
Tepat jam 12 siang mereka sudah sampai di rumah pak Jumono yang di kampung, mereka di sambut oleh adik kandung istrinya dan anak- anak kandung pak Jumono, istrinya pak Jumono sendiri sedang berada di rumah kakaknya yang lumpuh.
* Tuan, penyakit kakak istrinya Pak Jumono, harus di obati dengan Pill Surgawi dan bantu dengan Akupuntur, sekalian obati istrinya juga yang mengidap penyakit Diabetes, tapi kalau istrinya, cukup dengan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, serta pelengkap biasa", ucap Rose.
" Terimakasih informasinya, jawab Ranti.
* Tuan, Sisa Pill Semesta, berikan saja kepada seluruh saudara Tuan, dan kedua orangtua Tuan, agar mereka bisa lebih kuat dan lebih peka terhadap orang lain, apalagi dalam hal negatif, kecuali nona Salma dan Tuan Armando, tunggu hingga mereka 17 tahun, simpan saja Pill itu untuk mereka berdua.
Untuk tuan Robin dan Nona Aisyah, berikan juga Pill Semesta, untuk Nona Tiara dan Nona Sonia berikan saja Pill Surgawi", lanjut Rose.
" Ada maksud apa ini Rose? tanya Ranti.
* Rose hanya ingin, mereka bisa mandiri dan kelak kapan-kapan ada bahaya di dunia ini, mereka semua bisa masuk ke Ruang Dimensi Tuan.
* Rose sedang membuat tempat khusus untuk seluruh orang yang Tuan sayangi tinggal saat darurat", Jawab Rose singkat.
" Darurat, apa dunia ini akan kiamat? lanjut Ranti.
* Hahahaha, tidaklah Tuan, hanya saja suasana dunia Tuan semakin hari semakin tidak menentu, Rose tidak ingin salah satu dari orang dekat Tuan kena dampak dari suasana dunia Tuan, dan lebih berbahaya lagi jika Tuan melepaskan seluruh kemarahan Tuan gara-gara itu", ucap Rose.
" Oh baiklah, aku juga takut kalau sampai aku tidak bisa mengontrol emosiku", ucap Ranti.
* Sekarang saja, Tuan hanya perlu menjentikkan jari, pasti lawan Tuan akan langsung mati, tapi Rose bersyukur hingga saat ini Tuan masih mampu meredam emosi", ucap Rose.
" Kekuatan yang ku miliki hanya untuk jaga-jaga saja, kecuali para pemilik sistem seperti Pax Mundo macam-macam, baru aku keluarkan kekuatanku", ucap Ranti.
* Suatu saat Tuan akan bertemu dengan mereka, dan pasti pertempuran akan terjadi", ucap Rose.
" Aku tidak takut, selama demi kebaikan manusia, saya siap bertarung dengan mereka", ucap Ranti.
* Terimakasih Tuan, saat Tuan sudah berada di tahap Supreme, maka mereka tidak bisa mengalahkan Tuan", ucap Rose.
" Tapi masih lama aku bisa mencapainya", ucap Ranti.
* Sabar saja, dengan membangun Panti Asuhan di seluruh Indonesia, maka langkah awal menuju Supreme sudah makin terbuka, jika misi itu sudah selesai, maka Tuan tinggal mengerjakan 3 misi utama lagi dan Tuan akan mencapai Supreme", ucap Rose.
" Apa saja misi itu Rose? tanya Ranti.
* Misi itu masih rahasia, dan nanti akan di beritahukan satu persatu, artinya setelah satu misi selesai, baru akan di beritahukan misi selanjutnya, dan itu hak dari Absolute Supreme Divine", jawab Rose.
" Baiklah", terimakasih.
" Apa kabar Nona Muda, ucap anak sulung pak Jumono.
" Saya baik-baik saja, bagaimana kuliah kalian semuanya? tanya Ranti.
" Baik-baik saja dan akan kami selesaikan tepat waktu", ucap Julius yang seumuran dengan Darel.
" Kalau kamu Leonita, apa ada kendala di kampus, jawab jujur", tegas Ranti.
Leonita anak kedua Jumono, sering di ganggu oleh kakak seniornya, yang sangat tergila-gila padanya, hingga dia risih, sebenarnya dia juga menyukai laki-laki itu, tapi orangtua dari laki-laki itu tidak setuju karena latar belakang pak Jumono sebagai sopir.
" Seperti biasa Nona Muda, si posesif selalu mengejar - ngejar saya, tapi orangtuanya tidak suka sama aku, katanya orangtuaku tidak selevel dengan mereka", ucap Leonita.
" Apakah kamu menyesal punya ayah hanya sebagai sopir? tanya Ranti.
" Justru saya beruntung di lahirkan di keluarga saya ini, punya ayah dan bunda serta kakak dan adik yang selalu kompak, lagian suatu saat, pasti aku dapat pasangan yang menerima keluargaku apa adanya", jawab Leonita.
" Gitu dong, saya senang mendengarnya, tapi coba beri kesempatan pada laki-laki itu, kalau memang dia tulus, pasti dia akan memperjuangkan kamu", ucap Ranti.
" Sudah Nona Muda, tapi percuma, kelemahannya dia tidak bisa hidup susah, jadi aku juga sudah move on dan fokus kuliah saja, agar cepat selesai dan membantu Nona Muda di perusahaan, siapa tahu justru saya dapat jodoh disana", ucap Leonita dengan pasti.
" Hahahaha, kamu itu paling bisa membuatku senang, ya sudah ayo kita ke Paman kamu yang sakit, karena setelah itu aku mau ke rumah Zumrotin dan Zahrah, tapi mana Adikmu yang nakal itu", tanya Ranti.
" Si Dominikus biasa Nona Muda, dia pasti di rumah sahabatnya yang mengalami kebutaan, Dominikus sangat mencintai sahabatnya itu, dia berjanji akan menikahinya walau temannya itu tidak akan pernah sembuh", ucap Leonita.
" Tenang saja, asal wanita itu juga tulus mencintai Adikmu, hari ini juga akan ku obati, Kamu jemput mereka dan bawa kerumah Paman kamu sekarang, saya dan ayahmu duluan kesana.
" Julius kamu bawa paman dan Bibimu yang dirumah ini, serta sepupumu kerumah Paman mu yang lumpuh, pakai mobil Alphard itu saja, biar Ayahmu ikut saya.
" Kalian berdua, Zumrotin dan Zahrah, pulanglah kerumah kalian dan suruh keluargamu tunggu saya di rumah kalian", ucap Ranti.
" Maaf Nona Muda, saat rumah saya lagi di bangun ulang, jadi ibu dan kedua adikku numpang di rumah di Zahrah", ucap Zumrotin.
" Kenapa kamu tidak bicara dengan saya jika sedang bangun Rumah", ucap Ranti.
" Itu baru di laksanakan mulai 3 hari lalu, saya juga baru kasih tahu kemarin Nona Muda, maafkan saya", ucap Zumrotin.
" Ya sudah kalau memang begitu kejadiannya, lain kali kalau ada apa-apa langsung bicarakan dengan saya", ucap Ranti.
__ADS_1
" Baik Nona, ternyata uang yang saya kirim dari nona Muda, mereka gunakan untuk membangun rumah, katanya biar lebih besar, agar suatu saat keluarga besar Nona Muda datang, rumah kami cukup menampung nya", ucap Zumrotin.
" Ya sudah, kalian pulanglah duluan, nanti saya kesana, apa mau pinjam mobilnya Julius, ucap Ranti.
" Rumah kami dekat dari sini Nona Muda, jalan kaki juga tidak apa-apa", ucap Zahra.
" Dek pakai mobil Kakak saja, ucap Julius sambil memberikan kunci mobil Suzuki Jimny miliknya.
" Terimakasih Kak Lius, Ucap Zumrotin.
" Kita ini sepupu tidak ada kata terimakasih, apalagi aku kakak kalian", ucap Julius sambil menoel pipi Zumrotin.
" Kakak memang terbaik buat kami, sudah ganteng pintar juga sayang sama kamu adik-adikmu", ucap Zumrotin yang tiba-tiba memeluk Julius.
" Kamu itu sudah besar, masih saja kayak gitu sama kakak, nanti kakak kalian ini gak laku, karena nanti para gadis akan cemburu dengan kecantikan kalian", ucap Julius.
" Sudah sana berangkat", ucap Ranti.
Julius dan Leonita mengerjakan perintah Ranti, sedangkan Zahra merampas kunci dari tangan Zumrotin, kemudian menyalakan mesin mobil Julius.
" Kak Zum, ternyata mobil ini juga keren", ucap Zahra.
" Ia, tapi Kitakan nanti di belikan mobil sama Nona Muda untuk kuliah", ucap Zumrotin.
15 menit kemudian, Ranti dan pak Jumono, tiba dirumah peninggalan mertua pak Jumono yang di tempati kakak iparnya yang lumpuh.
" Astaga, Mas dan Nona Muda datang kok gak bilang-bilang", ucap istrinya Pak Jumono.
" Dadakan Bu, tadi mas di ajak Nona Muda kesini, rencananya mau berkunjung ke rumah Zumrotin dan Zahrah, tapi kata Nona Muda, mau lihat kakak ipar dulu, ucap Pak Jumono.
" Ya seperti inilah kakak dan kakak ipar saya Nona Muda", ucap Istrinya pak Jumono.
" Namanya juga sakit, kita gak bisa menolaknya, yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha yang terbaik, agar bisa sembuh.
" Bapak dan ibu, jangan bersedih, hari ini saya pastikan bapak dan ibu sehat, dan ketiga anak kalian juga bisa lebih sehat, tolong panggil mereka", ucap Ranti.
" Julius tolong panggil kedua kakakmu,mereka ada di kamarnya, kalau adikmu dia masih di tempat kerja, nanti pulang jam 4 sore", ucap kakak ipar istrinya pak Jumono.
" Maaf anak ibu kerja apa", tanya Ranti.
" Dia kerja di kelurahan, dia dipekerjakan untuk membantu Tim dari Bank BP3N, untuk membuat laporan perkembangan kelompok petani Tambak disini, lumayan Nona Muda buat dia tabung, katanya dia mau kuliah nanti tahun depan, jadi tahun ini dia mau menabung dulu", ucap kakak ipar istrinya pak Jumono.
" Baik Nona Muda, maaf saya pinjam mobil Nona Muda", ucap Pak Jumono.
" Ia bawa saja, tapi tolong belikan saya, kerupuk udang dan sate Kerang. Beli juga buat semuanya, biar kita bisa makan bersama", perintah Ranti.
Setelah Jumono pergi Ranti segera menjelaskan proses penyembuhannya, mereka hanya pasrah, dan langsung setuju.
Istri Pak Jumono membantu keluarga itu dengan sangat baik, dia sangat percaya dengan majikan suaminya, karena mereka juga sudah merasakan bagiamana hebatnya Pill yang yang akan Ranti berikan.
Tanpa menunggu lama-lama, terdengar teriakan-teriakan dari kakak kandung istrinya Pak Jumono dan beserta istri dan kedua anaknya.
Terdengar juga tulang berbunyi sangat memilukan hati, terlihat penderitaannya baru masuk ke tahap paling menyakitkan.
Sementara istri dan kedua anaknya sudah selesai menjerit-jerit, adik kandung istrinya pak Jumono, sedang berada pada puncak kesakitan, Pill Surgawi menghancurkan struktur tulang yang sudah rusak, dan menggantikan dengan struktur tulang yang baru.
* Selesai ini, berikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Otak, manfaatnya adalah untuk mempercepat kinerja jaringan saraf ke tulang yang baru", waktunya masih sekitar 10 menit, tapi saat menelan Pill itu, dia tidak lagi merasakan kesakitan berlebih, hanya saja seluruh tubuhnya seperti di gigit semut", ucap Rose.
" Baiklah", Jawab Ranti.
" Bu Jumono bantu istri dan kedua anaknya untuk mandi, ibu masih ingat caranya kan? ucap Ranti.
" Masih Nona Muda, jadi biar ibu yang bantu mereka, terimakasih Nona Muda", ucap istrinya Jumono.
Tak lama kemudian, istri dan kedua anaknya kakak kandung istrinya Jumono sadar, dan langsung di berikan air bercampur air surgawi. mereka meneteskan airmata melihat ayahnya yang sedang kesakitan, begitu juga sang istri.
" Ayo kalian semua berendam dan mandi, biar saya bantu, jangan mengganggu Nona Muda lagi mengobati ayah kalian", ucap Bu Jumono.
Selesai istri dan kedua anaknya mandi, baru sang Pensiunan Tentara itu selesai dari kesakitannya dan langsung pingsan.
" Siapkan baju ganti dan air hangat, sebentar lagi dia akan sadar, nanti Bu Jumono bantu juga ya", perintah Ranti.
" Dengan senang hati, dia kakak laki-laki saya, ucap Bu Jumono.
Tak lama berselang, akhirnya sang Pensiunan Tentara sadar dan minta Air, Bu Jumono segera memberikan air bercampur air surgawi.
" Berdirilah dan berjalanlah ke kamar mandi, biarkan adikmu membantumu", ucap Ranti.
" Ayo kalian berdua ikut saya, biar ibu dan bibi kalian yang membantu ayahmu", ucap Ranti.
__ADS_1
" Seketika mereka berteriak, saat melihat ayahnya bisa bisa berdiri tegak kembali, ayahku sudah sembuh ! pekik mereka dan bersujud ke kaki Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kami siap melayani anda seumur hidup", ucap kedua anaknya.
" Tidak perlu, berdirilah dan mari kita bicara di luar", ucap Ranti.
Tiba di luar kamar, ternyata Julius dan Leonita sudah datang, bersama dengan wanita sahabatnya Dominikus yang bernama Susanti.
" Maaf Nona Muda, saya tidak tahu jika anda akan datang ke kampung kami", ucap Dominikus dengan penuh rasa hormat.
" Aku sebenarnya datang untuk bertemu dengan keluarganya Zumrotin dan Zahrah, tapi saya juga tidak bisa berdiam diri jika keluarga kalian ada yang kena masalah, ohw dan apakah ini gadis yang telah membuat kamu bahagia? tanya Ranti.
" Dia sahabat saya dari kecil dan saya pernah berjanji kepadanya jika suatu saat dia akan menjadi pasangan saya seumur hidup, dia mengalami kebutaan karena katarak dari 2 tahun lalu, tapi aku tetap menyayanginya", ucap Dominikus.
" Siapa nama kamu? tanya Ranti ke gadis itu.
" Nama saya, Susanti Suteja, mohon maaf Nona Muda, apakah saya pantas di cintai oleh Dominikus? tanya gadis itu.
" Apakah kamu mencintainya dengan tulus", kembali Ranti bertanya.
" Saya mencintainya dari kecil, tapi saya sadar, saya akan menjadi bebannya dengan keadaan saya ini, aku ikhlas jika dia mendapatkan gadis yang jauh lebih sempurna dari saya", jawab Susanti Suteja.
" Seandainya hari ini kamu bisa sembuh, apa kamu masih rela jika Dominikus meninggalkan kamu? tanya Ranti lagi.
" Cinta tak harus memiliki, jika dia memang meninggalkan saya, saya hanya bisa berdoa agar dia bisa bahagia dengan yang lain", ucap Susanti tegar.
" Julius , Leonita, apakah kalian menerima Susanti walau keadaannya seperti ini", tanya Ranti.
" Hati adik Susanti sangat lembut, itu lebih sempurna dari pada fisik, kami sekeluarga sangat senang jika Susanti menjadi bagian keluarga kami, makanya kami tidak pernah melarang Dominikus setiap hari Jumat malam datang kesini untuk menjenguk Susanti", ucap Julius.
" Ayah dan bunda membangun rumah disini bertujuan agar Dominikus bisa tinggal disini bersama Susanti, biar Susanti juga tidak jauh-jauh dari orangtuanya", sambung Leonita.
" Dominikus, apa yang akan kamu lakukan jika Susanti hari ini bisa melihat", tanya Ranti.
" Tentunya aku akan langsung melamarnya, agar kami bisa tunangan saja dulu, selesai aku kuliah, aku akan segera menikahinya, dan saat ini juga saya akan daftarkan dia untuk ambil paket C, setara SMA, agar dia bisa kuliah, sesuai cita-citanya yang ingin menjadi seorang Guru", ucap Dominikus.
" Apa benar itu Susanti", tanya Ranti.
" Ia Nona Muda, dulu sebelum buta, saya selalu membantu anak-anak belajar, dan saya sangat gembira dan puas", ucap Susanti.
" Ya sudah, nanti kamu kuliah sambil membantu mengajar di sekolah milik saya, kamu tinggal pilih mau yang di Surabaya atau disini", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, tapi apakah saya bisa melihat lagi", ucap Susanti.
" Bisa, apalagi hanya katarak, jadi hanya perlu usaha sedikit saja,", ucap Ranti.
* Tuan, gadis itu beruntung bisa bertemu Tuan, karena jika 3 bulan lagi tidak di tangani pasti akan merusak seluruh matanya, dan jika tuan memang mau mengobatinya juga akan kesulitan, saat ini, cukup dengan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, namun sebelum dan sesudah proses Regenerasi, Teteskan Embun Pohon Kehidupan, mereka pasangan yang saling mencintai", ucap Rose.
" Baiklah, terimakasih atas arahannya", ucap Ranti.
" Sama-sama Tuan", jawab Rose.
Dari arah kamar keluarlah, sang Pensiunan Tentara, dengan langkah tegak dia berjalan kearah Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ucapnya sambil mau berlutut, tapi di cegah oleh Ranti.
" Cukup berterimakasih saja, tolong jangan berlutut kepada saya", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, saya siap membantu Nona Muda apapun perintahnya", ujar Marwoto, kakak kandung Bu Jumono.
" Saya punya Sekolah di daerah sini, namanya Sekolah Bintang Timur, saya ingin bapak menjadi Kepala Keamanan disekolah saya, apakah bapak bersedia", tanya Ranti.
" Saya bersedia, saya justru bersyukur bisa memiliki pekerjaan yang tak jauh dari rumah saya, saya juga bersedia melatih Security di sana", ucap Marwoto semangat.
" Baguslah, ini kartu nama saya, besok datang kesana, dan tunjukkan kartu Nama ini kepada kepala sekolah dan suruh dia menghubungi Ketua Yayasan", Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, terimakasih banyak", ucap Marwoto lagi.
" Berterimakasih juga kepada adik iparmu Jumono, dia yang memberitahukan kondisi kamu kepada saya, sekarang bahagiakan istrimu", ujar Ranti.
Sudah pasti itu Nona Muda, dia adalah istri terbaik yang dengan setia merawat saya", ucap Marwoto.
" Ya sudah, tetap ingat pola makan dan lain kali lebih hati-hati dalam bergaul, jujur saja, penyakitmu ini disebabkan oleh racun yang taruh di minuman kamu", ucap Ranti.
" Terimakasih arahannya", saya tidak lagi akan keluyuran sembarangan", jawab Marwoto.
" Sekarang waktu keluarga adiknya Bu Jumono, silahkan ikut saya ke kamar, percayalah penyakit kulit Putri kalian akan sembuh dan akan menjadi gadis yang cantik, begitu juga dengan kalian, kulit kalian akan menjadi halus dan tidak bersisik lagi, Tapi seluruh pakaian kalian dirumah harus Segera di musnahkan, tapi tenang saja, Tim saya saat ini sedang menuju ke rumah kalian dsn membersihkannya, nanti juga kalian selesai pengobatan, saya akan belikan kalian pakaian baru", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda ", jawab mereka serentak.
__ADS_1