SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
menyelamatkan ayah Tiara


__ADS_3

Selesai berbicara dengan Mama Sonia, Ranti kembali ke ruang utama, dia melihat kakak-kakaknya sudah siap-siap mau pulang, Ranti langsung menuju kearah mereka dan ayo kak kita pulang, Ade sudah ngantuk...


Tanpa mempedulikan Sonia, Ranti menggandeng tangan Darel dan mengajaknya pulang, Sonia yang sudah paham hanya bisa geleng-geleng kepala, tapi dia tidak cemburu apalagi menegurnya


Kebetulan pak supir juga sudah menunggu dan akhirnya mereka, menaiki mobilnya dan kembali ke rumah.


Di perjalanan Ranti, yang bersandar di bahu Darel, mengajak Darel ngobrol


Kak Darel, bagaimana menurut kakak keluarga kak Sonia?


Darel, biasa saja, hanya kakak lega sekarang karena kakak diterima menjadi pacarnya Sonia, walau awalnya kakak berpikir akan di tolak, terimakasih ya dek..


Sama-sama kak, kita bersaudara sudah wajib kita mendukung kakak, karena tak selamanya kami bergantung sama kakak, begitu juga tak selamanya kakak berkorban terus buat kami, terlebih kakak harus mengorbankan masa depan kakak..


Terimakasih Bontot, kalian semua kesayangan kakak, bagi kakak, kalianlah kebahagiaan kakak..


terimakasih kasih juga kak, sudah menjadi kakak buat kami semua, Ranti membalas omongan Darel..


tak lama berselang, mobil sudah masuk gerbang perumahan, Mercy menurunkan kaca mobil dan memberitahu security, dan akhirnya pak security membuka gerbang perumahan dan mobil masuk komplek.


Tiba di rumah, Ranti membayar biaya sewa mobil, sebesar 350 ribu rupiah dan tip 150 ribu, sepeninggal mobil yang mereka tumpangi, mereka semua langsung ke kamar masing-masing dan membersihkan diri dan memilih untuk istirahat.


Setelah beberapa jam beristirahat, Ranti bangun, waktu menunjukkan jam 04.30 WIB, langsung beranjak ke wastafel cuci muka dan sikat gigi.


" Oke Rose CHECK IN "


* selamat Tuan anda mendapatkan, 60 % saham PT. Sari pangan Indonesia.


[ PT Sari Pangan Indonesia, berdiri sejak tahun 1980 dan bergerak di bidang pengolahan Pangan, seperti tepung dan mie instan, nilai pasar sebesar 70 T]


* Terimakasih Rose *


" Oke Rose ... STATUS"


Nama : Ranti Putri Setiawan


Umur. : 15 tahun


Tahap. : PERAK


Level. : 1, (2 / 1.000.000 PS)


Job. : PELAJAR


Skil. :


\= Pemograman komputer - tingkat GM { activated }


\= Hacker - tingkat master { activated}


\= Memasak - tingkat GM { activated}


\= Pengobatan - tingkat Kuno { activated}


\= Bermain Alat Musik - tingkat GM { activated }


\= Mata semesta - Tingkat GM { activated}


\= Bisnis - Tingkat GM { activated}


\= Alchemis - tingkat Kuno { not activated}


\= Beladiri Tai Chi - Tingkat GM { Automatis activated}


Fisik dan Mental


Kesehatan : 100 %


Ketahanan : 100 %


kecepatan : 100 %


Ketepatan : 100 %


Kecerdasan: 100 %


Kekayaan. : Rp. 1.079.624.305.000


Toko. : 🔐


Poin


Sistem. : 1.177.500


Pemahaman : 880.000


Pengabdian. : 650.000


inventori. :


* 94 pil surgawi


* 24 pil semesta


* 100 tetes serum Pembersih dan kekebalan tubuh


* 21 Pil kecerdasan


* 1 Pil pembangkit Elemen Api


* 1Tungku Tingkat kino


* 1 kotak tingkat kuno


* 1 kotak tingkat Berlian


* Ruang Dimensi Tingkat legenda

__ADS_1


* 1000 jenis bibit tanaman obat langka


*. 5 Bibit buah 1000 tahun...


Aset


* Properti {not activated}


- Tanah seluas 10.000 m² (🔐)


- saham 65%, kampus Nusa Unggul { 🔐 }


- saham 75 %, PT. Restu Agung Properti Tbk {🔐}


- saham 60%, PT. Sari Pangan Indonesia {🔐}


* Kendaraan { not activated}


Alat penunjang


* 1 unit Laptop merk Quantum


* Flashdisk 2 TB merk Quantum


* Handphone, merk Quantum


Misi. :


* Harian (1x 24 Jam)


- Check in


* Misi khusus: -


- menyelamatkan keluarga Tiara


- mengungkap pengkhianat perusahaan


( waktu 30 hari )


* Misi Dadakan: -


* Misi tersembunyi: -


" terimakasih Rose"


* Sudah Tugas saya tuan*


" Rose nanti sore saya mau ke Cirebon ??


* apakah Tuan akan menyelidiki tentang keluarga Tuan.. ?


" ia.. bagaimana menurut kamu Rose??


* itu tidak masalah Tuan, tapi maaf untuk masalah ini, Rose tidak bisa membantu Tuan, dan ini sudah ketentuan sistem, jadi mohon maaf, kata Rose..*


* Baik Tuan, Rose akan selalu menyertai Tuan dan jangan lupa gunakan kaca mata pemindai, Tuan pindai alamatnya dan otomatis, kacamata akan mencari koordinatnya dan akan menuntun jalan Tuan agar tidak tersesat, sistem GPS juga akan menampilkan, jenis kendaraan apa yang bisa tuan pakai.


" sangat cocok digunakan untuk bepergian, terimakasih Rose"


* apakah tuan akan berangkat menggunakan kereta api atau Bus??


" Kereta api saja, biar tidak kena macet, apakah Rose bisa memesankan tiket untukku... ??


* bisa Tuan, Rose langsung memotong biayanya dari rekening Tuan, mohon menunggu*


Ranti turun ke lantai, melihat keempat kakaknya, sudah standby untuk latihan..


Bontot ayo... ajak mereka..


mereka ke Taman samping dan mulai latihan, dan latihan kali ini adalah penyempurnaan latihan tahap pertama


Terlihat semangat dan bahagia mereka bisa sampai tahap sempurna setelah berhari-hari latihan...


Latihan sudah selesai dan mereka masih duduk di rerumputan, setelah napas mereka normal, mereka langsung masuk rumah dan bersiap untuk kesekolah


Selesai mandi dan berganti pakaian seragam, waktunya sarapan..


sementara sarapan Ranti, memberitahukan kepada kakak-kakaknya bahwa nanti sore pulang sekolah, dia mau ke Cirebon dan pulang paling lambat hari Selasa..


mereka terkejut, tiba-tiba Ranti mau ke Cirebon, mereka pernah dengar dari Suster Diana, bahwa Ranti berasal dari Cirebon.


Darel buka suara, dek, "kakak temani kamu pergi ke Cirebon" ..


tidak usah kak, aku bisa sendiri tenang saja nanti disana ada yang menemani Ade, bohong Ranti ke Darel


ya tapi dari Surabaya ke Cirebon itu sangatlah jauh, kuatir Darel


tenang saja kak, aku bisa pergi, pasti bisa pulang, jawab Ranti


Ketiga kakak perempuannya, hanya bisa diam, karena mereka tahu betul sifat keras kepala adeknya, sekaligus mereka percaya, bahwa Ranti pasti akan baik-baik saja dan bisa pulang sesuai omongannya.


Kak Darel, kata Mercy, berikan kepercayaan sama Bontot, saya juga kuatir, tapi apa kakak sudah lupa bontot seperti apa.. jadi percayalah pasti Bontot akan kembali pada kita sesuai omongannya.


Ya sudah kalo begitu, tapi tunggu kami semua tiba dirumah baru Bontot pergi, nanti kami antar ke stasiun kereta oke.. suara tegas Darel, ke Ranti.


baik kakakku... sudah ayo berangkat sekolah, jawab Ranti


sampai di sekolah, terlihat Tiara dan Robin di gerbang sekolah, dan Ranti "berteriak", haloo gadis tampan dan cowok ganteng, boleh kenalan... hahahaha


kamu itu dek, kagetin orang saja.. ayo salam, Robin sembari memberikan tangannya, dan seperti biasa Ranti pasti cium tangan, sebagai hormat kepada kakak.


Ranti bertanya kenapa masih di gerbang dan belum masuk kelas, apa lagi nungguin aku ya... hehehehe kelakar Ranti


Ya itu salah satu, tapi yang paling penting adalah aku lagi tunggu jemputan mau ke RS, tadi pas sampe di kelas, mamaku telpon katanya papaku pingsan dan di larikan ke RS.


Memangnya selama ini, papa kamu sering mengeluh sakit apa..? tanya Ranti

__ADS_1


sudah berapa tahun ini papaku tidak pernah masuk RS, paling 2 Minggu sekali papaku cek kesehatan, jadi menurut ku, karena tekanan pekerjaan, jawab Tiara.


ya sudah, aku ikut denganmu, toh hari ini tidak ada tugas yang di kumpulkan, putus Ranti


Ranti pun segera kirim pesan ke Kakak-kakaknya, bahwa hari ini tidak jadi masuk sekolah, mau ke RS Puri Medika karena Papanya Tiara dilarikan ke RS.


Tidak ada balasan dari salah satu dari mereka, tapi menurut Ranti, mungkin mereka sudah masuk kelas.


Mobil keluarga Tiara sampai dan mereka bertiga langsung berangkat ke RS


Tiara menghubungi mamanya, menanyakan ruangan papanya dirawat.


Mamanya menjawab masih di UGD, cepatlah kata mamanya Tiara


pak Hasan, Tiara menyebut nama supirnya, tolong agak lebih cepat lagi..


sementara Tiara lagi menyuruh supir untuk lebih cepat, terdengar...


DING... DING


*Misi Dadakan terkonfirmasi*


Selamatkan papanya Tiara, saat ini papanya mengalami keracunan makanan, waktu hidup 1 jam*


Tumben ada misi, biasanya hanya misi harian...


5 menit berselang sampai di RS, mereka bertiga langsung berlari ke ruang UGD,.


terlihat papanya Tiara, berbaring lemas dengan nafas yang tidak teratur, bibirnya terlihat membiru dan tubuhnya kaku..


Ranti bertanya,. " Tante apa penyakit om kata dokter, maaf Tante kenalkan nama saya Ranti, teman sekelas Tiara, ucap Ranti memperkenalkan diri..


Oh ini nak Ranti... kata dokter penyakit yang biasanya bereaksi karena om salah makan.


Memang tadi om makan apa.. tanya Ranti


Tadi suami saya hanya makan bubur daging dan minum teh hijau hanya itu saja..


Maaf Tante, om bukan salah makan, tapi om keracunan makanan, tegas Ranti


Dokter mengatakan ada benarnya, pasti ada yang tau penyakit om, jadi ada yang menambahkan suatu dalam makanan dan mengakibatkan kontaminasi hingga penyebab penyakit bereaksi, dan ini sangat keji maaf jika om meninggal maka hasil diagnosa akan mengatakan, pasien meninggal karena penyakit yang deritanya...


Menurut saya, om punya waktu hanya 50 menit dari sekarang, jika tidak ditangani dengan benar, maaf om akan meninggal...


Ranti, bagaimana bisa kamu menvonis seperti itu, kata Tiara


Tiara kamu sahabatku, aku gak mungkin ngomong sesuatu yang aku tidak tahu, dan kalau kamu percaya samaku biarkan aku menolong papa kamu


tapi apa bisa Ranti, nada sedih Tiara


Dokter sudah menyerah, katanya semua jaringan saraf suami saya sudah rusak, kata mamanya Tiara..


Tante tolong percaya sama saya, om pasti sembuh saat ini dan hanya butuh 15 menit, sekarang tinggal 45 menit... kalau Tante tidak percaya tidak apa-apa


Tiara dan mamanya saling pandang tapi belum memberikan keputusan, lalu datanglah seorang Dokter..


maaf Bu, kami tidak sanggup menyelamatkan suami anda, penyakitnya sudah lama dan sudah mencapai tingkat yang sangat kronis, sekali lagi mohon maafkan kami, lalu dokter unsur diri..


namun sebelum Dokter itu keluar dari ruangan,. Ranti berkata, pasien ini masih bisa selamat, dan ralat rekam medis Anda, tegas Ranti


Maaf, anda siapa, berani sekali kamu memerintahkan saya meralat rekam medis, pasien sudah lama menderita penyakitnya, dan beliau salah memakan sesuatu yang akhir membuat penyakitnya kambuh dan reaksinya sangat cepat..


Maaf Dokter, makanan yang dimakan pasien adalah bubur daging dan minum teh hijau, serta baru seminggu yang lalu datang kontrol, kenapa dokter membicarakan dengan pasien kondisinya, selidik Ranti


Maaf Dokter, Racun yang berada dalam makanan bereaksi sangat lambat dan tidak mematikan, pemicu penyakitnya adalah cairan obat yang barusan anda diberikan, tegas Ranti


sontak dokter ketakutan, tapi berusaha tenang


tidak ada yang tau pada saat Ranti tiba, dia melihat dengan mata semesta, bahwa cairan infus mengandung racun dan mencabutnya dari tangan papanya Tiara.


Dokter membantahnya, apa kamu punya bukti bahwa pasien kena racun..


ini buktinya Ranti yang pas berdiri dekat cairan infus langsung mengambil botol cairan tersebut


Dokter yang tak berkutik langsung keluar ruangan, Ranti sengaja membiarkan dokter itu pergi..


Robin juga berkata biarkan dia pergi aku sudah merekam semuanya..


waktu yang terus berjalan, segera Ranti, meminta Tiara dan mamanya untuk menolongnya dalam proses penyembuhan papanya Tiara


Tiara, Tante tolong dudukan si om, dan Tante coba buka mulut om, kalo sudah kaku tolong buka pakai sendok asalkan obat bisa masuk jangan dipaksakan terbuka lebar mulut om..


Ranti pura-pura mengambil sesuatu dalam tas sekolah padahal Ranti mengambil pil semesta, karena semua organ vital sudah sangat parah dan harapan hidup, papanya Tiara tinggal 10%,


sudah cukup lebar itu Tante, dan tenang saja om pasti sembuh, dan ingat apapun reaksi yang terjadi tolong percaya kepada saya, waktu ya 15 sampai 20 menit


kak Robin jaga kunci pintunya, Tiara siapkan air hangat di kamar mandi


silahkan masukkan Pill ini, dan tahan mulut om agar tertutup, setelah 1 menit baringkan om..


setelah 5 menit... tubuh papanya Tiara bereaksi dan bergetar sangat kencang dan keringat sebesar biji jagung mulai bercucuran, dari warna bening, terus agak kekuningan, kecoklatan , agak kehitaman dan di menit ke 15, cairan pekat keluar ...


Mama Tiara tak bisa berkata-kata, toh kata dokter saja suaminya pasti meninggal, jadi dia sudah pasrah, sementara kondisi suaminya masih mengeluarkan cairan hitam walau sudah tak sepakat barusan...


menit ke 20 terdengar suara pintu di ketok, Ranti menggunakan, mata semesta dan melihat ke arah pintu, terdapat sekitar 6 orang, 2 diantaranya adalah dokter dan sisanya adalah perawat, Ranti berteriak ke Robin jangan di buka dulu 2 menit lagi...


tak berapa berselang orang di Depan pintu makin bertambah, dan kali kayaknya keluarga dari Tiara...


kak Robin, buka saja pintunya sudah SELESAI...


Tante om sudah sembuh, tunggu 5 menit om akan bangun, dan mandikan om dengan air hangat...


setelah pintu terbuka semuanya hampir muntah karena bau yang menyengat, mereka melihat ke atas ranjang pasien yang penuh cairan yang sudah mulai membeku


dokter bertanya apa yang terjadi dengan pasien dan kenapa kalian menutup pintunya, jika terjadi sesuatu pada pasien kalian yang harus tanggung jawab...


Mereka berempat memandang dokter yang berbicara dengan sinis, namun tidak bereaksi...

__ADS_1


__ADS_2