
Selesai sudah proses Penyempurnaan seluruh skill, Efisiensi Energi, Kecerdasan, Kecepatan, Ketepatan dan Ketahanan.
Saatnya Ranti memulai pembelian dan pelatihan Kitab Hukum Ruang dan kitab Hukum Waktu.
Dia harus bersabar dan tabah, menjalani Proses Pelatihannya, tujuannya adalah berkumpul bersama orang tuanya, bibinya dan sepasang pengasuhnya.
" Rose tolong cari tau, apakah Bibi pengasuhku memiliki keturunan atau tidak", tanya Ranti
* Baik Tuan, tapi ada baiknya coba di tanyakan ke Ibu Yolanda siapa tahu, dia pernah mendengar cerita dari sepasang suami istri pengasuh Tuan.
Sementara Ranti berdiskusi dengan Rose, aplikasi Mata Dewa memberikan informasi bahwa, Ferdiansyah Setiawan sudah memerintahkan anaknya Aquino, untuk mendekati Pemilik RPS Group Company.
" Pantau lokasi Aquino, aku ingin menangkapnya, selanjutnya Aquinas dan terakhir Aquila.
" Aquila masih berada di Amerika Serikat, balas teks Aplikasi Mata Dewa.
" Kalau begitu nanti Minggu depan saya mau Singapura.
" Rose, bagaimana menurut kamu, apa sudah seharusnya aku ke Singapura menangkap Aquinas Setiawan", tanya Ranti
" Sudah semestinya, jika kedua anak laki-laki Ferdiansyah tertangkap, itu akan melemahkan kekuatannya, tapi untuk Aquila, saran Rose di berikan kesempatan kedua, kejahatannya timbul karena ayahnya memperlakukan keluarga Nona dengan biadab.
* Rose sudah melihat masa lalunya, saat berusia 7 tahun nona lahir, setiap hari dia datang melihat Nona, apalagi dia sangat di sayang oleh ibumu.
* Dia jadi sombong dan semena-mena kepada orang lain hanya menutupi kekosongan hatinya, memang Rose tidak terlalu mengerti isi hatinya, tapi di depan matanya, ayah Tuan di hajar habis-habisan dan saat ibu tuan tertangkap, dialah yang selalu membawa makanan, yang saat orang tua Tuan, hanya di kasih makan sehari sekali.
* Tuan bisa mereprogram otaknya agar kembali normal, tapi semua tergantung Tuan, rose hanya memberi saran saja
* Aquino dan Aquinas, Absolute Supreme Divine, sudah meminta Rose untuk menyampaikan kepada Tuan, untuk menghukum mereka, tuan tidak diijinkan membunuh 2 orang itu, tapi wajib di hukum di pengasingan selamanya.
" Carikan pulau di sekitar Australia, aku akan memberi mereka Ruang Dimensi kecil untuk bercocok tanam dan beternak, bagaimana Rose
* Saran Rose, letakkan saja mereka bersama ruang dimensi di gua yang akan tuan datangi untuk mengambil hartanya, pintu guanya tuan segel, ucap Rose
" Bagus, aku ikut saja idemu Rose, kalau mereka aku bunuh, terlalu enak buat mereka, jadi biarkan saja mereka hidup dalam ruang Dimensi, bila perlu 100 tahun mereka tersiksa di sana", ujar Ranti
* Rose akan mengatur nya, waktu di ruang dimensi itu tidak akan berpengaruh buat umur mereka, 20 atau 25 tahun kemudian mereka Aquino dan Aquinas di lepas, mereka sudah tidak bisa apa-apa, apalagi Tuan menghapus ingatan mereka, juga Aquila, jadi kedepannya mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
" Kenapa mereka berdua tidak boleh di hukum mati" ? tanya Ranti
* Biar bagaimanapun mereka adalah saudara sepupu Tuan, itu alasan Absolute Supreme Divine, meminta agar mereka hanya hukum saja, hapus semua yang berkaitan dengan Setiawan, Toh sampai hari ini, orang tua Tuan masih hidup, tapi kalau Ferdiansyah dan istrinya wajib di hukum, begitu juga keluarga istrinya, tuan harus membuat mereka miskin", Ujar Rose
* Banyak yang akan tuan bereskan, dan semakin kedepan, akan semakin bertambah berat, 18 tahun adalah umur kematangan Tuan, dan Rose berharap di umur 18 Tahun, tuan sudah berada di level 9, tahap Berlian.
" Baiklah, jangan kuatir, setelah aku bertemu dengan orangtuaku, silahkan padatkan misi untukku agar dapat mengejar Poin, agar bisa mencapai target, bila Perlu Tahap Berlian level 9 Puncak",
* Baik Tuan, tenang saja", ujar Rose.
" Rose, kenapa badanku terasa sangat berbeda sekarang", tanya Ranti
* Hahahaha, tuan belum sadar ya, saat ini tuan bukan manusia biasa, tubuh tuan biar hancur sekalipun tidak akan bisa membuat Tuan mati, kecuali Rose yang membunuh Tuan" , ujar Rose.
" Hahahaha, keasikan ngobrol dengan kamu, membuat aku lupa", Ujar Ranti
* Tapi ingat jangan sombong dan selalu rendah hati ", Ujar Rose
" Baik Rose, aku akan mengingatnya ", jawab Ranti.
* Sekarang berpakaianlah Tuan dan istirahat", Ucap Rose.
" Terimakasih Rose"
* Satu lagi Tuan, mulai saat ini Tuan tidak lagi mengerjakan misi mingguan, polanya di ganti dengan setiap hari Tuan harus berbuat kebaikan, kerjakanlah selesai tuan pulang dari sekolah, besar atau kecil yang tuan lakukan, yang dihitung adalah niat tuan mengerjakannya", ujar Rose.
* Absolute Supreme Divine, menghadiahkan kepada Tuan, 1 Triliun Poin Pengabdian, khusus untuk perjalanan Tuan berbuat baik dan nilai 1 Poin Pengabdian sebesar 100 juta. sekali ini Poin Pengabdian ini, bukan untuk Tuan, Absolute Supreme Divine, ingin agar tuan tidak mengeluarkan harta tuan yang ada sekarang dan nanti, Apa tuan mengerti maksudnya" , tanya Rose.
" Saya mengerti, tapi bagaimana cara saya memberikan kepada yang membutuhkan", tanya Ranti
* Gampang saja, Jika ingin mentransfer ke rekening yang membutuhkan, tuan tinggal bilang berapa poin yang akan di tukar, dan perorang maksimal 100 poin atau 10 milyar rupiah. Poin Pengabdian ini khusus untuk negara Tuan artinya hanya di tukar dengan rupiah saja.
__ADS_1
" Baik aku mengerti, terimakasih sudah memberikan saya modal untuk berbuat baik", ucap Ranti
* Setiap orang Tuan hanya di wajibkan untuk membantu 1x saja, Poin Pengabdian ini tidak bisa di berikan 2x kepada orang yang sama", Ujar Rose.
" Aku mengerti, maksud Rose "
Keasikan berdiskusi, hingga Ranti, jam sudah menunjukan pukul 1 Dini hari. Akhirnya Ranti beristirahat, saat ingin berbaring, aplikasi Mata Dewa memberikan informasi, bahwa hari ini jadual update sistem keamanan di seluruh perusahaan Ranti.
" Lanjutkan", Perintah Ranti
" Baik", jawab Aplikasi Mata Dewa.
Baru saja mau terlelap, pintunya di ketuk, Ranti beranjak dari kasur dan membuka pintu, ternyata Yati dan Salma, dia melihat Salma menangis
" Ada apa sayang, ada apa?, tanya Ranti
" Salma mimpi di kejar-kejar orang", ucapnya
" Ya sudah sini tidur dengan kakak saja", ucap Ranti sambil menggendong Salma
" Maafkan Salma, menggangu istirahat kakak", ucap Salma
" Tidak apa-apa, ayo tidur nanti kakak peluk ya, cup.. cup", ucap Ranti sambil mencium jidat Salma.
Saking nyaman nya mereka berdua baru bangun 7 pagi, dan Ranti bergegas cuci muka dan sikat gigi, sedangkan Salma, kembali ke kamarnya.
Ranti turun ke lantai bawah, dan meminta di buatkan susu coklat dan Roti Bakar.
" Hari ini apa rencana kalian semua", tanya Ranti
" Kami berdua kembali ke Jogjakarta, ada kuliah pagi besok, jadi Rencananya kami pulang mau naik mobil saja", ucap Renita
" Kenapa harus naik mobil', ucap Ranti
" Mau coba jalan tol dan bagaimana rasanya membawa mobil sport", jawab Renata
" Apa kalian satu mobil atau dua mobil tanya Darel
" 2 mobil, aku bawa Ferrari LaFerrari, sedangkan Renita bawa Koenigsegg Regera, semua sudah di siapkan, ban mobil baru dan oli barusan ganti, untuk cadangan Pertamax Turbo sudah 20 liter, takutnya kehabisan bensin, hahahaha, tawa Renata
" Baguslah, tapi nanti hati-hati di jalan", ucap Ranti
" Kami juga paling tidak menggeber mobil hingga batas maksimal, paling 100 Hinga 150 km perjam, ukuran sedang untuk mobil sport", ucap Renita.
" Berangkat jam berapa nanti", Tanya Friska
" Jam 10 nanti, biar sampai rumah masih sore, agar besok pagi tidak terlalu capek", ucap Renita.
" Nanti bawa bekal saja, agar tidak terlalu sering berhenti, ucap mereka berdua.
" Baiklah, kalau aku dan Sonia besok pagi, soalnya kami kuliahnya jam 2 siang, jadi nanti dari bandara langsung ke kampus", ujar Darel.
" Kak Vanya juga besok ikut dengan Darel atau bagaimana ", tanya Rindu
" Bareng dengan Darel saja, agar besok masih sempat belanja perabotan untuk Rumah", Ucap Vanya.
" Maaf kak, kami gak bisa mengantar kalian, ucap Friska
" Tidak apa-apa, lagian juga kakak disana paling semingguan, terus ke Magelang, mau tinggal sebentar dengan orangtua, barusan ada kabar, orangtua Tristan datang ke rumah orangtuaku", ucap Vanya
" Lalu bagaimana, apa kakak mau kembali melanjutkan pernikahan kalian", tanya Mercy
" Ya enggaklah, Apalagi dia tahu sekarang kakak sudah kasih uang banyak sama Ranti, bisa-bisanya dia ikut menikmati, dan lama-kelamaan minta buat orang tua", Ujar Vanya
" Semua tergantung kakak, kami hanya ingin yang terbaik buat kakak, lagian kakak juga masih mudah, Ujar Friska.
" Mending kakak menikmati hidup sebelum masuk kuliah, kakak ingin belajar banyak hal, dan untuk dirumah paling kakak hanya ambil 1 pembantu untuk bantu kakak beresin rumah, toh rumahnya gak besar, seminggu sekali pakai jasa bersih rumah juga potong rumput sebulan 2 kali, jadi gampang lah, apalagi disana kakak ada tanggung jawab, membantu mengawasi semua perusahaan, kalau bosan tinggal naik kereta atau pesawat datang kesini, ujar Vanya.
" Aturlah sesuai rencana kakak, asal kakak harus bahagia, jangan bersedih lagi, ucap Rindu
__ADS_1
" terimakasih, kalian memang yang terbaik, syukur kepada Tuhan, kakak bisa bertemu kalian lagi", Ujar Vanya
" kak, di samping unit apartemen aku, ada yang kosong, belum laku hingga saat ini, harganya 5 milyar, 3 kamar, kalau kakak malas atau bosan tinggal PIK 2, kakak bisa di apartemen, biar Sonia ada temannya kalau aku kuliah beda jam dengan dia, bagaimana? tanya Darel
" Bagus itu, jadi kalau kita Jakarta tak perlu sewa hotel, juga mobil", ucap Ranti
" ya sudah besok kakak urus, ucap Vanya
Asik berbincang di meja makan ternyata sudah jam 9 Pagi, tiba-tiba Ranti mendapat telpon dari ayahnya Suryani, bahwa ada ratusan preman datang mengganggu di proyek, Security bantuan baru dalam perjalanan.
" Baik pak saya segera kesana" ujar Ranti
" Maaf kakak-kakak, aku harus ke proyek yang di pinggir pantai, ada masalah sedikit yang harus ku bereskan" Ucap Ranti
" Kami temani kamu kesana, ucap Darel dan Rindu bersamaan
" Gak usah, hanya masalah kecil saja, jadi jangan kuatir, kan Tim Keamanan banyak Disana, ucap Ranti.
" Oh ya sudah, tapi kalau masalahnya rumit hubungi kami ya, ucap Darel
" Pasti", ujar Ranti sambil ke kamarnya untuk berganti pakaian.
40 menit kemudian Ranti sudah mulai memasuki area proyek, Ranti melihat Tim Security yang lain sudah terkapar, tinggal beberapa anggota Tim Keamanan Awal yang masih bertahan, termasuk Pak Sumadi yang sedang bertarung.
" Siapa kalian, seenaknya mengganggu di proyek saya..! teriak Ranti dan langsung mulai menghajar, Para preman, Suryani dan ibunya terlihat abis di pukul juga, begitu juga ayahnya Suryani.
" Kamu yang siapa, ngaku-ngaku proyek ini milik kamu, apa kalian tidak tahu lahan ini, milik bos kami dan sudah seharusnya proyek ini berhenti" Ujar Kepala preman
" Tunjukkan bukti kalau lahan ini milik bos kamu, kalau tidak ada bos kami juga akan ku Hajar", sengit Ranti
" Hahahaha, kamu lihat saja mereka saja tidak mampu melawan kami, apalagi kami anak kecil, teriak preman itu dengan sombongnya
" Siapa bos Kalian"? tanya Ranti
' Bos kami keluarga William dan Setiawan dari Jakarta, serta Sumitro, apa kamu masih berani melawan mereka? ujarnya dengan percaya diri
" Hahahaha, kalian hanya 200 orang, tidak keluar keringatku menghajar kalian, dan kamu sendiri jangan salahkan saya, jika kaki dan tangan kamu semua patah", sengit Ranti
" Serang gadis itu, tangkap dan telanjangi dia", Perintah Kepala Preman
" Hahahaha, ayo kalau kalian mampu", ujar Ranti, sambil mengaktifkan Armor Transparan,
" Nona Muda, teriak Pratikno, biar kami saja yang menghadapi mereka", teriak Pratikno yang masih bertahan
Dia bersama Pujiono terus menerus menahan serangan, terlihat juga Wawan dan pak Sumadi, terlihat sudah mulai kelelehan.
" Kalian istirahat dulu, minum ini", ujar Ranti memberikan air mineral yang bercampur air surgawi.
" Tapi Nona Muda", ucap Pujiono
" Urus semua anggota kita bawa ke tempat aman semuanya, aku masih. Isa mengalahkan mereka ! cepat urus teman-teman yang lain, teriak Ranti
Ranti langsung menyerang, dengan indahnya Ranti mengeluarkan jurus Tai Chi, meninju, menendang semuanya tepat sasaran, bugh brakk
Arkhhh... arkhhh teriakan memilukan mulai terdengar tulang bergeser bahkan patah, Ranti mengerahkan 30 % tenaga nya agar tidak ada yang meninggal dunia.
Arkkkhhh... arkhhh arkhhh, para preman sudah mulai tumbang, pak Sumadi dan yang lain sibuk mengangkat para security yang pingsan dan di pindahkan ketempat yang aman.
Bugh Bugh Bugh Bugh, brakkk... arkhhh... lagi -lagi terdengar teriakan-teriakan kesakitan dari para preman
Para preman mengeluarkan senjatanya, parang dan pipa Besi, Ranti dengan lincah menghindar dari tebasan pedang yang membabi-buta, seketika dia menangkap dua orang yang memegang pedang dan langsung di rampasnya, tring tring sreeeeet, pedang berada dengan pedang dan pipa besi
Pertarungan yang sangat berbeda jumlah tapi tidak membuat Ranti gentar, dia maju terus, belum ada yang menyentuhnya
Ranti maju, menuju ke pemimpin preman, sudah lebih 50 orang preman yang tumbang, napasnya Masih teratur
Para preman sudah membuat lingkaran agar Ranti tidak bisa lolos, tapi sayang, mereka justru akan menjadi sasaran empuk jarum Ranti
" Keluarkan jarum pelumpuh saraf sekarang, dengan cepat jarum-jarum itu mengenai paha para Preman, dan dalam sekejap lapisan pertama lingkaran para preman tumbang tak bergerak.
__ADS_1