
Di posisi Mercy, saat ini dia sangat bahagia, akhirnya dia bisa memiliki keluarga kandung, apalagi adik kebanggaannya yang menemukan mereka, Mercy sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan Ranti, dan juga seluruh saudaranya.
" Kak, bersyukurlah, adik kita memiliki banyak orang hingga bisa menemukan keluarga kita, tapi tetap kita jangan meninggalkan keluarga ini, benar mereka orangtua kita, kita wajib memberikan apapun untuk mereka, tapi kita semua bersaudara, sampai kapanpun aku gak mau berpisah dari kalian semua", ucap Friska.
" Ia, kalau kita kangen, ya tinggal datang, sehari atau 2 hari, jadi jangan kuatir, kakak juga gak mau kita terpencar, kasihan adik kita Ranti yang sudah mengeluarkan uang banyak untuk membuatkan kita tempat tinggal, pelayan saja dia tak ijinkan pergi, bahkan pelayan sendiri tak mau meninggalkan adik kita itu, apalagi kita sebagai kakaknya", ucap Mercy.
Di dalam mobil sendiri, Pak Agus hanya terkagum-kagum dengan interiornya.
" Nak Ranti, mobil apa yang di gunakan Putri bapak", tanya Pak Agus.
" Semua kakakku, memiliki beberapa mobil, mereka juga punya mobil seperti ini, sedangkan untuk santai, mereka punya Ferarri la Ferarri harganya waktu beli 25 milyar dan juga Koenigseg Jesko, harganya lebih mahal lagi, 52 milyar, mereka juga memiliki mobil SUV BMW", jawab Ranti.
" Mahal-mahal mobilnya, dan juga Banyak mobilnya", balas pak Agus.
" Ia, tapi tenang saja, kakakku bukan tipe orang yang sombong", jawab Ranti.
25 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah baru milik Pak Agus.
" Astaga, rumahnya besar sekali, dan itu mobil siapa? tanya ibunya Mercy.
" Itu mobil untuk kalian, yang mobil Aston Martin Vanquish itu, untuk Marco serta mobil Toyota New CHR Hybrid untuk dia gunakan kesekolah saat hujan, sedangkan buat Paman Land Rover Varian tertinggi juga mobil santai, Toyota Corolla Cross dan untuk bibi, Mercedes yang seperti ini, sedangkan mobil keluarga kalian, Toyota Alphard.
Paman dan bibi juga saya belikan motor X-Max, sedangkan Marco Kawasaki Ninja ZX 25 RR, khusus Marco ke sekolah pakai X-Max, semua lengkap dengan helm super canggih.
" Paman dan bibi dan juga adik Marco sekarang berbaringlah, saya kan merubah kalian", perintah Ranti.
Sejam setengah kemudian ayah, ibu dan adiknya Mercy telah berubah fisiknya, dan terlihat lebih segar dan juga lebih muda.
" Paman, Bibi dan Marco sekarang telanlah Pill ini", perintah Ranti dan memberikan Pill Penambah Kecerdasan.
" Sekarang ambil SIM ini, dan teteskan darah kalian, dan rasakan keajaibannya.
Selain keahlian menyetir, Ranti juga menyertakan keahlian beladiri untuk Marco dan Ayahnya, serta keahlian berkomunikasi, juga keahlian berbisnis, juga keahlian yang lain, sedangkan ibunya Mercy di berikan keahlian memasak dan kecantikan.
Seketika, mereka bertiga merasakan hangat dan pengetahuan tentang mobil sudah mereka kuasai.
" Nona Muda, di depan sudah datang 3 orang yang akan jadi pelayan dirumah ini, semua Rose sudah atur, mereka sama dengan kami, jadi jika ada hal darurat mereka bisa diandalkan.
" Baiklah, tapi Carikan juga orang biasa untuk menjaga rumah ini dan bibinya kak Mercy", perintah Ranti.
Selesai mengurus keluarganya Mercy, Ranti pamitan, tapi Ryu dan Ryi serta Joey dan Zoey tetap tinggal.
" Paman, bibi, dan adik Marco saya pamit pulang ke Surabaya, hari Jumat malam kami semua akan datang kesini lagi.
Ini ATM buat Paman, isinya 150 triliun untuk deposito berjangka, bibi 100 triliun dan kamu Marco 50 triliun, sedangkan untuk biaya sehari-hari, di ATM ini, jumlahnya sama, yaitu masing-masing 250 milyar, pakailah dengan bijak.
Terakhir, dikamar kalian sudah saya siapkan uang tunai masing-masing 1,5 milyar, untuk gaji 3.orang pelayan sudah saya bayar selama 2 tahun penuh, kecuali para penjaga rumah", ucap Ranti.
Sebagai pelengkap, ambil perhiasan ini dan gunakan saat ada acara penting dan ini berlian dari berbagai jenis, simpanlah sebagai warisan di kemudian hari", ucap Ranti sambil memberikan kotak perhiasan dan 1 kotak berisi 12 jenis berlian berukuran bola ping Pong.
Keluarga Mercy, hanya diam tak berkomentar dan hanya menerima saja, mereka bingung sebenarnya dengan apa yang Ranti berikan, tapi mereka juga tak berani menolak.
Paman, bibi nanti kapan saja kalian mau ke Surabaya, silahkan kasih tau kak Mercy, karena tahun depan, kak Mercy akan mempunyai pesawat jet pribadi sendiri.
Tolong paman dan bibi jangan bertanya apapun, karena kebahagiaan kakakku adalah nomor 1, siapapun tak boleh membuat mereka bersedih, juga kedua adikku.
Dan kamu Marco, biarpun kamu sekarang sudah kaya, tapi ingat, kami tidak suka dengan kesombongan, apalagi kak Mercy, dia sangat tidak suka pamer kekayaan, asal kalian tahu, hart kak Mercy saat ini berjumlah 1.750 triliun rupiah, 35 milyar Dolar US, 5 milyar Euro dan 10 triliun Yuan China, tolong jangan ceritakan bagaimana kalian di perlakukan di kampung, karena pasti kakakku akan membuat keributan, jika hal itu terjadi maka mau tidak mau saya akan ikut hancurkan desa itu", ucap Ranti.
" Baik Nak Ranti, paman akan mengingatnya", ucap Pak Agus.
" Besok pagi, kalian boleh pamer ke warga desa itu, alasan saja kalian mau datang lihat rumah kalian di bongkar, tapi setelah itu jangan pamer harta kalian, karena hidup kalian sendiri yang akan repot.
Tenang saja data harta kalian tidak akan ada yang tahu, kecuali pihak bank dan pemerintah", ucap Ranti.
" Sekarang nikmatilah apa yang sudah ku berikan, nanti juga kakakku akan memberikan kalian uang lagi", ucap Ranti dsn beranjak berdiri.
" Sekarang saya pamit, silahkan isi bensin mobilnya, dan kamu Marco, besok akan ada orangku membawa dokumen sekolah untukmu, agar kamu langsung bisa bersekolah", Ucap Ranti kemudian naik ke mobilnya.
" Terimakasih kak, Marco berjanji akan hidup biasa saja, walau nanti bawa mobil Aston Martin itu", ucap Marco.
" Kakak senang mendengarnya, tugas kita Sekarang adalah bahagiakan kakakku, dia sudah banyak menderita sewaktu kami di panti asuhan", ucap Ranti.
" Baik kak, akan dengan segenap hati", ucap Marco.
Sepeninggal Ranti, kedua orangtua Ranti, memasuki tiap ruangan di dalam rumah itu.
" Tuan besar, nyonya besar dan tuan muda, kami bertiga diutus khusus oleh Nona Muda Ranti untuk menjadi pelayan disini ", sapa ketiga pelayan dari Rose.
" Terima kasih, kalian bukan pembantu disini, anggaplah kami keluarga kalian, dan kami juga akan menganggap kalian keluarga", ucap ibunya Mercy.
__ADS_1
" Ayah, Marco mau pergi isi bensin mobilku, nanti baru motor", ucap Marco.
" Baiklah,.tapi hati-hati ya nak", jawab Pak Agus.
" Pah, anak kita ternyata sudah sangat kaya, hartanya lebih 1000 triliun, belum uang asing", Bangga ibunya Mercy.
" Tapi ingat, anak kita sangat tidak suka pamer, kecuali kita pamer di kampung kita, papah suka disana karena lebih sejuk, jadi kita hanya kesana saat hari Sabtu, atau ada acara penting, karena biar bagaimanapun, mama masih punya keluarga, kalau papa hanya para sepupu dan juga paman, tapi tau sendiri mereka yang gila harta, ayah sudah berjanji tidak akan membantu mereka, sebagaimana mereka tidak pernah membantu papa, kecuali saudara papa di Jakarta, papah akan bantu dia, biarpun dia hanya saudara angkat.
Ranti sendiri dalam perjalanan menuju Bandara, tapi mereka mampir di pusat kota Tomohon, dia bersama Maura dan Brenda, walau mereka dengan mobil terpisah.
Puas berkeliling kota Tomohon, mereka lanjut ke arah Bandara dan mampir makan di restoran Heng Min di daerah Tinoor.
Sementara mereka makan, tiba-tiba datang 3 orang yang mengenal Brenda, mereka adalah teman sekelas Brenda.
" Hey Brenda, apa kabar, dan bagiamana dengan putramu, apa dia sehat", tanya salah seorang teman Brenda.
" Putraku baik-baik saja, lihatlah apakah putraku terlihat sedang sakit", jawab Brenda.
" Kamu kerja apa untuk membiayai putramu, apalagi orangtuamu tidak menerima kamu lagi", ucap Teman Brenda yang ternyata sekampung dengannya.
" Saya tidak bekerja, hanya saja saya tidak kekurangan uang, karena ada orang baik hati yang membantu saya", balas Brenda.
" Oh, pastinya Om -om yang gemar daun muda", ejek teman sekampung Brenda.
" Tidak masalah kamu menuduh saya, tapi apakah kamu lebih suci dari saya, sudah berapa laki-laki yang tidur dengan kamu, ingat baik-baik, dulu kamu selalu cerita padaku apa yang kamu lakukan", tapi aku diam saja, selama kamu juga diam.
Tapi hari ini kamu mengejek saya, maka jangan salahkan saya jika, saya akan ceritakan kepada siapapun yang bertanya soal kamu", ancam Brenda.
" Saya tanya kamu, darimana uang kamu, dan keluarga kamu, hingga kamu bisa beli handphone iPhone, apalagi kamu menggunakan iPhone 13 pro max, maaf kata, orangtuaku dan orangtuamu siapa lebih kaya, jika aku tidak di buang pun, mungkin aku hanya pakai Samsung yang harganya 5 juta, kok bisa kamu pakai yang 20 juta, ayah saya punya mobil biarpun hanya Daihatsu Xenia, nah kalian?apakah kakakmu di jakarta seorang Direktur atau manajer, kakakmu hanya kerja biasa saja, jadi mustahil mengirimkan kamu uang 20 juta untuk beli handphone untukmu, jadi jangan bergaya sok kaya dan sok suci", lanjut Brenda.
Teman sekampung Brenda tidak berkutik, apalagi memang benar, ayahnya gadis itu hanya bekerja sebagai pedagang, mereka punya mobil untuk jualan.
sedangkan orangtua Brenda Tuan Tanah dengan ratusan batang pohon kelapa dan ratusan pohon cengkih, belum lagi tanaman yang lain, juga mereka memiliki warung kelontong besar di kampung mereka, sedangkan ibunya Brenda adalah seorang PNS di Puskesmas.
Di kampung, keluarga Brenda adalah orang terkaya dan cukup di segani, makanya ayah Brenda membuangnya karena malu.
" Hey Nona, kenapa anda diam, apakah ucapan teman saya ini benar", ucap Ranti memancing emosi gadis itu.
Gadis itu hanya diam dan terus menikmati makanannya, sedangkan kedua temannya juga tak bisa bicara apapun.
" Nona Ranti, maaf saya sudah tidak selera makan, apalagi sudah waktunya Junior minum susu", ucap Brenda.
" Nona, semoga kamu tidak mengalami apa yang adikku Brenda alami, asal kamu tahu, Keponakan saya Junior Matheos, tidak akan kekurangan asupan gizi.
Brenda adikku, tidak seperti yang kamu pikirkan, coba kamu lihat 3 unit mobil Mercedes itu, salah satunya adalah milik Brenda, dan lihat saja handphone Brenda.
Brenda memang melakukan kesalahan, tapi dia sudah menyadari kebodohannya, itu namanya perubahan hidup, lantas apa perlu kamu menghinanya, apakah kamu tidak pernah melebihi batas dalam pergaulan", tegas Maura.
" Ayo Maura, Brenda kita pergi dari sini, berikan kunci mobilnya ke Inggrid, kamu susui saja ponakanku", ucap Ranti.
" Nona, karena hari ini saya lagi bahagia, maka kamu ku lepaskan, jika tidak jangan harap gigimu itu masih utuh", ucap Ranti dengan mata tajam mengarah ke gadis itu.
"'Kak Inggrid tolong bantu saya menyetir", ucap Brenda, lalu memberikan kunci mobilnya.
Sampai di parkiran, mereka langsung naik mobil masing-masing. Gadis itu tercengang, melihat Brenda memasuki mobilnya.
" Gila, sudah kaya Brenda sekarang", batin gadis itu.
" Brenda, nanti jika susu dan makanan tambahan Junior sudah mau habis, segera hubungi saya, jangan sampai tidak, saya gak mau Junior minum susu sembarangan", tegas Ranti saat mereka tiba di Bandara.
Seperti biasa, Ranti mendengarkan laporan dari Maura, sebelum dia kembali ke Surabaya.
" Kamu atur baik-baik, pokoknya jangan lewat dari target kita", tegas Ranti.
" Baik Nona", jawab Maura singkat.
Selesai berbincang, akhirnya Maura dan Brenda pulang.
Di Tomohon sendiri khususnya di SPBU, banyak warga yang mengagumi mobil Aston Martin Vanquish milik Marco, banyak yang penasaran siapa pemilik mobil itu, ada seorang teman Marco sewaktu dia masih bisa bersekolah di SMA kelas 2, juga melihat mobil Marco yang sedang antri untuk mengisi bensin Pertamax Turbo.
Laki-laki itu, menggunakan motor Yamaha R 25, tapi menggunakan bensin Pertalite.
Ketika tiba giliran mobilnya Marco, dia turun dari mobil setelah petugas SPBU selesai mengisi bensinnya.
Alangkah terkejutnya laki-laki itu, saat melihat ternyata pemilik mobil itu adalah Marco.
" Sejak kapan dia bisa menyetir mobil, dan darimana dia bisa membawa mobil sebagus dan semahal itu? pertanyaan laki-laki itu dalam benaknya.
" Tolong isi full ya", ucap Marco.
__ADS_1
" Kamu Marco kan ? tanya gadis petugas SPBU itu.
" Eh ia kak, saya Marco, dulu kita di SMA yang sama, tapi aku sudah tidak lanjut", jawab Marco.
" Ia, aku sudah dengar dari teman, aku mau telpon kamu tapi saya tak ada nomor handphone kamu", ucap gadis itu senang bisa melihat Marco lagi.
" Oh, ia aku memang tak punya handphone, tapi sekarang aku sudah punya, sudah berapa lama kakak bekerja disini? tanya Marco.
" Hehehehe, baru sebulan, ini baru training, kemarin pas lulus aku melamar disini, mau nabung tahun depan aku mau kuliah, kalau kamu kemana saja", tanya gadis itu.
" Aku dirumah dan ke kebun bantu ayah, pinjam pena sebentar", ucap Marco dan menulis nomor handphonenya.
Gadis itu kakak kelas Marco,.dia sangat menyukai Marco, hanya saja, namanya perempuan malu menyatakan perasaannya.
Kehidupan orangtua gadis itu juga sama dengan orangtua Marco sangat miskin, hanya saja, gadis itu dapat bantuan dari saudaranya hingga bisa lulus SMA.
" Ya sudah kak, nanti kalau ada apa-apa telpon saja, dan ini buat bayar bensin, dan ini buat kakak, ganti handphonenya, terimakasih ya kak", ucap Marco juga senang.
Ranti sendiri saat ini sedang menikmati makanannya di daerah Dimembe, bersama Maura dan Brenda serta Inggrid.
* Tuan, tuan Marco bertemu dengan gadis yang diam-diam menyukainya, ijinkan Rose membantunya, tapi atas nama Tuan Marco", ucap Rose.
" Silahkan Rose, asalkan gadis itu, benar-benar menyukai Marco dengan tulus", jawab Ranti.
* Sangat tulus, hari Sabtu suruh saja Marco mengajaknya ke acara pertemuan Nona Mercy dengan keluarganya", ucap Rose.
" Baiklah, terimakasih Rose", jawab Ranti.
Tepat jam 8 malam Ranti sudah tiba di Surabaya, kebetulan Salma dan Armando sedang nonton TV.
" Halo adikku yang cantik dan ganteng, apa kalian menunggu kakak", ucap Ranti.
" Ia kak, Salma kangen Rory, tolong kakak keluarin", ucap Salma.
" Ya sudah, ayo.ke kamar kakak", ajak Ranti.
Tiba Di kamar nya Ranti mengeluarkan Rory, disambut Salma dan Armando.
" Halo aunty, halo Uncle", sapa Rory dengan telepati.
" Halo juga Ponakan kesayangan Aunty dan Uncle", jawab Salma sambil menggendong Rory.
Sementara Ranti membersihkan dirinya, Rory bercengkrama dengan Salma dan Armando.
" Bontot, Bontot teriak Mercy yang baru sampai dari Supermarket DAMKAR.
" Kak Ranti lagi mandi, ada apa kak? tanya Armando.
" Gak apa-apa sayang, kita hari Jumat ke Manado, kakak kesayangan kalian itu, hari ini, memberikan kak Mercy kebahagiaan yang luar biasa", ucap Mercy.
" Syukurlah, Armando kira, kak Ranti buat kakak pening", ucap Armando.
" Tidak sayang, apapun yang kak Ranti buat, dia tidak akan pernah membuat kami kakak-kakaknya pening, sama seperti kalian, karena kakak sangat tahu, kalian juga tidak akan membuat kami sedih", ucap Mercy sambil memegang pipi Armando.
" Kami pasti bisa membanggakan Kakak-kakak semuanya ", jawab Armando yang merapatkan badannya ke Mercy minta di peluk.
" Kalian berdua nanti, akan mendapatkan keluarga baru lagi, yaitu ayah dan ibu serta adik kakak, tapi tenang saja, kita akan tetap bersama", ucap Mercy.
" Kakak jangan tinggalkan kami ya", ucap Salma.
" Tidak akan sayang, kalian juga bagian dari hidup kakak, jadi jangan pernah berpikir seperti itu ya", ucap Mercy.
" Salma gak mau keluarga kita terpisah, Kak Darel dan kak Vanya saja gak ada dirumah ini, sudah membuat rumah ini sepi, apalagi nanti kak Rindu akan ke Amerika", ucap Salma.
" Mereka kan sekolah sayang, kakak akan selalu bersama kalian, nanti kalau kakak kangen sama orangtua kakak, kan tinggal naik pesawat dan berangkat, jadi jangan sedih seperti itu, lihat keponakan mu yang ikut sedih", ucap Mercy.
" Ada apa kak, kok panggil- panggil Ade kayak di pasar", ucap Ranti yang masih bertelanjang keluar dari kamar mandi.
" Kakak cuma mau berterimakasih sama kamu sayang", ucap Mercy.
" Kalau begitu, bantu Ade berpakaian saja, itu sudah ucapan terimakasih paling membahagiakan Ade", ucap Ranti.
" Apa Gak malu sama Armando, kamu bertelanjang kayak gini", ledek Mercy.
" Sama kak Darel dan kak Robin saja aku gak malu, masa Armando Ade harus malu", ucap Ranti.
" Aunty Mercy, mommy Rory sudah menemukan orangtua Aunty, terus hadiah untuk Rory apa? celetuk Rory.
" Hahahaha, sini hadiahnya aunty gendong saja ya, nanti kita jalan-jalan di taman samping rumah", ucap Mercy.
__ADS_1