
Masalah pemutusan kontrak pasti akan berurusan dengan dengan divisi hukum, ketika Paman Berth membaca nama perusahaan saudaranya yang kena sanksi, pikirannya langsung tertuju pada keponakannya yang terkenal sangat angkuh.
Pamannya Berth juga membaca catatan yang tertulis bahwa keluarga Berth bisa terus bekerjasama dengan syarat mengirim Berth sekolah di Propinsi yang bisa di bilang tidak terlalu maju, dan membatasi Keuangan nya juga, dan syarat terakhir Berth harus berlutut kepada Friska, seketika Pamannya Berth langsung terdiam dan benar dugaannya.
Sementara di kampus Airlangga terjadi kehebohan mahasiswa, bagaimana tidak 2 mobil Koenigsegg Regera datang memasuki Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Para mahasiswa dan mahasiswi belum tahu siapa pemilik 2 mobil yang barusan tiba, mereka penasaran siapa yang akan turun dari kedua mobil itu.
Berth yang juga melihat mobil-mobil itu, terlihat masih tetap tenang, dia masih berpikir akan menang saat Friska dan Mercy datang, padahal Mercy dan Friska sudah melihatnya.
Ketika pintu kedua mobil itu di buka, semua mahasiswa makin antusias untuk melihat pemilik mobilnya turun. Mercy turun pertama dan di susul oleh Friska.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Airlangga gempar melihat siapa yang turun dari dari kedua mobil langka di Indonesia, bahkan di Indonesia Koenigsegg Regera hanya ada 5 unit, ya dan semuanya milik saudara Ranti, Mercy, Friska, Rindu dan si kembar.
Berth langsung terdiam, bagaimana tidak, dia membanggakan Lamborghini Aventador yang varian termurah dengan harga sekitar 8 miliaran rupiah dan beli kredit dan baru 6 bulan lunas.
" Berth, bagaimana menurutmu dengan mobil orang miskin seperti kami", ejek Friska.
" Teman - teman semua, kami bawa mobil sport bukan untuk pamer kepada kalian, tapi Tuan Berth yang katanya kaya raya mengajak kami bertarung, dengan mobil siapa paling mahal, jika kalah maka harus mentraktir teman-teman makan di kantin", ujar Mercy.
" Buktikan dulu dengan surat-suratnya dan dan faktur Pembelian bila kuitansi nya", ujar Berth belum yakin.
" Teman-teman tolong perwakilannya, Tuan kaya ini tidak percaya kalau ini mobil kami, tunggu Sebentar lagi sopir kami juga sedang membawa 1 lagi mobil kami, tanggung kalau hanya 1, ujar Friska, biar Tuan yang kaya bisa bertobat dari kesombongannya".
" Friska dan juga Mercy, mobil kalian sah adalah milik kalian dan beli dengan Tunai", ujar salah Seorang mahasiswa.
" Dan kamu Berth mobilmu juga sah atas nama milik kamu, tapi lihatlah faktur pembelian kamu tertanda lunas 6 bulan kemarin, itu berarti kamu membelinya secara kredit.
Hahahaha... hahahaha
" Katanya kaya raya, tapi beli mobil kreditan sudah begitu pakai untuk bertarung pamer Mobil", ucap Mercy.
" Kawan tidak semua orang bisa kamu lawan, kita disini buat belajar, bukan unjuk kekayaan, saya dan Friska hanya yatim-piatu, jadi buat apa pamer, mobil adikku lebih mahal dari yang kami miliki, tapi dia tidak mengumbarnya kemanapun", ujar Mercy.
Para mahasiswa di kagetkan lagi dengan munculnya 2 mobil Ferrari LaFerrari dengan warna merahnya dan logo kuda jingkraknya menambah kesan mewahnya terlihat.
" Nona muda ini mobilnya, sebentar lagi Nona Muda Rindu akan tiba", ujar Mang Dul.
Dan benar saja, Koenigsegg Regera kembali masuk ke parkiran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, kini berkumpul 5 mobil mewah.
" Maaf kak, aku juga ikut nimbrung, pengen lihat orang kaya ini, apa benar mulutnya dan kenyataan apa bisa sinkron", sindir Rindu.
" Bagaimana Tuan kaya, ini surat-surat mobil saya, dan foto Ferrari LaFerrari milik saya, dan ini 2 Koenigsegg Regera, berplat Jogjakarta milik kedua kakak kami si kembar", Pamer Rindu sambil memperlihatkan mereka berlima berfoto bersama bersama 5 Koenigsegg dan 5 Ferrari LaFerrari".
" Bagaimana, apa Keluarga kamu lebih kaya dari kami atau bagaimana ?" dan sebagai Bonus ini pesawat Gulfstream G 700 dan Bombardir Global 7500 milik keluarga Kami, jadi kalau mau pamer jangan tanggung-tanggung biar tidak memalukan diri sendiri", ejek Rindu.
" Berth bagaimana Taruhannya, apa kamu mau mengelaknya, dan hari ini Perusahaan Ayahmu sedang kebingungan, Pamanmu juga tidak berkutik", jadi selesaikan taruhannya, tekan Friska.
" Teman-teman kayaknya dia tidak mampu mentraktir kalian, jadi pantasnya disebut apa manusia sombong ini", teriak Mercy.
__ADS_1
" Ia aku traktir, silahkan kalian datang berkumpul di kantin", ujar Berth terpaksa.
" Nah, itu baru laki-laki, sekarang saya kasih kamu kesempatan, jika kamu berteriak berjanji tidak akan Sombong lagi, maka ku batalkan pemutusan kontrak nya", ujar Friska.
Belum sempat Berth berteriak, kini datang kedua gadis itu bersama kedua orang tua mereka masing-masing.
" Nona Muda tolong maafkan kami", ujar kedua wanita sombong itu.
" Oh bukannya kalian berdua dengan semangatnya menghina Friska di acara malam tadi", ujar Mercy.
" Kami salah, kami mohon hukumlah kami, tapi jangan libatkan orang tua kami", ujar mereka berdua.
" Itu sengaja agar orangtua kalian tau siapa kalian sebenarnya, karena kami yakin tidak mungkin Orangtua mengajarkan anak-anaknya jadi orang jahat seperti kamu berdua, mana mobil mahal kalian, tunjukkan kepada kami", tegas Friska.
" Kami hanya memiliki mobil yang biasa kami bawa kuliah",ujar mereka berdua.
" Kalian harusnya bersyukur, masih punya orangtua, sedangkan kami yatim-piatu, kami semua berusaha mandiri, kami hidup sederhana hanya untuk bebas mencari kawan, agar teman - teman yang ekonominya kurang dari kita, tidak merasa minder bergaul dengan kita", apa kalian berdua paham, ujar Mercy.
" Sekarang berlutut kepada orangtua Kalian, minta maaf telah membuat mereka susah akibat perbuatan kalian ", perintah Friska.
Dan kamu juga Berth, itu orangtuamu dan paman kamu datang berlutut dan minta maaf kepada mereka, apalagi Pamanmu yang sudah banyak membantu kalian", perintah Friska.
Ketiga orang itu segera berlutut menangis minta ampun kepada para orangtua mereka, seluruh mahasiswi yang melihatnya bangga dengan cara Mercy dan Friska lakukan, awalnya terlihat sombong, tapi setelah melihat secara keseluruhannya, ternyata tujuannya sangat mulia.
" Nona Muda, terimakasih sudah mendidik anak kami", ujar ketiga pasang orangtua itu.
" Biar bagaimanapun mereka bertiga adalah teman kami, dan kalian termasuk mitra dari perusahaan kami, jadi biar mereka sadar, diatas langit masih ada langit", ujar Mercy.
" Maafkan kami bertiga Nona Muda, kami berjanji akan berubah, dan tidak akan berbuat hal yang sama kepada siapapun", janji mereka bertiga.
" Baguslah, kami pegang kata-kata kalian bertiga, dan jangan panggil kami Nona Muda, kalian bukan teman kami, jadi panggil nama saja", ujar Friska.
" Baiklah terimakasih, dan soal taruhannya kami akan akan jalankan sesuai janji kami", ucap mereka bertiga.
" Oke, kalau begitu", ujar Friska.
" Kak adek pulang dulu ya", ujar Rindu.
" Ia hati-hati di jalan, jangan ngebut", ujar Mercy.
" ia kak", jawab Rindu.
" Nona Muda kami juga akan Kembali dan membawa mobil ini sekalian mampir mau ganti oli dan cek bulanan ", ujar Mang Dul.
" Terimakasih Mang, ini buat kalian berdua minum kopi sambil tunggu selesai di cek", ujar Mercy sambil memberikan uang kepada 2 sopir mereka.
Kini suasana kampus tenang kembali namun di kantin jadi sangat ramai, Berth dan kedua gadis Sombong itu membantu melayani para petugas kantin mengantar makanan.
Sementara di tempat berbeda, tepatnya, di kantor RPS Group Company, didatangi beberapa kontraktor yang di telpon karena dampak masalah anak mereka dengan Rindu.
__ADS_1
Mereka mengatakan bahwa RPS Group Company tidak profesional dalam kontrak kerja sama, karena menurut mereka persoalan anak jangan di bawa ke bisnis.
Rendi kemudian berkata, bahwa perusahaan RPS Group Company selaku pemilik Proyek berhak memutus kontrak secara sepihak apabila di kemudian perusahaan tersebut mengabaikan perjanjian kontrak sebagaimana tertuang dalam isi kontrak, dan jika perusahaan RPS Group Company dinyatakan yang menyalahi kontrak, maka sudah di tentukan besaran kompensasinya, jawab Rendi dengan santai.
" Jadi apakah anda, merasa sangat Kuat menggantikan kompensasi kepada kami ? ujar para kontraktor itu.
" Jelas kuat, lihat saja di kontrak tata cara membayar kompensasi jika kami memutuskan kontrak secara sepihak, ingat baik-baik, harga diri Nona Muda kami lebih berharga dari nilai kompensasi yang akan kami bayar kepada anda, dan jangan kira anda dapat kontrak dari kami itu dengan murni karena kehebatan perusahaan kalian, ini buktinya, Nona Muda kami membantu kalian karena dia mendengar dari anak kalian yang berbincang dengan temannya soal kesulitan keuangan kalian.
Jadi dia menelpon saya dan bertanya apa ada nama perusahaan kalian yang mengajukan proposal kerja sama, perlu kalian ketahui, Nona Muda yang lain sempat membantah, tapi karena tidak enak dengan Nona Muda kami Rindu maka mereka diam saja.
Ternyata, anak kalian justru membuly Nona Muda kami yang membantu kalian, kami disini sangat kecewa dengan perbuatan anak kalian, makanya Nona Muda kami terpaksa mencabut bantuannya terhadap kalian, tapi tenang saja, kami tetap membayar kompensasi sesuai hukum yang tertuang dalam kontrak kerja.
Dan ada titipan pesan, agar tunggakan kalian di RPS Multidana, harus di potong terlebih dahulu sebelum kami melakukan pembayaran kompensasi, karena jaminan utang kalian adalah kontrak kerjasama, bahkan ada dari kalian sudah 3 bulan tidak membayar angsuran, sudah dikirim surat tapi kalian tidak membayarnya, jadi mohon maaf, kami selaku group perusahaan akan melakukan sesuai kontrak", jawab Rendi.
" Maaf Pak Rendi, soal hutang kami tidak ada urusan dengan kontrak yang diputus oleh kalian", ujar salah satu kontraktor.
" Baiklah, silahkan saja dan pasti kita akan bertemu lagi saat Direktur Utama RPS Multidana Finance yang melaporkan kalian di kemudian hari, saya tau kalian pasti membantah pemotongan ini, tapi jangan kalian pikir Nona Muda kami mendirikan perusahaan ini dengan sembarangan dan tidak mengerti cara-cara kalian bermain, jadi silahkan berikan laporan kerja kalian dan kami akan membayar sesuai nilai kontrak dan tambahan kompensasi sesuai isi kontrak itu ", ujar Rendi.
" Kalian pikir kami akan bangkrut jika kalian memutuskan kontrak dengan kami, justru kalian yang akan rugi", ancam mereka.
" Rugi, maaf ya justru kami rugi menampung kontraktor seperti kalian, apa kamu mau hitung-hitungan waktu dengan saya, kamu lihat baik-baik dalam kontrak ini tercatat proyek pembangunan Rusunawa perlantai berapa hari kerja, tapi proyek ini sudah 4 bulan di tanda tangani, pindai saja belum ada, kami sudah membayar anggaran 25 % untuk dana awal, sekarang saya tanya selama 4 bulan apa yang sudah kalian berikan pada proyek itu, kami sudah bayar sesuai perjanjian, bahkan Target kalian 3 bulan seluruh pondasi akan siap dan kami wajib membayar 15 % lagi, dan Kenapa kami belum bayar, karena kalian belum bekerja, jika kami mau dari kalian belum bergerak 1 bukan saja maka kontrak ini harus bisa kami batalkan", Ujar Rendi.
Jadi kamu wajib mengembalikan uang senilai 25% dari nilai kontrak, karena target waktu sudah lewat sebulan dari perjanjian 3 bulan pondasi selesai", bagiamana? apa kalian pikir kami bisa kalian bodohi', tegas Rendi.
Akhir kata, kalian tidak bisa di berikan kesempatan lagi, saya dan tim akan menghitung sheet per sheet, baru kemudian kami bayarkan semua hak kalian, dan ingat utang kalian RPS Multidana Finance tinggal beberapa bulan lagi jatuh Tempo, dan tidak ada toleransi dengan penunggakan pembayaran, semua tunggakan kalian wajib di bayar dalam waktu 1 minggu", ujar Rendi dan langsung berdiri meninggalkan para kontraktor pemalas itu.
Sepeninggal Rendi, para kontraktor itu terdiam, mereka sadar banyak proyek yang sudah mereka ambil uangnya tapi belum juga mereka kerjakan, dan pantas saja mereka menegur dengan baik, ternyata mereka di bantu salah satu Nona Muda dari perusahaan RPS Group Company.
Rendi melaporkan Maslah itu kepada Ranti, Ranti hanya memerintahkan ikuti saja kemauan Rindu, toh teman-temannya dia memang tidak diri", kata Ranti.
Ranti tidak akan membantah jika jika Kakak-kakaknya atau adiknya memerintahkan sesuatu, karena tidak mungkin mereka melakukan hal seperti itu dengan sembarangan, keputusan seperti itu adalah jalan terakhir, dan Ranti percaya semua Saudaranya sudah terdesak hingga menggunakan hak mereka di perusahaan, dan semua bawahan Ranti pasti akan patuh, pada seluruh keputusan Nona Muda mereka atau Tuan Muda mereka.
Para bawahan juga paham, mustahil saudara Ranti sembarangan mengambil keputusan, makanya saat ada kasus seperti ini, mereka paham situasi yang terjadi.
Mungkin banyak yang mengatakan keputusan seperti itu adalah kejam, tapi perlu di ketahui seluruh progres pembangunan dan perkembangan perusahaan, semua Saudaranya Ranti bisa membacanya kapan saja, hanya saja mereka tidak mau mengintervensi, karena mereka percaya karyawan mereka adalah orang yang bertanggungjawab.
Kita kembali ke Ranti.
Ranti setelah pulang dari sekolah, dia mengantar Tiara pulang ke rumah barunya, disana dia hanya berbicara sebentar lalu pamit pulang.
Ranti masih malas pulang rumah karena pasti sepi, akhirnya dia pergi ke menuju Mall Tunjungan plaza,yang merupakan Mall terbesar kedua setelah Mall Pakuwon, Ranti dan keluarga jarang ke Mall ini karena agak jauh dan juga mereka memang tidak suka keluyuran.
Walau bukan weekend, banyak pengunjung yang datang, pengunjung di dominasi oleh para anak remaja dan pemuda, apalagi saat ini baru jam 3 Sore.
Kedatangan Ranti kesini bukan tanpa tujuan, dia kesini ingin melihat suasana Mall, yang menurut berita acara pembelian saham pada perusahaan induknya menyertakan seluruh mall ini selain Pakuwon dan Pakuwon trade center, serta seluruh jaringan bisnis dari perusahaan induknya.
Ranti sudah menyetujui proposal tersebut, itu artinya jika semua sudah selesai, maka Ranti akan menguasai banyak perbelanjaan, nilai Proposal sebesar 25 triliun untuk mendapatkan 75 % saham perusahaan induk.
Padahal rencananya Ranti hanya berniat membeli Pakuwon Mall 100%, tapi ternyata pihak Perusahaan induk justru menjual seluruh saham kepemilikannya dan tersisa 25 % saham milik umum, oleh karena itu Ranti meminta kepada Rendi agar membeli saham 25 % itu.
__ADS_1
Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah siapa CEO nya, Leandra belum mampu, Arshad Warsito atau menarik Bayu Krisna dari Jakarta, tapi dia sudah Tua, masalah lain lagi adalah apakah direktur pelaksana di setiap mall itu akan sama bagusnya dengan Arshad Warsito.