
Hari ini sungguh sangat merepotkan, Besok aku akan mengeksekusi seluruh bangunan yang ada di lahan ku, sudah numpang, sombong lagi, umpat Ranti.
Sementara Ranti lagi mengumpat, pintu kamarnya terdengar di ketuk, ketika Ranti membukanya ternyata, Armando dan Salma yang mengetuk pintunya.
" Kakak, teriak Salma dan langsung memeluk Ranti dengan senang hati
" Ada apa sayang, gimana dengan orang yang memeras Salma, tanya Ranti
" Yang Salma tabrak, sudah Salma maafkan, dan sekarang kami berteman, Salma memanggilnya Bibi Maryana, tetapi ibu pemilik toko pakaian, Salma sudah usir dari Mall Kita, karena dia memanfaatkan keadaan Salma, orang seperti tidak pantas di maafkan, kata Salma
" Terus kenapa ibu yang Salma tabrak, Salma maafkan, padahal dia sudah mendorong dan memeras 50 juta, pancing Ranti
" Karena bibi Maryana meminta maaf dengan tulus, dia juga menyesal karena perbuatannya, membuat suaminya juga di hukum, dia juga berjanji akan mematuhi hukuman dari kakak, dan paling penting Salma juga salah telah menabraknya jadi bajunya belepotan es krim, jadi Salma maafkan dan seharian ini dia menemani Salma, ujarnya.
" Adik yang pintar, kakak kasih tau Salma, pada dasarnya semua manusia itu baik, tapi Kenapa Manusia itu jadi sombong dan serakah, karena mereka punya sifat iri hati dan juga tinggi hati, apalagi punya kekayaan dan kekuasaan, kata Ranti
" Itu sebabnya kakak selalu melarang kami untuk menjadi orang sombong, padahal kita punya banyak uang, kakak juga berkuasa, kata Salma
" Karena dasar nya manusia itu baik, kakak tidak mau Salma dan Armando memiliki banyak musuh, karena orang sombong pasti banyak orang yang tidak suka, apa Salma mengerti maksud Kakak
" Mengerti kak, kata Salma
" Armando belum peluk kakak, apa karena sudah besar, goda Ranti
" Karena tidak ada orang lain, ya uda Armando peluk kakak, tapi kalau ada teman sekolah, Armando malu, dikiranya Armando manja, hehehehe, ucap Armando dan memeluk Ranti
" Oh gitu ya, apa jangan-jangan kamu sudah punya pacar di sekolah ya, ledek Ranti, ke Armando
" Mana ada, bergaul dengan teman sekelas saja malas, kata Armando
" Kenapa dengan teman sekelas mu, tanya Armando
" Gak apa-apa, Armando kesekolah tujuannya mau belajar, tidak mau kakak kecewa dengan Armando, juga nanti Salma malu punya kakak orang bodoh, jadi Armando harus pintar, biar semua yang Armando sayang tidak kecewa, jawabnya
" Adik pintar, tak sia-sia kakak memilih kalian jadi adikku, kakak bangga dengan kalian berdua, kakak juga bekerja agar kalian berdua tercukupi semua kebutuhan nya, balas Ranti
* Terimakasih kak, sudah menjadikan kami keluarga kakak, jawab merek berdua
" Sama-sama sayang, kakak sangat menyayangi kalian berdua, jadi kakak mohon jangan pernah buat kakak kecewa, ucap Ranti
" kami berjanji, jawab mereka
" Ya sudah, mau kakak mandiin atau mau mandi sendiri, ucap Ranti
" Armando mandi sendiri, adik Salma saja kakak mandiin, kata Armando
" Ayo sayang sini kakak mandiin ya, ajak Ranti ke Salma
Selesai memandikan Salma, mereka ke restoran hotel untuk makan malam, sambil makan mereka berbagi cerita tentang hari ini, tapi Ranti tidak menceritakan tentang pertarungan nya.
Mereka meminta agar Ranti mencabut hukuman kepada ibu Maryana, karena ibu Maryana di rumah kesepian, jadi dia setiap hari akan ke Mall Cempaka, sambil menunggu suaminya pulang, kata Darel
" Baiklah nanti kutelpon Direktur utama Disana agar membatalkan hukuman nya.
" Kakak aku telpon saja bibi Maryana nya, bagaimana, tanya Salma
" Telpon saja, nanti kakak yang bicara, Jawab Ranti
Tak menunggu lama, Bu Maryana langsung mengangkat telpon Salma
" Ada apa Nona Salma, tanya Bu Maryana
" Kak Ranti mau bicara dengan Bibi dan juga Paman Bayu
" Baiklah, bibi panggil paman Bayu dulu ya
Bu Maryana mendengar kalau Ranti mau bicara, jantungnya langsung berdetak dengan cepat
" Halo Nona Muda Ranti, saya Maryana istri Pak Bayu Krisna, ucap Bu Maryana
" Saya Ranti salah satu kakak dari Salma, terimakasih sudah menemani adik saya jalan-jalan, sebagai hadiahnya, uang 50 juta yang sudah di transfer adikku tidak usah di kembalikan dan ibu mulai besok silahkan jika mau ke Mall Cempaka, hukumannya sudah saya cabut, kata Ranti
" terimakasih Nona Muda, saya mohon maaf atas kesalahan saya, tidak apa-apa saya di hukum, tapi tolong jangan suami saya, kasihan suami saya gara-gara saya hingga dia juga kena Hukuman, kata Bu Maryana.
" Tidak usah di bicarakan lagi, semua kakakku dan kedua adikku, sudah memohon untuk mencabut hukuman untuk ibu, tapi ada syaratnya, tolong bantu suami ibu, dengan terus bersikap ramah kepada tenant kita, atau saat ibu jalan-jalan, dan melihat ada fasilitas yang rusak atau sudah tidak berfungsi baik silahkan kasih tau suami ibu, agar mall kita selalu ramai dan kurang dikomplain, kata Ranti
" Terimakasih Nona Muda, pasti saya akan membantu suami saya, dia bercita-cita ingin mengakhiri karir di Mall Cempaka Nona, kata Bu Maryana
" Terimakasih loyalitasnya dan dedikasi suami anda, makanya ibu bantu pak Bayu, silahkan ibu foto saja mana-mana saja yang perlu di perhatikan dan di perbaiki, kata Ranti
" Baik Nona, kesempatan ini akan saya gunakan dengan baik, sekali lagi terimakasih, ucap Bu Maryana.
__ADS_1
" Selamat beristirahat Bu, suatu saat saya akan datang ke Mall Cempaka, kata Ranti
" Saya tunggu kehadiran Nona Muda, di Mall Cempaka.
Setelah mengakhiri perbincangan dengan Bu Maryana, Ranti menatap seluruh saudara-saudaranya,
" Ada apa, pada ngeliatin seperti itu, tanya Ranti
" Gaya bicaramu berbeda, lembut namun tegas, jadi merinding kami mendengar nya, kata Mercy
" Pantas saja, Rendi tak berkutik, Ucap Friska.
" Ayah saya saja, kalau dengar Ranti bersuara, kadang sampe mati kutu, kata Tiara
" Kalian ini, kirain apaan, jawab Ranti
Malam semakin larut, akhirnya mereka masuk kamar dan beristirahat.
Dikamar Ranti mengecek soal pencarian orang tuanya, tapi belum juga ada kabar yang berarti.
Akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat.
Kini malam sudah berganti dengan pagi, Ranti terbangun seperti biasa jam 6 pagi, cuci muka sikat gigi dan beraktivitas.
Hari ini, aku masih harus membereskan para karyawan yang tak berakhlak.
Telpon Ranti berdering, ternyata panggilan dari Thomas.
" Ada apa pak Thomas, tanya Ranti
" Ketua Divisi SDM, melaporkan kejadian kemarin ke Dinas tenaga kerja, alasannya PHK mereka tidak beralasan.
" Saya akan bertemu dengan mereka, dan kita lihat siap menang, kata Ranti.
Ranti mengirim pesan bahwa dia sarapan di luar, gedung miliknya ada masalah besar yang harus segera diatasi.
Dengan taksi Ranti berangkat menuju, Gedung Sapphire, tak sampai satu jam dia sudah tiba dan segera masuk ke lobby yang terlihat ramai dengan karyawan yang menyewa gedung.
" Selamat Pagi Pak Thomas, jam berapa orang dari dinas Tenaga Kerja kesini, tanya Ranti
" Mereka sudah di jalan, Kata Thomas
" semua sudah di siapkan, termasuk makanan kecil dan juga kopi, kata Thomas.
Akhirnya yang di tunggu datang juga, mereka langsung menuju ruang rapat, Dinas tenaga kerja mengatakan bahwa Ranti tidak akan memberikan pesangon, namun Ranti menjawab pesangon tetap di bayarkan, saya juga sebagai pemilik meminta hak kantor, mereka menggunakan listrik, air bahkan internet mereka pakai, lahan juga mereka pakai, dan semua tidak ada ijin.
" Tapi mereka karyawan anda Nona, jadi kalau hanya listrik dan air anggaplah anda bersedekah kepada mereka, kata orang dinas
" Kalau mereka meminta ijin mungkin bisa di pertimbangkan, dan juga mereka bekerja dengan baik, saya juga tidak pelit, anda boleh datang ke perusahaan saya di Surabaya, Cirebon, siapa yang bekerja dengan baik pasti saya berikan hadiah, untuk jelasnya lihat keseharian mereka di sini.
Ranti memutar video bagaimana masih jam kerja, ada yang masih duduk santai, bahkan main catur, main gaple, dan lebih sadis mereka mengancam Thomas dan karyawan lainnya.
" Bagaimana menurut anda semuanya, jika saya tidak memecat mereka, lama-kelamaan gedung ini jadi milik mereka, fan apakah anda mau bersedekah kepada orang seperti mereka, tanya Ranti.
" Lihat rumah mereka, TV, AC kulkas, semua listrik kantor yang bayar, air kantor yang bayar, internet kantor bayar, plus tinggal gratis, apakah anda ikhlas punya karyawan seperti mereka, dan ini absensi kehadiran mereka, kata Ranti
" Tapi pesangon adalah hak mereka, kata orang Dinas
" Saya bayar sesuai undang-undang tidak akan saya kurangi, hanya saya minta mereka membayar ganti rugi listrik, air dan internet, apa saya salah meminta ganti rugi dari mereka, tegas Ranti
" Mereka harus bayar ganti rugi, tapi ikhlas kan saja toh nona juga sudah kaya, kata mereka
" Saya tidak bersedekah bagi orang yang seperti mereka, kalau mereka menekan saya terus maka saya laporkan tindakan pencurian atau kasus penyalahgunaan jabatan atau status.
" Jangan kejam seperti itu Nona, ucap mereka.
" Mereka bahkan mengancam akan menghancurkan kantor terlebih dahulu, baru saya berhitung dengan mereka.
Para petinggi dinas Tenaga Kerja hanya bisa pasrah, secara undang-undang Ranti menuruti, tapi benar juga para karyawan menggunakan aset milik kantor, apalagi tidak ada istilah mess.
" Kami harapkan anda mengikhlaskan saja Nona, ucap mereka pasrah
" Tidak ikhlas, dan hak saya mau berikan uang saya untuk siapa. kata kata Ranti
" Baiklah kalau begitu, saya harap anda melampirkan bukti pembayaran pesangon kepada mereka, kata Kepala Dinas
" Jika anda punya waktu 30 Menit lagi kami akan membayar pesangon yang sudah kami hitung kemarin, jadi kalian semua bisa menjadi saksi dan lampirannya bisa langsung kalian ambil, kata Ranti
" Baiklah kami akan menunggu untuk membuktikan omongan anda Nona, kata kepala dinas
" Apa anda tidak percaya, lihatlah ini rinciannya dan potongan nya. kata Ranti.
__ADS_1
" Kejam sekali anda Nona, kata kepala Dinas.
" Saya kejam kepada orang yang pantas, tapi kelakuan bapak juga sama dengan mereka, apakah perlu dokumen ini saya kirim ke gubernur anda, ancam Ranti langsung menyodorkan bukti-bukti korupsi sang kepala Dinas.
" Jangan kurang ajar kamu, bentak kepala Dinas
" Sekali lagi anda tidak sopan dengan saya, Video kamu dengan staf bawahan kamu ku upload ke media sosial dan juga bagaimana kau tidur dengan pembantu kamu dirumah, lihatlah, video ini, kata Ranti
" Dan ini video bagaimana kamu terima uang dari kartu pencari kerja, apa itu tidak kejam,
Sang kepala dinas terdiam, dia salah memilih lawan kali ini
" Kenapa tidak bersuara lagi, ucap Ranti mengejek.
" Tolong jangan kamu sebar semua itu, kata kepala dinas
" Buat apa menolong orang yang memfitnah saya kejam, kamu datang pagi-pagi kesini, tujuannya bukan menolong karyawan yang akan saya pecat, anda memanfaatkan situasi, agar saya memberikan anda uang, ucap Ranti
" Saya masih ada pekerjaan, silahkan anda tuntut saya, dan silahkan anda membela mereka, kalau saya kalah di pengadilan, paling besar saya ganti ke mereka 10 milyar, barusan semalam saya kasih hadiah untuk karyawan saya 10 Milyar, kata Ranti.
" Tolonglah Nona, lepaskan saya kali ini saja, mohon kepala dinas itu
" Saya sebagai orang kejam, apa pantas orang suci seperti anda meminta tolong kepada saya, ucap Ranti sarkas
Kepala Dinas merasa seperti tertimpa batu ribuan ton.
" Silahkan pak teman anda menunggu di luar, dan tunggu saja 30 menit lagi proses pembayaran di mulai.
" Pak Thomas, apakah pesanan alat berat sudah datang, tanya Ranti
" Sudah Nona, dari jam 10 tadi malam, dan sudah berada di belakang gedung menunggu perintah Anda, jawab Thomas
" Silahkan panggil mereka dan bayar pesangon nya, karena saya baru membeli gedung ini selama 6 bulan, jadi potong semua biaya itu selama 6 bulan, gaji mereka bulan ini hitung sampai kemarin, jangan lebihkan seharipun, kata Ranti.
Dari 35 orang yang di pecat, hanya beberapa orang yang menerima pesangonnya, Ranti hanya menghitung mereka kerja selama 6 bulan, dan sesuai undang-undang, mereka hanya dapat 1x gaji,
Mereka semua sudah tak mampu lagi melawan, apalagi mereka bukan karyawan tetap walaupun sudah lama mereka bekerja di gedung itu.
" Bagaimana pak kepala Dinas, ini lampiran nya, terimakasih kehadiran anda semuanya.
" Untuk pak kepala dinas, siap-siap di panggil gubernur dan KPK, silahkan pak pintu keluarnya disana, ucap Ranti mengusir halus.
Orang dinas pergi tanpa komentar, berharap bisa dapat amplop, yang ada malah ketahuan korupsi.
Selesai urusan formalitas pembayaran pesangon, Ranti duduk sebentar dengan pak Thomas,
" Suruh security, umumkan ke mereka yang tinggal di belakang, 1 jam lagi sudah mulai pembongkaran, Perintah Ranti.
Dari lobby Ranti melihat laki-laki yang kemarin, seolah tak perduli dengan sekitar, dia terus bekerja,
" Pak Thomas, siapa laki-laki itu, tanya Ranti
" Namanya Hamdani, umurnya 27 tahun, baru 4 bulan bekerja disini, dia saya ijinkan tinggal di Bekas ruang parkir mobil Pemilik lama, ruangan nya luas dan punya ventilasi yang Bagus, dia baru keluar penjara dengan status bebas bersyarat, tiap hari Senin dia pasti melapor di kantor polisi, Dia membunuh orang yang memperkosa, Adiknya sudah menikah dan suami istri bekerja disini.
Adiknya meminta tolong, dan menceritakan semuanya dengan jujur, dan hanya saya yang tau masalah ini, tapi selama 4 bulan disini, dia hanya untuk melapor diri saja, selain itu tetap bekerja apalagi dia hobi tanaman, mudah-mudahan saya tidak salah memberikan dia kesempatan untuk bekerja disini, maafkan saya Nona telah menerima pekerja dengan status seperti itu, kata Thomas
" Panggil dia kesini, kata Ranti
Setelah di panggil Hamdani pun langsung datang mendekat
" Maaf tuan Thomas ada yang bisa saya bantu, tanya Hamdani
" Tidak ada, Nona di samping saya adalah pemilik gedung ini, kata Thomas
" Saya Ranti Putri, Pemilik Tunggal Gedung Sapphire ini, bagaimana apa kamu nyaman bekerja disini, tanya Ranti
" sangat nyaman dan terimakasih sudah menerima saya dan juga sudah berikan tempat tinggal yang nyaman, Hamdani.
" Kasusmu, saya sudah tahu, tapi saya tidak mempersoalkan nya, asalkan kamu tetap bekerja dengan baik, dan saya minta tolong kamu rawat tanaman kita ini, setelah gedung di renovasi, ruangan kamu nanti di pasangkan AC, dan kamu ku angkat menjadi kepala Divisi Taman dan parkir, dan pesan saya, selalu ramah, sopan dan rendah hati,.
Sekarang adikmu, sudah menikah dan apalagi dia dan suaminya juga bekerja disini, tolong bantu saya dan pak Thomas merawat taman- taman ini, jika renovasi selesai, lapor ke pak Thomas apa keperluan untuk merawat tanaman, biar disiapkan, kata Ranti
" Terimakasih banyak Nona Muda, data berjanji akan bekerja sepenuh hati, saya tak berharap jabatan, saya hanya ingin bekerja dan punya uang, itu saja harapan saya, kata Hamdani.
" Tenang saja, saya percaya kamu orang baik, status mu saya tidak peduli, selama kamu bekerja dengan baik dan benar, serta mentaati aturan, tidak ada alasan saya untuk memecat mu, tegas Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya akan ingat nasehat anda, kata Hamdani
" Ini buat kamu pribadi, amplop itu berisi 10 juta, belilah handphone agar kamu tidak suntuk jika libur, dan amplop ke dua, itu untuk adikmu dan suaminya 10 juta juga dan amplop ke tiga, bagikan merata ke teman kamu di bagian Taman belakang dan security, kata Ranti
" Terimakasih Nona Muda, kata Hamdani
__ADS_1