SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Ajaran Monicha


__ADS_3

Di sebuah sudut kota di Los Angeles USA, hidup seorang ibu tunggal yang bekerja keras untuk menghidupi kedua anak kembarnya, ibunya baru saja meninggal 3 Minggu yang lalu, sedangkan ayahnya sudah lama meninggal.


Dengan bermodalkan kedai mie peninggalan orangtuanya, dia membesarkan anak-anaknya, padahal suaminya termasuk memiliki kekayaan yang besar di China.


Tapi hari ini, dia di kejutkan oleh telepon dari pihak Bank agar datang kekantor, ada beberapa hal yang ingin mereka tanyakan.


Ketika wanita itu sampai di Bank tempat dia menabung, pihak Bank membawanya ke ruang VIP, di ruangan itu pihak menjelaskan perihal Transaksi transfer uang.


" Maaf Nona, kami hanya ingin memberitahukan, bahwa saldo rekening anda telah menerima transfer uang dari Bank Of China, sebesar 21 milyar 79 juta dollar Amerika Serikat.


Kami hanya ingin mengkonfirmasi apakah anda akan menariknya atau mempercayakan kepada bank kami untuk mengelolanya, ucap direktur Bank itu.


" Siapa yang mengirim uang sebanyak itu, tanya wanita itu.


" Pengirimnya meminta kami merahasiakannya, dan percayalah, uang anda legal dan telah sesuai dengan hukum di kedua negara, jadi uang ini, adalah sah milik anda dan tadi pagi kami juga mendapatkan titipkan, 2 dokumen properti dan 1 kendaraan", ujar Direktur bank itu.


" Properti, kendaraan, apa maksud Tuan ?" , tanya wanita itu gemetaran.


" Nona, silahkan anda baca sendiri, ketiga dokumen ini tercatat atas nama anda, dan semuanya legal, jadi mohon di terima, ucap direktur Bank itu.


" Terimakasih Tuan, ucap wanita itu.


" Jika nona tidak keberatan, kamu akan mengganti kartu anda, juga jenis layanan perbankan anda, saya menyarankan agar anda membuat 1 rekening khusus untuk menaruh uang bisa anda anda gunakan sehari-hari, saran direktur Bank itu.


" Baiklah, saya ingin membuka rekening untuk deposito berjangka 15 milyar Dollar dan sisanya buatkan buatkan 3 rekening, 1 atas nama saya dan 2 atas nama anak-anak saya yang saat ini telah berusia 10 tahun, apakah bisa.


" Bisa Nona, tapi untuk anak anda belum bisa menggunakan ATM, anggaplah uang mereka sebagai tabungan masa depan, ucap direktur Bank.


Kembali ke posisi Ranti.


Ranti yang saat ini, sudah berada di hotel, malam ini dia harus mengeksekusi kepala mafia itu, agar besok dia dan keluarganya yang ingin ke tempat perjudian batu, tidak ada masalah dari mafia-mafia itu.


" Aplikasi mata dewa cari semua 6 orang kepercayaan Kepala Mafia itu, perintah Ranti.


" Baik Tuan", jawab aplikasi mata dewa.


Tepat jam 10 malam Ranti sudah terbang menuju ke kediaman kepala mafia itu, tak butuh lama bagi Ranti untuk tiba.


Dia mendarat di roof top, dan langsung mengedarkan Mata Semesta, tanpa membuang waktu dia masuk ke dalam rumah dengan menggunakan Sarung Tangan Pemindah, dia melihat ke kamar Kepala Mafia itu yang terbangun dan sementara minum alkohol bersama seorang wanita yang ternyata pelayan rumah tangga.


Kepala Mafia itu hendak memperkosa pelayan nya, Ranti melihatnya di tampar, tak tahan akhirnya Ranti mengontrol pikiran kepala Mafia itu agar membebaskan Wanita itu.


Setelah di bebaskan pelayan itu kembali ke ruangannya dia antar anak buah dari kepala mafia itu.


Kepala Mafia itu menutup pintu kamarnya, kemudian Ranti memberikan Pill Penghancur Tulang, yang akan bereaksi sekitar 10 jam kemudian.


Ranti lanjut mengontrol pikiran kepala Mafia itu agar tidur, begitu juga seluruh anak buahnya kecuali yang berjaga di gerbang masuk.


Setelah semuanya tertidur,Ranti langsung beranjak ke tujuan semula, yaitu mengambil semua harta yang berada di ruang bawah tanah.


Masih dengan Sarung Tangan Pemindah Ranti kini sudah berada di ruang bawah tanah.


Betapa terkejutnya Ranti melihat berbagai jenis barang berharga yang tersimpan di ruangan itu, tapi namanya juga mafia, semua barang disini adalah hasil curian, jadi tidak masalah jika Ranti mencuri barang- barang itu dari pencuri.


Dengan sangat cepat Ranti mengambil semua barang yang ada di dalam ruangan itu, dan tak lupa sepasang Peta dan Kompas harta Karun para kaisar, dan juga 2 benda milik negara.

__ADS_1


Terdapat barang - barang antik terbuat emas dan perak serta ribuan koin emas. Di ruangan itu juga tersimpan begitu banyak botol anggur langka dan sangatlah mahal, salah satu Taste of Diamond produksi tahun 2013, botolnya saja mengandung emas dan Berlian, yang harga jualnya mencapai 1,8 juta dollar Amerika.


Ranti mengumpulkan sekitar 200 botol anggur dari berbagai merk terkenal dengan harga rata-rata di atas 2 milyar perbotol.


Ditengah - tengah barang itu terdapat 2 barang yang unik lainnya yaitu 1 piala Oscar milik dari salah satu aktris terkenal Hollywood dan 1 Piala Balon D'or, milik pemain sepakbola yang sudah Pensiun.


Ranti berniat mengembalikan ke dua barang itu pada pemiliknya.


Selesai mengumpulkan barang-barang itu Ranti segera bergegas ingin meninggalkan kediaman itu.


Tapi Ranti teringat dengan pelayan muda yang hampir di perkosa oleh Kepala Mafia itu, dan memberikan Sebuah ATM berisi 3 Milyar Yuan dan secarik kertas yang bertuliskan pesan agar dia segera pergi jauh dari kota Beijing secepatnya.


Kini Ranti sedang terbang mencari ke 6 orang kaki tangan Kepala Mafia itu, setelah menemukan mereka Ranti segera mengeksekusi mereka satu persatu, semuanya menjadi abu dan semua aset mereka di berikan kepada istri mereka.


Kini tinggal Kepala Mafia itu sendiri, yang kematiannya akan berlangsung besok hari, setelah Pill penghancur tulang bereaksi.


Tepat jam 1 dini hari, Ranti sudah di kamarnya, dia melihat betapa nyenyak nya Salma.


Ranti pun beristirahat, hingga ada dua merasa di peluk sangat erat, ketika dia melihat ternyata Salma dan Armando yang memeluknya.


Dia terbangun lalu tersenyum melihat kedua adiknya yang juga ikut tersenyum.


" Peluk lagi dong, kakak bahagia dengan pelukan kalian berdua, Armando kapan masuk ke kamar kakak ?" tanya Ranti.


" Baru setengah jam lalu, lihat ini sudah hampir jam 8 pagi, tadi saat kesini lihat kakak masih tidur, jadi kami berdua memeluk kakak, sudah lama Armando tidak memeluk kakak, ucapnya dengan polos.


" Sekarang peluk kakak, kakak juga kangen sama pelukan Armando", ujar Ranti.


" Kami merepotkan kakak terus ya, ucap Armando.


" Sudah tugas kami sebagai kakak kalian, namanya mengurus adik pasti repot, capek dan banyak lagi, tapi namanya sayang dan cinta tak ada istilah capek atau merasa repot, jika tidak mau capek dan repot untuk apa kakak ajak kalian tinggal dengan kakak, bisa saja kakak taruh kalian di Panti Asuhan Charity waktu itu", ujar Ranti menjelaskan dengan jujur.


" Karena kakak langsung sayang sama kalian berdua, kakak juga ingin punya adik, karena sebelum ada kalian berdua, kakak selalu jadi Bontot yang di manjakan oleh kakak-kakak", Ujar Ranti.


" Kami bahagia mendengarnya, hanya kadang Armando takut suatu saat kakak menikah lalu mengabaikan kami, ucap Armando.


" Hei ganteng, umurmu sekarang sudah 10 tahun, saat kakak menikah nanti kamu sudah dewasa, memangnya kamu terus kakak kelonin kalau mau tidur dan kakak juga yang mandikan serta antar kamu kesekolah, di masa depan kamu harus bisa mandiri,kamu anak laki-laki, kakak sangat berharap kamu dan kakak Darel bisa menjaga kami, itu berarti, kami semua tidak akan pernah mengabaikan kamu yang ganteng ini", ujar Ranti.


" Hehehehe, bercanda saja kak, tapi jika suami kakak macam-macam, Armando akan menghajarnya", ujarnya penuh semangat.


" Itu baru benar, kakak sudah buat rumah buat kita 1 kompleks, biar selamanya kita semua tinggal berdekatan, tidak mungkin kakak membiarkan kalian di masa depan, karena sangat menyayangi kalian, ujar Ranti.


" Kami percaya dan sangat bahagia, makanya kami belajar sangat giat di sekolah dan tidak mau mentang-mentang disekolah walau kami tau sekolah itu milik kakak.


" Sekolah itu milik keluarga kita, tanya sama Rendi, daftar pemilik adalah kita semua, walaupun pakai uang kakak sendiri, tapi kalian harus ingat selalu prinsip keluarga kita, ujar Ranti.


Lagi asik ngobrol, Rindu datang memanggil Armando.


" Dek ayo mandi sudah waktunya sarapan, biar kak Ranti dan adik Salma juga mandi, Ranti kamu juga mandi nanti telat sarapan", perintah Rindu.


" Ia kak, kebetulan aku sudah sangat lapar", ujar Ranti berpura-pura.


Armando langsung beranjak dan mengikuti Rindu, sambil bergelayut di lengan Rindu.


" Dasar Manja", ujar Rindu.

__ADS_1


" Hehehehe, kakak mandiin Armando ya", pinta Armando.


" Ia kakak juga belum mandi, kamu kalau gak di mandikan, nanti kamu mandi kayak ayam saja, ujar Rindu.


Tiba dikamar, Rindu membukakan baju Armando dan menyuruhnya ke kamar mandi, sambil dia menyiapkan baju buat Armando dan dirinya.


Sifat dan sikap manja mereka ini menurun dari Vanya yang sangat memanjakan seluruh adik-adiknya. Dia selalu menganggap mereka masih kecil.


Dirumah Ranti saja, kalau sudah waktu mandi dia paling cerewet, dan sibuk sendiri menyiapkan baju ganti buat adik-adiknya, kasih sayangnya terlihat berlebihan, tapi inilah ketulusannya hatinya kepada seluruh adik-adiknya, dia memastikan apakah mereka mandi dengan benar, apalagi beberapa tahun dia kehilangan mereka.


Tapi tidak ada yang berani protes, mereka semua merasakan bahwa Vanya memang tidak berubah dari kecil, mungkin orang luar berpandangan negatif, tapi Vanya tidak perduli, bagi dia sebelum adik-adiknya menikah maka selama itu juga dia akan merawat adik-adiknya dengan penuh kasih sayang.


Akhirnya mereka terbiasa dengan sikap Vanya, mereka justru bersyukur, walaupun besar tidak punya orangtua, tapi mereka masih mendapatkan kasih sayang dari Vanya.


Darel saja sudah berkuliah tidak bisa berkutik kalau sudah di perintah Vanya, terkadang Darel malu sendiri karena hal seperti ini masih saja di bantu oleh Vanya.


Akibatnya kadang Darel yang capek, Asal mereka memiliki kegiatan banyak waktu sekolah, pasti korbannya Darel yang diminta bantuan menggosok punggung adik-adiknya saat mandi, atau juga suapin mereka makan.


Kan hal tidak wajar sudah gadis masih minta tolong kakak laki-laki untuk perkara mandi, tapi karena sudah terbiasa, apalagi dari kecil Perintah Vanya selalu mereka ingat, jadi kakak harus rela dan tidak boleh menolak ketika adik minta tolong.


Ketika semua sudah selesai mandi dan berganti pakaian, mereka ke restoran hotel untuk sarapan.


Darel datang sambil menggendong Armando, Adriansyah hanya bisa tertawa melihat tingkah anak laki-lakinya yang meminta gendong ke kakaknya.


" Armando, pagi-pagi sudah buat kakakmu capek menggendong kamu, ucap Adriansyah sambil memangku Armando.


" Mana capek kak Darel, badannya besar dan berotot, kak Mercy, kak Friska, kak Rindu dan kak Ranti saja, mampu kak Darel gendong keliling Monas, waktu kita liburan ke Monas, jawab Armando.


" Ya beginilah ayah, jadi kakak laki-laki sendirian, harus menjaga adik-adik perempuan yang sangat manja, ujar Darel.


" Makanya kami bangga punya kakak yang baik hati dan sayang sama kami, ujar Friska.


" Tapi nanti, Sonia merasa tidak di perhatikan, ujar Monicha.


" Tenang saja Mom, dari awal sebelum mereka pacaran, kak Sonia sudah tau dan mengerti, kalau kami sangat manja dengan kak Darel, dia bisa ngamuk kalau kak Darel mengabaikan kami, ucap Ranti.


" Benar begitu Darel, tanya Monicha.


" Ia Bunda, asal di Surabaya ada hal yang Sonia dengar tentang mereka, besok paginya atau Sore, dia langsung ajak pulang ke Surabaya, kalau tidak dia yang pulang sendiri", alasannya hanya 1, jadi kakak harus bertanggung jawab, karena dia juga akan berusaha jadi kakak ipar yang baik dan menyayangi adik iparnya, Ucap Darel.


" Pantas saja kalian kompak menyayangi Sonia, karena dia juga sangat memperhatikan kalian, uang Monicha.


" Jelas dong Bunda, kak Sonia itu kakak ipar idaman, tidak posesif dan juga tidak serakah dan tamak, dia selalu mendahulukan kami, makanya kami sangat menyayanginya, apalagi orangtuanya, tidak merendahkan kak Darel waktu kita hidup miskin, makanya kak Darel juga sangat menghormati kak Sonia, walau mereka tinggal bersama tapi kami yakin mereka sangat menghargai aturan keluarga kita masing-masing, ujar Mercy.


" Bunda bahagia melihat kalian, bangga memiliki anak seperti kalian, jangan pernah merusak prinsip keluarga kita hanya karena pasangan di kemudian hari, ucap Monicha.


" Kami sudah memikirkannya, jujur saja bunda, di sekolah banyak yang mendekati kami, tapi kami belum mau karena dulu kami memiliki syarat bahwa pasangan kami harus seperti kak Darel dan juga Robin pacarnya Tiara, yang sangat menghargai Wanita, kini bertambah 1 lagi yaitu ayah, jadi kedepannya, calon pasangan kami harus memiliki hati seperti ayah, kak Darel dan juga Robin, jika dapat yang ganteng dan itu hanya bonus buat kami, yang penting dia itu harus tulus sayang kami dan menerima seluruh keluarga kami itu saja, jawab Friska.


" Ayah kalian ini, cinta pertama bunda, begitu ayah kalian, cinta pertamanya adalah bunda, coba tanyakan ke paman Haris kalian, dulu yang mengejar bunda banyak, lebih tampan, keren dan sangat kaya, bahkan ada orang Inggris dan Amerika, tapi mereka memiliki 1 kekurangan, mereka hanya tertarik karena bunda waktu itu di katakan wanita paling cantik di masa itu, makanya bunda memilih ayah kalian, dan lihatlah, hingga saat ini, bahkan kami tersiksa di pulau, tidak pernah sekalipun bunda menyalahkan ayah kalian atau sebaliknya, karena prinsip kita adalah bahagia harus bersama, menderita juga harus bersama-sama, sampai hari ini, rasa sayang bunda kepada ayah kalian tidak pernah berkurang, bahkan lebih besar waktu hadirnya Ranti, dan sekarang lebih besar lagi setelah kehadiran kalian, itu yang disebut cinta sejati, ucap Monicha.


" Apa bunda dan ayah pernah berantem, tanya Mercy.


" Hahahaha, justru kami kayak Tom and Jerry waktu dari SMA hingga kuliah di Inggris, makanya teman-teman kami heran saat kami menikah dan selama pernikahan kami, kami bukan bosan bertengkar, tapi bunda tau jika ayah kalian terlihat aneh dari kantor, bunda paling hanya menanyakan mau langsung makan atau mandi dulu, kalau ayah kalian tidak menjawab salah satu, bunda biarkan saja, dan selalu berpikiran positif, hasilnya setelah ayah kalian tenang, pasti dia mencari bunda dan minta maaf karena mengabaikan pertanyaan Bunda.


" Coba kalau bunda masih bertanya terus, pasti ribut, jika demikian kita wanita yang di sebut tidak peka, makanya kami selalu menghargai, begitu juga bunda saat lagi mumet di kantor dan pulang rumah, ayah kalian pasti hanya bertanya 2 hal yang sama, tidak banyak, jika bunda jawab mau makan, maka ayah kalian kan meminta pelayan untuk segera menyediakan dan menggenggam tangan bunda ke meja makan, atau kalau bunda bilang mau mandi dulu, ayah kalian akan menyiapkan air hangat buat bunda, dan kadang membantu bunda mandi, akhirnya ada rasa nyaman, itu yang disebut saling memahami, ujar Monicha

__ADS_1


" Hebat sekali cara menangani masalahnya, kuncinya saling memahami pasangan kita ya Bunda, tanya Mercy


" Ia sayang, dulu bicara kekayaan, bunda lebih kaya dari ayah kalian, tapi dalam hal uang pribadi bukan punya orangtua, tapi itu hanya jumlah, karena ayah kalian sejak kuliah di Inggris sudah bekerja, uang dari orangtuanya, di simpan sendiri, dan tidak di katakan uang ayah, makanya bunda sangat kagum dengan ayah kalian, jadi bunda tak mempersoalkan soal harta ayah kalian, dan ternyata keyakinan bunda terbayar ketika ayah kalian sukses, dan siapa yang menikmati kalau bukan bunda, walau bunda sendiri malas pergi belanja yang aneh-aneh, apalagi bilang tas branded, bunda hanya beli kalau lagi mau saja, tapi kalau hanya untuk pamer hehehehe, bunda masih sayang keringat ayah kalian yang kecapean mencari uang, ucap Monicha


__ADS_2