SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Menghukum orang Sombong


__ADS_3

Hampir 15 menit mereka menunggu pemuda itu sadar, dan benar saja pemuda itu dengan wajah memelas mohon keringanan pembayaran.


" Hei, ini pertandingan bagaimana jika anda yang menang, apakah anda memberikan saya keringanan ? tanya Ranti.


" Benar itu Nona Muda, tadi dia sendiri yang membuat aturannya, Nona Muda hanya mengikuti saja, jadi jangan di berikan keringanan", ucap pengunjung yang memang tidak suka dengan keluarga mereka.


" Sekarang kena batunya, silakan bayar atau kami yang akan melaporkan kamu ke polisi dan pasti hukuman kamu lebih berat dan tetap harus membayar pajak sesuai hukum berlaku", bagaimana? ucap pemilik toko pemotongan batu itu.


" Tapi saya tidak memiliki uang sebanyak itu, ucapnya dengan nada memelas.


Para pengunjung melihat pemuda itu dengan tatapan marah, berbeda dengan keluarga Ranti yang masih memiliki rasa kasihan.


Sedangkan ayah pemuda itu juga sudah tak mampu bicara, namun akhirnya keempat pria paruh baya yang datang bersamanya berkata.


" Kawan kamu sahabat kami, kamu terlihat sangat baik tapi kenapa anakmu begitu ceroboh dalam bertaruh, tanya salah satu orang itu.


" Dia terlalu di manjakan Istriku, jadi sikapnya menjadi sangat sombong, jika aku membayar semuanya, pasti aku akan langsung bangkrut, toko saya hanya bernilai 4 Triliun saja", ucap ayah pemuda itu.


" Nona Muda, bisakah anda berbaik hati dengan anak muda itu, ucap salah satu teman ayahnya pemuda itu.


" Baiklah, biar dia membayar 1 triliun saja, yang 150 milyar biar saya saja, ucap Ranti.


" terimakasih atas kemurahan hati Nona", ucap empat orang itu.


" Kawan, hari ini kami bantu kamu, kami pinjamkan 1 triliun untukmu tanpa bunga, tolong kamu bayar dalam tempo 1 tahun, ucap mereka


" Terimakasih banyak kawan, mohon maaf telah merepotkan kalian, saya berjanji akan mendidik dengan keras anak saya", ucap ayah pemuda itu.


" Berterima kasihlah kepada Nona Muda itu, dia juga sudah membantu keluarga kalian", ingat baik-baik, di masa depan kami tidak mau mendengar anakmu berbuat ulah lagi, kirim dia ke kawan kita yang sekarang sudah menjadi biksu, biar dia belajar arti kerendahan hati, ucap keempat pria itu.


" Baik, besok pagi aku sendiri yang akan mengantarkannya ke sana, terimakasih.


" 3 tahun dia disana baru bisa pulang, dan kalian orang tua jangan sekalipun datang menjenguknya, jika kalian melanggar, maka kalian tahu sendiri akibatnya", ucap pria paruh baya itu.


" Tenang saja, aku tahu niat baik kalian buat anakku, jadi biarkan dia dihukum disana daripada Penjara pemerintah", terimakasih kawan, dari dulu kalian sangat menghargai aku yang miskin ini", ucap ayah pemuda itu.


" Kamu itu, sudah seperti saudara buat kami, anakmu juga kami anggap sebagai keponakan kami, biarkan dia bertobat, dan menjadi seperti kamu yang sederhana dan selalu baik pada semua orang, hukuman ini juga akan mengajarkan istrimu, biar dia sadar kesalahannya mendidik anak kalian, ucap mereka.


" Nona Muda, saya ayahnya anak muda ini, maafkan saya yang tidak mendidiknya dengan baik, ini kartu nama saya, dan saya pemilik toko besar di sudut jalan masuk pasar ini, kapan - kapan Nona Muda datang berkunjung, saya sendiri yang akan melayani anda", ucap pria itu.


" Sudahlah, sudah benar omongan teman anda, biarkan dia di hukum di Biara para Biksu, ujar Ranti.


" Terimakasih atas kemurahan hati anda, Ujar ayah Pemuda itu.


" Ayah, maafkan aku saya bersedia ketempat paman Biksu, biarkan saya disana 5 tahun, saya menambahkan sendiri hukuman saya, besok tolong antarkan saya kesana hanya itu permintaan Saya, ucap pemuda itu.


" baiklah ayah akan mengantarkan kamu ke tempat paman Biksu, sekarang berlututlah minta maaf kepada Nona Muda ini dan keempat Pamanmu, kamu harus ingat mereka sangat menyayangi kamu, mereka berharap kamu jadi orang besar dan rendah hati, kamu lihat keempat Pamanmu, terkenal memiliki kekayaan yang berlimpah tapi apa mereka pernah melakukan tindakan semena-mena, kamu bersyukur mereka masih memiliki harapan kepadamu, hingga mereka mau membantu mu, berlutut 10 kali ke masing-masing Paman mu, ujar ayah pemuda itu.


" Paman Yang Xia, minta maaf karena sudah mempermalukan paman semuanya, Yang Xia siap menjalani hidup di Biara bersama paman Biksu 5 tahun, ucap pemuda itu.


" Bagus, itu baru keponakan Paman, berani berbuat berani menanggung resiko, ambil ini sebagai biaya hidup kamu disana, usahakan ada sisanya, ucap salah satu teman ayahnya.


" Terimakasih Paman, saya akan belajar menggunakan uang dengan lebih bijaksana lagi, saya janji tidak akan menghabiskan uang ini", ujarnya.


" Baiklah, paman tetap percaya kepadamu, dan baik-baik lah dengan Paman Biksu disana, ini juga dari Paman, ambilah jangan di tolak, karena 5 tahun paman tidak akan melihatmu, ucap seorang lagi.


Akhirnya keempat paman Pemuda itu memberikan bekal kepada Yang Xia, dia sebenarnya anak baik, hanya saja, setelah sembuh dari penyakitnya, ibunya memanjakan dia berlebihan.


" Nona Muda, apakah anda masih akan memotong batu-batu mentah ini, tanya seorang pria bayah teman dari Yang Xia.


" Semuanya akan saya potong hari ini, karena hari ini terakhir saya kesini sebelum pulang ke Indonesia.


" Bolehkah saya membelinya jika ada batu yang bagus, tanya pria itu


" Silahkan menunggu saya akan memotong semuanya, dan silahkan pilih mana yang suka, tapi saya yakin diantara batu-batu saya ini, terdapat Queen Rubby dan orange", Ujar Ranti.


" Baiklah jika keduanya ada tolong berikan kepada kami, Ujar mereka.

__ADS_1


" Baiklah, itu khusus untuk kalian jadi saya tidak melelangnya, siapkan harga yang Pantas, tantang Ranti.


" Tenang saja, soal harga akan kami berikan yang pantas untukmu, Ujar mereka dengan penuh semangat.


" Pak Tua, apakah semuanya sudah beres, tanya Ranti


" Sudah Nona Muda, terimakasih sudah berbagi rejeki dengan saya yang sudah tua ini", ucap pria tu itu


" Siapa nama bapak, biara saya enak saya memanggilnya.


" Nama saya Hong Yuan, Jawab pria tua itu.


" Baiklah mulai sekarang saya memanggil mu paman Hong saja, Sekarang paman bantu saya lagi mengawasi pemotongan batu, dan jika ketemu batu Queen Rubby dan Orange, tolong singkirkan, karena itu sudah di pesan oleh Tuan- tuan itu", Perintah Ranti.


" Baik Nona Ranti, Saya siap melayani anda, ujarnya dan langsung memerintahkan tukang potong untuk segera bekerja.


Para tukang gerobak juga ikut membantu Hong Yuan, mereka sudah memutuskan akan mengangkat Hong Yuan sebagai Paman mereka, apalagi para tukang gerobak sudah tidak memiliki orang tua.


Akhirnya tanpa menunggu lama, Batu yang di tunggu-tunggu keempat pria itu berhasil di potong dengan sangat rapi, masing-masing batu itu memiliki berat 8 kilogram.


" Nona Ranti, karena kami sudah mau pulang jadi kami bayar sekarang saja batu-batu ini, bagaimana?


" Silahkan", ucap Ranti singkat.


" Bagaimana kalau kedua batu ini kami bayar 750 milyar dan buat tukang gerobak mu Masing-masing kami berikan 2 milyar", ujar mereka berempat.


" 735 milyar saja, dan tambahkan 2 milyar buat Paman Hong Yuan, ucap Ranti.


" Baiklah kalau begitu, senang sekali berbisnis dengan anda Nona, ucap mereka.


" Sama-sama Tuan", balas Ranti.


Para tukang gerobak tersenyum mendengar notifikasi dari Bank, begitu juga Hong Yuan dia sudah mengantongi 22 milyar Yuan, dia sudah memikirkan untuk membeli sebuah rumah, dan membelikan rumah juga untuk ketiga anaknya serta kendaraan buat mereka.


Tiga jam berlalu, semua batu Ranti telah terpotong, Ranti menyimpan 4 batu yaitu, Queen Rubby, Black Giok dan Yellow Giok, Fulushou. Fulushou akan dia berikan kepada Lily untuk di buat perhiasan.


Dari semua yang yang Ranti jual saat ini dia mendapatkan hasil 5,5 triliun, sebuah angka yang fantastis.


Ranti memindai toko di depan pemotongan batu dan berjalan ke arah itu, kemudian dia membelinya dengan 150 juta


Batu itu mengandung Giok Velvet dengan berat 17 kilo, setelah diolah akan menjadi 13 kilogram.


" Paman Hong Yuan, batu ini tolong potong dan jual, hasil penjualan akan ku bagi untuk kalian, termasuk 7 sahabat ku yang


" Acun bantu paman Hong", Perintah Ranti.


Dengan semangat mereka menunggu pemotongan batu itu, pasti mereka akan mendapatkan uang sangat banyak.


Setelah dipotong, langsung di lelang, seorang wanita datang dan langsung menawar.


" saya tawar sebesar 400 milyar".


" Para pengunjung lain langsung diam.


" Perkenalkan nama saya Xiang Yu, ujarnya memperkenalkan dirinya.


" Saya Ranti dari Indonesia", jawab Ranti.


" Kebetulan, saya saat ini tinggal di Indonesia, di Gresik ada perusahaan ayah saya Disana, jadi saya yang memimpin disana, Ujar Xiang Yu.


" Saya tinggal di Surabaya dekat Gresik, jawab Ranti.


" Boleh saya minta Nomor kontak Nona Ranti, ujarnya dengan bahasa Indonesia yang kaku.


" Hahahaha, kamu sudah bisa bahasa kami, ujar Ranti.


" Hanya sedikit, calon suami saya warga keturunan China yang lahir disana", ujar Xiang Yu.

__ADS_1


" Oke, saya 3 hari lagi kembali ke Indonesia, kalau kamu mau, kamu bisa ikut dengan kami sampai Surabaya", Tawar Ranti.


" Saya juga 3 hari lagi sudah harus kembali kesana", tapi kalian menggunakan pesawat apa", tanya Xiang Yu.


" Kami punya pesawat sendiri, jadi kamu tidak perlu beli Tiket Pesawat", bagaimana ? tanya Ranti.


" Terimakasih, saya tidak akan menolaknya, disini kalian menginap di mana.


" Hotel Six Star, milik saudara saya", ucap Ranti.


" Baiklah saya akan datang sarapan dengan kalian besok pagi", ucap Xiang Yu.


" Aku tunggu", ujar Ranti.


Xiang Yu, langsung membayar batu yang dia tawar dengan harga 400 milyar Yuan, dan dia langsung pamitan pulang dan berjanji besok akan sarapan bersama di hotel Six Star.


Ranti membayar uang potong batu 100 juta. dan para tukang potong Ranti memberikan masing-masing 1 milyar Yuan, sedangkan 4 orang tukang bersih-bersih dan 1 orang Kasir Ranti memberikan masing-masing 500 juta, sedangkan untuk pemilik toko pemotongan batu, Ranti memberikan 2,5 milyar, pemilik dan pekerja semuanya senang, mendapatkan rejeki yang banyak.


" Paman Hong, kita bertukar kontak, besok pagi saya tunggu anda dan Istri di hotel, atau suruh saja istri Paman malam ini ke hotel, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan kalian semua, bagaimana apakah bisa bibi datang', tanya Ranti.


" Maaf istri saya sudah lama sakit, makanya saya ingin mendapatkan uang banyak dengan berjudi Batu, tapi saat ini, saya sudah punya Uang, selain buat pengobatan istri saya, juga membantu ketiga anak saya yang sudah berumah tangga, tapi hidup mereka pas-pasan, apalagi nanti jika sudah musim masuk sekolah, terimakasih nona Muda, sudah membantu Saya, ucap Hong Yuan.


" Baiklah, ikut saya ke hotel baru antarkan saya ke rumah Anda, saya akan bantu istri Paman malam hari ini", ucap Ranti.


" Sesuai janji saya, untuk batu terakhir ada bagian untuk kalian berenam, dan saya Transfer sekarang masing-masing 25 Milyar Yuan, tolong kalian gunakan dengan baik, dan besok pagi, ajak istri dan anak kalian ke hotel Six Star, biar saya jelaskan soal uang kalian dan juga ada hal penting yang akan saya bicarakan dengan kalian", bagaimana ? tanya Ranti.


" Kami pasti hadir Nona", kebetulan istri-istri kami tidak percaya dengan uang yang kami dapatkan dari Nona, mereka takut kami melakukan tindakan melanggar hukum", jawab Acun.


" Bagaimana Dady, apa sudah percaya jika putrimu ini, bisa menjadi kaya dengan berjudi Batu", tanya Ranti


" Hahahaha, sungguh hebat kamu, 2 hari saja kamu sudah mengumpulkan uang 30 triliun Yuan lebih, bahkan kamu sudah berbagi dengan mereka", ujar Adriansyah.


" hahahaha, tapi Dady jangan kuatir, semua akan dapat bagiannya, seluruh saudaraku akan ku bagi masing-masing 500 milyar Yuan, untuk bibi tercintaku dan yang cantik ini, aku berikan 1 triliun Yuan, biar masa tua bibi tambah happy dan masaknya jadi bertriliun rasa enak, Ujar Ranti sambil memeluk Nindya Pratiwi.


" Bibi sudah tua, tidak perlu uang banyak sayang", ucap Nindya.


" Tidak apa-apa biar sudah tua, pokoknya jangan di tolak", ucap Ranti


" Untuk Dady dan mommy, masing-masing juga 1 triliun Yuan, sedangkan nanti untuk bibi Suratmi dan Paman Lukman, masing-masing 250 milyar Yuan, pokoknya kebagian semuanya, ujar Ranti.


" Hahahaha kamu itu sangat royal buat orang-orang yang kamu sayangi, ucap Monicha.


" Harus itu Mommy, aku bisa seperti ini karena ada kakakku yang baik hati, apalagi saat datang dua adik kecilku ini yang sangat Manja, menambah semangat aku bekerja mencari uang, agar semua yang berada di dekatku bisa bahagia dan tidak kekurangan uang.


Aku juga masih punya rencana, untuk membuat Rumah Sakit untuk kedua kakak kembarku, biar mereka bisa jadi dokter Rumah Sakit mereka sendiri", ujar Ranti.


" Hahahaha, Dek ternyata kamu masih ingat impian kakak", ucap Renata


" Semua impian kalian tetap aku ingat, kak Darel dan Armando ingin punya perusahaan teknologi komputer, Salma ingin menjadi ahli obat dan ingin mendirikan apotek modern dan tradisional, kak Rindu ingin menjadi desainer Pesawat sedangkan kak Friska dan kak Mercy ingin memiliki perusahaan Pengolahan Makanan dan minyak goreng, sedangkan kak Vanya ingin membuka pabrik pakaian dan sepatu, dan terakhir kak Dewi yang ingin kembali membuka Hotel dan restoran", semua sudah catat dan sudah ku persiapkan, tugas kalian hanya belajar sesuai minat kalian.


Khusus kak Rindu, perusahaan pembuat pesawat milikku di Amerika Serikat akan mengurus kakak berkuliah di Amerika Serikat, sekaligus mewakili saya di perusahaan itu, dan ini wajib kak Rindu jalani, ucap Ranti.


" Dek apa gak kasihan dengan kakakmu ini, kakak mana bisa jauh dari kalian", ucap Rindu.


" Dek Rindu, kejarlah cita-citamu, jangan biarkan Bontot sedih karena kamu menolaknya, dia memaksakan membeli perusahaan itu, supaya kamu bisa belajar sesuai keinginan kamu", ucap Vanya


" Tapi aku takut sendirian disana", ucap Rindu.


" Tenang saja nak, nanti ayah bunda akan sering datang menemani kamu disana, jangan mengira saudara - saudara - saudara mau jauh dari kamu, tapi semua demi cita-cita mu, ucap Adriansyah sambil merangkul Rindu.


" Terimakasih ayah, bunda, Rindu pasti akan belajar baik-baik disana kelak, ucap Rindu.


" Nah gitu dong, itu baru kakaknya Bontot", ucap Ranti.


" Terimakasih ya Dek", nanti kalau kangen ijinkan kakak pulang ya, ucap Rindu.


" Hahahaha, nanti kakak tinggal Pakai pesawat punyaku di perusahaan itu, kalian percayalah kedepan kalian semua aku belikan masing-masing 1 pesawat terbang Pribadi, dan aku harap desainnya dari kak Rindu, ujar Ranti.

__ADS_1


" Baiklah, kami percaya omongan mu, ucap Vanya.


Akhirnya mereka tiba di hotel dengan hati yang sangat senang, perjalanan hari ini sangat menguntungkan.


__ADS_2