SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Nasib Pemuda sombong


__ADS_3

Tepat jam 6 sore, Ranti bersama Salma dan Mora tiba rumah.


Mereka disambut oleh Bu Likha dan Yati. Yati langsung memegang Salma dan Mora menuju kamarnya untuk mandi.


Jam 7 malam mereka semua menikmati makan malam sebelum berangkat.


Tepat Jam 8 Malam mereka berangkat bersama Mang Dul, Armando duduk didepan menemani Mang Dul, sedangkan para wanita semuanya duduk di belakang.


Didalam perjalanan, mereka saling bercanda dan mengambil beberapa foto kebersamaan mereka.


" Salma, ternyata bagus juga model handphonenya", ujar Friska.


" Hehehehe, ia Kak modelnya lucu dan ringan saat di gantung di leher", ujar Salma.


" Jadi iPhone 14 Promax, sudah gak mau kamu pakai lagi?" tanya Friska.


" Masih, hanya senang saja lihat handphone ini, modelnya lucu dan bisa jadi aksesoris juga", ujar Salma.


" Kirain iPhone-nya sudah tidak kamu pakai", ujar Friska.


" Kakak juga punya handphone 2, tapi keduanya iPhone, ujar Salma.


" Ia, sayang kalau gak di pakai, jadi kalau kuliah kakak pakai yang iPhone 13 Promax, karena teman-teman di kampus kakak, hanya kakak yang punya iPhone 14 Promax, bahkan masih ada yang menggunakan iPhone 7s, jadi biar gak terlalu menonjol saja", ujar Friska.


" Gitu ya kak", balas Salma singkat ".


" Ia, karena kalau kita terlalu menonjolkan kekayaan, maka akan banyak orang yang berpura-pura jadi sahabat kita, ujar Friska.


" Benar juga kak, aku saja hanya memiliki satu teman, ujar Salma


" Tidak apa-apa hanya punya 1 teman, daripada banyak tapi ternyata palsu, mendingan 1 teman tapi bisa ada disaat kita membutuhkannya", lanjut Friska.


Jika Ranti dalam perjalanan penuh kebahagiaan, berbeda dengan Sungkono yang lagi pening karena uangnya tinggal sedikit, bahkan uang oragnisasi raib entah kemana.


Hal yang sama juga terjadi pada 5 orang pejabat yang koruptor, uang korupsinya semuanya hilang, padahal uang itu akan digunakan untuk pemilihan umum nantinya, agar mereka bisa terpilih lagi.


Namun sayang tanpa mereka sadari, skandal mereka sudah beredar luas dan menjadi trending, salah satu bawahan mereka meminta atasannya itu membuka media sosial YouTube, Facebook dan Instagram, yang memuat skandal kelima anggota pejabat itu.


Di pihak Kepolisian sendiri sudah memutuskan untuk memanggil kelima pejabat itu, untuk meminta keterangan terkait Video yang beredar, di berbagai platform media sosial.


" Siapa yang membocorkan semua ini?", batin seorang pejabat


" Pak, beritanya tidak bisa di hapus", ujar seorang bawahan salah satu pejabat.


pejabat itu menelpon rekan-rekannya dan membicarakan masalah ini, mereka juga bingung harus bagaimana, Mereka menarik kesimpulan kalau ini perbuatan dari pemilik Proyek.


Tebakan mereka benar, namun secara hukum harus ada buktinya, baru Polisi akan bertindak, seketika para pejabat itu langsung lemas, mereka harus bersedia di panggil kepolisian dan pasti akan menggunakan seragam Orange.


Kondisi yang sama juga terjadi di Jakarta, 5 Pemilik perusahaan harus bersiap menghadapi tuntutan kasus penyuapan kepada pejabat.


Tak hanya mereka, Sungkono juga terseret dalam kasus ini, dia menjabat sebagai eksekutor pengatur demo dan bersiap adu fisik di lapangan.


Video pertemuan mereka di Jakarta, menambah daftar bukti konspirasi dalam menjatuhkan Proyek Ranti.


Lebih parah lagi bagi pengusaha itu adalah, pihak Bank langsung mengambil langkah untuk segera menanyakan status hutang para pengusaha itu.


Di televisi nasional juga memberitakan keterlibatan beberapa pengusahaan, pejabat dan pemimpin preman berkolaborasi untuk menjatuhkan pengusaha yang lain.


Stasiun televisi itu juga memberitakan terkait di panggilnya pemilik perusahaan yang menjadi pemimpin Utama 2 Mega Proyek di Jawa Timur, yang sedianya akan di adakan pada hari Senin.


Dan saat berita itu tayang, pihak stasiun TV mengklarifikasi soal surat panggilan dari pejabat pemerintah, kepada Rendi, dan Rendi menjawab bahwa itu benar dan RPS Group Company siap hadir sebagai warganegara yang baik.


" Pak Rendi, bagaimana anda menanggapi surat panggilan itu?" tanya penyiar TV itu".


" Biasa saja, Perusahaan kami sudah mengikuti seluruh proses yang di tetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah, serta kami juga sudah membuat surat perjanjian dengan warga setempat, dan saat ini, kami sedang membangun Rusunawa buat mereka, dan mereka kami gratiskan selama 5 tahun, dan sesuai perjanjian mereka baru pindah jika fasilitas rusunawa sudah selesai", jawab Rendi.


" Lantas apakah hanya yang di berikan oleh pihak RPS Group Company, kepada warga lokal?" lanjut penyiar berita itu.


" Mereka juga kami prioritaskan dalam rekrutmen karyawan, tentunya harus memiliki kemampuan, saat ini saja para pekerja proyek 50% berasal dari mereka, dan sejauh ini para warga setempat tidak ada yang protes, kami sama-sama menghargai keputusan yang sudah dibuat, dan memang kami pihak perusahaan juga sangat senang jika warga setempat terlibat dalam proyek ini", lanjut Rendi


" Terimakasih waktunya Pak Rendi", Ujar penyiar itu dan menutup sambungan telepon.


kembali ke Ranti.


" Mang Dul, kita istirahat dulu, cari tempat untuk ngopi dan beli cemilan", ujar Mercy.


" Baik Non ", jawab Mang Dul


Tak lama kemudian, Mang Dul mengarahkan mobil mereka ke rest area yang juga ada SPBU.


Mereka kemudian masuk ke gerai KFC dan membeli ayam goreng dan juga kentang goreng.

__ADS_1


Mereka tidak duduk di dalam gerai KFC, mereka memilih duduk di tempat umum, namun saat mereka sedang makan, datang beberapa orang pemuda.


" Halo Nona, boleh kami duduk Disni", modus Mereka.


" Silahkan saja, ini milik umum siapa saja boleh duduk disini", ujar Mercy.


Para pemuda itu langsung duduk, dan percaya diri mereka berbasa-basi, tapi tak dihiraukan oleh Ranti dan saudara-saudaranya, mereka lebih fokus dengan makanan mereka.


" Nona apa boleh kami berkenalan dengan kalian, kami juga orang Surabaya namun kami mau ke Jakarta", ujar seorang Pemuda.


" Maaf kami tidak terbiasa dengan orang asing", ujar Rindu


" Baiklah kalau begitu, tapi kemana tujuan kalian", tanya pemuda itu


" Jogjakarta", jawab Rindu singkat.


" Ada keperluan apa kalian di Jogjakarta", kepo pemuda itu yang sedari tadi bertanya.


" Main saja", singkat Rindu.


" Boleh kami ikut dengan kalian ke Jogjakarta?" tanya pemuda kepo itu.


" Tidak boleh", dingin Rindu


" Kok tidak boleh, kan enak kita bisa main sambil jalan-jalan disana", ujar pemuda itu dengan nada maksa halus.


" Kalau kalian mau main silahkan saja, itu hak kalian, tapi kami tidak akan main dengan kalian", ujar Ranti yang sudah kesal.


" Ketus amat sih", ujar pemuda yang lain.


" Itu hak saya, kenapa memangnya", ujar Ranti


" Tidak apa-apa, saya sendiri juga malas meladeni kalian yang sok cantik", ujar pemuda itu.


" Sejak kapan kami mengaku Cantik kepada kalian", ujar Ranti.


Tiba-tiba, seorang dari pemuda itu mengamuk, dan memaki-maki Ranti.


" Nona, jaga sikapmu ! sudah bagus kami menyapa kalian, kayak tuan putri raja saja kalian ! hardiknya.


" Kenapa kamu sewot dan memaki-maki kami, memangnya salah jika kami tidak mau berkenalan dengan kalian dan juga jalan bareng dengan kalian?" tanya Ranti yang sudah berdiri dari bangkunya.


" Kalian salah, karena tidak menghargai kami, asal kamu tahu, kami ini bukan orang yang suka di tolak, apalagi gadis seperti kalian", bentak pemuda itu.


" Cih.. ! oh kamu mau kami ajak secara halus dengan uang, berapa yang harus kami bayar untuk menyewa kalian", ujar pemuda itu dengan sombong.


" Hahahaha, hidup saja masih bergantung ke orang tua, sok belagu mau bayar kami, dasar tidak berguna", ejek Ranti.


" Kami masih kuliah jadi wajar kami bersenang- senang", ujar pemuda itu.


" Oke, selamat bersenang-senang, kami tidak mau mengganggu kalian, ujar Ranti dan langsung beranjak pindah ke dalam Gerai KFC.


" Drone bocorkan tangki bensin bensin seluruh mobil mereka dan rusak mesinnya, juga ban nya serta velg, biar mereka rugi untuk memperbaiki mobil mewah mereka, perintah Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, retas handphone mereka dan ambil semua tabungan mereka, dan blokir seluruh rekening serta kartu kredit.


" Sudah semuanya tuan, hasilnya 10 milyar, dan 259 juta.


" Terimakasih".


Para pemuda yang lagi duduk santai sambil ngopi dan merokok, tidak sadar jika Drone sedang merusak mobil mereka.


" Kak ayo kita berangkat", malas Salma melihat orang itu, ujar Salma.


" Tunggu sebentar lagi", ujar Ranti


" Ya sudah, Salma pesan kentang goreng jumbo untuk di mobil dan buat mang Dul, ujar Salma.


" Pesan juga buat kami ya sayang", ujar Rindu.


Salma dan Mora, berjalan ke arah pelayan dan memesan 7 kentang goreng ukuran jumbo dan 3 bucket Winger dan 3 bucket chicken, sedangkan untuk tambahan, Salma membelikan 3 potong ayam dan 5 potong sayap untuk Mang Dul.


Pelayan itu terkejut melihat, melihat dua gadis kecil memesan begitu banyak.


" Maaf dek memangnya kalian mau kemana sampai beli bekal sebanyak ini", tanya pelayan itu.


" Kami mau ke Jogjakarta, dan mungkin setelah ini kami tidak mampir lagi ke tempat lain", ujar Salma.


" Oh gitu ya, total nya 862 ribu", ujar pelayan itu.


Salma mengambil dompetnya dan membukanya, terlihat beberapa kartu ATM miliknya.

__ADS_1


Para pelayan yang melihat dompetnya saja sudah tercengang, di dalam dompet Salma juga terdapat banyak lembaran uang pecahan 100 ribu, dan yang membuat mereka kaget adalah deretan Kartu ATM menghiasi Dompet Hermes nya.


" Ini kak saya bayar Pakai Kartu ini", ujar Salma sambil mengeluarkan Kartu ATM Mandiri Platinum.


" Maaf Dek", apa ini kartumu atau kakakmu, dan kartu apa saja dalam dompetmu, tanya Pelayan itu.


" Itu Kartu saya, dan semua Kartu ATM ini milik saya", ujar Salma sambil memperlihatkan seluruh Kartu ATM miliknya, yang sengaja Rose menuliskan nama Salma Putri di kartunya.


Salma memiliki, 3 kartu berwarna hitam platinum, 2 kartu warna keemasan dan 1 Kartu berwarna merah dengan tulisan berwarna emas.


" Gila bene, anak sekecil itu memiliki Mandiri World Elite dan Prioritas, juga kartu VVIP Mall Galaxy", batin pelayan itu.


" Terimakasih ya Dek, silahkan duduk saja di meja adik, nanti kakak antarkan seluruh pesanan adik berdua", ucap ramah pelayan itu.


Saat menunggu pesanan, Ranti dan kakak-kakaknya melihat ke arah luar, disana terlihat para pemuda sombong itu lagi ngamuk-ngamuk, terlihat kap mesin mobil BMW 430i convertible milik mereka.


Para pemuda itu kebingungan, secara mobil mereka rusak disaat yang sama, handphone Mereka juga rusak disaat yang sama.


Sementara para pemuda itu lagi bingung, Ranti dan saudara-saudaranya masih duduk santai dan berpura-pura tidak memperhatikan mereka.


Masih untung Ranti merusak mobil mereka di rest area, coba kalau lagi jalan tiba-tiba mesin mati, pasti kecelakaan terjadi.


" Maaf Nona agak lambat, dan ini semua pesanan nya, mohon di cek kembali takut ada yang kurang", ucap pelayan itu.


" Terimakasih atas pelayanan nya, ada berapa orang karyawan masuk malam ini ?" tanya Ranti


" Totalnya ada 7 orang Nona ", jawab pelayan itu.


" Ini buat kamu, dan yang ini bagikan ke seluruh orang yang bekerja dengan rata, ujar Ranti sambil beranjak berdiri dan keluar dari Gerai KFC.


" Terimakasih Nona, semoga selamat sampai tujuan", ucap gadis itu.


" Teman-teman ini ada tips dari pelanggan, semua kebagian seorang 500 ribu, dan maaf aku dapat 1juta dari pelanggan itu", ujar pelayan itu.


" Santai saja kawan, sudah bagus kami dapat bagian, jadi kalau kamu dapat lebih, itu sudah hal yang wajar", ujar pelayan lainnya.


" Kalian lihat gak yang gadis kecil itu, masih sekecil itu ATM banyak, mana semua Kartu ATM yang eksklusif dan ada namanya di kartunya", ujar pelayan itu.


" Jelas terlihat mereka dari keluarga yang sangat kaya, dan juga ramah dari awal mereka masuk, mereka tidak terlihat arogan", ucap sang cleaning Service.


" Masih ada orang kaya seperti itu di dunia ini", ujar yang lainnya".


" Tips dan harga pesanannya, lebih banyak uang tips", kata pelayan lainnya.


Jika para pelayan sedang bahagia, berbeda jurang dengan para pemuda sombong itu, apalagi mereka melihat Ranti yang melewati mereka dengan santai, sambil berpura-pura perhatian.


" Kenapa mobilnya mas", tanya Ranti yang menahan ketawa.


" Apa mata kamu buta, sudah tau mobil kita rusak, kamu paket nanya lagi", bentak seorang pemuda sombong.


" Baiklah kalau begitu, sebenarnya saya berubah pikiran ingin jalan-jalan dengan kalian, tapi mobil kalian sudah rusak, jadi selamat bersenang-senang saja Kalau begitu, bye... bye...Ejek Ranti.


" Sialan kamu ! meski mereka kompak.


Ranti meninggalkan mereka sambil tertawa dan mengejek.


" Makanya jadi orang jangan sok kaya dan sok kecakepan, selamat menikmati malam panjang bro", ejek Ranti.


" Semoga cepat sampai di Jakarta", teriak Mercy.


" Awas kalian semua !" ancam mereka.


Ranti dan seluruh saudaranya sudah tak membalas lagi dan langsung berangkat meninggalkan para pemuda sombong itu.


" Bro jadi kita harus bagaimana, mana handphone rusak lagi", ujar salah seorang dari mereka.


" Pinjam handphone pelayan KFC saja ", ujar pemuda lainnya.


" Mbak, boleh pinjam handphone-nya, mobil kami rusak, dan handphone kami juga rusak, ucap seorang pemuda itu.


" Maaf kami dilarang menggunakan atau memegang handphone saat bekerja, ucap pelayan itu.


" Ini darurat Mbak, tolonglah kami", mohon pemuda itu.


" Kalau saya di Pecat siapa yang tanggung jawab", ujar pelayan itu.


" Tunggu saja, kami selesai kerja jam 6 pagi, nanti ku pinjamkan handphone ku", ujar seorang pelayan laki-laki.


" Baiklah", ujar pemuda sombong itu pasrah.


" Kak kok bisa mobil mereka rusak bersamaan", tanya Armando.

__ADS_1


" Mana kakak tahu, lagian mereka orang tidak jelas, buat apa kamu pikirkan ", jawab Ranti berbohong kalau dia pelakunya.


__ADS_2