
" Apa tuan yakin, seluruh aset istrimu sudah Menjadi milikmu, tanya Ranti tiba - tiba menyela perdebatan suami istri itu.
" Apa urusannya dengan kamu anak kecil, hardik laki-laki itu
" Jelas ada, kamu dan anak laki-laki mu, jangan harap bisa lolos, semua bukti kebejatan kalian berdua ada di tangan saya, termasuk pemalsuan tanda tangan istrimu, silahkan kamu siapkan pengacara untuk membantumu, dan aku akan memanggil semua saksi yang mengetahui kebejatan kamu dan anakmu, tegas Ranti
" Kamu..! teriak laki-laki itu.
" Sebentar lagi Polisi akan tiba disini, bersiaplah menghadapi hukumannya", ujar Ranti.
" Maaf Bu, saya sudah lama menyelidiki suami ibu, karena penasaran, dengan omongan kak Dewi yang masih menghargai ibu sebagai mertua, akhirnya saya meminta orang-orang saya untuk menyelidiki masalah yang sebenarnya.
" Asal ibu tahu, Bunga saja hampir jadi korban beberapa Minggu lalu, ini buktinya, ujar Ranti menunjukkan rekaman CCTV di kantor ibu.
" Bunga kenapa kamu tidak mengatakan pada ibu, tindakan Prasetyo, tanya wanita itu
" Saya takut di pukul Bu, ujar bunga sambil gemetaran
" Biadab kamu, aku besarkan kamu dengan baik tapi kamu bertindak tidak diri, bentak wanita ke Prasetyo.
Prasetyo mendengar ucapan Bunga, membuat raut mukanya merah menahan marah.
" Nona saya mohon berikanlah bukti - bukti itu ke Kepolisian, mohon wanita itu.
" Demi kak Dewi saya akan membantu ibu, dan biar bagaimanapun, ibu adalah nenek dari Ketty Angelina keponakan saya", Ujar Ranti yang melunak kepada wanita itu.
" Selamat Siang, kami dari Kepolisian Metro Surabaya, datang untuk menindaklanjuti laporan dari Saudari Ranti Putri, sapa salah seorang Polisi.
" Saya yang bernama Ranti Putri, dan saya melapor, mewakili kakak saya yang telah di lecehkan oleh mereka berdua. dan juga silahkan bapak petugas untuk mengembangkan beberapa bukti yang ada disini, ujar Ranti sambil memberikan flashdisk berisi rekaman CCTV dan rekaman pembicaraan suami wanita itu.
" Baiklah, mohon untuk ikut kami ke kantor Polisi, ucap petugas itu, sembari memborgol ayah dan anak itu.
" Kak Dewi ayo ikut, ajak Ranti
" Dek, terimakasih, ucap Dewi
" Aku tau kakak sangat menyayangi ibu mertua kakak, demi kebahagiaan kakak, aku pasti melakukan apapun untuk kakak dan keluarga kita, ujar Ranti.
" Bu maafkan Dewi juga yang pernah berbicara kasar pada ibu dan juga kak Bunga, ucap Dewi.
" Bunga yang salah, Bunga sadar ketika laki-laki itu mau memperkosaku, untung ada office girl yang datang saat kejadian itu, ucap Bunga sambil meneteskan airmata.
" Silahkan Bu, kita selesaikan di kantor Polisi, perintah polisi itu.
Akhirnya masalah Dewi terungkap, semu bukti sudah lengkap, kasus ibu mertuanya juga sudah di tangani Kepolisian, salut buat Kepolisian.
Kita ke Salma di acara car free day.
Salma dengan dan Armando begitu antusias mengikuti acara car free day, hingga dia lupa waktu yang sudah jam 11, bahkan acara car free day sudah selesai dari jam 9 Pagi.
Hanya saja, di taman masih banyak warga masyarakat yang bersantai dan menikmati beragam kuliner. Pak Jumono dan 2 orang pengawal, begitu bahagia melihat tingkah Salma yang tidak perduli dengan statusnya.
Mereka semua asik menikmati kuliner sambil bercanda, Salma membeli begitu banyak souvernir, hingga Armando sampe geleng-geleng kepala.
" Dek, kamu beli barang sebanyak ini untuk apa, tanya Armando
" Buat teman-teman di sekolah, buat bibi pelayan dan paman- paman pengawal, Paman Jumono, kak Yati Dan pasti buat Kakak-kakak semua serta keponakanku Ketty Angelina, jawab Salma.
" oh begitu, apa gak takut uang mu habis, tanya Armando
" Hehehe, kalo habis, nanti minta sama kak Armando, ucap Salma
" Hahahaha, kakak sudah tau itu, ucap Armando sambil mencubit hidung Salma
" Terimakasih, kak Armando memang yang terbaik, ucap Salma
' Dasar manja, ucap Armando.
Para pengunjung di warung tenda itu tersenyum melihat tingkah Salma dan bagaimana Armando menyayangi adiknya.
Sementara mereka lagi asik makan dan ngobrol, seorang pengamen datang dan mulai bernyanyi, alunan gitar dan suara merdu, membuat Salma tertarik mendengarkan.
" Kakak pengamen, aku boleh minta 1 lagu, tanya Salma.
" Adik cantik mau kakak nyanyikan lagu apa, ujar pengamen itu
" Apa saja yang penting enak di dengar, ujar Salma.
" Baiklah, kata si pengamen itu dan langsung menyanyikan lagu berbahasa Inggris " one momen in Time", dari Whitney Houston
" Kakak hebat, terimakasih sudah menghibur ku, ini buat kakak, ucap sambil memberikan 10 lembar uang 100 ribuan.
Para pengunjung sontak terkejut melihat Salma memberikan uang 1 juta kepada pengamen itu.
" Adik kecil ini terlalu banyak, kakak tidak enak menerimanya, ucap pengamen itu
" Anak muda tolong hargai pemberian Nona kami, ucap pak Jumono
__ADS_1
" Ia kak, jangan sungkan, suara kakak sangat bagus, cobalah kakak nyanyi di YouTube, siapa tahu banyak yang nonton dan kakak bisa dapat uang banyak, tapi mari duduk dulu dan pesanlah Makanan, ucap Salma sambil memanggil pemilik kedai makanan itu.
" Terimakasih kasih adik kecil, ucap pengamen itu.
" Sudah makanlah dulu, ucap Salma
" Kakak memang berniat mau buat akun YouTube, makanya kakak lagi menabung untuk membeli beberapa alat, dan yang paling penting adalah gitar dan handphone, ucap pengamen bersuara merdu itu.
" Semangat, kakak pasti sukses di YouTube, ucap Salma
" Amin, balas pengamen itu.
" Namaku Salma dan ini kakakku Armando, mereka adalah keluargaku, ucap Salma memperkenalkan mereka semua.
" Nama kakak Dirga, sekarang sekolah di SMU Dharma Bangsa kelas 12, ucap Dirga.
" Aku dan kak Armando sekolah di SD Bintang Timur, balas Salma.
Dengan penuh sukacita mereka menyelesaikan makanannya dan tiba-tiba Salma meminta agar Armando memainkan gitar.
" Kak, Mainkan gitar buat Salma dong, mohonlah Salma ke Armando.
Tanpa menolak Armando meminjam gitar Dirga dan memainkan nya, dan tanpa sadar Salma ikut bernyanyi.
Sejenak kedai makanan menjadi senyap mendengar Salma bernyanyi, hingga para pengunjung merekam aksi Armando dan Salma.
Suara merdu dan alunan gitar Armando membuat pengunjung terpukau dan terhibur.
Dirga tak menyangka permainan gitar Armando dan suara Salma begitu indah,
" Wah, ternyata Adik berdua sangat hebat, jika akun kakak sudah jadi, apa boleh kakak buat video kolaborasi dengan kalian berdua, ujar Dirga
" Tentu saja boleh, ucap Salma
" Terimakasih sebelumnya, ucap Dirga.
" Maaf Nona Muda, kakak anda, meminta Nona Muda agar segera pulang, sudah waktu makan siang, ucap Yati
" Baiklah, mati kita pulang, balas Salma
" Kak Dirga jangan lupa telpon kalau akun YouTube nya sudah selesai, dan ini cek 10 juta, segera beli alatnya dan buatlah akun YouTube nya, ucap Salma.
Pengunjung lebih tercengang, melihat seorang anak kecil mengeluarkan buku cek yang sudah di tanda tangani, sebagai tanda bisa langsung di cairkan.
Darimana ceknya, sudah pasti dari Ranti, semua saudaranya, memiliki buku cek yang mereka bawa kemana-mana.
" Terima saja mas, jangan kuatir, Nona Muda kami memberinya dengan ikhlas, ucap Yati
" Adik Salma, terimakasih Banyak, kakak berjanji akan berusaha dengan sungguh-sungguh, agar bantuan adik Salma tidak sia-sia, ucap Dirga
" Salma akan menunggunya, dan sampai ketemu lagi, balas Salma
Tiba dirumah, Salma langsung mendekat ke arah Kakak-kakaknya, yang berada di meja makan
" Hebat ya, nanti di telpon baru mau pulang, emang kamu lagi lihat apa disana, ucap Mercy
" Maaf sangking senangnya, Salma lupa waktu, ucap Salma yang rasa bersalah
" Kaka tidak melarang Salma Pergi, tapi ingat waktu, kakak kuatir ada apa-apa sama kalian, apa Salma dan Armando mau kami sedih, kalau terjadi sesuatu sama kalian, ucap Mercy
" Gak mau Kakak-kakak sedih, ucap Salma
" Cerita sama kakak, ada hal menarik apa, hingga kesayangan kakak sampe lupa waktu, ucap Mercy sambil membelai rambut Salma.
Salma menceritakan suasana di acara car free day dan tentang pengamen bersuara merdu.
" Oh begitu ya, karena keasikan, jadi lupa sama kakaknya, ucap Mercy dengan raut wajah pura-pura sedih
" Maafkan Salma, jangan sedih dong kak, Salma gak akan ulangi lagi, ucap Salma.
Ranti dan yang lain sudah mau muncrat makanan yang di mulut mereka, melihat mercy ngerjain Salma.
" Ia sayang kakak gak sedih lagi, sini kakak pangku, ucap Mercy
" Salma gak mau Kakak-kakak sedih, maafkan Salma, ujarnya
" Ia, kakak maafkan, asal Salma ingat selalu, kalau kami sangat menyayangi Salma dan Armando, kau hanya kuatir jika terjadi sesuatu, ucap Friska
" Terimakasih kak Friska, Salma juga saya kakak semua, ucap Salma.
" ini makan, Bibi koki, sudah buatkan Salma, sapi lada hitam dan ayam goreng bawang, katanya Salma yang pesan tadi pagi, ucap Rindu.
" Ia, Salma makan dikit dulu, karena tadi disana, Salma sudah makan bakso, ujarnya.
" Temanmu Mora kamu belikan apa buat dia, tanya Ranti
" Hanya jajan saja, sama gelang rajut, kayak gini, ujar Salma sambil menunjukkan gelang yang dipakainya.
__ADS_1
" Bagus sekali dek, apa kakak juga di beliin, tanya Rindu
" Sebentar Salma ambil dulu, ucap Salma sambil membuka tasnya.
Salma memberikan gelang rajut kepada Kakak-kakaknya, dan kebetulan mereka memang suka dengan model dan warnanya.
Di tempat yang berbeda, terlihat di sebuah rumah, seorang wanita dan anak laki-lakinya, sedang menunggu kehadiran seseorang.
Ya mereka ibu dan anak dari keluarga Sumitro, sedang berkunjung ke rumah Nisa dan bibinya, rumah dimana Bara Sumitro dan Tania Hermawan juga tinggal.
" Nisa saya gak mau tau, kamu harus membujuk si Bara agar mau membantu kami, ucap ibunya Aldino
" Untuk apa saya meminta anak saya untuk membantu kalian, apa selama ini, kalian pernah membantu kami, kalian bahkan mengusir kami setelah suami saya meninggal, ucap Nisa ibunya Bara.
" Jadi kamu dan anakmu tidak mau membantu perusahaan kami, bentak mamanya Aldino
" Tidak, apa hubungannya masalah kalian dengan kami, bertahun-tahun kalian membuang kami, giliran kesulitan kalian memaksa kami harus membantu kalian, apa kalian masih waras, sengit Nisa.
" Sudah berani membantah kamu, emosi mamanya Aldino
" Memangnya kamu siapa, sehingga aku harus tunduk padamu, sahabat bukan, saudara apalagi, majikan lebih tidak mungkin, saya harap kalian pergi kami sebelum anak saya pulang, usir Nisa.
" Kamu itu lucu, datang minta tolong sambil marah-marah dan sok berkuasa, ucap neneknya Tania.
" Wanita Tua, kamu jangan ikut campur masalah kami, jawab ibunya Aldino
" ini rumah saya, Nisa keponakan saya, jadi saya berhak mencampuri urusan nya, apalagi berurusan dengan kamu yang ular beludak, pergi kamu dari rumah saya, bentak nenek Tania
" Awas kamu Nisa, ancam ibunya Aldino.
" Kamu pikir saya takut, dan lihatlah apa yang kamu tabur pasti kamu akan menuainya, tidak akan ada yang membantu kalian selain temannya Bara dan Tania, selamat menikmati kehancuran kalian, ejek Nisa.
" Hahahaha kamu pikir kami akan jatuh miskin seperti kamu dahulu, sombong ibunya Aldino.
" Semoga sama dengan kami, tapi pasti melebihi kesusahan saya dan Bara, sumpah Nisa.
" Sudah sana pergi, usir nenek Tania
" Mbak tolong pel lagi lantainya, teriak Nisa.
" Kurang ajar kamu Nisa, umpat ibunya Aldino
" Astaga nyonya muda dan nyonya besar, kenapa ruang tamu jadi kotor dan bau begini, ucap pembantu menyinggung ibu dan anak itu.
" Hei pembantu, jaga mulut kamu, ucap Aldino
" Yo.. Yo.. majikan saya saja tidak berkomentar, kenapa kamu yang sok tuan rumah, jawab pembantu itu
" Majikan dengan pembantu sama saja, manusia kampungan, umpat mamanya Aldino.
" Hei wanita setengah Mateng, saya memang dari kampung, tapi kalau bertamu, saya tau diri, tidak seperti kamu, baju bagus, perhiasan berkilau seperti lampu jalanan, tapi tidak punya akhlak, tidak tau tata Krama, jadi yang kampungan itu saya dan majikan saya atau kalian berdua, balasan menohok dari pembantu
" Kurang ajar kamu, berani-beraninya kamu pembantu menghina ibu saya, bentak Aldino
" Saya bukan pembantu kalian, dan kalian bukan pemilik rumah, sudah begitu tidak sopan, datang bertamu dan memaki-maki majikan saya, dasar ibu dan anak sinting, jawab pembantu itu dengan sangat kasar.
" Dasar babu sialan, ucap mamanya Aldino
" Apa mesti di usir pakai air seember baru kalian pergi dari sini, ucap nenek Tania.
" Astuti, ambil air bekas Pel dan siram mereka, perintah neneknya Tania
" Dengan senang hati nyonya besar, manusia seperti mereka harus di basmi, jawab Astuti sang pembantu.
Ketika Astuti sedang menuju ke garasi mengambil ember yang berisi air bekas Pel, kedua orang itu langsung pergi tanpa pamit.
Hahahaha... hahahaha
" Tak kusangka, berani juga kamu Tuti, puji Nisa
" Nyonya Muda, anda sangat baik buat saya dan anak saya, nyonya besar juga, walau majikan tapi selama Tuti bekerja, tidak pernah di bentak apalagi di maki-maki, makanya Tuti tau majikan Tuti adalah orang baik dan berakhlak baik, jawab Tuti
" Kita sama-sama manusia, kamu disini bekerja, walau sebagai pembantu atau pelayan, tapi kamu tetap manusia, untuk apa kami menghina dan merendahkan pekerjaan orang lain, ucap Nisa.
" Tuti, kami senang kamu disini, biarpun kami tidak pernah memarahi kamu, tapi kamu tidak besar kepala, itu yang membuat kamu sangat senang kamu disini dan kami ijinkan kamu tinggal di kamar yang bagus, tolong jaga terus kepercayaan kami, ucap nenek Tania.
" Pasti Nyonya besar, Tuti akan tetap disini, bekerja dan menemani nyonya berdua, Tuti sudah menganggap nyonya berdua adalah orang tua Tuti, itulah dasar Tuti bekerja dengan baik, rajin tanpa menghitung tenaga, karena Tuti seperti melayani orangtua sendiri, Tuti juga melihat Tuan muda dan Nona muda sangat menyayangi anak saya, hanya orang yang sangat bodoh membuang kasih sayang dari nyonya berdua dan tuan serta nona muda.
" Terimalah Tuti, jangan menganggap dirimu pembantu atau pelayan disini, biarkan anakmu hidup bersama kami, kami akan menyekolahkannya sampai mana dia mau, kelak dia bisa bantu Bara dan Tania, itu sama saja membantu keluarga kita, kamu mengerti maksud saya, ucap Nisa
" Mengerti nyonya muda, terimakasih kasih sayang kalian, buat Tuti yang sebatang kara ini, ucap Tuti sambil meneteskan air mata.
" Almarhum suami Tuti, di tuduh membawa lari uang kantor mereka dan 1 Minggu kemudian, suami Tuti meninggal dengan seluruh badan berwarna ungu, ucap Tuti
" Kapan itu Tuti, tanya nenek Tania
" Saat Rayhan masih 3 tahun, berarti 6 tahun lalu, saya hapal muka ibu itu, karena dia yang datang membawa uang 15 juta, katanya gaji terakhir suami saya, ucap Tuti dengan sendu.
__ADS_1
" Ikhlaskan saja, orang baik pasti bertemu dengan orang baik, begitu sebaliknya, ucap Nisa.