SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Panti Jompo dan nasib sang ibu tiri


__ADS_3

Setelah sepasang suami-istri itu berbaring, Ranti segera memberikan Pill Surgawi, dan menyuruh mereka menelannya.


" Tutuplah mata kalian dan tenangkan pikiran serta bertahanlah, tahan rasa sakitnya, dan jangan menyerah", ujar Ranti memotivasi sepasang suami istri itu.


Dan benar saja, kedua orang itu langsung Berteriak kesakitan, dengan tubuh yang bergetar kencang.


Ranti mengedarkan energi positif kepada mereka berdua agar tetap kuat bertahan.


Selang 30 menit kemudian, kedua orang itu sudah tenang, seperti tercium bau yang sangat menyengat.


Ranti segera ke kamar mandi dan menyetel suhu air, kemudian dia kembali melihat kedua orang Suami Istri itu yang masih tertidur.


Sepuluh menit kemudian, kedua orang itu akhirnya sadar dan membuka mata, Ranti memberikan air yang bercampur dengan air surgawi.


" Sekarang silahkan berendam selama 10 menit, dan nanti berendam kedua kali 10 menit juga, setelah itu baru mandi seperti biasa, baru kemudian kalian minum air ini", ujar Ranti.


Setelah semua proses di lewati oleh sepasang suami istri itu, akhirnya mereka keluar dari kamar mandi, kini terlihat kedua orang itu sudah sangat sehat dan terlihat awet muda.


" Bagaimana perasaan bapak dan ibu, apa sudah merasa baikan", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya sudah tidak merasakan sakit dan kini badanku telah kembali seperti dulu", ujar sang suami ketua Panti.


" Saya juga sudah merasakan ringan di dada saya, ujar ibu Ketua Panti.


" Baiklah, untuk lebih jelasnya, besok pagi kalian berdua ke rumah sakit dan check, agar lebih akurat", ujar Ranti.


" Pasti Nona Muda, kami akan datang untuk periksa besok pagi", ujar mereka berdua kompak.


" Sekarang panggil salah seorang penghuni yang kata Kak Bella dia mengalami pikun dan di biarkan oleh anak-anak nya", ujar Ranti


" Oh nama ibu itu Salimar, dia sebenarnya orang kaya dan pebisnis bagus, hanya saja anak-anaknya serakah dan tamak, hanya 1 anak angkatnya yang setiap minggu datang melihatnya dan menitipkan uang kepada kami, kasihan anak itu, masih muda tapi sangat berbakti kepada Salimar", ucap ibu Ketua Panti.


" Baiklah, tolong segera panggilkan, buat saya membantunya, nanti setelah ibu itu baru aku akan membantu yang lain, oleh karena itu tolong rebus air yang banyak agar mereka hari ini bisa terlihat lebih Sehat, ujar Ranti.


" Di kamar mereka masing-masing sudah ada pemanas air dan juga bak mandi yang cukup besar", ujar ibu Ketua Panti Jompo.


Kemudian ibu Salimar datang bersama dengan seorang pengasuh, terlihat guratan kesedihan di wajahnya, dan guratan kemarahan.


Tanpa berpikir lama- lama, Ranti langsung meminta agar ibu itu berbaring di lantai.


Setelah ibu Salimar berbaring, Ranti segera memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, kemudian Ranti mulai mengatur ulang memori ibu Salimar, setelah selesai dengan proses tahap pertama, ibu Salimar terlihat sudah sangat sehat, hanya saja penyakit pikun belum sembuh benar.


Ranti meminta ibu Salimar agar duduk sebentar, kemudian Ranti mengobati dengan akupuntur, dan ketika jarum terakhir di cabut, wajah Bu Salimar berubah cerah, kini tampilan nya sudah sangat sehat, dan tidak terlihat keriput di bagian tubuhnya.


" Bagaimana perasaan ibu sekarang?" tanya ibu ketua Panti.


" Terimakasih Bu Subroto, saya sudah mengingat kamu, terimakasih sudah merawat saya, dan maaf Nona berdua siapa namanya",ucap Bu Salimar.


" Saya Ranti Putri dan ini kak Bella, kami datang untuk membantu ibu", ujar Ranti.


" Ternyata Nak, tapi maafkan saya, saat ini saya sudah tidak memiliki apa-apa, saya hanya punya anak angkat, tapi dia juga tidak punya uang untuk membayar pengobatan saya", ujar Bu Salimar.


" Tidak apa-apa, saya tidak minta bayaran, hanya saja minta ibu tetap membantu di Panti Asuhan ini walau nanti ibu memilih tinggal di luar", ujar Ranti.


" Pasti saya akan selalu datang membantu, apalagi saat anakku Bekerja, daripada sepi dirumah mendingan kesini saja, berkumpul dengan teman-teman saya disini", ujar Bu Salimar.


" Bagus itu saya senang mendengarnya, lalu apa rencana ibu kedepannya", tanya Ranti.


" Saya hanya ingin hidup tenang bersama anak angkat saya, saya sudah mengingat kalau saya masih punya rumah yang tidak di ketahui anak-anak tiri saya, saya akan menjualnya dan beli rumah kecil untuk kami berdua", ujar Bu Salimar.


" Mereka anak tiri ibu, saya kira mereka anak kandung", ujar Ranti.


" Mereka bertiga anak bawaan suami saya, mereka dari sangat kecil saya urus, hingga saya memutuskan untuk tidak punya anak sendiri, yang paling besar saya urus dari dia usia 3 tahun dan si kembar dari mereka usia 1 tahun, ibunya mereka adalah sahabat saya, jadi saya mau jadi ibu Sambung mereka", ujar ibu Salimar.


" Biarkan saja itu dosa mereka, jadi seluruh perusahaan mereka ambil dari ibu tanpa memberikan apa-apa ke ibu ?" tanya Ranti.


" Bahkan perhiasan saya mereka ambil dan bagi-bagi, tapi tidak apa-apa, semua itu memang milik ayah mereka, dan surat wasiatnya juga sudah mereka bakar dan semua dokumen memang sudah atas nama mereka masing-masing, itu di lakukan oleh suami saya, saya sendiri sebenarnya di berikan uang untuk biaya hidup saya dan anak angkat ku, 2 triliun, tapi semuanya sudah di ambil mereka dan di bagi-bagi, sisahnya mereka berikan ke panti ini dan anak angkat ku, yang akhirnya dia bisa selesai kuliah, itu saja ingatan yang masih saya ingat, sebelum aku lupa", ujar ibu Salimar.


" apa yang akan ibu perbuat kepada anak- anak durhaka itu?" tanya Ranti.


" Tidak ada, biarkan saja, toh saya masih memiliki anak angkat yang masih memperhatikan saya, makanya harta saya terakhir akan kuberikan padanya, lumayan rumah itu jika jual, bisa 30 milyar, cukup untuk kami hidup dengan sederhana, dan saya sudah tidak akan mengingat mereka yang membuang saya", ujar Bu Salimar.


" Rumah itu jangan di jual, saya pastikan uang 2 triliun hak ibu akan kembali beserta bunganya selama 10 tahun, percayalah hari ini Uang ibu akan kembali, dan jika saya mampu mengembalikan ingatan ibu, saya juga bisa menghapus ingatan mereka tentang ibu, agar sampai kapanpun mereka tidak lagi mengganggu ibu", ujar Ranti.


" Saya setuju, jika mereka tidak menggangu saya dan anak angkat saya", ujar Bu Salimar.


" Aplikasi Mata Dewa, tolong ambil uang dari ketiga anak durhaka ini masing-masing 2 triliun, itu saja biarkan mereka hidup tenang, tapi jangan biarkan mereka mengganggu ibu Salimar lagi", Perintah Ranti.


" Baik Tuan", tapi nanti Sore menjelang malam saja Tuan berikan uang itu kepada ibu Salimar, agar mereka tidak curiga", balas Aplikasi Mata Dewa.

__ADS_1


" Baiklah", singkat Ranti.


" Bu Subroto, berapa jumlah penghuni Panti Jompo ini", tanya Ranti.


" Semuanya hanya 30 orang termasuk Bu Salimar", jawab Bu Subroto.


" Baiklah, sekarang tolong kumpulkan mereka semuanya, nanti saya obati mereka semua agar ibu tidak kesulitan dalam merawat mereka, dan kelak mereka bisa mengurus diri sendiri, dan bisa beraktifitas secara mandiri", ujar Ranti.


Bu Subroto langsung memerintahkan semua perawat agar segera mengumpulkan semua penghuni dan kumpulkan di ruangan pertemuan.


Bu Salimar meminjam handphone Bu Subroto untuk memanggil anak angkatnya.


Betapa bahagianya anak angkat ibu Salimar ketika mendengar suara ibunya memanggil dia untuk segera datang ke Panti.


Sementara itu di ruang pertemuan semua penghuni sudah berkumpul.


Ranti segera memindai para lansia itu dan memutuskan untuk memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel.


Pak Subroto dan istrinya beserta para perawat, juga Bella membantu para lansia untuk berbaring dan membantu mereka untuk menelan Pill itu.


Ini kali pertama Ranti akan mengobati orang banyak sekaligus, untuk itu dia sudah mempersiapkan Pill Energi Booster dan Juice Buah Abadi.


Setelah 5 menit berselang, semua penghuni sudah berteriak bersahut-sahutan, dalam sejenak ruangan itu jadi sangat berisik, untung saja Ranti sudah memblokir suara mereka agar tidak terdengar di luar ruangan.


Para Perawat semuanya terlihat sangat gugup, sementara Ranti sudah berkeringat, dia masih mengedarkan Energi Positif kepada semua lansia itu, teriakan terus menerus bergema.


Seketika mulai tercium aroma menyengat, dan para lansia juga sudah Mulai tenang, Ranti masih tetap fokus, karena ini bagian yang paling penting, dia meminum 1 botol Juice kemudian bersuara.


" Tolong siapkan air hangat, Perintah Ranti.


Para lansia sudah tertidur dan Ranti melihatnya bahwa semuanya baik-baik saja.


" Tolong siapkan baju ganti buat mereka, lanjut perintah Ranti.


" Bu Subroto, masalah kesehatan mereka sudah teratasi, tidak ada lagi penyakit yang mereka derita saat ini, dan mereka bisa menikmati hari tuanya dengan baik", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kami sangat Bahagia", ujar Bu Subroto.


Setelah mereka sadar, Ranti memerintahkan agar mereka semua di kasih minum air yang sudah bercampur dengan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh.


Menunggu selama sejam akhirnya seluruh penghuni panti Jompo sudah mandi dan berganti pakaian dengan rapi.


" Terimakasih Nona atas bantuannya, hanya doa kami yang bisa membalas kebaikan dan kemurahan hati anda", ujar para lansia itu".


" Sama-sama, semoga kakek dan nenek sekalian bisa menikmati masa tua dengan bahagia', ujar Ranti.


" Terimakasih sekali lagi Nona", ujar mereka.


Ranti meninggalkan mereka dan berbicara pribadi dengan bapak dan ibu Subroto, juga ikut Bu Salimar.


" Bapak dan ibu, tolong nanti seluruh bangunan ini di perbaiki lagi, seluruh Tembok nanti di cat lagi acara bertahap, peralatan dapur dan makan semuanya segera ganti, Taman juga di buat lebih menarik lagi agar para penghuni merasa lebih nyaman", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, jika ada dana pasti akan kami bereskan", ujar Pak Subroto.


" Tenang saja, soal Dana itu dari saya, bapak cari orang yang kerjanya rapi, agar hasilnya juga bagus, soal kasur, ranjang dan peralatan makan serta peralatan dapur, saya akan hubungi orang saya untuk datang mengeceknya dan maksimal besok semuanya sudah datang bersama dengan logistik makanan", ujar Ranti dan langsung menelpon Pak Ryan.


" Baik Nona, ujar Bu Subroto.


" Halo Nona Ranti, ada yang bisa saya bantu?", tanya Pak Ryan.


" Tolong kamu kesini di Panti Jompo Subroto", ujar Ranti.


" Baik Nona 30 menit lagi saya sampai disana", ujar Pak Ryan.


" Baik saya tunggu', ujar Ranti.


" Pak Subroto apakah anda bisa menyetir mobil dan punya SIM, tanya Ranti.


" Bisa dan SIM saya masih aktif 6 bulan lagi, ujar Pak Subroto.


" Baiklah, nanti saya berikan mobil untuk operasional", ujar Ranti, lalu menelpon Aluna.


" Terimakasih Nona Muda", ujar Pak Subroto.


" Ya Nona Muda, ada yang bisa saya bantu?", tanya Aluna.


" Tolong bawakan Toyota Raize ke Panti Jompo Subroto, sekarang dan bawa semua Dokumen untuk di isi disini saya tunggu", ujar Ranti


" Baik Nona sejam lagi kami sampai", ujar Aluna.

__ADS_1


" Bu Subroto, sebentar lagi mobil akan datang", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, hanya itu yang bisa Bu Subroto katakan.


" ini tolong berikan kepada seluruh karyawan disini, cara penggunaannya sudah saya catat, biar mereka juga sehat dan bekerja lebih maksimal", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda ", ujar Bu Subroto.


" Dan ini khusus untuk anak-anak ibu, catatan juga sudah ada di dalam kita itu.


" Dan ini, ATM buat operasional Panti, dalam bentuk Deposito Berjangka jadi setiap tahun Panti ini sudah ada pemasukkan, ATM ini untuk operasional selama Deposito Berjangka belum sampai 1 Tahun, dan keempat ATM ini buat kalian Pribadi, Bapak dan ibu serta kedua anak Kalian. Dan terakhir adalah uang untuk renovasi, saya berikan 50 milyar, jika ada kelebihan tolong depositokan agar suatu saat jika butuh renovasi lagi maka uang sudah ada", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kami tidak tahu mau bicara apalagi", ujar Bu Subroto.


" Intinya setiap bulan tolong laporan keuangannya kirim ke email saya, dan untuk biaya makanan, selama 1 tahun masih aku tanggung, jadi buat data sejujur mungkin agar saya tidak kecewa di kemudian hari ", uang Ranti.


" Baik Nona, setiap awal bulan saya akan mengirimnya", ujar Bu Subroto.


" Dan ini ATM khusus untuk para penghuni, bagaikan setiap hari 100 ribu perorang sebagai uang jajan mereka, mau mereka pakai atau tidak pokoknya berikan saja", Ujar Ranti.


" Pasti Nona, dan nanti semua laporan akan saya kirim ke email Nona ", ujar Bu Subroto.


" bagaimana pak Ryan, apa sudah selesai pengecekannya", tanya Ranti.


" Sudah Nona, di perkirakan untuk suplai makanan dan sebagainya sebulan hanya 75 juta.


" Oke baiklah, nanti segera diisi mulai Besok Pagi dan tolong masukkan kulkas seperti di panti asuhan, yang juga ada kulkas daging", ujar Ranti.


" Nanti malam anggota saya akan mengirim untuk bahan sarapan Pagi, dan sebelum jam 10 pagi Besok semua bahan sudah terpenuhi, untuk 1 Minggu", ujar Pak Ryan.


" Baiklah, dan jangan lupa semua peralatan dapur harus ganti yang baru dan Kasur bantal serta seprei,ujar Ranti.


" Nona Muda, dokumen mobil sudah siap, tinggal tanda tangan pemilik saja", ujar Aluna.


" Silahkan pak Subroto anda tanda tangan dan seluruh surat kepemilikan akan kami antar maksimal 3 hari dari sekarang.


Urusan makanan dan mobil sudah selesai, sekarang tinggal alat komunikasi dan hiburan.


" Halo Pak Drajat, tolong siapkan Handphone Xiaomi Redminote 10 5 G 29 unit, Samsung Galaxy S22 Ultra 5, dan Xiaomi Redminote 11 Pro 5 G 6 unit, juga Laptop 2 unit, smart TV 43 inchi 2 unit dan tolong besok bawakan orang yang bisa pasang Internet", nanti semuanya bawa ke Panti Jompo Subroto.


" Baik Nona Muda ", besok sebelum makan siang semua barang sudah datang, ujar Pak Drajat.


" Baiklah, atas nama Bu Subroto, nanti kalau semua sudah beres tolong kirim tagihannya ke WA saya", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda', terimakasih.


Karena hari sudah Sore, Ranti memutuskan untuk pulang sendiri, karena Bella sudah duluan, anaknya sudah menangis dirumahnya.


" Nona Muda ini anak angkat saya", ujar Bu Salimar.


" Oh sangat cantik ternyata, kenalkan nama saya Ranti Putri.


Anak angkat Bu Salimar langsung gugup mendengar nama Ranti Putri.


" Hei kenapa kamu jadi pucat seperti itu", lanjut Ranti menyapa.


" Kenalkan nama Yuanita, maaf bos saya salah satu karyawan di Food Excellent, saya staf Keuangan disana, direktur nya Nona Elisabeth", ujar Yuanita.


" Oh syukurlah, kamu kerja yang rajin, dan kamu juga anak yang berbakti, ibumu sudah sembuh, sekarang kalau kamu mau membawanya pulang silahkan, Bu Salimar sudah lebih sehat dari sebelum dia sakit", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya berjanji akan lebih baik merawat Ibuku, hanya dia satu-satunya keluargaku di dunia ini", ujar Yuanita.


" Baguslah, dan jangan kamu ingat lagi dengan Kakak-kakak kamu yang durhaka, mulai hari ini kalian sudah bisa hidup dengan baik", ujar Ranti.


" Bu Salimar ini 2 ATM khusus buat ibu, belilah mobil dan tinggalah dirumah besar ibu, yang 1 berisi 10 milyar untuk ibu pakai sehari-hari dan satu lagi Berisi 4 Triliun, dalam bentuk Deposito Berjangka", Ujar Ranti


" Dan ini buat kamu Yuanita, yang 1 berisi 10 Milyar dan yang satu lagi berisi 2 triliun dalam bentuk Deposito Berjangka 1 tahun, beli kendaraan agar kamu bekerja tidak kerepotan menunggu taxi.


" Maaf Nona muda ini uang sangat banyak", ujar Bu Salimar.


" Itu hak ibu, tadi saya bilang akan memberikan uang 2 triliun ibu yang di rampas anak tiri durhaka ibu, di tambah dengan bunganya selama 10 tahun, jadi jangan menolak, terimalah dan nikmati masa tua dengan bahagia", ujar Ranti.


" Terimakasih banyak Nona Muda", Ucap Bu Salimar.


" Sekarang ayo kembali ke tempat Bu Subroto, saya mau pamit pulang", dan jangan lupa, beli mobil di Dealer Grace, itu orangnya masih ada silahkan pesan sama dia saja".


" Baik Nona, saya kebetulan sudah punya SIM, Bunda masih bisa bawa mobil nanti saya urus SIM nya, ujar Yuanita.


" Baiklah, pokonya pakai uang itu dengan baik, dan kamu harus tetap bekerja di Perusahaan saya, pegang Kartu Nama saya, suatu saat akan berguna untuk mu, dan tunjukkan kepada Elisabeth", ujar Ranti sambil memberikan Kartu namanya.

__ADS_1


__ADS_2