SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Awal kekacauan di Merak dan sang legenda


__ADS_3

Para murid terkejut dan terdiam melihat Kepsek dan Ranti yang sudah berada di pintu, namun beberapa murid yang mengganggu Aisyah tidak menyadarinya.


" Kalian berenam berdiri di depan kelas ! suara Kepsek menggema.


" Kenapa kami harus berdiri di depan kelas, harusnya Aisyah di keluarkan dari sekolah ini, jelas-jelas dia membeli mobil dengan uang hasil jual diri", sahut seorang siswa yang mengganggu Aisyah.


" Silahkan berdiri di depan kelas dan berikan buktinya kepada ibu, jika tidak ada bukti, ibu akan memanggil orangtua kalian", perintah Kepsek.


" Aplikasi Mata Dewa, cari informasi keenam orang ini, retas handphone mereka semuanya", Perintah Ranti.


" Bu Kepsek, apa masuk akal ibunya hanya berjualan di pelabuhan dengan lapak kecil saja, bisa beli mobil mahal dan juga handphone belasan juta dan puluhan juta, tinggal saja di rumah kontrakkan milik Paman saya, lalu darimana keluarga mereka mampu membeli mobil dan barang-barang mahal ini, kalau bukan jual diri", jawab siswa itu menantang Kepsek.


" Perkenalkan saya kakak angkatnya Aisyah, dan semua barang mahal itu saya yang belikan untuknya, dan kamu apakah hal kamu mengurus milik orang, apakah kamu orang suci, dan kalau kamu tidak sanggup beli barang mahal, jangan juga kamu sibuk dengan milik orang lain.


" Bu Kepsek, anak ini tolong di keluarkan dari sekolah, tak peduli saya orang tuanya siapa, di sekolah milikku di Surabaya dan Jogjakarta, saya paling Anti dengan murid seperti ini", tegas Ranti.


" Hei Kakaknya Aisyah, ayahku penguasa di wilayah merak, sekali orangnya bergerak, bisa habis kamu dan keluargamu, dan kusuruh ayahku mengusir mereka dari pelabuhan", teriak anak itu, ternyata ayahnya kepala preman terbesar di wilayah merak, khususnya di pelabuhan.


" Coba saja kalau mampu, jawab Ranti.


" Tuan, ayah dari anak itu memiliki 3000 anak buah, markas mereka di bekas gudang tua di pelabuhan, seluruh Preman di pelabuhan di bawah kendalinya, orang itu bekas teman seperguruan ayahnya Nona Aisyah, orang itu yang membunuh guru mereka, akhirnya ayahnya Aisyah dan 9 orang lagi keluar, penghalang terbesar dari preman itu adalah 10 orang itu termasuk ayahnya Nona Aisyah, yang memilih hidup menjadi orang baik dan giat membantu orang lain walau dengan kehidupan terbatas.


Saat ini mereka para preman sedang mencari pelaku yang memotong junior 8 orang dan menghilangnya anak buah mereka, dan semua itu, Tuhanlah yang melakukannya, jadi secara tidak sengaja Tuan sudah terlibat dengan mereka", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Tunjukkan alamatnya, biar Drone menghancurkan markasnya dan rumah pemimpin nya, cari semua yang pernah menggunakan jasa preman itu, dan seperti biasa rampas semua uang mereka, agar tidak bisa bangkit lagi, dan kepala Preman itu biar aku yang mengurusnya, hari ini harus beres, ucap Ranti.


" Baik Tuan, koordinatnya sudah dimasukkan ke memori Drone dan Tuan bisa mengaksesnya lewat kaca mata Quantum", Balas Aplikasi Mata Dewa.


" Baik, terimakasih", jawab Ranti.


" Drone, bakar markas Preman itu", perintah Ranti.


" Aisyah, semua kakakmu sudah datang, hari ini kakak sudah ijin membawa kamu pulang, ayo biarkan saja orang itu mau bicara apa", ucap Ranti.


" Baik kak, aku juga tidak menanggapi omongan manusia itu, untuk apa meladeni orang yang sudah 2 tahun tidak naik kelas", ucap Aisyah.


" Hei preman kecil, jangan mengira aku tidak tahu siapa ayahmu, dan kamu pikir bisa menang bertarung melawan Aisyah, ayahmu saja takut dengan ayahnya Aisyah, tanyakan ke Ayahmu apa dia mengenal Antara jawaranya Banten yang legendaris", Ucap Ranti.


Siswa pengganggu itu gemetaran mendengar nama ayahnya Aisyah, Kepsek yang sudah latar belakang ayahnya Aisyah hanya tersenyum, secara Anjas dan Attila, pernah melawan ratusan siswa dari sekolah lain yang pernah menyerang sekolah itu, makanya Kepsek sangat segan dengan Aisyah, apalagi 3 orang kakak beradik itu berprilaku baik selama bersekolah di SMA itu.


" Baik saya akan tanya pada Ayahku nama orang yang kami sebutkan", jawab siswa pengganggu itu berpura-pura tenang.


" Oke, silahkan saja kalian mungkin pernah dengar Anjas Antara dan Atilla Antara, legenda sekolah ini, yang melawan ratusan siswa yang menyerang sekolah ini", ucap Ranti.


" Aisyah, apa benar mereka berdua adalah kakakmu, kenapa kamu tidak menggunakan nama Antara di belakang nama kamu? tanya seorang siswa.


" Aku hanya mau tidak mau membawa-bawa nama kedua kakakku, saya hanya ingin belajar dengan tenang dan mencari teman, tapi kalian tidak mau berteman denganku, tidak masalah buatku, tak ada teman di sekolah juga saya tidak rugi, tujuan utama saya hanya ingin belajar dan lulus, ada teman atau tidak itu tidak penting, selama kalian tidak main fisik, aku tidak akan terganggu, apalagi melaporkan kalian orangtua saya, pikirkan saja jika setiap kali kalian menggangguku dan melaporkan ke orangtua saya, apa kamu masih ada disini", tegas Aisyah.


" Sudah dek, ayo kita pulang, nanti sore kita lihat rumah yang kakak belikan untukmu dan semua tanah yang juga sudah kakak belikan untukmu juga", ajak Ranti.


" Masalah ini saya serahkan ke pihak sekolah, jika sekolah tidak mampu, biar orang saya yang mengurusnya, tenang saja soal sumbangan tetap berlaku", Ucap Ranti.


" Baik Nona, kami akan mengurusnya", ucap Kepsek.

__ADS_1


Ranti dan Aisyah keluar dari kelas dan menuju ke parkiran, teman-teman sekelas dan juga Kepsek melihat kearah parkiran, mereka melihat Aisyah dan Ranti membuka pintu kedua mobil berwarna Biru milik Ranti dan Aisyah.


" Ternyata kakaknya Aisyah orang kaya", celetuk seorang siswi.


" Juga kedua kakak nya, legenda hidup sekolah ini, kakak saya seangkatan dengan Atilla, dan kejadian sempat itu menggemparkan Banten, puluhan siswa menjadi korban patah Tulang, sedangkan kedua kakaknya juga kena sabetan senjata tajam, sudah berdarah-darah tapi masih bertarung, hingga polisi datang, namun mereka berdua juga adalah orang pintar dengan lulus peringkat 1, pembawaan di sekolah ini juga sama dengan Aisyah pendiam dan tak banyak bicara", sambung seorang siswi, yang tak mengganggu Aisyah.


" Pantas saja, Aisyah tak pernah mau membalas kata-kata yang menghinanya, dan syukurlah dia tidak melaporkan ke kakaknya soal kita mengganggunya", ucap seorang siswa yang terlihat gusar.


Ke-enam siswa pengganggu sudah diseret kepsek ke ruangannya, dan memberikan surat peringatan keras, tapi dasar anak itu otaknya sudah terisi ajaran preman jadi dia terlihat santai saja.


" Santai saja Bu Kepsek, ayah saya tidak menganggap dan menghitung kasus murahan ini, untung saja ini sekolah negeri Kalau swasta pasti sudah kuhancurkan", ucap siswa preman itu


" Masuk ke kelas kalian", hardik Kepsek itu.


Sementara di gudang yang menjadi markas Preman sudah mulai terbakar, Tidak ada yang membantu, apalagi lahan itu di pagar dan gudang itu memang di kuasai oleh Preman- preman itu, hingga pemiliknya tersingkir.


Para anggota preman kocar-kacir melihat api yang membesar membakar seluruh gudang itu. Mereka menghubungi pemimpin preman, tapi dia juga lagi kebingungan melihat rumahnya yang tiba-tiba mulai hangus tapi tidak kelihatan ada api, seluruh mobilnya mulai hangus.


Sedangkan di kios, sudah berkumpul, Anjas dan Rubiyah, Atilla dan Ayunda Serta kedua orangtua mereka, akhirnya 2 mobil dengan merek sama dan warna juga parkir di depan Kios, berjejer dengan mobil Anjas dan pickup milik orangtuanya.


" Kak Anjas, kak Rubiyah, Aisyah Kangen, teriak Aisyah langsung memeluk Anjas.


" Kami juga Kangen, maafkan kami jarang pulang, tapi kedepannya Kaka janji tiap 2 Minggu akan kesini, dan kakak iparmu sedang hamil dan kamu nanti punya keponakan", ucap Anjas.


" Kakak ipar apakah itu benar? tanya Aisyah memastikan.


" Ia dek, baru 3 bulan, makanya kami tidak berani jalan jauh, tapi karena di belikan mobil oleh Nona Muda Ranti jadi kami berani datang", ucap Rubiyah.


" Aku juga punya kakak perempuan, yaitu bos kak Anjas dan kak Atilla, hahahaha", ucap Aisyah bahagia.


" Anjas, Rubiyah, biarkan saja, Aisyah memang sudah kuanggap Adikku, jadi gak apa-apa", sambung Ranti.


" Nanti dia merepotkan Nona Muda, ucap Anjas.


" Tidak apa-apa, kalian tenang saja, kalau dia nakal biar aku menghukumnya, hahahaha", jawab Ranti sambil tertawa.


" Baiklah Nona Muda, kami jug gak bisa apa-apa, apalagi kami laki-laki, ucap Anjas.


Mereka berbahagia, apalagi Aisyah, seluruh orang yang disayanginya berkumpulnya, dia bersyukur memiliki 2 kakak laki-laki yang sangat menyayanginya, apalagi kedua kakak iparnya yang dari mereka masih pacaran sudah sangat menyayanginya, Ayunda dan Rubiyah memang sangat memanjakan adik iparnya, makanya Aisyah tidak peduli soal teman-teman disekolah nya yang selalu mengganggnya.


" Saya bahagia duduk bersama keluarga kalian, tetaplah bekerja dan tetaplah harmonis, Anjas dan Atilla, mohon kalian membantuku dengan tugas yang ku berikan kepada kalian, kerjakan dengan Jujur dan setia, percayalah semuanya akan kalian nikmati, bahkan hingga ke keturunan kalian, keluarga kalian dan keluarga Karyono adalah orang-orang yang kupercaya, jadi jangan kecewakan saya, karena secara tidak langsung keturunan kalian akan lebih susah dari kalian.


Kalian sendiri merasakan bagaimana sulitnya kalian mencari pekerjaan apalagi dengan ijazah SMA, artinya jika kalian bekerja sesuai harapan saya, sudah pasti anak-anak kalian juga sudah punya pekerjaan saat mereka siap untuk bekerja, tak perlu lagi kesana kemari untuk sekedar cari pekerjaan", Apakah sampai sini kalian paham maksudku", tegas Ranti.


" Kami sangat bersyukur di berikan kepercayaan sebesar ini, kami siap melayani anda Nona Muda sesuai kemampuan kami, kami justru berharap di kemudian hari anak-anak kami tetap bekerja di perusahaan anda", ujar Anjas.


" Makanya tugas kalian yang menyiapkan nya, ladang pekerjaan sudah kusiapkan,tinggal kalian mengolahnya agar keturunan kalian bisa menikmati jerih lelah kalian juga, tapi kalau kalian malas,sombong dan berbuat hal-hal buruk, maaf saja keturunan kalian tidak akan pernah menjadi bagian dari seluruh perusahaan ku, saya keras dengan kalian demi masa depan keturunan kalian juga", paham kan maksud saya, tegas Ranti.


" Kami paham Nona Muda, Nona Muda saya sudah memutuskan untuk kalian ambil jurusan pertanian", ujar Anjas.


" Kalau saya Manajemen, agar bisa selaras dengan tugas Nona di perusahaan", sambung Atilla.


" Bagus, semangat lah, kalau soal Aisyah kalian berdua cukup berikan dia kasih sayang dan perhatian, kalau soal uang itu urusan saya, katanya dia mau jadi pengacara juga sekalian mau jadi pebisnis, jadi jangan kalian iri kepadanya", ucap Ranti.

__ADS_1


" Tenang saja Nona Muda, dia permata kami di keluarga Antara, kami tidak mau Kilauan nya meredup karena kami Kakak-kakaknya", ucap Anjas.


" Aku senang mendengarnya, dan aku pegang kata- kata kalian berdua.


Sementara mereka asik ngobrol, datanglah 4 orang pria dewasa dengan setelan jas dan turun dari mobil Toyota Alphard.


" Selamat siang Nona Muda, maaf kami mengganggu anda, kami mau melaporkan bahwa tugas dari anda untuk membeli Rumah dan tanah sudah selesai, balik nama atas Nama Nona Aisyah Aliyah Antara sudah selesai dan ini semua Dokumen nya", ucap salah seorang anggota Tim Rose.


" Terimakasih bantuannya, jika sudah tidak adalagi, silahkan kembali kekantor", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, kami permisi", ucap mereka.


" Hati-hati dijalan, ucap Ranti basa basi.


" Aisyah, ambil surat- surat ini dan simpan di tempat yang aman", perintah Ranti.


" Baik Kak, terimakasih, kini Aisyah punya rumah dan tanah, jadi ayah dan ibu jangan bersedih lagi, kini kita punya tanah dan rumah besar, sampai kapanpun kalian tinggal dengan Aisyah", ucap Aisyah.


" Terimakasih Nona Muda, anda begitu memperhatikan Aisyah dan juga kedua kakaknya, kami akan selalu setia kepadamu dan apapun perintah dari anda akan kami kerjakan", ucap ibunya Aisyah.


" Kalian bukan pelayan saya, jadi tidak perlu melayani saya, cukup kita bisa berteman dan bisa jadi keluarga, ini takdir dari yang diatas", ucap Ranti.


Mereka ngobrol sambil menikmati makanan, mereka tidak tahu apa yang terjadi di sekitar mereka, kecuali Ranti tentunya yang mendapatkan laporan soal pembakaran gudang yang masih berlangsung, dari 6 bangunan sudah 3 yang hangus, sedangkan rumah pemimpin preman sudah hangus dan rata dengan tanah.


Disekolah Aisyah, para guru terlihat sangat gembira, karena besok mereka akan mendapatkan Laptop dari Ranti dan uang 100 juta. Mereka juga langsung mengadakan rapat mendadak, guna menyusun anggaran, Kepsek berpesan bahwa seluruh pembangunan di sponsori oleh kakaknya Aisyah, jadi yang mengawasi pekerjaan adalah ayahnya Aisyah, para guru tidak berani membantah, karena nama besar Pak Antara, yang sebagian masyarakat Merak sangat menghormatinya.


Ditempat lain pemimpin preman dan para petingginya juga melakukan pertemuan darurat membahas masalah ini, mereka ingin mencari tahu siapa dalangnya.


Ranti dan Aisyah sepakat tidak menceritakan masalah disekolah, mereka tidak mau Pak Antara kembali ke jalan kekerasan, apalagi Aisyah Putri satu-satunya, sudah pasti dia akan mengamuk jika permata hatinya di ganggu, apalagi jika dia tahu yang menggangu Aisyah adalah anak dari musuh bebuyutan nya.


" Pak Antara, berikan Paket ini kepada 9 orang teman Bapak, dan berikan 9 kembar cek ini kepada mereka, saya senang dengan orang-orang yang insaf dari masa lalunya, aku membantu mereka agar masa tuanya lebih baik, dan ATM ini berisi 5 milyar, belikan mereka mobil seharga 200 jutaan, dan motor, biar mereka bisa berkumpul dengan bapak, setiap sore menikmati hari tuanya", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, mereka semua ada pelabuhan ini, sama seperti saya mereka juga jualan, mereka masih setia dengan Saya dan mengikuti jalan pertobatan, ya seperti inilah kami, biar jauh dari harta, tapi kami bahagia memiliki keluarga dan anak-anak", ucap pak Antara.


" Besok Mobil Bapak datang, mobil itu khusus buat jalan-jalan, ambilah waktu liburan kalian, carilah orang yang bisa di percaya mengurus nya disaat kalian tidak ada.


" Cek untuk mereka sudah cukup buat beli rumah, dan sewa Kios disini, kelak jika peternakan saya sudah berproduksi, kalian bisa buka usaha distributor telur, ayam daging, udang dan ikan segar, serta kalian juga bisa memasarkan sapi dan kambing milik saya, saya kira kalian bersepuluh juga bukan orang yang tidak tahu bisnis, soal modal jangan pikirkan, nanti kita atur kelak, bagaimana apa bapak berani Terima tantangan saya? ucap Ranti.


" Hahahaha, itu impian kami, jadi sebagai mantan Satria, saya Abubakar Antara siap menerima tantangan Muda, hari ini juga saya akan kumpulkan 9 kawanku", ucap pak Antara.


" Oke saya tunggu perkembangan dari bapak dan teman-temannya", ucap Ranti.


Tapi pertemuan mereka terganggu dengan dengan kedatangan ratusan orang yang sudah berada di depan Kios Aisyah, ternyata anaknya pemimpin preman melaporkan kejadian di sekolah, hingga Pemimpin itu berpikir bahwa dalang dari kebakaran markas dan rumahnya adalah Pak Antara dan teman-temannya.


" Antara, keluar kamu, atau kuhancurkan kios kamu, Teriak Pemimpin Preman itu.


" Masduki, ada apa kamu mencari saya, ada masalah apa, apa saya mengganggu kamu, sejak kita putus hubungan, aku tidak ingin membuat masalah, dan bertahun-tahun aku hidup dengan berjualan, dan tidak peduli dengan segala tindak tanduk kamu dan anak buahmu, kami 10 orang sudah nyaman dengan hidup seperti ini, tapi bukan berarti saya takut dengan kalian", tegas Pak Antara.


" Kamu jangan pura-pura tidak tahu, Markas dan rumah saya terbakar, dan siapa lagi yang mampu melakukan itu kalau bukan kamu dan komplotan kamu", hardik Masduki Pemimpin Preman.


" Masduki, kamu kan Preman sudah pasti banyak musuh, apakah musuhku hanya saya dan teman-teman saya, bisa saja yang melakukanya adalah orang-orang yang kamu tindas di masa lalu dan sekarang mereka bertindak, lagian markas kamu di pagar dengan ketatnya, bahkan tikus pun tak bisa lewat dari gerbang markasmu, jadi gunakan akal mu untuk melihatnya situasinya, jangan mengandalkan otot terus, ingat usia itu bertambah, Jika aku ingin menghancurkan kamu, tak perlu menunggu hari ini", tegas Pak Antara.


" Jangan berpura-pura Antara, di sekolah juga anak saya di hukum gara-gara anakmu, menuduh anakku mengganggunya, hingga anak ku terancam di keluarkan dari sekolah", lanjut Masduki.

__ADS_1


" Ketiga anakku tidak pernah pernah melaporkan apapun yang terjadi di sekolah, jadi jangan jadikan itu alasan Markas dan rumahmu hancur, anggaplah itu karma dari tindakan burukmu selama ini, ingatlah dunia ini berkembang, belum tentu orang yang dulu kamu injak-injak akan terus diam, bertobatlah, dan hiduplah dengan kalian apalagi kamu Masduki", ucap Pak Antara.


__ADS_2