SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Hadiah buat orang dekat dan aksi Armando dan Salma


__ADS_3

Bukan hanya memberikan, ketrampilan hingga tingkat Grand Master, bagi semua saudaranya, melainkan juga Ranti menambah pundi-pundi uang saudaranya,


Ranti memberikan hadiah kepada delapan saudaranya yang meraih ranking 1 masing-masing, sebesar 1 Triliun, bahkan anak seusia Armando dan Salma, kini telah memiliki total Saldo 1,950 triliun,


Sedangkan total saldo keenam kakak Ranti di luar deposito, jangan di tanya lagi, karena sudah mencapai 3 triliun lebih perorang di luar pendapatan usaha mereka.


Dewi juga mendapat bagian, sebesar 500 milyar, ketika Dewi melihatnya, rasanya ingin menangis, total Saldo Dewi kini menjadi 850 milyar dan Ketty setelah bertambah 100 milyar, saat ini total saldo aktif Ketty sebesar 250 milyar.


Mereka semua dengan kompak mengucapkan, " Terimakasih" , tidak ada yang berani berkomentar.


Tidak hanya saudara-saudaranya yang di berikan uang,


Para Pelayan, masing-masing 250bjuta, sopir 300 juta, tukang kebun 200 juta, Bu Likha sebagai kepala urusan rumah tangga 400 juta, namun di antara yang bekerja di rumah Ranti untuk kali ini, Yati yang mendapatkan hadiah paling besar, sebesar 500 juta. Yati melihat saldo di rekeningnya bertambah hampir tidak percaya dan bertanya kepada Bu Likha


" Bibi , kenapa Non Ranti mentransfer uang banyak sekali ?, tanya Yati kepada Bu Likha sebagai Bibinya


" Nak, Kamu jangan banyak komentar soal Nona Muda memberikan Hadiah, kamu cukup katakan , " Terimakasih ", jangan ada omongan lainnya, apa kamu mengerti, tegas Bu Likha


Tiara, Robin dan Sonia, mendapatkan masing-masing 15 milyar, mereka juga sama, hanya mengirimkan pesan terimakasih, tak berani berkomentar


Bukan hanya mereka, Panti Asuhan Charity dan Panti Asuhan Suster Diana " Agape", kebagian masing-masing 50 milyar.


Para Pengasuh Panti Asuhan Charity dan Agape, masing-masing pengasuh di berikan 25 juta. Untuk seluruh pengurus 50 juta, di luar Bu Farida 5 milyar, Bu Serli 3 milyar, Suster Diana 15 milyar dan Perawat suster Diana 2 milyar


Untuk seluruh anak Panti, mereka semua di berikan tabungan 30 juta, dan akan di berikan saat mereka keluar dari Panti, dan bagi yang baru lulus SMA, dan akan keluar dari Panti akhir Agustus, mereka di berikan Tabungan 50 juta dan pekerjaan.


Bagi yang mau bekerja, Ranti siapkan surat rekomendasi, tentunya tergantung prestasi dan akhlak mereka, ada beberapa dari mereka dengan terang-terangan memohon ingin menjadi tenaga keamanan, alasannya mereka tidak mampu belajar di bangku kuliah atau bekerja di perkantoran.


Hal ini mereka sampaikan ke Bu Likha dan Bu Serli, agar meminta Ranti memasukkan mereka ke Tim Keamanan.


Sedangkan Lupita, Alviani, Andini, Atmini, Atmono, Suryani dan Novianti serta Wulandari, masing-masing di berikan 2 milyar, mereka hanya bisa melotot melihat saldo mereka yang bertambah dan angkanya yang fantastis bagi mereka, dan pesan tertulis, " Gunakan dengan Bijak".


Tak ketinggalan Rendi dan istrinya, kebagian 50 milyar, Dan untuk seluruh karyawan di kantor RPS Finance total uang yang di bagikan sebesar 15 Milyar.


Karyawan Kafe milik keempat bersaudara itu juga tidak ketinggalan, Kasir, Kepala Koki, Kepala Pelayan dan kepala Logistik masing-masing mendapatkan 25 juta sedangkan, asisten mereka mendapatkan 20 juta, pelayan dan bagian cuci piring masing-masing 15 juta.


Ada yang bersyukur bisa buat bayar kredit motor, ada yang bisa mengirim untuk orang tua, dan yang sekedar ingin mengganti ponsel mereka.


Yang heboh terjadi di Supermarket Milik Darel dan ketiga adiknya, Ibu Liliyana sebagai direktur memberikan pengumuman, bahwa hari Senin seluruh karyawan akan mendapatkan hadiah dari Bos Besar.


Pak Haris, 15 milyar dan Pak Jusuf Maulana 10 milyar. Pak Jusuf Maulana juga begitu terperangah melihat bosnya memberikan hadiah yang besar hampir total gaji tahunannya yang sebesar 15 milyar.


Tim Cirebon juga kebagian, bersama dengan seluruh karyawan di peternakan, Untuk keluarga Pak Adam 5 milyar, Haryo 4 milyar, Niko dan Seruni 3 milyar, Bu Widya 2 milyar, Pengacara 1 Milyar, sedangkan seluruh karyawan, bagi Kepala bagian 50 juta perorang, karyawan biasa 25 juta, sedangkan Satpam masing 10 juta.


Tim Pengamanan, Pak Sumadi sebagai Ketua, 300 juta, wakil ketua, 200 juta, Koodinator lapangan, 100 juta sedangkan seluruh Komandan Regu 75 juta, anggota biasa perintis, 50juta, anggota yang baru masuk hanya di berikan 10 juta.


Dan terakhir Ranti sudah menyiapkan amplop berisi masing-masing 5 juta untuk satpam kompleks.


Siapa yang tidak di bahagia dengan pemberian seperti ini, hanya karyawan bodoh yang akan mengkhianati bos nya, Gaji yang mereka bisa bawa pulang lebih dari UMR kota Surabaya.


Semua orang yang mendapatkan hadiah dari Ranti, memberikan ucapan terimakasih walau hanya lewat pesan WA.


" Nona Muda, terimakasih atas hadiahnya, kini aku sudah mendaftar untuk kuliah dan maaf sebagian aku ingin gunakan buat renovasi rumah dan belikan motor buat ayah dan adikku, pesan WA dari Andini


" Silahkan saja, selama untuk hal-hal yang positif aku tidak keberatan, jawab Ranti.


" Nona Muda, terimakasih ya, uangnya mau aku gunakan buat kios di lahan yang Nona berikan untuk Ayahku, dan kiosnya jadi milikku, lumayan buat modal kuliahku, Pesan WA Suryani.


" Itu yang paling benar, kamu buat saja beberapa kios dan sisakan buat kamu pakai sendiri, kan Sabtu Minggu libur kuliah, jadi kamu bisa jualan, balas Ranti


" Itu maksudku, Aku pakai satu dan nanti jaga oleh sepupuku, kasihan dia gak ada kerjaan, jadi Rencananya dia jaga toko saya sedangkan suaminya berjualan bakso dan mie ayam di depan toko saya, balas Suryani


" Rencana yang bagus", aku mendukungmu, balas Ranti


" Kapan main kesini ?, tanya Suryani


" Rencana Besok pagi aku mau kesana, mau lihat perkembangan pembongkaran lahan di seberang tempatmu, dan ingin membicarakan beberapa hal dengan ayahmu, balas Ranti.


" Baiklah, aku sampaikan ke ayah, bahwa besok pagi Nona Muda akan kesini", balas Suryani

__ADS_1


Selesai berbalas WA dengan Suryani Ranti menelpon Arthur Johansen menanyakan perkembangan Perhiasan yang dia pesan.


" Halo, Tuan Arthur, bagaimana pesanan saya, apakah sudah selesai", tanya Ranti


" Untuk batu giok sudah selesai saya rencananya besok pagi ingin berkunjung ke, rumah Nona", balas Arthur.


" Terus bagaimana dengan Berliannya, sudah sampai dimana pengerjaan nya, tanya Ranti


" Perhiasan Berlian Nona, sudah selesai pemotongan dan barangkali 2 Minggu lagi selesai, bisakah nona transfer 1 milyar?, tanya Arthur


" Bisa, tidak masalah", lanjut Ranti


" Untuk liontin dari batu akik, sudah selesai semuanya dan lagi di packing, nanti saya antar bersama dengan perhiasan batu Giok anda Nona, balas Arthur lagi.


" Terimakasih, untuk liontin batu akik dapat berapa banyak ? tanya Ranti


" Yang warna Ungu, Merah dan panca warna masing-masing dapat dapat 25 set, liontin, cincin dan anting-anting, dan batu akik yang harganya di bawah ketiga jenis batu tadi, saya buatkan beberapa untuk aksesoris hingga terlihat lebih bagus dan mahal, kata Arthur.


" Tuan atur saja, dan baiklah kalau begitu", jawab Ranti dan menutup telponnya.


Untuk mengisi waktunya, Ranti dan kedua bocah pergi jalan-jalan sore, sedangkan Darel sedari abis makan siang sudah pergi dengan Sonia, Mercy, Friska dan Rindu mereka mengontrol supermarket dan Kafe bersama Dewi.


Saat ini Ranti dan kedua adiknya sudah berada di pinggir pantai, dengan stelan santai mereka duduk di pondokan dan menikmati suara deru ombak serta sambil menikmati makanan ringan.


Saat mereka sedang menikmati suasana pantai, datang pengganggu yang berpura-pura jadi tukang foto keliling.


" Nona, maukah anda mengambil kenang - kenangan disini, sekali foto dan cetak harganya 25 ribu, kata pengganggu itu.


" Maaf mas, tidak perlu ", jawab Ranti sopan


" Kalau adik-adik mau gak om foto dan cetak, tanya pengganggu itu kepada Armando dan Salma


" Tidak mau Om, terimakasih", jawab Armando.


Tak patah semangat si pengganggu itu, langsung saja memotret Ranti dan kedua adiknya.


" Nona nanti 15 menit lagi saya bawa cetakan nya, dan anda harus membayarnya, kata pengganggu dengan tidak sopan.


" Braaaak.. !!!, hei Nona, sudah bagus aku memotret kamu, sok cantik saja kamu, kata pria sambil menepuk meja


" Yang suruh kamu memotret kami siapa, tanya Ranti yang sudah berdiri dar bangkunya dan menarik kedua adiknya.


Tak berapa lama, datang sekitar tujuh orang laki-laki dengan penampilan sama dengan si pengganggu itu.


" Ada apa ini, kata pria pengganggu lainnya berpura-pura menanyakan situasi.


Si pengganggu berpura-pura menjelaskan ke pria yang barusan datang.


" Nona setidaknya kamu menghargai orang yang sudah memotret kamu, minimal berikanlah uang rokok 20 ribu, kalau kamu tidak di cetak fotonya", kata laki-laki itu pura-pura menengahi.


" Kami tidak memintanya memotret kami, jawab Ranti dengan cuek.


" Sombong betul, kamu pikir siapa kamu disini", kata si yang memotret dan ingin menampar Ranti


" Jangan menyentuh kakakku, jawab Armando, sambil menghalangi si pemotret.


" Kamu anak kecil Pergi sana, kata si pemotret dan hendak mendorong Armando


Tapi sayang Armando dengan berani memelintir tangan si pemotret itu fan menghempaskan dengan kasar.


" Punya nyali juga kamu kamu anak kecil, jawab laki-laki yang berpura-pura menengahi tadi.


" Apakah kalian melihat aku ketakutan, tanya Armando


" Kalau kalian bisa mengalahkan kedua adikku, ku beri kalian 50 juta", kata Ranti


" Salma kalau orang jahat harus di apakan ?, tanya Ranti ke Salma


" Harus di Hajar biar bertobat" , jawab Salma dan langsung memasang kuda-kuda dan siap bertarung.

__ADS_1


Ranti berdiri sambil menandai satu persatu dan mengawasi Armando dan Salma yang sudah siap bertarung.


" Majulah Om, jangan badan saja yang besar", ujar Armando.


Banyak pengunjung yang melihat 2 orang anak kecil sedang beradu argumen dengan 8 pria dewasa.


" Kak Om-om pada penakut, masa takut dengan anak kecil, jawab Salma menyindir


Ketika para pria dewasa itu mulai bergerak, Salma dengan lincah melompat dan menendang kepala salah seorang Pria dewasa dengan kaki kecilnya.


Orang-orang yang melihat Salma terkejut bagaimana seorang anak kecil bisa melompat setinggi itu dan menendang pria dewasa tepat di kepala.


Para pengganggu yang melihat temannya tiba-tiba tumbang, langsung mengeroyok dan memukul membabi buta, tapi tak ada satupun pukulan yang mengenai kedua bocah itu.


" Bagaimana Om, kenapa tangan dan kakinya, sakit ya, ejek Armando


" Anak kecil sialan... !!! teriak kedua pengganggu itu, dan menyerang Armando


Dengan gagahnya Armando menggunakan jurus Tai Chi dan terlihat sambil menari, Armando menghempas pukulan di perut kedua pengganggu itu.


Sedangkan Salma, sedang sibuk melayani seorang pria yang bertarung dengan nya, dan begitu ada kesempatan, telapak tangan kecilnya langsung menampar laki-laki itu hingga mulut laki-laki itu mengeluarkan darah.


Ranti pun heran dengan kekuatan dan kecepatan, serta ketepatan kedua adiknya itu bertarung, " Bagaimana jika mereka besar nanti", batin Ranti.


Ranti memasuki pikir Salma dan Armando, " Patahkan kaki atau tangan mereka", suara Ranti terngiang di kepala mereka berdua.


Sudah bosan dengan pertarungan mereka, Armando dan Salma mengeluarkan jurus tai Chi tingkat terakhir, Yin dan Yang menghancurkan dunia, teriak mereka berdua dan melakukan gerakan dengan sangat cepat.


Bugh kraak, bugh kraak


Terdengar bunyi pukulan dan suara tulang- tulang yang dipatahkan Armando dan Salma


Arkkkhhh... Arkkkhhh, tolong, ampuni kami adik kecil, kata si pemotret yang kaki dan tangannya sudah di patahkan


" hehehehe, kenapa Om minta ampun pada anak kecil, ejek Salma


" Sakit ya, terus ejekan Salma


Armando mengambil kamera pria itu dan menghapus foto-foto mereka dan meremasnya hingga retak dan di lemparkan ke laut.


" Bagaimana, dengan kedua adik saya, apa belum puas ? tanya Ranti dengan santai.


" Ampun Nona, ampuni kami Nona, Ki bersumpah tidak akan mengganggu kalian lagi, ucap mereka


" Baiklah, silahkan pergi dari sini, perintah Ranti


Para pengunjung yang menonton aksi mereka di buat kagum sekaligus ngeri, dengan aksi ke dua bocah Armando dan Salma.


Siaran langsung dari beberapa pengunjung banjir penonton dan ketika siaran langsung berakhir ada yang langsung, mereupload ke medsos lainnya.


Mereka bertiga kembali memesan makanan serta minuman, dan terus melanjutkan menikmati suasana pantai.


Tidak ada yang berani mendekati mereka, bahkan orang yang lewat di depan mereka segan menatap nya.


" Kak bagaimana aksi kami, bagus tidak ? tanya Armando


" Kalian berdua hebat, kakak sangat senang, kakak ingatkan, jangan pernah mencari masalah, apalagi menindas orang, ucap Ranti


" Kami mengerti kak", jawab Armando


" Bagus, kakak pegang omongan kalian.


" Sekarang mari kita Mall Galaxy, kakak ingin belikan kalian laptop, agar kalian bisa berkarya, ajak Ranti


" Ayo, aku mau beli buku panduan membuat aplikasi game, kata Armando.


" Salma mau beli apa lagi selain Laptop, tanya Ranti


" Aku ingin mempelajari bagaimana meretas dan membuat aplikasi

__ADS_1


" Bagus kakak bangga dengan semangat kalian", balas Ranti


__ADS_2