SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Ferdiansyah sudah keterlaluan


__ADS_3

Disekolah Ranti sedang berkumpul dengan kawan - kawan sambil mendengarkan pengumuman dari kepala sekolah mengenai proses dan pengambilan ijazah, perlu di ketahui, karena Rindu membutuhkan ijasah untuk kuliah Luar negeri, membuat Ranti meminta menteri pendidikan agar mempercepat proses pengambilan ijazah.


Untuk Ranti dan 4 orang lainnya mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah pusat untuk kuliah, baik dalam maupun luar negeri, serta mendapatkan Piagam dan sertifikat Juara Nasional dalam UN dan mendapatkan hadiah uang.


Ranti juga di undang oleh Pemprov Jatim bersama Rindu dan Tiara yang mendapatkan peringkat keenam Nasional, Tiara juga di janjikan akan mendapatkan beasiswa penuh dari Pemprov Jatim, undangan tertanggal besok hari jam 10 Pagi di kantor Gubernur.


Setelah mendengar pengumuman bahwa proses nya di mulai Minggu depan, kini semua siswa yang batu lulus membubarkan diri.


Tapi saat mereka hendak membubarkan diri, para siswa di cegat oleh oleh segerombolan orang yang berjumlah sekitar 300 orang.


" Siapa yang bernama Ranti Putri Setiawan, jika tidak ada yang mengaku maka kami akan menghancurkan sekolah ini, dan seluruh siswa disini akan kami Sandra", teriak mereka.


" Drone hancurkan seluruh mobil mereka, perintah Ranti dan langsung membuat perlindungan semesta dan memblokir suara, juga membuat pelindung Ilusi.


" Siapa kalian dan dari mana, Kenapa kalian mencari saya, teriak Ranti sambil bertelepati ke Rindu agar meminta seluruh siswa mundur.


Dengan segera Rindu meminta semua siswa agar mundur, dan ikuti oleh seluruh siswa dan siswi.


" Hahahaha jadi kamu yang bernama Ranti Putri Setiawan, ternyata kamu pemberani juga, sekarang kamu sebut siapa orangtuamu? bentak Kepala Preman suruhan Ferdiansyah.


" Kalian belum menjawab pertanyaan saya, tapi malah kalian bertanya lagi, kalian memang tidak tau etika", bentak Ranti.


" Apa penting bagi kami menjawab pertanyaan kamu, kamu itu tidak penting bagi kami, dan kamu tidak layak mengetahui siapa kami", ujar pemimpin preman itu


" Kalau kamu tidak menjawab maka saya juga tidak menjawab, ucap Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, ambil seluruh harta Ferdiansyah Setiawan, jatuhkan seluruh sahamnya, kecuali Hotel, karena itu untuk Kakak Sepupuku Aquila Setiawan", perintah Ranti.


" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.


" Jadi kamu tidak mau menjawab pertanyaan kami, apa kamu mau sekolah ini hancur dan teman-teman kamu terluka gara-gara kamu", ancam Pemimpin Preman itu.


" Coba saja kalau kalian mampu", ujar Ranti dengan tegas.


" Hahahaha, jika bukan karena perintah menangkap kamu hidup-hidup pasti kamu akan ku bunuh", ujar pemimpin preman itu.


" Hahahaha, kamu pikir saya semut yang gampang kamu bunuh, pegang kata-kata saya, ku pastikan tangan dan kakimu buta", ujar Ranti.


Dan terdengar suara ledakan mobil para preman itu, mobil mereka terbakar satu persatu.


Ranti yang tak mau berlama-lama berdebat, langsung berinisiatif menyerang, bola besi transparan ditembakkan ke arah preman-preman itu, terdengar suara patah tulang kaki.


Serang gadis ini dan panggil orang-orang kita di markas dsn lapor bos bahwa orangnya sudah ketemu", teriak pemimpin preman itu


Para preman Mulai menyerang, Ranti dengan santai bertarung, bahkan dengan tangan kosong dia mulai menangkap dan langsung mematahkan tangan dan kaki para Preman itu.


" Hanya segini kekuatan kalian, panggil seluruh teman kalian biar kalian cacat semuanya", teriak Ranti sambil menerjang para Preman.


Para siswa dan guru yang melihat pertarungan Ranti, hanya bergidik ngeri, ternyata pemilik sekolah ini adalah pandai bertarung.


" Dek kakak bantu kamu", ucap Rindu lewat telepati.


" Ayolah kalau kakak mau main-main dengan mereka", ujar Ranti.


" Terimakasih dek, ucap Rindu dan langsung berlari ke lapangan sambil mengambil besi yang terlempar dari salah seorang preman.


" Kalian sentuh adikku, kupatahkan tangan kalian", teriak Rindu dan juga langsung menerjang salah seorang Preman.


" Hahahaha, apa kalian berdua pikir bisa melawan kami yang banyak dan akan datang lagi", Sombong preman itu


" Apa kamu tidak lihat sudah berapa yang patah tangan dan kaki", teriak Ranti.


Pertarungan terus berlanjut, Rindu juga semakin gesit melancarkan setiap jurus, dan begitu cantik gerakan tangan dan kakinya.


Ranti melompat dan menendang, menangkap dan mematahkan, dia juga menggunakan bola besi transparan dalam menghalangi preman yang hendak menghajar Rindu.


* Tuan para preman yang datang semakin banyak", ucap Rose.


" Drone hadang mereka, bakar saja mobilnya sekarang", Perintah Ranti di tengah pertarungannya.


* Rose berapa banyak jumlah mereka? tanya Ranti.


* Ada 400 orang, semuanya bayaran dari Ferdiansyah Setiawan", jawab Rose.


" Baiklah, biar Drone yang menghalau mereka", jawab Ranti.


* Hati-hati Tuan, gunakan jarum penghancur tulang, agar mereka lumpuh permanen", ucap Rose dengan emosi.


" Baiklah, Ucap Ranti.


Ranti terus bergerak, Rindu juga tak kalah sengit dalam pertarungan, walaupun dia sudah kelelahan, namun dengan cepat dia menelan Pill Energi Booster.


Ranti dengan ganas menembakkan jarum penghancur tulang, dan tiba-tiba para Preman langsung tumbang.

__ADS_1


Pemimpin Preman itu terdiam, dan mukanya berubah pucat saat dia melihat Ranti sudah mulai mendekat.


" Rose tolong Tim pembersih, buang mereka ke tepi hutan", perintah Ranti.


* Baik Tuan, mereka dalam perjalanan", jawab Rose.


Dari gerbang terlihat beberapa mobil dan beberapa orang mengangkat para preman yang tumbang itu dan dimasukkan ke dalam mobil dan dalam sekejap, lapangan itu bersih.


" Bagaimana, sekarang tinggal kamu, mana omong besar kamu, ucap dan langsung menampar plak plak plak.


" Ampun Nona, kami hanya orang suruhan, ucap Kepala Preman.


" Itu urusan kamu dan anggota kamu, siapa suruh kalian mau disuruh berbuat jahat, dan siapa suruh kamu menjadi Preman, giliran sekarang kamu minta ampun, apa kamu sudah lupa omongan saya tadi, kalau kamu lupa biar aku ingatkan", ucap dan langsung menangkap kedua tangan Kepala Preman itu dan langsung mematahkan nya, dan juga langsung menendang paha preman itu hingga patah.


arghhh arghhh teriak Kepala preman itu.


" Apa kamu sudah ingat, kamu pikir saya tidak tahu siapa yang mengirim kalian, Berapa banyak uang yang Ferdiansyah Setiawan membayar kalian, 5 Milyar bukan, dan apakah sepadan dengan kondisi kamu sekarang, dan kamu pikir Ferdiansyah Setiawan akan membayar kamu ? jadi orang itu jangan hanya tau jumlah saja, jika tadi kamu menjelaskan bahwa Ferdiansyah Setiawan yang menyuruh kalian, pasti akan ku bayar kalian 2 x lipat untuk membunuhnya.


Sementara di tempat lain, Drone tanpa ampun membakar para preman dengan api putihnya, hingga dengan cepat para preman itu menjadi abu.


Jalanan jadi macet melihat banyak orang di depan mata mereka tiba-tiba hangus dan menjadi abu, belum lagi yang terperangkap di dalam mobil, 20 mobil sudah tidak memiliki bentuk.


Para Polisi tidak berdaya melihat kejadian itu, mereka tidak bisa melihat Drone yang menggunakannya mode Stealth, apalagi posisi Drone berada 150 meter dari tanah, Drone terus menerus membakar para preman, preman yang berusaha kabur langsung terdiam dan tumbang.


Selama Ranti belum memanggil mereka atau kalau target belum habis maka Drone akan terus beraksi.


" Jawab siapa utusan Ferdiansyah Setiawan untuk menemui kalian? tanya Ranti.


" Kami hanya dapat pesan dari Pemimpin kami yang berada di Bali, mereka yang mendapat orderannya, dan kami di bayar lewat Transfer sejumlah 5 Milyar, dan jika berhasil menangkapnya kamu dan membawa kamu ke Bali, maka kami akan mendapatkannya 10 milyar lagi", ucap pemimpin Preman itu.


" Baiklah, kubiarkan kamu hidup, ini Pill untukmu Silahkan telan dan pergi dari sini", ucap Ranti.


Dengan tanpa ragu, pemimpin preman itu menelan Pill itu dan seketika kaki dan tangannya kembali normal.


" Teman yang lain sudah mati, dan yang lainnya sudah pada hancur tulangnya, katakan apa yang kamu inginkan untuk teman-teman kamu yang Tulangnya sudah hancur? ujar Ranti.


" Tolong sembuhkan mereka, kami siap kapan saja anda panggil jika ada masalah, dan tolong latih kami", ucap pemimpin preman itu.


" Kamu tahu 400 orang dari Bali itu, datang bukan hanya mengeksekusi saya, tapi kalian juga, karena mereka tidak mau berbagi uang dengan kalian, kalian yang bodoh, apa kamu tidak tahu, Ferdiansyah membayar nyawaku seharga 200 milyar, kalian yang capek, tapi mereka yang dapat uangnya.


" Kami tenang saja, teman- teman kamu sudah sembuh, Pill yang kalian telan adalah Pill Pengikat Jiwa, jika kalian berkhianat kepada saya, maka saat itu juga tubuh kalian akan hancur menjadi debu seketika, lebih seram dari sianida", ucap Ranti.


" Saya Bombom, terimakasih sudah menyadarkan saya", ucap Pemimpin Preman itu.


Kamu boleh pilih maksimal 10 orang yang ikut dengan kamu dengan kamu disana, percayalah hidup kalian akan lebih terhormat dan lebih sejahtera, gaji 5 juta untuk anggota, tempat tinggal ada, jika kalian rajin disiplin, saya akan berikan kalian bonus, tapi jika kalian berkhianat, tanggung resikonya", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, say bersedia kesana, perusahaan apa disana Nona Muda? tanya Bombom.


" Disana peternakan, perkebunan dan tambak, juga pabrik pakan Ternak, kamu dan yang lain akan mendapatkan pelatihan dari Pak Sumadi selama 3 bulan penuh, tapi jangan kuatir, gaji kalian sudah berjalan, sekarang pergilah, teman-teman kamu sudah berada di markas kalian, Segera pilih dsn catat nama- nama mereka yang mau bergabung dan langsung ambil foto mereka yang bersedia dan serahkan ke pak Sumadi juga dengan KTP kalian.


Khusus 10 orang yang akan ikut kamu, harus orang yang paling dekat dengan kamu, apa kamu mengerti ! tegas Ranti.


" Mengerti Nona Muda", jawab Bombom.


" Ini handphone buat kamu, dan harus selesai hati ini, dan jangan ceritakan kasus ini kepada siapapun, ini perintah ! tegas Ranti.


" Baik Nona Muda", Ucap Bombom.


" Pergilah, ini 5 juta untukmu", ucap Ranti.


" Rose tolong hapus ingatan semua yang melihat kejadian ini", perintah Ranti.


* Baik Tuan", Jawab Rose.


" Lapor Tuan, seluruh tabungan Ferdiansyah Setiawan, sudah dikuras sebesar 950 triliun, yang sisa hanya rekening Aquila Setiawan sebesar 200 triliun", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Jangan ganggu uang kakak sepupuku, dan blokir semua nomor handphone Aquilani dari ayah dan Ibunya, begitu juga medsos kedua orangtuanya", Perintah Ranti.


" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.


Suasana sekolah bintang timur kembali aman, seluruh siswa sudah tidak mengingat kejadian yang ada, bahkan Rindu dan Tiara juga tidak mengingat kejadian itu.


" Ayo Ranti, kita ke butik ambil baju buat kondangan nanti Siang, Robin sudah jalan kesana", ajak Tiara.


" Aku pamit ke kakakku dulu", ucap Ranti.


" Pergilah, kakak juga mau ke Mall TP sama Wulandari", Ucap Rindu.


" Ya sudah kalau begitu, mampirlah ke ke restoran kak Ariestya Bendo, di TP 1 Lantai 5, tanyakan kapan acara nikahnya", ujar Ranti.


" Baiklah, kakak memang Rencana memang mau kemana, kangen juga dengan kakak Bendo, juga Anaknya hehehehe", ucap Rindu


" Hahahaha ketahuan, ternyata kakak mau numpang makan di restoran kak Bendo", ledek Ranti.

__ADS_1


" Kak Bendo mau nanya apa kita ijinkan jika Armando dan Salma, jadi pengiring pengantin", ucap Rindu.


" Tanya saja mereka berdua, dan harus ijin Kakak semua, terutama kak Dewi dan kak Vanya, ya sudah kalau begitu, kakak pergi dulu ya", ucap Rindu Nyang langsung memasuki mobil Koenigsegg Regera miliknya dan keluar gerbang sambil memberikan uang untuk pak Security.


" Jangan Nona Muda, nanti saya di omelin sama komandan", ucap Security.


" Bapak pilih di omelin atau saya Pecat, ancam Rindu.


" Hehehehe jangan pecat saya, bapak baru nikah, masa jadi pengangguran", ucap Security bercanda.


" Makanya ambil, tapi ingat jangan minta - minta ke Orangtua murid", tegas Rindu.


" Baik Nona Muda, terimakasih banyak, lumayan buat bayar kontrakan", ucap security yang langsing menerima 2 amplop yang berisi masing-masing 10 juta dari Rindu.


" Yang satu buat bapak, yang satu lagi kasih komandan dan suruh bagi yang adil ke yang lain, ucap Rindu.


" Baik Nona Muda, salam buat Tuan Darel dan Nona Muda Mercy dan Friska", ucap pak Security.


" Ia, nanti saya sampaikan, saya pergi dulu dan kerja yang bener", ucap Rindu dan langsung tancap Gas.


" Rindu, pelan-pelan dong saya belum nikah", ucap Wulandari.


" Hahahaha Baiklah", jawab Rindu.


Ranti juga bergegas bersama dengan Tiara ke Pakuwon Mall, Tiara memang gak bawa mobil, jadi dia ikut mobil Ranti.


Di markas Bombom, dia menjelaskan bahwa ternyata mereka di tipu oleh pihak Bali, dan anak buahnya terkejut ketika Bombom mengatakan demikian.


" Teman-teman semua, kita sudah merasakan bagiamana kerasnya menjadi orang seperti kita, saya bebaskan kalian untuk menjalani hidup seperti orang biasa, tapi saya ingin memilih siapa yang ingin jadi Security, namun penempatan nya di luar Surabaya, Magelang, Lampung, Cirebon dan Garut, aku sendiri sudah memutuskan untuk ke Lampung, dan saya ingin membawa 10 orang kesana, dan syariat untuk menjadi Security wajib yang lajang, atau kayak saya yang baru menikah dan belum punya anak", ucap Bom-bom.


Banyak juga yang tidak mau, mereka ingin tetap berusaha di Surabaya.


" Maaf mas Bombom, bukan saya tidak mau tapi saya punya orangtua, kasihan mereka kalau saya tinggal, Adikku masih terlalu kecil", ucap salah Seorang teman Bombom.


" Daftar saja dulu, siapa tahu ada yang di tempatkan di Surabaya, dan jika kalian bersedia maka Minggu depan kita semua masuk masa pelatihan selama 3 bulan, tapi gaji sudah fi hitung.


Sedangkan yang sudah menikah dan punya Anak, saya minta maaf, tapi tetap saya usahakan siapa tahu kalian bisa bekerja di pabrik yang di Surabaya", ucap Bombom.


Akhirnya yang daftar ada 80 orang yang berumur 19 hingga 23 tahun, dan Bombom memilih 10 orang dan mereka setuju, yang memikirkan ibu dan adiknya memohonkan ke Bombom, jika boleh memboyong ibu dan adiknya maka dia mau ke Lampung.


Bombom langsung menelpon Ranti dan setuju, tapi dengan syarat wajib mengikuti aturan-aturan disana.


" Mas Seto, kata Nona Muda boleh asal mengikuti seluruh aturan disana, ucap Bombom.


" Baik Mas Bombom, lagian disini juga kami hidup susah, siapa tahu disana kami justru bisa hidup mapan, tidak memikirkan kontrakan dan hinaan dari keluarga ibuku", ucap Seto.


" Makanya latihan baik- baik, walaupun berat nanti latihannya, pokoknya kita harus bertahan, siapa tahu adik kamu bisa kuliah disana, mari kita berjuang bersama-sama, jujur kalian sangat ku harapkan terus bersamaku", ucap Bombom.


" Lalu apa istri mas Bombom setuju ke Lampung? tanya Seto.


" Istri saya memang ingin saya tidak jadi Preman lagi, dia justru ingin saya keluar dari Surabaya, nah sekarang kita keluar daerah dan sudah punya tujuan bekerja, artinya soal hidup sudah terjamin, katanya Nona Muda menggaji kita 5 juta, dan ada mess, belum lembur, jadi aku pikir-pikir, dengan gaji segitu sudah cukup buat kita hidup", Ucap Bombom.


" Ia Mas, toh kalau mau pulang ke Surabaya juga gampang, tinggal ke Jakarta dan naik kereta", ucap Seto.


Beralih ke posisi Ranti yang sudah tiba Pakuwon Mall, Tapi mobil Ranti tidak bisa parkir di tempat khusus untuk pemilik dan keluarga pemilik, alasan Security di situ bahwa mobil- mobil yang parkir di tempat khusus itu, adalah para orang kaya di Surabaya.


" Bapak Tahu, tempat parkir itu di khususkan untuk siapa? tanya Ranti.


" Nah justru itu, parkiran itu khusus pemilik Mall, dan karena pemilik Mall tidak pernah datang, ya sudah mendingan dipakai oleh para para orang kaya itu, bagaimana kalau Nona catat Nomor telpon saya, jadi saat Nona ingin kesini, bisa telpon saya, dan tempat ini saya sediakan untuk anda, bagiamana ? tanya Security.


" Kalau begitu berapa yang harus saya bayar agar bisa dapat tempat bagus itu? tanya Ranti memancing.


" Seharian 50 ribu saja, daripada nanti tergores, kan sayang mobil bagus kalau tergores", lanjut Security itu.


" Jadi sekarang saya tidak boleh parkir disitu ya pak", tanya Ranti lagi.


" Maaf Nona, tempatnya sudah penuh, ini nomor saya, lain kali telpon dulu", ucap Security itu dan pergi meninggalkan Ranti dengan tidak sopan nya.


" Maaf Pak tunggu sebentar, saya boleh parkir di situ ? tanya Ranti sambil menunjuk tempat parkir Petinggi Mall.


" Kalau hari kerja gak bisa Nona, karena para atasan datang bekerja, kalau di atas 4 atau jam 5 sore, bisa kami usahakan", ucap Security itu.


" Baiklah, selamat menikmati parkiran yang penuh, lumayan buat rokok ya Pak", Sindir Ranti.


" Hahahaha, Nona tau saja", jawab Security itu.


Akhirnya Ranti memarkir mobilnya di tempat umum, dan menelpon pak Arshad agar mengurus seluruh Security yang seenaknya menggunakan lahan parkirnya buat keuntungan mereka.


" Baik Nona Muda", jawab Arshad.


" Ranti, maaf bukan ikut campur, tapi Security kamu itu akan membuat citra Mall Pakuwon jadi jelek, kalau orang parkir karena terdesak kehabisan tempat mungkin aku setuju, tapi ini jelas di perdagangkan", ucap Tiara.


" Justru itu, makanya sudah sudah ku Minta ke direkturnya agar segera menertibkan mereka, terimakasih atas saran dan perhatian kakak iparku yang cantik", ucap Ranti.

__ADS_1


__ADS_2