SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kembali ke Indonesia dengan Gulfstream G 700 Private Jet


__ADS_3

Kemeriahan Pesta malam Tahun Baru, membuat suasana mereka semua bahagia, setelah pesta kembang api selesai, mereka kembali ke restoran untuk sekedar minum-minuman hangat.


Tanpa Terasa waktu liburan di New York telah berakhir, kini mereka semua sudah bersiap untuk berangkat ke Bandara.


* Tuan anda belum check in Minggu ini, ucap Rose


" Oke Rose CHECK IN "


Selamat Tuan anda mendapatkan hadiah mendapatkan Kitab Segel dan Formasi Array tingkat Kuno.


[ Kitab segel dan Formasi Array, adalah kitab yang mampu menyegel benda- benda atau tempat yang di anggap berbahaya dengan membuat Formasi Array. Formasi Array, memiliki beberapa bentuk, yaitu pertahanan dan keamanan serta kekuatan, kitabnya sudah berada di Ruang Dimensi.


" Terimakasih Rose, laku bagaimana dengan sistem Kekuatan milik Pax Mundo? tanya Ranti


* Untuk sementara, biarlah dalam botol segel air surgawi, setelah Sistem Kekuatan mendapatkan orang yang dianggap mampu maka kedua barang itu akan berpindah ke tubuh yang di pilih oleh Sistem Kekuatan itu sendiri, jawab Rose


" Baiklah, tolong Carikan lokasi yang pantas untuk meletakkan Ruang Dimensi yang akan ku beli, untuk menempatkan, Pax Mundo dan keluarga Pamanku, perintah Ranti.


* Baik Tuan, tapi menurut Rose ada baiknya kita menunggu sampai orang tua Tuan ketemu terlebih dahulu, balas Rose.


" Baiklah, terimakasih Rose"


* Sama-sama Tuan*


Ranti, telah selesai berkemas dan sudah menyelesaikan dokumen pengalihan kepemilikan Pabrik Pengolahan Baja dan Perusahaan Textile dari Pax Mundo buat Anaknya bersama Juliana Suherman.


Mereka kini sudah berada di lobby hotel, menunggu jemputan, Sabrina dan Santina telah di ijinkan untuk mengikuti Ranti selamanya, mereka berdua di berikan status 100 % Manusia tapi tidak menghilangkan ketrampilan mereka dan tubuh semi Abadi mereka, dan sistem telah mengikat mereka agar tidak akan pernah mengkhianati Ranti.


" Sabrina, Santina, bagaimana apa kalian senang bisa ikut denganku, tanya Ranti


" Kami sangat senang, walau kami hanya bisa kembali ke asal kami 100 tahun sekali, ucap mereka berdua.


" Apa kalian menyesal, tanya Ranti


" Tidak, di semesta ini ada banyak dari kami yang memilih tidak kembali ke asal kami sejak Ribuan tahun yang lalu, ucap Sabrina.


" Apakah kalian berdua bisa menerbangkan pesawat terbang, tanya Ranti.


" Kami semuanya bisa, Memasak, berbisnis, menyetir, membuat program komputer bahkan bisa meretas, kami di ciptakan sebagai pelayan bagi pemilik Sistem seperti anda Nona Muda, apapun Perintah anda harus kami ikuti, tidak ada bantahan atau penolakan, ucap Santina.


" Apakah kalian punya keluarga di tempat asal Kalian, tanya Ranti


" Tidak saya dan Sabrina awalnya punya keluarga, tapi kami berdua meninggal dan jiwa kami di pindahkan ke tubuh yang baru, dan itu terjadi sudah lebih dari 5 ribu tahun lalu, ujar Santina.


" Kalian ku anggap sebagai teman-temanku, bukan pelayan, kalian berdua nanti di Indonesia, untuk sementara bantu aku di Mega Proyek Kota Terpadu, sebagai pengawas mewakili saya, ucap Ranti


" Terimakasih Nona Muda, jawab Sabrina


" Apa kalian bisa menikah dan memiliki keturunan, tanya Ranti


" Hehehehe, kenapa Nona menanyakan hal itu, ucap mereka berdua


" Hanya ingin bertanya saja, kalau kalian keberatan menjawabnya, tidak usah di jawab, ucap Ranti.


" Pada dasarnya kami bisa menikah, bahkan bisa memiliki keturunan, sama seperti manusia yang lain, hanya saja kami telah terikat dengan hanya boleh menikah dengan 1 orang saja, dan orang itu harus benar-benar mencintai kami, kata Sabrina


" Semoga di semesta ini, kalian mendapatkan jodoh yang terbaik, ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, anda sangat perhatian dengan kami, ucap mereka berdua


" Karena kalian sahabatku, kalian lihat itu, si Tiara , dia bukan saudaraku, tapi dia satu-satunya sahabatku yang sudah ku anggap keluargaku sendiri, ucap Ranti


" Anda hebat Nona Muda, kami beruntung bisa menjadi pengikutmu, ucap mereka berdua.


" Ingat baik-baik, kalian bukan pengikut ku, tapi sahabatku, dan seorang sahabat harus setia dan selalu ada dalam situasi apapun, ucap Ranti menegaskan.


" Baik Nona Muda, ucap mereka berdua.

__ADS_1


" Jangan sebut Nona Muda, panggil nama saja, perintah Ranti


" Maaf Nona Muda, kalau untuk menyebut anda dengan sebutan nama saja, secara otomatis kami akan di hukum, kami hanya bisa memanggil anda Nona Muda atau Nona saja, selain itu tidak di perbolehkan oleh aturan, ucap mereka


" Ya sudah cukup Nona saja kalau begitu, perintah Ranti.


Mobil jemputan sudah tiba, dan segera mereka berangkat, namun ada hal yang membuat Tiara dan Robin bingung, mereka tidak melihat Ranti dan saudara- saudaranya membawa barang yang banyak, hanya sebuah koper dan ransel.


" Robin, aku kadang bingung Ranti dari awal datang hingga pulang tidak bawah barang yang banyak, ujar Tiara


" Mungkin barang-barangnya sudah ada yang mengaturnya, namanya juga sultan, jawab Robin yang agak masuk akal.


" Ia juga ya, ucap Tiara


Hanya butuh 30 menit mereka sudah sampai di Bandara Jhon F Kenedy. Ranti dan rombongannya di jemput oleh seorang petinggi Bank Global Intercontinental dan diarahkan ke ruang khusus penumpang VVIP.


" Kak, kenapa kita berada di ruangan ini, tanya Salma


" Ini ruangan khusus buat orang-orang yang akan menggunakan pesawat Pribadi sayang, jawab Ranti


" Pesawat Pribadi itu apa kak, sambung Armando


" Pesawat Pribadi itu, hanya bisa di pakai oleh pemilik pesawat atau orang yang menyewa pesawat itu, ucap Ranti sambil merangkul mereka berdua.


" Jadi kita pulang pakai pesawat pribadi, yang kakak sewa, lanjut Armando.


" Kalian semua dengar, untuk kepulangan kita ke Indonesia, kita akan menaiki pesawat Jet milik saya, ucap Ranti


Semua saudaranya, bahkan Robin, Tiara, Sonia dan Suster Diana, terkejut mendengarnya.


" Kakak beli pesawat terbang ? tanya Salma polos


" Ia sayang, kakak beli pesawat ini, agar kalau kita rindu kak Darel dan kak Sonia, kita bisa langsung ke Jakarta, apa Salma senang, punya pesawat terbang, tanya Ranti


" Pasti senang, tapi nanti parkirnya dimana, tanya Salma lagi


" Kak Armando, kakak jika sudah besar harus bisa menerbangkan pesawat terbang, ucap Salma ke Armando.


" Ia dek nanti kakak belajar jadi Pilot pesawat, biar kakak bawa adik keliling kemanapun adik mau, kata Armando.


" Terimakasih kak, Salma sangat sayang sama kak Armando cup.. cup, ucap Salma sambil mencium pipi Armando.


Setelah menunggu beberapa waktu, Petinggi dari Bank Global Intercontinental, memberitahukan bahwa pesawat sudah siap, Pilot dan pramugari sudah siap, ucap petinggi itu.


Segala proses sudah selesai, saatnya mereka menaiki pesawat, Mereka melihat pesawat itu begitu kagum melihat penampakan pesawat itu.


" Dek, berapa harganya, tanya Mercy tiba-tiba.


" Harganya sekitar 78 juta dollar, belum pajak di Indonesia, mungkin kalau di rupiahkan secara keseluruhan bisa mencapai 1, 3 Triliun, jawab Ranti.


" Belum biaya Pilot, pramugari dan maintenance, hingga biaya parkir pesawat, dan yang lainnya, ucap Ranti.


Mendengar penjelasan Ranti, mereka sadar, kalau memiliki pesawat tak segampang dan semurah memiliki mobil.


Begitu mereka masuk dan melihat interiornya, nampak begitu Mewah, Ranti sendiri kagum dengan interiornya.


Mereka disambut oleh 4 orang Pramugari, 1 orang Pilot dan 1 Co-pilot


Setelah melalui banyak prosedur, akhirnya, Gulfstream G 700, milik Ranti, bisa take off dari Bandara internasional Jhon F Kenedy New York City Ke Juanda Surabaya, Penerbangan dengan jarak tempuh sekitar 16.179 Km, akan Transit di Dubai dan Jogjakarta, tujuan akhir Bandara Juanda, Surabaya.


Untuk operasional pesawat Jet Pribadi milik Ranti, kedepannya yang menjadi Pilot adalah Sabrina dan Santina, Ranti dan Darel juga sudah berencana untuk melakukan uji terbang, walaupun secara skill mereka berdua, bahkan seluruh saudaranya Ranti sudah memiliki nya.


Setelah pesawat sudah pada posisi aman, mereka semua melepaskan sabuk pengaman, Salma tak berhenti memotret dan di upload ke Instagram nya, dengan caption " Pertama kali naik Pesawat Jet Pribadi", dengan tagar, Gulfstream G 700.


" Dasar Narsis, ucap Rindu ke Salma yang masih bergaya untuk di potret Armando.


" Sekali-kali sombong dikit, hahahaha, ucap Salma.

__ADS_1


Dewi juga mengambil gambar untuk dirinya dan Ketty, bahkan Suster Diana, ikut- ikutan berfoto selfi.


Darel dan Sonia, Tiara dan Robin, bahkan Yati juga, mereka semua menguploadnya di sosial media mereka, si kembar tak kalah heboh juga, intinya mereka berbahagia.


Ranti senang melihat orang-orang yang dia sayang berbahagia, dia sendiri hanya mengambil gambar tapi tidak menguploadnya di media sosial, Instagramnya saja tidak ada foto mukanya, sehingga banyak followers nya penasaran dengan Ranti.


" Rose bagaimana dengan sertifikat Pilot milik saya, apa sudah berlalu, tanya Ranti


* Sudah Tuan, seluruh sertifikat baik pesawat maupun helikopter sudah sudah aktif, dengan jam terbang 5000 jam terbang, itu adalah standar untuk menjadi Pilot, ucap Rose.


" Baiklah, tapi apa perlu saya konfirmasi ke pihak otoritas akan sertifikat saya, tanya Ranti


* Silahkan Tuan, juga untuk Sabrina dan Santina juga agar mereka bisa di ijinkan menjadi Pilot pribadi, sedangkan pramugari tuan bisa menyewa saat akan terbang nantinya.


" Terimakasih Rose "


Setelah berada 4 jam di udara, Salma sudah minta untuk tidur, dan maunya di temani Ranti, dan mau tidak mau Ranti menemaninya.


" Sudah besar masih manja, ucap Ranti


" Hehehehe, biarin saja toh sama kakak tersayang, ucap Salma sambil minta di gendong.


" Ya sudah kakak temani, apa sekarang sudah gak mau di temani Armando, tanya Ranti


" Bukan tidak mau, mumpung ada kakak, jadi biar dulu kak Armando bermain game, ucap Salma


Mereka berdua ke kamar, disana sudah ada Ketty yang telah tidur di samping Dewi, akhirnya mereka berempat tidur di ranjang yang sama.


Darel, Robin dan Armando, masih asik bermain game, sedangkan Tiara dan Sonia, beserta Yati nonton film, Suster Diana sudah tidur di kursinya.


Gulfstream G 700 masih di udara dengan penerbangan yang cukup jauh nonstop tujuan Bandara BXB Dubai.


Mereka semua di bangunkan oleh Pramugari untuk makan, setelah mengudara sekitar 7 jam.


Perjalanan yang memakan waktu 13 jam nonstop, tidak membuat Ranti dan rombongannya bosan, fasilitas super mewah disediakan di dalam pesawat, hingga akhirnya mereka tiba di Dubai Uni Emirat Arab.


Mereka akan melakukan transit selama 6 jam, dan tiba-tiba mereka minta ke Burj Khalifa, katanya walau hanya 1 jam disana tidak apa-apa, apalagi Mercy dan Friska yang memintanya, di tambah lagi dengan Salma yang ingin berfoto disana.


Karena mereka penumpang VVIP dan hanya transit, jadi tidak terlalu repot untuk imigrasi, apalagi Ranti sudah menghubungi orang terkaya nomor 1 Dunia versi Bank Global Intercontinental, yang termasuk Anggota kerajaan Disana.


Orang terkaya tersebut dengan ikhlas menyediakan fasilitas mobil mewah untuk mengantarkan Ranti dan rombongannya, walaupun dia saat ini masih berada Di London Inggris.


Hampir 2 jam berkeliling Burj Khalifa, mereka kembali ke Bandara, dan melanjutkan perjalanannya.


Dengan menempuh jarak 9.572 km, dan Waktu tempuh sekitar 10 jam nonstop, mereka menuju Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.


Mungkin jika menaiki pesawat komersil, mereka akan merasa bosan dan kelelahan, tapi karena mereka menaiki Pesawat Jet Pribadi, jadi semua itu bisa mereka tepis.


Setelah menempuh perjalanan panjang dari New York dan transit di Dubai akhirnya mereka tiba dengan selamat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, tepat pukul 9 malam waktu Indonesia Barat.


Sopir Renata dan Renita, sudah standby dengan Bus sewaan, untuk rombongan, mereka.


Tiba di rumah Renata dan Renita, mereka langsung istirahat, walaupun ada yang tidur di ruang TV, karena kamar tidak cukup.


Ranti sudah menganggarkan biaya operasional Pesawat nya mulai, Pilot dan Co Pilot, Pramugari, sewa parkiran atau hanggar, maintenance dan biaya jasa penggunaan Bandara, take off dan landing, semuanya di anggarkan sebesar 1 Triliun.


Operasional Pesawat Pribadi miliknya di masukkan ke dalam Perusahaan RPS GROUP COMPANY.


Pembangunan Bandara Pribadi juga sudah direncanakan dan akan di ajukan ke Kementerian Perhubungan, dan akan memenuhi persyaratan yang akan diminta oleh pemerintah.


Ranti akan menawarkan bandaranya khusus untuk Penerbangan pribadi, dan parkiran serta maintenance pesawat jet pribadi.


Proposal saat ini sedang dalam perencanaan, setelah lahan yang di maksud lolos uji kelayakan.


Rendi mengusulkan agar membangun kompleks Perkantoran, apartemen dan perumahan mewah di sekitar Bandara Pribadi, jika berhasil maka akan menjadi Kompleks terpadu dengan fasilitas super fantastis di Indonesia.


Dengan kekayaan Ranti saat ini, membangun sebuah Bandara dan fasilitas pendukung lainnya, tidak akan menghabiskan harta nya, jika proyek ini selesai dan berhasil, semuanya akan kembali.

__ADS_1


__ADS_2