SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Demo di Panti Asuhan Charity


__ADS_3

Dengan penuh semangat Pagi Ranti bersama saudara-saudaranya menikmati sarapannya.


Karena hari ini adalah hari Sabtu, dan sore nanti jadwal Darel dan Vanya akan pulang, membuat mereka bertujuh lebih semangat.


Selesai sarapan, mereka lanjutkan dengan nonton TV, Ranti sedang menunggu telpon dari ibu-ibu yang dia temui malam tadi, mereka semua tertegun melihat berita lokal Surabaya yang memberitakan, bahwa ada orang laki-laki mengalami pecah tomat pusaka dan ditemukan di pinggir jalan oleh warga.


Ranti hanya tersenyum melihat berita itu, tidak ada yang tahu kalau Ranti pelakunya, sedangkan pria yang di kejar malam tadi juga kebingungan melihat teman-temannya, dia sudah tidak tahu ada apa dengan mereka.


Sementara di tampar lain, wanita dewasa dengan 2 anak itu sedang berkemas-kemas, dan dia berencana akan mengundurkan diri dari pekerjaannya kepada bosnya.


Ranti menerima telpon dari wanita itu bahwa dia dan kedua anaknya sebentar lagi akan berangkat ke Panti asuhan sementara.


Tapi sebelumnya dia bertemu dengan pemilik dagangannya.


" Terimakasih bapak dan ibu yang sudah memberikan saya pekerjaan, dan hati ini saya ingin pamit, untuk bekerja sebagai tukang masak di Panti Asuhan", ujar wanita itu.


" Sama-sama, memang pekerjaan ini tidak cocok untukmu, tapi hanya itu yang bisa bapak dan ibu berikan, semoga kamu sukses di tempat kerjamu yang baru dan semoga anak-anak mu bisa sekolah dengan baik", ujar pokok dagangan itu dengan sangat sopan.


" Terimakasih Bapak dan ibu, serta maafkan saya jika ada salah atau kekeliruan selama saya bekerja", lanjut wanita itu.


" Tidak ada manusia yang sempurna, jangan lupa jika ada waktu mainlah kesini, anggaplah kami sebagai keluargamu, karena kami dan anak-anakmu sudah kami anggap sebagai keluarga", ucap istri pemilik dagangan itu.


" Pasti saya akan main kesini saat libur", ujar wanita itu.


Ranti yang mendapat telpon dari wanita Segera berangkat ke Panti Asuhan sementara, Naldi sudah beritahukan bahwa nanti akan ada tukang masak baru, namanya Nastiti.


Selang sejam kemudian, Ranti tiba di sana, dan setelah menunggu beberapa lama Nastiti tiba bersama kedua anaknya dengan menggunakan taksi online.


" Naldi, kenalkan ini ibu Nastiti, dan ini kedua anaknya, nanti mereka boleh tempati ruangan tukang masak terdahulu", ujar Ranti.


" Nama saya Naldi, kebetulan saya yang mengurus Panti Asuhan ini, bersama 9 teman saya lainnya.


Sementara Naldi memperkenalkan teman-teman yang lain, Ranti segera menghubungi Pak Ryan agar membawakan Kasur single 2 buah, beserta bantal, selimut dan juga sprei, juga susu untuk anak-anak, juga ultra milk 4 karton.


" Bu Nastiti, nanti anaknya daftarkan saja ke sekolah bintang timur, untuk SPP bayar hanya 25 %, sama dengan anak-anak lainnya, agar mereka dapat pendidikan yang berkualitas.


Gaji ibu disini 6 juta, dan semuanya gratis, jadi anggap saja biaya sekolah seperti biaya ibu sehari - hari, nanti jika mereka berdua berprestasi maka ada beasiswa full untuk mereka", ujar Ranti.


" Baik Nona, besok selesai masak dan beberes, saya akan datang ke sekolah bintang timur untuk daftarkan kedua anak saya", ujar Nastiti.


" Baguslah, mari kita lihat kamar yang akan ibu dan anak-anak tempati, nanti jika mereka sudah besar, baru kita siapkan kamar sendiri", ucap Ranti.


" Nona Muda, ini sangat besar", takjub Nastiti.


" Saya sudah pesan 1 ranjang susun, lemari dan meja belajar serta TV, karena ibu yang paling berumur disini, tolong bantu Naldi dalam merawat anak-anak, disini ada 6 orang pengasuh, mereka juga tinggal disini, dan kepala Panti disini adalah Naldi untuk sementara, nanti jika gedungnya sudah selesai maka kalian semua akan pindah ke sana", ujar Ranti.


Dan tugas ibu, membantu kepala koki untuk menyediakan makanan, mulai sarapan, makan siang dan makan malam, buatkan mereka juga cemilan, dan lagi serta malam buatkan mereka susu sebelum mereka tidur.


Semua sudah tersedia, tukang cuci pakaian untuk anak - anak sudah ada, tukang bersih-bersih juga sudah ada yang nanti di bantu anak-anak yang sudah SMP, begitu juga pekerjaan yang lain akan di bantu oleh mereka yang sudah besar",ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, saya akan bekerja dengan baik dan mentaati aturan yang sudah ada", balas Nastiti.


" Baiklah, semoga ibu betah disini", ujar Ranti.

__ADS_1


" Baik Nona Muda, terimakasih banyak dan saya janji bertahan disini", ujarnya.


hanya orang bodoh yang meninggalkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan tinggi serta fasilitas yang mumpuni.


" ibu tunggu saja nanti barang-barang untuk perlengkapan di kamar ibu akan datang hari ini juga, saya akan sangat jarang kesini, dan ini buat ibu pakailah dengan bijak dan jadikan sebagai tabungan masa depan, tapi silahkan belanja keperluan ibu dan anak-anak", ujar Ranti sambil memberikan ATM berisi 5 milyar.


Ranti meninggalkan Nastiti yang sedang memindahkan pakaiannya ke lemari, dia kagum dengan ruangan yang di jadikan kamar tidurnya, Apalagi ada AC dan juga kipas angin.


Naldi memberikan laporan pengeluaran kepada Ranti, serta rencana kuliah mereka yang 10 orang, Ranti sudah memberikan uang kepada mereka bersepuluh masing-masing 10 milyar, untuk biaya kuliah mereka dan bekal untuk di kemudian hari.


Hampir 3 jam Ranti berada disana, akhirnya dia pergi dengan tujuan Panti Asuhan Al Azhar.


Tak butuh berapa lama untuk tiba disana, saat dia tiba disana terlihat anak - anak sedang menonton TV sambil menunggu makan siang.


Ranti memilih menuju ke belakang, dia ingin mengecek pembangunan gedung Panti Asuhan yang baru.


Sampai disana, Ranti begitu kagum melihat 3 bangunan yang sudah berdiri dengan Bagus, beberapa pepohonan dan tanaman lain sudah bertumbuh dengan baik, bangunan yang masing-masing memiliki 4 lantai itu sangat bagus dan terkesan seperti bangunan apartemen.


Di sudut lain, dia melihat ruangan dapur yang begitu luas, tempat mencuci pakaian dan menggosok juga terlihat sangat rapi, untuk kamar mandi dan toilet telah disediakan di setiap kamar masing-masing, juga tersedia di setiap lantai untuk toilet dan kamar darurat.


Bangunan untuk anak laki-laki dan perempuan memang dipisahkan, sedangkan untuk bangunan ketiga, di gunakan untuk anak-anak kelas 1 SD hingga kelas 3 dan balita, serta untuk para pengasuh, dan di gedung itulah fi gunakan sebagai tempat untuk makan bersama dan tempat belajar bersama.


Sedangkan untuk bangunan sekolah, sudah berdiri rangka besi untuk di mulai pembuatan tembok, para pekerja yang banyak dan juga tidak pernah berhenti, hingga pembangunannya termasuk cepat, semuanya karena ketersediaan dana pembangunan yang sangat cukup.


Untuk Al Azhar sendiri Dana abadinya sudah mencapai 5 triliun, semua anak-anak penghuni sudah mendapatkan serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, serta Pill kecerdasan, jadi bisa dikatakan anak-anak Panti telah terhindar dari penyakit biasa, apalagi asupan gizi mereka sudah sesuai standar.


Ranti duduk santai bersama dengan Gema, Yudi dan Kiran, kebetulan pak Faturahman dan istrinya sedang sibuk mengurus ijin operasional sekolah dan pendirian Yayasan.


Sejam berada di Panti Asuhan Al Azhar, kemudian Ranti beranjak menuju ke Rumah jaman Belanda, sudah lama dia tidak kesana.


Alasan mengapa Rose menaruh mereka disitu adalah, karena rumah itu memiliki ruang bawah tanah yang tidak biasa, dan 2 orang itu yang membantu Ranti dalam menerima segala laporan keuangan dan memeriksanya, mereka berdua tetap di bantu oleh 3 orang staf tapi mereka adalah manusia biasa.


" Selamat siang Nona Muda, apakah anda akan memeriksa seluruh laporan keuangan yang ada, tanya mereka.


" Tidak, saya percaya kalian tidak akan mungkin lalai dalam bertugas serta kalian sangat teliti", ujar Ranti.


Keberadaan Tim 5 orang ini hanya di ketahui oleh seluruh saudaranya Ranti beserta Rendi dan juga Sabrina dan Santina.


" Tuan, segera datang ke Panti Asuhan Charity, keributan di sana, ada yang minta Panti Asuhan Charity ditutup, tapi bukan warga sekitar", lapor Aplikasi Mata Dewa.


Berapa detik kemudian handphone Ranti berdering, ternyata Mercy yang menelpon.


" Dek, tolong segera ke Panti Asuhan Charity, ada yang protes dengan Panti Asuhan Charity, kami sedang dalam perjalanan menuju ke sana", ujar Mercy.


" Oke, bontot jalan kesana sekarang", jawab Ranti dan langsung mematikan handphone.


" Aplikasi Mata Dewa, tolong cari tahu siapa dalangnya, dan apa maunya, ini sudah tidak benar", perintah Ranti.


" Baik Tuan", balas aplikasi Mata Dewa.


" Rose, ada apa ini?" tanya Ranti.


* Tuan lihat saja hasil dari Aplikasi Mata Dewa, dalam kasus ini Tuan harus kejam", ujar Rose.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu", ujar Ranti dan langsung tancap gas menuju ke Panti Charity.


Situasi di Panti Asuhan Charity terlihat mencekam, ratusan berteriak dan berusaha merangsek masuk ke kompleks Panti, para warga sekitar ikut membantu keamanan Panti, dalam menghalangi massa yang tidak tahu dari mana asalnya.


" Pindahkan Panti ini, jangan menghambat Perluasan dan Pembangunan Kota, kalian hanya memperburuk citra kota saja", mereka yang sudah mulai merusak Gerbang Panti.


" Kalian hanya berkedok mendirikan Panti Asuhan, dan dana yang kalian pakai adalah sumbangan dari para koruptor", Sambung mereka.


Pihak Panti dan warga hanya diam tak ada yang membalas omongan mereka.


" Tuan ini murni perebutan lahan, mereka di bayar oleh sebuah Jaringan Rumah Sakit Besar, mereka ingin membangun rumah sakit di Surabaya tapi sudah tidak ada lagi lahan yang besar seperti punya Panti Asuhan Charity, mereka menilainya bahwa lahan ini sangat strategis, luasnya yang mencapai 5 hektar dan masih ada 4 hektar yang masih belum panti gunakan sangat membuat mereka tertarik", Lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Kuras Harta pemilik Jaringan Rumah Sakit itu, dan cari alamat rumahnya, perusahaannya, bekukan semua rekening Pemilik rumah sakit itu, dan siapa saja yang terlibat dalam kasus ini", siapa perwakilan mereka di Surabaya atau di Jawa Timur", Perintah Ranti.


" Baik Tuan, untuk Jawa Timur Perwakilan mereka adalah seorang broker tanah dan dia juga yang memerintahkan aksi demo", jawab Aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah, kirim alamat timahnya dan buat dia bangkrut, hingga tak mampu lagi bangkit, dan apakah hanya dia saja atau ada yang lain? tanya Ranti


" Ada orang Surabaya tapi tinggal di Jakarta, dia pemilik lahan kosong di belakang gedung Panti, sia membantu Pihak Jaringan Rumah Sakit itu, karena lahan dia sendiri sudah di bayar oleh pihak dari jaringan Rumah Sakit terbesar itu", balas Aplikasi Mata Dewa.


" Ambil semua uang transaksi dia dengan Pemilik jaringan Rumah Sakit itu, Sekaligus hancurkan Perusahaan Pengelola Jaringan Rumah sakit sekaligus, dan ambil juga seluruh dana Perusahaan itu", perintah Ranti.


" Baik Tuan", singkat Aplikasi Mata Dewa.


Ranti tiba di Panti Asuhan Charity, dia melihat massa sudah semakin banyak, kasihan warga sekitar, termasuk Pak RT dan Pak RW,


" Dari mana kalian, dan siapa memerintahkan kalian berbuat tindakan tercela, ini lahan kami ada sertifikat lahannya, jika kalian memang ingin meminta kami pergi dari sini, boleh saja, asal kalian mampu membeli lahan kami sebesar 300 triliun", ucap Ranti. yang berada di belakang mereka.


" Kemudian apa alasan kalian mengusir kami, warga disini tidak ada yang protes, bahkan kami disini bermitra dengan warga, kalian yang bukan warga disini, bahkan kalian bukan orang Surabaya, sekarang kalian seenaknya mau merusak disini", kami akan melaporkan tindakan kalian ke Polisi" Teriak Ranti.


" Panti Asuhan ini hanya kedok dari para koruptor, jadi Panti Asuhan ini terindikasi sebagai tempat pencucian uang dan juga menduduki lahan secara ilegal, bahkan pembangunannya tidak melalui proses dari pemerintah, banyak yang melaporkan kejanggalan dari Panti Asuhan ini, misalnya, kehidupan sehari-hari anak Panti bak anak orang Kaya, dengan fasilitas yang mewah, bahkan setiap kamar di berikan AC.


Dan lebih mencolok lagi bahwa dana yang tersimpan dalam rekening Bank Panti ini sejumlah 12 triliun Rupiah, sedangkan data bank tidak memberikan kami keterangan, pihak bank terkesan menutup rapat siapa- siapa saja donatur dari panti ini", ujar pemimpin lapangan.


" Oh apa hak kalian mencari tahu siapa Donatur panti asuhan kami, kalau orang menyumbang tidak mau namanya disebut bagaimana anda menjawabnya", tanya Ranti.


" Sekarang semuanya harus terbuka, agar negara ini bersih dari para koruptor", ujarnya sok Pintar.


" Yakin aksi kalian ini karena masalah Donatur, kalian pikir saya tidak tahu apa tujuan kalian di balik ini, kalian tidak memiliki data akurat, Para Donatur kami justru bukan dari kalangan Pejabat, politikus atau Pengusaha yang berpolitik, jika mereka menyumbang pasti kami akan mencatat nama mereka, dan dokumentasi juga ada, bahkan jumlah uangnya kami catat", ujar Ranti.


" Sekarang kalian bubar, atau kalian saya masukkan ke penjara, dan bilang sama bos kalian, kalau dia berani silahkan datang temui saya, dan bilang ke Pemilik Perusahaan pengelola jaringan Rumah Sakit besar itu, saya akan melaporkan tindakan kejam ini ke pihak Hukum, ujar Ranti.


Sebelum berbicara, aplikasi mata Dewa sudah mendapatkan data penting soal Pemimpin perusahaan memerintahkan agar mencaplok lahan Panti Asuhan Charity dengan cara apapun, bahkan jika demo tak mempan gunakan tindakan sadis yaitu bakar, rekaman CCTV dan rekaman suara Pemilik perusahaan itu sudah di pegang Ranti.


" Hahahaha, kami murni demi membersihkan pada koruptor, ujar mereka.


" Baiklah, silahkan kalian demo saja malah bagus kita bisa menonton kalian para orang bodoh, membuat pertunjukan disini", ujar Ranti.


Dengan tanpa mereka ketahui, Ranti telah mengaktifkan Drone untuk menghancurkan seluruh kendaraan mereka.


" Aplikasi mata Dewa, tolong retas handphone dari para perusuh ini dan buat Handphone mereka rusak", perintah Ranti.


" Baik Tuan, dan untuk alamat dari broker tanah itu sudah di tandai, tunggal Drone datang mengeksekusinya, kebetulan dia belum menikah, dia duda tanpa anak", lapor Aplikasi Mata Dewa.

__ADS_1


" Bagaimana dengan hartanya?" tanya Ranti.


" Sudah masuk ke rekening Virtual termasuk dana untuk demo, total 35 milyar.


__ADS_2