
Puas berkeliling Mall dan sudah selesai membuat foto keluarga, akhirnya Ranti bersama saudara-saudaranya, memutuskan untuk pulang.
Sampai dirumah, mereka duduk diruang keluarga, kemudian Ranti menyampaikan kepada mereka untuk melakukan transfer skill kepada Vanya.
Mereka semua setuju, bahkan mereka bahagia karena biar bagaimanapun, mereka tidak akan selalu bersama - sama dengan Vanya.
Ranti meminta agar mereka mengikutinya ke kamarnya.
Dengan serentak mereka semua melepaskan pakaian hingga tersisa pakaian dalam, hanya Vanya yang masih belum bergerak.
"Dek, kenapa kalian bertelanjang", tanya Vanya
" Syaratnya memang seperti ini, apa Kakak malu dengan kak Darel dan Armando ", ucap Mercy.
Vanya terdiam, namun Dewi menjelaskan maksud dan tujuannya, Dewi juga mengatakan bahwa, untuk apa kita malu kepada saudara sendiri,
" Vanya, aku dan si kembar baru mengenal Darel belum lebih 2 tahun, tapi aku dan si kembar tidak malu seperti ini, karena kita adalah saudara sampai kapanpun", ucap Dewi dan anggukin oleh kedua saudara kembar.
Akhirnya Vanya menyadari, untuk apa malu dengan Darel sedangkan dari kecil mereka bersama.
" Baiklah, mari kita selesaikan", ucap Vanya, sambil melepaskan bajunya.
" Kak Vanya harus rileks dan bawa santai saja, dan mungkin kakak akan merasakan kesakitan ", ucap Ranti
" Lanjutkan saja dek, kakak percaya dengan kalian semua", ucapan Vanya.
Ranti mengeluarkan Pill Pembuka Meridien dan meminta Vanya agar berbaring dan menelan nya, sementara yang lainnya, duduk bersila.
Dalam beberapa saat, Vanya mulai merasakan kesakitan di sekujur tubuh nya. urat-urat nya mulai bereaksi, dan menimbulkan efek yang sangat menyakitkan, Ranti terus mengedarkan energi positifnya agar Vanya bisa menahannya.
Setelah 15 menit kemudian, Vanya sudah terlihat lebih rileks, dan membuka matanya, dia merasakan seluruh badannya berkeringat dan sangat lengket.
" Bagaimana rasanya sekarang, apa lebih ringan atau ada yang sesak, tanya Ranti.
" Lebih ringan dek", ucap Vanya
" Sekarang kakak telan Pill ini, dan nikmati sensasi nya", Ucap Ranti sambil memberikan Pill kecerdasan dan penguatan jaringan otak.
Vanya merasakan kehangatan di seluruh tubuhnya, sedangkan kepalanya terasa begitu sangat sangat ringan, mereka yang melihat kondisi Vanya yang sudah lebih tenang merasa bahagia.
Langkah kedua sudah selesai, kemudian Ranti memberi segelas air Surgawi ke Vanya.
Seketika Vanya merasakan sensasi segar dan tubuhnya terasa lebih berenergi.
Ranti meminta Vanya agar duduk bersila, kemudian Ranti menempel kan 2 jari ke jidat Vanya.
Vanya agak tersentak, ketika Ranti Ranti mulai mentransfer skill yang dimilikinya.
Tampak raut wajah Vanya mulai berubah-ubah, sedangkan Ranti membagi fokusnya kepada yang lain, terlihat cahaya seperti benang yang terhubung antar satu dan lainnya.
Ranti menghapus telepati mereka dan menggabungkan kembali, yang saat ini berlangsung, kedepannya mereka semua bisa saling berhubungan.
Proses sudah selesai, Vanya masih memejamkan matanya dan merasakan berbagai ilmu dan keterampilan yang baru saja dia dapatkan.
Setelah proses transfer dan update telepati selesai, Ranti mengajak mereka agar rileks sejenak, sambil memberikan mereka juice buah abadi.
Sambil melap keringatnya, Vanya mendengarkan penjelasan Ranti berkaitan dengan apa yang barusan di berikan.
" Kak Vanya ini belum seberapa, selesai proses ini, kakak sendiri masih harus melewati 2 langkah lagi sendiri, hasilnya nanti adalah tubuh kakak akan semakin sempurna, coba lihat kak Dewi, terlihat seperti anak ABG", ucap Ranti
Hahahaha hahahah
Mereka tertawa melihat Dewi yang kikuk, dan mukanya langsung merah.
Ranti mengeluarkan mangkok dan meletakkan di depannya, kemudian meminta mereka selain Vanya agar meneteskan darah 1 tetes sedangkan Vanya 2 tetes, kemudian Ranti mencampurkan 2 tetes air surgawi.
Sekejap kemudian keluarlah cahaya keemasan dari mangkok itu dalam bentuk seperti benang- benang sutra dan mulai membungkus mereka satu persatu, menjadi seperti kepompong.
Setelah 10 menit akhirnya proses penyatuan saudara selesai seiring cairan darah dan air Surgawi habis tak bersisa di dalam mangkok.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian mereka membuka matanya dan terlihat raut wajah mereka yang semakin sempurna, dan ada rasa saling keterkaitan antar satu dengan yang lainnya.
" Sekarang Proses nya sudah selesai, tinggal kak Vanya sendiri yang masih melanjutkan 2 langkah lagi", ucap Ranti
Walau begitu Ranti belum mengijinkan yang lainnya bubar.
Mereka ngobrol santai sambil menikmati juice buah abadi dan buah Abadi, untuk mengembalikan energi mereka.
Kini Ranti sudah menyiapkan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, kemudian kembali meminta Vanya agar berbaring.
" Kak Proses yang sangat menyakitkan, karena proses ini akan meregenerasi jaringan dan sel kakak yang telah rusak, dan proses ini selesai kakak tidak akan pernah lagi sakit, karena segala gejala- gejala penyakit akan segera di bereskan", ucap Ranti
" Baik Dek, kakak mengerti" Ucap Vanya dan langsung menelan Pill yang berikan Ranti.
Reaksi Pill Regenerasi Fisik dan Sel, mulai di rasakan oleh Vanya, mereka yang melihatnya hanya tersenyum sambil menikmati juice dan buah abadi, teriakan-teriakan Vanya tak dianggap oleh mereka karena sudah mengalaminya.
Segala cairan kotor keluar dari setiap pori-pori kulit Vanya, kulit- kulit mati semua rontok, dan secara perlahan, Vanya sudah mulai tenang dan tertidur.
" Kak kalian mandi saja dulu tapi jangan dulu keluar dari kamar ini, mandikan juga salma dan Armando, aku masih mengurus kak Vanya", ucap Ranti
Mereka mulai masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, Ranti sudah membiasakan mereka agar selalu menyimpan pakaian dalam cincin mereka.
mereka Semua sudah mandi tapi belum berpakaian lengkap, mereka tidak enak jika Vanya bangun, melihat mereka telah berpakaian, hingga membuatnya malu.
10 menit kemudian Vanya bangun, betapa kagetnya dia melihat tubuhnya yang seperti berlumpur.
" Kakak bangunlah dan mandilah dulu, ayo ajak Ranti
Dewi dan yang lain hanya duduk santai sambil ngemil, dengan cemilan yang mereka simpan dalam Cincin Ruang mereka.
Didalam kamar mandi Ranti memberikan serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, kepada Vanya sebagai langkah terakhir.
Akhirnya rangkaian proses membentuk ulang Vanya dan menyatukannya dalam anggota keluarga, telah selesai.
Ranti dan Vanya keluar dari kamar mandi, dan mengarah ke seluruh saudara yang lain.
" Kak Vanya makin cantik, kulitnya makin halus dan mulus, ucap Mercy
" Coba kakak lihat di cermin, bagaimana tubuh kakak sekarang", ucap Mercy
Ketika Vanya melihat tubuhnya, apalagi saat ini dia hanya menggunakan pakaian dalam, tercengang.
" Dek, bekas jerawat kakak kini telah hilang, ucap Vanya
" Itulah efeknya, mulai sekarang kakak tak perlu menggunakan make-up agak tebal, cukup tipis- tipis saja, lihat saja bibit kakak sekarang, hanya perlu di oles lipstik dengan tipis maka bibir kakak akan lebih seksi, tidak pakai make-up saja wajah kakak sudah glow, ucap Ranti.
" Jadi kalian selama ini hampir tidak menggunakan make-up", ucap Vanya
" Benar sekali, bahkan parfum saja hanya sekedar saja, ucap mereka
" Terimakasih Dek, kamu sudah merubah penampilan kakak menjadi sempurna, ucap Vanya
" Sama-sama, sekarang peluklah saudara kita semua dan selamat di keluarga kita, ucap Ranti.
Vanya memeluk mereka satu persatu, sambil cipika-cipiki.
Tak terasa waktu makan malam sudah tiba, mereka semua berpakaian dan turun ke lantai bawah.
" Kak Vanya, apa kakak akan menetap disini atau kakak akan Magelang, tanya Mercy.
" Kakak mau ke Jakarta dulu dan ke Magelang , kakak belum memberikan surat pengunduran diri secara resmi, tidak enak main keluar begitu saja, apalagi bos kakak orangnya sangat baik" ucap Vanya.
" Berarti kakak mau bareng kak Darel dan kakak Kembar", tanya Rindu
" Ia, kakak ke Jakarta dulu, mau membereskan rumah juga, ucap Vanya
" Begini saja kak, bereskan seluruh Maslah kakak saja dulu, kerjaan, rumah dan perceraian, agar nanti waktu kakak kuliah, tidak ada lagi yang mengganjal, tapi setiap kak Darel pulang ke Surabaya, kakak wajib datang, dan juga kakak bantu aku memantau pembangun Gedung - gedung di Jakarta", ucap Ranti
" Baiklah kakak akan bantu urus yang di Jakarta, ucap Vanya
__ADS_1
" Terimakasih kak, kakak nikmatilah hidup yang sekarang, kakak bebas mau kemana saja, saatnya kakak bahagia, kalau kakak ingin ke Papua ketempat Bram, silahkan mumpung kakak juga belum kuliah, tapi jangan lama-lama disana", ucap Ranti
" Kalau kakak ajak orangtua kakak kesana pakai pesawat kamu boleh gak", tanya Vanya
" Boleh asal jangan lama-lama, takutnya, aku ada panggilan mendadak ke Jakarta", jawab Ranti.
" Terimakasih Dek, ucap Vanya.
" Belilah mobil yang lebih bagus dari mobil yang pertama", ucap Ranti
" Ya nanti kakak beli, kalau kakak sudah punya SIM", ucap Vanya
" Ya sudah ambil ini, di dalamnya sudah SIM mobil, motor dan juga paspor", ucap Ranti.
" Kapan kamu mengurus nya dan bagaimana caranya ? tanya Vanya
" Pakai saja tidak usah cari tau bagaimana cara aku membuatnya, ucap Ranti.
Vanya mendapatkan kesempurnaan hidup, kini dia sudah memiliki banyak harta, tak perlu repot-repot lagi meminta dari mantan suaminya yang pelit.
Saat ini mereka sudah berada di kamar masing-masing, Ranti membuka laptop dan mulai meneliti laporan dari Aplikasi Mata Dewa terkait pulau tempat orang tuanya di tahan.
* Tuan, Rose ada berita penting yang ingin disampaikan, ucap Rose
" Ada berita apa Rose", tanya Ranti
* Bawa saja laptopnya, kita bicarakan di Ruang Dimensi, ucap Rose
Setelah mengunci pintu kamarnya, Ranti memasuki Ruang Dimensi.
* Tuan, Rose baru saja mengikuti sidang Pax Mundo, dia baru saja mengakui, telah di peralat oleh Sistem Kekuatan Penakluk, sistem ini sudah lama di cari oleh kami, ucap Rose
" Seberapa kuat sistem Kekuatan dan Penakluk itu", tanya Ranti
* Sebenarnya, kekuatan dia setara dengan saya dan lainnya, hanya saja, sistemnya telah di gabungkan dengan Sistem Kekuatan dan Pembantai, kedua sistem ini, bertugas untuk melakukan pertempuran bersama dengan Sistem Kekuatan milik Pax Mundo, ucap Rose
" Jadi saat ini ada ada dua kekuatan yang harus aku lawan di masa depan", tanya Ranti
* Tepatnya 3 sistem kekuatan yang akan di hadapi Tuan, di seluruh semesta ini ada 4 Sistem Kekuatan yang ada, Sistem Kekuatan Penakluk, Sistem Kekuatan Pembantai, Sistem Kekuatan Kekuatan Pengendali 4 mata angin dan Sistem Kekuatan Pengendali Iblis yang dimiliki oleh Keturunan Pax Mundo, saat ini yang masih bertahan adalah Sistem Kekuatan Pengendali 4 Mata Angin" Ucap Rose
" Lantas kedua Sistem Kekuatan Penakluk dan Sistem Kekuatan Pembantai berada dimana, tanya Ranti.
" Mereka bersembunyi di semesta Tuan saat ini, Rose mencurigai, kalau pulau tempat orang tua Tuan di sekap, berkaitan dengan adanya Sistem itu, Semua sistem memiliki kemampuan untuk membuat Array sebagai pelindung, pertahanan dan penyerangan. Ucap Rose
* Jika perhitungan Rose tidak salah, saat ini mereka sudah mulai terdesak, karena Pax Mundo sudah mengakui apa alasannya dia menjadi Jahat, dan saat ini Pax Mundo sedang menjalani proses re sistem, dia tetap akan mewarisi kekuatan ayahnya tapi masa penugasannya baru dimulai 1000 tahun lagi atau di semesta Tuan 100 Tahun lagi, ini hukuman berat buat dia.
* Efek dari itu, pasti ke dua sistem itu akan mencari majikan Baru untuk di gunakan, di semesta ini yang memiliki sistem hanyalah Tuan, jadi berhati-hatilah, Absolute Supreme Divine, menitipkan Pill Dewa Semesta, Pill ini akan membantu Tuan menghadapi mereka di pulau itu", ucap Rose
* Mereka yang di pulau itu bukanlah Pemilik Sistem yang sebenarnya tapi kekuatan mereka untuk saat ini setara dengan Tuan, Absolute Supreme Divine, berpesan agar mengambil semua Cincin yang mereka miliki dan cari tempat untuk menyegel nya, nanti akan di murnikan bersama Dua Pemilik Sistem Kekuatan yang berkhianat, dan kemungkinan besar di wariskan ke Pax Mundo dan Sistem Kekuatan Pengendali 4 Mata Angin.
" Saat ini apa yang harus aku lakukan, tanya Ranti.
* Telanlah Pill Dewa Semesta, dan Silahkan kuasai Hukum Ruang dan hukum Waktu, agar tuan mampu membuat tingkat segel semakin kuat untuk menyegel Cincin dari bawahan 2 sistem Kekuatan yang berkhianat tadi' Ucap Rose.
" Sakit gak Rose, ucap Ranti
* Sedikit saja, Karena Tuan sudah berada di Tahap Berlian, ingatlah musuh terbesar Tuan adalah mereka berdua dan diri anda. sendiri Tuan.
* Waktu proses penyatuan Pill Dewa Semesta, hanya 5 Menit saja, Pill ini untuk menyempurnakan seluruh skill, Efisiensi Energi, Kecerdasan, Kecepatan dan Ketepatan, Ketahanan, tapi resikonya adalah Tuan tidak bisa memilih menjadi Abadi atau tidak, karena setelah Proses Penyempurnaan selesai maka Tuan Menjadi Manusia Abadi pertama Di semesta ini, Rose berharap Tuan mengerti dan tidak kecewa dengan keputusan ini, jawab Rose.
" Lalu bagaimana dengan keturunan ku di masa depan, tanya Ranti
* Maaf Tuan, semuanya tergantung Tuan di masa depan, banyak cara membuat manusia menjadi Abadi, Tuan akan tau saat berada Tahapan Berlian Level 9 Puncak, percayalah Tuan tidak akan kesepian melewati seluruh masa di semesta ini, ucap Rose.
" Baiklah Rose, aku ikhlas menerima keputusannya, asal Rose mau menemui saya sepanjang perjalanan saya, ucap Ranti tegar.
* Tidak akan pernah, Kecuali Tuan sudah mati, saat itulah Rose juga menghilang.
" Aku mengerti maksud Rose, aku akan melakukannya dengan rela, bantu jaga kesadaran ku dan seluruh organ vital saya", perintah Ranti
__ADS_1
* Baik Tuan, silahkan lakukan", ucap Rose.