
Berita kehancuran Perusahaan Keuangan Terbesar di Asean, menjadi berita hangat di seluruh Asia, secar khusus negara - negara yang berkedudukan kantor cabangnya, termasuk Indonesia.
Ranti yang membaca pesan dari Aplikasi Mata Dewa, membuat suasana hatinya makin bahagia.
" Ranti mengirim Pesan ke Pak Jusuf Maulana, agar memperhatikan perkembangan para nasabah dari perusahaan tersebut, dan Ranti berencana akan menambah kucuran modal ke IDB, juga buat rencana untuk membuka cabang di Singapore.
Pak Jusuf Maulana yang mendapatkan perintah dari Ranti segera membentuk Tim untuk memantau perkembangan dan menjajaki pembukaan cabang di Singapura, bahkan pak Jusuf berencana akan langsung terbang ke Singapura.
Di saat yang sama,saat ini Ranti bersama keluarganya telah berada di Hotel tempat dia dan rombongannya akan menginap.
Adriansyah dan Monicha terlihat sangat bahagia, bisa bertemu dengan Helen dan Lily.
" Helen bagaimana dengan Perusahaan almarhum suami kamu, tanya Adriansyah.
" Tetap berjalan dengan baik, hanya saja sudah tidak sebesar seperti dulu", Jawab Helen.
" Tidak apa-apa, asal masih ada buat kamu dan Lily untuk melanjutkan hidup, apalagi kamu juga sudah punya cucu, Ucap Adriansyah.
" Tapi saya dan Lily, setelah Celine tamat SMA disini, kami akan kembali ke Indonesia, biar bagaimanapun Lily masih warga Indonesia, ucap Helen.
" Aku akan siapkan semuanya jika kalian memang mau kembali ke Indonesia, lanjut kata Adriansyah.
" Terimakasih, Ranti juga berkata demikian, apalagi Celine sudah di angkat jadi keponakannya, menambah gairah saya untuk kembali ke negara suamiku, ucap Helen dengan mata berkaca-kaca.
" Ikhlaskan saja, Kusuma sudah tenang disana, masih ada kami keluarga kalian, jadi jangan bersedih lagi, sambung Monicha.
kembali ke Ranti.
Di saat orangtuanya lagi ngobrol dengan Helen dan Lily, dia juga terlihat asyik bersama dengan seluruh sahabatnya, Yun Li dan lima orang kakak beradik.
Celine, terlihat asyik berbicara dengan Salma, perlu di ingat semua saudara Ranti, bisa dan mahir bahasa asing, itu karena Ranti sudah mentransfer akiknya.
Ruangan khusu itu terlihat menjadi sangat ramai, apalagi makanan dengan berbagai menu.
* Tuan, Saham Perusahaan Keuangan itu ada rencana mau di jual, apakah tuan tertarik, tanya Rose
" Berapa harganya ?" tanya Ranti.
* Beberapa pemegang saham Utama dengan jumlah Porsi saham sekitar 45% , mereka mau melepas dengan 75 Milyar Dolar US", jawab Rose.
" Selesaikan masalah mereka dulu, baru kita akuisisi, atau jika Perusahaan itu mau menjual keseluruhan Sahamnya dan asetnya, aku siap membelinya, jawab Ranti
* Baiklah, dana yang harus kita siapkan sekitar 400 milyar US, jawab Rose.
" Oke, tolong siapkan saja Tim dari Rose, ujar Ranti.
* Baik Tuan, mereka butuh dana cepat untuk menghadapi gugatan", jawab Rose.
" Oke Rose, terimakasih ", jawab Ranti.
" Nona Muda, apa masih tertarik dengan judi batu?", tanya Ding Fan
" Kalau masih ramai, aku masih ingin bermain", balas Ranti.
" Besok kebetulan adalah festival Judi Batu, biasanya stok batu disana sangat banyak, lajut Ding Fan.
" Oke Besok kalian temani saya kesana, ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, ujar Ding Fan.
setelah membuat kesepakatan bersama dengan Ding Fan, Ranti langsung meminta ijin kepada orangtuanya.
" Dady, Mommy, besok aku ada acara di Festival Judi Batu, jadi aku ingin kesana bersama dengan teman-temanku, Ucap Ranti.
Terlihat Adriansyah dan Monicha, agak tidak setuju jika Ranti, ikut berjudi batu.
" Adrian, biarkan saja Ranti ikut, dulu pernah menang disana ratusan milyar Yuan, aku yakin dia pasti menang, ujar Helen dan anggukin oleh Lily.
" Tapi nanti disana terjadi masalah, sambung Monicha.
" Teman-teman Ranti berlima itu, sangat berpengalaman dan juga disana Ranti memiliki orang berpengaruh, walau saat ini dia lagi di Amerika Serikat, asal sebut namanya saja maka seluruh kawasan perjudian batu, akan tunduk padanya", Jawab Helen.
" Paman Adrian dan bibi Monicha, besok aku dan mama akan menemani kalian semua jalan-jalan, aku sudah menyewa tour Guide, mereka warga keturunan yang bersekolah disini, jadi tenang saja", ujar Lily.
" Baiklah, ucap Adriansyah dan Monicha serentak ".
" Salma, besok kakak tidak bisa ikut jalan-jalan, tapi lusa sudah bisa, ucap Ranti ke Salma.
" Ia gak apa-apa, asal hanya besok saja, ucap Salma yang agak kecewa.
__ADS_1
" Kakak janji hanya besok saja, ujar Ranti meyakinkan.
" Malam ini, Salma malam ini tidur dengan kakak ya, pinta Salma.
" Selama disini juga gak apa-apa, Salma tidur dengan kakak, ucap Ranti.
" Terimakasih Kak, ujar Salma.
" Adik Salma ternyata masih manja juga ya, ledek Celine.
" Hehehehe, aku manja hanya sama, Kakak - kakakku saja, ujar Salma.
" Hahahaha, Celine juga mau manja sama bibi Ranti juga, ujar Celine sambil tertawa",
Mendengar obrolan mereka bertiga, sontak membuat ruangan tertutup itu menjadi berisik karena ketawa.
" Ya sudah sini sayang sama Bibi, kalian memang permata ku yang berharga, ujar Ranti sambil memeluk kedua orang itu.
" Bibi, Kelima Paman Celine itu juga sangat baik dengan Celine, kalau Celine lagi ke Toko Bibi Yun Li, mereka pasti memberikan aku kue sangat banyak, ucap Celine.
" Nak Celine, kami semua Pamanmu, sangat sayang sama kamu, jadi buat apa Paman - pamanmu ini banyak uang tapi pelit sama keponakan, Ujar Xiao Lang.
" Apa kalau Celine ingin beli mobil, apakah Paman akan memberikannya, tanya Celine.
" Kami berlima akan membelikannya untuk mu, biar sekalian Celine memilik 5 mobil, ujar mereka serentak.
" Hahahaha banyak sekali, ucap Celine bahagia.
" Apa Celine mau mobilnya paman beli sekarang, tanya g Yuan Zhao.
" Tidak usah Paman, mendengar paman sekalian mau belikan aku mobil, Celine sudah sangat bahagia", Ujar Celine.
" Celine harus bahagia, kami Paman mu, tidak mau melihat keponakan tersayang kami sedih, ujar Xiao Lang.
" Terimakasih Paman, ujar Celine.
Tak terasa dan karena keasikan ngobrol ternyata waktu sudah sangat larut.
Mereka semua akhirnya tidak ada yang pulang rumah, mereka nginap di hotel.
Ranti menggandeng Salma kembali ke kamar, dan langsung cuci muka dan sikat gigi.
" Kak, Salma boleh gak minta sesuatu untuk Mora, tanya Salma.
" Motor ayahnya Mora di ambil lagi oleh Dealer karena tidak sanggup bayar cicilannya", jadi waktu ujian naik kelas, 2 x Mora terlambat, begitu juga dengan ayahnya, Salma mendengar sendiri ayahnya di omelin dan dihukum, oleh Komandan Security di sekolah.
" Oh gitu, baiklah, besok kakak telepon, Rendi agar membelikan motor Matic Yamaha Nmax, buat ayah Mora, juga kakak suruh berikan uang 50 juta buat buat mereka ajak Mora liburan", ujar Ranti.
" Terimakasih kak, maafkan Salma kalau ngerepotin kakak", ucap Salma.
" Tidak usah minta maaf sayang, Mora itu sahabat kamu, jadi sudah sepantasnya, kamu membantunya", ucap Ranti sambil memeluk Salma.
" Salma bahagia punya kakak yang sangat baik hati, dan sayang sama Salma, ujar Salma membalas memeluk Ranti.
" Sudah, sekarang Bobo dulu, besok kalian mau jalan-jalan, ucap Ranti sambil membelai rambut Salma.
" Selamat tidur kakakku sayang, cup... cup, ucap Salma sambil mencium pipi Ranti.
Sebelum tidur Ranti mengirim pesan ke Rendi agar membelikan motor buat ayahnya Mora.
Tanpa menunggu balasan dari Rendi, Ranti langsung terlelap tidur sambil memeluk Salma.
Keesokan paginya mereka semua sudah berkumpul untuk melaksanakan sarapan pagi sambil menunggu guide untuk jalan-jalan.
Tepat jam 9 pagi rombongan Ranti sudah berada di bus untuk berangkat.
Ranti sudah memberikan mereka masing-masing ATM Bank of China, dengan saldo masing-masing 500 juta Yuan, kecuali ke dua orang tuanya yang masing-masing 1 milyar Yuan.
Sedangkan, Helen, Lily dan Celine Ranti juga sudah mentransfer masing-masing 500 juta Yuan.
Setelah semua keluarganya berangkat, Ranti menelpon Rendi untuk mengingatkan pesanan Salma.
" Baik Nona, Boni sudah sudah ku wakilkan untuk mengurusnya dan sudah ku titipkan cek senilai 50 juta untuk keluarga temannya Nona Muda Salma", jawab Rendi.
" Terimakasih, dan Bagiamana dengan pabrik sabunnya" ? tanya Ranti.
" Tinggal tunggu Nona Muda pulang, kita akan Grand Launching, dan untuk sementara, yang menghandlenya masih saya, jawab Rendi.
" Tolong, setelah launching, suruh Boni menjadi wakil Direktur Disana, bagaimana menurutmu"? tanya Ranti.
__ADS_1
" Tidak masalah, dia orangnya pintar, dan juga sangat sangat disiplin, tidak ada salahnya beri dia kesempatan, Ujar Rendi.
" Baiklah kalau kamu juga setuju, saya percaya dengan kamu Rendi", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, Jujur saja, Boni memang pantas di berikan kesempatan, dia pekerja keras dan juga rendah hati, pola hidup sederhana memang prinsipnya, tapi dia juga sangat tegas dengan aturan, jadi saya yakin Boni pasti bisa dan mampu menjalankan pabrik kita", jawab Rendi.
" Ya sudah, aku tutup dulu telponnya, dalam buat kak Bella, ucap Ranti.
Tak terasa sudah jam lewat, terlihat kelima bersaudara teman Ranti itu, sudah menunggunya di loby hotel.
Tanpa membuang waktu lagi, mereka berenam langsung berangkat menuju ke lokasi perjudian batu.
" Jadi sekarang, kalian sudah memiliki Perusahaan bersama" ? tanya Ranti.
" Sudah Nona, dan ketuanya adalah Ding Fan, sekarang kami sudah membeli 6 hotel, dan saat ini kami sedang membangun 1 kompleks rumah murah murah di pinggiran kota Beijing, dengan luas lahan 40 hektar, jawab Ding Fan.
" Tidak salah aku memilih dan membantu kalian, jujur saja aku bangga dengan pencapaian kalian semuanya", ujar Ranti.
" Kami menjalankan amanah dari Nona Muda, serta kami juga menerapkan konsep hidup seperti yang Nona Muda ajarkan, dan ternyata terbukti berhasil", ujar Ding Fan.
" Hahahaha, kalian memang pantas pantas menerima kebaikanku, dan pantas menjadi menjadi saudaraku, tapi ingat baik-baik, setiap ada waktu tolong kalian datang ke Indonesia", Ujar Ranti.
" Kami berencana Desember tahun ini, mau ke Indonesia, kami juga di ajak bibi Helen dan kak Lily, ujar mereka.
" Baiklah, aku tunggu nanti kedatangan kalian, jawab Ranti.
Tak terasa mereka sudah tiba di lokasi perjudian batu, mereka memarkir mobil di depan Toko Tan Kian.
" Selamat datang Tuan-tuan dan Nona, maaf bos besar lagi di Amerika Serikat, ujar Manajer Toko yang memang sudah mengenal ke lima bersaudara itu.
" Tidak apa-apa, dan kenalkan ini Nona Muda Ranti, temannya Paman Tan Kian juga, ujar Xiao Lang.
" Salam kenal Nona Muda, nama saya Cao Cao, ujar Manajer itu.
" Salam kenal juga, jawab Ranti singkat.
Selesai berbasa-basi dengan Manajer toko Tan Kian, mereka berenam beranjak dari situ dan mulai berkeliling.
Nampak belum terlalu ramai, Ranti mengedarkan Mata Semesta nya, dan segera memindainya.
Ranti terkejut melihat begitu banyak batu berharga yang ada saat ini.
Dengan menggabungkan kacamata Quantum, tertera di layar berapa jumlah batu yang ada dan juga lokasi batu-batu itu berada di toko yang mana saja.
" Kak Xiao Lang, karena saya hanya punya waktu sehari ini saja, tolong cari tempat yang bagus untuk pemotongan dan tentunya cari orang untuk membawa gerobak", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, ujar mereka".
Yuan Zhao, Xiao Tian dan Ding Tian langsung bergegas mencari tukang gerobak, selanjutnya mereka juga mendatangi tempat yang khusus untuk pemotongan batu.
" Hei bukannya mereka itu 3 bersaudara mantan tukang gerobak dulu", ucap seorang tukang gerobak.
" Kamu benar, tapi kini mereka sudah sangat kaya, kamu jangan mengganggu mereka atau Pak Tua Tan Kian akan mengusir kamu dari sini, ucap seorang tukang gerobak lainnya.
" Saya tidak akan mengganggu mereka, tapi kok mereka berjalan ke arah sini, tanya Tukang gerobak pertama.
" Halo kak Acun, Nona Muda kami butuh Tukang Gerobak 5 orang, ucap Xiao Tian.
" Xiao Tian, cara pembayarannya Bagaimana, Tanya Acun.
" Tenang saja, seharian kamu bayar 10 ribu Yuan, dan harap kalian kerja bagus-bagus, Nona Muda kami sangat baik hatinya, hanya saja jangan buat dia tersinggung, semakin dia senang pasti jika dia menang kalian akan dapat bonus, bagiamana? tanya Xiao Tian.
" Yang benar Xiao Tian, bos kamu mau bayar 10 ribu Yuan, buat kami berlima, tanya Acun.
" Kenapa apa tarifnya sudah naik sekarang, tanya Xiao Tian
" Bukan begitu, tapi 2 ribu Yuan itu sudah termasuk harga yang tinggi, apalagi jika menang dapat bonus, ucap Acun.
" Nona Muda akan membayar kalian berlima, 10 Ribu per orang, buka, 10 ribu di bagi berlima, lanjut Xiao Tian memperjelas soal upah.
" Waduh, 2 ribu saja sudah harga bagus apalagi 10 ribu, ujar Acun.
" Kalian tenang saja, untuk makan siang nanti di tanggung oleh Nona Muda kami, kami juga akan memberikan kalian bonus pribadi dari kami, asal kalian mau melayani Nona Muda kami dengan baik, ujar Yuan Zhao.
" Baiklah, kami janji tidak akan mengecewakan kalian, dan tolong ucapkan yang baik-baik sama paman kalian Pak Tua Tan Kian, ujar Acun.
" Tenanglah, jika hari ini kalian membuktikan mampu bekerja dengan baik, kami akan meminta Paman untuk merekomendasikan kalian ke teman-temannya, asal kalian tau, Nona Muda kami adalah teman baik dari keluarga Paman Tan Kian.
" Terimakasih informasinya, ucap Acun.
__ADS_1
" Mari kita berangkat, kita pasti sudah di tunggu, ucap Ding Tian.
Dengan langkah cepat mereka berdelapan menuju toko Pertama yang di kunjungi Ranti.