu yang sudah menguasai mereka... monolog suster Diana...
30 menit berselang, Ranti dan Mercy pun tiba di Panti, benar saja baru saja tiba, Ranti sudah di berondong berbagai umpatan dari kelompok yang membenci Ranti... ada juga yang terang-terangan berbicara kasar.. sebut saja namanya Rina dan Rini 2 saudara kembar yang iri dengan kecantikan Ranti...
รท si Rini dengan lantang mengatakan ... Ranti ternyata kamu memang munafik, Sok polos tetapi akhlak kamu tidak se polos tampang mu...
\= Rina juga menimpali... ia sejak dia dapat juara umum se Jawa Timur keluar sifat aslinya yang sombong.. sampai kita semua yang tidak mau dengar omongannya di jauhi sama dia...
anak-anak yang sekelompok dengan mereka juga ikutan berteriak... ia makin hari Ranti makin sombong... ternyata selama ini kita di bohongi...
Kami atas nama anak Panti setuju kalau Ranti di keluarkan dari Panti...
Kalian berdua Rina dan Rini menurut mu apa pernah Ranti melakukan kesalahan ke kalian berdua... kalau ada buktikan.... kalimat Darel sanggup membuat Rina dan Rini diam...
Kalau kalian berdua tidak bisa membuktikan biar saya yang buktikan akar kebencian kalian berdua, aku punya saksi ... lanjut Darel
Rina dan Rini semakin ketakutan... ternyata benar kata teman mereka disekolah bahwa omongan mereka di dengar oleh Darel dan di rekam... peristiwa itu 2 bulan di perpustakaan yang lalu...
Darel tidak Tinggal diam... bagaimana Rina dan Rini... jawab... teriak Darel makin emosi....
Baik Darel mulai sekarang kami berjanji tidak akan lagi ngomong sembarangan... jawab Rina dan Rini
Berlutut dan minta maaf ke Ranti, cepat.. saya hitung sampai 3 jika, kalian tidak berlutut saya pastikan kalian berdua yang diusir dari sini... kalian tidak ... kalian itu yang parasit di Panti... apa prestasi kalian di sekolah... Panti tiap bulan bayar uang sekolah kalian tapi mana hasilnya... kalian tetap bodoh karena hanya bisa urus urusan orang... bandingkan dengan Ranti... untuk sekolah apakah panti mengeluarkan uang... dan berkat dia teman sekelasnya mau menjadi donatur, belum lagi setelah Ranti juara umum se Jawa Timur akhirnya pemerintah mau memberi Dana dan sesuai surat edaran dananya akan di berikan tiap tahun... dan lebih penting lagi Ranti secara tidak langsung mengangkat nama baik kita sebagai anak-anak yang selalu di pinggirkan orang ternyata ada yang berprestasi... bisa tidak kalian berpikir... dengan emosi Darel berbicara...
semua yang berada di ruangan terdiam mendengar suara lantang Darel... sementara Rina dan Rini, akhirnya berlutut dan menangis... mengakui kesalahan mereka... dengan raut penyesalan mereka meminta kepada Ranti.. dan mengungkapkan alasan mereka berdua membenci Ranti...
' Ranti maafkan Kami berdua.. jujur kami iri dan dengki sama kamu... kamu cantik dan pintar dan juga kamu selalu beruntung, karena itu kami berdua sering menjelek-jelekan kamu ke teman-teman baru masuk panti dan juga orang lain yang mengenal dan berteman dengan kamu... maafkan kami, Kami berjanji mulai hari ini akan merubah sifat jelek kami... '
setelah lama berdiam, akhirnya Ranti buka suara...
__ADS_1
" Teman-teman semuanya saya minta maaf kalau ada tindakan yang saya perbuat menyakiti kalian semua baik sadar maupun tidak sadar, tolong maafkan saya, sambil membungkuk... sejujurnya saya juga sudah membahas bersama Suster Diana bahwa dalam Minggu ini saya akan keluar dari Panti... juga pihak pengurus Panti juga sudah membuat keputusan beberapa hari yang lalu... jadi kalian tenang saja saya tidak lagi mengganggu kalian semua... semoga di hari-hari kedepan kita bisa bertemu dan semuanya sudah sukses... dengan tenang Ranti berbicara..."
Ketika Ranti berbicara demikian semua yang membenci Ranti tercengang namun banyak dari mereka yang bahagia... tapi tidak sama dengan Darel karena dia sama sekali belum di kasih tau Ranti masalah dia akan keluar dari Panti...
( Darel mencoba bertanya pada Ranti, dek apa benar kata-kata Ade tadi... dan apakah sudah pikirkan kedepannya... dengan mata yang berkaca-kaca Darel bertanya)
" Ranti menjawab itu benar kak Darel... Ranti sudah pikirkan dengan matang bahkan kak Mercy, kak Friska juga Rindu juga tau, Maafkan Ade.. harusnya nanti malam Ade akan memberitahu kakak... "
Setelah Ranti meyakinkan semua yang ada di ruangan itu... akhirnya mereka semua bubar dan tinggallah mereka berlima...
Ranti buka suara lagi... ayo kakak kita ke taman samping di gazebo itu kita bicara... karena gak mungkin kak Darel ke kamar kami... dan pergilah mereka berempat lebih dulu sedangkan Ranti masuk kamar mengambil HP yang dia beli bersama dengan suster, tapi karena Ranti lupa dengan perawat yang merawat Suster Diana, maka HP baru milik Ranti si berikan kepada perawat...
sambil menenteng empat plastik hitam yang berisi HP Android Samsung Ranti berjalan menuju ke Gazebo ....
Maaf kakak-kakakku tersayang... tadi Ranti ke kamar sebentar...
Kak Darel sekali lagi maafkan Ade ya... perihal Ranti mau keluar juga sudah di ketahui oleh suster Diana dan beliau setuju, semua ini Rekaya dari Bu Farida dan Bu Yanti, ya kak Darel tau sendiri sikap mereka berdua kepadaku... tapi ada yang ingin Ade sampaikan dan mohon kak Darel setuju rencana Ade...
Kak Darel tau selama ini Ade sangat bahagia punya kakak laki-laki yang sangat melindungi Ade, dan bukan hanya Ade sendiri... kak mercy, kak Friska dan juga kak Rindu semua Kami begitu disayang oleh kakak.. dan kami berempat juga sangat menyayangi kakak.. oleh karena ketika Ade pindah atau keluar dari Panti ... Ade mohon kakak ikut bersama dengan Ade dan kakak bertiga juga tolong ikut ... Ade sudah dapat rumah yang besar dan nyaman dan yang penting gratis untuk kita gunakan... memang rumah itu di peruntukan buat Ade tinggal... tapi rumah itu sangatlah besar, kak Darel, kak Friska dan kak rindu boleh tanya sama kak Mercy, tadi kami sudah melihat rumah tersebut dan fasilitas nya lengkap... kita perlu membiayai hidup kita sehari-hari... kata Ranti meyakinkan semua kakak-kakaknya "
Ranti lanjut berbicara... mari kita hitung Kak Darel tiap bulan dapat tunjangan kalo gak salah 1 juta rupiah tiap bulan, kakak bertiga masing-masing 750 ribu itu 2,25 juta dan aku sendiri 2 juta tiap bulan... berarti total kita berlima ada uang bulanan sebesar 5,25 juta... dan kalau kita bagi rata berarti kita semua punya uang 1 jutaan cukup lah buat kita ongkos ke sekolah dan jajan ala kadarnya... sedangkan untuk makan... kita gunakan uang hadiah Ade, jujur Ade menerima 1,4 milyar rupiah dari pemerintah dan donatur... dan bahkan donatur yang mempunyai rumah untuk kita tempati secara pribadi akan memberikan bantuan logistik dan uang bulanan sebesar 5 juta rupiah, logistik termasuk, sembako seminggu sekali kalo uang sebulan sekali dan transfer ke rekening Ade... kemarin tadi Pak Mario sudah menyampaikan, sehari sebelum Ade dan kakak pindah mohon kirim pesan ke beliau biar nanti segala kebutuhan akan langsung dia siapkan... panjang lebar Ranti meyakinkan mereka...
Sambil berharap, Ranti terus menatap Darel, Friska dan Rindu... bagaimana menurut kakak bertiga... yang pasti kalau kakak bertiga tidak Ade bontot sangat sedih.. tak terasa mata Ranti sudah berkaca-kaca menahan tangis...
Rindu yang sedari dulu pendiam akhirnya bicara... bontot baru hari ini kamu memanggilku kakak hehehehe akhirnya dirimu mengakui juga aku sebagai kakakmu... sini kakak peluk ... sembari memeluk Ranti ... Rindu dengan yakin berkata "saya Rindu tidak akan membuat bontot menangis lagi.." Kakak ikut kamu, karena memang hanya kalianlah saudaraku... sudah jangan menangis...
Friska juga ikut memeluk Ranti.. bontot sayang... kakak juga ikut kamu... kakak juga sangat sayang sama kamu dan semuanya... ohhh sayang... di belainya rambut Ranti dengan penuh kasih sayang...
Darel mau tidak mau juga akhirnya memutuskan.. sebagai kakak tertua tidak akan membiarkan adik-adik tinggal sendiri di luar panti... kakak masih ingat kita sudah berjanji susah senang kita harus tetap bersama... Ranti sini sudah lama kakak tidak memeluk mu... sudah hapus air matamu dan tersenyumlah...
Mercy yang terakhir bicara sudah hari sudah malam ayo kita mandi dan makan malam... eiitt... bontot apakah sekarang dirimu sudah bahagia karena kami kakak-kakakmu akan dengan mu...
Sebelum mereka ke ruangan panti Ranti membagikan HP yang dia beli...
Kakak-kakakku sayang ini hadiah dariku... kak Darel dapat warna hitam biar tambah macho... para ladies warna rose gold... dan semua merek nya sama dan tipenya sama...
Terimakasih bontot... akhirnya mereka berempat menyerbu Ranti dengan pelukan kehangatan...
ya sudah ayo kita masuk dan mandi....
__ADS_1