SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Penyesalan selalu datang belakangan


__ADS_3

" Paman Wawan, kenapa lama sekali, kalian sudah gak sayang dengan Salma", Ucap Salma mode ngambek.


" Maafkan Paman, sekarang paman ada disini, siapa mengganggu Nona, hingga membuatmu sedih?" tanya Wawan, sambil membelai rambut Salma.


" Itu, mereka berempat bilang Salma pencuri handphone, bahkan menuduh kak Mia sebagai penadah handphone curian", ujar Salma sambil menunjuk keempat anak itu.


" Pak Hasto, Neil, Tobias dan Sidik, apa kalian tidak bisa mendidik anak dengan sopan santun, apa aturan di kantor kalian baca atau tidak, dan kamu Pak Hasto, menurut Direktur Elisabeth, kamu sengaja menjauhi anak dari sepupumu yang Security, Kenapa memangnya jika kami hanya Security, apa karena kamu supervisor hingga menghina profesi kami sebagai Security, dan sekarang anak kalian menuduh Nona Muda kami sebagai Pencuri ", tegas Wawan.


" Maafkan kami, kami tidak meremehkan profesional Security, kami memang ada masalah keluarga dengan sepupu kami", ujar Hasto membela diri.


" Kenapa saat Direktur Elisabeth telpon 4 jam yang lalu, kalian tidak datang menemui Nona Muda Salma disini, apa kalian tidak menghargai dan menghormati Nona Muda Salma?" tanya Wawan.


" Kami tadi ada urusan jadi tak sempat datang secepatnya, maafkan kami", bohong Hasto.


" Ini rekaman CCTV di taman dekat rumah Neil, kalian berempat hanya duduk santai saja, sudah salah kamu berbohong lagi, sekarang pindahkan barang-barang kalian hari ini juga, Nona Muda Salma sudah berikan kalian kesempatan, tapi malah kalian meremehkannya, terimalah akibatnya", ujar Wawan.


" Nona Muda, maafkan kami, berikan kami kesempatan sekali lagi, ujar, mereka berempat.


" Tidak ada lagi kesempatan, besok saya akan meminta sekolah bintang timur untuk mengeluarkan keempat anak kalian, karena sekolah Bintang Timur adalah milik keluarga saya juga", ujar Salma.


" Paman Manajer, silahkan bekerja kembali, blacklist mereka dari supermarket ini selamanya, mereka kan bisa belanja di tempat yang mewah, karena anaknya bilang mereka orang kaya, Perintah Salma.


Tiba-tiba Ranti, Rindu dan Armando tiba, semua orang yang ada di situ terkejut melihat kehadiran Rindu, banyak penyewa yang sudah mengenal Rindu sebagai pemilik Supermarket DAMKAR.


" Sayang kenapa kamu bersedih, siapa yang menyinggung mu, tanya Ranti dengan raut muka sudah sangat merah.


Wawan dan Pujiono buang sangat kenal dengan raut wajah Ranti sudah bergidik ngeri.


" Siapa yang membuat adik saya bersedih?" tanya Ranti sambil menghentakkan kakinya yang tanpa sadar elemen tanah berfungsi, tiba-tiba tanah bergetar.


* Tuan kontrol diri Tuan, keempat anak karyawan itu yang menuduh Nona Salma sebagai Pencuri", ucap Rose menenangkan Ranti.


Semua orang yang berada disitu terkejut dengan merasakan getaran kencang, hingga ubin pecah.


" Kalian berempat, tunjukkan buktinya hingga anak kalian berani menuduh adik saya Pencuri ?" tanya Ranti.


Mereka berempat hanya terdiam tak bisa berkata apapun, badan mereka sudah gemetar ketakutan.


" Jawab... ! teriak Ranti semakin emosi.


" Kalau kalian tidak menjawabnya akan ku patahkan tangan anak kalian", gertak Ranti.


" Maafkan anak kami yang asal bicara, ampuni anak kami Nona Muda, Mohon mereka.


" Wawan, Pujiono, dan kalian anggota, lempar semua barang mereka jika dalam 3 jam mereka tidak pindah mess kantor", ini Perintah


" Kalian berempat Silahkan Pergi dari sini, adikku ternyata sudah memberikan kalian kesempatan, tapi kalian malah hanya duduk santai membiarkan adik saya menunggu berjam-jam.


' Halo, Pak sekolah SMP Bintang Timur, keluarkan ke-empat anak dari sekolah kita sekarang ini juga, nanti nama mereka akan dikirim", Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, segera suratnya di buat dan dokumen mereka akan dikembalikan ", jawab Kepala Sekolah itu.


" Terimakasih Pak, catat alasan kenapa mereka di keluarkan, adalah Akhlak buruk dan suka memfitnah orang lain, Sombong dan di ajarkan orangtuanya bintik membenci saudara sendiri", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda", ujar Kepala Sekolah itu.


" Nona Mia, apa adik saya sudah mengambilnya handphone untuk temannya", tanya Ranti.


" Sudah bayar tapi handphonenya belum diambil karena Nona Muda sudah Fitnah lebih dulu, bahkan saya dituduh mereka berkomplot menadah barang curian Nona Salma, Sebentar lagi Bos Drajat akan tiba bersama Cece, mereka sangat sedih Nona di Fitnah orang.


Belum selesai mia ngomong, Drajat datang langsung memukul Hasto dan menendangnya.


" anakmu bilang, keponakan kesayangan saya itu maling dan pegawai saya sebagai penadah, itu berarti kamu juga menuduh Konter saya menerima barang curian", bentak Drajat.


" Maafkan kami Pak, kami salah mendidik anak, tapi mohon jangan laporkan ke polisi, Mohon keempat orang itu.


" Didik anak kalian dengan baik, Kalian harusnya bersyukur bekerja perusahaan di perusahaan keponakan saya, kalian dianggap keluarga, di gaji dengan baik, tak perlu ijasah macam-macam, asal jujur dan tidak sombong saja, kalian bisa menikmati gaji yang bagus, belum sebulan kalian di berikan bonus, tapi ini balasan kalian", bentak Drajat.

__ADS_1


" Salma sayang, jangan sedih lagi, Salma anak baik, bukan pencuri, Salma datang membeli handphone untuk kedua temanmu, itu menunjukkan Salma adalah yang baik, jangan seperti mereka", ujar Drajat sambil merangkul Salma.


" Terimakasih Paman, Salma seumur hidup baru sekarang ada yang menuduh seperti itu, kalau mereka hanya bilang Salma orang miskin dan Yatim Piatu, itu tidak masalah, kenyataan memang orangtuaku sudah meninggal, duku juga aku memang orang miskin, bahkan sempat jadi pengemis di jalanan, makanya saat ini Salma Punya uang, tak tega salma melihat anak-anak yang hidup susah", ujar Salma masih sangat sedih.


" Sudah ya, itu coba lihat, bibi juga datang karena kuatir, ujar pak Drajat.


" Wawan, Pujiono bawa mereka Pergi dari sini, black list mereka di perusahaan", perintah Ranti.


" Pak Drajat terimakasih sudah datang membela adikku, ucap Ranti.


" Nona Ranti tak perlu berterimakasih, Nona Salma sudah saya dan istri anggap Keponakan, apapun yang terjadi pasti aku akan membela keponakan saya, tidak mungkin Nona Salma jahat kepada orang lain", ujar Drajat.


" Sayang, berikan handphonenya ke teman kamu, dan apa adalagi yang ingin kamu minta dari kakak", ujar Ranti.


" Ada kak, tolong bantu kak Livung, dia sakit ginjal, sudah ku periksa, jika 4 bulan tidak di tangani, maka kak Livung akan hidup dengan cuci darah", ucap Salma.


" Ya sudah kakak akan bantu, jadi berikan kakak senyum mu yang cantik, rayu Ranti.


" Hehehehe, terimakasih kak, ujar Salma dengan senyum bahagia.


" Untuk kalian semua, atas nama adik saya dan manajemen DAMKAR Supermarket, saya Mohon dimaafkan atas kekacauan yang terjadi", ucap Ranti sambil membungkuk meminta maaf.


" Tidak apa-apa Nona Muda, keempat anak itu memang sudah keterlaluan, ujar mereka.


" Terimakasih atas pengertiannya, Ucap Ranti.


" Pak Manajer, saat perpanjangan sewa, tolong diskon toko mereka semuanya 25 %. selama 1 tahun penuh, dan Bebas operasional Security selama 1 tahun penuh", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, ujar manajer operasional itu.


" Hai adik-adik, kenalkan nama kakak Ranti dan kakak saya namanya Rindu, kalian berdua namanya siapa? tanya Ranti.


" Nama saya Aldrin dan ini adik saya Livung, maafkan kami, gara- gara Nona Muda membela kami, hingga Nona Muda ikut di fitnah sama mereka, kalau saya dan adik Livung serta keluarga kami hal itu sudah biasa dengan penghinaan keempat Paman itu", ujar Aldrin.


" Sudah jangan di pikirkan lagi, mana ibumu, tanya Ranti


" Pak Manajer tolong panggil ibu mereka berdua dan antar keruangan kami", perintah Ranti.


" Baik Nona", Jawab Manajer itu.


Pak Security, Aldrin dan Livung nanti ikut keruangan kakak.


" Pak Drajat, kami keruangan dulu, kami mau urus mereka dulu", Pamit Ranti.


" Ia gak apa-apa, kami juga mau sekalian berkemas dan tutup toko", ujar Pak Drajat.


" Salma, jangan sedih lagi ya", ujar Drajat


" Terimakasih Paman, juga Bibi, kalian sangat baik kepada Salma", Balas Salma.


Ranti kembali ke ruang khusus Pemilik, bersama Pak Security dan kedua anaknya, tapi terlebih dahulu mereka mampir beli baju ganti untuk Livung.


Setelah membeli pakaian, mereka bergegas keruangan pemilik Supermarket.


Manajer dan ibunya Livung sudah menunggu di depan pintu.


" Terimakasih pak Manajer, tinggal kan kami saja, dan tolong bagikan ini ke seluruh Security, ujar Ranti.


" Bapak dan ibu, anak kalian sakitnya sudah sangat parah, Untung hari ini kami kesini dan adikku melihat kedua anak mu, jadi saya anggap ini takdir, kalian jangan kuatir, Livung akan sehat malam ini juga, Besok kalian berdua ijin dan ke rumah sakit untuk bawa Livung cek up, perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, ujar Pak Security, Ternyata namanya Alpius.


" Bu Nina, jangan bersedih, hari ini kalian harus bergembira, kalian orangtua yang hebat, kalian sangat sabar dan tabah menghadapi cobaan berat, tapi percayalah mulai malam ini Livung tidak akan sakit lagi, tapi ingat tetaplah rajin bekerja dan jangan pernah kecewakan kebaikan adik saya, ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda", ujar Bu Nina.


" Bu Nina, tolong atur suhu air di kamar mandi dan bathtub nya di isi penuh dengan air hangat, Perintah Ranti.

__ADS_1


Bu Nina segera ke kamar mandi, Livung sudah berbaring di diatas tikar plastik, kemudian Ranti menyuruh Livung membuka mulutnya, dan membantunya menelan Pill Surgawi.


" Pak Alpius, dan Bu Nina, efeknya nanti Livung akan kesakitan yang sangat menyakitkan, tapi tenang saja itu hanya reaksi obat saja dan hanya 30 Menit, jadi mohon bersabar dan tenangkan pikiran kalian juga", Ujar Ranti.


Tak berapa lama, Pill itu bersaksi, Livung mulai berteriak, wajahnya sudah mulai memerah.


" Salma, tekan kedua jempol kaki temanmu, dan lakukan seperti biasa agar Livung tidak kehilangan kesadarannya, Perintah Ranti.


Salma bergegas memegang jempol kaki Livung dan menekan sesuai perintah Ranti.


Livung masih berteriak tapi sudah tak terlalu sakit.


" Salma, sekarang pegang kedua pinggang Livung tekan sedikit 5 inchi dari pusar Livung", Perintah Ranti


Akhirnya 3p Menit proses yang menyakitkan sudah selesai, badan livung sudah ditutupi dengan cairan hitam.


" Bu Nina masukkan Air hangat ke bathtub sekarang, 10 Menit lagi Livung akan sadar.


Setelah semua terlewati dengan baik, kini Livung terlihat lebih segar, badannya terlihat sudah berisi dan bertambah cantik.


" Bu Nina dan Pak Alpius, besok jangan lupa lakukan pengecekan di RS, dan ini buat kalian, ujar Ranti sambil memberikan ATM berisi uang penukaran 100 Poin Pengabdian untuk kebaikan, hasilnya 10 milyar.


Pakailah uang ini sebaik mungkin, dan belikan makanan yang yang sehat", Perintah Ranti'.


" Baik Nona Muda, kami akan memberikan yang terbaik untuk mereka berdua", ujar pak Alpius.


" Dan ini lagi, Renovasi rumah Kalian dan pasang AC, serta kalau bisa nyetir, beli Mobil, agar kalian pas libur bisa pergi jalan-jalan dengan Mobil, belilah Toyota Raize, atau kalian bisa beli 1 rumah lagi, uangnya masih lebih sisanya, ujar Ranti sambil memberikan ATM satu lagi berisi 100 Poin Pengabdian untuk kebaikan, di rupiahkan menjadi 10 milyar, berarti mereka mendapatkan 20 milyar.


" Baik Nona, kebetulan rumah si samping kami akan jual, kami akan membelinya, dan segera merenovasinya", ujar Pak Alpius.


" Ya sudah sekarang sudah malam, ayo kita malam dulu di restoran di bawa baru kita pulang.


" Oh ya, saat SMP masukkan Livung ke Bintang Timur dan juga Aldrin pas naik kelas 9, bisa langsung pindah, atau nanti SMU juga tidak apa-apa, ujar Ranti dan langsung beranjak ke restoran.


" Kak Livung bagaimana rasanya, apa masih terasa sakit gak, tanya Salma.


" Sudah tidak lagi Nona Muda, jawab Livung.


" Syukurlah, dan sekarang kak Livung sudah punya handphone, jadi kalau nanti mau main kerumahku chat saja, biar nanti saya kasih tau Security kompleks.


Ditempat berbeda, tepatnya di mess karyawan, Hasto dan ketiga temannya beserta istri dan anak mereka kebingungan, mereka malu minta tolong ke teman- teman mereka, Bahkan mereka tidak bisa kerumah mereka sendiri karena masih di sewa orang lain.


Para tetangga, heran melihat mereka, katanya itu rumah mereka sendiri, tapi kok diusir.


" Cepat kalian panggil mobil dan angkat barang kalian dari sini, atau taruh saja dulu di jalan, kami bukan penjaga Kalian", bentak Wawan dan Pujiono.


" Hasto, Untung saja Komandan Besar lagi pelatihan, jika tidak pasti patah tanganmu si buat Pak Sumadi, asal kalian tau, Pak Sumadi sangat menghormati para Nona Muda dan Tuan Muda, apalagi si bungsu Nona Muda Salma, dan masih beruntung kamu karyawan, jika orang lain, kami 26 orang tidak segan-segan menyiksa kalian", ujar Wawan.


" Pak Wawan, kami menyesal atas kesalahan kami mendidik, padahal Nona Muda Ranti sering berbicara soal kerendahan hati, ujar Hasto dengan penuh penyesalan.


" Kalau mungkin pak Alpius itu orang lain, mungkin Nona Muda masih ada toleransi sedikit, tapi pak Alpius adalah sepupu kamu, harusnya kamu bantu walau hanya memberi semangat karena cobaan yang mereka hadapi, tapi kamu malah memusuhi mereka,


Tapi nanti kamu lihat apa yang akan di berikan Nona Muda Ranti kepada keluarga itu, pastinya anak pak Alpius akan sembuh total, jika menelan Pill ajaib dari Nona Muda Ranti", ujar Wawan.


" Pak Wawan, ijinkan kami malam ini tidur disini besok kami pasti sudah pindah, mohon mereka.


" Baiklah, tapi ingat, Besok sebelum jam pulang sekolah kalian sudah harus Pergi dari sini, tegas Wawan dan langsung beranjak.


Sepeninggal Wawan dan anggota lainnya, kini tinggal 4 keluarga yang terusir akibat sombong.


" Mas, sudah ku bilang untuk apa memusuhi Saudara sendiri, coba kamu pikirkan, apa kesalahan mas Alpius dan mbak Nina, mereka Bahkan pernah datang kerumah saat mereka susah, dan lihat sekarang mana teman- teman kamu yang kamu bilang baik, buktinya tidak ada yang membantu kita, bahkan keluarga kamu yang menghasut kamu memusuhi mas Alpius menutup pintu untuk kita", ujar istri Hasto.


" Mas juga gak tahu kesalahan Alpius, tapi dari sejak remaja saya sudah dididik untuk membenci Alpius", Ujar Hasto.


" Sekarang, cari tahu masalahnya, bila perlu setelah kita pindah, mari kita datang kerumah mereka, bukan untuk memohon maaf, tapi tanyakan apa yang membuat mereka di benci oleh keluargamu, karena terus terang, saudara kamu tidak mau membantumu, bahkan ayahmu sendiri hanya bilang bersabar, dan tetap menyalahkan Alpius.


" Maafkan mas, setelah semua beres, kita datang kesana, Ujar Hasto.

__ADS_1


" Ya sudah kita bersabar saja, siapa tahu kelak, kita bisa bangkit lagi, dan benar omongan Nona Ranti, kesombongan hanya akan menjadi kuburan kita sendiri, dan sekarang benar terjadi, tak ada seorangpun yang datang membantu kita",ujar istri Hasto.


__ADS_2