SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Akhir dari tukang peras


__ADS_3

Laki-laki itu mematikan handphonenya dan langsung menghancurkan mangkok dan membolak-balik meja, serta mengusir orang-orang yang lagi makan, terakhir dia membalikkan gerobak jualan Bude.


Tak ada yang berani menghalangi laki-laki itu, karena banyak informasi jika keluarga laki-laki itu bisa menghancurkan siapapun yang menyinggung mereka.


Setelah merusak warung Bude, laki-laki berujar.


" Jangan sampai saya lihat kalian berjualan disini", ancam laki-laki itu.


" memangnya ini tanah bapakmu", Sengit bude.


" Asal kalian tau, pantang keluarga saya di tolak kalau meminta sesuatu, katakan pada pemilik lahan ini, bahwa lahan ini harus dia jual kepada keluarga kami seharga 1 milyar, jika tidak jangan harap keluarganya bisa tenang".


" Baiklah saya akan memberitahukannya kepada pemilik lahannya", jawab bude dengan tenang, sambil menata barang yang masih tersisa, untung saja jualan mereka sudah mau habis.


Tindakan laki-laki itu di siarkan secara langsung oleh beberapa orang di media sosial.


Pak Haji Sulaiman sudah memberitahukan kejadian itu kepada Ranti, tapi Ranti hanya santai saja menjawab.


" Tidak usah di Pikirkan, nanti juga suatu saat kena batunya dan mereka pasti akan lebih rugi dari itu, lihat saja nanti", ujar Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, cari detil pemilik nomor Telpon ini dan cari siapa keluarganya, jika sudah dapat maka mereka harus menerima akibatnya.


" Baik Tuan", jawab aplikasi Mata Dewa.


" Bude, jangan kuatir nanti aku akan ganti semuanya, jangan lapor polisi, bude libur seminggu saja, sambil menunggu gerobak baru, bila perlu nanti saya belikan mobil bak terbuka agar Bude dan Pakde tidak cape berkemas banyak-banyak", ujar Ranti.


" Tuan, yang merusak warung itu adalah anak dari keluarga Haji Bensin atau haji Ilman, tapi pak haji Ilman sendiri sudah meninggal, hartanya jatuh ke anak tunggalnya, dan laki-laki muda yang membuat onar itu adalah cucu almarhum haji bensin.


" Baiklah, lalu seperti apa kelakuan orangtua dari laki-laki itu", tanya Ranti.


" Semuanya Sombong, apalagi Abangnya, sok berkuasa karena dia seorang Polisi, sedangkan laki-laki sombong itu masih kuliah, dan terkenal tukang porotin uang ceweknya, dia tidak mau rugi dengan perempuan walau dia sangat kaya", ujar Aplikasi Mata Dewa.


" Oke, sekarang kita yang porotin uangnya, kuras Uangnya jangan sisakan sepeserpun, kalau dia punya kredit, tarik tunai hingga batas limit, biar dia berhutang", perintah Ranti.


" Baik Tuan, dia memiliki 3 rekening, 2 rekening untuk porotin gadis-gadis, jumlahnya fantastis, 30 milyar, sedangkan rekening asli dari keluarganya dan uang dari bagian sahamnya, ada 100 Milyar, limit kartu kredit 200 juta, lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Eksekusi sekarang, dan retas dan hapus seluruh video yang di pakai untuk mengancam para gadis, tapi kopi dulu ke flashdisk dan laporkan ke pihak kepolisian atas kasus pemerasan, Baik Tuan.


Dirumah Ranti tengah bersantai, dia minat Salma, Armando dan Mora serta Yati sudah bersiap-siap ke Mall Galaxy.


" Wah cantik dan gantengnya adikku berdua ini", ujar Ranti.


" Ia dong, masa jelek, kan kakakku cantik dan juga ganteng makanya Salma harus cantik", ujarnya sambil bergaya centil.


" Hahahaha, sini dulu, kakak ingin memelukmu", ujar Ranti.


" Nanti kalau kakak sempat datang menyusul kami ya", ujar Salma.


" Ia nanti kakak hubungi kalau kakak bisa kesana, tapi kalau magrib kakak Belum menghubungi, kalian pulang saja dulu", ucap Ranti.


" Ia kak", ujar Salma.


Waktu berjalan begitu cepatnya, tak terasa sudah jam 3 Sore, Ranti bergegas berangkat ke rumah Bude.


Sejam kemudian Ranti tiba di rumah Bude, dia disambut oleh kedua Suami Istri dan anak mereka.


" Maafkan saya, gara-gara saya gerobak bude hancur, dan sebagai permohonan maaf nanti saya ganti dengan gerobak yang baru", ujar Ranti.


" Tidak apa-apa Nona Muda, Gerobaknya masih bisa di perbaiki, Ujar Bude".


" Tenang saja Bude, pokoknya saya ganti dengan yang baru, sekalian dengan mobil bak terbuka, agar tidak capek dorong Gerobak", ujar Ranti dan langsung menelpon Aluna.


" Halo Aluna, apa kamu punya mobil bak terbuka yang bukan truk?" tanya Ranti.


" Maaf Nona, Dealer kita tidak menjual nya, tapi saya bisa bantu suruh teman saya menghubungi Nona bagaimana ?" tanya Aluna.


" Baik, suruh temanmu telpon saya sekarang, agar besok pagi mobilnya sudah dikirim ke sini ", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, kebetulan teman saya lagi dirumah saya", ujar Aluna.


" Ya sudah, aku tunggu sekarang kalau begitu", ujar Ranti.


" Halo Nona Muda, saya Gretty temannya Aluna, kalau boleh tau dimana alamat untuk pengiriman mobil dan siapa penerima mobilnya, agar nanti kami siapkan Dokumen dan tinggal tanda tangan saja",ujar Gretty.


" Nanti saya kirim foto KTP nya, dan alamatnya, lalu harganya berapa, biar nanti Aluna yang bantu urus", ujar Ranti.


" Varian tertinggi 175 juta Nona Muda, diskonnya 5 %, ujar Gretty.


" Ya sudah besok nanti sebelum kirim mobil, kamu ambil uangnya di Aluna, dan diskon 5% kami ambil saja, tolong kirim 3 unit sekalian", Ujar Ranti.


" Baik Nona Muda", saya pastikan Besok semuanya terkirim", jawab Gretty.


" Oke", singkat Ranti


" Tuan uangnya sudah di kuras, sebesar 130 milyar dan 200 juta, maaf baru laporan ", ujar aplikasi mata Dewa.

__ADS_1


" Tidak apa-apa, terimakasih", jawab Ranti.


" Bude, berapa nomor rekeningnya, Ujar Ranti.


Bude yang pasrah lalu memberikan nomor rekeningnya, Ranti segera mentransfer uang sebesar 2,5 milyar.


" Anak-anak Bude kerja apa?, tanya Ranti.


" Sama saja, mereka juga jualan Bubur ayam hanya beda lokasi, Kecuali yang bungsu masih kuliah, tapi dia lagi Keluar main dengan kawan-kawannya", uang bude


" Ya sudah kalian berdua berapa nomor rekeningnya", tanya Ranti.


Mereka juga langsung memberikan nomor rekeningnya, tak berapa lama notifikasi berbunyi di handphone kedua anak Bude.


" Ya ampun Nona ini sangat banyak, saya memang ingin membeli Ruko yang sewa, tapi ini uangnya masih banyak", ujar anak tertua Bude.


" Belilah, dan berjualan dengan baik dan rendah hati, dan kalau bisa jual nasi campur untuk Siang, agar rukonya benar - benar bermanfaat", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona, besok pagi juga saya akan langsung bayar ruko itu", Ujar anak tertua Bude.


" Saya sudah pesan 3 unit Mobil carry bak terbuka, jadi kalian seorang satu, mana KTP kalian biar saya kirim ke dealer, besok kalian kesini dan urus mobilnya", ujar Ranti.


" Bude, tujuan awal saya adalah untuk membantu kesehatan Bude dan Pakde, agar lebih Sehat dan juga kuat", tolong kasih tau anak-anak Bude untuk merebus Air panas", Perintah Ranti.


Pakde dan Bude langsung di berikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, lanjut dengan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh.


Setelah semua proses selesai, tampaklah bude dan Pakde yang terlihat lebih muda, kulit lebih bersih.


" Bagaimana rasanya sekarang?' tanya Ranti.


" Hahahaha, Pakde terlihat lebih muda, dan lebih kuat mendorong gerobak", ujar Pakde.


Kedua anak Bude dan Pakde hanya bisa heran bisa melihat orangtua mereka yang kini terlihat lebih muda bahkan keriput dan rambut beruban kini tidak terlihat lagi.


" Baiklah bude saya pamit dulu, mau jemput kedua adik saya di Galaxy Mall, ujar Ranti.


" Terimakasih Muda, semoga lancar rejekinya dan sehat selalu", ujar Bude.


" Sama-sama dan terimakasih juga doanya", ujar Ranti dan langsung bergegas ke mobilnya dan sebelum berangkat dia menghubungi Salma kalau dia sudah di jalan.


Salma membalas kalau mereka ada di restoran seafood Andini.


Tiba restoran seafood, Ranti memesan makanan tapi mereka s


Sementara makan dia di datangi laki-laki sombong, yang merusak warung Bude.


" Hai Nona, akhirnya kita bertemu lagi, perkenalkan Nama saya Dirga, Ucap Dirga sambil meminta berjabat tangan.


Ranti menggubrisnya, dan hanya terus menikmati makanannya walau sudah mulai terganggu.


" Hei Nona, jangan nama saya Dirga, siapa nama kamu", ucap Dirga sekali lagi.


Dan lagi-lagi tidak Gubris Ranti, namun kali ini Ranti sudah berhenti makan dan menikmati minumannya.


" Hei Nona, sombong sekali kamu !, dan juga tidak sopan mengabaikan orang yang ingin berteman dengan kamu", ujar Dirga.


" Sayang apa kamu sudah beli untuk keperluan sekolah kalian", ujar Ranti kepada Salma, dan tak menganggap Dirga kalau ada disitu.


Sangking malu di cuekin, Dirga menggebrak meja hingga Salma, Armando dan Mora berdiri.


Salma dan Armando langsung bersiap, namun di larang Ranti lewati telepati.


" Kamu pikir kamu siapa berani mengacuhkan saya", bentak Dirga.


" Apa kamu orang penting hingga aku harus menyambut kamu dan aku harus berteman dengan kamu", ujar Ranti mengejeknya.


" Harusnya kamu beruntung bisa berteman dengan saya, asal kamu tahu keluarga saya orang terkaya se Jawa Timur dan Bali juga NTB", Sombong Dirga.


" Kalau kamu kaya silahkan bayar makanan para pengunjung disini, kalai kamu bisa bayar makanan mereka semua, maka saya akan berteman dengan anda, jadi buktikan kekayaan anda", ujar Ranti memprovokasi.


" Hahahaha, untuk apa membayar makanan orang lain, lagian kalau kamu juga tidak mau berteman dengan saya, juga tidak merugikan saya, justru kamu yang harus menyesal sangat jarang saya mengajak wanita berkenalan", sombong Dirga.


" Hahahaha kepedean, kamu harusnya ngaca, laki-laki seperti kamu itu bukan tipe saya, mau harta kami segunung Everest juga aku gak tertarik, malahan najis aku melihat kamu", ejek Ranti.


" Sialan kamu bilang najis melihatku", Ujar Dirga dengan emosi.


" Buktinya dari tadi aku tidak tertarik dengan kamu, ahh sudahlah ngobrol dengan orang sombong seperti kamu hanya membuang-buang energi saja", ujar Ranti dan berdiri dari tempat duduknya.


" Hahahaha, so cantik dan suci, paling juga sudah jebol oleh om-om", ejek Dirga.


" Drone, hancurkan mesin mobilnya", perintah Ranti


" Aplikasi Mata Dewa Sebarkan semua chating ancaman dan pemerasan, juga Video CCTV bagaimana dia menjebak para gadis dan mengancamnya, blur semua gambar wajah gadis itu. Hitung semua uang para Gadis yang di porotin oleh Laki-laki bejad ini, dan kuras uang kantor menggunakan nama dia mentransfer ke rekening virtual atas nama dia sendiri", Perintah Ranti.


" Baik Tuan ', Balas aplikasi Mata Dewa.

__ADS_1


" Rose nanti setelah uang masuk ke rekening Virtual, segera hapus rekeningnya namun biarkan bukti transfer tetap ada", ucap Ranti.


* Baik Tuan, itu bisa di atur, dan para gadis itu rata-rata telah memberikan uang sebesar 3 miliar ", jawab Rose.


" Baik Rose setelah aplikasi Mata Dewa Berhasil menguras uang kantor SPBU milik keluarga Dirga, batu kita berikan kompensasi, kepada para gadis itu.


* Baik Tuan, jawab Rose.


" Tuan sudah beres, total uang diambil, 250 milyar dan sudah masuk ke rekening virtual", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baik terimakasih", singkat Ranti.


" Apa anda sudah puas melihat saya ", ujar Ranti.


" hahahaha, justru saya sudah muak melihat gadis sok suci seperti kamu", ujar Dirga.


" Kalau begitu silahkan Pergi dari sini, saya juga tidak mengenal anda", ujar Ranti.


" Nama saya Dirga Pangestu, jadi ingat baik-baik itu", tekan Dirga.


" Hahahaha, buat apa mengingatnya, mendingan aku mengingat kapan kucing saya mau beranak, daripada mengingat nama kamu itu, hahahaha kasihan banget", ejek Ranti.


" Ayo sayang kita pulang, nanti otak kalian jadi rusak, akibat bertemu dengan orang yang sudah rusak", ujar Ranti, lalu mengajak Salma, Armando dan Mora pulang.


" Awas kamu, lain kali jika kamu melihat saya, kamu harus minggir", ujar Dirga.


" Halo Pak Arsad, tolong cek CCTV di restoran seafood, dan lihat laki - laki Sombong itu, Mulai detik ini saya larang dia masuk ke Mall Galaxy, dan sekarang perintahkan Security agar mengusirnya, sekarang", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, 5 menit anggota akan berada disitu",ujar Arsad, dengan gugup.


Tak lama berselang lebih dari 20 orang security datang menarik Dirga keluar dari Restoran.


" Apa.. apaan ini, saya pelanggan besar disini, jadi jangan seenaknya kalian", maki Dirga.


" Silahkan Pergi dari Mall ini dengan baik- baik atau kami akan melempar kamu keluar dari sini", bentak Security itu.


"Kalian tidak tahu siapa saya, makanya kalian berani", awas kalian, akan kuadukan ke pemilik Mall ini', gertak Dirga.


" Lapor saja, kebetulan pemiliknya ada disini, dan seluruh omongan anda sudah kami simpan dan perbuatan anda juga akan kami serahkan ke Polisi", ujar sang komandan Security.


" Memangnya kalian tidak takut jika Pemiliknya memecat kalian, atau gadis itu simpanan pemilik Mall ini", tuduh Dirga.


" Nanti jawabannya kamu dapat di kantor Polisi", ujar komandan security.


" Atas dasar apa kalian melaporkan saya", ujar Dirga.


" Atas dasar pengrusakan properti restoran dan mencemarkan nama baik seseorang, silahkan anda cari pengacara, polisi sedang dalam perjalanan, ujar Ranti.


" Hahahaha, tinggal bayar selesai, nanti juga kamu minta kompensasi agar bisa dapat uang dari saya", ujar Dirga.


" Oh ya, baiklah kalau begitu, jika kamu mau tidak di penjara silahkan kasih saya kompensasi 100 juta saja, dan kirim ke rekening restoran itu sekarang, dsn jangan minta bantuan ke orangtuamu", ujar Ranti.


" Hahahaha murah amat harga dirimu, hanya 100 juta, hina Dirga.


" Silahkan bayar jangan banyak omong, jika kamu tidak bisa bayar, jangan harap saya ampuni kamu", ujar Ranti.


Dengan santai Dirga, mengetik Nomor rekening restoran dan jumlah yang akan di Transfer.


Tapi sayang, tidak Berhasil dia mencoba dengan membukukan Aplikasi bank yang lain, lagi - lagi tidak berhasil, setelah dia mengecek Saldo, ternyata saldonya kosong, matanya langsung terbelalak melihat saldo 0 rupiah.


Akhirnya dia datang ke kasir dengan mengeluarkan kartu bank aslinya, juga tidak bisa, terakhir dia menggunakan kartu kredit, bahkan lebih ngenes, karena tertulis bahwa sudah limit, dan silahkan melakukan pembayaran terlebih dahulu.


" Karena anda tidak bisa membayar, maka dengan senang hati kita bertemu di pengadilan saja", ujar Ranti.


" Kami petugas Kepolisian, anda kami tahan karena melakukan tindakan yang melanggar hukum", ujar Petugas itu dan segera memborgol Dirga.


" Pak petugas untuk urusan ini, biar pengacara saya saja yang mewakili", ujar Ranti.


" Baik", ujar polisi itu dan membawa Dirga.


Dirga tak percaya jika kali ini dia kena batunya, udah uang habis, kena tangkap lagi.


Dirumah keluarga itu saat sedang bingung melihat postingan rekaman suara Dirga yang mengancam para gadis itu dengan meminta sejumlah uang, juga rekaman CCTV bagaimana dia menjebak para wanita itu.


Di kantor Polisi, sudah siap berbagai alat bukti dan menunggu para gadis itu melaporkan tindakan Dirga.


Sementara para gadis yang melihat postingan itu, langsung mengambil langkah berani dan datang ke kantor polisi sambil membawa screenshot percakapan mereka dengan Dirga.


Sedikitnya ada 15 gadis yang sudah datang melapor, kini juga bertambah pemilik restoran dan pengacara Ranti.


Dirga tidak bisa berkutik, kasus berlapis yang harus di hadapinya, Belum makian dari orangtuanya, soal uang 250 milyar.


" Rose, berikan para gadis itu 5 milyar, tulis pesan, pakailah selama proses sidang", perintah Ranti.


" Baik Tuan", jawab Rose.

__ADS_1


__ADS_2