SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pakuwon Mall


__ADS_3

Puas berkeliling sambil memantau kantor dari ketiga keluarga itu,Ranti akhirnya tiba dirumah.


Namun sayang dirumah terlihat sepi, tidak terlihat saudara - saudaranya


" Bu Likha, kemana kakak - kakakku dan kedua adikku", ? tanya Ranti


" Nona Muda kembar sudah kembali ke Jogjakarta, sedangkan Tuan Muda pergi jalan-jalan bersama dengan Nona-Nona muda dan juga Tuan Armando," jawab Bu Likha


" Terimakasih, Bu tolong buatkan es lemon tea, pinta Ranti


" Baik Nona Muda", Jawab Bu Likha


" Rose, total rampasan kita berapa jumlahnya" ? tanya Ranti


* Totalnya 70 triliun 200 milyar, Rose sudah membagikan kepada istri - istri dari anggota White Tiger yang memiliki anak, Ucap Rose


" Terimakasih Rose"


" Sekarang Transfer ke 14 Anggota biasa yang bertugas di Pembangunan kompleks pinggir pantai, masing-masing 250 juta, 25 orang Tim pembantu 250 juta sedangkan 5 orang Tim Awal 300 juta, pak Sumadi 350 juta.


Sisahnya mereka yang tidak terlibat di proyek, untuk Tim awal 150 juta, anggota tahap 2, 100 juta sedangkan tahap 3 dsn seterusnya, 50 juta, Perintah Ranti.


" Baik Tuan", jawab Rose


" Halo Rendi, bagaimana dengan urusan pengalihan pemilik Yayasan Bintang Timur", tanya Ranti


" Sudah selesai Nona Muda, tinggal anda yang belum tanda tangan", Ucap Rendi


" Besok kirimkan saja berkasnya lewat kak Dewi, perintah Ranti


" Baik Nona Muda, jawab Rendi.


" Untuk Struktur organisasi, masukkan nama istrimu dan Bu Gendhis, sedangkan cabang otonomi di Jogjakarta Bu Gayatri sebagai kepala perwakilan dari kita dan angkat dia sebagai kepala sekolah, sedangkan Ketua Pelaksana Harian disana masukkan ayahnya Kak Vanya dan wakilnya Pak Mul, dan secepatnya kamu Lantik mereka semua yang di Jogjakarta, kemudian baru yang di Surabaya. Minggu ini harap semuanya sudah beres, perintah Ranti


" Baik Nona Muda, Ucap Rendi.


Setelah itu, atur rapat, dan bicarakan soal pembangunan Universitas dan renovasi gedung serta, ganti semua Meja kursi yang ada, jangan kamu kerjakan sendirian, suruh saja si Boni atau yang lain, untuk masalah-masalah kecil itu, Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, besok akan saya persiapkan, jawab Rendi.


" Aku tunggu kabarnya, terimakasih, ucap Ranti dan langsung menutup telpon.


Bosan Ranti di rumah, selesai mandi dia ke Pakuwon Mall, di tengah jalan tiba-tiba terdengar


DING... DING


* Misi dadakan terkonfirmasi


Bantu dua orang mahasiswa dan mahasiswi, kakak beradik, yang belum bayar kontrakan dan uang semester


Misi wajib diterima


" Dimana lokasinya, tanya Ranti"


* Sebelum pintu masuk Mall Pakuwon, tuan akan melihat mereka berdua lagi duduk


" Oke baik, tolong tukarkan Point Pengabdian dan buat kan ATM sekalian, masing-masing 50 point Pengabdian.


" Baik Tuan", Jawab Rose


Ranti langsung memarkir mobil di parkiran dengan kacamata Quantum dia melihat arah Pintu Masuk, setelah melihat ada 2 orang yang sedang Ranti mendengar obrolan mereka, ketemu !


" Halo, kenapa kalian berdua duduk-duduk saja, dan tidak masuk, tanya Ranti


" Tidak apa-apa, kamu hanya istirahat sebentar", ucap seorang gadis


" Kalian sibuk gak, kalau gak sibuk, mau gak kalian temani aku makan didalam, tanya Ranti sok akrab


" Kami memang tidak sibuk, hanya saja kami tidak punya uang, ucap seorang gadis itu


' Aku yang traktir, tenang saja, oh ia kenalkan saya Saya Ranti, kalau kalian siapa, tanya Ranti


" Aku Kelvin dan ini adikku Karmila, ucap Kelvin


" Ayo temani saya, anggaplah tanda perkenalan saya dengan kalian berdua, ucap Ranti


" Kami tidak enak merugikan kamu, ucap Karmila


" hahahaha santai saja, ayo gak usah sungkan, aku tau kalian belum makan dari Pagi, ucap Ranti


" baiklah, terimakasih sebelumnya, ucap Kelvin


Mereka bertiga masuk ke dalam Mall dan mencari restoran, sengaja Ranti mencari restoran dengan menu biasa agar mereka tidak minder.


Pesan saja sesuai selera, jangan kuatir, hari ini aku lagi bahagia, berapapun kalian makan pasti aku bayar, ujar Ranti

__ADS_1


" Setelah mereka semua memesan, Ranti langsung bertanya, total Semua berapa Mba, tanya Ranti


" Semuanya 350 ribu, jawab pelayan itu.


Ranti mengeluarkan uang cash 400 ribu, dan memberikannya ke pelayan itu.


" Sebentar Nona saya ambil kembaliannya di Kasir.


" Tidak usah, buat kamu saja", ucap Ranti


Ranti tau mereka takut di kerjain, jadi Ranti langsung membayarnya agar mereka berdua makan dengan tenang.


" Kalian berdua masih kuliah atau lagi cari kerja", tanya Ranti basa-basi


" kami sudah mau berhenti kuliah, kami kehabisan biaya, ayahku meninggal karena kecelakaan kerja tapi tidak dapat asuransi atau pesangon dari kantor, hanya di berikan 2 bulan gaji saja, Padahal ayahku sudah bekerja di perusahaan itu selama 10 Tahun, ucap Kelvin.


" Perusahaan Perkapalan AQS Holding Company, makanya kemarin waktu kapal-kapal mereka tenggelam kami berdua bersyukur. ucap Karmila


" Terus kalian tinggal dengan siapa? tanya Ranti


" Kami berdua ngontrak disini, ibu sudah pulang kampung duluan ke Banyuwangi, kami mau bereskan semua barang dan ikut pulang, jawab Kelvin


" Apa ibumu masih sehat-sehat saja, tanya Ranti


" Masih, ibuku juga di larang buka kantin di kompleks perkantoran mereka, jadi sementara kami di kampung dulu, ucap Kelvin.


" Siapa nama Ayahmu, tanya Ranti


" Ayahku Kardiman, terakhir di tugaskan sebagai pengawas, ucap Kelvin.


" Aplikasi Mata Dewa, telusuri kematian Kardiman, pesan teks Ranti


" Data rahasia yang di ambil dari kantor AFS, kantor cabang Surabaya, ada beberapa orang yang mengalaminya kecelakaan, tapi pihak perusahaan menyatakan itu atas kesalahan sendiri, balas pesan aplikasi Mata Dewa.


" Rekaman CCTV bagaimana, pesan teks Ranti


' Sudah mereka hapus,tapi sudah di perbaiki dan hasilnya, para karyawan itu korban sabotase dari teman mereka sendiri.


" Rose, buatkan ATM, dan uang ambil dari uang rampasan sebesar 25 milyar, sebagai kompensasi orang tuanya, apakah bisa Rose


* Bisa Tuan, dan sudah selesai, dan berada di tas anda Tuan, jawab Rose


" Mau nambah lagi nggak, tanya Ranti


" Terimakasih sudah kenyang, ucap Karmila.


" Kenapa anda memberikan kami sebanyak ini, ucap Karmila


" Tidak apa-apa, tolong di terima, dan jangan menolak rezeki, ujar Ranti


" Terimakasih banyak Nona Ranti, ucap mereka berdua.


" Sama-sama, kalian kuliah ambil jurusan apa"? tanya Ranti


" Aku Teknik mesin dan Karmila teknik arsitektur, ujar Kelvin.


" Bagus itu, Pakailah dengan bijak uang itu, ucap Ranti


" Terimakasih Nona Ranti, kami berjanji akan menggunakannya dengan baik, ucap mereka berdua.


DING... DING


* Selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi dadakan dengan baik. Hadiah :



100 milyar Poin Sistem


50 milyar Poin Pemahaman


1 Milyar Poin Pengabdian.



Mereka bertiga keluar dari restoran, Ranti melanjutkan berjalan-jalan di Mall Pakuwon, sedangkan kedua kakak beradik itu memilih kembali ke kontrakan mereka.


Sebelum mereka pergi dari Mall Pakuwon, terlebih dahulu mereka ke ATM untuk mengecek isi ATM itu.


Alangkah kagetnya mereka berdua melihat isinya kedua ATM mereka berisi masing-masing 5 milyar dan ATM buat ibunya berisi 25 milyar, mata mereka sampai di kucek - kucek sambil menatap layar ATM.


Karmila mencoba mengambil uang sebesar 2 juta, dan benar saja uang berhasil keluar dari mesin ATM.


" Kakak, di depan kampus kita ada Ruko yang mau jual, bagaimana kalau kita membelinya dan ibu bisa berjualan di situ, kita juga bisa tinggal di lantai atas", bagaimana ? tanya Karmila.


" Bagus itu Dek, paling harganya 2 milyar", ucap Kelvin.

__ADS_1


" Ayo kita kesana dan jika memang belum ada yang membelinya kita telpon ibu dan membelinya, ucap Karmila.


Akhirnya mereka tiba di Ruko yang berseberangan dengan kampus kedua kakak beradik, mereka menghubungi nomor telepon yang tertera di situ dan menanyakan harga nya, ternyata ada 2 unit dan 1 unit rumah di belakang ruko itu yang hendak di jika juga.


Penjual Ruko dan rumah itu menawarkan harga 2,5 milyar untuk 3 unit bangunan itu. Dan tanpa pikir panjang mereka berdua setuju dengan harga itu.


Kembali ke Ranti


Saat ini Ranti sedang berkeliling Mall Pakuwon, tak ada niat dia untuk berbelanja, dengan stelan kaos oblong dan celana Pendek selutut serta tas ransel ruang yang selalu menemaninya.


Asik dia berkeliling, dia melihat begitu ramai, membuat dia begitu bahagia, kini hidupnya bebas dari apapun, soal harta jangan di tanya lagi, kasih sayang sudah pasti, perusahaan Apalagi, Mall dia juga punya bahkan dalam 5 tahun kedepan dia akan memiliki Kota sendiri.


Ketika dia berjalan melewati toko mainan anak-anak, Ranti teringat akan Salma, Armando dan Ketty, matanya berbinar melihat mainan hot wheel yang di cari Armando.


Ranti Segera memasuki toko itu, dia memindai 5 jenis hot wheel itu dan ternyata memang asli buatan Matel, harga yang ditawarkan 5 juta per buah.


" Mbak, aku mau yang di dalam lemari kaca di rak paling atas", ucap Ranti


" Sebentar dek, jawab pelayan itu


Ketika pelayan itu mau hendak memberikan ke Ranti, seorang pria dewasa ingin merebutnya, tapi sayang dia kalah cepat dengan Ranti.


" Hei gadis muda, untuk apa kamu tau harga mainan itu" ? tanya pria itu


" Aku tau, kenapa memangnya, apa ada masalah buat kamu"? ujar Ranti dengan juteknya.


" Apa kamu yakin uang jajan kamu cukup untuk membelinya"? ujar pria itu meremehkan Ranti


" Sangat cukup, apa kamu mau taruhan dengan saya"? tantang Ranti


" Apa taruhannya" ? tanya pria itu


" Jika aku bisa membayarnya, maka kamu harus menampar pipi kamu 5 kali, begitu sebaliknya", Bagaimana ? tantang Ranti


" Oke siapa takut", Ujar pria itu dengan percaya dirinya.


Para pengunjung toko itu sejenak melupakan niat mereka untuk melihat- lihat barang yang ada di toko itu, mereka fokus melihat taruhan Ranti dan Pria dewasa itu.


" Mba, tolong hitung dan aku juga mau action figure Naruto itu", ujar Ranti


Semua orang di toko itu tambah penasaran, Ketika Ranti hendak membeli patung tokoh Naruto satu set, yang harganya 50 juta.


" Total semuanya 75 juta dek, jawab pelayan toko itu.


" Bayar pakai kartu saja mbak", ujar Ranti sambil mengeluarkan Black Card Centurion American Express


Semua pengunjung toko itu terkejut melihat Black Card Ranti, termasuk si pria Dewasa yang bertaruh dengan Ranti, namun mereka juga masih penasaran apakah kartu tersebut asli atau tidak, lalu terdengar bunyi mesin mengeluarkan struk belanja.


Kasir itu mengembalikan Kartu Ranti dan mengucapkan terima kasih.


" Hei Om, kamu kalah, sekarang tampar pipimu 5 kali", ujar Ranti


" kamu pikir dirimu siapa, seenaknya menyuruhku menampar pipi sendiri, ujar pria dewasa


" Jadi kamu tidak mau melakukannya, tanya Ranti


" Tidak" ! jawab Pria dewasa itu


Ruangan Toko itu langsung berisik, dengan suara para pengunjung yang berada di dalam toko, bahkan orang sekedar lewat ikut melihat ke arah toko yang lagi riuh.


Ranti melangkah kearah pria dewasa itu, dan dengan cepat Ranti langsung menampar 5 kali pipi pria dewasa itu, hingga keluar darah dari mulutnya.


" Makanya jadi orang jangan sok kaya, bagaimana rasanya ? ejek Ranti


Seketika para pengunjung dan pelayan toko terdiam dengan aksi Ranti.


" Adik kecil, kamu suka yang mana, pilih saja, kakak yang bayarin, ucap Ranti ke anak laki-laki berusia 6 tahun


Anak kecil itu menunjuk ke arah mobil mainan Transformers berwarna kuning.


" Ambilkan yang di tunjuk adik kecil ini, ucap Ranti


" Ini dek harganya 300 ribu, ucap pelayan itu


Ranti mengeluarkan uang 500 ribu dan membayar nya, sisanya buat si pelayan toko dan kasir.


" Awas kamu, ancam pria itu yang tiba-tiba bersuara


" Hahahaha, bisanya menggertak saja, kalau kamu belum puas ayo kita bertarung, tantang Ranti


Dengan wajah merah bekas tamparan dan rasa malu, pria itu keluar dari toko mainan itu.


Saat ini hari sudah sudah malam, Ranti masuk ke restoran dan memesan makanan, dia membaca pesan dari dari Kakak-kakaknya, yang menanyakan keberadaan nya, Ranti membalas dia lagi di Mall Pakuwon.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Ranti segera keluar dari restoran dan menuju parkiran, dan beranjak keluar dari kompleks Mall Pakuwon.

__ADS_1


Ranti berkeliling kota sambil melihat situasi, ternyata jalan ke arah gedung perkantoran Keluarga William masih terbilang ramai, akhirnya dia memutuskan ke gedung Perkantoran Ferdiansyah Setiawan yang agak berada di pinggiran kota.


Dengan laju kendaraan sedang, Ranti bergerak, tepat jam 9 malam suasana di jalan itu sudah agak sepi, Ranti berkeliling sekali dan mengaktifkan array ilusi kemudian memarkir mobilnya.


__ADS_2