
Saat ini Ranti telah berada di Bandara Jhon F Kenedy, Ranti bersama dengan seluruh petinggi Bank Global Intercontinental, menanti detik-detik penyerahan Pesawat Jet Pribadi Gulfstream G 700, dari pihak Produsen.
Pesawat terlebih dahulu di berikan kepada pihak Bank Global Intercontinental dan selanjutnya, dari pihak Bank Global Intercontinental akan menyerahkan kepada nasabah tertinggi keempat di Dunia yaitu Ranti.
Ranti sendiri telah memiliki saham pengendali di sebuah pabrikan pembuat pesawat Jet, tapi karena ini adalah hadiah, mau tidak mau dia harus menerimanya.
Ranti telah berkoordinasi dengan Pak Pribadi dan Rendi agar mencarikan lahan untuk membuat Bandara pribadi di proyek Kota Terpadu, serta mengurus perijinannya, dan menutup data dirinya ke media apapun.
Setelah semua Acara resmi penyerahan Pesawat dari produsen ke konsumen, kini diatas panggung, Philips Pemimpin Utama Bank Global Intercontinental, menyerahkan semua dokumen kepemilikan pesawat, serta semua perijinan mendarat di seluruh dunia.
Ranti dengan santai menerima nya, dia berpikir jika pesawat ini sampai masuk Indonesia, pasti akan heboh, tapi mau bagaimana lagi, itulah yang ada dalam pikiran Ranti.
" Nona Ranti, Pesawat anda bisa terbang kapan saja, dan ke Bandara mana saja, selama bandara tersebut memenuhi syarat untuk mendarat, ucap Philips.
" Terimakasih informasinya, saya akan membawa pulang ke Indonesia tanggal 2 Januari, jam 10 pagi waktu disini, dan saya akan transit di Dubai, kata Ranti
" Baik untuk penerbangan pertama ini, Kami akan membantu mengaturnya untuk anda, Jawab Philips
" Terimakasih Tuan, balas Ranti singkat.
Selesai acara serah terima, Ranti bersama petinggi Bank Global Intercontinental, langsung keluar dari Bandara JFK dan langsung pergi ke tujuan masing-masing, Ranti sendiri menuju Hotel tempat saudara-saudaranya dan yang lainnya menginap, dan hari ini rencananya mereka akan kembali ke hotel Waldorf Astoria.
Setelah menjemput mereka, Ranti langsung menuju ke Waldorf Astoria, setiba di hotel tersebut, Ranti menuju ke kamarnya, dan mengunci pintu, kemudian masuk ke dalam Cincin Semesta.
" Bagaimana rasanya tinggal di sini seharian, ucap Ranti menyapa Pax Mundo
" Membosankan, jawab Pax Mundo
" Kalau bosan, kamu bisa bertani atau berkebun, bahkan kamu bisa beternak, kasih tau saja nanti ku siapkan untukmu, jawab Ranti santai
" Kamu mau menyiksaku disini, kata Pax Mundo
" Kalau aku menyiksa kamu, apa hari ini kamu masih hidup, tanya Ranti
" Biar bagaimana aku termasuk orang terkaya di dunia, apa pantas aku bertani dan berkebun, ucap Pax masih dengan kesombongannya
" Di Dunia yang mana, saat ini kamu berada di Dunia ku, dan kamu tidak ada artinya buat saya, jadi saya hanya akan memberikan kamu makan 1 x sehari, Jawab Ranti
" Kejam sekali kamu, jawab Pax Mundo
" apakah kamu pernah menjadi orang baik ? tanya Ranti
Pax Mundo terdiam, mendengar pertanyaan Ranti, sambil menundukkan kepala, dia mengingat semua kesalahannya.
" Apakah kamu juga pernah jadi orang yang baik, Pax Mundo bertanya yang sama ke Ranti
" Pasti, orang yang baik kepada saya pasti akan saya balas, begitu sebaliknya, jawab Ranti
" Manusia hanya mau dengan uang, selama kita memiliki uang, apapun bisa kita lakukan, jawab Pax Mundo
__ADS_1
" Apa kamu mengingat seorang gadis bernama Juliana Suherman dari Jakarta, Indonesia, Tanya Ranti
" Aku tidak mengenalnya, kenapa kamu bertanya orang yang tidak aku kenal, jawab Pax Mundo berbohong
" Dia saat ini, memiliki anak laki-laki hasil pelecehan kamu, dan hidupnya saat ini sangat menderita, bahkan anakmu hampir meninggal karena tidak mampu bayar rumah sakit, ucap Ranti balas berbohong.
" Semua wanita yang tidur dengan saya, telah aku berikan uang dengan jumlah besar, kata Pax Mundo dengan sombongnya
" Oh jadi masalah beres asal ada uang, kata Ranti
" Jelaslah, siapa yang tidak suka dengan uang, mereka sendiri yang mau ku ajak tidur, kata Pax Mundo
" Kalau Video ini apakah bisa di katakan mereka sukarela tidur dengan kamu, ucap Ranti dengan sengit.
Masih banyak lagi hal buruk yang kamu lakukan, bahkan kamu sendiri membunuh saudara kembar kamu, ucap Ranti
" Hahahaha, jangan ngomong sembarangan kamu, ucap Pax Mundo
" Baiklah saya tidak akan ngomong sembarangan, tapi jika kamu ingin bebas dari sini, kamu hanya perlu mengatakan dimana kedua orangtuaku berada sekarang? ujar Ranti
" Saya tidak mengenal orang tua kamu, ucap Pax Mundo masih belum mau jujur
" Ini Foto kalian bertiga, kamu, ayahku dan Pamanku Firmansyah dan foto ini di ambil setahun Pamanku memberontak ingin mengambil Posisi ayahku di perusahaan keluarga Setiawan, ujar Ranti
" Baiklah saya akan bicara, tapi tolong bebaskan aku dari sini, ucap Pax akhirnya menyerah
Cerita Pax Mundo
Saya berkenalan dengan ayahmu, saat dia berada di London Inggris, saat ayahmu masih kuliah di sana, juga ibumu Monicha.
Setelah mereka pulang ke Indonesia, setahun kemudian, ayahmu mengabarkan bahwa dia tengah merintis Perusahaan investasi, dan 2 tahun kemudian Perusahaan ayahmu mengalami peningkatan yang sangat besar.
Saya terbang dari London untuk mengikuti acara pernikahan Ayahmu, dan disitulah saya berjumpa dengan Paman kamu, Ferdiansyah.
Lambat laun kami pun akrab, ketika saya mau membuka perusahaan di Indonesia, Ayahmu tidak setuju bermitra dengan saya, padahal saat itu ayahmu sudah menjabat CEO dari Perusahaan Setiawan.
Paman kamu Ferdiansyah marah besar kepada ayahmu, aku tau alasan ayahmu tidak setuju, karena dia tau bisnis saya di seluruh dunia, 40% bersih atau legal dan 60% adalah ilegal.
Ferdiansyah Setiawan tidak tahu masalah ini, jadi aku manfaatkan dia untuk mengurus ayahmu dengan kompensasi, aku akan memberikan uang yang besar untuk modal usaha dia sendiri.
Tahun demi tahun, baik Perusahaan ayahmu, maupun perusahaan Kakek mu semuanya maju di tangan Ayahmu, apalagi dia di dampingi oleh ibumu yang sangat cerdas dan memiliki intuisi yang bagus.
Setahun sebelum peristiwa itu, aku datang ke Indonesia, untuk meresmikan Perusahaan saya, walaupun sudah ku tutup 6 tahun lalu, dan disitulah aku bertemu dengan Juliana, yang bekerja sebagai resepsionis di kantor saya, yang saat juga yang menjadi direktur utama adalah Ferdiansyah.
Sebelum aku memutuskan untuk menutup perusahaan itu, Ferdiansyah meminta agar perusahaan itu menjadi miliknya dan aku di berikan lahan untuk membangun Pabrik Pengolahan besi baja, serta akan mengeksekusi ayahmu.
Soal masalah internal keluarga kalian aku tidak tahu, jujur aku tidak tahu, ayahmu dan Ferdiansyah sama-sama tidak menceritakan kepada ku.
Belakangan baru aku tahu, kalau mereka berseteru, karena bibimu saya gak kenal, tapi saat aku berkunjung kerumah keluarga besar kalian, Adriansyah dan Ferdiansyah lagi berdebat, Ayahmu menuduh, Ferdiansyah yang membunuh keluarga bibimu.
__ADS_1
Sebulan setelah peristiwa malam itu, Ferdiansyah menghubungi saya, dan dia mengatakan bahwa kedua orangtuamu sudah di taklukkan, jadi sesuai perjanjian, aku memberikan perusahaan saya kepada Pamanmu dan dia memberikan lahan itu kepadaku.
Berita terakhir aku yang aku dengar bahwa Pamanmu sedang berusaha mencari Putri tunggal Adriansyah dan dia meminta tolong kepadaku dengan menanyakan siapa saja teman yang paling dekat ayahmu, kalau di London aku tahu, begitu juga Kusuma yang memiliki istri orang China, Helen namanya, selebihnya aku tidak tahu.
Dan itu terjadi 6 bulan yang lalu, suara Adriansyah terdengar sangat berat, saya gak tau kenapa, karena hanya lewat telepon saja.
Tapi jujur awalnya ayahmu di sekap di rumah kediaman kakekmu dan kedua mereka membawanya ke pulau pribadi yang berada di dekat Jakarta, kemudian, Ferdiansyah mengatakan bahwa ibumu juga sudah di tahan setelah sembuh dari Singapura.
Saya tidak merencanakan apa-apa soal bagaimana Ferdiansyah menghancurkan Adriansyah, saya akui kesalahanku tidak membantu teman ku, yaitu Ayahmu dan ibumu yang waktu di London sangat baik kepadaku.
Jika kamu ingin mencari dimana orang tuamu, segeralah pulang dan hadapilah Pamanmu, dan jika kamu bertemu dengan Juliana, sampaikan maafku kepada-nya, jika kamu bebaskan aku, pasti aku akan buatkan mereka surat wasiat untuk mengambil alih perusahaan ku di Indonesia, dan tolong pakaikan nama belakangku Mundo.
" Baik aku akan ku sampaikan kepada Juliana, ucap Ranti
" Terimakasih, mungkin ini satu - satunya kebaikan yang pernah aku lakukan, dan itu untuk anakku, ucap Pax Mundo.
" Karena kamu sudah banyak kesalahan, biarlah sistem yang menghukum kamu, kata Ranti
" Aku tahu itu, kamu benar aku yang membunuh saudara kembar ku, aku juga sudah puas hidup selama 500 Tahun dan bersama sistem aku sudah 400 tahun lebih, ujar Pax Mundo
" Kamu tau hukuman dari sistem adalah kematian, tanya Ranti
" Aku tahu, kami yang memiliki Sistem Kekuatan adalah pelindung dan selalu menjadi penengah bagi sistem lain yang berseteru, tapi aku telah salah jalan. Makanya Tahapan ku tidak pernah lagi bertambah sejak 200 tahun lalu, makanya aku semakin brutal, biasanya sistem selalu memberi peringatan agar jangan melakukan kejahatan, tapi saya juga tidak tahu, hingga saya tidak mampu menahan kesombongan dan keserakahan, ujar Pax Mundo.
" Baiklah, untuk Juliana aku sudah berikan mereka 300 milyar dollar, dan semua gadis yang sudah kamu lecehkan juga sudah ku berikan mereka kompensasi atas nama kamu, aku mengambil uangmu dan ku berikan kepada mereka, tapi kamu tenang saja aku hanya mengambil buat menebus kesalahanmu, dari sekian yang kamu lecehkan, hanya Juliana yang punya anak, jadi aku berikan lebih.
" Jika kemudian hari anakmu menggunakan nama belakang kamu, maka dia tetap akan bangga bahwa ayahnya pernah menjadi bagian orang terkaya di Dunia, ucap Ranti melunak
" Terimakasih atas inisiatif kamu, terakhir tolong buatkan surat untuk pengalihan aset pabrik baja dan tekstil di Indonesia atas nama Juliana Suherman, itu permintaan terakhir dari saya, nanti saya akan tanda tangan, mohon Pax Mundo.
" Baiklah, saya akan minta bantuan sistem ku untuk membantumu, terimakasih sudah berbicara soal Ayahku dan Ibuku, jika ketemu dengan mereka apa yang akan kamu lakukan, tanya Ranti
" Saya akan minta maaf, hanya itu saja, dan saat ini saya Pax Mundo, meminta maaf kepadamu, ucapnya
" Baiklah, kamu baik-baik saja disini, nanti aku pindahkan kamu ke ruang dimensi lain, dan tidak di segel, disana kamu bisa melakukan banyak hal, dan semoga kamu di beri pengampun oleh Absolute Divine, tapi sebelum aku memindahkan kamu, silahkan minum Pill ini, perintah Ranti sambil memberikan Pill pengikat jiwa
" Ini Pill pengikat jiwa tingkat surgawi, kata Pax Mundo
" Ia silahkan, perintah Ranti
Pax Mundo, mulai kagum dengan Ranti, strategi nya sangat baik, " Aku tak menyangka dia masih memiliki senjata yang ampuh menaklukkan aku", batin Pax Mundo.
Dengan ikhlas Pax Mundo menelan Pill Pengikat Jiwa, matanya langsung terpejam dan dia merasakan seluruh badannya dan jaringan Meridien nya seolah-olah ada yang menekan.
Sekarang istirahatlah, saya juga mau istirahat, ucap Ranti sambil beranjak dan keluar dari cincin semesta.
Ranti juga langsung keluar kamar dan menuju kamar Salma, dia mengetuk dan dibuka oleh Yati, Ranti menyuruh untuk membangunkannya karena sekarang sudah jam 11 malam, sejam lagi tahun Baru.
Ranti kembali ke kamarnya dan mandi, kemudian dengan pakaian santai, Ranti memanggil mereka semua untuk ke lantai tertinggi dari hotel itu untuk melihat kembang api.
__ADS_1