
" Inilah tampang kakakmu saat berada di dalam mobilnya, dan beginilah gayanya saat jalan-jalan, nah ini dia hanya menggunakan celana pendek selutut dan kaos oblong serta topi juga sandal jepit", ucap Ranti sambil menunjukkan foto Friska ke Fernandi.
" Ternyata kakakku sangat cantik, benar kata kak Frily juga ayah dan Bunda", ujarnya
" Ya sudah, tunggu besok pagi orang saya akan membawa bantuan untuk desa kalian, dan sebagai hadiah terakhir dari saya, mohon ambil kotak ini, bukalah saat saya sudah pergi, dan ini handphone masing-masing mendapatkan 2 unit, iPhone 14 Pro Max varian 512 GB dan Samsung Galaxy S 22 Ultra.
Dikamar kalian sudah ada uang tunai masing-masing 1,5 milyar, dan kak Frily rumahmu tepat di sebelah rumah ini, jadi mobil dan perlengkapan lain, Tim saya meletakkannya di rumah kamu, mobil dan motormu di parkir rumahmu", ucap Ranti.
" Terimakasih sudah memberikan kami segalanya, kapan kira-kira kami bisa bertemu dengannya", ucap Ibunya Friska.
" Secepatnya kami akan kesini, kemudian nanti kalian akan kami jemput ke Surabaya, agar nanti bisa bertemu dengan keluarga saya dan keluarga kakakku yang lain.
" Ya kak, jawab Ranti yang tiba-tiba Friska menelpon.
" Tadi Ade mau ngomong apa, sekarang kakak sudah selesai kuliah, kak Mercy juga sudah selesai, kami mau ke sekolah Armando dan Salma, yang saat masih berada di sekolah bersama pak Jumono.
Apa kamu lupa, besok ada acara lomba seni Lukis tingkat Nasional yang akan di adakan sekolah kamu, panitia meminjam gedung serbaguna kita, dan pihak sekolah meminta persetujuan dari kita, jadi Salma dan Armando menunggu kami semua, tapi kamu dan Kak Dewi sangat sibuk, akhirnya Rendi meminta kakak dan kak Mercy serta kedua adik kita", ujar Friska.
" Ya sudah, saya ijinkan, apalagi adik kita Salma salah satu pesertanya, ucap Ranti.
" Kak Friska, Ade lagi di Kalimantan, tepatnya tadi ke kampung orangtua kakak, maafkan Ade tadi pagi tidak memberitahu kakak, sekarang, kedua orangtua kakak Serta kakak adiknya kakak sudah Ade pindahkan ke Kecamatan, sedangkan rumah yang di kampung besok akan di renovasi", ucap Ranti.
Friska terkejut mendengar ucapan Ranti, soal keluarganya, betapa bahagianya dia, apalagi Ranti tidak pernah berbohong saat dia berbicara masalah keluarga.
" Dek, jantung kakak hampir copot mendengarnya, terimakasih sudah mengurus orangtuaku, kakak percaya bahwa mereka benar orangtuaku, juga kakak dan adikku", ucap Friska sambil menangis bahagia.
Mercy menepikan mobilnya dan menenangkan Friska.
" Kak Mercy, Friska juga masih punya orangtua, adikku Ranti memberikan aku harta terindah, selain kalian semua", ucap Friska.
" Ia sayang, lihat itu, adik kita meminta panggilan video, segera kamu terima dan alihkan kameranya", ucap Mercy.
" Kakak, lihatlah mereka, inilah keluarga kandung kakak, ayo bicaralah, mereka sangat merindukan kakak, dan Ade tau pasti kakak juga sangat merindukan mereka", ucap Ranti.
Kemudian memindahkan tampilan layar handphonenya ke layar TV, menggunakan Aplikasi buatan Ranti sendiri.
" Ayah, Bunda, kakak dan adik, ini Friska Olivia, saya tidak tahu nama belakangku, karena sedari kecil di panti, hanya tertulis Friska Olivia", ucap Friska.
" Nak, ini Ayah Fridelis Thomas dan Ibumu Fanda Sisilia, yang kakakmu Frily Anastasia Thomas dan adikmu Fernandi Rahmat Thomas", ucap Fridelis.
" Ayah, Bunda tolong ikuti saja omongan adikku Ranti, dia adik angkatku, dia juga sumber kebahagiaanku, dan saudara - saudara yang lain, Friska lebih 10 tahun hidup di Panti Asuhan Charity Surabaya, dan sudah hampir 4 tahun keluar dari sana, karena ikut adikku yang hendak keluar dari panti asuhan", ucap Friska.
" Yang penting sekarang ayah dan bunda serta saudaramu tahu kalau kamu masih hidup dan bahkan hidupmu saat ini sangat bahagia, nak Ranti sudah menceritakan semuanya", ucap Fridelis.
" Ayah, Bunda nanti, Friska akan kirim uang buat kalian, aku yakin adikku pasti sudah memberikan kalian semua uang yang banyak, tapi tolong terima pemberianku sebagai bakti anak kepada orangtuanya, walau aku tidak kalian besarkan, tapi tetap kalian orangtuaku dan saudaraku, dan mohon terimalah adikku Ranti sebagai bagian dari kalian", ucap Friska.
" Kakak, jangan menangis lagi, Fernandi sangat bahagia bisa melihat kakak, tapi kakak Frily sangat merindukan kak Friska, 2 tahun kak Frily buta, dan baru saja di obati oleh kak Ranti, kaki ayah pincang, tapi sekarang sudah sembuh", ucap Fernandi.
" Ya ampun, ternyata lebih menderita kalian daripada Friska disini", ucap Friska lebih meneteskan airmata.
" Dek, kakak sangat ingin memelukmu, dulu waktu kamu kecil, kamu sangat senang jika kakak menggendong mu, ucap Frily.
" Maaf Ade tidak ingat, tapi Ade percaya, bahwa kakak pasti sangat menyayangiku", ucap Friska.
" Bontot, terimakasih ya sayang, kamu sudah membuat kebahagiaan kakak lebih sempurna, percayalah, kakak akan selalu ada di sampingmu", ucap Friska.
" Bontot percaya, kasih sayang kakak buat bontot tak sanggup bontot bayar dengan apapun, kebahagiaan kakak, adalah kebahagiaan Bontot juga, jadi sudah tugasku, membuat keluarga kita penuh dengan kebahagiaan", ucap Ranti dengan lembut.
" Tak sia-sia kami menyayangi dan memanjakan mu, kakak bangga memiliki adik seperti mu, maafkan kakak ya, jika kakak terlalu keras kepadamu", ucap Friska.
" Justru aku bahagia mengikuti semua perintah kakak, dan kakak yang lain, karena semuanya demi kebaikanku", Jawab Ranti.
Orangtua Friska, sangat bahagia, melihat dan mendengar ucapan Ranti.
" Ayah, Bunda, nanti aku telpon lagi, kedua adik angkat kami, masih di sekolah milik kami, tunggu aku pulang dirumah kalian", ucap Friska.
" Baiklah nak, Ayah dan bunda akan menunggu kedatanganmu dan semua saudara angkatmu, Ayah dan bunda akan menganggap mereka sebagai anak sendiri", ucap Fridelis.
" Terimakasih ayah, kak Frily, adik Fernandi, jangan bersedih lagi, Friska pasti pulang, walau tidak tinggal disana, tapi pasti Friska akan sering kesana, atau sebaliknya", ucap Friska.
" Kami menunggu kakak, ucap Fernandi.
" Kakak pasti tunggu adik disini dan memelukku hingga kamu tertidur", ucap Frily bahagia.
" Nona Muda, terimakasih sudah memberikan pekerjaan ini, kami akan merawat dan menjaga keluarga Nona Friska dengan nyawa kami", ucap salah satu Pelayan dari tim Rose.
" Baguslah, ini buat kalian, dokumen kependudukan sudah diatur, simpan dalam cincin kalian, dan ini ATM berisi masing-masing 5 triliun, dan jika kalian baik, maka saya janjikan kepada kalian untuk tinggal permanen di semesta saya ini", tegas Ranti.
" Terimakasih Nona Muda", jawab mereka singkat dan undur diri.
" Paman, bibi, pelayan - pelayan itu, sudah ku berikan gajinya selama 2 tahun, mohon perlakukan mereka dengan baik, dan anggaplah mereka keluarga kalian", ucap Ranti.
" Pasti itu nak, jawab ibunya Friska yang sudah selesai berbicara dengan Friska.
" Ya sudah, saya kan kembali ke Surabaya, nikmatilah apa yang sudah ku berikan", ucap Ranti dan beranjak.
__ADS_1
Sepeninggal Ranti, keluarga Friska, masih terus berbincang, ikut juga Mayu dalam perbincangan itu.
" Mayu, ini titipan Nak Ranti untukmu, pakailah dengan bijak, kotak ini juga buatmu,biar nanti Frily membantu kamu menggunakannya", ucap lembut mamanya Friska.
" Bi, Kok ATM nya banyak banget, sampai 4 biji", ucap Mayu.
" Isinya juga akan sangat banyak, ATM yang ini untuk deposito 5 Triliun, yang ini modal usaha sebesar 1 triliun, yang 2 ini untuk biaya hidupmu sehari-hari, kedua ATM itu berisi masing-masing 100 milyar", ucap Frily menjelaskan ATM Mayu
Rumah kamu di cluster sebelah, tapi tunggu 1 Minggu dari sekarang, orangnya nak Ranti akan datang menemui mu.
Ranti kini sudah mengangkasa, tepat jam 5 sore.
" Kak Mercy, tak sia-sia kita menyayangi Bontot, lihatlah hidup kita saat ini, bahkan kedua orang tua kita akhirnya ketemu ", ucap Friska.
Di group kelas Ranti terjadi kehebohan, karena mereka mendapatkan uang 500 milyar.
Yang korban justru Tiara, yang di berondong berbagai pertanyaan.
" Jangan ganggu kakak iparku, terimalah pemberianku, tapi ingat itu tidak gratis, pokoknya 5 tahun lagi saat kita berkumpul, uang yang saya berikan hari ini, harus bertambah, walau hanya 10%, tulis Ranti dalam group obrolan mereka.
" Ranti, jantungku mau copot saat lihat ada transfer kamu", ucap Pretty.
Lain teman sekelas Ranti, lain juga dengan Suryani.
" Astaga kawanku ini, kasih uang sebanyak ini, kayak kasih uang 5 ribuan", batin Suryani.
Suryani yang hartanya sudah 6 triliun yang dia jadikan deposito berjangka, tabungan biasa sekitar 250 milyar.
Kini bertambah lagi, dia sendiri bingung mau buat apalagi, rumah sewanya sudah 15 unit, Ruko juga sudah banyak, memang dia bercita-cita ingin jadi orang kaya, tapi ini bagi dia sudah terlalu banyak.
" Awas kalau kamu berkomentar", pesan WA Ranti.
" Tidak akan Nona Muda Ranti yang cantik dan baik hati", ucap Suryani.
" Nah gitu dong, kamu temanku, gunakan baik-baik, apalagi kamu adalah pasangan dari orang kepercayaanku", tegas Ranti.
" Baik Nona Muda, Atmono juga bilang dia dapat uang dari Nona Muda, dan itu berarti modal pernikahan kami sudah sangat cukup", ucap Suryani.
" memangnya kamu sudah siap untuk menikah? tanya Ranti.
" Kalau di lamar Atmono aku sudah sangat siap", ucap Suryani.
" Baiklah, saya mendukungmu", balas Ranti.
" Nona Muda kita ini, sungguh berhati mulia, kami pelayan terkaya di buatnya", monolog Dewi yang melihat saldonya yang sudah sangat banyak.
Tepat jam 7 malam, Ranti tiba di rumahnya, dan dengan penuh kebahagiaan dia menuju keruang TV.
" Halo semuanya aku pulang", ucap Ranti.
" Adek, sini sayang kakak ingin memelukmu", ucap Friska.
" Tumben kakak mau memelukku, sudah beberapa hari kakak tidak memelukku", ucap Ranti.
" Kamu sudah besar sayang, tapi jangan berpikir kalau kakak tidak menyayangi kamu, kakak hanya ingin kamu lebih dewasa, apalagi kamu sudah punya anak", ucap Friska.
" Ia kak, Ade juga tau itu, tapi Ade masih sangat ingin di manja sama kalian", ucap Ranti.
" Ya sudah, sini duduk, karena kakak tak kuat lagi jika menggendong mu", ucap Friska.
Sambil duduk dan bersandar di bahu Friska, Ranti menceritakan semua kejadian yang terjadi di kampung orangtuanya Friska.
Ranti juga mengatakan kalau dia sudah memberikan kedua orangtuanya Friska harta dan fasilitas lainnya.
" Terimakasih ya dek, seharusnya itu tanggung jawab kakak", ucap Friska.
" Tidak apa-apa kak, adek sangat ingin melihat kakak semua bahagia, tapi jangan pernah tinggalkan keluarga kita ini", ucap Ranti.
" Ia sayang, sejak kapan kami kakakmu membohongimu, kami semua sudah berjanji, susah senang harus tetap bersama", ucap Friska.
" Sudah-sudah, bontot kamu mandi dulu dan makan malam", perintah Mercy.
" Apa kakak sudah menghubungi paman dan bibi hari ini? tanya Ranti.
" Sudah sayang, kini kakak semakin menyayangimu, terimakasih sudah membantu kami semua', ucap Mercy.
" Sama-sama kak, keluarga kita harus hidup bahagia, tanpa kekurangan apapun", ucap Ranti.
Salma dan Armando keluar dari kamar dan langsung memeluk Ranti.
" Hahahaha, kakak masih bau asem, goda Salma.
" Kan kakak belum mandi sayang, nanti temani kakak tidur ya", ucap Ranti.
" Ia kak, dan kakak mandi dulu, Salma sudah lapar", ucap Salma.
__ADS_1
Selesai makan malam, mereka beranjak ke kamar masing-masing, kecuali Salma yang tidur bersama Ranti.
" Terimakasih Tuhan, kini satu persatu Keluarga saudaraku akan memiliki keluarga kandung, sertai mereka selalu", doa Ranti dalam hatinya.
" Kakak cantik bangun dong, nanti Salma dan kak Armando telat", panggil Salma.
" Oke sayang, ayo kita mandi dan sarapan", ucap Ranti sambil tersenyum.
" Kakak, katanya orangtua kandung kak Friska juga sudah ketemu? tanya Salma.
" Ia sayang, kamu jangan sedih ya, andai orangtua Salma juga masih hidup, pasti akan kakak cari", ucap Ranti sambil mengeringkan tubuh Salma.
" Ia kak, Salma tahu itu, Salma bahagia jika kakak yang lain juga bisa bertemu keluarga kandungnya, Salma sangat bahagia juga bisa menjadi adik, kakak semuanya", ucap Salma tegar.
"Selamanya Salma tetap adik kami semuanya, jadi tersenyumlah dan ingat selalu bahagia", ucap Ranti.
Mereka kini sedang sarapan bersama, kursi Darel dan Vanya serta si kembar, tidak ada yang berani menempati nya, Ketty juga sudah mengerti, ketaatan dan kecintaan mereka terhadap satu sama lain melahirkan sebuah penghormatan terhadap saudara-saudaranya.
" Aunty, besok tolong jangan lupa ya, ada acara sekolahku, tapi kalau aunty sibuk juga tidak apa-apa", ucap Ketty penuh harap.
" Aunty tidak lupa sayang, pasti aunty ikut dalam acara itu, dan hari ini, aunty mu Salma akan ikut penyisihan lomba Melukis, jadi kita semua akan hadir, Aunty kembar dan uncle Darel serta aunty Vanya juga akan datang, Ketty paham maksudnya? tanya Ranti.
" Paham Aunty, sesama saudara harus saling mendukung, apalagi ada waktu luang", jawab Ketty.
" Jawaban yang sangat bagus, Aunty beri hadiah handphone Samsung Galaxy Fold, biar sama dengan aunty Salma kamu", ucap Ranti.
" Wah, pagi-pagi keponakan, bibi pelayan semua,.sudah dapat hadiah", sambung Bu Likha.
" Itu namanya rejeki keponakan yang baik dan juga cantik, serta dengar-dengar an, sama aunty semua", jawab Ketty.
Saat ini, Salma, Ranti dan Armando sudah tiba di sekolah, tanpa rasa lelah, Ranti membawa peralatan lukis Salma, dia ijinkan Salma sendiri yang mengangkatnya.
" Sungguh kakak yang sangat baik", puji seorang guru.
" Dek, nanti jam 10 kami semua akan hadir saat penyisihan lomba, sekarang masuk kelasmu dan belajarlah, kakak mau ke kantor yayasan", ucap Ranti dan beranjak.
" Armando, kamu ijin saja saat adikmu ikut lomba", perintah Ranti.
" Ia kak", singkat Armando.
Di kampung Friska, kini sudah berkumpul para kepala keluarga bersama dengan perangkat desa itu.
Beberapa saat kemudian, tibalah pak Fridelis bersama keluarganya dengan mengendarai mobil Keluarga mereka yaitu Alphard.
Warga terkejut melihat perubahan dan penampilan pak Fridelis, yang terkesan lebih berwibawa.
Tanpa berlama-lama, Pak Kades mengumumkan bahwa, keluarga pak Fridelis akan memberikan bantuan modal gratis untuk setiap keluarga.
" Bapak dan ibu semuanya, bantuan yang kami berikan, di karenakan Putri saya yang hilang sudah ketemu, dan adik angkatnya yang berasal dari Surabaya menitipkan bantuan buat bapak dan ibu, berupa modal usaha.
Semuanya di berikan secara merata, yaitu sebesar 2,5 milyar.
Berapa bahagia warga desa itu, tidak ada kendala selama acara pembagian itu.
Tepat jam 10 di Surabaya, tepatnya di gedung serbaguna kompleks Sekolah Bintang Timur, kini telah di padati para peserta lomba lukis.
Banyak tamu yang gagal fokus, melihat mobil-mobil milik saudara Ranti, bagaimana tidak si kembar membawa Koenigseg Regera, sedangkan Mercy dan Friska membawa Ferrari LaFerrari, sedangkan Vanya dan Darel membawa Lamborghini, Vanya menggunakan mobil Ranti, Lamborghini Sian, dia turun dari mobil bersama dengan Ketty yang juga ingin menonton Salma.
Ternyata yang datang bukan hanya saudara - saudara Salma, melainkan Adriansyah dan Monicha juga turut hadir.
" Ayah, Bunda terimakasih sudah mau hadir, dalam pertandingan melukis", ucap Salma sambil memeluk Monicha.
" Ia sayang, kamu putri ayah dan bunda, apalagi kami tidak ada acara, jadi saat kakakmu Darel bilang kamu mau lomba melukis, ayah dan bunda datang, sekalian kami juga sudah sangat kangen dengan kalian semua", Ucap Monicha.
" Bertanding lah dengan tenang, kalah menang bukan target, tapi keberanian dan keyakinan itulah targetnya, ayah akan tetap bangga dengan Salma apapun hasilnya", ucap Adriansyah.
" Terimakasih dukungannya ayah, Salma mengikuti lomba hanya untuk mengasah kemampuan dan keberanian serta tanggungjawab, jika memang aku menang itu hanya bonus dari kemampuan Salma", ucap Salma.
" Dek, ini peralatan kamu, dan juga ini air untuk kamu minum, bertanding lah, kakak percaya Salma mampu melukis dengan indah, lihat keponakanmu yang sangat ingin melihat aunty nya bertanding", ucap Ranti.
Akhirnya semua peserta tingkat Provinsi Jawa Timur memasuki arena, di ikuti peserta lain, lomba melukis ini, diikuti 20 Provinsi.
Tepat jam 11 siang, pertandingan di mulai, Salma mengatur semua peralatannya dan memandang semua orang yang dia sayang.
" Terimakasih Tuhan, hari ini, seluruh kakakku hadir, juga ayah dan Bunda, berikan mereka semua kesehatan dan kekuatan selalu", Doa Salma.
" Dek, rileks saja, kami semua bahagia melihatmu berada di antara para peserta", telepati Ranti menyemangati Salma.
Sementara keluarga Ranti menonton adik bungsunya bertanding.
Tim Rose atas perintah Ranti, agar mendatangi ayah biologis Armando.
" Tuan Frederik, beberapa tahun lalu, anda melakukan hubungan 3 malam bersama seorang wanita penghibur, dan hasil dari hubungan anda, telah lahir seorang putra, Namanya Armando Putra, saat ini dia berusia 12 tahun dan bersekolah dan tinggal di Surabaya.
" Oh maaf, hal itu saya tidak tahu, memang waktu itu, saya sangatlah bobrok, hingga terjadi hal itu, jika benar dia putraku, pasti aku akan bertanggungjawab atas kehidupannya.
__ADS_1