
Suasana kota Beijing yang masih mencekam, tak membuat Ranti panik, dia tetap menjalankan mobil dengan tenang, hingga akhirnya dia sampai di hotel tempat laki-laki Mafia yang menelponnya.
Ranti mengedarkan Mata Semesta dan memindainya, ternyata laki-laki itu masih ada di kamarnya, Ranti segera memesan kamar.
Dia langsung diantar ke kamarnya, sampai di kamarnya petugas hotel meninggalkan Ranti, sepeninggal petugas Hotel, Ranti langsung menuju ke kamar laki-laki itu.
Tanpa banyak bicara, Ranti langsung menotoknya dan memasukkannya kedalam kantong Ruang Penyimpanan 4 musim.
Ranti kembali kekamarnya dan menonaktifkan Armor Transparan Mode Stealth. kemudian dia turun ke lobby dan masuk ke restoran, Disana dia melihat para anak buah laki-laki itu, Ranti hanya diam cuek dan menikmati makanannya.
Setelah makan, Ranti menitipkan kunci, dan mengatakan ke resepsionis bahwa dia akan kembali nanti agak malam.
Ranti pergi meninggalkan hotel dan kembali ke hotel Six Star, tempat seluruh keluarganya dan dia menginap.
Sampai di hotel, terlihat Acun dan seluruh adik-adiknya telah berada di lobby dan juga Ranti melihat kedatangan Xiang Yu.
" Hai Xiang Yu, apa kamu jadi menginap disini?", tanya Ranti.
" Jadi, saya sudah pesan kamar, hanya karena sepi jadi saya duduk disini sambil ngopi", ucap Xiang Yu.
" Oh baiklah, tapi tunggu sebentar saya urus saudara-saudaraku dulu", ujar Ranti.
" Nona Muda, maaf kami baru datang, kami baru tau kalau ada kekacauan, soalnya kami berada di lokasi yang akan kami jadi lahan peternakan dan pabrik pakan Ternak ", ujar Acun.
" Tidak apa-apa, tadi hanya ada keributan kecil disini, hanya kami yang tidak mau pergi kemana - mana", Ucap Ranti.
" Syukurlah, kami juga kesini mau tanda tangan pembelian Ruko dan rumah, sebagai bukti buat Nona Muda sebelum pulang ke Indonesia, ucap Acun.
" Baiklah, silahkan kalian urus dan segera jalankan usaha kalian, ingat jangan sekali-kali kalian main judi Batu, apa kalian mengerti, tegas Ranti.
" Kami bersumpah tidak akan pernah bermain Judi jenis apapun, Kecuali mahjong untuk hiburan di keluarga kami, tentunya tidak pakai uang, ujar mereka kompak.
" Baguslah, kalian harus ingat belum tentu, kalian akan mendapatkan uang sebanyak ini lagi secara gratis, jadi manfaatkan baik-baik, agar anak keturunan kalian bisa hidup nyaman di masa depan', ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kami paham maksud baik Nona Muda buat kami dan keluarga", ucap mereka.
" Ya sudah, saya mau ngobrol dengan tamu saya dulu, besok pagi saya akan kembali ke Indonesia jam 9 Pagi, apa kalian bisa mengantar kami", tanya Ranti.
" Kami pasti bisa, istri kami saat ini sedang membuatkan anda cemilan buat di bawa di pulang, ucap Acun.
" Terimakasih sebelumnya, dan maaf bukan saya mencampuri urusan kalian, tapi saya minta kalian jangan pernah berselingkuh, karena itu dana saja kalian menyinggung saya, dan ini kalian bawa pulang, 1 orang 1 botol cairan dan 1 Pill, khusus anak-anak tidak bisa di berikan Pill jadi saya hanya memberikan serum saja, semua aturan pakai sudah saya tulis dan jika belum paham tanya Xiao Lang.
" Tang Mei, ini juga buat kamu, untuk anakmu nanti saat dia berusia 5 tahun baru kamu berikan cairan ini, jadi simpan baik-baik", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saat ini saya sudah punya keluarga baru, semua berkat Nona Muda, saya juga sudah mendaftar untuk belajar menyetir mobil, ujar Tang Mei.
" Baguslah, semoga kedai mie kamu bisa sukses, tahun depan saya datang ke kedai kamu", ucap Ranti.
" Saya akan menunggu kedatangan Nona Muda", ucap Tang Mei.
Saat ini Ranti kembali berbicara dengan Xiang Yu, hingga akhirnya waktu makan malam tiba.
Ranti sudah menghubungi Pilot dan Pramugari bahwa besok pagi mereka akan kembali ke Indonesia.
Selesai makan malam, mereka lanjut dengan mengobrol, sambil merapikan pakaian dan memasukkan ke dalam koper serta memasukkan lagi ke Cincin Ruang Penyimpanan, mereka hanya menyisakan ransel dan koper kecil.
Ranti turun ke lobby, dia ingin refreshing sedikit, dia menuju administrasi dan menanyakan berapa total pembayarannya, tapi kasir mengatakan bahwa tidak perlu membayarnya.
__ADS_1
" Saya titip Amplop ini ke kamu, dan serahkan saat mereka kembali dari mengantar kami ke bandara, dan ini khusus untuk kamu, 2 milyar Yuan, semoga kamu bisa cepat lulus kuliah dan bekerja dengan lebih baik", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, jujur saja saya sudah hampir tak sanggup melanjutkan kuliah saya, tapi dengan bantuan anda tahun depan saya menyelesaikan kuliah saya", ujar resepsionis itu.
" Baguslah, kalau sudah selesai, tolong bekerjalah dan bantu kak Yun Li, kamu kerja dengan dia saja, nanti saya bicarakan dengan kak Yun Li.
" Tidak usah Nona Muda, saya sudah diminta Nona Yun Li, untuk terus bekerja disini, tentu setelah lulus saya akan di naikkan ke bagian office, ujar resepsionis itu.
" Semangatlah kalau begitu", ujar Ranti lalu beranjak ke lobby dan memesan kopi.
Semua karyawan di hotel itu, sudah di perintahkan, agar melayani Ranti dan keluarganya, atau tamunya dengan baik, karena Ranti adalah orang yang sangat penting buat Yun Li dan saudara-saudaranya.
Walaupun begitu, Ranti tetap membayar pelayanan mereka, Ranti sudah menitipkan amplop ke resepsionis sebuah cek senilai 5 milyar Yuan, ongkos dia mereka menginap dan makan, juga Ranti menitipkan uang tips kepada seluruh karyawan di hotel itu.
Tak terasa waktu seminggu di Beijing sudah selesai, pagi ini Ranti beserta keluarganya sudah bersiap kembalikan ke Indonesia.
Nampak mereka semua sudah berada di lobby, termasuk Xiang Yu, Ranti sudah menitipkan Yang Mei kepada Acun bersaudara dan Hong Yuan.
Layaknya petinggi negara, bus yang yang di tumpangi Ranti di kawal ketat oleh 15 mobil, keluarga Helen, Xiao Lang bersaudara, Hong Yuan dan ketiga anaknya, pak Thomas dan 2 anaknya, serta Acun bersaudara.
Ranti sangat bahagia dalam perjalanan kali ini, dia datang rencana menghabiskan uang, tapi justru malah pulang dengan dengan membawa 150 triliun Yuan, jika di tambah dengan hasil rampasan yang lebih dari dari 1000 triliun Yuan, bukan main hartanya.
Kerusuhan sudah tidak ada lagi, hal itu di karenakan sudah tidak ada yang membayar mereka, organisasi mafia mereka sudah kehabisan uang.
Hotel Six Star, sudah di pasang Array Pelindung anti orang yang berniat jahat terhadap hotel itu, jadi Ranti meninggalkan hotel itu dengan tenang, seluruh rumah Xiao Lang bersaudara juga sudah dipasang Array Pelindung oleh Ranti, tentunya dengan cara diam-diam.
Rumah Hellen dan pak Thomas juga sudah di pasang oleh Ranti, hanya Acun bersaudara dan Hong Yuan serta Tang Mei yang belum dipasang, sedangkan Cincin Ruang Penyimpanan tingkat Besi, Xiao Lang bersaudara sudah di berikan saat pertama kali mereka ke Indonesia, tapi jangan salah cincin Ruang itu sekaligus terdapat ramuan pengikat jiwa, jika mereka berkhianat kepada Ranti maka saat itu juga mereka akan jadi abu, kecuali Cincin Ruang Penyimpanan milik Yun Li dan anaknya.
Cincin ruang mereka berbeda tingkat dengan Hellen, Lily dan Celine, yang berada di tingkat Perak. Semua Cincin yang diberikan Ranti kepada siapapun, akan terikat langsung dengan Cincin Semesta miliknya, jadi jika suatu saat ada yang mencuri Cincin itu, maka Cincin tersebut akan kembali ke Cincin Semesta.
Akhirnya mereka tiba di Bandara Ibukota Beijing, kehadiran mereka menjadi pusat perhatian, karena jumlah mereka yang banyak dari yang dewasa hingga anak-anak.
Tepat jam 9, pesawat Ranti sudah berada di dekat pintu ruangan VVIP, pak Thomas beserta yang lain terkejut melihat pesawat Gulfstream G 700 milik Ranti, secara di Asia baru ada 3 unit pesawat jenis itu.
" Nona Ranti, bolehkah saya mengambil gambar pesawat Anda, ujar Pak Thomas.
" Hahahaha, Silahkan tidak masalah, dan silahkan kalau mau lihat interiornya, kita masih ada waktu 30 Menit untuk take off", ucap Ranti.
Semua orang begitu antusias memasuki pesawat milik Ranti, Ranti bahagia melihat suasana yang begitu indah dan bahagia.
" Nona Muda, saya sudah menghubungi pabrik pesawat milik anda, dan mereka menjanjikan akan menyelesaikan dalam tempo 1 tahun, Minggu depan mereka akan terbang kesini untuk membicarakan harga, serta interior yang saya inginkan, ucap Pak Thomas.
" Baguslah, jadi kapan-kapan kalian sekeluarga bisa langsung ke Indonesia, ujar Ranti
" Kami akan buat Indonesia rumah kedua kami, bila perlu kami akan beli rumah atau apartemen Disana biar kami bisa betah disana, kelakar pak Thomas.
" Kalau pak Thomas mau beli rumah di sana, tenang saja nanti saya bantu, ucap Ranti.
Obrolan mereka terhenti setelah pilot mengumumkan waktu untuk persiapan take off tinggal 10 menit lagi.
Kini Pesawat Jet Gulfstream G 700 sudah berada di ketinggian normal, Salma langsung datang mendekati Ranti dan seperti biasa minta di peluk,.
" Ranti, apa memang seperti ini adikmu", tanya Xiang Yu.
" Ya seperti inilah dia kalau aku ada di dekatnya, jika tidak dia bisa mengerjakan semua sendiri, aku yang membiasakannya seperti ini, kadang mandi saja masih minta aku mandikan, coba kamu lihat adik laki-laki saya, dia juga sama ke kakakku, ucap Ranti sambil melihat ke arah Armando yang di peluk Rindu kayak anak bayi.
" Tapi dia sudah besar, berapa umurnya ? tanya Xiang Yu.
__ADS_1
" Sudah 10 tahun, kami semua memang membiasakan kedua adik kecil kami seperti ini, bagi kamu pasti terlihat aneh", ujar Ranti.
" Hahahaha, aku dan adik- adikku sama sekali tidak seperti itu, katanya mereka malu karena sudah besar ", ujar Xiang Yu.
" Aku saja sama Kakakku yang laki-laki masih seperti anak kecil suka minta di peluk, kadang aku minta temani aku tidur", ucap Ranti.
" Sungguh harmonis keluarga kalian ', puji Xiang Yu.
" Karena terbiasa dari kecil jadi sampai besarpun kami tidak pernah ribut, kakak akan ngalah dengan adiknya, dan adiknya harus bisa mentaati kakaknya, dan semua kami di ajarkan untuk saling menyayangi dan saling menghargai", balas Ranti.
" Kak Salma ingin tidur di kamar, mana kak Armando, tanya Salma.
" Itu sama kak Rindu, ya sudah ajak kak Armando temani kamu tidur, tapi langsung bobo ya, kasihan keponakan kamu si Ketty lagi tidur", ucap Ranti.
Akhirnya Ranti juga masuk kamar dan tidur di samping Salma dan memeluknya.
Suasana di dalam pesawat Kembali ramai saat waktu minum kopi Sore, 2 jam lagi mereka akan tiba di Surabaya.
Mang Dul, Pak Jumono dan supir pribadi si kembar sudah menunggu kabar dari Ranti, mereka sudah menyiapkan 3 Alphard, begitu juga dengan Yati sudah mempersiapkan mobil Toyota New C-HR Hybrid,
Perlu di ketahui, Yati dan Dewi pelayan sudah lancar menyetir mobil, kadang mereka ke kampus bawa mobil kalau cuaca hujan, kalau cerah mereka menggunakan motor matic Nmax yang dibelikan Ranti.
Akhirnya Mang Dul mendapatkan kabar bahwa sejam lagi Ranti akan mendarat, dengan segera mereka berempat langsung berangkat.
Gulfstream G 700 akhirnya melakukan pendaratan dengan cantik di Bandara Juanda Surabaya, tepat tepat jam 6 sore waktu Surabaya.
Xiang Yu merasa senang bisa menikmati perjalanan mewah, bersama pesawat termahal saat ini, seketika instagramnya di banjiri dengan beragam komentar begitu juga akun Weibo dan Ren Ren miliknya.
Selesai mengurus dokumen kedatangan, mereka keluar dari ruangan VVIP, dan menuju parkiran, terlihat ada 4 mobil yang menunggu.
Wajah cerah terlihat di wajah mang Dul, Jumono dan Yati, mereka sangat merindukan semua majikannya.
" Selamat datang kembali Tuan Besar dan Nyonya Besar, serta Tuan muda dan Nona-nona Muda, ujar Mang Dul dan Jumono kompak".
" Apa Mang Dul dan pak Jumono?', tanya Adriansyah.
" Kami baik-baik saja, hanya sepi karena hanya kami di rumah, ucap Mang Dul.
" Ya sudah mari kita pulang", ucap Adriansyah.
Dengan waktu hampir 1 jam kini mereka sudah tiba di rumahnya di Surabaya, mereka di sambut oleh Pelayan dengan penuh gembira.
" Selamat datang kembali Tuan Besar dan Nyonya Besar, serta Tuan muda dan Nona-nona Muda, ujar mereka dengan kompak".
" Tolong siapkan air mineral, perintah Bu Likha".
Dengan segera air putih sudah tersedia, nanti setelah minum air putih baru pelayan akan menyediakan minuman sesuai pesanan.
Yati langsung memeluk kedua majikan kecilnya.
" Kak Yati sangat kangen dengan kalian berdua, kak Yati kesepian tidak ada Nona Muda dan tuan Muda", ucap Yati.
" Kami juga kangen dengan kak Yati, ucap Salma dan Armando.
" Ayo sini, kita mandi dulu baru ngobrol, ajak Yati.
Kini rumah Ranti terlihat ramai kembali, para pelayan begitu bahagia melihat majikan mereka sudah tiba dengan selamat dan juga dalam keadaan sehat.
__ADS_1
Mungkin bagi Pelayan rumah tangga lainnya akan bersyukur jika tidak ada majikan, tapi berbeda jauh dengan pelayan di rumah Ranti, itu karena mereka dianggap keluarga, pekerjaan juga tidak berat, majikan mereka juga tidak bergantung kepada mereka.