
" Jadi perkiraan berapa semuanya, tanya Ranti
" Belum saya hitung harganya, ucap Pak Ryan.
" Pegang saja dulu cek ini, nanti kalau sudah semua sudah selesai, baru hitung detilnya berapa? Ucap Ranti.
" Baik terimakasih kalau begitu, Ucap Pak Ryan.
Di jalan pulang, istri pak Ryan bertanya
" Pah, uang Nona Muda, kapan habisnya, setiap bulan saja kita terima uang dari dia hampir 400 juta, ucap istri Pak Ryan.
" kita berdoa agar semua usaha Nona Muda lancar, bisnis kita juga lancar, ucap pak Ryan.
" Ia Pah, kita bersyukur, selama kenal dengan Nona Muda, kita selalu di beri rejeki, ingat dulu kita hanya bisa menjual seadanya, tapi sekarang semakin komplit barang kita, semakin banyak pelanggan, dan benar kata Nona Muda, semakin kita rendah hati, maka pelanggan juga enggan pindah ke Toko yang lain, ucap istri Pak Ryan.
" Terimakasih mah, kalau bukan mamah yang ajarin papa, mungkin kita tidak akan sampai di titik ini, ucap Pak Ryan.
" Sama-sama pah, ucap Istri Pak Ryan.
Tak lama berselang datang bersamaan, Aluna dan Pak Drajat, mereka bekerja dengan cepat, Aluna mengisi formulir pembelian mobil dengan semangat, hari ini dia dapat bonus sangat banyak.
Pak Drajat, membantu memasangkan komputer dan sementara yang pasang TV, orang Indihome juga sudah datang memasang internet.
Warga sekitar, penasaran dengan kejadian yang terjadi di Panti Asuhan Al Azhar, yang terkenal panti asuhan yang sangat miskin, terkadang warga ikut membantu memberi ala kadarnya.
Karena penasaran Pak RT setempat akhirnya datang, bukan mau menginterogasi, beliau hanya ingin melihat situasi saja.
' Pak Fatur, apa sudah ada donatur untuk Panti Bapak, tanya Pak RT.
" Alhamdulilah, pak Sudah ada, dan sekalian kami di bantu untuk membangun sekolah, insyaallah jika selesai, anak-anak kita bisa bersekolah dengan baik, dan anak warga sekitar juga silahkan masuk dan belajar disini, ucap Pak Fatur Rahman sebagai pemilik Panti.
" Kapan rencana Pembangunannya, dan apakah sudah ada kontraktor nya, tanya Pak RT.
" Coba saya tanya ke Nona Muda yang datang memberi bantuan, mewakili orangtuanya, ucap Pak Fatur Rahman.
" Siapa tahu saya bisa ambil bagian pekerjaan Pak Fatur Nadila, ucap pak RT
" Maaf Nona Muda, pak RT kami ingin berbicara dengan Nona Muda, ucap Faturahman
" Maaf pak atas kelancangan saya, jika timbul keramaian seperti ini, Ucap Ranti
" Tidak apa-apa, saya sebagai RT merasa bersyukur, Panti Asuhan Al Azhar ini tidak jadi di tutup, Ucap Pak RT.
" Begini Pak RT, kedepan semua yang mengurus adalah pak Fatur Rahman, tolong dimudahkan dan mohon bantuannya, ucap Ranti
" Jujur saja, kata Pak Fatur Rahman, mau bangun sekolah, dan gedung Panti baru, saya hanya ingin mencoba memasukkan proposal pengajuan untuk pelaksana pembangunan, jika masih butuh jasa konstruksi, Ucap Pak RT.
" Maaf pak saat ini, perusahaan Bapak sedang menangani proyek dimana, dan gedung apa saja yang sudah pernah bapak buat, tanya Ranti.
" Sejujurnya Perusahaan itu sudah saya serahkan ke anak saya, dan mereka sementara membangun gedung terakhir sekolah Elite Di samping Budi luhur, Pimpro nya Pak Pribadi dari Jaya Konstruksi, saat ini, kami juga sudah lolos verifikasi untuk membangun 5 rusunawa di Pembangunan Kota terpadu, Pak Pribadi juga yang Pimpro disana, terakhir, mulia bulan depan, kami dan 2 perusahaan, diminta Pak Pribadi untuk membantu membangun Universitas di Kompleks Yayasan Bintang Timur, ucap pak RT.
Di Jakarta, Kami sedang membangun 1 dari 3 gedung apartemen di kompleks Gedung Ruby, Pimpro Direktur Ane. ucap Pak RT.
" Mohon maaf Pak RT, Apa nama perusahaan bapak dan siapa anak Bapak.
" Perusahaan saya Pradipta Konstruksi, dan anak saya Paul Pradipta.
" Apa hubungan kalian dengan keluarga Konglomerat Pradipta di Jakarta, tanya Ranti.
" Itu Paman saya paling besar, hanya saja sekarang mereka sejak sepupu ku dan suaminya serta anak perempuannya dikabarkan menghilang, mereka tertutup, tapi bisnis Paman tetap berjalan, Perusahaan saya ini, 30 % sahamnya milik sepupuku Monicha Herdiani, nama suaminya Adriansyah Setiawan, keluarga konglomerat Terkuat ke 2 waktu mereka berdua menghilang.
Tapi setiap tahun saya memberi laporan keuangan ke keluarga besar kami yang mengelola aset Monicha Herdiani, dsn jika 50 tahun tidak datang pewaris nya baru akan di bagikan ke keluarga Pradipta yang kurang mampu, ucap pak RT
" Nama bapak sendiri siapa, tanya Ranti
" Saya Nikson Pradipta, ujarnya
" Kenalkan nama saya Ranti Putri, dan yang akan memegang proyek ini adalah Pak Pribadi dari Jaya Konstruksi.
" Maaf Nona, tolong jangan bilang ke Pak Pribadi jika saya ingin bersaing dengan dia, kalau begitu saya mundur dari Proyek ini, ucap Nikson Pradipta.
__ADS_1
" Sebentar Pak, saya telpon pak Pribadi dulu, ucap Ranti
Pak Nikson Pradipta sudah gugup di buat Ranti.
" Halo Nak Ranti, apa yang bisa om bantu.
" Om, apa kenal dengan perusahaan Pradipta Konstruksi, Direktur nya Paul Pradipta, tanya Ranti.
" Mereka salah satu kontraktor Pelaksana di Proyek Sekolah Elite, juga Untuk Rusun dan terakhir Untuk bangun Universitas Bintang Timur, ada apa Nak, tumben nanya soal perusahaan Pradipta.
" Tidak apa-apa, besok suruh orang datang, lihat lokasi di Panti Asuhan Al Azhar, saya ingin bangun sekolah, gedung Panti Asuhan yang baru Taman Baca Qur'an dan musholla, dan suruh orang dari Pradipta Konstruksi yang mengerjakannya dan interior suruh PT Andalan Mas, suruh orangnya direktur Ane membuat design interior untuk gedung sekolah, mushalla dan panti asuhan, bagiamana, tanya Ranti
" Oke, biar Atmono dan Tim Arsitektur yang datang Besok kesana, juga sekalian orang dari Pradipta Konstruksi, jawab Pak Pribadi.
" Sudah Oke, tolong nanti Perusahan bapak kerjakan dengan Baik, ucap Ranti ke Nikson Pradipta.
" Maaf Nona, kalau boleh tau, apa hubungan Nona dengan Pak Pribadi, tanya Nikson Pradipta
" Rahasia, pokoknya saya harap kerjakan dengan bagus dan rapi bila perlu dalam setahun semua sudah selesai, jawab Ranti.
" Baiklah, Nona Ranti "
" Pak Fatur Rahman, saya hanya mengingatkan, tolong jaga baik-baik kepercayaan saya, selama Panti Asuhan Al Azhar, berjalan sesuai rencana, laporan keuangan bersih dan tidak ada korupsi, saya jamin Panti asuhan dan sekolah ini akan maju, makanya saya minta, seleksi baik-baik yang akan menjadi karyawan atau pengurus Yayasan.
" Terimakasih arahannya, ucap Fatur Rahman.
" Pakailah uang yang saya berikan dengan bijak, kelola dengan baik, nanti saya suruh orang saya untuk melatih manajemennya, atau bapak bisa berkunjung ke Panti Asuhan Charity, dulu juga mereka hampir hancur, di Panti Asuhan Charity aku tumbuh besar, ucap Ranti.
" Saya kenal dengan Bu Farida dan Suster Diana, jujur saja, beberapa bulan terakhir ini, mereka yang suka membantu kami, karena mertua saya berteman dengan mereka, waktu awal suster Diana yang menjadi ketua, ucap Fatur Rahman.
" syukurlah kalau begitu, belajarlah dari mereka, ucap Ranti.
" Nona muda, Dokumen sudah siap mohon maaf Minta tanda tangan Pak Fatur Rahman, ucap Aluna.
" Pak Nikson, boleh saya tanya hal pribadi kepada bapak, tanya Ranti.
" Boleh silahkan saja, apa yang ingin Nona Ranti tanyakan
" Maaf Nona, untuk yan satu ini, saya tidak berhak berbicara, yang jelas keluarga, hingga detik ini masih mencari sepupu saya, kasihan Paman dan bibiku, saat ini mereka sedang sakit, bibi sudah 5 tahun stroke, paman Diabetes, sama seperti Pak Fatur Rahman, ucap Nikson.
" Apakah pak Nikson ingin membantu Paman dan Bibi Pak Nikson, Tanya Ranti.
" Sejak ayah saya meninggal, keluarga saya di urus oleh Paman dan Bibi, itu prinsip keluarga kami, miskin atau kaya tetap saudara, saya kuliah di biayai sama Paman, dan belajar bekerja di perusahaan Paman juga, apalagi Monicha dan adiknya belum bisa apa-apa, jadi saya dan kakak Monicha yang membantu Paman waktu itu, jika ada bisa kuberikan kepada mereka dan bisa membantu penyakitnya pasti aku akan membantunya.
" Anggaplah ini takdir, Pak Nikson, Ini ada 2 Pill Penyembuh, efeknya sangat sangat menyakitkan selama 30 Menit, dan setelah selesai mandi dengan air hangat, untuk jelasnya sudah saya tulis di kertas, dan ini pasangannya, baca saja. tapi ingat rahasiakan keberadaan Pill ini dan jangan sampai orang lain tahu.
Percayalah, diabetes stadium 4 saja bisa sembuh, untuk stroke pasti sembuh, ini setelah mereka semua pilang saya juga akan memberikan Pill buat pak Fatur Rahman dan istrinya, ucap Ranti sambil memberikan 2 Pill surgawi dan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh.
" Maaf Nona Muda, semua pekerjaan sudah selesai, ini kuitansinya, ucap Drajat.
" Baiklah, saya transfer di rekening biasa atau bagaimana, tanya Ranti
" Di rekening biasa, Jawab Drajat.
Setelah semua pekerja pulang, Ranti masih menunggu bersama dengan Pak Nikson
". Bagaimana apakah Pak Nikson tidak percaya, tanya Ranti.
" Bukan, sejujurnya saya lagi mencari obat untuk putri saya, dia sudah 3 tahun duduk di kursi roda, istri saya juga sama, mereka berdua kecelakaan waktu pulang dari Mall Galaxy, korban tabrak lari, ucap Nikson
" Tunggu saya disini dan setelah itu kita ijinkan saya kerumah Bapak, bagaimana, tanya Ranti
" Baik saya akan tunggu disini, ucap Nikson.
" Pak Fatur, tolong panggil ibu, dan kamu gema dan Kiran tolong masak air 20 liter., perintah Ranti.
" Apa di kamar bapak ada kamar mandinya, tanya Ranti.
" Ada, pemanas air juga ada, istri bapak harus mandi air hangat jadi ya saya siapkan walau bukan yang mahal.
" Berarti Gema tidak perlu masak air, kalau begitu silahkan masuk kamar, tolong bapak pakai sarung saja, begitu juga dengan ibu, efeknya sangat sakit, waktunya maksimal 30 menit, tapi setelah itu, bapak dan ibu tidak akan pernah merasakan sakit lagi, ginjal ibu akan kembali normal, dan untuk bapak yang Diabetes kering, bapak akan bisa memiliki badan yang Bagus, Tidak ada pantangan setelah sembuh, hanya saja tetap atur pola makan dan pola hidup, Bagaimana apa bapak mau lanjut atau tidak, ucap Ranti.
__ADS_1
"' Baik lanjutkan, ucap mereka berdua".
Mereka langsung berbaring di lantai beralaskan tikar, dan Ranti memberikan mereka masing-masing 1 Pill, hanya Gema yang menemani Ranti.
Sesaat mereka menelannya, Pill mulai bereaksi, secara perlahan tubuh kedua orang itu mulai bergetar, Ranti mulai mengedarkan energi positif agar efeknya tidak terlalu sakit, Ranti memblokir suara dari kamar, agar tidak terdengar Keluar.
Sudah 15 menit berlangsung, getaran mereka semakin kencang dan teriakan mereka, makin semakin kencang, keringat semakin deras mengucur dan disertai dengan cairan kekuningan dan mulai kecoklatan, hingga kehitaman, aroma yang menyengat kini menyebar.
Sudah menit ke 25, terlihat tubuh kedua orang itu mulai perlahan-lahan tenang dan tertidur.
" Gema atur suhu air di kamar mandi dan minta Kiran siapkan 2 gelas air putih dan sendok Kecil, perintah Ranti.
Sekitar 5 menit mereka tertidur, Akhirnya suami istri itu sadar juga,
" Sekarang Berendamlah selama 10 Menit, jangan pakai sabun dulu, setelah cairan hitam itu terkelupas dari kulit kalian, minumlah air segelas ini".
Mereka dengan taat masuk kamar mandi, dan melakukan sesuai yang Ranti katakan.
Ranti keluar dari kamar, dan menemui Pak Nikson yang masih menunggu, iseng-iseng dia membeli gorengan.
" Kita tunggu mereka keluar sekitar 15 menit lagi, ucap Ranti.
" Baiklah, mari makan gorengan, tawar Nikson
Setelah menunggu 20 Menit, akhirnya pasangan suami-istri itu keluar dari kamar dan menemui Ranti,
Terlihat Perubahan besar dari sepasang suami istri itu.
" Bagaimana perasaan bapak dan ibu, tanya Ranti
" Lebih ringan, tapi badan saya jadi berisi begini, ucap Pak Fatur Rahman
" Itu efeknya, ibu juga akan berubah bentuk fisik nya, lihat macam gadis berumur 35 tahun, ucap Ranti
" Ia nak Ranti, dada saya jadi kencang dan kulit saya jadi kencang dan halus.
" Besok datang ke rumah sakit dan silahkan cek, dan kasih tahu saya hasilnya, dan jangan beritahukan kepada siapapun, Kecuali ke pak Nikson, tegas Ranti.
" Pak Nikson bagaimana menurut Anda, Tanya Ranti.
" Liat biasa, Nona mari silahkan ke rumah saya.
' Sebentar"
" Gema, Yudi dan Kiran, Panggil Ranti"
" Eh iya ada apa Ranti.
" Ini ATM ada 3, buat kalian, ingat baik- baik jangan ember di sekolah, cukup terima, gunakan dsn diam, uang disini untuk kalian kuliah, dan tugas kalian adalah membantu mengasuh anak-anak disini, bila Perlu kalian bantu urus Yayasan ini nanti, apa kalian mengerti maksud saya
" Kami mengerti, pasti kami bantu bapak dan ibu,. Kami bertiga sudah di angkat menjadi anak-anak Bapak dan ibu, jadi kami wajib membantu dan membesarkan Panti Asuhan Al Azhar ini, jawab Yudi.
" Bagus, isinya masing-masing 10 milyar , kalau kalian hemat, seumur hidup juga uang itu cukup untuk biaya kalian hidup, saya titip uang saya di Panti ini, ucap Ranti.
" Terimakasih Ranti, ucap mereka bertiga.
" jangan pernah kalian bertiga saling menyakiti, pesan Ranti.
" Pak Fatur Rahman, jangan ganggu uang mereka sepeserpun, karena uang itu buat mereka kuliah dan dan kebutuhan mereka, tenang saja mulai hari panti ini tidak akan kekurangan, ucap Ranti
" Terimakasih Nona Ranti, terimakasih, ucap mereka berdua.
" Say mau ke rumah pak RT, pamit Ranti.
Tiba di rumah Pak RT, istrinya bertanya kepada Pak RT
" Mas siapa gadis ini, wajahnya kayak familiar, ucap istrinya
" Ini Nona Ranti, mas ketemu di panti asuhan pak Fatur Rahman, dia yang membantu pak Fatur Rahman, nantinya mau di bangun beberapa gedung dan nanti di kerjakan Paul, ucap Nikson.
" Syukurlah, kasihan juga Panti Asuhan Al Azhar itu, ucap istri Nikson.
__ADS_1
Tak lama berselang Keluarlah seorang gadis manis dengan kursi roda