
Yati membawa Salma keluar dari kelasnya ke kantin dan memberikan air putih campur air surgawi.
" Nona Muda, kak Yati sudah laporkan ke semua kakaknya Nona, mungkin mereka masih belajar, Nona Dewi lagi kesini, jangan nangis lagi ya, bujuk Yati
"Ia kak, kenapa gurunya seperti itu, apa perlu Salma kasih lihat ATM Salma biar tau siapa keluarga kita, kata Salma.
" Justru dengan begitu, guru itu akan pura-pura baik sama nona, karena dia tau nona orang kaya, kata Yati
" Benar kata kak Ranti, jika kita hidup sederhana pasti akan ada orang yang meremehkan kita, tapi pasti ada yang akan berteman dengan tulus pada kita, Salma mengerti sekarang apa maksud kak Ranti selalu bilang jangan sombong, ucap Salma
" Kakak Nona muda, sungguh hebat, nona Salma juga suatu saat pasti jadi orang hebat, kata Yati menyemangati
" Benar kak Yati, Salma bersyukur si angkat adik oleh kak Ranti, kata Salma
" Itu namanya takdir Tuhan, kata Yati
" Terimakasih kak Yati, kata Salma
Tak lama handphone Yati berdering
' Halo Non Dewi, sudah dimana, tanya Yati
" Saya sudah di gerbang sekolah dengan Bu Likha, jawab Dewi
" Kami di lobby Non dan sudah mau ke kelas untuk pelajaran jam kedua, kata Yati
" Tunggu di lobby saja, nanti kita ke ruang kepala sekolah.
Kita ke Armando
Setelah jam pelajaran selesai, Armando tidak banyak bicara, apalagi dia belum mengenal teman-teman sekelasnya dan bahkan mereka juga cuek ke Armando.
Ternyata di kelas Armando terdiri dari para anak orang kaya dan pejabat, tidak ada satupun siswa beasiswa di kelas Armando, makanya banyak anak-anak yang manja dan sombongnya.
Armando hanya membuka handphone nya dan mengirim pesan ke Kakak-kakaknya, namun belum ada balasan, namun tiba-tiba ada yang menegurnya
" Hai kenalkan namaku Sinyo, bole aku duduk di samping kamu, tanya Sinyo
" Silahkan, bebas saja bangku ini bukan milikku, jawab Armando dingin
" Maaf Arman, saya hanya ingin berteman dengan kamu, jika kamu mau
" Terimakasih, kalau di ijinkan aku mau pindah sekolah saja, disini gurunya terlalu sombong, kata Armando
" Tidak semuanya sombong, tapi guru yang tadi itu memang terkenal sombong, aku juga tidak suka dengan nya, kata Sinyo
" Tapi kamu anak orang kaya, jadi dia tidak berani menghina kamu, kata Armando.
" Biasa itu Arman, aku di kompleks suka bermain dengan anak-anak di perkampungan biasa, karena lebih seru, andai disuruh memilih, aku mau sekolah di tempat biasa, kata Sinyo
" Aku cuma takut kalau masalah ini sampai kakakku tahu, pasti heboh sekolah ini, kata Armando
" Biarkan saja, guru sombong itu tidak perlu di kasihani, kata Sinyo
" Kamu tau gak, ibu saya paling marah kalau ada orang yang suka meremehkan orang lain, kata Ibuku, teman sejati adalah teman yang tidak memandang status dan juga harta, kata Sinyo
" Kakakku juga begitu, selalu menasehati aku dan adikku agar jangan sombong dan menghina orang lain, kata Armando.
" Kapan- kapan boleh tidak aku main kerumah kamu, tanya Sinyo
" Boleh, tapi aku ijin sama kakakku dulu, kata Armando.
" Ini nomor handphone aku, kata Sinyo
" Baik aku miscall kamu, balas Armando.
Dewi yang sudah bertemu dengan Salma, langsung memeluknya, jangan sedih ya, ayo kita buat perhitungannya dengan guru sombong itu, kata Dewi
" Permisi Bu, maaf mengganggu, kata Dewi yang langsung bersuara di ruang Kepala Sekolah
" Ia silahkan Nona Dewi, ada yang bisa saya bantu, kata Bu Indarwati.
" Saya ingin melaporkan guru wali kelas adik saya Armando dan guru IPA di kelasnya adikku Salma, kata Dewi
" Yati silahkan katakan, apa yang kedua guru itu sampaikan, perintah Dewi.
__ADS_1
Disaat Yati sedang menceritakan kronologis nya, di kelas Ranti sudah mulai menelpon keempat kakaknya
" Kak Darel coba baca pesan Yati sekarang, kata Ranti
" Ranti ada apa, tanya Tiara
" Salma dan Armando di hina gurunya, Armando masih bertahan belajar, tapi Salma dia tidak mau lihat guru yang menghinanya, aku harus ke sekolah SD sekarang, kata Ranti
" Nanti aku minta ke guru, kata Tiara
" Terimakasih Tiara, kata Ranti
Tak berselang lama keempat kakaknya sudah di pintu kelas Ranti
" Dek ayo kit SD sekarang, kak Dewi lagi ngamuk di sana.
Benar saja setelah Yati bercerita, wali kelasnya Armando masuk dan menyapa ke Dewi
" Oh ini kakaknya Armando, apa pembantu kamu sudah melaporkannya, kata wali kelasnya Armando
" Oh jadi ibu wali kelasnya adikku, pantas saja, modal make up tebal saja, otak tak berisi, kata Dewi
" Jaga ucapanmu Nona, kamu pikir kamu itu siapa disini, Sekolah ini adalah sekolah yang berprestasi, Kata wali kelasnya Armando
" Berprestasi muridnya tapi gurunya tidak, kamu salah satu guru yang tidak punya akhlak yang baik, saya tanya kamu sekaya apa kamu hingga menghina adikku, tantang Dewi
" Minimal kami tidak seperti kalian hidup dari belas kasihan orang, kata wali kelas nya Armando
" Kamu pikir adikku sekolah disini tidak bayar, tanya ke kepala Sekolah, kata Dewi
" Bu wali kelas, siswa atas nama Armando Putra, bayar dengan harga tertinggi dan sumbangan pembangunan 2 milyar, lebih tinggi dari siswa terkaya di seluruh yayasan kita, begitu juga dengan adiknya Salma, jadi total biaya mereka masuk disini hampir 5 milyar dan sudah di bayar lunas, bahkan mereka telah membayar hingga lulus SD, kata kepala sekolah.
":Tapi dulu Darel dan Mercy anak Panti asuhan Bu kepsek, kata wali kelasnya Armando
" Karena adik saya tidak di terima disini karena miskin, saya sebagai kakaknya dan juga sebagai wali murid, saya mencabut kedua adik saya dari sekolah ini, kata Dewi
" Maaf Nona Dewi, mari kita bicarakan baik-baik, kata Kepala sekolah
Tiba-tiba datang guru Yang menghina Salma
" Saya orang kampung tapi saya tau dimana saya berada, apa pantas sekolah menghina muridnya sendiri, apakah masih pantas di sebut tempat mendidik moral dan etika, tanya Dewi
" Disini bukan tempat kalian, tempat kalian itu di sekolah rendahan, itu cocok dengan keadaan kalian, kata guru itu
" Bu Tina, jangan berbicara seperti itu, kamu tidak tahu siapa mereka sebenarnya, kata ibu Kepsek
" Selamat pagi Bu Indarwati, sapa Ranti
" Kak Ranti, Salma tidak suka dengan guru itu, kata Salma mulai menangis lagi.
" Yati tolong panggilkan Armando, perintah Darel
" Baik Tuan Muda, kata Yati
" Salma masih mau sekolah disini atau mau cari sekolah lain saja, tanya Ranti
" Aku mau sekolah disini tapi aku tidak mau lihat guru itu disini, kata Salma
" Tapi tidak mungkin kakak mengusir guru yang pintar itu dari sini, sarkas Ranti
" Baiklah, kita cari sekolah lain saja, dan ajak kak Armando, kata Salma
" Bu Indarwati masih ingat dengan kami bukan, saya Darel, Mercy, Friska dan Rindu juga Ranti, kami semua SD disini, dari Panti Asuhan Charity.
" Kami berlima di SD ini, selalu beasiswa karena prestasi dan membawa nama harum sekolah ini, dan dulunya SD ini sangat baik, maka nya ke dua asik kami, kami sekolahkan disini, tapi sekarang lihatlah, bagiamana 2 guru itu merusak mental adik kami, jadi tolong kembalikan seluruh biaya yang sudah kami keluarkan, dan uang sekolah yang juga sudah kami bayar hingga mereka lulus dari SD ini, sekarang juga, nanti potong uang seragam mereka dan SPP 1 bulan, kami tidak rugi, kata Darel
" Memangnya kalian bayar berapa masuk disini, kata Tania guru Salma
" Hitung saja SPP Salma 1,5 juta/ bulan dan hitung hingga kelas 6, begitu juga Armando, 1,5 juta/ bulan dan hitung hingga kelas 6, semua kami sudah bayar lunas tanpa diskon
" Biaya pembangunan, masing-masing mereka 2 milyar, yang biasanya paling tinggi 500 juta, kata Darel sambil memberikan kuitansi pembayaran
' Kami hanya di gratiskan baju seragam, sambung Darel
" Bagaimana Bu Kepala sekolah, menurut kedua guru yang hartanya selangit ini, kedua adik kami tidak pantas sekolah disini, bahkan tadi sempat saya dengar adik kami pantas sekolah di tempat rendahan, benar begitu Bu Tania, tanya Darel
__ADS_1
" halo Rendi, apa di kantor kita ada Manager dengan Nama Heribertus, tanya Ranti ke Rendi
" Ada Nona, orangnya sangat baik dan jujur, kata Rendi
" Kasih handphonenya ke Heribertus
" Halo Nona Ranti, ada yang bisa saya bantu, tanya Heribertus
" Saya kasih kamu pilihan, masih mau bekerja di kantor saya, atau kamu putuskan Bu guru Tina, saya mau kamu jawab sekarang
" Ada masalah apa Nona, tanya Heribertus
" Dia menghina adik saya, katanya asik saya tidak pantas bersekolah di SD Bintang Timur, bagaimana, saya tidak mau punya karyawan yang sombong, Rendi sudah bicara soal ini ke kalian semua bukan
" Sudah Nona, dan baiklah Nona, saya memilih bekerja di tempat anda, terimakasih sudah membuatkan saya pilihan, Jawab Heribertus
" Bu Indarwati, saya harap ibu segera menyelesaikan masalah ini, mereka berdua yang keluar dari sini, atau kedua adik saya yang keluar dari sini, dan pilihan terakhir masalah ini saya akan bawa ke Dinas Pendidikan, kata Ranti tegas.
" Nak Ranti, bisakah kita bicarakan dengan tenang, kata Bu Indarwati
" Saya tidak berteriak-teriak dan saya juga berlaku sopan, jadi apa yang harus saya tenangkan, ibu tinggal memilih, mereka yang keluar dari sekolah ini, atau adik-adik saya yang keluar, gampang kan, jangan persulit hal yang gampang Bu
" Kamu tadi menelpon menyebut nama Tuan Rendi dan pacar saya, kamu pikir kamu siapa, kata Tina
" Saya pemilik kantor tempat pacar anda bekerja, silahkan tanya ke pacar anda, yang sebentar lagi dia akan tinggalkan anda, bagaimana dengan video ini Bu Tania, kata Ranti sambil menunjukkan video Tina bersama selingkuhannya
" Kamu, hapus video itu sekarang atau ku laporkan ke Ayahku, kata Tina
" Memangnya kenapa kalau ayahmu Kapolres disini, justru bagus, aku ingin lihat sehebat apa Ayahmu ketika melihat video anaknya yang sedang bercinta, kata Ranti
" Mendingan Heribertus ku jodohkan dengan temanku yang akhlaknya baik, tidak seperti kamu, wanita gampangan, berlagak jadi guru.
" Dan kamu wali kelas Armando, bagaimana dengan foto - foto kamu, yang kamu kirim ke berondong di WA, kasihan suami pergi berlayar istrinya ikut berlayar dengan brondong, kata Ranti
" Kamu dapat darimana itu, tanya wali kelas Armando
" Apa harus aku jawab pertanyaan kamu, toh suami kamu juga sudah terima semuanya, bahkan video kamu juga sudah, jangan sok suci kamu
" Bu guru buang terhormat Tina, apa sudah terima WA dari Heribertus, tanya Ranti mengejek
" Bu kepala sekolah, mereka guru yang tidak bermoral, lihatlah tingkah mereka di luar Sekolah, bagaimana jika orang-orang memergoki mereka dan tahu kalau mereka adalah guru di SD Bintang Timur.
" Baik Nak Ranti, saya akan laporkan hal ini ke dewan pengurus, dan selama masalah ini di proses, ke dua guru ini saya non aktifkan mulai hari ini, kata Bu Indarwati
" Bu guru berdua, silahkan kembali kerumah kalian dan nanti saya panggil setelah kasus ini kami urus, kata Bu Indarwati
kedua guru itu sudah tak berkutik, di pastikan yang satu di ceraikan dan satu gagal dapat suami Manajer.
" Kalian salah mencari lawan, ejek Ranti
" Salma belajar lagi ya, kata Ranti
" Ia kak, asal jangan ada guru sombong lagi, kata Salma
" Armando, kamu masih mau sekolah disini, tanya Ranti
" Masih Kak, asal jangan ada lagi guru yang sombong, jawab Armando.
" Baiklah, sekarang kita kantin, kakak sudah ijin nanti masuk kelas setelah istirahat
" Maaf merepotkan Bu Indarwati, aku biarkan adik-adik saya sekolah disini, tapi mohon jangan sampai adikku melihat guru seperti itu lagi, kata Darel
" Terimakasih Nak Ranti, dan kalian semua, semoga kalian sukses kedepannya, ibu bangga dengan kalian dari dulu selalu bersama, kata Bu Indarwati
' Jujur saja Bu, karena kami tahu, ibu yang jadi kepsek, maka mereka berdua saya masukkan disini dan menyumbang sebesar 4 milyar, kata Ranti
" Terimakasih buat kalian semua, ibu kira kalian sudah melupakan ibu, Bu Indarwati
" Guru sebaik ibu, tidak akan kami lupa, saya berjanji selama kedua adik saya disini, ibu butuh bantuan berapapun, pasti aku bantu, Jawab Ranti.
" Kami ke kantin dulu Bu, Kata Ranti
" Silahkan Nak, kata Bu Indarwati.
Kita tinggalkan kasus disekolah
__ADS_1
Saat ini, terjadi perdebatan panas antara Marlon dan para pemegang saham.