
Friska yang sudah hampir tak dapat menahan emosinya, akhirnya pergi meninggalkan 3 orang teman sekampusnya dan berkumpul kembali dengan saudara-saudaranya.
Tibalah waktunya acara foto bersama, pembawa acara memanggil beberapa orang keluarga dekat pengantin, kemudian para sahabat dari kedua pengantin.
Kemudian pembawa acara memanggil Petinggi Perusahaan RPS Group Company, dan setelah selesai mereka berfoto, Kepala Bagian hukum RPS Group Company, selaku ayah dari pengantin meminta CEO yaitu Rendi dan istrinya untuk berfoto bersama.
Ranti dan saudara-saudaranya tersenyum melihat Rendi dan Bella, namun secara tiba-tiba Rendi berbisik kepada pembawa acara, agar memanggil pemilik perusahaan mereka.
Ketika pembawa acara mengumumkan sesi foto bersama dengan Pemilik Perusahaan RPS Group Company, sontak membuat para tamu dan undangan yang hadir penasaran, ke-tiga teman Friska yang sombong juga ikut penasaran.
Ranti dan seluruh Saudaranya yang duduk di meja tamu VIP, terpaksa berdiri, dan berjalan ke depan dan naik ke atas panggung.
Ketiga teman Friska yang melihat ke arah panggung, pakaian para pemilik itu sama dengan pakaian Friska, terlihat mulai gemetar dan pucat, setelah mengingat ucapan Friska.
Dan benar saja apa yang dilihat oleh Bert dan kedua gadis sombong itu, mereka melihat Friska berdiri berdampingan dengan saudara- saudaranya.
Para undangan yang sempat berpikiran negatif dengan pakaian dan perhiasan yang gunakan oleh Ranti dan keluarganya hanya bisa diam.
" Bert, bagaimana ini, Friska ternyata salah satu pemilik perusahaan terbesar di Jawa Timur, bahkan dari nilai proyek perusahaan mereka yang terbesar", ujar salah seorang gadis sombong itu.
" Tenang saja, mungkin dia hanya keluarganya pemilik, jadi dia bukan orang penting.
Para tamu undangan yang lain, mulai heboh dengan yang mereka lihat di depan, yaitu kumpulan anak-anak muda yang mengendalikan Perusahaan sebesar RPS Group Company.
" Kami minta dengan hormat kepada pemilik perusahaan RPS Group Company, agar memberikan sepatah dua kata kepada pengantin kita, atau memberikan sebuah persembahan sebagai kenangan", Ucap pembawa acara itu.
Tanpa menolak atau marah Ranti beserta saudara-saudaranya menuju ke tempat pemain musik, para Tamu undangan semakin penasaran Ketika formasi terbentuk,
Armando sebagai satu-satunya laki-laki mengambil posisi Drummer, Friska pada Bass, Mercy Rhythm, Ranti melodi, Salma Biola sedangkan Dewi keyboard, Rindu sendiri memegang Celo.
Ketika musik terdengar, semua Petinggi perusahan beserta tamu undangan tercengang ketika alunan suara Ranti terdengar, Ketty yang tak mau kalah, dia mengambil mic di depan Dewi dan mulai bernyanyi mengimbangi suara Ranti.
Ketika lagu pertama selesai yang bertemakan slow balada, kemudian Ranti memainkan melodi lagi yang berirama rock, dari Evanescence dan Kembali Ranti menjadi lead vokalnya, seketika pecah keriuhan para tamu dan undangan.
Para pemain musik dan artis yang melihat aksi Keluarga Ranti hanya bisa tersenyum kecil, apalagi Suara dari Ranti dan saudaranya lebih bagus, begitu juga cara mereka bermain musik.
Setelah lagu kedua berakhir, para tamu berteriak meminta 1 lagu lagi, Dewi merespon dengan memainkan piano dan di sambut biola Salma, setelah duet Dewi dan Salma, Ranti bertelepati agar memainkan instrumen Canon rock.
Ketika musik pembuka terdengar Pada pemain musik tercengang, lagi Canon Rock termasuk mempertunjukkan skil yang mumpuni, Ranti berduet dengan Salma, para Tamu dan undangan lainnya makin terkagum dengan penampilan keluarga Ranti.
Setelah persembahan mereka berakhir, terdengar riuh tepuk tangan dari suruh Tamu dan undangan, bahkan para pelayan hotel ikut terkesima, apalagi mereka melihat pada persembahan terkahir antara Salma dan Ranti Serta Rindu memainkan Canon Rock dengan begitu bersih.
" Terimakasih atas pertunjukkan yang sangat memukau, ucap pembawa acara.
Ketika mereka berada di meja VIP, Rendi yang baru melihat aksi keluarga Ranti lainnya hanya menggelengkan kepalanya.
" Kamu kenapa Rendi ?" tanya Ranti.
" Nona Muda, saya baru melihat ekspresi kebebasan anda dalam bermain musik, bahkan Nona Muda Salma tak kalah hebatnya, Tuan Muda Armando juga begitu piawai bermain drum, di tambah lagi Nona Muda Mercys, Friska dan Rindu, keluarga kalian memang multi talenta, tapi tersembunyi", ujar Rendi.
" Kamu itu ada-ada saja, kami kalau hanya dirumah ya main musik di studio, daripada keluyuran gak jelas, Ketty saja sudah bisa main biola walau masih belajar, nanti juga dia akan mampu menguasai seluruh alat musik", ujar Ranti.
" Berarti Tuan Muda Darel, kedua Nona Muda kembar dan Nona Muda Vanya juga bisa main musik ?" tanya Rendi.
" Hahahaha, kami 11 orang sudah bisa buat orkestra mini, hahahaha ujar Ranti sambil tertawa.
" Astaga, keluarga Bosku ini ternyata punya banyak keahlian, sangat bangga aku punya bos seperti kalian Nona Muda", ujar Rendi bangga.
__ADS_1
Beberapa orang tamu yang merekam dan meng-upload Video aksi dari keluarga Ranti mendapat respon yang cukup positif, apalagi bagi pencinta musik rock, hanya butuh 2 jam penampilan Ranti dan saudaranya menjadi cukup terkenal dan tersebar luas di berbagai platform.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, akhirnya Ranti dan saudara-saudaranya memutuskan untuk pulang, namun baru saja hendak keluar dari gedung, mereka di cegat Bert dan kedua gadis sombong teman kampus Friska dan Mercy.
" Friska, jangan lupa besok, dsn juga kamu Mercy, kita bertanding mobil siapa yang paling mahal", ujar Bert.
" Oh oke baiklah, tapi ingat mobilnya harus lengkap dengan surat - suratnya, bukti itu adalah milikmu, ujar Friska kepada Bert.
" Hahahaha baiklah, ucap Bert.
" Dan ingatlah perusahaan ayahmu dan juga toko orangtua mereka berdua harus angkat kaki dari Mall Galaxy dan Pakuwon, kecuali mereka berlutut meminta maaf", ujar Friska dengan kejam.
" Hahahaha, yang ada kamu dan Mercy yang berlutut, asal kamu tahu pemilik kedua Mall Galaxy dan Pakuwon itu adalah sahabat ayah kami, ucap kedua gadis itu.
" Kalian yang cuma bagian dari keluarga pemilik RPS Group Company juga ingin mengancam dengan membatalkan pinjaman ayahku di RPS Multidana Finance, hahahaha kalian jangan mimpi, Direktur Utama dan CEO serta Pimpro Mega Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island adalah sahabat Ayahku, kalian tidak tahu yang namanya bisnis, dasar tukang numpang", ujar Bert.
" Apakah saya mengenal ayahmu, perkenalkan saya Dewi Listyo, Direktur Utama RPS Multidana Finance dan saya Kakaknya Friska dan Mercy, katakan pada ayahmu, Segera lunasi hutangnya 2 Minggu lagi tidak boleh telat lagi, kalau tidak maka, kami akan mengakuisisi saham 60% di perusahaan ayahmu sesuai dengan perjanjian", ujar Dewi.
" Maaf, kalau mengkhayal jangan terlalu tinggi nanti jatuhnya sakit, pamanku Petinggi di RPS Group Company, dan merupakan orang kepercayaan Pemilik Perusahaan, bisnis itu butuh relasi, yang ada kalian di omelin sama orangtua kalian, asal kalian saja ayahku termasuk kontraktor dan supplier bahan yang cukup baik dan berkualitas, jadi orangtua kalian akan lebih memilih kerjasama dengan kami", ujar Bert dengan PD nya.
" Baiklah, lihat saja besok apa yang akan terjadi", ujar Dewi.
" Dek, keluarga gadis itu adalah supplier pakaian seragam sekolah kita di Surabaya dan Jogjakarta, bayangkan saja mereka dapat untung berapa tiap tahun dari sekolah Kita", ujar Friska.
" Saya sudah siapkan pemutusan Kontrak dengan mereka, karena sudah semakin tidak berkualitas konveksi mereka dan lagi, memanfaatkan kontrak itu, mereka meminjam modal dan membuat seragam sekolah lain dengan harga lebih murah dan kualitasnya lebih bagus, itu namanya penghinaan, lagian aku juga sudah menemukan konveksi yang bisa lebih baik dan juga aku sudah mengenalnya ", ujar Ranti.
" Kapan kontrak itu berakhir?" tanya Friska.
" Akhir bulan ini, setelah mereka menyelesaikan kontrak terakhir, dan tidak akan di perpanjang lagi", ujar Ranti.
" Hahahaha, baguslah kalau begitu, memangnya setiap tahun kita membeli berapa potong pakaian seragam ke mereka ?" tanya Friska.
" Sudahlah, mari kita pulang, percuma ngobrol dengan dengan orang yang hanya mengandalkan uang orang tuanya", ujar Mercy menyambung pembicaraan mereka.
" Sudah-sudah, mari kita pulang, Salma dan Armando sudah Lelah, ujar Dewi.
Mereka meninggalkan ke-tiga orang Sombong itu dengan santainya, dan menuju ke mobil Alphard yang kemudian langsung bergegas keluar dari area parkir gedung.
Sementara ketiga orang sombong itu terlihat gugup antara percaya atau tidak, tapi mereka bergaya seperti biasa ketika orang tua mereka memanggil.
* Pembelian lahan di Lampung sudah selesai tadi sore, dengan nilai 25 triliun dan 25 milyar, dan sudah di bayar, dan Tuan mendapat Pengembalian 75 triliun dan 75 milyar, sudah Rose tambahkan ke rekening Tuan", Ujar Rose.
" Kalau begitu Minggu depan setelah saya dari Cirebon, saya akan kesana dan kita mulai pembangunannya, agar bisa berproduksi tepat waktu krisis", ujar Ranti.
* Baik Tuan, cita- cita anda sangat mulia, dengan senang hati Rose akan membantu", ujar Rose.
" Terimakasih Rose".
Mercy memasukkan mobil langsung ke parkiran baru mereka turun dan masuk ke dalam rumah, terlihat hanya Bu Likha dan Mang Dul yang menyambut mereka.
Ketika sampai di kamar masing-masing, Ranti segera membersihkan dirinya dan membaca laporan keuangan dari seluruh Perusahaannya, pergerakan perusahaan Ranti berjalan seimbang, Laporan Frenly yang baru memegang perusahaan baru, yaitu RPS Group Development and Building Property Indonesia, GDBPI, sangat memuaskan.
Walaupun belum menunjukkan progres penjualan, tapi minimal dalam Waktu singkat, para customer sudah kembali percaya, secara mereka di tinggalkan oleh Narendra Land Property, mereka takut uangnya hilang, tapi dengan pendekatan dan penjelasan yang ramah akhirnya para customer sadar bahwa benar ada pengalihan pemilik dan perubahan nama perusahaan, tapi hak mereka tetap ada, hanya saja ada perubahan Dokumen yang harus mereka tanda tangani.
Tak terasa waktu sudah pagi, kembali Ranti mengantar Salma dan Armando kesekolah, karena hari ini juga ada rapat terakhir Ranti dan teman- teman sekelas nya untuk keberangkatan besok ke Singapura.
" Salma, Armando", nanti kalian berdua di jemput Pak Jumono, soalnya kakak ada kerjaan, ujar Ranti.
__ADS_1
" Ia kak, tapi nanti kami mau jenguk Mora, Salma sudah janji kalau tiap hari akan datang", ucap Salma.
" Ia, itu namanya teman yang baik, tapi ingat jangan bersedih, percayalah kakak akan mengobatinya", ujar Ranti.
" Salma Percaya sama kakak, Mora juga sudah tahu, jadi dia tidak sedih lagi, hanya saja sekarang tubuhnya gosong, Salma ingin ketawa tapi kasihan dia teman terbaikku", ujar Salma.
" Kenapa Salma ingin ketawa", tanya Ranti.
" Pipinya putih bersih, tapi badannya hitam gosong, jadi lucu juga lihatnya, Mora saja kemari ketawa melihat badannya yang gosong, apalagi hari ini mungkin sudah lebih kering lukanya", ujar Salma.
" Kamu itu, teman yang lagi susah di ketawain", ujar Ranti.
" Mora sendiri mentertawakan dirinya, dan dia bilang kalau badannya kayak ikan goreng, jadi Salma dan kak Armando jadi ketawa", ujar Salma sambil melihat ke arah Armando yang ketawa.
" Benar itu kak, Armando sampai mau kentut kemarin, gara-gara omongan Mora, dia sangat percaya kakak akan mengobatinya, makanya dia lebih tenang dan banyak bercanda", ujar Armando.
" Ya sudah, Ayi kita ke kelas, belajar yang rajin ya sayang, ucap Ranti sambil mengecup pipi kedua adiknya itu.
" Selamat Pagi nak Ranti, sapa Bu Indarwati.
" Pagi juga Bu, ucap Ranti sambil mencium tangan tanda sopan.
" Ibu hari ini ada rapat di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, mau ambil beberapa dokumen disana, dan juga mau menjawab beberapa pertanyaan dari pihak dinas pendidikan terkait sistem pembelajaran sekolah kita, mereka kuatir kita tidak sanggup mendidik anak-anak dengan jumlah yang besar", ujar Bu Indarwati.
" Jawab apa adanya saja, jika mereka masih tidak percaya, undang saja ke sekolah kita", ujar Ranti.
" Tidak usah Nak, ibu sudah membawa flashdisk berisi video, dan juga aplikasi pembelajaran di sekolah kita, Aplikasi kita banyak di minati oleh sekolah lainnya, makanya mereka ingin melihatnya", ujar Bu Indarwati.
" Perlihatkan saja, tapi katakan kepada mereka bahwa aplikasi ini tidak di jual, kalau mereka mau mendapatkan Aplikasi ini, harus memenuhi syarat dari kita", uang Ranti.
" Baiklah Nak, aplikasi ini salah satu keunggulan kita, bila anak tidak masuk sekolah karena sakit atau ikut orang tuanya ke luar kota, mereka masih bisa berinteraksi dengan teman-temannya lewat Video, bahkan sekarang para orangtua murid sangat bahagia, karena Kartu pelajar kita berfungsi menjadi kartu debit untuk jajan dan bayar SPP, serta buat absen", uang Bu Indarwati.
" Baiklah Bu, saya percayakan semua kepada ibu dan hati-hati di jalan", ujar Ranti.
Ranti menuju ke mobilnya dan pergi ke kompleks SMA, disana terlihat Tiara sudah datang di antar oleh Robin.
" Waduh, pagi-pagi kakak dan kakak ipar ku sudah pacaran", sapa Ranti sambil mencium tangan Robin.
" Kamu itu, pagi-pagi sudah meledek kami, ujar Robin.
" Hahahaha, abisnya pagi-pagi Kakak sudah mengantar nya ke sekolah, kan adikmu yang masih jomblo ini jadi tambah ngenes", ujar Ranti dengan berpura-pura sedih.
" Bisa aja kamu berpura-pura seperti itu, tapi dek kakak lupa sarapan, kita cari makan di kantin saja dulu, ujar Robin.
" Ayo, kata Ranti antusias.
" Tiara, bagaimana suasana rumah baru kalian?" tanya Ranti
" Lebih terasa nyaman, makanya aku bilang ayah agar kita jangan buru-buru kembali ke rumah lama walaupun sudah di renovasi", jawab Tiara.
" Baguslah kamu nyaman, lagian kelewatan banget saudara- saudara ayahmu itu, tapi baguslah kedepannya mereka tidak lagi mengganggu kalian", ujar Ranti.
" Tapi apa benar kamu mau menarik seluruh saham kamu di perusahaan mereka?" tanya Tiara.
" tidak hanya akan menggertak mereka, karena perusahaan mereka itu sebenarnya kuat, tapi mereka terlalu serakah, aku masih memandang Ayahmu, biar bagaimanapun setelah beberapa kejadian yang mereka alami, setidaknya, ayahmu tidak tega saudaranya jatuh miskin, itulah hebatnya Ayahmu", ujar Ranti.
" Biar bagaimanapun mereka adalah saudara ayahku, tapi jujur saja aku sudah tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi, biarlah jika mereka masih memiliki perusahaan itu, tolong jangan buat mereka bangkrut total", ujar Tiara.
__ADS_1
" Saya tidak akan membuat mereka bangkrut, Perusahaan itu rencananya mau ku berikan kepada kalian berdua, jadi kalian yang mengontrol mereka, biar mereka tidak bisa macam-macam, tapi dengan syarat kalian berdua jangan akrab dengan mereka, anggaplah mereka orang lain, dan seluruh dokumen penting masukkan ke Cincin Ruang kalian, ujar Ranti.
" Ia semua barang penting sudah ku simpan dalam Cincin Ruang yang kamu berikan", ujar Tiara.