
Masih posisi menikmati makanannya Rose terus menerus bersuara, tapi tidak menjawab pertanyaan Ranti tentang siapa pemiliknya dan mengapa mata semesta unlimited nya tidak mampu melihat jelas barang - barang tersebut.
Ranti di buat bingung tak berdaya oleh Rose, akhirnya terlintas di pikiran Ranti, jangan-jangan barang -barang tersebut di miliki oleh orang yang mendapatkan sistem Kekayaan namun tak ada embel "Pengabdian".
Ahh sudahlah, jika itu memang berharga akan aku simpan itu saja tak perlu di pikirkan.
Kenyang sekali aku... ucap Ranti yang berdiri sambil memegang perutnya.
Keempat kakaknya baru sadar kalau semua menu yang ada di meja sudah habis, astaga Bontot... !, sejak kapan perutmu berubah jadi gentong 1000 liter, kata Friska keheranan
Ya namanya juga masih masa pertumbuhan jadi butuh asupan energi yang banyak, hahahaha Ranti berkelakar
Darel merespon, kamu itu anak gadis, jaga image dikit kalau makan...
Bodoh amat, lapar tinggal makan, peduli amat sama image, bantah Ranti
Gawat kalau begini, tomboinya kumat... kata Rindu
Mereka bergembira dan membiarkan suasana keramaian kafe menghibur mereka.
Kakak kita ke mall yuk, kata Ranti ke Mercy
" Memang kamu mau beli apa, tanya Mercy
nggak ada, hanya pengen jalan-jalan saja
Kalian pergilah biar aku disini, Sonia lagi di taksi mau kesini, kata Darel
Ranti maafkan kakak juga, hari ini teman-teman kelas kakak mau buat acara disini kata Rindu
Oh ya sudah kalau begitu, aku pergi sendiri saja, nanti kalau sempat aku kesini lagi, kata Ranti yang gak tega juga maksa Kakak-kakaknya.
Jangan ngambek ya, hari ini kakak lagi periksa daftar stok dan ini tugas kakak, kata Mercy
Santai saja kak.. aku mengerti, lagian aku cuma mau refreshing saja, kecuali kalau aku mau belanja, kalian wajib temani aku oke... ya sudah aku jalan dulu
Hati-hati ya sayang, kata Mercy
Ia jangan kuatir kakak cantik, jawab Ranti
Ranti keluar dari kafe dan pergi dengan Lamborghini Sian Roadster miliknya, brommmm... brommmm
Mending aku keliling kota siapa tahu ada yang menarik, diiringi musik slow, Lamborghini Sian itu terus membelah jalanan, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti di sebuah Taman.
Dia memarkirkan mobilnya dan duduk di bangku yang yang tersedia di Taman, dia melihat ada kafe yang tak jauh dari situ, jadi kesana dan memesan segelas capuccino dan Kembali ke tempat duduknya.
Ranti duduk dan dia mengambil tabletnya untuk melihat- lihat tempat yang menurut nya memiliki harta Karun.
Kenapa sekarang Ranti terobsesi dengan harta Karun, sejak menemukan harta Karun di tepi laut, dia hampir tiap malam mengedarkan matanya mencari informasi tempat yang mengandung harta.
Terlena dengan tabletnya, dia melihat ada sepasang kekasih yang yang lagi ribut, terdengar suara makian dan umpatan dari mereka berdua.
Ketika Ranti mendekat mereka berpura-pura diam, lantas Ranti iseng berkata, kalau sudah tak cocok mending putus saja, daripada berantem, kalian tau gak ini tempat umum.
Seketika pasangan itu berubah raut wajah mereka karena malu di tegur gadis remaja.
Maafkan kami jika mengganggumu, tapi aku tak mau putus dengannya, walau orang tua ku tidak setuju karena dia hanya karyawan di perusahaan ayahku, kata gadis itu
Sontak sang pria tersenyum bahagia..
Lantas apa yang kalian ributkan tadi, tanya Ranti
Aku cemburu liat pacarku di senyumin sama wanita itu, gadis menunjuk wanita yang di maksud, dengan mode tidak suka
" Mas".. kamu kenal gak dengan perempuan itu, tanya Ranti tegas
Saya gak kenal, kan kita harus ramah, tadi wanita itu senyum melihatku, dan aku balas senyum, sebagai bentuk ramah dan sopan. kata pria membela diri.
__ADS_1
Ranti menggunakan mata semesta nya dan melihat status pria itu, ternyata pria itu sangat menyayangi pacarnya.
Mbak kamu percaya dengan pacarmu, tanya Ranti ke gadis itu
Aku percaya padanya, tapi kan namanya cewek perasaan takut pacarnya di ambil orang kan wajar, kata gadis itu
Ranti hanya geleng-geleng kepala, dan berceloteh, " kalau ", saya tersenyum kepada pacarmu apakah akan marah kepadaku atau hanya pacarmu, pertanyaan Ranti membuat gadis itu pening
Kamu tau pacarmu ini pria yang setia, juga punya prinsip, kalau bukan karena ketulusan dia mencintai kamu, saya rasa kalian sudah bubar dari kemarin- kemarin, jangan terlalu posesif, justru lama-lama pacar mu akan pergi karena sifatmu. saran dan peringatan Ranti.
Kamu dengar itu, Coba kamu pikir demi kamu aku rela di maki-maki sama keluarga kamu, bukan hanya itu, abangmu juga memukulku, tapi aku tahan, aku gak mau bersedih. kata pria itu, sambil menggenggam tangan gadis itu.
Maafkan aku mas, ucap gadis itu penuh penyesalan.
terimakasih Nona, sudah mencerahkan aku, namaku Joana Aditama dan Bara Sumitro pacarku. Joana memperkenalkan diri dan pacarnya.
Nama saya Ranti Putri, ayo kita duduk di bangku itu, ajak Ranti
Sejam mereka ngobrol, akhirnya Ranti mengetahui mereka pacaran sejak SMP hingga sama-sama lulus kuliah dan bekerja, Bara Sumitro hanya tinggal bersama ibu dan adik perempuan yang masih SMP. Ayahnya hanya buruh bangunan dan juga sudah meninggal.
Joana dan Ranti bertukar kontak dan mereka berpisah, Ranti berjalan ke mobilnya, namun mobilnya telah di kerumuni orang-orang yang pada ambil foto.
Permisi tolong saya mau masuk ke mobilku, tapi seorang pria menariknya dengan kasar, jangan menghalangi aku mau ambil foto Pacarku.
Si gadis yang melihat pacarnya lagi ribut, dia lantas mendekat dan hendak mendorong Ranti, " hei kamu.. apa kamu tidak melihat kami lagi berfoto, kalau kamu juga mau foto tunggu Kami selesai, dasar kampungan, " pergi sana !, gadis itu menghina dan mendorong ranti
Karena sudah kesal, Ranti menarik gadis yang lagi bergaya dan mencampakkannya ke tanah, dan berkata, " kamu yang kampungan, berdandan sok foto model tapi bergaya di mobil orang lain"
Heh.. kenapa kamu gak suka ya aku lebih modis dari kamu, ucap gadis itu dengan nada sombong
Hahahaha, baju KW, Tas KW , makeup tebal, dari segi manapun kamu lebih dari kata kampungan, alias " norak"
Karena gadis itu masih menghalangi Ranti, akhirnya Ranti mendorong gadis itu hingga menabrak pacarnya, lalu Ranti menekan remote dan pintu terbuka, orang-orang yang sedang mengambil foto tercengang dan malu.
Seorang gadis yang baru saja ber-selfie berkomentar, astaga mobil itu miliknya.
Baru saja Ranti menyalakan mesin, seorang ibu bersama anak kecil mengetuk jendela mobilnya dengan sopan, akhirnya Ranti membuka kap mobilnya, dan bertanya, ' ada apa Bu ?
Ranti melihat wajah polos gadis kecil itu lantas dia keluar dari mobil dan mengijinkan ibu dan anak itu ber-selfie, bahkan Ranti membantu mengambil gambar mereka berdua dan terakhir mereka foto bertiga.
Kakak terimakasih ya, nama kakak siapa, tanya gadis kecil itu
Nama Kakak Ranti Putri, kalo kamu siapa Namanya, tanya Ranti balik
Namaku Alicia Mikaila, jawab gadis 5 tahun itu.
Ibu tinggal dimana, tanya Ranti ke ibu anak itu
Kami tinggal di kompleks Graha Mas Indah, kami setiap hari Minggu sore kalau tidak ada kegiatan pasti kesini, Alicia sangat suka tempat ini, kata ibu itu.
Kalau ibu dan Alicia mau ayo saya antar pulang, bagaimana, tawar Ranti
Kebetulan sudah mau Maghrib, jadi ibu itu tidak keberatan, mereka ngobrol dan ternyata ayahnya Alicia Polisi dan saat ini lagi dinas jadi mereka ke taman naik taksi online.
Setelah sampai dirumah Alicia, Ranti di ajak masuk tapi di tolaknya halus, dengan alasan. mau jemput kakaknya.
Selesai basa-basi, Ranti menjalankan mobilnya dan berkeliling kota lagi, akhirnya karena sudah puas, Ranti kembali ke kafe.
Ranti melihat kafe milik keempat kakaknya hari ini sangat rame, Ranti keluar dari mobil dan menurunkan kapnya, lalu bergegas masuk ke kafe.
Mercy menyapanya, gimana sudah selesai suntuknya, sambil memencet hidung Ranti
Sudah, namun sekarang malah sedih kata Ranti, dengan raut wajah di buat sedih
Kenapa lagi kamu, Mercy jadi bingung
Sedih hidungku di pencet kakak nanti pesek hehehehe
__ADS_1
Astaga kamu ini bikin kakak jadi bingung, kata Mercy
Mereka duduk dan melihat meja-meja yang ada, hampir penuh pengunjung nya. Dewi terlihat ikut turun tangan, Sonia juga sudah kayak pelayan yang membantu, Sonia tidak akan diam jika dia lihat Darel tampak kelelahan sedikit pasti dia akan membantu.
Sikap Sonia seperti ini yang membuat keempat adik Darel sangat menyayangi nya. mereka percaya Sonia adalah yang terbaik buat Darel. Makanya Ranti pun jika belanja sesuatu pasti Sonia juga di belikan.
Jam sudah menunjukkan jam 8 akhirnya mereka pulang, Darel mengantar Sonia dengan Lamborghini URUS.
Mercy, Rindu dan Friska, menggunakan mobil Mercy, hampir sejam mereka di jalan akhirnya mobil Ranti lebih dulu Tiba, karena semua sudah capek, mereka langsung masuk kamar dan membersihkan diri, namun semuanya tidak ada yang keluar kamar.
Ranti memilih ke Ruang Dimensi dan berendam di sungai air surgawi, terasa sensasi yang menyegarkan dan semua kulit mati hanyut di bawah air itu.
Ranti menangkap seekor lobster sedang dan membakarnya menggunakan elemen api, siram bumbu dan Ranti menyantapnya, lezaaat.
Ranti keluar dari Ruang Dimensi dan langsung tidur.
Pagi seperti biasa mereka latihan bersama dan bergegas mandi, saat ini semua sudah berada di meja makan.
Selesai sarapan mereka ke mobil dan berangkat ke sekolah
" Oke Rose CHECK IN "
* Selamat Tuan anda mendapatkan Upgrade Armor transparan dengan feature Stealth mode
[ Feature Stealth Mode, adalah memanipulasi benda dari yang kelihatan menjadi tidak kelihatan. Tuan saat menggunakan Armor, tuan dapat mengaktifkan model Normal dan mode Stealth, jika normal hanya Armor yang tidak kelihatan tapi jika menggunakan mode Stealth, maka tubuh tuan tidak akan kelihatan semuanya, tapi tuan dilarang untuk menggunakan dengan tujuan negatif ]
Wah keren juga alat ini, pasti akan sangat berguna suatu Saat.
Ranti mengirim pesan ke Rendi Bagar datang ke alamat ini dan ketemu Tania, dan urus soal pembelian rumah mereka. Dan juga Ranti menanyakan motor dan handphone yang akan di berikan kepada keluarga Suryani.
Rendi menjawab untuk keluarga Suryani sudah beres tinggal antar dan urusan dengan Tania, akan segera dia kerjakan
" Terimakasih Rendi "
Mereka sampai di sekolah, Ranti di sambut Tiara dan mereka berdua masuk kelas, karena jam pertama kosong maka, ketua kelas mengumumkan bahwa setelah ujian semester selesai bagaimana kalau kelas kita jalan-jalan ke pantai Parigi Trenggalek, karena banyak yang pergi liburan setelah terima raport.
Mereka setuju termasuk Ranti, mereka berencana untuk menginap 1 malam disana dan perorang 500 ribu dan bagi teman-teman yang tidak mampu di harapkan untuk membantu, semua setuju.
Kebetulan di kelas mereka ada yang beasiswa 6 orang, jadi 18 orang patungan.
Tak terasa jam istirahat, mereka semua keluar kelas dan ke kantin, Ranti ke kantin tidak beli makanan dia hanya beli minum, karena dia selalu bawa bekal
Sementara menikmati bekalnya, Ranti membuka handphone dan terlihat senyum bahagia dari bapak penjual jagung bakar menerima motor Supra X dari Ranti dan handphone.
Rendi juga mengatakan bahwa dia sudah janjian dengan Tania jam 1 siang akan bertemu dia rumah yang mau di beli.
Jam istirahat selesai dan pelajaran dimulai, sekitar 3 jam belajar akhirnya selesai dan waktunya pulang.
Mang Dul sudah menunggu dan semua mereka sudah di mobil, Tiara sudah jemput sopirnya, 30 menit di perjalanan hingga akhirnya mereka tiba di rumah, Ranti bergegas Berganti pakaian dan bersiap pergi ke rumah tua yang akan di beli.
Keempat kakaknya tidak ada yang protes lagi, jika Ranti mau kemana- mana, hanya memintanya untuk berhati-hati.
Ranti member kabar ke Rendi bahwa sekarang sedang menuju ke lokasi,
Rendi yang sigap langsung mempersiapkan semuanya termasuk tim hukum yang akan menangani perpindahan pemilik.
Ranti tiba dengan Lamborghini SIAN, tak banyak basa-basi Ranti member tanda tangan, dia mengatakan ke rose gunakan kupon cashback 300%, setelah tanda tangan Ranti mentransfer uang sebesar 200 milyar ke rekening Tania dan mereka berjabat tangan, dan mulai saat ini Rumah ini menjadi milik Ranti.
* Terkonfirmasi Tuan melakukan pembayaran dengan menggunakan kupon cashback*
DING... DING
Pengembalian telah dilakukan dengan jumlah sebesar 600 milyar
Setelah menerima kunci dan sertifikat rumah, Ranti memerintahkan Rendi aga segera mencari orang untuk mengecat ulang rumahnya dan rapikan seluruh taman dan isi dengan perabotan.
Siap Nona, jawab Rendi
__ADS_1
Kini tinggallah Ranti sendiri di rumah itu, hal ini sengaja dia menyuruh Rendi meninggalkan nya sendiri.
Ranti segera memindai kembali ruang bawah tanah itu dan memastikan barang apa saja yang ada di sana, ternyata...