SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Mall Galaxy


__ADS_3

Sebelum mereka belanja, Ranti mengajak mereka semua untuk makan Siang, kali ini mereka ingin menikmati masakan Barat, daging steak yang terkenal di Surabaya, cabang Mall Galaxy.


Dengan penampilan mereka yang sederhana, hanya kaos oblong dan celana pendek selutut dan sneaker Nike, banyak yang berpikir mereka bukan orang kaya.


Pelayan yang ogah - ogahan datang melepaskan daftar menu dengan tidak sopan, dengan suara judes,


" Mau pesan apa? sambil dia menyebut menu yang harganya murah.


Ranti menatap pelayan itu sambil mendengus


" Tolong kalau sudah ada yang pilih segera sebutkan biar gak lama, ujarnya


Ranti berdiri dan memanggil pelayan yang lain


" Hei kamu, tolong kamu gantikan Manusia ini mencatat menu yang akan kami pesan, jijik saya melihat pelayan seperti ini, ucap Ranti


" Ya ada masalah apa, tanya wanita yang di panggil Ranti


" Cara dia melayani bikin saya malas, ucap Ranti


" Nona, kalau kamu hanya mau buat keributan di sini jangan pura-pura mengatakan saya tidak melayani anda dengan baik, ucap pelayan sombong itu.


" Oh ya sudah lah, tolong panggil manajer kalian, ucap Ranti


" Saya manajer disini, katakan saja ada ada apa, tanya wanita yang di panggil oleh Ranti


' Apa begini kamu mengawasi pelayan, apa pantas dia melayani pelanggan seperti ini, ujar Ranti menunjukkan Video saat pelayan menyuruh mereka cepat memilih menu.


' Baik Nona, saya akan mendidik pelayan ini dengan tegas, Mohon maaf atas ketidak nyamanan nya.


" Saya tidak mau melihat dia disini, suruh dia ke bagian cuci piring saja, ucap Ranti dengan kesal


" Hei Nona, jangan terlalu sombong juga kamu memerintah orang seenaknya, harusnya kamu sadar disini tempat makan siapa, paling-paling kamu hanya memesan menu yang paling murah, ucap salah seorang pelanggan.


" Harus orang seperti apa yang bisa makan disini? tanya Ranti


' Makanya sebelum ke Mall, itu cuci muka dan ganti bajunya, apa kamu tidak melihat semua yang makan disini, apakah ada yang


seperti kalian, dasar kampungan, ucap orang itu.


" Baiklah, saya ingin tau, berapa harga menu yang kamu pesan, tanya Ranti


" Menu yang saya pesan harganya 750 ribu belum pajak, yang termahal disini 1,5 juta, ucap pelanggan itu dan termurah 200 ribu, ini daftar menunya kalau kamu bingung, ucap pelanggan itu


"Berarti kamu bukan orang yang sangat kaya, saya kalau jadi orang kaya pasti aku makan yang harganya paling mahal, ucap Ranti


" Nona, manajer berikan kami steak termahal di restoran ini, masing-masing 1 Porsi dan tambahkan kentang goreng ukuran sedang dan minuman aku pesan lemon tea, sisa nya kamu tanya mereka saja dan mohon cepat, ucap Ranti.


Si pelanggan sombong itu terkejut mendengar Ranti memesan steak yang paling mahal.


" Nona manajer apakah anda yakin wanita mampu membayar semua pesanannya, ucap pelanggan sombong.


" Tidak mungkin Nona itu berani masuk ke restoran kami kalau tidak punya uang, ucap Manager itu.


' Aplikasi Mata Dewa, blokir semua kartu miliknya, dan retas handphonenya sekarang, perintah teks Ranti.


" Sudah dilaksanakan, 5 menit semuanya selesai, balas aplikasi Mata Dewa.


" Nona manajer, langsung hitung saja berapa jumlahnya, ucap Ranti


' Baik Nona,totalnya 20 juta, balas manajer itu


" Baik ini kartu saya, ucap Ranti


15 menit kemudian pesanannya datang, mereka makan dengan tenang, sambil cekikikan karena ulah Salma.


Ranti melihat si pelanggan sombong sudah memanggil pelayan aga menghitung makanannya, dia sudah tidak berani lagi mengejek Ranti.


" Totalnya 970 ribu tuan, ucap pelayan


" Ini Kartu saya, ucap pelanggan itu, sambil memberikan kartu debitnya yang Platinum.


Namun sayang sekali, Kartu anda untuk sementara tidak bisa digunakan.


" Maaf Tuan, apalah anda punya kartu yang lain, tanya pelayan


" Kenapa nona, apa ada masalah, ucap. pelanggan itu lalu berdiri dan menuju ke kasir.


" Maaf Tuan, disini tertulis kartunya belum bisa digunakan, ucap kasir itu


" Kok gak bisa, coba yang ini saja, ucap pelanggan itu


" Tidak bisa juga tuan, kembali kasir mengembalikan kartu yang kedua.


Pelanggan sombong itu mencoba membayar dengan transfer, tapi handphone sudah di buat error , tamatlah dia.


" Nona Manajer apa ada masalah, tanya Ranti


" Tidak apa-apa Nona, ucap manajer itu.

__ADS_1


" Katanya orang kaya, pesan steak yang 750 ribu, pakaian keren, masa tidak bisa bayar, Kartu platinum, lain kali cek dulu punya uang atau tidak, kalau sudah begini kan malu, hahahaha, ejek Ranti


" Awas kamu ! ujarnya.


" kalau kamu mau aku bisa bayarin kamu, syaratnya kamu ngepel dulu, ejek Ranti


Hilang sudah kesombongannya, Ranti dengan gampang membayar makanan 20 juta, dia sendiri tidak bisa bayar.


Ranti tidak ambil lagi dengan orang seperti pelanggan sombong itu.


Ranti membawa mereka ke toko pakaian wanita, yang khusus menjual barang-barang branded


" Kak Vanya, pilih saja mana kakak suka.


" Baiklah, ucap Vanya


Mereka sibuk memilih pakaian, sedangkan Ranti, hanya duduk manis di ruang tunggu sambil membuka Handphone nya, fan seperti biasa dia nonton YouTube.


Dari pintu toko itu datang 2 orang yang berpakaian sangat modis dan mewah.


" Mana manajer toko disini, ucap salah seorang gadis


" Saya Manajer di toko ini, balas wanita dewasa yang mengaku sebagai Manajer


" Suruh orang - orang ini segera keluar dari sini, kami mau belanja dan tidak mau ada orang lain disini


" Maaf Nona, mereka datang duluan, jika anda ingin kami menutup toko, tunggu hingga mereka selesai, ucap manajer toko.


" Saya gak mau menunggu, cepat suruh mereka keluar, balasnya dengan kasar.


" Hei kalian semua, silahkan keluar dari sini, kami mau berbelanja, ucap gadis yang satu lagi.


Perintah gadis Sombong itu tidak di hiraukan oleh saudara-saudara Ranti, termasuk Ranti sendiri yang tetap duduk manis sambil nonton.


" Ada pengganggu lagi, batin Ranti


" Apa kalian tuli semua, emosi kedua gadis itu.


Ranti bersaudara, tidak perduli, tetap saja memilih baju yang mereka ingin.


" Nona tolong bungkus baju- baju ini sekarang, saya ingin segera pergi dari sini, takut nanti orang hutan ini lebih galak, ucap Mercy


" Baik Nona, ucap pelayan dengan sopan


Karena malas dengar kedua gadis itu mengoceh, akhirnya saudara-saudara Ranti menyudahi belanjanya.


" Nona, kami akan keluar sekarang, sekarang belanjalah sesuka hati kalian.


" Hei kamu bukannya Vanya Sasmito, anak Tata usaha SMA Negeri Magelang, ucap gadis sombong itu.


" Kenapa memangnya, jawab Vanya


" Hebat kamu ternyata, bisa main hingga Surabaya, dibayar berapa kamu hingga mau ke Surabaya.


" Hati-hati kamu kalau bicara, ucap Mercy


Ranti mendengar kedua kakaknya sedang berdebat, akhirnya dia berdiri dan mendekat ke arah mereka.


" Ada apa kak Vanya, apa kalian sudah selesai berbelanja, ucap Ranti seolah tidak perduli dengan apa yang di omongkan gadis sombong itu.


" Sudah ayo kita pulang ucap Vanya.


" Oh ini toh maminya, ucap gadis itu


" Plak...plak.. Kalau punya mulut itu di jaga baik-baik, jangan sembarangan bicara, ucap Ranti yang langsung menampar.


" Kamu..! sengit gadis yang kena tampar


" hehehehe, bagaimana sakit gak tamparan kakak ku, ucap Salma sambil ketawa mengejek.


" Pelayan berapa semua belanjaan saudara-saudaraku, tanya Ranti


Salah satu gadis itu, ingin mendorong Ranti, tapi sayang Ranti menghindar, akhirnya dia sendiri yang tersungkur.


" Manajer akan aku suruh ayahku menutup toko kalian, ujar gadis yang tersungkur itu.


" Memang siapa ayahmu seenaknya mau menutup toko ini, tanya Ranti


" Ayahku General Manager di mall ini, apa dia tidak bisa menutup toko ini, ujarnya


" Oh suruh Ayahmu kesini, aku ingin lihat apa dia berani menutup toko ini, ujar Ranti.


" Halo ayah, tolong Rere, ada orang gila memukulku di toko pakaian wanita tempat biasa aku belanja.


" Kamu tunggu situ, nanti ayah datang, ayahnya Rere.


Nona semua belanjaan sudah kami hitung semuanya, totalnya 300 juta, ucap pelayan itu.


" bayar pakai ini, ujar Ranti sambil memberikan Kartu VVIP miliknya.

__ADS_1


Para pelayan dan manajer itu terkejut melihat Kartu itu, dengan gugup pelayan itu mengambil Kartu VVIP Ranti.


" Maaf Nona Kartu VVIP anda ini, ucap Pelayan tak meneruskan kata-katanya


" Kenapa ada masalah dengan kartu saya, ucap Ranti


" Bukan, kami kemarin sudah mendapat arahan dari manajemen soal kartu ini, bahkan foto kartu ini kami tempel di meja Kasir.


" Ya sudah, gesek saja, malas saya melihat orang berisik tak tempat, ucap Ranti


" Baik Nona, Ucap pelayan itu sambil berjalan ke arah kasir.


" Rere mana orang yang memukul kamu, ucap ayah nya


" Itu ayah, aku dan temanku di pukul sama gadis kampungan itu, ujar Rere sambil menunjuk kearah Ranti


" Kamu ! berani-beraninya kamu memukul anak saya, ucap ayahnya Rere.


Ranti tak menggubris nya, dia hanya menatap tajam ke manajer itu.


" Kalian juga pelayan- pelayan rendahan kenapa kalian membiarkan anak saya di pukul orang gila ini, bentak ayahnya Rere


" Maaf tuan, anak anda dan temannya yang lebih dulu memaki-maki mereka yang sedang berbelanja di toko kami, ucap manajer itu.


" Bilang sama pemilik toko kalian, hari ini segera tokonya dan pindah kalian dari sini, bentak ayahnya Rere.


" Siapa kamu mau menutup toko ini, apa kamu pemilik Mall Galaxy ini, tanya Ranti


" Saya general manager disini, apapun yang sudah ku putuskan tidak ada yang berani berkomentar, ucapnya dengan sombong.


" Siapa nama kamu biar aku tahu nama orang hebat di Mall Galaxy ini, ujar Ranti


" Sebastian Gunawan, ujarnya


" Oh jadi kamu Sebastian Gunawan, baiklah, beri aku 5 menit untuk mengusir kami dari sini


" Hahahaha kamu pikir siapa kamu, disini aku yang tertinggi dan berkuasa, ucapnya lagi


" Halo Nona Muda, apa yang bisa saya bantu, jawab Arshad Warsito


" Apa kamu mengenal Sebastian Gunawan, katanya General Manager di Mall Galaxy, tanya Ranti


" Benar Nona Muda, ada apa, tanya Arshad Warsito.


" Telpon dia dan pecat sekarang dan jangan sampai dia dan anaknya datang lagi kesini, Perintah Ranti dan menutup telpon nya


" Hahahaha, akting kamu lumayan bagus, cocok jadi artis, ucap Sebastian


" Maaf Nona ini Kartu anda dan terimakasih sudah berbelanja di tempat kami, ucap pelayan itu, sambil mengembalikan kartu VVIP Ranti.


" Terimakasih, Tolong kalian kirim ke alamat ini, dan ini ongkosnya, balas Ranti sambil memberikan uang 2,5 juta.


Terdengar suara dering handphone Sebastian Gunawan.


" Halo Tuan Arshad, ada apa bapak menelpon saya, jawab Sebastian.


" Sebastian Gunawan, mulai hari ini, kamu sudah bukan bagian dari manajemen Mall Galaxy 1,2 dan 3, silahkan urus semua barang-barang kamu dan satu lagi kamu dan keluargamu dilarang memasuki area Mall Galaxy sampai kapanpun, ucap Arshad.


" Apa salah saya Tuan Arshad, ucap Sebastian.


" Salahnya kamu sudah bertindak semena-mena terhadap orang penting di Mall Galaxy ini, dan seenaknya menutup toko, ujar Arshad Warsito


" Tapi Tuan, toko ini membiarkan anak saya di pukul orang, di toko mereka, ujar Sebastian membela diri.


" Sudah, pemilik Mall Galaxy sudah memerintahkan saya untuk memecat kamu dan mem-blacklist kamu dan keluarga kamu di Mall Galaxy, ucap Arshad dan langsung mematok handphonenya


" Sebastian Gunawan, apa kamu mengenal Kartu ini, ucap Ranti sambil menunjukkan Kartu VVIP miliknya.


Sebastian Gunawan langsung tersungkur melihat kartu itu, bagaimana tidak mengenalnya, dia sendiri yang mengurusnya.


" Anda siapa, kenapa Kartu VVIP itu ada tangan kamu, tanya Sebastian Gunawan dengan gugup


" Kenapa apa kamu pikir aku mencuri kartu ini dari pemiliknya, ucap Ranti


" Kakak- kakak, Salma keluarkan Kartu kalian, Perintah Ranti


" Apa kamu sudah tau dengan siapa kamu berhadapan, ucap Ranti


" Maafkan saya Nona Muda, saya tidak mengenali Anda.


" Oh jadi kalau kamu mengenali saya, maka akan baik-baik dan menjilat begitu, Sengit Ranti.


" Ampuni saya Nona Muda, mohon Sebastian Gunawan


" Selesaikan semua barang-barang kamu dan keluar dari Mall Galaxy ini hari ini juga, bentak Ranti, lalu beranjak dari toko itu.


" Dek apa kalian sudah selesai berbelanja, ucap Darel ke Ranti


" Sudah, kalau kakak beli apa saja, tanya Ranti

__ADS_1


" Hanya beli kaset PS 5 saja, sambil temenin Armando beli kaos.


Oh ya sudah mari kita, ke studio foto, ajak Mercy.


__ADS_2