
Sebelum mereka berbicara ke inti kedatangan Bara dan Tania, mereka berdua memuji hidangan yang telah dinikmati.
Terlebih dahulu, saya dan kak Bara memohon maaf karena mengajak ketemuan secara mendadak, Tania membuka obrolan
Tidak apa-apa Tania, kita ini adalah teman tak perlu sungkan, dan jika ada hal yang ingin di sampaikan, silahkan, Ranti mencoba mencairkan suasana.
Kami keluarga bersyukur karena Ranti sudah membeli Rumah kami, dan mempertemukan kami, dan mulai hari ini dan kedepan keluarga kami sudah utuh kembali, terimakasih sedalam-dalamnya dari kami keluarga Hermawan. Ucap Tania
Adapun kedatangan kami adalah, ingin berdiskusi tentang pemanfaatan yang kami miliki saat ini, yaitu kami ingin meminta bantuannya untuk membangun perusahaan kami, ujar Bara
Pertama saya senang bisa membantu sesama teman yang kebetulan aku merasa bisa. Kedua adalah kalian ingin saya membantu dalam hal apa? tanya Ranti
Mungkin sedikit banyak Ranti paham dengan mendirikan perusahaan, mulai dari rencana pendanaan hingga legalitas hukum dari perusahaan yang kita dirikan, jujur saja kami berdua sangat buta dalam hal ini, ucap Bara.
Kalau hanya sekedar bertukar pikiran soal bagaimana proses mendirikan perusahaan, mungkin kalian bisa dapatkan informasi lebih detil dengan kalian mencari orang yang berkompeten dalam pendirian perusahaan.
Tapi memang biaya konsultasi lumayan besar, jadi saya sarankan untuk bertemu dengan asisten saya Rendi namanya, dia yang mengurus soal pendirian perusahaan dan pembangunan pabrik, dia punya Tim untuk itu. saran Ranti kepada mereka
Terima Ranti, jawab Tania
Selanjutnya, Perusahaan kami ingin berfokus pada peternakan, Rumah Potong Hewan dan Frozen food, ungkap Bara.
Kalau begitu kita agak nyambung, secara saya sedang menyelesaikan pembangunan peternakan sapi unggul di Cirebon, mungkin produksi pertama sekitar bulan Mei tahun depan, saat ini sudah sementara proses pemeliharaan untuk 500 ekor sapi. kata Ranti
Tahun depan saya akan membangun pabrik pakan Ternak khusus untuk peternakan dengan kualitas premium, kata Ranti.
Nah menyangkut membangun Bagaimana dengan modalnya apakah Ranti menggunakan dana pihak ketiga atau biaya modalnya sendiri. tanya Bara
Hingga saat ini yang lagi saya bangun adalah, peternakan sapi, pabrik makanan bayi dan ibu hamil, sekolah Elite di samping Yayasan Budi Luhur dan yang akan launching Januari tahun Depan awal adalah RPS Finance. Dan jika di hitung kasar saja modal awal yang sudah saya kucurkan mencapai 1,5 Triliun untuk pembangunan, Dari Pengadaan lahan dan bangunan, R&D dan dana awal pendirian perusahaan, hingga awal beroperasi. Anggaran terbesar yang akan saya kucurkan adalah Investasi modal untuk RPS Finance sebesar 1 triliun dan sudah masuk semua, kami tinggal release date saja.
Fantastis juga ya, sekali bergerak beberapa lini langsung di kerjakan kata Bara.
Memang harus seperti itu, dan jika kalian sudah mulai berproduksi di kemudian hari silahkan ajukan kerjasama dengan RPS Finance, Promosi Ranti.
Terus terang saja, Ranti yang tau kekuatan keuangan kami saat ini karena semuanya dari Ranti bukan, Tania seolah mengingatkan Ranti
Hahahaha maaf aku sampai lupa akan hal itu, baiklah sekarang bantuan yang paling penting untuk saya bantu hal apa, tanya Ranti
Kami ingin mengajak Ranti untuk ikut mendanai Perusahaan yang akan kami bangun, tentunya akan kita atur bersama besaran modal yang di butuhkan dan pengaturan saham nya. kata Bara
Baik, tapi buatlah rancangannya, apakah saya ikut mendirikan atau hanya bantu biaya modal kerja?
Modal usaha, artinya setelah pabrik berdiri dan siap berproduksi otomatis kami butuh biaya belanja modal. kata Bara, sambil mencatat hal-hal yang mereka bicarakan.
Baiklah kalau semua sudah beres bawalah proposal kalian ke saya atau ke Rendi, secara pribadi saya siap bantu, dan siapa tahu keempat kakakku bisa ikut nimbrung tanam saham di perusahaan kalian. pancing Ranti kepada keempat kakaknya
Kalau memang memiliki prospek kenapa tidak, sambung Darel
Nah sudah ada calon investor, Tania jangan lihat mereka seperti ini, uang mereka sangat banyak, jika di gabungkan uang mereka berempat 1 triliun sampai. Tanpa saya saja mereka berempat bisa bantu anggaran kalian 40% modal, Promosi Ranti.
Kami tidak salah bertemu dengan kalian, moga kedepan kita bisa saling mendukung. Kata Bara
Apa masih ada yang ingin di bicarakan, secara besok kami harus sekolah, kata Ranti
Untuk saat ini, mungkin segini saja dulu, nanti kami buatkan rancangan yang lebih detail. kata Tania.
Oke kami tunggu kedatangan kalian, dan Bara lain kali ajak Joanna nongkrong di Kafe kami ini. Promo Ranti
oke siap, kata Bara
Selesai berbincang dengan Tania dan Bara, mereka berlima juga langsung ke parkiran bersama bara dan Tania.
Bara yang melihat lima bersaudara itu menaiki mobil mereka masing-masing di buat geleng-geleng, " umur belum 20 Tahun tapi uangnya sudah bejibun". batin Bara
Kelima mobil mewah itu membelah jalanan untuk kembali kerumah, Namun Rindu mengajak mampir sejenak di warung tenda sekedar makan ketoprak, mereka berempat hanya nurut saja.
Menikmati ketoprak mereka sambil bicara soal rencana Bara dan Tania.
Kalau kalian ingin menanam saham ke perusahaan mereka aku tidak melarang, tapi kalian harus baca hati-hati setiap detil kontrak yang mereka ajukan. Ranti menyarankan dan mengingatkan keempat kakaknya.
" Terimakasih Bontot, kata mereka
Kak Darel kan bercita-cita kuliah IT jadi dari sekarang menabung untuk membuat sesuatu sesuai jurusan kakak, siapa tahu bisa seperti startup yang ada sekarang. saran Ranti
__ADS_1
Itulah yang kakak pikirkan, hanya saja kakak akan fokus juga dengan manajemen, agar bisa bantu kamu Ranti.
Ia Bontot memang mengharapkan kak Darel untuk jadi pemimpin, karena saya lebih percaya dengan kalian dari siapapun, kata Ranti
Ya kita bersaudara harus saling mendukung, kakak juga tidak akan pertahankan Sonia jika suatu saat dia berubah, kakak tidak mau persaudaraan kita hancur hanya karena egois pasangan kita kedepan. kata Darel
Betul itu kak, bertahun-tahun kita membina keharmonisan persaudaraan kita, jangan karena pasangan kita terus kita harus jadi orang seperti kebanyakan. Mercy angkat suara.
Saya percaya dengan kak Sonia kata Ranti.
terimakasih Bontot, kata Darel
Rindu apa kamu sudah selesai makannya, tanya Mercy
Sudah kak, ayo pulang, ajak Rindu
" Oke Rose CHECK IN "
* Selamat Tuan anda mendapatkan hadiah upgrade gadget Quantum
Akhirnya sampai dirumah, dan langsung menuju kamar masing-masing, bersih - bersih dan naik kasur, Ranti kepikiran kenapa Rendi sudah 2 hari ini tidak ada kabar, besok aku hubungi dia saja.
DING... DING
* Tuan pasport dan dokumen perjalanan tuan sudah selesai, begitu juga dengan keenam saudara tuan juga selesai, hanya Rose tidak tahu mereka mau pergi kemana, jadi hanya Paspor yang Rise buat untuk mereka.*
" terimakasih Rose", tapi saya juga tidak tahu mereka ingin kemana.
* Baik Tuan*
" Rose apakah PT RPS GROUP COMPANY legalitas hukumnya sudah sah di Indonesia?
* sudah Tuan, saat semua keuntungan perusahaan tuan miliki sudah masuk ke rekening anda RPS GROUP COMPANY. Adapun rapat yang berkaitan dengan Saham -saham Anda semu sudah di atur dengan baik, dan apabila ada perusahaan yang baru Tuan dapatkan, secara otomatis langsung dalam pengendalian RPS GROUP COMPANY. *
" Terimakasih Rose", apakah bisa saya melihat jumlah keuntungan yang saya dapat.?
* maaf tuan itu tidak bisa, bersabarlah.
" Baiklah kalau begitu.
Ranti membuka laptop dan mengaktifkan Mata Dewa, dan masuk ke pencarian khusus, CCTV online,
Ranti melihat para pelayan yang sudah mengunci semua pintu dan si kembar masih nonton TV, mendingan aku telpon saja.
Halo, kak Renata apa kabar?
Halo juga Ranti, kami berdua baik-baik saja. kata Renata
" Kapan ujian di sekolah kakak, tanya Ranti
Senin depan dan selama 5 hari, kalau kamu kapan ? Renata bertanya balik
Senin depan juga, hanya libur natal Tahun baru aku berangkat ke China beberapa hari ada urusan bisnis, kata Ranti
" Oh,, Padahal Kami berdua ingin liburan ke Surabaya, sambung Renita
" Datang saja, aku cuma 5hari di China sedangkan liburku ada 2 Minggu, kata Ranti
Kami tunggu kamu pulang dari China, baru kami berangkat ke Surabaya.
Ya sudah kalau begitu, saat aku akan kembali dari China aku hubungi kalian, selamat beristirahat. Ranti menutup telpon
Keesokan paginya, Ranti dan keempat kakaknya melakukan latihan seperti biasa, gerakan makin sempurna, dan semangat tetap ad. Ranti melihatnya begitu senang karena keempat kakaknya memiliki semangat yang tinggi.
Semua sudah bersiap untuk kesekolah, dan seperti biasa mereka sarapan bersama dengan formasi yang sama.
Sementara menikmati sarapan, Ranti mendapat kabar bahwa, pembangunan Panti Asuhan Suster Diana terkena masalah, segerombolan preman sudah 2 hari menduduki lokasi pembangunan panti.
Suster Diana, tenang nanti pulang sekolah saya kesana, begitu bunyi pesan balasan Ranti.
Ranti mengedarkan mata semesta untuk melihat para preman yang berada di lokasi pembangunan, ternyata mereka ada sekitar 50 orang.
Hari ini jam pelajaran tak di ikuti Ranti dengan benar, pikirannya berada di lokasi pembangunan Panti, Tiara yang melihat ada keanehan di wajah Ranti, namun dia sendiri bingung harus bagaimana.
__ADS_1
Waktu menunjukkan saatnya untuk pulang, sambil menunggu keempat kakaknya, Ranti mengedarkan mata semesta, dia melihat para preman sedang merusak bangunan yang baru saja didirikan, dengan martil mereka menghancurkan semuanya.
Ranti yang sudah emosi memerintahkan kepada pak Mang Dul agar lebih cepat lagi mobilnya.
Ketiga kakaknya bertanya bontot ada apa ?
Aku harus segera ke panti asuhan Suster Diana, banyak preman yang merusak bangunan yang barusan di dirikan.
" Kami ikut, kata mereka bertiga.
Setelah sampai di rumah mereka bergegas berganti pakaian dan mengambil kunci mobil dan berangkat menuju Panti Suster Diana.
Di lokasi Panti sendiri sudah kedatangan alat berat untuk meratakan bangunan-bangunan yang ada, terlihat pagar gerbang sudah di hancurkan.
Ranti tiba dan berteriak hentikan... berhenti kalian semua, teriak Ranti
" Kamu siapa! seenaknya menyuruh kami berhenti, tanya seorang preman
Seorang yang memegang martil mendekat kearah Ranti dan mengacungkan martil, " jangan ganggu jurusan kami atau kamu sendiri merasakan akibatnya, hardiknya
Seorang laki-laki dewasa memerintahkan anak buahnya untuk berhenti sejenak. Teman-teman istirahat dulu kita layani dulu gadis manis ini, kata laki-laki itu dengan raut wajah mesumnya.
" Baik bos, jawab para preman
Nona cantik, siapakah gerangan kamu? kenapa kenapa kamu berteriak-teriak disini, tanya laki-laki yang merupakan bos preman itu.
Jangan tanya saya siapa kamu tidak pantas mengenal saya, jawab Ranti ketus..
" Saya suka dengan gadis seperti mu, hahahaha
" Kenapa kalian membongkar bangunan ini dan siapa yang menyuruh kalian, tanya Ranti
Bos kami akan mendirikan perumahan disini, semua warga sudah setuju dan kami juga menawarkan pembayaran yang setimpal, tapi pemilik lahan ini tidak mengikuti apa yang bos kami mau. kata preman itu.
Berapa harga yang kalian tawarkan untuk lahan ini, tanya Ranti
Kami membayarnya 300 juta, dan itu sudah harga tertinggi untuk lahan seperti ini, tapi mereka tidak mau. kata preman itu
Bilang sama bos kalian Tanah ini tidak di jual, dan sampai kapanpun tanah ini tidak di jual. tegas Ranti
" Sombong sekali kamu.. !
Tanah ini milik kami, terserah kami mau jual atau tidak, apa urusannya dengan kalian, dan ingat saya akan menuntut ganti rugi atas penghancuran ini sebesar 25 milyar. kata Ranti
Hahahaha hahahaha
Mereka tertawa mendengar biaya ganti rugi yang Ranti sampaikan.
Nona cantik, apakah kamu mau memeras kami, apakah kamu mampu menghadapi bos kami, hahahaha kata bos preman itu
" Pergi dari sini atau anak buahku akan melempar kamu dengan paksa, hardiknya
Keempat kakaknya sudah bersiap menunggu perintah Ranti.
Suster Diana yang dari tadi tidak sempat berbicara dengan Ranti hanya bisa melihat dari salah satu bangunan yang di jaga ketat beberapa preman.
Saya hitung Sampai tiga jika kamu gadis kecil tidak pergi dari sini, saya tidak akan sungkan lagi, ancam bos preman itu
Hitung saja sampai kamu puas saya tidak akan pergi, tegas Ranti
Kalian semua segera tangkap gadis sialan ini, perintah bos preman itu
Kakak kita lawan mereka sekarang, gunakan apa yang ku ajarkan... teriak Ranti
Dasar sialan bikin orang tambah repot saja, sini kau ... ! kesal si preman ke Ranti
Silahkan tangkap kalau kamu mampu, dengan langkah cepat Ranti langsung menampar.. plak... plak...plak,
Ranti membuka pertarungan yang tak seimbang, kalau kita hitung jumlah lawan Ranti dan keempat kakaknya
Bangsat kamu, beraninya kamu menampar saya, teriak si preman...
Plak... plak ... plak.. kenapa sakit ya.. ejek Ranti
__ADS_1
Bughh... bughh.. pukulan preman dapat di tepis Ranti...