
" Selamat datang kembali bibi dan paman, Bertrand Pradipta memberi hormat", ucap Bertrand anak tertua Bastian.
" Christina Pradipta memberi hormat pada bibi dan paman ", sapa Christina anak kedua Bastian.
" Paula Pradipta, memberi hormat pada bibi dan paman", sapa Paula anak ketiga Bastian.
" Bibi dan paman menerima hormat kalian, ambil ini sebagai hadiah bibi dan paman, tolong gunakan dengan baik", ucap Monicha sambil memberikan ATM kepada anak-anak nya Bastian, dengan jumlah masing-masing 5 Milyar.
" terimakasih bibi dan juga Paman, kami akan menabungnya untuk kuliah di luar negeri", ucap Bertrand.
" Bagus, Paman senang mendengarnya, sekarang berdirilah, nanti kalau kakak kalian datang pasti tambah seru", ucap Adrian.
" Kata Kakek, Kakak Ranti sangat pintar, dia Juara Nasional dengan nilai ujian sempurna dan menjadi lulusan terbaik se Indonesia ", ucap Bertrand.
" Ia, kalian juga pasti bisa seperti Ranti, makanya belajar dengan rajin", ucap Adrian.
" Ia Paman, nanti kami minta tolong kak Ranti membantu kami belajar ", ujar Paula.
"'Ayo kita sarapan dulu, kita bersyukur karena keluarga kita sudah kembali utuh, Ucap Radjiman.
Mereka menikmati sarapan pagi dengan begitu gembira dan bahagia, selesai sarapan, mereka duduk di ruang keluarga, sambil bercengkrama, Monicha duduk sambil memeluk Ibunya, dari ibunya Monicha belajar bagaimana hidup sederhana dan berhati terbuka Serta pandangan yang luas, dia belajar bagaimana ibunya yang lahir dari orang kaya dan berpengaruh, tapi ibunya hidup dengan sederhana, dan menerima Radjiman Pradipta sebagai suami yang notabene hanya mahasiswa sederhana, namun bisa menjadi salah satu orang berpengaruh di Indonesia.
" Icha telpon cucuku sekarang, bunda ingin lihat wajah cucuku serta ingin mendengarnya memanggil bunda nenek", ucap ibunya Monicha.
Ranti yang saat ini sedang berada di Kantor dan sedang berkumpul dengan para Petinggi perusahaan Body Clean, tiba-tiba handphone nya berdering.
" Halo Mom, ada apa, aku lagi di kantor, ada briefing dengan para manajer dan direktur", ucap Ranti.
" Princes, nenekmu mau bicara sebentar apa boleh sayang", tanya Monicha.
" Boleh Mom, tapi sebentar aku tutup briefingnya dulu", ucap Ranti.
" Ia sayang, nanti telpon balik ya, ucap Monicha.
" Ia mom, 5 menit lagi", ucap Ranti dan menutup handphonenya.
" Icha, apa cucuku tidak mau bicara dengan Bunda? tanya ibunya Monicha.
" Bukan, Ranti lagi pimpin rapat di perusahaannya, 5 menit lagi dia akan telpon balik", jawab Monicha menjelaskan.
" Maaf bunda lupa kalau dia punya sudah punya perusahaan sendiri ', ucap Ibunya Monicha.
" Apa Bunda, Ranti sudah punya perusahaan sendiri dsn sekarang sedang pimpin rapat", tanya Bastian.
" Ia Nak, keponakan kamu itu, jadi bosnya paman kamu Nikson Pradipta, bahkan secara tidak langsung kamu juga terlibat dalam Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island yang ikut di kerjakan oleh Paman kamu Nikson, walau awalnya dia tidak tahu kalau proyek itu milik keponakan kamu Ranti', ucap Ibunya Bastian.
" Bunda itu proyek ratusan triliun dan jangka panjang, pantas saja syarat dan spesifikasinya sangat tinggi, aku kebagian desain bendungan, Bandara dan pusat Perkantoran, Apartemen, Mall dan hotel, yang akan menjadi ikon dari kota Terpadu itu, Bahkan di bawah tanah akan terhubung semua dengan terowongan, bahkan Paman Nikson meminta desain terowongan menghubungkan Bangunan si seberang jalan seperti konsep jembatan penyeberangan", ucap Bastian yang terkenal sebagai arsitektur bertangan dingin.
" Ia dek, Ranti pemilik tunggal dari kedua proyek besar itu, di Jakarta saja, dia punya 4 gedung perkantoran, RPS Emerald, RPS Sapphire, RPS Rubby, kedua gedung Sapphire dan Rubby sekarang sudah di bangun Apartemen dan hotel serta restoran, juga di memiliki 3 Mall, Kota Kasablanka, Gandaria City dan dan kompleks Mall Cempaka, perkantoran ARSA Group itu miliknya sekaligus ARSA Group itu sendiri.
Selain itu, dia pemilik Tunggal Tri Link Finance dan Bank IDB, yang kedua perusahaan itu memiliki modal yang saat ini sebesar masing-masing 100 triliun, yang menobatkan kedua perusahaan sebagai perusahaan milik pribadi dengan modal terbesar, dia juga yang mengakuisisi Bank terbesar ke 3 di Singapura, sekarang bernama SADB, Sahamnya 100 % miliknya, Terakhir dia mengakuisisi PT Narendra Property yang jadi gedung ARSA Group, Serta perusahaan cabang Narendra di 5 negara Asean, Sekarang yang di Singapura diurus Yoga anaknya Haris Setiadi", ucap Adrian.
" Hebat juga, memberikan modal sebesar itu pada Ranti", ucap Bastian.
" Hahahaha, Ranti hanya menggunakan 24 triliun uang kami dalam membeli Tri Link, tapi sudah di dikembalikannya, jadi seluruh usahanya adalah murni uang dia sendiri, perusahaan tempat berinvestasi lebih dari 100 perusahaan, di Indonesia saja ada 60 perusahaan BUMN, nilai saham masing-masing 40%, Astra Internasional, Yamaha Motor Indonesia dan masih banyak lagi, total investasi nya sudah tak terhitung", ucap Adriansyah.
" Tapi Kenapa dia tidak masuk daftar orang terkaya di Indonesia", penasaran Bastian.
__ADS_1
" Bastian, pemerintah yang menutup seluruh akses data Pribadi Ranti, apa kamu pernah mendengar Bank Global Intercontinental dan apa saja syarat menjadi nasabah mereka? tanya Monicha menyambung obrolan Adrian dan Bastian.
" Ya saya tahu, klien saya dari Timur tengah salah satu nasabahnya, dia pernah bilang ada 1 orang Indonesia, masih Muda dan seorang Wanita, yang menjadi nasabah di Bank itu, tapi dia tidak mau memberitahu siapa orangnya", ucap Bastian.
Dan lanjut kata klienku, yang menjadikan nasabahnya harus punya uang minimal 15 Kualidrium rupiah atau 1 Triliun dolar Amerika", ucap Bastian.
" Nah, Ranti salah satu nasabah tertinggi mereka, dia masuk jajaran 10 besar, dari 100 nasabah elit mereka, sekarang mereka lebih terbuka, minimal Saldo awal 3 Kualidrium uang cash, bukan aset, nah hitung saja pendapatan bunga dari bank Global Intercontinental itu, yang pertahunnya 4%, pertanyaannya seberapa kaya Keponakan kamu itu, apa masih pantas masuk daftar orang terkaya di di Indonesia, sedangkan orang terkaya di dunia saja, hanya memilikinya 10 ribu triliun itupun sudah dengan aset", ucap Monicha
" Astaga, ternyata selama ini aku berpikir Keponakanku sangat malang hidupnya', ternyata dia hidup dengan bahagia, terimakasih Tuhan", ucap Bastian.
" Dulunya dia sangat miskin, dia 10 tahun di panti asuhan, namun dia dapat juara 3 UN tingkat nasional dan Juara 1 SE Jawa Timur untuk siswa SMP, itulah Modal dia untuk bermain Saham luar negeri dan menang tiap Minggu bisa 1 juta dollar, di mainkan lagi dsn menang lagi, lalu dia ke Cina, main Judi batu, dia menang 20 triliun Yuan, tahun lalu kami ikut dengannya dalam judi Batu, dia menang mutlak 30 triliun Yuan, nah hitung Saja berapa banyak uang, keesokan harinya dia bertarung dengan Master Giok, dan dia menang 11 triliun, terakhir dia memang 34 triliun Yuan, jadi total kemenangan dia tahun lalu 75 Triliun, dan masih banyak bagi giok yang dia simpan", ucap Monicha.
" Soal perjudian batu giok aku pernah lihat saat jalan-jalan kesana, katanya jika menang bisa kaya dalam semalam tapi jika kalah akan Bangkrut dalam semalam", ucap Bastian.
" Kakak iparmu sempat terkejut saat Ranti beli batu yang harganya 250 juta Yuan, tapi lebih terkejut saat batu itu dipotong dan jual, harganya menjadi ratusan milyar, tapi bagaimana jika kalah, 250 juta Yuan itu sangat banyak", ucap Monicha yang ucapannya terhenti saat Ranti menelpon.
" Halo Princes, apa sudah selesai rapatnya, apakah anak buahmu menyulitkan kamu? berondongan pertanyaan Monicha
" Sudah selesai mom, kami hanya briefing biasa, lagian aku juga sudah beberapa bulan tak datang melihat kantor, kakek dan nenek apa sehat mom? tanya Ranti.
" Mereka sehat, berkat obat dari kamu, nah sekarang sapa kakek dan nenekmu, mereka sangat kangen dengan kamu", ucap Monicha.
" Halo cucuku, ini nenek sayang, ternyata kamu sangat cantik, kapan datang kerumah nenek", ucap neneknya.
" Halo cucuku, ini Kakek, bagaimana keadaan kamu? ucap Radjiman.
' Halo juga kakek dan nenek, keadaan Ranti baik-baik saja, maaf belum bisa datang, nanti saat kedua adikku selesai Ujian naik kelas Ranti kesana, sekalian seluruh saudara angkat Ranti akan datang kerumah Kakek dan nenek, atau kalau Kakek dan nenek ada waktu, silahkan datang, Ranti sudah berikan pesawat Pribadi buat Dady dan mommy pergi kemana-mana", ucap Ranti.
" Hahahaha, cucuku sudah hebat, semua cucuku sangat Pintar, adik-adik sepupumu disini juga selalu juara kelas", ucap Radjiman.
" Bagus dong, kalau mereka dapat juara itu berarti keluarga kita adalah keluarga orang pintar", ujar Ranti.
hahahaha
" Kakek bisa aja, lalu ada berapa sepupuku kek? tanya Ranti.
" Ada 3 sayang, ini mereka bertiga", ucap Radjiman lalu memanggil ke-tiga cucunya yang lain.
" Halo Kak, namaku Bertrand Pradipta, sekarang mau naik ke kelas 11", ucap Bertrand.
" Halo kak saya Christina Pradipta, saat ini mau masuk kelas 10", Ucap Christina.
" Halo kak aku Paula Pradipta, sekarang mau naik kelas 9", ucap Paula.
" Wah, adik-adik kakak semuanya ganteng dan cantik-cantik juga pintar, nama kakak Ranti Putri Setiawan, nanti kalau kakak ada waktu kita jalan-jalan, Kalau kalian dapat juara 1, kakak kasih hadiah masing-masing 5 triliun untuk tabungan kalian", Ucap Ranti.
" Itu banyak sekali kak, nanti ayahku nangis lihat kami punya banyak uang", ucap Paula.
" Apakah Paman Bastian ada disitu", tanya Ranti.
" Ada kak", ucap Christina.
" Ya sudah kakak mau sapa ayahmu", ucap Ranti.
" Ranti Putri Setiawan, Putri dari Adriansyah Setiawan dan Monicha Herdiani Pradipta, memberi hormat kepada Paman dan Bibi, dan mohon maaf belum bisa datang kerumah", ucap Ranti sambil menundukkan kepala.
" Paman dan bibi menerima hormatmu, paman bahagia bisa melihat kamu, paman berpikir sudah tidak akan bertemu dengan kalian, ternyata Tuhan sangat baik, apalagi kamu sudah sukses, terimakasih banyak lewat paman Nikson kamu memberikan Paman pekerjaan yang besar", Ucap Bastian.
__ADS_1
" Asal paman mampu kenapa aku harus berikan pekerjaan itu kepada orang lain, Desain paman sangat keren, Tim saya disini sangat senang dengan desain yang paman buat, apalagi paman Nikson mampu melaksanakan hasil desain Paman dengan sangat sempurna, Nanti datanglah saat bendungan desain Paman akan mulai diisi air awal Desember tahun ini", ucap Ranti.
" Paman sangat bangga dengan kamu, Ini Bibimu Soraya", ucap Bastian.
" Halo Bibi, sapa Ranti.
" Kamu sudah besar sekarang, dulu bibi waktu baru menikah sangat senang melihatmu, bibi juga berpikir tidak akan melihatmu lagi, tapi hari ini, kebahagiaan Paman dan Bibi sempurna, Kaka ipar yang bibi paling hormati selain ayah dan Bunda, dan juga kamu telah kembalikan Tuhan kepada Kami, rumah ini kembali ceria, walau kita berjauhan tapi masih bisa saling bicara daripada hati kemarin, datanglah kalau ada waktu, pasti Kakek dan Nenek kamu akan lebih bahagia karena mereka sangat ingin memelukmu, bibi juga ingin memelukmu ", ucap Soraya istri Bastian.
" Tapi maaf suami adik Bibi, bekerja IDB katanya suaminya di tolong pemilik perusahaan, nama suaminya Leonardus, Ucap Soraya.
" Hahahaha, Ranti ketemu saat dia jadi sopir taksi online, saat itu istrinya lagi melahirkan di rumah sakit, dia kesulitan uang, tapi hebat dia tidak mau terima uang dari siapapun, jadi ku ancam saja dia, terpaksa dia menerimanya, dan rupanya dia telah melamar kerja di IDB, dan Namanya maksud daftar 3 besar yang akan dipilih sebagai kepala bagian, ya sudah ku telpon saja pak Jusuf agar menerimanya dan harus di tempat kan IDB.
" Adik ipar bibi kinerjanya sangat baik dan berintegritas, jadi saya tidak salah memilih karyawan", ujar Ranti.
" Terimakasih Ranti, bibi sangat bahagia mendengarnya, suaminya memang tidak mau meminta tolong selama dia merasa masih mampu, masalah dia kekurangan uang, tidak pernah mereka cerita kepada bibi", ucap Soraya.
" Itu berarti mereka tidak mau menyusahkan bibi, tapi sekarang mereka sudah mapan, dan hasil keringat sendiri, intinya Leo memang pintar dan juga low profil, jadi saya senang, makanya dia tetap bertahan dan sekarang sudah Manajer bagian Hukum di IDB dan Tri Link", ucap Ranti.
" sekali lagi terimakasih kasih dia adik bibi satu-satunya, jadi saat mendengar suaminya dapat pekerjaan yang bagus dan sesuai jurusannya bibi ikut bahagia", ucap Soraya.
Sudah sejam mereka ngobrol lewat telpon, akhirnya berakhir.
" Ayah, Bunda, kami mau kekantor dulu, kami ada rapat dengan kementrian BUMN, kasihan jika Ranti yang datang, dia sudah terlalu sibuk, apalagi dia merawat kedua adik angkatnya, walau dia sibuk pasti sempatkan waktu mengajak mereka jalan-jalan, dan hal itu justru membuat Ranti sangat bahagia, kalau dia sendiri, sangat di manjakan oleh seluruh kakak angkatnya 8 orang", ucap Monicha.
" Baiklah, buatlah cucu ayah Bahagia, apalagi dia pernah mengalami masa sulit dalam hidupnya, beruntung kakak- kakaknya di Panti Asuhan sangat baik dan menyayangi nya, jadi ayah dan bunda hanya berpesan biarkan apapun yang dia lakukan, selama dia bahagia, ayah yakin dia sudah sangat paham hitam dan putih dunia ini", ujar Radjiman.
" Ia ayah, kami pamit dulu, jika bukan dari kementrian pasti kami tunda rapatnya", ucap Monicha.
" Hati-hati sayang, dan waspada sama Kakakmu", ucap Radjiman memperingatkan Adrian.
" Ia ayah, Minggu depan kami pindah ke Pondok Indah, ke rumah milik Ranti, kalau itu rumahnya sangat besar, jadi ayah dan bunda datanglah dan menginap disana, bila Perlu ganti-gantian, mau tinggal dengan Icha atau sama asik Bastian", ucap Monicha.
" Minggu depan juga kami mau ke Surabaya, pas hari Jumat Sore, kalau ayah, bunda dan adik berdua serta keponakan mau ikut ayo kita ke Surabaya, putra angkat ku Darel kuliah di Universitas Binus, 2 Minggu sekali Ranti mewajibkan nya pulang", ucap Monicha.
" Oke, ayah setuju, nanti minta dia siapkan Wagyu A5, ucapan Radjiman.
" Baik Ayah, kami Pamit ya, ucap Monicha dan mencium tangan ayah dan Ibunya, begitu juga Adrian dan langsung di rangkul Radjiman.
" Ayah sangat bangga sama kamu Nak, kamu dan Soraya adalah menantuku yang sangat membuat ayah dan bunda kalian bahagia", Radjiman.
" Terimakasih ayah, Ucap Adrian dan beranjak ke mobilnya, hari ini dia menyetir sendiri, dia tidak memaksakan Lukman untuk menyetir, Adrian Ingin agar Lukman lebih banyak waktu dengan Velove dan Vexia, yang saat ini sedang butuh banyak perhatian.
Sepeninggal Adriana dan Monicha, kediaman Radjiman Pradipta terlihat ada perubahan, mereka semua berbahagia, karena sudah bertemu deng Adriansyah dan Monicha.
" Ayah, seberapa kaya Ranti', tanya Bastian.
" Hahahaha, kan kamu sendiri yang bilang menjadi nasabahnya Bank Global Intercontinental harus punya uang minimal 15 Kualidrium rupiah Cash, nah sudah pasti hartanya lebih Besar dari itu", jawab Radjiman.
" Perusahaan induk kita saja hanya memiliki 800 Triliun sudah gabungan dengan aset, jika tambah perusahaan kakak Icha saja belum bisa mengalahkan uang Ranti",ucap Bastian.
" Ia tapi lihatlah gayanya sama Persis Icha juga sama dengan Bundamu, selalu berpakaian sederhana, istrimu juga sudah ketularan bundamu, hingga kadang di bilang orang miskin', ucap Radjiman.
" Soraya sudah nyaman dengan berpakaian seperti ini, lagian buat apa bergaya dan pamer- pamerin harta, mendingan seperti ini, apalagi mas Bastian tidak menuntut Soraya harus berdandan secantik mungkin", Ucap Soraya.
" Makanya ayah bangga punya menantu seperti kamu dan juga Adriansyah, lihat saja, dia uang punya uang ribuan triliun tapi gayanya seperti itu dari dulu, dan yang Paling ayah bangga dari kalian berdua menantu yaitu, ketabahan dan keikhlasan kalian menerima kami sebagai mertua kalian", ucap radjiman.
" Terimakasih ayah, mas Adriansyah memang orang yang baik dan rendah hati, kak Icha apalagi, Soraya beruntung menikah mas Bastian dan mendapatkan mertua yang baik dan juga menyayangi Soraya, jadi kami sebagai menantu sangat bahagia, kak Icha dan mas Bastian jadi seperti ini, karena didikan yang baik dari ayah dan Bunda, makanya Soraya belajar dari Bunda, agar ketiga anak Soraya bisa menjadi seperti mas Bastian", ucap Soraya bahagia.
__ADS_1
Sementara di Surabaya tepatnya di kediaman Keluarga nya Sinyo, terjadi kehebohan, pihak kepolisian datang setelah laporan dari ayahnya Sinyo, bahwa anaknya di culik.
Tapi setelah cek CCTV rumah dan laporan dari Security kompleks dan CCTV kompleks juga tidak membuktikan kalau ada penculik yang datang ke rumah itu, bahkan pintu kamar masin terkunci dari dalam kamar, dan mana mungkin penculik membawakan seluruh pakaian Reno hingga kasur, dan kenapa tidak ada dalam rekaman CCTV.