SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Masalah Dirumah ibu.. Mantan RT vs RW


__ADS_3

Di belakang foto tertulis tanggal saat foto itu di ambil, dan bertuliskan...


...[ Kenang-kenangan bersama putriku tercinta " RANTI PUTRI SETIAWAN " ]...


...Dari mama...


..." MONICHA HERDIANI SETIAWAN "...


Pak RT yang melihat foto-foto itu, seperti, mengingat kembali wajah, ibunya Ranti yang begitu mirip dengan Ranti, dan seingat dulu kadang Ranti bermain di rumah mereka.


Ada sebuah ketenangan batin di hati pak RT dan juga rasa penasaran, mengingat Ranti mengatakan bahwa dia ditinggal bibi pergi untuk mencari suaminya, daripada penasaran pak RT bertanya,


Nak Ranti, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan, pertama dimanakah ibumu sekarang dan kenapa kamu bilang bibimu pergi mencari suaminya


Pak RT, seingat perkataan Suster Diana kepada saya bahwa awalnya suami bibi pengasuh saya pergi ke Jakarta untuk mencari ibu saya yang di culik di RS Kanker di Jakarta, awalnya, paman masih memberi kabar tapi hanya 2 Minggu sejak kepergian Paman, sejak itu tidak ada dan bibi menunggu hingga 3 bulan Paman tak juga ada kabar, lantas bibi pergi dan menitipkan saya di panti asuhan di Surabaya.


Kenapa saya tinggal di Surabaya itu karena setelah peristiwa yang terjadi malam itu, maaf lupa detailnya, kami bertiga pergi ke Surabaya dan yang membantu keluar dari rumah ini adalah anda Pak RT, walau saya masih umur 4,5 tahun tapi saya ingat walau juga samar, kita keluar lewat pintu belakang karena di depan rumah sudah ada penjahat itu kata bibi Suratmi.


lanjut, setelah bibi pergi, setiap Minggu, bibi masih menelpon, dan lama kelamaan sudah sebulan sekali dan terakhir 3 kemudian dan hingga saat ini tidak ada kabar lagi. saya di panti dari umur 5 Tahun dan umur asli saya sekarang masih 15 tahun, tadi sempat saya lihat gedung bekas TK saya, terus terang pak RT makin lama saya disini makin saya mengingat semuanya dan rasanya sakit.


Belum ada beberapa bulan kami di Surabaya, tengah malam kios kami di bakar orang, saya dan bibi lari dan masuk ke Panti Asuhan itu bibi hanya berapa hari di dalam Panti, bibi tinggal di luar panti, tapi tiap hari ke panti, hingga dia pergi.


sekarang ini saya gak tau apa ayah, ibu , bibi dan paman masih hidup atau tidak. Dan habis dari sini, besok sore saya mau ke Bandung dan hari Senin saya mau ke bank mengambil semua peninggalan ibuku yang tersimpan di Bank Bandung. setelah urusan di bank selesai saya juga mau datang kerumah teman ayahku yang mengurus rujukan ibu dari RS Bandung ke Jakarta, dan mau tanya jelas siapa yang menculik ibuku.


Setelah menjelaskan panjang lebar akhirnya pak RT dan istrinya percaya kalau Ranti, benar adalah anak dari ibu Monicha Herdiani. Pak RT meminta istrinya untuk mengambil sertifikat rumah yang di tempati oleh Seruni dan ibunya.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Seruni yang masih was-was soal statusnya dirumah itu, memaksanya hingga tidak tertidur, nampak wajah gelisah terpancar dari raut wajah Widya. Mereka tak berdaya...


jam menunjukkan sudah lewat makan siang, akhirnya Ranti mengatakan kepada Seruni, tolong telpon warung makan didepan, pesan makanan dan kirim kesini, Kalau saya pesan empal gentong, dan pesan sate ayam dan sate kambing masing-masing 100 tusuk, ikan gurami 4 ekor ukuran terserah, 2 bakar dan 2 goreng serta SOP tulang dan SOP daging masing-masing 2 porsi, kalau ada tambahan silahkan saja, jangan sungkan..


setelah memesan makan, mereka masih terus berbicara, namun suasananya sudah lebih tenang, istrinya pak RT sudah kembali dengan membawa Sertifikat Rumah dan buku rekening Bank uang sewa selama beberapa Tahun dan pengeluaran uang untuk perawatan dan harusnya masih ada sisa.


Ranti hanya mengambil sertifikat dan membacanya tertera nama ibunya, ternyata didalam map yang berisi sertifikat, terdapat juga beberapa lembar foto Ranti dan ibunya saat itu Ranti menggunakan seragam PAUD serta ada selembar foto ayahnya, Ranti membuka Dompetnya dan mengambil foto ayahnya dan mencocokkan ternyata sama.


Tak ada lagi keraguan dari Pak RT, dan berkata Nak Ranti amanah rumah ini saya kembalikan kepada kamu sebagai anak dari pemilik Rumah.


Terimakasih pak RT, Budi baik pak akan saya ingat, tenang saja saya ada sesuatu untuk bapak dan ibu berdua.

__ADS_1


Karena suasana sudah semakin nyaman, kecuali Widya dan Seruni, tapi namun mereka tak mendengar bagaimana kedepannya soal rumah yang dari tadi mereka bicarakan.


Sangat jelas, Widya dan Seruni tidak tahu sejarah asli rumah yang mereka tempati, karena para tetangga sudah banyak yan berganti, sedang tetangga yang lama juga tidak pernah bercerita soal rumah itu, walau mereka menyaksikan bagaimana rumah itu dikepung penjahat.


lagi asyik-asyiknya ngobrol, bahkan Ranti sudah terlihat senyumannya, sambil mendengarkan cerita pak RT soal Ranti yang lucu dan pintar, Ranti kadang tertawa karena malu, masa kecilnya di ceritakan dan sebagian ada yang dia ingat, tambah semangat pak menceritakan ditambah lagi Bu RT tak mau kalah bercerita.


kebahagiaan mereka terhenti karena datang sepasang suami istri, yang masuk rumah tanpa permisi, dan berbicara dengan nada kasar, ke Widya..


Widya dan kamu Seruni, sudah cukup kalian tinggal di rumah ini secara gratis, jadi mulai Minggu depan saya yang akan menempati rumah ini, dengar gak kamu Widya, hardiknya


Pak RT geram dengan tingkah ponakannya, berteriak,


" kamu !!!


" Mau apa kamu kesini, memangnya kamu punya hak apa dengan rumah ini, bentak pak RT pada ponakannya..


Paman, semua juga tau kalau pemilik rumah ini pergi entah kemana dan paman menguasai sepihak rumah ini dengan dalih Paman ketua RT di masa lalu, tapi sekarang Paman sudah tidak berhak mengklaim rumah ini dan membiarkan mereka berdua tinggal disini. Sekarang gantian dan mulai saat ini paman sudah tak berhak atas rumah ini. kata ponakannya pak RT


Dan lanjut menurut dia, rumah ini akan menjadi rumah bersama dan karena mertua saya Ketua RW disini otomatis RT harus tunduk kepada RW, saya harap mengerti, dia menjelaskan dengan gaya bagai anggota dewan..


Anton ( nama ponakannya), kalau saya tetap menyuruh ibu Widya tinggal di rumah ini apa kamu berani mengusir mereka, kata pamannya menguji mental Anton


Paman ingat baik-baik, jika hari Senin mereka berdua tidak pindah, aku yang akan tarik mereka ke jalanan dan rumah ini akan kurubuhkan, bila perlu rumah paman yang kecil itu juga kurubuhkan, mengerti gak atau ku laporkan ke ayahku agar hutangmu hampir seratus juta itu di bayar dalam tempo 3 hari...


cihh ... kamu ancam saya... bilang sama ayahmu itu, jika dia menagih hutang padaku, silahkan datang, dan suruh dia bayar seluruh biaya sekolah dan biaya dia menikah, dan kamu sendiri Anton, selama ibumu pergi ke Arab kamu numpang makan dan tidur sama siapa hah... uang sekolah kamu sering terlambat siapa yang bayar, dan apakah pernah menggantinya, betapa marahnya si pak RT


Tanpa mereka sadari pesanan mereka sudah datang pakai mobil karena banyak yang mereka pesan..


perdebatan berhenti sejenak... namun si Anto mulai lagi bercakap, bahkan dengan tidak sopan nya mengambil 3 tusuk sate dan memakannya, sambil berkata, " Widya sudah kaya kamu sekarang " atau anakmu ada kerja sampingan di hotel hahahaha


pak RT sudah tak tahan emosinya, bersuara, Anton sekarang kamu pergi dari sini, kamu tidak berhak menuduh orang sembarangan, dan ingat jangan harap rumah ini jadi milikmu, aku tau rumah ini akan kamu jual dengan harga murah, kamu boleh menipu orang lain termasuk mertuamu, tapi kamu tidak bisa menipuku, paham kamu..!!


dengan sombong Anton membalas omongan pamannya, ' Kalau ia kenapa apakah paman berhak atas rumah ini ??


Dasar anak tak tau diri, kalau berani panggil mertuamu kesini, bentak pamannya


Ranti, hanya diam mendengar sambil merekam video , Widya dan Seruni juga hanya Diam tak mau bicara.

__ADS_1


Karena suara pak RT dan Anton, maka tetangga yang lain pada datang, kedatangan mereka membuat Anton makin percaya diri, dan berkata kepada mereka,..


Bapak dan ibu, apakah di benarkan seorang mantan RT, bertindak seenaknya di tempat tinggal kita, dan bahkan seolah-olah mengklaim rumah ini adalah miliknya, bagaimana menurut bapak-bapak dan ibu-ibu


Seorang warga baru, menimpali sudah seharusnya jika rumah yang tidak jelas pemilik nya di atur oleh yang berwenang, kecuali maaf pak mantan RT, memiliki bukti dari pemilik rumah, bahwa pak mantan RT yang berhak mengatur dan mengelola rumah ini, soal Bu Widya dan Seruni, itu tergantung dari pihak yang di kuasakan, mau mereka usir atau mau mereka suruh tinggal itu semua bergantung dari yang menerima kuasa atas rumah ini.


Satu pernyataan warga sudah membuat Anton kalah telak pikir Pak RT.


beberapa warga setuju dengan omongan warga yang pertanyakan soal kuasa dari pemilik Rumah.


sementara mereka semua beradu pendapat, datanglah Ketua RW..


Ada apa ini ribut-ribut, dan kamu Anton ada apa, kenapa masalah ini bisa seperti ini, dasar menantu gak becus kamu... kata pak RW


Mantan Pak RT bersuara, maaf pak RW yang terhormat, apakah benar anda akan mengambil rumah ini.. Tanya pak mantan RT..


Mantan RT, apakah kamu tidak tau aturan, sejak kapan mantan RT menguasai properti milik orang lain dan menyewakan kepada orang lain, juga hasil sewaan dipakai sendiri, ia kalau kamu masih RT, itu urusanmu tapi sekarang kamu hanya warga biasa.


RT yang menggantikan kamu juga pertanyakan masalah rumah ini, contoh rumah kosong yang berada di blok sebelah, selama pemiliknya kita tidak tahu berada dimana, maka sesuai aturan disini, rumah tersebut diatur oleh pemerintah setempat dengan catatan dirawat, nah coba kamu lihat sekarang kamu siapa yang sok berkuasa, apa kamu mau menentang saya karena kamu kalah dalam pemilihan RW, cihh .. tidak mau malu, ejek pak RW


apakah pak RW yang terhormat sudah selesai bicara, kata mantan pengurus RT, di masa ibu Ranti masih tinggal di rumah itu, tak menunggu jawaban RW, dia angkat bicara, wah...wah RW kita ini memang sangat luas pengetahuannya, apalagi soal yang bau uang, " Berapa banyak kamu di berikan uang oleh orang-orang yang mengepung rumah ini 11 tahun lalu, kamu, Anton yang waktu masih remaja bau kencur kamu peralat, juga RT saat ini, sudah 3 periode menggantikan mantan RT dengan cara kudeta, si Yono sudah mati dia 3 tahun lalu, si Umar sudah mati juga karena Corona dan terakhir komplotan kamu baru 2 Minggu kemarin di jemput Malaikat maut, si hendrik sudah pindah dan dengar dari anaknya dia kena stroke, yang belum dapat hukuman tinggal kamu dan menantumu. kata mantan pengurus RT yang di kudeta..


kata-kata ini menarik perhatian Ranti, tapi dia belum mau berkomentar, sedangkan warga baru yang lain juga diam, karena kasus ini mengerikan,


Kenapa diam RW yang terhormat ini fotonya sewaktu kamu duduk bersama dengan para pengepung magrib sebelum kejadian dan ini tengah malam, sesudah Pembantu dirumah ini dan suaminya kabur bahkan sampai bedug subuh baru kalian bubar. Mantan pengurus itu memberikan foto itu ke mantan RT.


RW tak bergeming walau dia sendiri ketar-ketir, dia angkat bicara, masalah itu tidak seperti yang kamu tuduhkan kepada kami, dan kamu Haryo jaga ucapanmu !!


baiklah, saya diam yang mulia RW, tapi kamu harus tahu, saya saksi seminggu sebelum kejadian malam itu sebelum Azhar, kami, saya Bu Suratmi pembantu dirumah ini, pulang dari RS gunung jati mengantar ibu Monicha periksa dokter, sesampainya dirumah ini, ibu Monicha mengatakan kepada Bu Suratmi, menyerahkan sertifikat rumah ini kepada Pak mantan RT untuk disimpan, dengan alasan jika dia kenapa- kenapa tolong bantu jual rumah ini atau sewakan dan uangnya berikan ke Bu Suratmi.


jadi saya bertanya, mana lebih berkuasa sertifikat atau surat kuasa. semua orang tau dokumen paling berharga sebuah rumah adalah sertifikat, dan Jika pak mantan RT kita tidak amanah apakah rumah ini masih bisa dikatakan milik dari pemilik rumah sebenarnya, bagaimana bapak RW dan bapak-bapak sekalian..


Lanjut Haryo mantan pengurus RT yang lama, "Adam", Haryo memanggil nama mantan RT, tunjukkan sertifikat dari Bu Monicha...


Pak Adam mantan RT, meminta sertifikat dari Ranti, dan memperlihatkan kepada warga yang sudah heboh...


Pak RW masih berkeras, hahahaha Adam, kamu pikir saya bisa kamu tipu dengan sertifikat palsu itu, lantas dia ke mobilnya dan mengambil sertifikat yang dia buat sendiri, disertai dokumen pendukung, seolah-olah rumah itu sudah di jual oleh Bu Monicha

__ADS_1


Emosi Ranti sudah hampir meledak...


__ADS_2