
Saat perjalanan menuju ke apartemen Pacific residen, handphone Ranti berdering.
" Halo kak, maaf baru menghubungi kakak, Paspor dan ATM sudah sampai, terimakasih kakakku yang cantik dan baik hati serta sayang sama Aisyah", ucap Aisyah dengan bahagia.
" Sama - sama adikku yang cantik, lalu tadi siang kamu kemana, kok baru telpon kakak sudah malam begini", tanya Ranti.
" Tadi siang, Aisyah bantu Paman Nino di kiosnya dan ke Dealer mobil, maaf ya kak tadi aku belikan Paman Zulkarnain mobil seperti yang kakak belikan untuk ayahku, biar Pamanku itu rajin datang main kesini dan tidak masuk angin karena naik motor", ucap Aisyah.
" Tidak apa-apa sayang, kakak senang Aisyah tahu membalas kebaikan orang, Apalagi itu keluarga yang baik sama Aisyah, tapi untuk Pamanmu Nino, cukup bantu tenaga saja, jangan berikan uang lagi kepadanya, kalau Diman berikan saja 500 ribu tiap minggunya", ucap Ranti.
" Ia kak, bunda juga bilang begitu, nanti kata bunda untuk Diman tiap Minggu 750 ribu, sudah jajan dan bensinnya, kasihan juga dia, semoga dia berubah, tadi siang motornya sudah di kembalikan seperti biasa lagi", ucap Aisyah.
" Kita lihat dulu perkembangan Diman bagaimana, juga keluarganya, jika mereka ikhlas dan bersungguh-sungguh bertobat, kakak pasti bantu mereka, karena bundamu sangat menyayangi Paman mu itu", ucap Ranti.
" Itu benar kak, bunda sangat sayang sama Paman Nino, memang dulu Paman Nino sangat menjaga Bunda, tapi ya itu, Pamanku memang begadulan, sama seperti Diman", Ucap Aisyah.
" Apa ayahmu membantu merenovasi kios pamanmu? tanya Ranti.
" Ia, tapi itu inisiatif ayah, dia kasihan juga sama paman, kata ayah biar bagaimanapun dia adiknya Bunda, Paman juga terlihat lebih tenang dan bahagia, dia tidak pakai orang lain untuk merenovasi Kiosnya, dia bilang mau kerjakan sendiri ", ucap Aisyah melaporkan.
" Syukurlah, ujian buat dia selama 3 tahun, jadi Aisyah pantau terus perkembangannya, ya sudah kamu belajar buat ujian besok", ucap Ranti.
" Baik kak, Aisyah sangat sayang sama kakak, jangan lupa kakak juga jangan terlalu capek ", ucap Aisyah.
" Ia ini kakak sudah mau sampai rumah dan istirahat", ucap dan mematikan Handphonenya.
" Bagaimana Nak, apa tanggapan Kakakmu soal mobil yang kamu belikan untuk Pamanmu Zulkarnain? tanya pak Antara.
" Kakak bilang tidak apa-apa, asalkan mereka memang baik kepada kita", jawab Aisyah.
" Syukurlah, ayah takut kamu nanti di omelin Kakakmu karena menghamburkan uang", ucap pak Antara.
" Aisyah juga takut, makanya Aisyah gak mau berbohong apapun sama kak Ranti, nanti aku omelin dan buat kakakku sedih serta kecewa dengan Aisyah, semua yang kakakku perbuat adalah demi untuk Aisyah bisa hidup dengan baik di masa depan", ucap Aisyah.
" Ia Nak, kejujuran dan kesetiaan akan menghasilkan kasih sayang dari banyak orang, lihatlah orang-orang yang tidak jujur pasti hidupnya sengsara, ayah dulu jujur mengatakan pada Bundamu kalau ayah penjahat, dan lihatlah ayah bisa mendapatkan kalian bertiga, makanya hingga saat ini ayah tidak mau mengecewakan bundamu", ucap Pak Antara.
" Aisyah bangga punya ayah dan bunda seperti kalian, hidup apa adanya, makanya Aisyah tidak pernah merasa rendah diri saat di buly oleh anak-anaknya sepupu ayah yang brengsek itu, karena ayah adalah ayah terhebat buat kami bertiga anak-anak ayah", ucap Aisyah.
" Terimakasih Nak, ayah juga bangga, memiliki 3 anak yang hebat - hebat dan mampu membuat orang percaya kepada kalian semuanya", ucap Pak Antara.
Saat ini Ranti sudah tiba di apartemen miliknya, saat sudah jam 8 malam, Ranti langsung terbang menuju Jogjakarta.
Hanya butuh waktu 30 menit Ranti sudah berada di dekat kompleks perumahan itu, dia mendarat dan mengeluarkan mobilnya, masuk ke kompleks.
" Selamat malam Pak Security, saya mau kerumah kakak saya", Ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, bapak pikir siapa, soalnya Nona Muda sudah lama tidak datang berkunjung ke Non kembar", ucap Security itu dengan sopan.
" Lagi banyak kerjaan dan juga habis UN, makanya jarang kesini, tapi kenapa wajah bapak murung? tanya Ranti.
" Gak apa-apa, hanya perusahaan tempat bapak bernaung sudah memberikan surat untuk memberhentikan bapak, alasannya bapak 3x tidak masuk", Ucap pak Security.
" Kenapa bisa 3x tidak masuk? tanya Ranti.
" Anak kedua bapak sakit, sedangkan bapak hanya hidup berdua dengannya, ibu dan kedua kakaknya tinggal di Medan ikut suami baru mantan istri bapak, jadi bapak merawat sendiri anak bapak, tapi perusahaan tidak mau terima alasannya, tapi gak apa-apa Nona Muda, bapak paling jualan saja dirumah dulu rumah bapak bekas warung", ucap pak security itu.
__ADS_1
" Anak bapak umur berapa? tanya Ranti.
" Baru genap 15 tahun kemarin, dan baru lulus SMP di Bintang Timur, sudah mulai gadis, jadi bapak sangat kuatir", ucap Security.
" Ya sudah bapak berhenti saja, dan ambil ini, besok cairkan di Bank dan langsung belanja, apa bapak punya SIM mobil? tanya Ranti.
" Punya Non dan masih 2 tahun aktifnya, ucap pak Security.
" Jangan lupa cairkan cek itu, dan buat Rekening sendiri, renovasi rumahnya dan tempat jualannya, kemudian bapak beli Mobil untuk antar anak gadis bapak dan untuk belanja Warung, serta beli motor", ucap Ranti sambil memberikan Cek sebesar 5 milyar.
" Ya ampun Nona Muda ini banyak sekali", Ucap Pak Security.
" Gunakan dengan bijak, agar Putri bapak bisa bahagia, ini handphone untuk kalian berdua, serta ini kartu Internetnya, ini juga nota bawa kesekolah bintang timur ketemu dengan ketua Yayasan namanya pak Gunadi, dia sudah tahu maksudnya", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ini hari Terakhir saya bekerja, saya berjanji akan siap membantu jika Nona Muda dan Nona kembar membutuhkan saya", ucap Pak Security itu.
" Pasti saya akan menghubungi bapak suatu saat", ucap Ranti dan langsung beranjak.
" Halo kakak kembarku yang cantik-cantik", sapa Ranti
" Astaga Dek, kamu keluyuran kemana dulu, kak Mercy sudah 2x menelpon kakak tanya kalau kamu sudah sampai atau belum", ucap Renata.
" Aku berlama-lama di rest area, kayak orang lagi Travelling, dan muter-muter kota jogjakarta", ucap Ranti bohong.
" Lalu bibi kemana, apa dia di rumah samping atau lagi pergi? tanya Ranti.
" Tadi Sore ke Jakarta, di telpon mommy kamu, katanya Dady kamu lagi ke Kalimantan 5 hari jadi bundaku menemani mommy kamu, besok baru mereka ke Surabaya karena pesawatnya batu datang besok", ujar Renata.
" Dek ini ayo minim dulu, bibi lagi panaskan makanan untukmu", sambung Renita yang datang dari Dapur.
" Ia Kak, besok aku ada pertemuan di Magelang, nanti langsung pulang", ucap Ranti.
" Naik mobil saja, oh ya nanti kakak berdua ikut ke Amerika Serikat, antar kak Rindu daftar kuliah, semua wajib ikut termasuk bibi dan mommy juga ayah, bibi Ratmi, paman Lukman serta Velove dan Vexia, semua sudah di atur oleh orangku disana", ucap Ranti.
" Ia sayang, kita semua harus saling mendukung, oh ya katanya Aisyah juga ikut? tanya Renita.
" Ia dia ikut, apalagi kak Robin dan Tiara serta kak Sonia juga ikut, biar rame, hanya saja aku nanti nyusul, sekalian aku mau gunakan fasilitas dari bank Global yang belum aku gunakan, jadi 2 pesawat itu kalian yang gunakan ke Amerika Serikat", ucap Ranti.
" Baiklah, sayang juga kalau tidak di gunakan, Ucap Renata.
" Ya sudah makan dulu, abis itu istirahat, kamu pasti capek.
" Ia Kak, dan ini Sertifikat tanah 10 hektar, pikirkan dulu untuk pembangunan Rumah Sakit bertaraf Internasional, Keluarga harus punya Rumah Sakit besar", ucap Ranti.
" Terimakasih Dek, kakak sudah berpikir mau cari lahan", Ucap Renita.
" Ia, kalian punya rumah sakit, aku punya pabrik obat modern maupun tradisional, percayalah RS kita pasti jadi yang terbaik, saya ingin saat kalian berdua sudah selesai S3, rumah sakit itu sudah selesai dan beroperasi maksimal, nanti kita siapkan helipad dan helikopter khusus, buat bangunan berlantai 11 sesuai jumlah saudara kita", Ucap Ranti.
" Baiklah, mungkin kita cari dulu kontraktor yang terbaik dan desainer terbaik, serta nanti untuk peralatan dan alat kesehatan terbaik dan tercanggih di dunia", ucap Renata, yang tak mau tanggung - tanggung.
" Harus itu, saya masih mau membeli tanah yang di samping lahanku itu, dan hebatnya lahan kita itu dekat dengan bandara YIA, makanya kakak berdua S2 harus ke luar negeri, sekalian buka relasi dengan calon-calon Dokter terbaik serta bisa melihat alat-alat canggih di luar negeri, apalagi yang bisa kita dapatkan di Indonesia.
Tak terasa, malam telah berganti pagi, tepat jam 7 pagi ketiga bersaudara itu sudah itu sudah bangun dan sudah rapi, Ranti berpakaian stelan blazer dan celana, serta sepatu kulit, maklum Ranti tidak suka menggunakan rok, makanya dia hanya memiliki Rok seragam sekolah, ya sesuai dengan pembawaannya.
Sedangkan Renata dan Renita, mereka ber stelan Celana panjang dan kemeja, sesuai standar FK UGM.
__ADS_1
Ranti bergegas menuju Magelang, yang berjarak sekitar 60 Km, sedangkan lokasi pertemuan akan di adakan di lokasi proyek, Ranti meminta seperti itu, agar pihak pemerintah bisa melihat langsung lahannya dan bisa meninjau langsung sistem pekerjaan yang di terapkan.
Pihak pemerintah setuju, dengan pertemuan yang berlokasi di lokasi proyek, apalagi segala sesuatu di siapkan oleh Ranti, padahal pertemuan ini atas iniasi dari pemerintah.
Dengan laju sedang, Ranti membelah jalan raya dengan tenang dan santai, apalagi acaranya nanti jam 10, sekarang baru jam 7.30.
Ranti mampir di sebuah Warung makan sederhana, warung itu menjual bubur Ayam dan daging sapi, terlihat lumayan ramai, Ranti memarkir Mercedes GLE.
Banyak yang memperhatikan Ranti, Apalagi merek pakaian dan tas yang di tenteng Ranti adalah Hermes serta ikat pinggang kulit dari juga, hingga sepatunya, handphone Qualcomm dengan bentuk dan model iPhone 14 Promax varian tertinggi.
Ranti duduk di salah satu pojokan dan menghadap ke sebuah Pondok di dekat sawah, terlihat sangat asri.
Saat baru mau menikmati makanannya, Ranti terkejut karena para pengunjung mulai bergegas keluar terburu - buru.
Ternyata ada seorang ibu pengusaha dan juga sebagai pejabat beserta keluarganya hendak sarapan, jadi seperti biasa ada pengawalnya.
Para pengawal membersihkan area tersebut, dan meminta agar beberapa pengunjung untuk pindah tempat, mereka juga menghampiri Ranti dan meminta agar dia pindah, tapi seperti biasa Ranti pasti menolaknya.
Ranti berprinsip di ruang publik semuanya wajib di perlakukan sama, kecuali tempat itu sudah di pesan khusus, tapi tidak semua orang kaya, berpangkat dan berkuasa menyadari hal itu.
" Maaf Nona, kamu minta tolong agar tempat ini di berikan kepada ibu pejabat dan keluarganya, sebagai gantinya kami akan membayar tagihan makanan anda, ucap pengawal perempuan itu.
" Maaf juga Nona, say lebih dulu tiba di tempat ini, dan saya baru saja mau menikmati makanan saya, jadi hargai kami yang mau sarapan, harusnya kalian terlebih dahulu memesan tempat ini, kalau begini namanya kalian mengusir orang seenaknya, jadi maaf saya selesaikan makanan saya dulu", ucap Ranti dengan nada masih sopan.
" Tolong anda hargai pejabat negara, kami tidak pesan tempat ini karena ibu pejabat tiba-tiba ingin mampir dan sarapan disini, dan tenang saja kami akan berikan kompensasi untuk Anda", ucap pengawal itu.
" Saya tidak butuh kompensasi, saya tidak suka di ganggu saat makan itu saja, silahkan tinggalkan saya, ucap Ranti mulai kesal.
Si pengawal mulai panik karena ibu pejabat sudah turun dari mobilnya, beserta kedua anaknya yang sudah tampak dewasa.
Ranti tetap saja cuek dan meneruskan makannya, dia tidak peduli dengan adanya pejabat atau siapapun, dia hanya peduli pada orang miskin dan orang yang menghargai orang lain.
" Pengawal, biarkan saja gadis itu, tidak ada untungnya bagi kita berdebat dengan orang yang tak menghargai pejabat, jadi biarkan saja, kamu carilah tempat duduk dan sarapan, jadikan sebagai contoh, orang seperti itu adalah jenis orang yang arogan, dan pasti di kemudian hari jika dia jadi pejabat, pasti akan menindas banyak orang", ucap sang ibu pejabat dengan santai dan menyinggung Ranti.
" Maaf Bu, omongan anda sangat hebat, apakah setiap pejabat datang ke ruang publik seperti ini harus kami perlakukan khusus, dan anda mengatakan secara tidak langsung saya arogan, tindakan anda mengusir kami apakah itu tindakan wajar, anda jadi pejabat itu hebat, tapi belum bijaksana, harusnya anda menyapa kami dengan baik, pasti kami dengan ikhlas akan berdiri memberikan anda tempat, sekaligus kami akan sangat menghormati dan menghargai serta mengagumi anda, jadi maafkan saya jika anda itu pantas untuk diri anda, bukan saya, atau orang lain yang anda singgung", ucap Ranti.
" Lalu apa tindakan anda dengan menolak permintaan pengawal saya yang sudah dengan sopan dan anda menolaknya apa itu bukan tindakan arogan? tanya ibu pejabat itu.
" Nada sopan tidak Berarti kata-katanya bermakna sopan, anda tidak memesan terlebih dahulu tempat ini, dan saya yang duluan tiba dan pesan makan, itu berarti meja dan kursi ini, adalah hak saya untuk duduk dan makan, anda datang belakangan, seharusnya antri, percuma Indonesia berusaha menerapkan budaya antri jika pejabatnya tidak mau antri, seperti saya katakan tadi, saat anda menyapa kami dengan sopan, pasti kami dengan ikhlas menyambut dan memberikan ruang buat Anda, dan itu akan menambah nilai buat anda sebagai pejabat, jadi saya tetap membantah omongan anda yang menggunakan kata arogan dan anda juga berkata suatu saat saya jadi pejabat akan menindas rakyat.
Maaf anda bukan Tuhan yang bisa mengetahui perjalanan hidup orang lain, apakah anda tau besok anak anda mau jadi apa, anda sendiri tidak tahu siapa saya, tapi saya tahu sepak terjang anda dan bisnis anda, jadi berhati-hatilah menjadi pejabat, terakhir, aku tidak gila menjadi pejabat", ucap Ranti menampar mental ibu itu.
" Kamu pintar juga dalam berkata-kata, baiklah anggap saja kamu yang lebih pintar dari saya, Tapi harus kamu tahu, cara kamu itu tidak akan mendatangkan keuntungan buat kamu, lihatlah kamu berpakaian hendak bekerja atau mencari pekerjaan, saya bisa memastikan, paling lama bos kamu akan mempertahankan kamu 3 bulan atau maksimal 6 bulan, kalau kamu datang ke perusahaan saya, pasti tidak ku terima lamaran kamu", ucap ibu pejabat itu.
" Akhirnya sifat asli anda keluar juga, tapi maaf saya tidak butuh pekerjaan, apalagi melamar di perusahaan Anda yang baru kelas menengah, itupun terdongkrak Karena kalian suami istri menjadi pejabat, lain kali cek dulu lawan bicara anda Nyonya, karena belum tentu orang itu lebih rendah dari Anda! tegas Ranti.
Para pengunjung terkejut mendengar omongan Ranti dengan tegas mendominasi.
" Owh .. orang tua hebat apa yang memiliki anak yang hidupnya mau santai saja, kamu lihat itu Putra saya umurnya baru 26 tahun, tapi sudah cekatan mengurus 3 perusahaan Ayahnya, dan yang ini Putri saya umurnya baru 24 tahun dia sudah mengurus 2 perusahaan saya sendiri, jadi sangat berbeda dengan kamu yang mau santai saja, kasihan orangtuamu punya anak tapi tidak mau membantu orangtuanya, yang ada hanya menghabiskan uang mereka", ejek ibu itu.
" Hahahaha, lucu anda Bu, anda tidak kenal dengan saya, tapi anda sudah menghakimi saya, umur saya baru 18 tahun, dan tidak pernah meminta uang dari orangtua saya, dan jika anda tau saya lebih detil, pasti anda akan pingsan melihat seperti apa dan siapa saya, sudah saya katakan, pelajari dulu lawan bicara anda baru ajak berdebat, teori itu saja anda tidak paham,pantas saja negara ini tidak bisa maju, asal punya uang bisa jadi pejabat", ucap Ranti dan beranjak berdiri dari bangkunya.
" Senang berbicara dengan anda nyonya, saya semakin paham siapa anda, semoga kita berjumpa lagi, ingat kata-kata saya, harta Keluarga besar kamu tidak mampu menandingi harta adikku yang berumur 10 tahun, Perusahaan milikmu dan dan suami kamu, jika di gabung, tidak akan mampu mengalahkan 1 perusahaan milik saya Pribadi,
Terakhir, harta Orangtua saya, 100% masih ada di tangan mereka, dan jika anda tidak mengenal mereka berdua, saya pastikan anda kurang baca berita, umur mereka masih anda lebih tua, jadi untuk apa aku bekerja di perusahaan anda yang hanya berharap Proyek dari pemerintah! tegas Ranti.
__ADS_1
" Coba sebutkan apa perusahaan kamu, dan siapa orangtuamu", ucap ibu itu
" Hahahaha, nama orang tua saya sangat rahasia untuk saat ini, tapi jika anda penasaran dengan perusahaan saya, silahkan anda cari sendiri, karena jika saya kasih tahu, pasti anda akan malu sendiri, selamat pagi Nyonya pejabat", ucap Ranti lalu keluar dan naik ke mobilnya.