SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membalas kebaikan warga


__ADS_3

Para perusuh, terkejut melihat mobil komando dan sejumlah bus telah rusak, motor-motor mereka juga rusak dengan tiba-tiba.


Ranti, Rindu, Friska dan Mercy masih berada di gerbang, bersama para pengurus dan Pak RT serta Pak RW.


" Kami akan melakukan pengusiran paksa jika kalian tidak mau pindah baik-baik", ancam mereka.


" Silahkan saja kalau kalian mampu, bila perlu panggil semua teman - teman kamu", ujar Ranti memprovokasi.


" teman - teman semua mati kita hancurkan Panti Asuhan ini, mereka dengan sengaja tidak mengindahkan keberadaan kita disini", teriak Pemimpin itu


Ranti dan ketiga kakaknya sudah bersiap, Ranti menyuruh semua pengurus Panti, untuk mundur dan berjaga di pintu panti, begitu dengan pak RT dan RW, agar segera membawa warga mundur.


Ranti juga menghubungi Kapolda agar menurunkan anggota polisi. Ranti dan ketiga kakaknya sudah pasang kuda-kuda dan siap bertarung.


" Hahahaha, hanya kalian berempat saja yang mau menghadang kami", teriak mereka.


" Majulah jika berani, ujar Rindu"


" Hei Nona cantik mendingan kamu jadi saya saja, ujar salah satu perusuh yang persis berhadapan dengan Rindu.


Dengan. cepat Rindu langsung menampar laki-laki itu hingga tersungkur, bahkan giginya copot.


" Laki-laki lemah dan pengangguran mau menikahi saya, hahahaha mimpi aja kamu", ejek Rindu.


" Kasihan gigi sampai copot tapi bayarannya cuma 100 ribu, makanya kerja yang bener", ejekan uang sungguh menohok dari Mercy.


" Teman kita telah dipukul mereka,ayo serang", ujar pimpin mereka, memprovokasi massa


Mereka berempat tak memberikan ampun, siapapun yang maju langsung di hajar, rata-rata gigi pada copot.


Massa semakin beringas, keempat bersaudara juga makin beringas, akhirnya terjadilah pertempuran, warga dan pak RT serta pak RW terkejut melihat aksi Ranti dan kakak-kakak nya bertarung.


" Tak disangka keempat Nona Muda itu ternyata sangat hebat bertarung", ujar pak RT.


Pertarungan masih berlanjut, ketiga kakaknya Ranti terlihat sangat bersemangat menghajar para perusuh itu.


Ranti juga tak mau berlama-lama, dengan cepat dia segera menangkap para perusuh, dan membiarkan Rindu mengeksekusinya, alhasil banyak perusuh yang mengalami lebam dan gigi pada copot dan ada yang hidungnya patah karena kena tendangan.


Ranti menangkap pemimpin aksi itu dan segera di hajar tanpa ampun dan langsung di ikat dan di seret ke lapangan, begitu juga para kaki tangan pemimpin itu, mereka para korlap dan pencari massa.


" Bagiamana apa masih lanjut bertarung, lihat pemimpin kalian sudah kami tangkap, Yakinlah Sebentar lagi kalian juga akan tertangkap", tegas Ranti.


" Dasar lemah, hanya bikin kami bosan bertarung dengan kalian", ejek Friska.


Akhirnya pihak kepolisian tiba di lokasi, para anggota polisi segera mengamankan para perusuh itu beserta korlap mereka.


" Terimalah pak Komandan sudah datang, ini dalangnya, dia warga Jakarta, Pokok Perusahaan Pengelola Jaringan Rumah Sakit, dia menginginkan lahan kami, bahkan dia tidak pernah menemui kami untuk bicara soal lahan ini, dan ini broker lahan, dia sebagai sebagai perantara untuk mencari massa, dan ini orang Surabaya yang bekerja sama dengan pemilik Perusahaan itu, sekarang dia tinggal di Jakarta", ujar Ranti memberikan keterangannya.


" Baik Nona, kami akan segera memprosesnya, untuk kami permisi, dan kami meninggalkan 6 anggota untuk berjaga Disni", ujar Komandan Polisi itu dan beranjak dari panti bersama ratusan perusuh itu.


Polisi segera berkoordinasi agar segera menangkap broker yang menjabat sebagai perantara.


Sepeninggalan para kepolisian dan lara perusuh itu, Ranti segera memesan nasi Padang untuk semua warga yang membantu panti Asuhan.


Pak RT, tolong catat semua warga yang hadir membantu Panti Asuhan Charity hari ini, saya sangat berterimakasih kepada kalian ibu-ibu semuanya", ujar Ranti.


" Sama-sama Nona Muda, kami semua ikhlas membantu panti asuhan sebagai balasan kebaikan panti asuhan Charity kepada kami, anak-anak Panti rutin membantu dalam dalam acara kerja Bhakti, dan juga sering kami tidak bayar dalam saat berobat di klinik, bahkan para ibu-ibu hamil dan balita selalu mendapatkan makanan tambahan gratis", ujar seorang warga.


" Sesama manusia kita harus saling menopang, dan kami juga ingin menjadi bagian penting di lingkungan ini,sama halnya dengan. seluruh warga sekitar yang telah menjadi bagian penting dari Panti Asuhan Charity", ujar Ranti dengan bijak.


Sementara di pihak lainnya, sang broker lahan dan juga perantara dari pihak Pemilik Perusahaan pengelola Jaringan Rumah Sakit, sudah di amankan polisi, Dia juga yang menghubungi ketua dari para perusuh.


Di Jakarta, Pihak perusahaan sudah mendapatkan laporan bagian keuangan bahwa saat ini kas perusahaan telah kosong, dan yang mengosongkan keuangan Perusahaan dari bank adalah permintaan dan seluruh dewan direksi dan Pemilik perusahaan.


Mendapat laporan dari bagian keuangan tentang kondisi keuangan perusahaan, membuat pemilik itu menjadi sangat marah, dia dan para Direksi tidak pernah melakukan itu.


Lebih terkejut lagi sang pemilik itu saat mengecek saldo pribadi miliknya yang kini hanya tersisa 100 ribu rupiah.


Mau tidak mau dia menghubungi Pihak Bank, dan seperti biasa pihak bank memiliki data yang akurat, bahwa pemilik itu sendiri yang mentransfer seluruh uangnya ke bank Virtual atas nama dirinya.


Suasana di Panti Asuhan Charity kini sudah tenang, para warga sedang berbincang-bincang dengan santainya.

__ADS_1


" Ibu-ibu semuanya, sebagai tanda terimakasih dari kami, kami memberikan kepada ibu-ibu semuanya modal usaha dan pendampingan usaha, agar kelak kehidupan ibu-ibu dan keluarga bisa lebih baik dan lebih sejahtera, saya juga akan merenovasi seluruh rumah ibu-ibu semuanya jika itu adalah rumah pribadi", ujar Ranti.


" Nona Muda, kami sudah banyak di bantu oleh Panti Asuhan Charity, jadi kami malu jika kami berikan sesuatu lagi dari Panti Asuhan", ujar mereka.


" Tidak apa-apa ibu-ibu, tolong di terima dengan ikhlas, karena kami juga ikhlas memberikannya, siapa tahu di masa depan justru berbalik ibu-ibu semuanya yang akan membantu kami", ujar Ranti.


" Ibu-ibu semuanya, terimalah pemberian dari Nona Muda, dan jadikan sebagai modal usaha", ujar Pak RW.


" Baiklah Nona Muda dan pak RW, kami janji jika usaha kami berhasil, mohon ijinkan kami memberikan sumbangan bagi Panti Asuhan Charity", ujar seorang ibu-ibu.


" Kami ijinkan, asalkan memang usaha ibu-ibu sudah maju", ujar Ranti.


Bu Farida dan pengurus lainnya bersyukur, tindakan mereka yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga ternyata mendapatkan balasan kuarbisa dari warga.


" Ibu-ibu saya sebagai Ketua Panti Asuhan sangat terharu dengan ketulusan ibu-ibu semua, hari telah terbukti, bahwa kalian membalas kebaikan kami yang sedikit dengan kebaikan kalian yang sangat besar, terimakasih banyak", ucap Bu Likha.


" Pak RW dan Pak RT, apa keinginan kalian untuk warga disini?" tanya Ranti.


" Kami hanya ingin perbaikan jalan gang kami yang sudah rusak, kami juga ingin merenovasi taman bermain anak-anak", ujar pak RT.


" Baiklah, Pak RT ini tugasmu, kumpulkan warga di RT ini besok pagi nanti kita bicarakan soal pembangunan 2 bidang ini", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, saya akan kumpulkan mereka semuanya", ujar RT.


" Tapi apa lahan taman bermain itu milik pemerintah atau milik pribadi? tanya Ranti.


" Milik saya Nona Muda, ujar Pak RW.


" Baiklah kalau begitu, tapi bagaimana jika lahan itu saya beli dan hibahkan untuk di jadikan Taman Bermain selamanya?" ujar Ranti.


" Silahkan saja Nona, anak-anak saya semuanya sudah memiliki rumah masing-masing, jadi tidak masalah", ujar Pak RW.


" Berapa luasnya, dan apakah sertifikatnya ada, serta berapa harganya?", jangan kuatir kita profesional saja mengatur jual belinya", ujar Ranti.


" Luasnya 5000 meter, hitung saja sesuai harga pasaran dan kurangi 25% dari harga pasar tersebut", ujar Pak RW.


" Baiklah kalau begitu", hari Senin orang saya akan datang mengurusnya, dan tolong ajak Pak Lurah agar beliau bisa jadi saksi untuk proses hibah juga", ujar Ranti.


" Pak RT, segera cari siapa yang bisa bekerja untuk pembangunan Taman Bermain anak-anak, dan untuk jalan gang, saya mau di kerjakan oleh warga sendiri, bagaimana?" tanya Ranti.


" Untuk Jalan gang, kita akan gunakan Tri mix agar lebih awet", ujar Ranti.


" Dan ini, untuk pak RT dan Pak RW, sedangkan yang ini bagikan ke seluruh ibu yang hadir saat ini, ujar Ranti sambil memberikan Cek masing-masing untuk warga 2,5 milyar dan untuk pak RT dan Pak RW masing-masing 5 milyar.


" Astaga Nona muda ini sangat banyak", ujar Pak RT.


" Tidak apa-apa, saya ingin warga sekitar Panti juga hidup dengan layak, fan saya hanya meminta, agar membantu Panti Asuhan Charity jika ada masalah", ujar Ranti.


Ke lima puluh ibu-ibu itu berdiri dan membungkuk berterimakasih, mereka tidak menyangka perbuatan mereka hari ini akan mendapatkan balasan yang sangat besar.


" Apakah rumah yang kalian tempati adalah milik sendiri?" tanya Ranti.


" Hanya saya yang ngontrak, karena rumahnya di sita rentenir, tapi karena sekarang sudah punya uang dari Nona Muda, jadi bisa saya tebus", ujar ibu-ibu itu


" Berapa utang ibu?" tanya Ranti.


" Di surat perjanjiannya, kalau mau menebus rumah, saya harus bayar 450 juta", ujar ibu itu.


" Hubungi orang itu sekarang dan panggil dia kesini", ujar Ranti.


" Pak RW, tanah di seberang Panti Asuhan itu terlihat kosong padahal sangat bagus di di bangun di Ruko", tanya Ranti.


" Itu milik seorang pengusaha, kasihan dia di tipu temannya hingga hampir bangkrut, akhirnya lahan itu di sita Bank Mandiri, luasnya sangat besar ada 8 hektar", ujar Pak RW.


" Oh begitu, baiklah saya akan coba beli lahan itu dari bank Mandiri, ujar Ranti.


Tak lama berselang, si rentenir itu datang bersama para anak buahnya.


" Ada apa ibu memanggil saya, apa ibu sudah punya uang untuk menebus rumah ibu?" tanya rentenir itu.


" Saya yang meminta anda datang dan saya yang akan menebusnya?" ujar Ranti.

__ADS_1


" Oh apakah kamu punya uang 450 juta untuk membayar rumah itu ?" ujar rentenir itu meremehkan Ranti.


" Tunjukkan saja sertifikat rumah itu dan surat perjanjian utangnya", ujar Ranti.


" Hahahaha, asal kamu tahu, jika kamu ingin menebusnya harus dengan dendanya sebesar 100 juta dan ongkos kami kesini 50 juta, berarti totalnya 600 juta", bagaimana?" ujar rentenir itu.


" Tidak masalah, tunjukkan saja sertifikat dan surat perjanjian hutang ibu itu", tegas Ranti.


" ini sertifikatnya, tapi surat perjanjian hutangnya saya tidak membawanya", ujar rentenir itu yang ingin menipu Ranti.


" Oh kamu mencoba menipu saya dengan tidak menyerahkan surat perjanjian hutang, agar kelak kamu bisa menagih hutang kembali dengan alasan kamu masih memegang surat perjanjian hutang ibu itu", sengit Ranti.


" Hahahaha, saya tidak akan menipu apalagi menagih hutang kembali, itupun kalau aku ingat jika ibu itu sudah membayarnya", ujar rentenir itu.


" Oh baiklah, berapa Nomor rekening kamu, dan setelah saya transfer berikan sertifikat rumah ibu itu", ujar Ranti.


" Baik, ini sertifikat Rumahnya", ujar rentenir itu.


Ranti Segera mentransfer uang sebesar 600 juta, dan mengambil sertifikat rumah itu.


" Hutang ibu itu sudah lunas, lalu kapan surat hutangnya di berikan kepada ibu itu?' tanya Ranti.


" Tunggu saja kalau saya ingat", ujar rentenir itu.


" Baiklah", ujar Ranti.


" Drone, buat mobil itu rusak setelah keluar dari Panti Asuhan Charity", perintah Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, cari dimana rumah rentenir itu, dan kuras uang rentenir itu, sisakan uang yang barusan ku transfer tadi", perintah Ranti.


" Baik", singkat Aplikasi Mata Dewa.


" Bu ini sertifikat rumah ibu, dan yakinlah selamanya dia tidak akan menagih hutang ibu", ujar Ranti.


" Karena hari sudah sudah sore, kami mau kembali kerumah kami, jangan lupa besok jam 9 pagi kita kumpul disini lagi, tolong uang yang saya berikan jangan kasih tau ke warga yang lain", ujar Ranti.


Warga dan Pak RW juga RT membubarkan diri dengan hati gembira, kini tinggal Ranti bersaudara bersama dengan pengurus Panti Asuhan Charity.


" Nak Terimakasih sudah membantu Panti Asuhan Charity ini lagi", ujar Bu Farida.


" Sama-sama Bu, kami pasti akan membantu jika ada masalah di panti asuhan Charity", ujar Mercy.


" Ya sudah kami Pamit, besok bilang ke Koki agar buat sarapan yang banyak, dan bantu para Koki untuk menyiapkan nya", ujar Ranti


" Ia kami akan membantu mereka untuk menyiapkannya", ujar Bu Farida.


Ranti dan seluruh saudaranya kembali kerumah mereka, Ranti berencana akan mengambil paksa surat perjanjian hutang ibu itu, di rumah rentenir.


" Tuan, pengurasan harta rentenir itu sudah selesai, totalnya 25 milyar, sekalian dengan laporan pengurasan Harta Pemilik jaringan Rumah Sakit dan perusahaan Totalnya 600 milyar, jadi di tambah dengan Broker Lahan dan rentenir yang barusan, di rekening Virtual tuan memiliki 660 milyar, di kurang dengan pembagian tadi senilai 135 milyar dan 600 juta, jadi saldo tersisa 524 milyar dan 400 juta, lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah, terimakasih", ujar Ranti.


Kini Ranti beserta saudara-saudaranya sudah tiba rumah mereka dan langsung menuju kamar mereka masing-masing dan membersihkan diri.


" Bu Likha, Armando dan Salma kemana?" tanya Ranti.


" Oh mereka katanya ke supermarket Nona dia antar Yati dan Pak Jumono,mungkin bentar lagi kembali, mereka katanya mau beli buah Kiwi, kebetulan stok kita habis dan baru Besok pagi baru di antar Pak Ryan", ujar Bu Likha.


" Baiklah, tolong buatkan teh hijau dan pisang goreng", ujar Ranti.


" Baik Nona, dan apakah Nona muda yang lain juga mau di buatkan teh?" tanya Bu Likha.


" Mau juga Bu, tolong pisang goreng di buat agak banyak ya", ujar Mercy.


" Baik Nona Muda", ujar Bu Likha dan beranjak ke dapur.


Sementara di supermarket DAMKAR, Salma dan Armando sedang asik berbelanja, ditemani Livung dan Aldrin, juga Yati.


" Halo Nona Muda dan Tuan Muda, mau belanja apa hari ini?" tanya seorang Pelayan.


" Saya mau beli Buah kiwi 3 kg dan blueberry 3kg juga itu saja", jawab Salma.

__ADS_1


" baik Nona, nanti silahkan ambil di Kadir Saja saat nona Muda sudah selesai jalan-jalan", ujar pelayan itu.


" Terimakasih kakak pelayan", balas Salma dan beranjak dari situ dan pergi ke bagian lain.


__ADS_2