
" Mas, maafkan keluarga Santi", Ujarnya sambil menggenggam tangan Dominikus.
" Ia, lagian mereka memang belum mengenal Nona Muda Ranti, pasti Nona Muda akan maklum", ucap Dominikus.
" Nanti jika Santi ketemu Nona Muda, Santi akan minta maaf secara langsung padanya", ujar Santi.
" Ia, jujur saja, Nona Muda kami sangat tidak suka ada orang yang menyepelekan janji yang Nona Muda ucapkan, saya Mas Yapto dan mas Cipto akan di hukum oleh Nona Muda", ucap Dominikus.
" Terimakasih Dek, kamu janji, mulai hari ini akan percaya dengan apapun omongan Nona Muda Ranti", ucap Yapto.
" Mas berdua, cukup panggil Nona Ranti saja, kalau kami wajib memanggilnya Nona Muda, karena kami bagian dari Pekerjanya, Santi juga wajib memanggil Nona Muda, karena ikut saya, jadi mas berdua santai saja", ucap Dominikus.
" Baiklah, sebagai permohonan maaf dari mas berdua, maka nanti malam mas berdua traktir kalian berdua makan di Alun-alun kota", bagiamana? ucap Yapto.
" Tak usah seperti itu, cukup mas berdua tidak lagi meragukan Nona Muda kami, itu sudah cukup", ucap Dominikus.
" Mas apa Santi sudah boleh coba mobilnya", ujar Susanti.
" Masuklah dan pergilah berkeliling sebentar, mas tunggu disini", ucap Dominikus.
Para tetangga dan keluarga pak Suteja di buat gugup oleh Susanti, saat dia masuk dan menyalakan mesin mobilnya.
Susanti sendiri saat memegang setir mobil, dia merasakan hangat di seluruh tubuhnya, dia memang ingat catatan Ranti, tubuh akan hangat saat pertama kali memegang setir mobil.
Dengan penuh percaya diri, Susanti mulai menginjak gas dan berlalu dari halaman rumahnya dan berkeliling.
" Astaga Pak Suteja, sejak kapan Santi bisa menyetir mobil", ucap tetangganya.
" Maaf ibu-ibu cantik, Santi dari dulu saya yang ajarkan menyetir mobil", potong Dominikus, yang melihat Pak Suteja bingung mau jawab apa.
" Oh begitu, pantas saja Santi bisa menyetir mobil", ucap para tetangga.
Kejadian yang sama juga terjadi di kediaman Zahra, bagaimana tidak, ibu dan bibinya di kenal sebagai penjual makanan, yang kemana-mana naik motor pemberian Zahra dan Zumrotin, kini kedua wanita itu telah pergi berkeliling dengan mobil pemberian Ranti.
Ranti yang melihat kejadian itu, tersenyum, apalagi saat Dominikus tersinggung dengan perkataan kedua calon kakak iparnya, hal itu membuat Ranti bangga dengan anak-anak Pelayannya.
" Ternyata aku tidak salah memberi kepercayaan kepada pelayan-pelayan saya", batin Ranti.
" Bagiamana dek, asik gak mengendarai mobil", ucap Dominikus.
" Seru mas, terimakasih ya, tapi tetap saja lebih seru jika bersama mas gantengku dan baik hati", ucap Santi dan memuji Dominikus.
" Masih siang sudah gombalin mas", ucap Dominikus sambil menoel hidung mancungnya Susanti.
" Mas kebiasaan menoel hidung ku", ucap Susanti sambil memegang hidungnya.
" Hahahaha, mau mancung atau pesek, mas tetap sayang sama Santi", ucap Dominikus.
Omongan Dominikus sontak membuat Santi tersanjung, bahkan kedua kakaknya saja sampe cengengesan melihat tingkah adik perempuannya itu.
" Kalian ini, bikin mas berdua jadi iri", ucap Cipto.
" Hahahaha, makanya, mulai sekarang ajaklah kakak ipar jalan-jalan, kan sudah punya mobil, atau bisa naik motor berduaan, biar romantis", goda Dominikus.
" Terimakasih sarannya, kasihan juga kakak ipar kalian yang jarang Mas ajak jalan-jalan", lanjut Cipto.
" Maafkan Santi mas", ucap Santi merasa bersalah.
" Tidak apa-apa, jangan merasa kamu jadi beban kami, sambung istrinya Yapto yang datang sambil membawa pisang goreng dan kopi.
" Terimakasih kakak ipar", ucap Susanti.
" Sudah sekarang kita lembaran baru, beban kita sudah terselesaikan, sekarang waktunya kita untuk melangkah lebih maju lagi, kita buktikan kepada Nona Muda, bahwa kita mampu untuk berkembang", ucap Dominikus.
" Benar itu Dek, mas berdua sudah sepakat akan membangun usaha penjualan ikan dan udang segar, serta usaha yang lain", ucap Cipto semangat.
" Setuju Mas, saya yakin mas berdua bisa sukses", singkat Dominikus.
Saat ini Ranti sedang berdiri di lokasi yang akan di jadikan Bandara khusus Pesawat Jet pribadi, dengan luas lahan 500 hektar, dirasa sudah cukup.
Infrastruktur ini akan mampu membuat para orang kaya untuk tinggal di Kota Terpadu tersebut.
Ranti memerintahkan agar membuat 15 hanggar khusus untuk keluarganya, dan nantinya akan terintegrasi dengan kompleks perumahan milik mereka.
" Kakak, apa disini nanti akan di Bangun bandara juga", tanya Armando.
" Ia, nanti seluruh pesawat kita akan di parkir di sini", ucap Ranti.
" Oh begitu", sahut Armando.
Hingga saat ini kemajuan pembangunan Proyek Kota Terpadu secara keseluruhan, sudah mencapai 40%, setelah 2 tahun pembangunan, Ranti yakin 3 tahun lagi, pembangunannya selesai, tinggal lahan-lahan yang di berikan secara kontrak sewa, kepada pengembang perumahan yang akan bergeliat.
Sedangkan eksklusif, akan di bangun sendiri oleh Ranti, termasuk kompleks Perumahan khusus untuk Para Sultan atau crazy rich.
Setelah merasa cukup, Ranti memutuskan untuk kembali, dia mengantar Salma ke Toko buku, sebelum ke kafe milik keempat kakaknya.
" Akhirnya sampai juga kamu Bontot", ucap Vanya.
" Tadi mampir ke Mall Galaxy, ambil buku pelajaran pesanan Salma, Jawab Ranti.
" Salma, Armando cek lagi untuk keperluan apa yang masih kurang, biar kami lengkapi", sambung Mercy.
__ADS_1
" Hanya 2 buku itu saja yang tidak ada di sekolah, jadi selebihnya tinggal besok ambil baju seragam, sesuai dengan ruang kelas masing-masing", ucap Salma.
" Ketty juga besok mau ambil seragam", ucap Dewi.
" Ya sudah besok kita ke sekolah antar Salma dan Armando serta Ketty mengambil seragam sekolahnya", ucap Vanya.
Mereka bercanda dan bersenang-senang di Kafe.
Hingga datang serombongan laki-laki berbadan tegap, mereka menghampiri seorang pelayan dan meminta ruangan VVIP.
Tapi ruangan tersebut sudah pakai satu keluarga yang merayakan ulang tahun Perkawinan.
Saudara-saudara Ranti sendiri memilih untuk duduk ruangan umum saja, dan memang mereka jarang menggunakan ruangan itu.
" Nona, kami butuh ruangan VVIP, karena kami ingin melakukan pembicaraan penting", ujar seorang pria berbadan tegap.
" Maaf Tuan, ruang VVIP sudah ada tempati, mereka menyewanya hingga nanti jam 7 malam", jawab pelayan itu.
* Tuan, harap anda mencegah mereka berada disini karena sebentar lagi ada keributan antar mafia uang palsu, halangi para pria itu, karena mereka akan menggunakan ruang VVIP untuk transaksi barang ilegal, sebuah plat untuk pencetakan uang palsu", ucap Rose memperingatkan.
" Terimakasih pemberitahuannya", ucap Ranti.
Ranti segera memindai seluruh area Kafe, dan sekitaran bahkan hingga kejalan, dan benar saja beberapa ratus meter telah berkumpul beberapa mobil, yang didalamnya tersimpan banyak batang-batang besi, dan didalam kafe itu sendiri telah ada beberapa orang untuk mengintai.
Ranti memindai seluruh mobil dari para pria tegap yang datang, ternyata di dalam mobil mereka juga masih terdapat beberapa orang.
" Drone, bakar semua mobil yang berada di radius 300 meter dari sini, perintah Ranti dan mensinkronkan gambar mobil-mobil itu.
Dan dalam sekejap Drone segera pergi menjalankan perintah, menuju ke 15 mobil yang parkir berjejer sekitar 300 meter dari Kafe milik kakaknya Ranti.
" Aplikasi Mata Dewa, darimana orang-orang ini, kenapa saya baru mendengar ada mafia seperti itu", ucap Ranti.
" Organisasi mereka murni mencari kekayaan, dan hanya sedikit kasus diluar tujuan utama organisasi mereka, mereka tersebar di seluruh kota besar Indonesia.
Hasil cetakan uang palsu mereka mencapai 99% sama dengan aslinya, kesalahan mereka hanya terletak pada nomorator uang, mesin dan bahan baku mereka persis dengan yang di gunakan untuk membuat uang asli.
Teknologi mereka bahkan bisa mencetak uang dollar Amerika dan uang asing lainnya termasuk Dolar Singapura serta Euro dengan kualitas 99%, dari uang palsu itu mereka jadikan modal untuk membuka berbagai perusahaan,
Markas utama mereka berada di kompleks perumahan elit di Jakarta, untuk Koordinat nya sudah dikirim ke Laptop.
Karena kesempurnaan itu, maka banyak pihak yang ingin mendapatkan teknologi mereka, salah satunya adalah plat untuk mencetak uang tersebut, dan juga jenis cat dan rumus pencampuran dan teknik mencetak uang Palsu.
Organisasi ini sudah beroperasi lebih dari 10 tahun, Mereka bekerja sangat rapih, dan mereka juga lebih banyak mencetak uang dollar, dalam setahun mereka bisa mencetak 1 juta dolar AS dan 1 Juta Dolar Singapura, juga 1 juta Euro, belum uang asing lainnya, sedangkan uang rupiah mereka pertahun hanya mencetak 50 milyar, kecuali saat penggantian emisi dan tahun ini pemerintah berencana akan mengganti tahun emisinya", balas Aplikasi Mata Dewa.
" Ambil semua uang organisasi itu, jangan sisakan sedikit pun, kemudian kirim alamat pabrik uang palsu mereka", perintah Ranti.
" Baik Tuan, tapi kalau pabriknya sudah di kirim ke laptop Tuan", lanjut aplikasi Mata Dewa menjawab.
Sementara itu di lokasi dimana mobil-mobil para mafia itu berada sudah mulai terbakar, para mafia kebingungan namun tetap bersiaga.
Sedangkan di dalam Kafe milik kakaknya Ranti, sedang sengit, antara pria tegap dengan pelayan Kafe.
" Maaf Tuan, kami tidak bisa mengusir tamu yang telah membayar ruangan VVIP kami", jawab kepala pelayan.
" Apa kalian mau Kafe ini kami hancurkan ! hardik salah seorang dari beberapa Pria tegap itu.
" Silahkan saja jika Tuan mau menghancurkan Kafe kami", terdengar suara Ranti menjawab omongan pria tegap itu.
" Kamu siapa disini? ujar laki-laki itu.
" Saya salah satu pemilik dari Kafe ini, harusnya jika anda membutuhkan tempat VVIP, kenapa tidak memesan terlebih dahulu, perlu anda ketahui, siapa yang duluan memesan maka dia yang akan kami terima dan akan melayaninya dengan baik tanpa memandang status", jawab Ranti.
" Jadi, kalian mau menantang kami ? hardik laki-laki itu lagi.
" Kalau memang kamu memaksakan kehendak maka saya akan meladeninya", balas Ranti dengan santai.
" Sekali saya telpon orang, dapat saya pastikan Kafe milik anda ini akan rata dengan tanah", ancam laki-laki itu.
" Coba saja kalau kalian mampu", ucap Ranti.
Diposisi berbeda, seluruh saudara Ranti sudah berdiri, sedangkan para pengunjung sudah bersiap - siap untuk beranjak.
" Hati-hati, diantara pengunjung ada lebih dari 20 orang anggota mereka", ucap Ranti lewat telepati kepada seluruh saudaranya.
" Baik", jawab mereka singkat.
Kemudian Ranti memberitahukan meja mana saja yang di tempati para anggota organisasi itu.
"Baik kami akan menangani mereka", jawab Darel.
Seluruh saudara Ranti mulai menyebar mendekat kearah para anggota organisasi mafia yang menyamar sebagai pengunjung Kafe.
" Hati-hati mereka semuanya membawa batang besi", ucap Ranti.
" Nona, kami tidak terima dengan perlakuan Kafe kalian ini, kami bukan sembarang organisasi yang bisa kalian tolak seenaknya", ujar laki-laki itu dengan nada mengintimidasi.
" Dan kami bukan Kafe yang tidak sopan kepada pengunjung yang telah memesan tempat terlebih dahulu", jawab Ranti tak mau kalah.
Terlihat dari parkiran, telah datang lebih dari 30 orang dengan memegang besi di tangan mereka masing-masing.
" Salma, Armando kalian berdua menghindar saja, tolong arahkan para pengunjung keluar dari pintu samping", perintah Ranti.
__ADS_1
" Baik kak", jawab Armando lewat telepati.
" Mohon maaf para pengunjung semua, silahkan kalian keluar dari sini, tidak usah membayar apapun, sekali lagi kami minta maaf atas ketidaknyamanan anda semua", ucap Vanya.
Para pengunjung Kafe segera keluar lewat pintu samping kiri dan kanan.
Dan betapa terkejutnya mereka ternyata para mafia itu, telah mengepung Kafe itu dengan batang besi di tangan mereka.
Para pengunjung akhirnya hanya bisa bergeser ke tempat berjarak 10 meter dari kafe itu, sedangkan para pelayan dan yang lain berdiri di belakang rak display menu.
Setelah pengunjung keluar maka nampaklah para penyamar itu.
Ranti segera membuat Array Pelindung Semesta di tempat para pelayan dan karyawan kafe, serta tangga kelantai dua, juga lokasi dimana para pengunjung berdiri.
" Apa semuanya sudah datang, atau hanya segini orang-orang kalian", ujar Ranti membuka tantangan.
Ranti memindai sekali lagi kearah parkiran, dia melihat 3 mobil anti peluru, dan terdapat 2 buah koper, yang di jaga ketat.
" Drone, bakar mobil itu, Aplikasi Mata Dewa, jebol sistem pertahanan mobil itu", perintah Ranti.
Drone yang baru selesai membakar mobil mafia lainnya, langsung melesat menuju kearah tiga mobil anti peluru.
* Maaf Tuan terlambat menginformasikan, 2 orang yang menjaga koper-koper itu adalah kaki tangan dari Pemilik sistem Kekuatan Pembantai, mereka sempat berhadapan dengan Tuan di pulau saat membebaskan Orangtua Tuan, hanya saja mereka di perintahkan oleh Sistem Kekuatan Pembantai untuk keluar dari pulau itu sebelum Tuan menghancurkan pertahanan pulau itu", ucap Rose.
" Lalu aku harus bagaimana? tanya Ranti.
* Gunakan Armor Transparan Ultimate, dan silahkan keluarkan kekuatan penuh Tuan di tahap Berlian Puncak, Tahap Mereka memang di bawah mereka, tapi mereka memiliki kekuatan fisik dan kemampuan regenerasi lebih cepat, kelemahan mereka terdapat pada tengkuknya, jadi sebaiknya anda melakukan serangan berfokus pada titik itu", ucap Rose.
" Baik, tolong lindungi saudara-saudaraku", ucap Ranti.
* Baik Tuan", jawab Rose.
" Lebih baik kalian pergi dari sini", ucap Ranti.
" Ya kami akan pergi dari sini setelah Kafe ini hancur", jawab mereka dan langsung menghajar kursi dan meja.
Dengan emosi Ranti langsung menerjang orang yang menghantam meja dan kursi.
" Kalian datang dan merusak milik kami, maka saya pastikan kalian tidak akan ada yang keluar dari sini hidup-hidup, Ranti langsung membuat Perlindungan Semesta ilusi, dan memblokir suara, di seluruh area Kafe hingga ke parkiran.
Kedua tangan kanan Sistem Pembantaian terkejut, mereka tak mengetahui jika ada manusia biasa yang bisa menggunakan Pelindung Semesta.
" Gawat ini, kita sudah tidak bisa kemana-mana, mau tidak mau kita harus bertarung", ujar salah seorang kaki tangan Sistem Pembantaian.
" Seberapa kuatnya dia itu hingga mampu membuat Pelindung Semesta", ujar yang seorang lagi.
" Kita hadapi saja, dia hanya manusia biasa, tak perlu di lebih-lebihkan", ujar nya.
Di dalam Kafe sudah terjadi pertarungan sengit, walaupun demikian, Ranti tetap fokus melihat kedua kaki tangan Sistem Pembantaian, yang masih duduk santai di dalam mobil.
Drone datang seketika dan langsung membakar mobil yang di tempati oleh kedua kaki tangan itu.
Mereka juga terkejut dengan kehadiran Drone yang sangat di takuti oleh sebagian manusia di berbagai semesta.
Drone Quantum memang sebuah alat mematikan di setiap Semesta.
" Siapa dia itu, hingga bisa memerintahkan Drone ini, ayo keluar dari mobil, ujar kaki tangan Sistem Pembantaian.
Ranti yang melihat saudaranya sudah mulai kelelahan, dia segera mendekati satu persatu kakaknya dan memberikan Pill Energi Booster.
Ranti menembakkan banyak Jarum dan bola-bola besi transparan.
" Kakak, disini akan terjadi pembantaian, mohon kalian menghindar saja, biar mereka aku yang hadapi", ujar Ranti.
" Tapi dek, mereka sangat banyak", ucap Vanya sambil menghantam para mafia yang palsu itu.
" Kalian lihat saja apa yang akan saya lakukan dan tolong jangan bantu saya dengan menghindar dulu, saya akan giring mereka ke Parkiran, agar tidak terlalu banyak kerusakan disini", ucap Ranti, yang juga tetap menghajar para Mafia uang palsu.
" Ayo kita lari keluar, pasti mereka akan mengejar kita", ucap Ranti mengatur strategi.
* Tuan, gunakan Jarum Penghancur Tulang, agar gerak mereka semakin terbatas, dan semakin mereka bergerak maka akan terasa lebih sakit", perintah Rose.
" Saya ingin memusnahkan mereka", ucap Ranti.
* Baiklah, tapi Kakak-kakak anda akan terkejut", ucap Rose.
" Baiklah, di luar area kafe saja aku bantai mereka, tindakan mereka memalsukan uang itu sudah merugikan negara", ucap Ranti.
* Silahkan Tuan, segera selesaikan dengan cepat, dan hadapi kedua orang itu", ucap Rose.
" Baik Rose", jawab Ranti.
" Tuan semua harta kekayaan organisasi mereka sudah di kuras, dan seluruh sistem perusahaan mereka sudah di masukkan Virus dan besok Perusahaan mereka akan hancur dalam 24 jam", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Bagus kalau begitu", ucap Ranti, dan terus menghajar para Mafia itu.
Kini terlihat situasi sudah mulai menguntungkan Ranti dan saudara-saudaranya.
Jarum-jarum beterbangan, menikam para mafia itu dan langsung tergeletak, saat hendak bangun untuk melakukan tindakan, justru mereka merasakan kesakitan yang luar biasa.
Kakak-kakak Ranti terkejut, dan mereka dengan sigap segera mengingat para mafia yang tumbang.
__ADS_1
Ternyata Jarum - jarum yang di pakai Ranti adalah Jarum Penghancur Tulang yang di kombinasikan dengan Jarum Black Soul, itu artinya dalam waktu tiga hari, mereka yang terkena jarum akan jadi abu.