SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Menolong keluarga korban penipuan


__ADS_3

Akhirnya keluarga itu mau duduk lagi, terlihat tatapan mata mereka tertuju pada makanan yang telah di hidangkan Ranti, dan tanpa rasa jijik Ranti ikut duduk dengan mereka.


" Ayo temani saya makan, tapi sebelum makan minum juicenya dulu, agar perut kalian tidak sakit, kita habiskan makanan ini, ayo", ajak Ranti.


Keempat orang itu terlihat sangat tenang dan kemudian mulai menikmati makanan bareng Ranti.


" Enak sekali Non, belum pernah kami makan senikmat ini, ucap anak gadis tertua itu.


" Besok-besok kalian tidak akan kelaparan lagi, percayalah sama saya, dan sore ini juga kalian pindah ke rumah baru, di kota kecamatan sebelah dan kalian bisa memulai hidup baru, ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, nama saya Yanuar dan ini istri saya Arsini, serta kedua Putri saya, yang besar Juni Yanuar dan adiknya Febiola Yanuar", ucap Pak Yanuar.


" Saya akan mengingat nama-nama kalian, ucap Ranti.


Selesai menikmati makanannya, Ranti menjelaskan semua rencananya, sontak keluarga itu terkejut, namun mereka bersikap tenang.


" Sebagai tahap tolong siapkan air untuk kalian mandi, ucap Ranti yang barusan kembali dari mobil mengambil 4 paper bag besar.


" Maaf Nona, kami bisa mandi di kolam belakang rumah, ucap Juni.


" Baguslah, sekarang mari kita ke kolam itu, ucap Ranti sambil membuat Array Ilusi, dan memblokir suara.


Saat mereka tiba di pinggir kolam, Ranti menjelaskan proses dan efeknya.


" Kami tidak akan malu dengan ayah kami, dan kami akan menahan segala rasa sakit, ucap Febiola.


" Baiklah, sekarang kalian buka baju kalian berempat, tinggalkan ****** ***** saja, dan berbaring, ini sudah saya bawakan tikar, dan telanlah Pill ini", Perintah Ranti sambil memberikan Pill Regenerasi Fisik.


Tanpa ada rasa malu kedua gadis itu beserta kedua orangtuanya sudah sudah telanjang dan berbaring dan menelan Pill pemberian Ranti.


Tak lama berselang, terdengar suara Teriakan dari mereka, dengan penuh harap mereka tetap bertahan


Ranti sendiri meneteskan beberapa tetes air Surgawi ke kolam kecil itu dan menggunakan Elemen Api, Ranti membuat kolam kecil itu menjadi hangat.


Akhirnya teriakan mereka berhenti dan tertidur, tubuh mereka sudah terbungkus cairan Hitam dan berbau sangat menyengat.


Mereka bangun Kemudian melihat sekujur tubuh mereka yang terbungkus cairan hitam dan juga sangat lengket.


" Berendamlah di kolam itu, ambil sisi yang sini agar airnya tidak kotor semua", perintah Ranti.


Dengan semangat mereka berempat masuk ke kolam dan berendam, 10 menit kemudian, Ranti memberikan mereka 4 gelas air putih bercampur serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, kembali tubuh mereka bergetar di dalam kolam, tapi sudah tidak sakit lagi, 10 Menit kemudian, Ranti menyuruh mereka berpindah dan mandi seperti biasa, Ranti memberikan sabun dari body Clean, serta handuk dan juga pakaian ganti, kemudian Ranti kembali ke dalam rumah.


" Ayah, ibu lihat, kami sudah sangat cantik, kulit kami sangat halus dan wangi", ucap Juni sambil mengeringkan badan dengan handuk.


" Kakak benar, lihat sekarang aku tambah tinggi, rambutku tebal lagi dan panjang, ucap Febiola.


" Bersyukurlah, mungkin takdir Tuhan mengirimkan Nona Ranti untuk menolong kita, maafkan ayah yang sudah membuat kalian menderita", ucap Yanuar.


" Tidak ada yang salah, semua karena ulah pak Kades itu, ucap Juni yang tak sadar masih belum berpakaian.


" Pakai dulu pakaian kalian, apa gak malu sama ayah kalian ucap Arsini istri Yanuar.


" Ngapain malu sama ayah, toh ayah Juni dan Febiola sendiri, jawab kedua gadis itu.


" Ya sudah Ayo cepat, Kasihan Nona Ranti menunggu kita terlalu lama.


Dengan wajah Bahagia keempat orang itu masuk ke gubuk mereka dan melihat Ranti sedang duduk memainkan handphone.


" kami sudah selesai Nona, ucap mereka sambil berdiri.


" Baguslah, sekarang mari kita tinggalkan gubuk ini, apa ada barang penting yang ingin kalian bawa? tanya Ranti.


" Kami hanya mau bawa surat-surat kependudukan saja, ijazah sekolah mereka sudah di bakar oleh kades jahat itu", ucap Yanuar.


" Ya sudah ambil dan bawalah, karena setelah ini, kalian tidak akan Kembali lagi kesini, orang saya akan membuat data kekeluargaan kalian yang baru, seminggu lagi akan di antar ke tempat kalian yang baru.


Sekarang ayo kita jalan, katanya pemilik rumah yang mau di jual sudah menuju ke rumah itu", ucap Ranti.


" Ayah kita naik mobil bagus", ucap Febiola.


" ia Nak, ayo kita naik", ajak Yanuar.


" Nona apa boleh Febi duduk di depan, tanya Febi gugup.

__ADS_1


" Boleh lagian di belakang tidak cukup 4 orang", jawab Ranti.


Mereka berlima kini langsung menuju ke rumah yang hendak di beli.


" Tuan nama perusahaan yang menipu keluarga ini adalah Gucimas, Perusahaan yang memproduksi keramik, genteng dan toilet, uang perusahaan sudah di kuras sebesar 400 Milyar, dan ini adalah Koordinat rumah Pak Kades dan para bawahan yang bekerjasama dengan perusahaan itu untuk menipu lahan Tuan Yanuar", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Terimakasih, sinkronkan dengan Drone dan bakar rumah kades dan bawahan yang menipu Pak Yanuar, dan juga koordinat Pabrik itu, karena akan saya tenggelamkan", Perintah Ranti.


" Tuan, untuk 10 bersaudara di Banten apa sudah boleh di lepaskan, tanya Aplikasi Mata Dewa.


" Lepaskan saja dan kirim rekaman itu ke laptop, dan foto saat mereka mereka lagi berhubungan", perintah Ranti.


" Baik Tuan", Balas Aplikasi Mata Dewa.


Setelah berkendara 20 menit akhirnya mereka tiba dirumah yang akan di beli, waktu sudah jam 5 sore.


" Halo Pak, saya Ranti yang hendak membeli Rumah bapak, dan hati ini juga kami akan tinggal disini, apakah sudah bisa, ucap Ranti.


" Bisa, saya menjual beserta barang-barang yang ada, termasuk AC, Kasur baru saya beli, dan peralatan dapur, semua saya siapkan bagi yang membeli rumah ini", ucap Pemilik rumah itu


Ternyata luas juga, halaman termasuk besar, rumah melebar 2 Lantai, depan rumah bisa parkir beberapa mobil, dan masih ada lahan samping.


Bagian interior tertata rapih, sofa juga termasuk kualitas Menengah tapi sudah lumayan, kalau ukuran masyarakat disini.


" Baik pak, siapkan saja semua dokumen nya dan saya kan bayar sekarang juga sesuai harga yang bapak tawarkan 1,5 Milyar", ucap Ranti.


" Baik Nona, ini sertifikatnya, silahkan di Cek nama pemilik nya dan KTP saya, ucap pemilik lahan itu


" Saya percaya dengan Bapak, 2 hari lagi orang saya akan mengurus balik nama dan mohon untuk AJB nya agar bapak tanda tangan, saya sudah bantu membuatnya", Tegas Ranti.


" terimakasih Nona Ranti, Uangnya sudah masuk, saya screen shot dan kirim ke Nona, agar kita sama-sama enak", Ucap pemilik Rumah itu.


" Baik Pak, saya juga tetap mengirim bukti transfernya, ucap Ranti.


" Ini sertifikatnya dan ini kunci rumahnya, jika ingin mengganti kunci silahkan, ucap pak Pemilik rumah.


" Terimakasih juga pak, ngomong-ngomong bapak usaha apa sekarang? tanya Ranti pura-pura tidak tahu.


" Saya buka Toko grosir sembako dan peralatan rumah tangga, jika hendak buka Toko disini, bisa saya bantu", ucap pemilik rumah itu.


" Baiklah, dan maaf sebentar lagi toko saya mau tutup, jadi saya ijin undur diri, ucap mantan pemilik rumah itu.


" Silahkan pak, sekali lagi Terima kasih", jawab Ranti.


Sepeninggal mantan pemilik rumah itu, Ranti berbicara dengan keempat orang itu.


" Pak Yanuar, Rumah ini saya beli untuk kalian, 2 hari lagi orang saya akan datang untuk mengatur balik nama pemilik rumah ini, jadi siapkan saja dulu KTP lama bapak, dan tolong rumah ini di jaga baik-baik", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti, kami tidak akan pernah menjual rumah ini, biarpun rumah ini sudah atas Nama kami, tapi saya bersumpah kapan saja Nona Ranti datang meminta kembali rumah ini, saya dan anak saya dengan ikhlas akan mengembalikannya", ucap Pak Yanuar.


" Baiklah, sekarang kita mobil dan motor kalian, Ucap Ranti.


" Hehehehe Nona Ranti, hanya bapak yang bisa bawa mobil, itupun saat kami masih kecil lihat bapak jadi supir", ucap Febiola.


" Tenang saja, ada hak ajaib yang akan saya berikan untuk kalian, sekarang telan Pill ini, ucap Ranti sambil memberikan 4 Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak.


Beberapa saat kemudian, badan dan kepala mereka terasa hangat, seluruh pengetahuan yang sebelumnya mereka tahu kini mereka tahu, dan Terasa gairah untuk mencari tahu atau belajar sangat tinggi.


" Ini keren Nona Ranti, aku jadi kayak pintar", ujar Febiola, dengan gembira.


" Masih ada lagi, sekarang kalian ambil semua SIM ini berdasarkan nama kalian, dan Teteskan darah Kalian", Ucap.


Setelah selesai mengambil SIM sesuai nama mereka, mereka langsung meneteskan darah di kedua SIM mereka masing-masing, dan langsung kepala dan badan mereka berempat bergetar sesaat dan aliran hangat terasa, skill mengemudi, bisnis dan beladiri modern, memasak, serta memainkan musik dan menyanyi khusus Juni dan Febiola.


" Bagaimana rasanya ? tanya Ranti.


" Sangat ajaib, kini Febiola sudah bisa menyetir mobil sendiri, wah sekarang Febiola sudah kayak orang kaya saja", terimakasih Nona Ranti, mobilnya akan saya rawat dengan baik", Febiola.


" Harus itu, saya pasti mampir saat ke perusahaan saya di kampung Rojo Magelang, saya harap kalian berdua Minggu depan segera kuliah, dokumen ijasah kalian sudah sementara di buatkan, tenang saja ijazah itu asli, jadi sampai kapanpun tidak ada orang yang mempersoalkannya, dan setelah lulus, kalian berdua wajib bekerja di perusahaan saya, nah sekarang apa cita-cita Kalian? tanya Ranti.


" Saya dari dulu ingin jadi Manajer perusahaan besar, maka saya ingin sekolah bisnis dan manajemen, jawab Juni.


" Kalau saya ingin menjadi menteri Keuangan, makanya saya mau ambil ekonomi akuntansi keuangan", Ucap Febiola.

__ADS_1


" Baiklah, saya sangat butuh orang seperti kalian dimasa depan, jadi semangat lah, lupakan masa lalu, dan kejarlah impian kalian, dan ambil ini sesuai nama Kalian", ucap Ranti.


" Dan ini buku rekening Deposito Berjangka, tiap tahun kalian akan mendapatkan bunga dari Bank, sementara ATM yang 1 ini adalah ATM untuk modal kalian berusaha, mau buka toko atau warung makan silahkan," ucap Ranti.


" Selamat Sore Nona Ranti, kami mengantarkan pesanan anda lewat bos Grace", ucap orang Dealer itu, yang memang sudah mengenal Ranti.


" Turunkan saja mobilnya, dan apakah surat-suratnya sudah beres ? tanya Ranti.


" Tinggal tanda saja, dan untuk dokumen kepemilikan akan kami antar 2 hari lagi beserta plat nomornya, ucap penanggung jawab pengiriman mobil itu.


" Baiklah, ini berikan kepada mereka, dan yang ini buat kamu pribadi", ucap Ranti sambil memberikan uang tips kepada penanggung jawab itu


" Tunggu sampai plat nomor resmi datang baru kalian pakai jalan jauh, ucap Ranti.


Selamat sore Nona, kami dari Dealer Yamaha, mengantarkan motor Pesanan atas nama Nona Ranti, dengan nama pemilik motor tertera di surat Pembelian, mohon diterima dan tanda tangan pemilik", ucap sopir yang mengantar motor itu


Mereka menurunkan 4 unit motor Nmax terbaru beserta helm dan jaket, kemudian Ranti memberikan uang tips kepada mereka.


Para tetangga heran dan penasaran dengan pemilik baru rumah itu, sekali beli mobil 4 unit begitu juga motor.


Tak lama berselang orang dari Indihome datang dan orang dari toko elektronik membawa smart TV 3 unit 43 inchi dan 1unit ukuran 65 inchi untuk ruang keluarga, semuanya dari Samsung.


Selesai semua terpasang, dan teknisi Pergi, kini tinggal mereka bersama Ranti, jam sudah setengah 7 malam.


" Ini buat kalian semua, Ranti memberikan mereka handphone Samsung Galaxy S22 Ultra, dan tablet, juga jam tangan, semuanya dari Samsung, juga 2 unit Laptop juga dari Samsung.


" Nona Ranti, banyak sekali hadiahnya, ucap Pak Yanuar.


" Gunakanlah dengan baik, semua Handphone sudah Nomornya dan paket internet agar saat di Luar rumah masih bisa online, dan ini pegangan kalian semua, ini uang cash masing-masing 10 juta, dan sekarang mari kita pergi cari pakaian kalian dan makan Malam, besok siang nanti akan datang orang dari toko AC, mereka akan ganti seluruh AC dan setiap kamar akan di pasang AC, dan untuk ruang Tamu dan ruang keluarga akan menggunakan AC yang lama, agar kalian tidak kepanasan saat di ruang tamu, saya juga saat datang kesini tidak kepanasan, beruntunglah karena setiap kamar sudah ada kamar mandi sendiri, jadi lebih nyaman", Ranti sambil berdiri dari sofa.


" Nanti pulang dari makan malam kalian ke Pompa Bensin dan isi pakai Pertamax Turbo, baik mobil maupun motor, biar mesin lebih awet.


Akhirnya mereka tiba di Gerai pakaian yang cukup terkenal, mereka mengambil beberapa pakaian, menurut Juni dan Febiola, nanti mereka beli sendiri untuk memenuhi lemari pakaian mereka.


Selesai mereka belanja pakaian, Ranti membawa mereka ke restoran untuk makan malam, waktu sudah sudah jam 8 malam.


" Maaf Tuan rumah kades dan para bawahan nya sudah selesai di bakar, lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah, berapa luas lahan milik pak Yanuar itu? tanya Ranti.


" 2,2 hektar, dan sekarang di jadikan pabrik Genteng, keramik dan toilet serta paving Blok, omzet mereka sangat besar", balas Aplikasi Mata Dewa.


" Berapa tabungan orang itu, tanya Ranti.


" Tadi sudah menguras harta pak Kades dan para bawahannya sebesar 10 Milyar, pokoknya pak kades tinggal memiliki uang 5 Milyar cukuplah buat dia bangun rumah lagi, sedangkan para bawahannya, juga tersisa 1 Milyar per orang juga cukup buat bangun rumah, mobil - mobil mereka sudah ikut terbakar, jadi mereka akan kesulitan untuk bangkit,


Untuk pemilik Pabrik itu, memiliki tabungan pribadi 250 Milyar, sudah di kuras 150 Milyar, jadi jika tuan membakar pabriknya maka di pastikan dia akan kesulitan", lapor aplikasi Mata Dewa.


" Hahahaha, berarti semua uang mereka sekarang sudah jadi milik pak Yanuar dan keluarganya", ucap Ranti.


* Benar Tuan, Rose sudah mengaturnya, walau mereka Tuan tidak hukum berat, tapi paling tidak mereka semua sudah kesulitan uang, lahan milik Pak Yanuar bisa tuan ambil dan kembalikan ke Pak Yanuar jika Tuan mau", ucap Rose tiba-tiba bersuara.


" Biarkan saja Rose, kasihan Pak Yanuar jika masih berurusan dengan tanah itu, nanti saya jelaskan ke pak Yanuar soal tanah itu, sebelum aku pulang ke Surabaya, aku akan tenggelamkan pabrik itu, biar si pemilik pabrik merasakan siksa membangun ulang pabriknya.", ucap Ranti.


" Baiklah, Terserah Tuan saja", ujar Rose.


Selesai mereka makan Malam, Ranti mengantar Keluarga itu pulang.


" Sekarang sudah malam, saya harus pulang, kalau ada apa-apa kirim WA atau telpon saya saja, nikmatilah hidup kalian sekarang dan gunakan apa yang ku berikan dengan Baik.


Pak Yanuar, jangan lagi memikirkan lahan bapak yang di ambil orang, ikhlaskan saja, anggaplah pemberian saya ini, adalah pengganti lahan bapak, harta kalian saja jika di gabung sudah setengah triliun, carilah lahan kosong lain dan kalian bisa beli, ATM kalian itu masing-masing berisi 20 Milyar, untuk Juni dan Febiola, uang itu lebih dari cukup untuk kalian kuliah dan biaya hidup, tolong jangan royal dan jangan jadi orang Sombong, jika saya dengar kalian jadi sombong, maka akan saya tarik semua apa yang sudah kuberikan, apa kalian paham ", tegas Ranti.


" Kami semua paham maksud Nona Ranti ", jawab mereka.


" Ya sudah saya pamit dulu, saya harap ketika saya datang lagi, usaha kalian sudah jalan", tegas Ranti dan masuk ke mobilnya.


" Minggu depan kami sudah berusaha, Minggu ini kami memikirkan dan memutuskan usaha apa yang akan kami jalankan, harap nona hati-hati di jalan, tolong jika ada waktu, datanglah jenguk kami", ucap pak Yanuar.


" Pasti, tenang saja bisa sebulan sekali saya pasti mampir kesini saat cek perusahaan", ucap Ranti.


Kini Ranti sudah berada tepat di daerah tempat dia bertemu dengan keluarga pak Yanuar, dan kemudian Ranti langsung memasukkan mobilnya ke Cincin Semesta dan terbang menuju Pabrik di lahan pak Yanuar.


Tak butuh lama Ranti sudah sudah berada di lokasi Pabrik, dan langsung memindai keseluruh ruangan, ternyata tidak aktifitas manusia, Ranti hanya tertarik dengan uang dalam brankas, lumayan 5 Milyar.

__ADS_1


Dengan kekuatan penuh, tato Elemen tanah dipunggung Ranti bereaksi, begitu juga Elemen Air agar tanah bisa lebih lembek, dan hanya hitungan 30 menit pabrik itu sudah tenggelam, kini tersisa tanah kosong yang rata dan tembok pembatas, pembalasan lebih kejam dari perbuatan.


Ranti dengan kecepatan Tinggi dia terbang menuju Surabaya.


__ADS_2