SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Tiba di Surabaya dan menolong orang


__ADS_3

Tepat jam 11 malam waktu Surabaya, Ranti tiba di rumah kemudian memarkir mobilnya dan masuk dalam rumah.


Rumah tampak sudah sepi, Ranti menuju kamarnya dan mandi, setelah mandi dia menuju ke kamar Salma dan seperti biasa jika pulang malam pasti dia akan datang melihat adiknya, betapa terharunya Ranti melihat Salma tidur menggunakan baju tidurnya Ranti, tanpa terasa airmata Ranti menetes.


Ranti tidur di samping Salma sambil memeluknya dengan erat, dan mencium jidat adik kesayangannya.


" Kakak sangat menyayangi kamu dan kakakmu, hiduplah dengan bahagia, maafkan kakak, sering pergi", batin Ranti.


Keesokan paginya, Salma terbangun dan dia tau kalau yang memeluknya adalah Ranti, kakak tersayangnya, dia memeluk Ranti dan mencium kakaknya itu.


Mereka berdua bangun, kemudian Ranti memandikan Salma dan menantunya berpakaian, Salma sangat bahagia dengan kasih sayang Ranti padanya.


" Terimakasih kak, sekarang giliran kakak yang mandi, dan apa kakak yang akan mengantarkan kami ke Sekolah? tanya Salma.


" Ia dong, kalau kakak dirumah pasti kakak yang akan mengantar kalian berdua yang adalah kebanggaan kakak", ucap Ranti.


" Terimakasih kakakku tercantik dan terbaik se-dunia", ucap Salma dan langsung turun ke lantai bawa.


Ranti menuju kekamarnya dan mandi serta berganti pakaian, dan bergabung untuk sarapan.


" Dek kakak dan Friska ada tugas kuliah kunjungan ke daerah Banyuwangi, mungkin sekitar 3 hari kami disana, gak apa-apa kan dirumah dengan Rindu", Ucap Mercy.


" Gak apa-apa, lagian aku paling hanya kekantor dan sore juga sudah di rumah, hanya hari Sabtu pagi ada pertemuan dengan Pemkot Lampung Selatan, soal sumbangan penyaluran pipa air bersih dan masalah perijinan AMDAL pembangunan Pabrik pengolahan limbah, nanti Salma dan Armando juga ikut, hati Minggu Sore kami sudah pulang", ujar Ranti.


" Oh apa kami boleh ikut? tanya mereka.


" Kalau kalian mau dan ada waktu kenapa tidak, Bontot malah senang kalau kakak-kakakku juga ikutan kesana", jawab Ranti.


" Oke, kalau begitu, kita berangkat jati Jumat sore atau Malam? tanya Rindu.


" Jumat Sore, pas kalian pulang kuliah dan kak Dewi pulang Kantor jika kak Dewi dan Ketty juga ingin jalan-jalan lihat kota Bandar Lampung.


" Hahahaha, kak Dewi pasti ikut, biar refreshing dari kerjaan kantor", jawab Dewi.


" Baiklah, nanti coba tanya apa kakak Kembar, Kak Vanya dan kak Darel juga mau ikutan, biar seru, apalagi kakak kembar bisa pake helikopter kesana", ucap Ranti.


" Lalu Selasa depan pagi aku juga ada pertemuan dengan Pemkot Magelang, karena pelebaran jalan dan infrastruktur yang saya sumbang akan dimulai, disana nanti akan bertemu dengan Bupati, mati aku pakai Helikopter dari Jogja kesana, tapi malamnya aku sudah pulang, kalau sempat", ucap Ranti.


" Baiklah, sekarang antar dulu adik-adik kesekolah, nanti telat", ucap Mercy.


" Ayo kita berangkat, ajak Ranti sambil menggandeng kedua tangan adik-adiknya,


" Asik akhirnya kakak ajak kami berdua untuk ikut kakak keluar kota", ucap Salma bahagia.


" Kan kakak sudah janji, jika ada pertemuan hati Sabtu, pasti kakak akan ajak kalian berdua, biar sekalian jalan-jalan, kan kita punya pesawat sendiri", ujar Ranti.


" Salma bahagia, tapi hari Senin Ujian, pasti Mora gak di bolehin ikut", ucap Salma.


" Gak apa-apa, lain kali dia bisa ikut lagi, Yoh 2 Minggu lagi kalian libur dan ke Amerika Serikat, 2 Minggu kalian disana.


* Tuan, semua nomor rekening teman terdekat Tuan akan Rose kirimkan uang, untuk meratakan tabungan mereka menjadi 2 triliun, bagaimana Tuan? tanya Rose.


" Lanjutkan, tapi semuanya dalam bentuk deposito, jangan ganggu tabungan biasa mereka", Perintah Ranti.


* Baik Tuan, nanti Rose kirim data mereka", jawab Rose.


Ranti mengantar Salma terlebih dahulu, baru lanjut Armando, yang langsung di sambut Sinyo.


" Selamat Pagi Sinyo, apa kabarmu, sapa Ranti.


" Aku baik-baik saja, dan bahkan lebih baik, ucap Sinyo.


" Syukurlah, kamu sabar ya, bulan depan kamu sudah bisa pindah di rumah yang kakak belikan untukmu, dan kakak belikan Ruko atas nama kamu, agar seluruh pelayan kamu bisa membuka usaha, dan kamu jadi bosnya", ucap Ranti.


" Terimakasih kak Ranti, Sinyo akan belajar dengan baik dan lebih giat lagi, Sinyo bersyukur kedua pengasuhku dan 2 pelayan dirumahku masih bersedia merawatku, sekarang selain Keluarga kakak, mereka lah tujuan aku ingin sukses, aku ingin menunjukkan kepada mereka yang membuang ku sukses di masa depan", ucap Sinyo.

__ADS_1


" Kakak dan keluarga akan selalu mendukungmu, ini ada 4 ATM untuk 2 pelayan dan pengasuhmu, anggaplah ini gaji mereka dan yang ini adalah untukmu, ATM yang 1 adalah deposito, dan yang 1 ini buat kamu gunakan sehari-hari", ucap Ranti.


" Terimakasih kak, Sinyo akan pergunakan uang ini dengan baik, agar Sinyo bisa sekolah tinggi", ucap Sinyo.


" Jangan bersedih, pandang lurus ke depan dan perhatikan siapa yang tulus menyayangi kamu, nanti sore kamu datang, jadi setiap hari Paman pengasuhmu akan mengantar dan menjemput kamu", ucap Ranti.


" Terimakasih kak, suatu saat Sinyo pasti akan berbakti untuk kakak dan keluarga", ucap Sinyo.


" Kakak hanya ingin kamu setia berteman dengan Armando, bantu dia di masa depan, kakak yakin kalan berdua akan Jadi partner yang akan di segani di dunia bisnis", ucap Ranti.


" Amin, Sinyo berjanji tidak akan pernah mengecewakan sahabat terbaikku, orang yang selalu ada buatku, dan ingin membanggakan bibi dan paman pengasuhku, yang mulai kemarin aku menyebut ayah dan Bunda, ucap Sinyo.


" Baguslah, mereka memang lebih baik jadi orangtua buat kamu, bahagiakan mereka dengan prestasi kamu, agar pengorbanan mereka tidak sia-sia, begitu juga dengan 2 pelayanmu, panggilah mereka dengan sebutan kakak, pasti mereka akan bahagia, dan akan lebih tulus menyayangi kamu", nasehat Ranti.


" Ia kak, saya sudah melarang mereka memanggilku Tuan Muda, karena saya mau mereka menjadi Keluarga bukan majikan dan pembantu", ucap Sinyo.


" Baguslah kalau begitu, ya sudah kakak mau kekantor, kalian belajarlah dengan rajin", ucap Ranti.


" Ia kak', jawab mereka Armando dan Sinyo.


" Tapi boleh gak Sinyo minta bantuan kakak lagi, untuk menggantikan nama Sinyo, Menjadi Sony Mahendra Karnadi, Mahendra adalah nama kakekku", ucap Sinyo.


" Baiklah, nanti kakak bantu mengurusnya, kakak Mengerti keinginan kamu, dan kamu juga harus bicara dengan ayah dan bundamu yang baru serta Kakak-kakak pelayanmu", jawab Ranti


" Mereka sudah tahu, bahkan ayah dan Bunda yang menyarankan agar aku menambahkan nama depan kakekku yaitu Mahendra", sahut Sinyo.


" Kamu tunggu saja, pas kamu naik kelas semuanya sudah berubah, ucap Ranti dan langsung pergi meninggalkan kelas Armando dan Sinyo.


Ranti memutuskan untuk berkeliling kota terlebih dahulu, dia berniat datang ke kantor Pak Pribadi, dia ingin melihat progres pembangunan, jalanan terlihat cukup, namun setelah beberapa saat, dia melihat banyak orang yang berhenti, ternyata para pengendara hanya melihat seorang anak kecil sedang di pukuli.


Ranti meminggirkan mobilnya ke salah satu bangunan dan mendatangi tempat anak kecil itu dipukul dan tendang oleh orang dewasa, yang ternyata adalah ayah tirinya.


" Maaf pak, sudah cukup anda menganiaya anak kecil, apa kesalahannya kesalahannya hingga anda ingin membunuhnya? tanya Ranti.


" Oh memangnya berapa uang yang mereka habiskan tiap hari? tanya Ranti.


" Tiap hari saya berikan 50 ribu untuk makan, tapi ngomongnya selalu kurang, apalagi dari pihak sekolah meminta agar segera membayar sekolah, apa tidak membuat kepala saya pusing ", ujar laki-laki itu.


" Oh jadi apa keinginan bapak dengan anak ibunya? tanya Ranti.


" Tau dirilah, jangan banyak menuntut", ujar laki-laki itu.


" Maaf Pak, anda memberikan uang 50 ribu sehari itu sudah termasuk bapak suruh istri bapak untuk membeli rokok anda, merk rokok bapak saja seharga 15 ribu, jelas saja tidak cukup, bahkan anda tidak memberikan uang dan memaksa istri bapak untuk berhutang rokok ke warung, dan jika anda punya uang, anda akan berjudi togel, jadi wajar uangnya tidak cukup", hardik Ranti.


" Bu, jika ibu bertahan dengan laki-laki ini, saya jamin anda anda bisa mati dan minimal cacat, jadi saya akan melaporkan suami anda yang tidak bertanggungjawab, biar dia rasakan apa itu Penjara", ujar Ranti.


" Hei kamu, memangnya kamu siapa mencampuri urusan keluarga saya", bentak laki-laki itu.


" Saya hanya peduli dengan anak dan ibunya, jadi siap-siap saja masuk Penjara, polisi sudah dalam perjalanan, dan kamu harusnya malu, rumah ini walau kecil tapi milik istrimu, kamu hanya numpang", ucap Ranti sengit.


" Bu jangan kuatir, jika menceraikannya hari ini, maka saya bantu bisa hidup lebih baik, tanpa harus bergantung dengan laki-laki jahat ini, katakan jika ibu punya uang 10 juta apa yang akan ibu lakukan ", tanya Ranti.


" Saya ingin pulang kampung dan membesarkan anak saya", jawab ibu itu.


" Dimana kampung ibu ? tanya Ranti.


" Di Semarang", jawab ibu itu.


" Baiklah, ayo ikut saya ucap Ranti tanpa memperdulikan suami ibu itu.


" Hei kamu mau bawa kemana istriku ? hardik laki-laki itu.


" Yang jelas membebaskannya dari laki-laki jahat seperti kamu, dan ingat baik-baik, sekali kamu menyentuh mereka ku hajar kamu ! balas Ranti dengan tegas.


" Kurang ajar kamu, apa kamu tidak tahu saya siapa, preman pasar disini ", ucap laki-laki itu sembari menerjang Ranti.

__ADS_1


Ranti bergeser selangkah dan memukul kaki laki-laki itu hingga patah.


Arghhh.. sialan kamu, kamu mematahkan kakiku", teriak laki-laki itu.


" Ayo Bu, tidak usah memikirkan laki-laki seperti itu, ayo ke rumah ibu dan ambil barang - barang yang penting dan kita pergi dari sini, untuk sementara ibu jangan tinggal di rumah itu, jual saja", ucap Ranti.


" Rumah itu sudah di tawar oleh tetangga 150 juta, katanya kapan saja bisa dia beli", jawab ibu itu.


" Baguslah, hari ini suruh dia bayar dan ibu tinggal sebentar di kontrakan, nanti setelah anaknya selesai terima raport, batu ibu pindah ke Semarang, jangan kuatir saya akan bantu ibu cari kontrakan", ucap Ranti.


" Dek kamu sekolah sudah kelas berapa? tanya Ranti.


" Kelas 7 kak " jawab anak itu.


" Ya sudah, selesaikan ujianmu nanti saya bantu untuk pindah sekolah ke Semarang ', ucap Ranti.


" Terimakasih kak, laki-laki itu kerjanya hanya malak duit di pasar, kalau dapat pasti ibu yang jadi sasaran, padahal ibu juga bekerja nyuci baju orang", ucap anak itu.


" Ya sudah, kalian pindah saja dulu, ucap Ranti.


15 menit kemudian mereka tiba di rumah ibu itu, ternyata lumayan juga, walau kecil tapi sudah lumayan tidak mengontrak.


" Mana tetangga yang akan membeli rumah ini? tanya Ranti.


" Sebelah rumah saya, dia masih sahabat almarhum suami pertama saya, dan rumah ini miliknya almarhum, suratnya memang saya titipkan ke tetangga saya itu, takut suami sirih saya ini mengambilnya, jujur saja itulah yang memicu pertengkaran kami selama ini, dia mau saya menjual rumah ini dan kayanya buat modal usaha, tapi saya juga mikir dengan sifat dia yang penjudi dan kerjanya hanya nongkrong", ucap ibu itu.


" Halo Bu, maafkan saya, jika ibu punya uang silahkan bayar sekarang rumah saya ini, karena hari ini juga saya akan pergi dari sini, ucap ibu itu.


" Baiklah, minta nomor rekening ibu, ucap Ibu tetangga itu.


" Saya tidak punya rekening, Ucap ibu pemilik rumah.


" Begini saja, ibu transfer ke saya saja, dan saya kasih ibu Cek senilai transfer dari ibu itu, bagaimana? ucap Ranti .


" Oh baiklah, jawab ibu pemilik rumah tanpa mencurigai Ranti atau berpikir negatif.


Setelah ibu tetangga itu mentransfernya uangnya, dia menyerahkan kuitansi ber materai 10ribu.


" Terimakasih Bu, saya hanya mengambil baju saja, nanti jika suami saya datang, tolong biarkan dia mengambil barangnya, akan tetapi jika sebulan dia tidak datang, terserah ibu mau ngapain dengan rumah ini", ucap ibu pemilik rumah.


" Baik Bu, saya akan tunggu suami ibu yang jahat itu selama sebulan, jika tidak datang maka saya akan membongkarnya, ini ada uang cash 2 juta, gunakan saja, dan ini nomor telpon saya, saat ibu beli handphone, tolong hubungi saya', ucap ibu pembelian rumah itu.


" Terimakasih Bu, ucap ibu pemilik itu dan masuk ke dalam rumahnya dan mengambil seluruh pakaiannya yang masih layak pakai.


Sementara di pinggir jalan, suaminya hanya tergeletak pingsan begitu saja di emperan sebuah ruko yang belum buka, dengan kaki kanan yang patah.


Selesai mengambil barang-barangnya, Ranti membawa mereka berdua ke kontrakan bersebelahan dengan kontrakan Sinyo yang masih terdapat yang kosong.


Setelah memasukkan barang, Ranti mengajak mereka untuk cari sarapan Pagi, dan setelah sarapan Ranti mengajak mereka ke Bank untuk mencairkan cek tersebut dan membuat rekening.


Setelah dari bank waktu sudah menunjukan jam 11, Ranti melajukan mobilnya ke Mall Galaxy, dan langsung mampir ke Konternya Drajat dan dia membelikan 2 handphone Reno 8 Pro 5 G buat ibu dan anaknya.


Setelah selesai beli handphone, Ranti mengantarkan mereka untuk membeli kompor gas kecil dan rice cooker serta panci, maksudnya jika lapar tengah malam ibu dan anak itu bisa merebus mie, Yoh mereka hanya sekitar 1 bulan Maksimal di kontrakan sebelum pulang ke Semarang.


Beres dengan belanjaan, Ranti mengantar ibu dan anak itu pulang ke kontrakan.


" Bu, ini ATM dati saya, ibu pikirkan baik-baik mau usaha apa ibu di Semarang', ucap Ranti.


" Saya tidak akan pulang ke kampung dulu, saya akan tinggal di kota Semarang, saya juga sudah tidak punya siapa-siapa di kampung, hanya ada kebun, Sedangkan di kampung saya juga bingung mau kerja apa, jadi uang ini Rencana akan saya pakai untuk modal jualan, kebetulan saya pernah berjualan di sana jadi saya masih ingat tujuan saya jika ke Semarang ", ucap ibu itu.


" Baiklah, Ambillah ini, dengan uang yang ada di ATM ini, ibu bisa beli ruko dan bukalah usaha, cukup buat modal dan tabungan, dan ini nomor telpon saya, saat mau pergi ke Semarang telpon saya, biar saya antar, ucap Ranti.


" Baik Nona Ranti, saya sangat berterimakasih atas bantuannya, ucap ibu itu.


" Baiklah, simpan baik-baik ATMnya, isinya 20 Milyar, jadi jangan sampai hilang, ini PINnya", ujar Ranti lalu pergi meninggalkan ibu dan anak itu.

__ADS_1


__ADS_2