
Di sebuah pulau kecil, yang tak terjangkau bahkan tidak tercatat dalam Peta, kini hidup beberapa orang, mereka bertani dan beternak untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Merek hidup disana sudah lebih dari 10 tahun, mereka hanya di kunjungi setahun 2 kali, mereka datang hanya sekedar membawa pakaian atau perlengkapan pertanian.
Penghuni di pulau itu di buatkan rumah, lengkap dengan perabotannya, hanya 4 bulan pertama mereka di sediakan makanan, serta beragam bibit sayuran, umbi-umbian dan hewan ternak, dan setelah itu mereka di biarkan, saat ini kadang setahun mereka tidak di kunjungi.
Mereka hidup dengan serba terbatas, tiap hari makan umbi-umbian, sayur dan ikan yang di dapat dari laut atau kolam ikan mereka.
Mereka adalah orang tua Ranti, mama si kembar dan sepasang pengasuh Ranti, Suratmi dan suaminya.
Sungguh menyedihkan melihat keadaan mereka, kalau malam sangat gelap, karena tidak ada lampu, hanya bara api yang selalu hidup.
Siang mereka berkebun, mengurus ternak, dan mencari udang atau Kepiting di pesisir pantai, atau memancing.
" Pah, anak kita pasti sudah besar, mudah-mudahan dia sehat-sehat saja di panti asuhan di Surabaya, ujar Monicha
" Pasti sudah besar mah, papa kangen dengan anak kita, entah kapan kita bisa pergi dari tempat ini, ucap Adriansyah.
" Tuan yang sabar, pasti Nona Muda akan selalu di lindungi oleh yang mahakuasa, ujar Suratmi yang hingga saat ini memanggil orangtua Ranti dengan Tuan.
" Amin Bu Ratmi, semoga kawan saya Haris bisa menemukan anak kami, ujar Adriansyah.
" Amin Tuan, saya juga sangat merindukan Nona Muda, ujar Suratmi.
" Dek, si kembar pasti sudah gadis remaja sekarang, ucap Adriansyah ke mamanya si kembar
" Ia mas, semoga keluarga suami saya mengurus mereka dengan baik, ucap mama si Kembar.
Kira-kira, seperti itulah percakapan mereka di sela-sela makan siang.
" Tuan Hari ini kita makan besar, saya dapat banyak udang, kepiting dan kerang, ucap suami Bu Suratmi.
Kembali ke posisi Ranti saat ini
Jam telah menunjukkan pukul 22.00 waktu New York, Ranti dengan sabar memindai para gangster yang masih beraktivitas.
" Mind Ruler, tekan saraf mereka di saat semuanya terlelap, Ranti memindai di markas itu setidaknya ada sekitar 300 orang setiap bangunan.
Tepat pukul 00.00, Ranti menggunakan Armor transparan dengan model Stealth, Ranti memasuki gedung itu, dan tanpa menunggu lama, Ranti Mulai beraksi.
Dalam sekejap, para penjaga mulai di tumbang kan, api putih di gunakan Ranti untuk membakar anggota gangster, api putih yang tidak berasap lambat laun mulai membakar para gangster.
Bangun 5 lantai yang berisi sekitar 300 orang, menjadi saksi sementara pembantaian Ranti.
Selesai di gedung pertama, Ranti melanjutkan ke gedung ke dua yang agak lebih Kecil, Ranti menyisir ke tiap lantai, setelah menandai, langsung dia melepaskan api putihnya.
Kini sudah 2 gedung yang di bantai, gedung pertama sudah selesai, ke 300 orang itu sudah menjadi debu tanpa bisa bersuara.
Gedung kedua masih dalam tahap pembakaran, kini Ranti sudah menuju ke gedung terakhir, di perkirakan sedikit nya ada 50 orang disana dan bangunan itu merupakan gudang senjata, bahkan terdapat puluhan kotak peluru, rompi dan perlengkapan lainnya.
Dalam sekejap seluruh isi gudang masuk ke dalam cincin semesta, Di gedung inilah segala kegiatan the black dragon di kendalikan, dengan cepat dia mulai membakar dengan api Hitam agar lebih cepat, dia membuka komputer mereka dan tanpa memilih ia mengkopi semua data yang ada.
Sudah 3 jam Ranti beroperasi di area gedung itu, dan terakhir dia memasuki ruang bawah tanah, betapa mirisnya dia melihat beberapa gadis Remaja dan dewasa sedang meringkuk kedinginan.
Ranti mematikan mode Stealth dan membakar pintu Besi, tak lupa dia menggunakan masker dan menyapa mereka.
__ADS_1
" Jangan takut, apakah hanya kalian yang di tahan disini, tanya Ranti
" malam sebelumnya, mereka telah memindahkan yang lainnya, jadi tinggal kami yang belum, katanya besok siang, jawab salah seorang tahanan.
Ranti terpaksa membeli perlengkapan musim dingin buat ke 8 orang gadis itu, setelah mereka selesai, Ranti mengajak mereka keluar dari sana.
Dengan melewati tembok belakang, Ranti membawa kedelapan gadis itu keluar dari sana.
Dengan terus memindai dengan mata semesta, Ranti melihat ada sebuah apartemen cukup mewah, kemudian Ranti membawa mereka semua kesana.
Ranti menyewa 2 unit apartemen untuk seminggu, setelah beres, mereka masuk kamar, kemudian Ranti bertanya satu persatu.
Ada yang mengatakan kalau dia baru 3 hari di culik, ada yang sudah sebulan fan untungnya mereka masih bisa pulang sendiri.
" Apa kalian tahu jalan pulang ke rumah orang tua kalian, tanya Ranti
" Kami masih bisa pulang, hanya kami tak punya uang dan alat komunikasi, kata mereka.
" Kalian butuh berapa hingga sampai kerumah keluarga kalian tanya Ranti
" maaf Nona, kami yang paling jauh, saya dari Austin Texas, kami kesini untuk liburan bersama keluarga, dan di culik mereka di taman
" baiklah, saat siang kalian jangan kemana-mana, saya akan belikan kalian handphone, beberapa pakaian dan juga akan saya berikan kalian uang untuk pulang.
" Sabrina, tolong belikan pakaian dan perlengkapan musim dingin untuk 8 orang gadis, perintah Ranti
" Santina, tolong belikan handphone 8 buah, maksimal harga 1000 dollar dan antar kesini, juga belikan makanan
Tepat jam 11 siang, waktu New York, Sabrina dan Santina sudah tiba, mereka menyerahkan semua pesanan.
Ranti, memberikan mereka masing-masing 10 ribu dollar, para gadis korban penculikan menunggu keluarganya datang, dan satu persatu mulai meninggalkan apartemen.
Terakhir, dua gadis dari Austin Texas, yang di jemput orang tuanya, mereka berterimakasih kepada Ranti yang telah membebaskan kedua anaknya.
Ranti bertukar kontak dengan kedua gadis itu, mereka berjanji saat libur, mereka akan datang ke Indonesia.
Di lokasi berbeda, sedang terjadi kehebohan, Bos gangster The Black Shadow, sedang kebingungan mencari seluruh anak buahnya, tampak ranjang telah hangus terbakar.
Ketika di bos melihat ke gudang penyimpanan peralatan, semuanya sudah kosong, CCTV, semuanya sudah tidak berfungsi, dia keruang tahanan, tapi sudah kosong.
Dia menelpon Pax Mundo dan menceritakan kondisi Markas yang kosong, mendengar laporan Ketua gangster, Pax Mundo makin emosi.
Ketua gangster menghubungi anak buahnya yang tersisa agar jangan datang dulu ke markas, menurut Dia ada kelompok lain yang menangkap anak buahnya.
Ranti yang sudah kembali ke hotel, segera masuk kamar, dia memeriksa data yang di ambil dari markas The Black Shadow.
Setelah mendapat seluruh data para petinggi gangster, Ranti segera Meretas handphone mereka masing-masing melalui aplikasi Mata Dewa, terdapat 20 orang petinggi di organisasi itu, Ranti meretas ke akun bank mereka dan menguras semuanya, dan di simpan di bank virtual milik sistem
Selesai menguras harta nya, Ranti menyebarkan seluruh skandal dari ke 20 orang itu, beragam kasus yang mereka lakukan, semua di upload
Pihak berwenang yang mendapatkan bukti yang akurat, bergegas menjemput ke 20 orang itu, Ranti terang benderang menghancurkan The Black Shadow.
Tak terasa waktu sudah sudah berganti, dengan langkah dan niat ingin menyelesaikan urusan dendamnya, dia bergegas ke apartemen yang bersebelahan dengan tempat Pax Mundo, mata semesta menunjukkan bahwa Pax Mundo berada di lantai paling atas.
Ranti Drone dan untuk mengintai, aplikasi Mata Dewa juga juga sudah Mulai meretas komputer dan handphone Pax Mundo, dan apa yang didapatkan oleh aplikasi Mata Dewa adalah ternyata selama ini, Pax Mundo sedang mencari informasi tentang Ranti, lewat Firmansyah, hanya saja keluarga Firmansyah tak pernah berpikir bahwa Ranti berada di Surabaya.
__ADS_1
Rekaman Drone memperlihatkan, jumlah pengawal di luar ruangan, bahkan di hampir di setiap sudut terdapat anak buah Pax Mundo.
Aplikasi Mata Dewa, menemukan sebuah gambar di handphone milik Pax Mundo, yang berlatar belakang sebuah pulau. Akhirnya aplikasi mata Dewa menyusuri semua pulau Kecil dan besar, baik berpenghuni maupun tidak.
Ranti melihat Aplikasi Mata Dewa, memberikan tulisan sederhana, " Mungkin keluargamu berada di pulau tak berpenghuni" catatan Aplikasi Mata Dewa.
Karena sudah mendekati pagi hari, Ranti memilih beristirahat sejenak, dia melihat Sabrina dan Santina, masih berjaga-jaga.
Ranti terbangun saat handphonenya berdering, ternyata dari Salma
" Selamat Pagi kak, bagaimana keadaan kakak, tanya Salma
" Pagi juga sayang, kakak baik saja, Maafkan kakak ya, karena terlalu sibuk bekerja, balas Ranti
" Tidak apa-apa Kak,asal kakak jangan lupa makan dan istirahat, oh ya Kak,hari ini kami mau ke patung Liberty, kalau kakak sempat datang ya, kata Salma
" Ia sayang nanti kakak hubungi kalau kakak mau kesana, jawab Ranti.
Sedih rasa hati Ranti yang belum bisa menemani adiknya jalan-jalan, Darel dan lainnya mengerti kenapa Ranti tidak jalan bersama mereka, itu semua demi keselamatan mereka.
Setelah sarapan, Ranti beserta Sabrina dan Santina, keluar dari hotel, mereka ingin jalan-jalan sebentar, dan pergi ke Waldorf Astoria, untuk mengambil semua barang saudaranya dan yang lainnya.
Tetapi ketika hendak turun taksi, notifikasi dari dari aplikasi Mata Dewa berbunyi sebagai tanda bahaya.
Dari dalam Taksi Ranti menembakkan jarum Es kepada beberapa pengintai dan dalam sekejap 5 orang yang sedang duduk sudah terdiam dan membeku menjadi Es dan hancur, hingga membuat para pengunjung hotel berteriak ketakutan.
Pihak hotel melaporkan ke polisi, tapi ketika Polisi datang kelima orang itu sudah tidak berwujud, melainkan sudah menjadi bongkahan Es.
" Sabrina kamu cari mobil yang bisa kita sewa, agar kita lebih nyaman, Perintah Ranti.
Taksi mengantar mereka ke sebuah pertokoan untuk membeli beberapa Laptop.
" Nona muda ada kiriman video dari Drone, yaitu sebuah formasi kata sandi untuk memasuki apartemen Pax Mundo.
" Bagus, aku akan coba masuk ke apartemen itu, jawab Ranti.
Ranti membeli 3 unit laptop, dia berencana untuk pengalihan IP address, agar Pax Mundo bisa memerintahkan anak buahnya untuk mengejar Ranti, taktik ini Ranti gunakan untuk mengurangi anak buah Pax Mundo.
Dengan Laptop barunya Ranti berangkat ke sebuah tempat untuk Meretas sistem di perusahaan Pax Mundo dan meninggalkan jejak, begitu rencananya, dan ternyata mendapat respon, Pax Mundo memerintahkan anak buahnya agar menangkap orang yang meretas sistem perusahaannya.
Ranti menunggu dengan sabar, mata semesta di aktifkan, dia melihat ada lebih dari 15 orang datang mendekat ke arah bangunan tempat Ranti melakukan peretasan.
Anak buah Pax Mundo, dengan bersemangat bergegas ingin menangkap Ranti, tapi sayang dengan cepat Ranti langsung menyambut serangan mereka dengan api putih dan menciptakan beberapa tornado, setelah kelimabelas orang itu terbungkus tornado api putih mulai melahap mereka.
Sementara api putih membakar kelimabelas orang itu, Ranti beranjak dan berpindah lokasinya, dia meretas lagi dan respon juga sama, Pax Mundo mengirim orang untuk memburunya, kali ini jumlahnya lebih banyak, 25 orang.
Dengan penuh semangat Ranti menyambut mereka, kali ini Ranti menggunakan api Hitam, karena musuh yang datang menggunakan peralatan lengkap.
Elemen angin di gunakan, hanya beberapa menit terlihat 25 pusaran angin tornado mulai membungkus ke 25 orang itu dan Ranti melemparkan api hitam ke mereka semua, hanya butuh 30 menit semua musuh sudah menjadi abu.
Selesai semuanya, bahkan abu mereka tak lagi tersisa di gedung itu, Ranti bergegas pulang ke hotel, " Lumayan 40 orang pengawal sudah tumbang", batin Ranti
Tak berhenti sampai disitu, Ranti langsung mengambil barang-barang dari hotel dan berpindah ke apartemen yang dekat apartemen Pax Mundo, hanya berjarak satu bangunan saja.
Ranti menyewa untuk 1 Minggu, dia memasuki ruangan nya dan langsung mandi, setelah itu memesan makanan dan istirahat, sementara Sabrina dan Santina, bergantian memonitor pergerakan anak buah Pax Mundo.
__ADS_1
Tepat sudah pukul 2 dini hari, Sabrina membangunkan Ranti, setelah cuci muka, Ranti memindai apartemen tempat Pax Mundo, dan masuk ke jaringan CCTV apartemen itu, dengan Armor transparan dan mengaktifkan mode Stealth, Ranti memasuki apartemen Pax Mundo