
Ranti melihat hasil kerja Drone dia hanya tersenyum, bahkan Salma sampai bingung melihat kakaknya.
" Kak, kenapa senyum-senyum sendiri, apa ada hal lucu yang kakak ingat", tanya Salma.
" Kakak hanya teringat peristiwa di Mall Pakuwon tadi, ada orang nabrak pintu kaca",ucap Ranti berbohong.
" Hahahaha, mungkin orang itu terpesona karena kakak cantikku ini", ucap Salma sambil mencolek pipi Ranti.
" Hahahaha, barangkali", singkat Ranti sambil tertawa gak jelas.
Sementara itu di daerah Sidoarjo, tepatnya di keluarga Susanti sedang menerima tamu keluarga Besar Pak jumono dan istrinya.
Di sepanjang jalan Marwoto dan keluarganya yang jalan kaki, membuat warga pada heran karena mereka tahu bahwa Marwoto sudah lama lumpuh tulang belakang.
Tiba dirumah Susanti juga Marwoto lagi-lagi menjadi pusat perhatian, di tambah lagi dengan kesembuhan Susanti.
Para kerabat yang diundang juga sempat terkejut dengan kesembuhan Susanti.
" Santi akhirnya kamu sembuh", ucap kerabatnya yang baru datang dari kampung sebelah.
" Ia Bi, akhirnya Santi bisa sembuh, sekarang Santi bisa melihat bibi yang Cantik", Jawab Santi.
" Hahahaha kamu ini bisa saja menggoda Bibimu", jawab bibinya Susanti.
" Selamat datang semuanya, kami keluarga Suteja sangat bahagia, karena hari ini putri kami, Susanti telah di berikan kesembuhan, dan kami juga secara khusus mengucapkan selamat Datang pada keluarga Jumono dan keluarga besar Gozali", Ucap pak Suteja ayahnya Susanti.
Setelah berbagai jenis sambutan dan adat istiadat setempat, akhirnya kedua keluarga secara ikhlas dan penuh kebahagiaan menyatukan kedua anak mereka dalam jenjang pertunangan dan nanti akan di lanjutkan dengan pernikahan tahun depan, acara resmi ditulis dengan pemasangan cincin perak di jari kedua orang yang bertunangan.
" Terimakasih Mas, sudah banyak berkorban untukku dari kecil hingga saat aku sakit dan saat saya sembuh mas segera melamar Santi, Ucap Susanti dengan penuh kebahagiaan.
" Mas sudah berjanji, pasti mas akan tepati, dan terimakasih juga karena sudah setia dan mau menerima mas sebagai sahabat seumur hidup mas", ucap Dominikus.
Ranti yang mendapatkan kiriman foto dan potongan Video, segera memberitahukan kepada seluruh orang dirumahnya.
Ranti menelpon Video call kepada Pak Jumono dan diangkatnya.
" Halo Nona Muda, malam ini kami putuskan untuk membuat acara pertunangan, agar tahun depan mereka bisa langsung menikah", ucap Pak Jumono.
" Selamat ya pak, sebentar lagi akan punya menantu", ucap Ranti.
" Dominikus, Susanti, kami sekeluarga mengucapkan selamat ya, semoga kalian sehat selalu hingga hari Pernikahannya nanti, sebagai hadiah Pertunangan dari keluarga kami, tunggulah besok orang saya akan datang membawanya", ucap Ranti.
" Terimakasih ucapannya Nona, jawab Dominikus dan Susanti.
" Untuk orangtua calon mempelai wanita, saya hadiahkan uang 3 Milyar khusus untuk merenovasi rumah agar lebih besar, terimakasih sudah menerima lamaran dari Saudara kami Dominikus", ucap Ranti.
" Sama-sama Nona Muda, terimakasih juga, berkat bantuan Nona Muda Susanti bisa sembuh saat ini", ucap pak Suteja.
" Baiklah, saya harap ketika saya datang rumah kalian sudah mulai pembangunannya, besok orang saya akan mengantarkan uang tersebut", ucap Ranti.
" Segera kami akan bangun, agar saat pernikahan mereka rumah kami sudah selesai", ucap Pak Suteja.
" Saya senang mendengarnya, ya sudah silahkan lanjutkan acaranya", ucap Ranti dan mematikan panggilannya.
" Jumono, apa saya tidak bermimpi? ujar pak Suteja.
" Hahahaha, besan tanganmu saja masih memegang sate yang dagingnya tinggal sepotong", jawab Jumono sambil berkelakar.
" Saya harus bagaimana ini, apakah waktunya cukup membangun rumah hingga akhir Februari", tanya Suteja.
" Cukup, apalagi uang sudah ada, dan kamu tombak kiosmu itu, dan perbesar agar jualan kamu lebih banyak", ucap Pak Jumono yang memang akrab dari saat mereka muda.
" Akhirnya anak kita berdua bisa sampai ke tahap ini, dulu kita berdua hanya tertawa mendengar Dominikus berujar bahwa kelak dia akan menikah dengan Susanti", ucap Suteja mengingat kecilnya Dominikus waktu itu.
" Jujur saja, walaupun seumur hidup Santi buta, kami sekeluarga tetap menerimanya dengan bahagia saat Dominikus bilang dia hanya mau menikah dengan Susanti, makanya kami suruh dia agar setiap weekend datang menjenguk Santi dan ajak jalan-jalan", ucap Jumono.
" Saya tahu itu, makanya tadi siang mendengar kalian mau kesini, saya sangat gembira, terimakasih sudah mau menerima Putri saya, tolong arahkan jika kelak dia ada kesalahan", ucap Suteja.
" Coba kamu lihat, bagiamana istriku memperlakukan anakmu, dari kecil dia sangat menyayangi putrimu itu, pasti istriku akan membantunya dan mengajarinya bagaimana menghadapi putraku yang kadang bikin kepalaku pusing dengan candaannya yang ngeselin itu", ucap Jumono.
" Tadi siang saja aku di ledekinnya habis-habisan, tapi jujur aku senang dengan sikapnya yang riang, beberapa tahun ini dia terlihat murung sejak Susanti sakit", ucap Suteja.
" Tapi syukurlah, dia sudah tersenyum karena Susanti sudah sembuh", ucap Jumono ikut bahagia.
Tepat jam 10 malam akhirnya acara tunangan Dominikus dan Susanti selesai.
" Ayah, Dominikus sementara liburan kampus, mau tinggal disini dulu ya, kan ada paman Sarwono", ucap Dominikus.
" Ia Gak apa-apa, sekalian bantu calon mertuamu membangun rumah, kamu bantu gambar rumahnya atau suruh teman kampusmu", ucap Jumono.
" Itu tujuanku juga, nanti dosenku besok akan datang melihat lokasi ini, jawab Dominikus.
" Ayah bangga sama kamu, kelak kamu harus lebih dewasa lagi, apalagi nanti setelah menikah, ingat prinsip keluarga kita, dan juga pesan Nona Muda Ranti, ingat tugas dari Nona Muda juga", ucap Jumono mengingatkan.
" Ia ayah, Dominikus akan lebih giat belajar, agar lulus menjadi arsitek hebat, dan bisa bantu Nona Muda di perusahaan", tegas Dominikus.
Setelah berbincang-bincang ringan, akhirnya keluarga Jumono kembali kerumahnya termasuk Dominikus.
" Bagiamana perasaan kamu sekarang Nak", ucap Suteja pada Susanti.
__ADS_1
" Sangat bahagia ayah, ayah tahu sendiri Santi sangat mencintai Dominikus", ucap Susanti sambil bersandar di ibunya.
" Ia sayang, asal kamu bahagia kami ikut bahagia ", ucap Ibunya Santi.
" Terimakasih ayah, terimakasih ibu", ucap Susanti.
" Santi, makanan yang tadi sangat enak, kapan-kapan ajak ibu ke kafe milik kakaknya Nona Muda Ranti ya", ucap Ibunya Susanti.
" Ia nanti Santi minta tolong sama Mas Dominikus, soalnya Santi gak tahu tempatnya", ucapnya.
" Ya sudah, sekarang istirahatlah, ucap ibunya Santi.
Di kediamannya Ranti sendiri, mereka juga sedang berbincang-bincang ringan karena belum ngantuk, dan seperti biasa para pelayan termasuk Bu Likha dan Mang Dul juga sudah beristirahat.
" Kak, nanti saat kakak Kembar datang bontot mau berikan kalian 1 Pill lagi, Pill itu akan memperkuat struktur tulang dan lebih memperkuat sistem imun dan regenerasi, dan anti racun dan zat adiktif, artinya jika suatu saat ada yang jahat dan memasukkan obat bius atau obat perangsang, maka hal itu tidak akan berpengaruh, untuk racun sendiri, walaupun mereka menaruh racun sianida, hal itu juga hanya membuat kalian pusing saja", ucap Ranti.
" Baiklah, dan berarti hari Minggu", jawab Vanya.
" Katanya kakak kembar akan datang malam Minggu besok", ucap Ranti.
" Ya sudah ayo kita istirahat", ucap Vanya.
" Ranti segera menggendong Salma, sedangkan Darel menggendong Armando.
Ranti sengaja menidurkan Salma di kamarnya sendiri, Ranti ingin masuk ke cincin semesta, dia ingin melihat perkembangan Rosemary dan Noey.
" Selamat datang Nona Muda, bagaimana keadaan Rosemary", tanya Ranti.
" Seperti biasa, Nona Rosemary tidak rewel dan tetap lahap meminum susunya juga Juicenya", lapor Noey.
" Baguslah, tapi mulai hari ini, kalian berdua pindah ke ruang dimensi, agar kamu tidak bosan, nanti saya siapkan TV juga Beberapa aplikasi film agar kamu bisa nonton sambil merawat Rosemary", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, jawab Noey.
" Ya sudah, ayo kita kesana", lanjut Ranti dan langsung keluar dari Cincin Semesta.
" Wah Nona Muda, tempatnya sangat bagus dan sungguh sangat luas", kagum Noey.
" Kamu bisa makan buah abadi sesuka hati, disini juga ada 3 keluarga yang bekerja, jadi kamu kamu ada teman ngobrol setiap hari, saat mereka datang bekerja.
Ini TV dan tablet untuk kamu bisa nonton film dari seluruh dunia. Kami juga bisa main alat musik yang ada disini.
Namun ada beberapa ruangan yang terkunci, itu berarti kamu jangan masuk disana", tegas Ranti.
Kalau mau makan ikan silahkan pancing di kolam itu atau tangkap saja", ucap Ranti.
Selesai berbincang-bincang dengan Noey dan puas menggendong Rosemary, Ranti Keluar dari ruang Dimensi.
" Semuanya baik-baik saja, hanya saja banyak yang tidak suka dengan hadirnya Gerai KFC Aisyah di lokasi itu, karena hingga saat ini, Gerai KFC Aisyah selalu di padati pelanggan, apalagi yang di pelabuhan", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Apakah jika buka 24 jam bisa ramai atau bagaimana? tanya Ranti.
" Tetap ada pembeli, hanya saja kasihan dengan karyawan, kecuali Tuan mau menambah karyawan, tapi janganlah agar warung kecil bisa hidup", balas Aplikasi Mata Dewa.
" Ia juga, cukup hingga jam 12 malam saja yang di pelabuhan, lalu bagaimana dengan warung pamannya?
" Mereka juga sangat maju, tiap malam bisa 150 hingga 200 porsi sate dan soup daging, belum makanan yang lain, total rata- rata pendapatan harian bisa mencapai 7 juta kotor.
" Kios orangtua Nona Aisyah sekarang yang paling ramai", balas Aplikasi Mata Dewa.
" Syukurlah", balas Ranti.
" Yang paling laris adalah Gorengan, kopi dan Juice, serta serta sop ayam, baru mie instan rebus.
" Syukurlah, itu berarti mereka semangat mau maju", balas Ranti.
Tak terasa hari sudah pagi, Ranti bangun dan seperti biasanya dia langsung mandi, selesai itu di ke kamar Salma.
" Kamu sudah mandi sayang? tanya Ranti.
" Sudah kak, tadi di mandikan kak Yati", jawab Salma.
" Ya sudah ayo kita sarapan, kakak sudah lapar, ajak Ranti.
" Kak, hari ini sibuk gak? tanya Salma.
" Kakak mau ke Proyek Kota Terpadu, apa Salma mau ikut? tanya Ranti.
" Tapi setelah dari sana, Salma mau ke toko buku, ini ada WA dari sekolah bahwa kita beli buku seperti ini", ucap Ranti.
" Oke, mudah-mudahan toko buku di Mall Galaxy menjualnya", ucap Ranti.
" Ada katanya, barusan Salma tanya sama kakak pelayan disana, dia bilang ada, nanti dia simpan tiap buku 2 buah, buat aku dan Mora", ucap Salma.
" Wah kamu pintar dek, jadi kesana tinggal ambil dan bayar", puji Ranti pada Salma.
" Terimakasih kak", jawab Salma.
" Dek kami hari ini, mau mengecek seluruh kontrakkan dan Kafe serta Restoran", Ucap Mercy
__ADS_1
" Saya nanti sama Salma dan Armando mau ke Proyek Kota Terpadu, sudah lama saya tidak kesana", Sahut Ranti.
" Nanti kalau sempat nyusul ke Kafe ya, soalnya si kembar juga nanti dari Jogja langsung kesana", ucap Vanya.
" Ia kak, kita nongkrong disana", balas Ranti.
" Ya Sudah nanti hati-hati di jalan", jawab Vanya.
" Halo Nona Muda selamat pagi, kami sudah otw ke Sidoarjo membawa seluruh pesanan mobil anda", lapor Aluna via telpon.
" Oke, terimakasih ya, tolong isi bensin Full tank", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab Aluna.
" Bu Likha tolong masukkan ayam goreng dan beberapa cemilan ke kotak makanan", Perintah Ranti
" Baik Nona Muda, jawab Bu Likha.
Selesai sarapan dan berbincang-bincang, Ranti beserta Salma dan Armando berangkat menuju Proyek Kota Terpadu.
" Kak, apa disana juga, kakak buat taman bermain? tanya Armando.
" Ada sayang, kakak bangun kebun binatang dan Taman Hiburan, agar kelak kalian bisa main kesana", jawab Ranti.
" Berarti ada juga Waterboom? sambung Salma.
" Ada, pokoknya lengkap, sekarang sedang persiapan lahannya, jadi akhir tahun depan sudah Selesai", jawab Ranti.
Obrolan demi obrolan mereka lakukan dan tak lupa juga mereka bercanda di dalam mobil.
Akhirnya setelah 1,5 jam perjalanan, mereka memasuki Area Proyek dan disambut oleh beberapa orang Security.
Ternyata yang berjaga di Depan adalah Tim Awal, jadi sudah sangat mengenal mobil Ranti.
" Selamat pagi dan selamat datang Nona Muda", Ucap Pranoto.
" Pagi juga, bagaimana keadaan kalian semua? tanya Ranti.
" Semua baik-baik saja, dan pembangunan lancar tidak ada gangguan dari luar, paling hanya para pencari barang bekas saja, tapi kami sudah melarang mereka untuk masuk", jawab Pranoto.
" Bagus, sekarang saya mau melihat perkembangan pembangunannya, ini buat kalian beli kopi dan cemilan", ucap Ranti sambil memberikan uang 1 juta.
" Terimakasih Nona Muda", jawab mereka.
Sejam Ranti berkeliling, dia sangat senang melihat kemajuan pembangunan yang ada, Bendungan sudah siap untuk diisi dengan air, tinggal pekerjaan kecil-kecil.
Dia juga melihat para pekerja yang sedang memasang panel-panel untuk listrik tenaga Surya, bangunan kontrol juga sudah selesai, di perkirakan sebulan lagi seluruh panel Surya akan terpasang untuk tahap pertama.
Jika sudah beroperasi secara keseluruhan, maka PLTS milik Ranti akan menjadi yang terbesar dalam kapasitas menghasilkan listrik.
Gedung-gedung Rusunawa juga sudah banyak yang berdiri, jalan-jalan utama sudah selesai, tinggal dilapisi lagi saat seluruh bangunan selesai dan beroperasi secara keseluruhan.
Ribuan pekerja begitu semangat bekerja, di Bendungan kedua juga terlihat sudah 80 % selesai, bisa di pastikan kita terpadu tidak akan banjir selamanya.
Parit-parit yang besar dengan beberapa danau- danau kecil yang dibuat dengan rapi hingga di perkirakan mampu menampung debit air, sebelum di lepaskan ke lautan.
Di beberapa tempat, Rusunawa sudah berpenghuni, karena sudah 5 desa yang di bongkar, mereka tinggal sementara disana, karena kompleks perumahan sedang dalam pembangunan.
Pepohonan di sepanjang jalan sudah tumbuh dengan baik, juga di sepanjang jalan tidak terlihat kabel listrik yang melayang di udara, karena semuanya di tanam di tanah.
Ranti beralih ke area yang akan di jadikan pusat Kota utama, terlihat penggalian besar-besaran, untuk pembuatan Area di bawah tanah.
Area perkantoran juga sudah mulai di bangun, dan perlu di ketahui seluruh gedung perkantoran dan hotel Serta apartemen juga Mall akan terkoneksi di bawah tanah, baik kiri maupun kanan jalan.
Sementara Ranti berkeliling proyek, di kampung Pak Jumono telah di hebohkan dengan iring-iringan mobil, yang kini telah tiba di rumah masing-masing.
Warga yang sedang berbelanja di warung keluarga Susanti, terkesima dengan kedatangan 4 unit mobil baru serta 7 unit Motor.
" Dek, maaf kemarin Mas pikir mobil dan motor nya hanya bercanda, ternyata beneran", ujar Yapto.
" Kakak Ipar, majikan ayah saya tidak pernah main-main dengan omongannya", ucap Dominikus tegas, merasa kedua calon kakak iparnya tak percaya dengan omongan Ranti, orang yang paling mereka hormati.
" Maafkan Mas Dek, maaf karena mas sempat meragukan majikan ayahmu", ucap Yapto yang merasakan nada bicara Dominikus yang agak tinggi.
" Sama-sama mas, Para Nona Muda dan Tuan Muda kami, adalah orang yang keluarga saya paling hormati setelah leluhur kami, jadi maaf juga tadi saya agak tersinggung, kedepannya tolong percaya dengan ucapan Nona Muda kami", ucap Dominikus.
" Terimakasih pengertiannya Dek, itu karena kami belum mengenal Nona Muda kalian, sekali lagi maafkan kecerobohan Mas", ucap Yapto.
" Ia Mas, asal mas tahu, Pill untuk menyembuhkan Santi, dibuat sendiri oleh Nona Muda, dan coba mas bayangkan seandainya Pill itu di jual, pasti sangat mahal, tapi demi kebahagiaan Susanti, maka Nona Muda Ranti memberikannya dengan gratis, dan bahkan memberikan hadiah untuk kalian semua, jadi tolong kedepannya, jangan kecewakan Nona Muda kami, apapun akan saya lakukan jika Nona Muda kami di sepelekan", ucap Dominikus.
Yapto dan Cipto, bahkan Pak Suteja sendiri melihat perubahan raut muka Dominikus yang tajam, tiba-tiba mereka berkeringat dingin, dibalik sifat becandaan Dominikus, ternyata menyimpan surat mematikan jika orang yang dihormatinya di anggap sepele.
" Sudah, ayo isi dokumennya", ucap Dominikus mencairkan suasana.
" Bapak-bapak, saya karyawan di Dealer Grace, kami sendiri tidak akan berani tidak percaya dengan Nona Muda Ranti, asal kalian tahu, Nona Muda Ranti pemilik Tunggal PT Astra Internasional Indonesia, yang menjual mobil Toyota ini, silahkan kalian Cek data perusahaan tersebut.
" Dealer kami saja saat ini sudah di percayakan Nona Muda Ranti, untuk menangani penjualan untuk wilayah Indonesia Timur, dan itu janji dia 2 tahun lalu, dan sudah di buktikan", ucap karyawan Dealer Grace.
" Terimakasih mbak, mungkin karena kami belum mengenal Nona Muda Ranti, mohon mbak juga jangan tersinggung", ucap Cipto.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, kami hanya mengagumi kerendahan hati Nona Muda Ranti dan juga seluruh saudaranya", lanjut karyawan dealer Grace.